ANALISIS KUALITAS BUTIR SOAL PENILAIAN AKHIR

Click here to load reader

  • date post

    21-Oct-2021
  • Category

    Documents

  • view

    4
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of ANALISIS KUALITAS BUTIR SOAL PENILAIAN AKHIR

GANJIL MATA PELAJARAN PENJASORKES KELAS XI SMA N 7
PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2018/2019
sebagai persyaratan guna memperoleh gelar sarjana
Disusun Oleh :
Galang Bramantio
NIM. 15601241039
FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
GANJIL MATA PELAJARAN PENJASORKES KELAS XI SMA N 7
PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2018/2019
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas butir soal Penilaian
Akhir Semester Ganjil Mata Pelajaran Penjasorkes kelas XI SMA Negeri 7
Purworejo Tahun Ajaran 2018/2019.
menggunakan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik
kelas XI SMA N 7 Purworejo, Kabupaten Purworejo Tahun Ajaran 2018/ 2019.
Pengambilan sampel penelitian ini adalah sample random sampling. Seluruh
sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini berjumlah 70 peserta didik. Data
diperoleh melalui metode dokumentasi yaitu: kisi-kisi soal,soal ujian, kunci
jawaban, dan lembar jawab peserta didik. Selanjutnya data tersebut diinput dan
diolah menggunakan program Anates versi 4.09. untuk mengetahui kualitas butir
soal berdasarkan tingkat kesukaran, daya pembeda, dan efektivitas pengecoh.
Hasil analisis kualitas butir soal menunjukkan bahwa soal penilaian akhir
semester ganjil mata pelajaran penjasorkes dari 40 butir soal pilihan ganda, ditinjau
dari (1) segi tingkat kesukaran soal menunjukkan sebanyak 8 soal (20%) dalam
kategori sukar, 12 soal (30 %) dalam kategori sedang, dan 20 soal (50 %) dalam
kategori mudah. (2) Ditinjau dari kategori daya pembeda didapat 3 butir soal (7,5%)
berkategori sangat jelek, 20 butir soal (50%) berkategori jelek, 14 butir soal (35%)
berkategori cukup, dan 3 butir soal (7,5%) berkategori baik. (3) Ditinjau dari segi
efektivitas pengecoh/distractor terdapat 17 butir soal (42,5%) soal dalam kategori
sangat baik, 11 butir soal (27,5%) soal dalam kategori baik, 7 butir soal (17,5%)
dalam kategori cukup baik, 4 butir soal (10%) dalam kategori kurang baik dan 1
butir soal (2,5%) dalam kategori tidak baik.
Kata Kunci: Evaluasi, Kualitas Butir Soal, SMA Negeri 7 Purworejo, Kabupaten
Purwore
iii
Nama : Galang Bramantio
Judul TAS : Analisis Kualitas Butir Soal Penilaian Akhir
Semester Ganjil Mata Pelajaran Penjasorkes Kelas XI SMA N 7 Purworejo Tahun
Pelajaran 2018/2019
pengetahuan saya tidak terdapat karya atau pendapat yang ditulis atau diterbitkan
orang lain kecuali sebagai acuan kutipan dengan mengikuti tata penulisan karya
ilmiah yang telah lazim.
Yogyakarta, 09 Mei 2019
ANALISIS KUALITAS BUTIR SOAL PENILAIAN AKHIR SEMESTER
GANJIL MATA PELAJARAN PENJASORKES KELAS XI SMA N 7
PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2018/2019
dilaksanakan Ujian Akhir Tugas Akhir Skripsi bagi yang
bersangkutan.
Dr. Guntur, M.Pd Dr. Guntur, M.Pd
NIP. 19810926 200604 1 001 NIP. 19810926 200604 1 001
v
GANJIL MATA PELAJARAN PENJASORKES KELAS XI SMA N 7
PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2018/2019
Telah dipertahankan di depan Tim Penguji Tugas Akhir Skripsi Program
Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Fakultas Ilmu
Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta
TIM PENGUJI
Dekan,
NIP 19640707 198812 1 001
vi
1. Memulai dengan sadar diri dan mengakhirinya dengan rendah hati.
(Galang Bramantio)
2. Hanya ada dua pilihan : menjadi apatis atau mengikuti arus. Tapi, aku
memilih untuk jadi manusia merdeka.
(Soe Hok Gie)
3. Barangsiapa ingin mutiara, harus berani terjun dilautan yang dalam.
(I.r. Soekarno)
HALAMAN PERSEMBAHAN
Karya ini saya persembahkan kepada orang tua saya yang sangat tercinta
yaitu Bapak Amat Suparman dan Ibu Siti Soimatun yang selalu memanjatkan doa
terbaik, memberikan dorongan dan motivasi dan tak ada henti-hentinya dalam
memberikan semangat serta untuk Adikku tercinta Erza Azriel Muhammad yang
selalu memberikan bantuan tanpa pamrih dan memberikan dukungan serta
motivasi.
viii
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas berkat rahmat dan karunia-Nya,
sehingga Tugas Akhir Skripsi dalam rangka untuk memenuhi sebagian persyaratan
untuk mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan dengan judul “Analisis Kualitas Butir
Soal Penilaian Akhir Semester Ganjil Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga
dan Kesehatan Kelas XI SMA Negeri 7 Purworejo tahun pelajaran 2018/2019“
dapat disusun sesuai dengan harapan. Tugas Akhir Skripsi ini dapat diselesaikan
tidak lepas dari bantuan dan kerja sama dengan pihak lain. Berkenaan dengan hal
tersebut, penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada yang terhormat:
1. Bapak Dr. Guntur, M.Pd. selaku pembimbing Tugas Akhir Skripsi serta ketua
Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi yang telah banyak
memberikan semangat, dorongan, bimbingan dan memberikan izin pada
penelitian ini.
2. Bapak Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd selaku Rektor Universitas Negeri
Yogyakarta yang telah memberikan kesempatan kepada peneliti untuk
menyelesaikan skripsi ini.
3. Bapak Prof. Dr. Wawan Sundawan Suherman, M.Ed. selaku Dekan Fakultas
Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta yeng telah memberikan izin
kepada peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini.
4. Bapak Dr. Amat Komari, M. Si. selaku dosen penasehat akademik yang
memberikan masukkan dan saran sehingga penelitian Tugas Akhir Skripsi dapat
terlaksana dengan baik.
5. Kepala SMA N 7 Purworejo, yang telah memberi ijin dan bantuan dalam
pelaksanaan penelitian Tugas Akhir Skripsi ini.
6. Bapak Anandito Wisma Aji, Guru Penjasorkes SMA N 7 Purworejo yang telah
memberi bantuan memperlancar pengambilan data selama proses penelitian
Tugas Akhir Skripsi ini.
7. Seluruh peserta didik SMA N 7 Purworejo yang telah meluangkan waktu dan
membantu kelancaran penelitian ini.
ix
8. Teman-teman kelas PJKR A 2015, Organisasi Mahasiswa FIK UNY, dan
sahabat menggalang cerita yang selalu memberikan semangat, saran, dan
motivasi.
9. Semua pihak, secara langsung maupun tidak langsung, yang tidak dapat
disebutkan di sini atas bantuan dan perhatiannya selama penyusunan Tugas
Akhir Skripsi ini.
Akhirnya, semoga segala bantuan yang telah berikan semua pihak di atas
menjadi amalan yang bermanfaat dan mendapatkan balasan dari Allah SWT/Tuhan
Yang Maha Esa dan Tugas Akhir Skripsi ini menjadi informasi bermanfaat bagi
pembaca atau pihak lain yang membutuhkannya.
Yogyakarta, 5 Mei 2019
2. Kriteria Penyusunan Instrumen Tes yang Baik .........................13
3. Hakikat Analisis Butir Soal .......................................................16
4. Analisis Data Software Anates 4.09 ..........................................23
5. Karakter Peserta Didik SM A ....................................................25
6. Hakikat Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan .............27
B. Penelitian yang Relevan .......................................................................27
B. Jenis Penelitian .....................................................................................34
1. Populasi .....................................................................................34
2. Sampel .......................................................................................34
1. Teknik Pengumpulan Data ........................................................36
A. Hasil Penelitian ....................................................................................40
1. Tingkat Kesukaran ....................................................................40
2. Daya Pembeda ...........................................................................42
3. Efektivitas Pengecoh .................................................................44
A. Kesimpulan ...........................................................................................51
B. Implikasi ...............................................................................................51
Tabel 3. Kriteria Penilaian Efektivitas Pengecoh ................................................ 23
Tabel 4. Distribusi Tingkat Kesukaran Butir Soal ............................................... 41
Tabel 5. Distribusi Daya Pembeda Butir Soal ..................................................... 43
Tabel 6. Distribusi Efektivitas Pengecoh Butir Soal ............................................ 45
xiii
Gambar 2. Diagram Pie Persentase Tingkat Kesukaran Butir Soal ..................... 42
Gambar 3. Diagram Pie Persentase Daya Beda Butir Soal .................................. 44
Gambar 4. Diagram Pie Persentase Efektivitas Pengecoh Butir Soal .................. 46
xiv
Lampiran 2. Surat Keterangan Penelitian dari Dinas Purworejo………………...58
Lampiran 3. Surat Keterangan Penelitian dari Sekolah ....................................... 59
Lampiran 4. Soal Penilaian Akhir Semerter Ganjil Kelas XI................................60
Lampiran 5. Kunci Jawaban Soal Penilaian Akhir Semerter Ganjil Kelas XI.......66
Lampiran 6. Tingkat Kesukaran.... ....................................................................…67
Lampiran 7. Daya Pembeda.................................................................................. 68
Lampiran 10. Rekapitulasi Analisis Kualitas Butir Soal ..................................... 73
Lampiran 11. Lembar Jawaban Peserta Didik Kelas XI IPA 1 ............................ 75
Lampiran 12. Lembar Jawaban Peserta Didik Kelas XI IPA 2 ............................ 76
Lampiran 13. Lembar Jawaban Peserta Didik Kelas XI IPA 3............................. 77
Lampiran 14. Lembar Jawaban Peserta Didik Kelas XI IPA 4 ............................ 78
Lampiran 15. Lembar Jawaban Peserta Didik Kelas XI MIPA 5..........................79
Lampiran 16. Lembar Jawaban Peserta Didik Kelas XI MIPA 6………………..80
Lampiran 17. Lembar Jawaban Peserta Didik Kelas XI IPS 1…………………..81
Lampiran 18. Lembar Jawaban Peserta Didik Kelas XI IPS 2…………………..82
Lampiran 19. Lembar Jawaban Peserta Didik Kelas XI IPS 3……………..……83
Lampiran 20. Lembar Jawaban Peserta Didik Kelas XI BAHASA…………...…84
Lampiran 21. Lembar Instrumen Pertanyaan Observasi…………………………85
Dokumentasi .........................................................................................................86
1
prestasi belajar peserta didik serta memberikan informasi tingkat pencapaian belajar
peserta didik, dan apabila dilakukan analisis secara lebih rinci maka akan diperoleh
informasi mengenai kesulitan dalam belajar yang dialami oleh peserta didik,
mengenai konsep-konsep yang belum sepenuhnya dikuasai oleh sebagian besar
peserta didik. Dari informasi yang telah didapat harapannya pendidik mampu untuk
memperbaiki dalam proses pembelajaran yang nantinya diharapkan dapat
memperbaiki kualitas lulusan.
Evaluasi membutuhkan data yang akurat, yaitu data yang diperoleh melalui
kegiatan pengukuran. Data yang diperoleh akurat manakala alat ukur yang
digunakan sahih dan handal. Kesalahan pengukuran ini dapat terjadi apabila syarat
tidak terpenuhi sehingga peserta didik tidak dapat diukur kompetensi yang
sebenarnya. Kesalahan dalam kegiatan evaluasi dapat juga berdampak pada
penurunan kualitas pendidikan di Indonesia.
Kegiatan evaluasi yang dilaksanakan oleh pendidik menurut Ngalim
Purwanto (2010: 26) dapat digolongkan menjadi dua, yaitu formatif dan sumatif.
Informasi yang diperoleh melalui penilaian formatif digunakan untuk
menyesuaikan proses mengajar dan proses pembelajaran dengan kebutuhan peserta
didik. Pendidik dapat menggunakan informasi dari penilaian formatif untuk
2
pendekatan alternatif terhadap peserta didik, atau menawarkan cara-cara lain untuk
praktik apabila pendidik mengetahui terdapat peserta didik yang mendapat
kesulitan. Evaluasi formatif bertujuan untuk memperbaiki cara atau strategi dalam
mengajar, sehingga hasilnya tidak digunakan untuk menilai hasil peserta didik
sedangkan evaluasi secara sumatif bertujuan untuk menentukan keberhasilan
belajar para peserta didik, sehingga hasilnya berwujud nilai yang diperoleh peserta
didik.
Pelaksanaan evaluasi secara sumatif di Sekolah Menengah Atas dilaksanakan
dua kali yaitu pada akhir semester satu dan pada akhir semester dua. Tes sumatif
pada akhir semester di SMA juga sering disebut uji kompetensi atau penilaian akhir
semester. Penilaian akhir semester merupakan suatu bentuk assesment kepada
peserta didik yang digunakan oleh institusi pendidikan di setiap jenjang pendidikan,
tidak terkecuali SMA.
Penilaian akhir semester memiliki fungsi untuk memberi gambaran bagi
pendidik mengenai tingkat penguasaan materi peserta didik terhadap materi
pelajaran selama satu tahun pelajaran, dan juga sebagai bukti konkret yang dapat
dilaporkan kepada orang tua/wali peserta didik, serta dapat dijadikan salah satu
pertimbangan sumber bahan pengambilan keputusan untuk kenaikan kelas. Selain
itu, penilaian akhir semester tersebut yang dilaksanakan secara serentak oleh
berbagai Sekolah Menengah Atas di suatu daerah dapat pula digunakan untuk
mengetahui sejauh mana keberhasilan proses pembelajaran di suatu sekolah.
apabila dibandingkan dengan sekolah yang lain. Dapat dilihat dari tujuan dan
3
manfaatnya dalam proses pembelajaran di suatu sekolah, maka penilaian akhir
semester dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya oleh institusi pendidikan pada
setiap jenjang pendidikan, tidak terkecuali Sekolah Menengah Atas.
Pelaksanaan penilaian akhir semester mata pelajaran Penjasorkes Sekolah
Menengah Atas di SMA Negeri 7 Purworejo Tahun Ajaran 2018/2019 dilaksanakan
oleh sekolah dengan pembuat soal adalah Guru Mata Pelajaran Penjasorkes sekolah
masing-masing berdasarkan kesepakatan dalam MGMP (Musyawarah Guru Mata
Pelajaran) mata pelajaran Penjasorkes.
Kenyataan yang telah didapat dari hasil observasi yang peneliti lakukan
terhadap beberapa guru penjasorkes di SMA N 7 Purworejo dengan cara
wawancara, menemukan bahwa mayoritas guru penjasorkes mengeluhkan tentang
apakah soal penilaian akhir semester tersebut sudah memiliki kualitas yang baik
atau tidak. Selain kualitas soal, guru penjasorkes juga belum mengetahui tingkat
kesukaran, daya pembeda dan efektivitas pengecoh soal PAS. Guru penjasorkes
juga menuturkan bahwa hasil dari penilaian akhir semester peserta didik sejauh ini
belum begitu memuaskan. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya
soal akhir semester tersebut belum begitu valid dan reliabel, serta mungkin kurang
begitu objektif sehingga belum dapat mengukur daya serap, tingkat kesukaran dan
juga daya beda dengan baik. Selain itu juga fakta lain menunjukkan bahwa materi
soal penilaian akhir semester genap SMA N 7 Purworejo masih ada materi pelajaran
yang tidak diajarkan namun tercantum sebagai soal ulangan akhir semester.
4
Tes yang dilaksanakan Sekolah Menengah Atas Negeri di SMA N 7
Purworejo sama dengan sekolah pada umumnya, baik itu tes formatif maupun tes
sumatif. Pada pertengahan semester diadakan penilaian tengah semester (PTS) dan
pada akhir semester diadakan penilaian akhir semester (PAS).
Upaya yang dapat dilakukan untuk mengetahui kualitas tes yang telah dibuat
adalah dengan cara menganalisis butir soal. Analisis butir soal adalah suatu
kegiatan untuk mengetahui butir soal yang baik serta layak dan dapat digunakan
maupun butir soal yang tidak baik yang nantinya akan direvisi atau dibuang
sehingga suatu tes tersebut disusun dari butir-butir soal yang berkualitas yang dapat
digunakan untuk mengukur kompetensi peserta didik dengan tepat sesuai yang
diharapkan. Analisis tersebut dapat dilakukan dengan berpanduan pada dua teori
yaitu pengukuran klasik dan teori respon butir. Pada penelitian ini peneliti akan
menggunakan teori pengukuran klasik untuk menganalisis butir soal, yaitu dengan
menghitung daya pembeda, tingkat kesukaran soal, dan efektivitas pengecoh.
Sedangkan reliabilitas hanya sebagai tambahan untuk mengetahui konsistensi soal.
Kenyataan yang ditemukan di Sekolah Menengah Atas di SMA N 7 Purworejo
belum melakukuan uji analisis butir soal penilaian akhir semester, dan juga guru
penjasorkes tidak memberikan bekal pelajaran teori yang cukup kepada para peserta
didik sebagaimana seharusnya.
Hasil penilaian semester akhir seharusnya dapat digunakan sebagai salah satu
cara perbaikan kegiatan pembelajaran di sekolah sehingga aspek produktivitas para
peserta didik dapat tercapai. Jadi hasil analisis akan menunjukkan komponen sistem
ulangan akhir semester. Mana yang belum berfungsi sebagaimana mestinya
5
sehingga nantinya dapat dilakukan perbaikan pada sistem penilaian akhir semester
tersebut. Pendidik dalam menyusun butir soal seharusnya beracuan kepada kriteria
yang sudah diuraikan di atas, serta melakukan ujicoba terlebih dahulu untuk
mengetahui kelayakan soal yang dibuat. Sehingga apabila ada kekurangan pendidik
dapat melakukan perbaikan pada soal tersebut. Berdasarkan penjelasan di atas,
untuk mengetahui kualitas dan kelayakan butir soal mata pelajaran Penjasorkes,
maka perlu diadakan penelitian yang berjudul “Analisis kualitas butir soal penilaian
akhir semester ganjil mata pelajaran Penjasorkes kelas XI SMA N 7 Purworejo
tahun ajaran 2018/2019”.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas dapat
diidentifikasi beberapa masalah, diantaranya :
1. Soal penilaian akhir semester mata pelajaran Penjasorkes kelas XI SMA N 7
Purworejo belum pernah dianalisis karakteristik butir soalnya sehingga belum
diketahui tingkat kesukaran, daya pembeda butir, dan efektivitas pengecohnya.
2. SMA N 7 Purworejo belum ada tindak lanjut untuk perbaikan kualitas soal
penilaian akhir semester mata pelajaran Penjasorkes sehingga belum diketahui
tingkat kesukaran, daya pembeda butir, dan efektivitas pengecohnya.
3. Tingkat kesukaran soal, daya pembeda soal, dan efektivitas pengecoh pada
instrumen tes penilaian akhir semester mata pelajaran Penjasorkes kelas XI SMA
N 7 Purworejo belum diketahui.
6
butir soal meliputi tingkat kesukaran, daya pembeda soal, dan efektivitas pengecoh
soal penilaian akhir semester ganjil mata pelajaran Penjasorkes kelas XI SMA N 7
Purworejo tahun ajaran 2018/2019.
Berdasarkan latar belakang, identifikasi masalah, dan batasan masalah yan
telah diuraikan di atas, masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai
berikut:
1. Bagaimanakah tingkat kesukaran soal penilaian akhir semester ganjil mata
pelajaran Penjasorkes kelas XI SMA N 7 Purworejo tahun ajaran 2018/2019?
2. Bagaimanakah daya pembeda soal penilaian akhir semester ganjil mata pelajaran
Penjasorkes kelas XI SMA N 7 Purworejo tahun ajaran 2018/2019?
3. Bagaimanakah efektivitas pengecoh soal penilaian akhir semester ganjil mata
pelajaran Penjasorkes kelas XI SMA N 7 Purworejo tahun ajaran 2018/2019?
E. Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang, identifikasi masalah, batasan masalah, dan
rumusan masalah yang telah diuraikan di atas, penelitian ini dilakukan untuk
mengetahui:
1. Tingkat kesukaran soal penilaian akhir semester ganjil mata pelajaran
Penjasorkes kelas XI SMA N 7 Purworejo tahun ajaran 2018/2019.
7
2. Daya pembeda soal penilaian akhir semester ganjil mata pelajaran Penjasorkes
kelas XI SMA N 7 Purworejo tahun ajaran 2018/2019.
3. Efektivitas pengecoh soal penilaian akhir semester ganjil mata pelajaran
Penjasorkes kelas XI SMA N 7 Purworejo tahun ajaran 2018/2019.
F. Manfaat Penelitian
Berdasarkan latar belakang, identifikasi masalah, batasan masalah, rumusan
masalah, dan tujuan penelitian yang telah diuraikan di atas, hasil penelitian ini
diharapkan dapat digunakan untuk:
sebagai acuan agar melakukan analisis butir soal terlebih dahulu sebelum
melaksanakan tes. Sehingga guru penjasorkes mengetahui bagaimana kualitas butir
soal yang akan dikerjakan oleh peserta didik. Sehingga soal penilaian akhir
semester dapat menjadi bahan evaluasi prestasi peserta didik dengan baik.
8
dan efektivitas pengecoh soal jawaban penilaian akhir semester ganjil mata
pelajaran Penjasorkes kelas XI SMA N 7 Purworejo tahun ajaran 2018/2019
sehingga kedepannya dapat digunakan untuk perbaikan di masa yang akan
datang.
b. Pendidik dapat memperbaiki kualitas soal penilaian akhir semester ganjil mata
pelajaran Penjasorkes kelas XI SMA N 7 Purworejo tahun ajaran 2018/2019
setelah mengetahui tingkat kesukaran dan daya beda.
c. Pendidik dapat menggunakan hasil penelitian yang berupa butir soal yang
berkualitas baik untuk dijadikan bank soal.
9
a. Pengertian Tes
menyatakan bahwa tes adalah suatu instrument yang digunakan untuk memperoleh
informasi mengenai individu-individu atau objek-objek, yang mana instrumen
tersebut dapat dalam bentuk form pertanyaan pada kertas atau wawancara atau
berupa observasi dari penampilan fisik dan perilaku berupa checklist atau catatan
anekdot.
Morrow et al, (2005: 4-5) (dalam Ngatman dan Fitria Dwi Andriyani 2017:1)
tes juga dapat diartikan sebagai instrumen atau alat yang digunakan untuk
melakukan pengukuran tertentu dan dapat dilakukan secara tertulis, oral, fisiologis,
psikologis, atau dapat berupa peralatan mekanik seperti treadmill.
Phillips (1979)(dalam Ngatman dan Fitria Dwi Andriyani 2017:1)
mendefinisikan pengertian tes sebagai suatu alat atau instrumen pengukuran yang
digunakan untuk memperoleh data mengenai ciri atau karakteristik spesifik dari
individu atau kelompok.
Anas Sudijono (2015: 67), tes adalah cara (yang dapat dipergunakan) atau
prosedur (yang perlu ditempuh) dalam rangka pengukuran dan penilaian di bidang
pendidikan, yang berbentuk pemberian tugas atau serangkaian tugas (baik berupa
pertanyaan-pertanyaan (yang harus dijawab), atau perintah-perintah (yang harus
10
dikerjakan) oleh tester, sehingga (atas dasar data-data yang diperoleh dari hasil
pengukuran tersebut) dapat dihasilkan nilai yang melambangkan tingkah laku atau
prestasi testee; nilai mana dapat dibandingkan dengan nilai-nilai yang dicapai testee
lainnya, atau dibandingkan dengan nilai standar tertentu. Sedangkan menurut Nana
Sudjana (2013: 35), menuturkan bahwa tes adalah pertanyaan-pertanyaan yang
diberikan kepada siswa untuk mendapat jawaban dari siswa dalam bentuk lisan (tes
lisan), dalam bentuk tulisan (tes tulisan), atau dalam bentuk perbuatan (tes
tindakan).
Berdasarkan pemaparan beberapa ahli di atas dapat diambil beberapa point.
Pertama, tes adalah suatu prosedur yang sistematis. Butir-butir tes dibuat
berdasarkan cara dan aturan tertentu, dan setiap peserta didik yang akan mengikuti
tes harus mendapat butir-butir yang sama dengan dalam kondisi yang sebanding.
Kedua, tes tersebut berisi sampel perilaku. Populasi butir tes yang dapat dibuat
berdasar dari suatu materi yang tidak terbatas jumlahnya, keseluruhan butir tes tidak
mungkin seluruhnya bisa tercakup dalam tes. Layak atau tidaknya tes dapat dilihat
dari sejauh mana butir-butir dalam tes tersebut mampu mewakili secara
representative kawasan (domain) perilaku yang diukur. Yang ketiga, tes tersebut
mengukur perilaku. Butir-butir tes mengharuskan peserta didik agar mampu
menunjukkan apa yang telah diketahui atau apa yang dipelajari peseta didik dengan
salah satu caranya menjawab butir-butir soal yang dikehendaki oleh tes. Tanggapan
peserta didik atas tes adalah perilaku yang ingin diketahui dari proses kegiatan tes.
11
Anas Sudijono (2012: 67), mengemukakan bahwa secara umum ada dua
macam fungsi yang dimiliki oleh tes, yaitu:
1) Sebagai alat ukur terhadap peserta didik. Dalam hubungan ini tes berfungsi
mengukur tingkat perkembangan atau kemajuan yang telah dicapai peserta
didik setelah mereka menempuh proses belajar mengajar dalam jangka waktu
tertentu.
2) Sebagai alat pengukur keberhasilan program pengajaran, sebab melalui tes
tersebut akan dapat diketahui sudah seberapa jauh program pengajaran yang
telah ditentukan, telah dapat dicapai.
c. Prinsip Tes
Anas Sudijono (2012: 97-99), menuturkan ada beberapa prinsip dasar yang
perlu dicermati dalam menyusun tes hasil belajar, diantaranya:
1) Tes hasil belajar harus dapat mengukur secara jelas hasil belajar (learning
outcomes) yang telah ditetapkan sesuai tujuan instruksional.
2) Butir-butir soal tes hasil belajar harus merupakan sampel yang representatif dari
populasi bahan pelajaran yang telah diajarkan.
3) Bentuk soal yang dikeluarkan dalam tes hasil belajar harus dibuat bervariasi.
4) Tes hasil belajar harus didesain sesuai dengan kegunaannya untuk memperoleh
hasil yang diinginkan.
5) Tes hasil belajar harus memiliki realibilitas yang dapat diandalkan.
12
6) Tes hasil belajar di samping harus dapat dijadikan alat pengukur keberhasilan
siswa, juga harus dapat dijadikan alat untuk mencari informasi yang berguna
untuk memperbaiki cara belajar siswa dan cara mengajar guru itu sendiri.
d. Macam-macam Tes Berdasarkan Fungsinya Sebagai Alat Pengukur
1) Tes Seleksi
Anas Sudijono (2015: 68) tes ini dilaksanakan dalam rangka penerimaan
calon siswa baru, di mana hasil tes digunakan untuk memilih calon peserta didik
yang tergolong paling baik dari sekian banyak calon yang mengikuti tes.
2) Tes Awal
Anas Sudijono (2015: 69), tes awal sering dikenal denga istilah pre-test. Tes
jenis ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh manakah materi atau
bahan pengajaran yang akan diajarkan telah dapat dikuasai oleh peserta didik.
3) Tes Akhir
Anas Sudijono (2015: 70), tes akhir sering dikenal dengan post-test. Tes akhir
dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui apakah semua materi pelajaran yang
tergolong penting sidah dapat dikuasai dengan sebaik-baiknya oleh para peserta
didik.
Menurut Anas Sudijono (2015: 70), tes diagnostic (diagnostic test) adalah
tes yang…