Analisis KS 26B

download Analisis KS 26B

of 23

  • date post

    27-Feb-2018
  • Category

    Documents

  • view

    232
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Analisis KS 26B

  • 7/25/2019 Analisis KS 26B

    1/23

    1. A. Apa saja jenis-jenis demam? Tentukan jenis demam pada kasustersebut!

    Demam kontinyu (Gambar 1.) atau sustained fever ditandai oleh peningkatan

    suhu tubuh yang menetap dengan fluktuasi maksimal 0,4oC selama periode 24 jam.

    Fluktuasi diurnal suhu normal biasanya tidak terjadi atau tidak signifikan.

    Gambar 1. Pola demam pada demam tifoid (memperlihatkan bradikardi relatif)

    Demam remiten ditandai oleh penurunan suhu tiap hari tetapi tidak menapai

    normal dengan fluktuasi melebihi 0,!oC per 24 jam. Pola ini merupakan tipe demam

    yang paling sering ditemukan dalam praktek pediatri dan tidak spesifik untuk

    penyakit tertentu (Gambar 2.). "ariasi diurnal biasanya terjadi, khususnya bila

    demam disebabkan oleh proses infeksi.

    Gambar 2.#emam remiten

    Pada demam intermitensuhu kembali normal setiap hari, umumnya pada pagi hari,

    dan punaknya pada siang hari (Gambar 3.). Pola ini merupakan jenis demam

    terbanyak kedua yang ditemukan di praktek klinis.

    Gambar 3. #emam intermiten

    Demam septik atau hektik terjadi saat demam remiten atau intermiten

    menunjukkan perbedaan antara punak dan titik terendah suhu yang sangat besar.

  • 7/25/2019 Analisis KS 26B

    2/23

    Demam quotidian, disebabkan oleh P. "i$a%, ditandai dengan paroksisme demam

    yang terjadi setiap hari.

    Demam quotidian ganda (Gambar 4.)memiliki dua punak dalam &2 jam (siklus

    &2 jam)

    Gambar 4.#emam 'uotidian

    Undulant fever menggambarkan peningkatan suhu seara perlahan dan menetap

    tinggi selama beberapa hari, kemudian seara perlahan turun menjadi normal.

    Demam lama (prolonged fever) menggambarkan satu penyakit dengan lama

    demam melebihi yang diharapkan untuk penyakitnya, ontohnya &0 hari untuk

    infeksi saluran nafas atas.

    Demam rekurenadalah demam yang timbul kembali dengan inter$al irregular pada

    satu penyakit yang melibatkan organ yang sama (ontohnya traktus urinarius) atau

    sistem organ multipel.

    Demam bifasikmenunjukkan satu penyakit dengan 2 episode demam yang berbeda

    (camelback fever pattern, atau saddleback fever). Poliomielitis merupakan ontoh

    klasik dari pola demam ini. ambaran bifasik juga khas untuk leptospirosis, demam

    dengue, demam kuning, Colorado tick fever, spirillary rat-bite fever (*pirillumminus), danAfrican hemorrhagic fever(+arburg, bola, dan demam -assa).

    Relapsingfeverdan demam periodik

    o Demam periodik ditandai oleh episode demam berulang dengan inter$al regular

    atau irregular. /iap episode diikuti satu sampai beberapa hari, beberapa minggu atau

    beberapa bulan suhu normal. Contoh yang dapat dilihat adalah malaria (istilah

    tertiana digunakan bila demam terjadi setiap hari ke1, kuartana bila demam terjadi

    setiap hari ke4) (Gambar 5.)dan bruellosis.

    Gambar 5. Pola demam malaria

    o Relapsing fever adalah istilah yang biasa dipakai untuk demam rekuren yang

    disebabkan oleh sejumlah spesies orrelia (Gambar .)dan ditularkan oleh kutu

    (louseborne 3F) atau tick(tikborne 3F).

  • 7/25/2019 Analisis KS 26B

    3/23

    Gambar . Pola demam orreliosis (pola demam relapsing)

    Penyakit ini ditandai oleh demam tinggi mendadak, yang berulang seara tibatiba

    berlangsung selama 1 5 hari, diikuti oleh periode bebas demam dengan durasi yang

    hampir sama. *uhu maksimal dapat menapai 40,5oC pada tick-borne fever dan

    16,!oC pada louse-borne. ejala penyerta meliputi myalgia, sakit kepala, nyeri

    perut, dan perubahan kesadaran. 3esolusi tiap episode demam dapat disertai Jarish-

    Herxheimer reaction (783) selama beberapa jam (5 9 jam), yang umumnya

    mengikuti pengobatan antibiotik. 3eaksi ini disebabkan oleh pelepasan endoto%in

    saat organisme dihanurkan oleh antibiotik. 783 sangat sering ditemukan setelahmengobati pasien syphillis. 3eaksi ini lebih jarang terlihat pada kasus leptospirosis,

    -yme disease, dan bruellosis. ejala ber$ariasi dari demam ringan dan fatigue

    sampai reaksi anafilaktikfull-blown.

    o Contoh lain adalah ratbite fe$er yang disebabkan oleh *pirillum minus dan

    *treptobaillus moniliformis. 3i:ayat gigitan tikus & &0 minggu sebelum a:itan

    gejala merupakan petunjuk diagnosis.

    o #emam Pelbstein (Gambar !.), digambarkan oleh Pel dan bstein pada &99;,

    pada a:alnya dipikirkan khas untuk limfoma 8odgkin (-8). 8anya sedikit pasien

    dengan penyakit 8odgkin mengalami pola ini, tetapi bila ada, sugestif untuk -8.

    Pola terdiri dari episode rekuren dari demam yang berlangsung 1 &0 hari, diikuti

    oleh periode afebril dalam durasi yang serupa. Penyebab jenis demam ini mungkin

    berhubungan dengan destruksi jaringan atau berhubungan dengan anemia hemolitik.

    Gambar !. Pola demam penyakit 8odgkin (pola Pelbstein)

    erikut adalah polapola demam dan penyakit yang menyertainya.

    "ola Demam "enyakit

    uotidian +alaria karena P. "i$a%

  • 7/25/2019 Analisis KS 26B

    4/23

    #ouble 'uotidian

  • 7/25/2019 Analisis KS 26B

    5/23

    . A. #akna klinis demam disertai menggili dan berkurang setela keluarkeringat dingin?

    #enandakan T/A0 #AA/A2 %eriode demam* dingin* dan menggigil

    B. Bagaimana patofsiologi demam disertai menggili dan berkurang

    setela keluar keringat dingin?

    *ebagai akibat dari perkembangan parasit plasmodium dalam tubuh yang

    menyebabkan pemeahan eritrosit seara periodi (pecahnya skizon darah yang

    telah matang dan masuknya merozoit darah kedalam aliran darah), menyebabkan

    timbul demam yang naik turun. 8al ini dapat terjadi karena terjadi reaksi tubuh

    ketika terjadi infeksi, yaitu dengan mengeluarkan suatu ?at yang dapat

    menyebabkan demam, yaitu pirogen. Pirogen dapat berupa pirogen eksogen dan

    pirogen endogen. Pirogen eksogen berasal dari luar tubuh seperti toksin, produk

    bakteri dan bakteri itu sendiri mempunyai kemampuan untuk merangsang

    pelepasan pirogen endogen yang disebut sitokin, diantaranya interleukin&,

    interleukin5, dan /AF (umor !ecrosis "actor). Pirogen ini dapat merangsanghipotalamus, yang berfungsi sebagai termostat tubuh, untuk meningkatkan sekresi

    prostaglandin dan mengubahset-point temperatur di hipotalamus, yang kemudian

    dapat menyebabkan peningkatan suhu tubuh (demam). ntuk infeksi oleh parasit

    #lasmodium falciparum, demam terjadi seara berkala biasanya setiap 2 hari

    sekali. #an bila pengeluaran panas melebihi pemasukan panas, maka termostat ini

    akan berusaha menyeimbangkan suhu tersebut dengan ara memerintahkan otot

    otot rangka untuk berkontraksi guna menghasilkan panas tubuh.

  • 7/25/2019 Analisis KS 26B

    6/23

    =nfeksi#lasmodium$melepaskan toksin malaria (P=) @ mengakti$asi

    makrofag @ mensekresikan =- &2 @ mengakti$asi sel /h @ mensekresikan =- 1

    @ mengakti$asi sel mast @ mensekresikan 82 @ peningkatan sekresi Es.

    -ambung @ AE*E

    5. A. Bagaimana intepretasi dan mekanisme abnormal dari pemeriksaanfsik?

    Temperatur A(illa2 6C 7 8ebris

    #ekanisme2 soal no 1 dan ,

    Hepatomegali2 Hepatomegali juga la+im ditemukan pada malaria. 0el

    kup9er terisi dengan emo+oin $oklat sampai itam* dan sel parenkimdengan emosiderin kuning. 0ebagai akibatnya ati menjadi berwarnake$oklatan agak kelabu atau keitaman. %ada malaria kronis terjadiinfltrasi di4us ole sel mononukleus pada periportal yang meningkatsejalan dengan berulangnya serangan malaria. Hepatomegali denganinfltrasi sel mononukleus merupakan bagian dari syndrome pembesaranati di daera tropis

    0plenomegali2 impa dapat membesar pada serangan akut. impamengalami pembesaran dan pembendungan. %ada titik ini* kapsul tipisdan muda robek* dan pulpa mengalir sebagian. 0esuda beberapa taun*kapsul menebal dan pulpa fbrotik: splenomegali menjadi ire'ersibel.

    "alam limpa dijumpai banyak parasit dalam makro4ag dan sering terjadi4agositosis dari eritrosit yang terin4eksi maupun yang tidak terin4eksi

    . A. Bagaimana intepretasi dan mekanisme abnormal dari pemeriksaanpenunjang?

    Hb renda. Hal ini dikarenakan terjadi emolisis dara akibat bentukeritrosit yang muda an$ur setela diin'asi parasit

    ;. ""

    "emam typoid*

  • 7/25/2019 Analisis KS 26B

    7/23

    iwayat minum obat malaria satu bulan terakir.

    iwayat mendapat trans4usi dara.

    0elain al-al tersebut di atas* pada tersangka penderita malaria berat*dapat ditemukan keadaan di bawa ini2

    >angguan kesadaran dalam berbagai derajat.

    =eadaan umum yang lema.

    =ejang-kejang.

    %anas sangat tinggi.

    #ata dan tubu kuning.

    %erdaraan idung* gusi* tau saluran $erna.

    a4as $epat @sesak napas.

    #unta terus menerus dan tidak dapat makan minum.

    arna air seni seperti te pekat dan dapat sampai keitaman.

    umla air seni kurang bakan sampai tidak ada.

    Telapak tangan sangat pu$at.

    ,. %emeriksaan 8isik "emam @D;*5oC

    =unjun$ti'a atau telapak tangan pu$at

    %embesaran limpa

    %embesaran ati

    %ada penderita tersangaka malaria berat ditemukan tanda-tanda klinissebagai berikut2

    Temperature re$tal D3EoC.

    adi $apat dan lema.

    Tekanan dara sistolik F;E mmHg pada orang dewasa dan F5E mmHgpada anak-anak.

    8rekuensi napas G5 kali permenit pada orang dewasa atau G3E kali

    permenit pada balita* dan G5E kali permenit pada anak dibawa 1taun.

    %enurunan kesadaran.

    #ani4estasi perdaraan2 ptekie* purpura* ematom.

    Tanda-tanda deidrasi.

    Tanda-tanda anemia berat.

    0klera mata kuning.

    %embesaran limpa dan atau epar.

    >agal ginjal ditandai dengan oligouria sampai