Analisis Kompetensi Pedagogik Guru Dalam Mengembangkan ... Kompetensi Pedagogik Guru

download Analisis Kompetensi Pedagogik Guru Dalam Mengembangkan ...   Kompetensi Pedagogik Guru

of 12

  • date post

    31-Mar-2019
  • Category

    Documents

  • view

    226
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Analisis Kompetensi Pedagogik Guru Dalam Mengembangkan ... Kompetensi Pedagogik Guru

1

Analisis Kompetensi Pedagogik Guru Dalam Mengembangkan Tahapan

Penilaian Sikap Spiritual Pada Mata Pelajaran PPKn Di SMPN Se-Kota

Mataram

Muh. Hamudi

1), Dr. Edy Herianto, M.Ed

2), Dra. Rispawati, M.Si

3)

Jurusan Pendidikan IPS Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mataram

ismail.fkip@gmail.com

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi pedagogik guru dalam

mengembangkan tahapan penilaian sikap spiritual pada mata pelajaran PPKn di

SMPN se-Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif

dengan jenis penelitian studi kasus. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Mataram,

SMP Negeri 6 Mataram dan SMP Negeri 9 Mataram Teknik pengumpulan data yang

digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik dokumentasi, observasi,

dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis isi

(content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik guru

PPKn di SMPN se-Kota Mataram dalam mengembangkan tahapan penilaian sikap

spiritual sudah baik, walaupun masih memiliki beberapa kekurangan-kekurangan

seperti pada tahapan pelaksanaan dan pengolahan hasil penilaian sikap spiritual.

Kata Kunci: Pedagogik, Penilaian Sikap Spiritual, SMPN, PPKn.

ABSTRACK

This research aimed to know pedagogic competence of teachers in developing stages

of spiritual attitudes assessment in Pancaila and Civic Eduction subjects at Junior

High Schools throughout Mataram City. This study uses a qualitative descriptive

approach with a type of case study research. The study was conducted in Mataram 2

Public Middle School, Mataram 6 Public Middle School and Mataram 9 Public

Middle School. Data collection techniques used in this study are using

documentation, observation, and interview techniques. Data analysis techniques used

are content analysis techniques. The results showed that: the teacher's pedagogic

competence in developing spiritual attitudes in the PPKn subjects at the Mataram

State High School was good, although there were still some deficiencies in

developing spiritual attitudes, such as in the implementation and processing of

spiritual attitudes.

2

Keyword: Pedagogic, Spiritual Attitude Assessment, SMPN, PPKn

PENDAHULUAN

Guru merupakan tonggak awal bagi pendidikan yang memberikan pengaruh

bagi masa depan bangsa. Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan

Dosen Pasal 1 angka 1 menyebutkan bahwa guru adalah pendidik profesional

dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, mengevaluasi

peserta didik pada jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan

menengah. Pendidik yang profesional dapat memberikan dampak positif bagi

kemajuan dunia pendidikan. Sebutan pendidik yang profesional dapat mengacu pada

pengakuan terhadap kompetensi penampilan unjuk kerja seorang guru dalam

melaksanakan tugas-tugasnya sebagai guru.

Seorang guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalnya harus memiliki

kompetensi. Undang-undang No.14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen Pasal 1

angka 10 mendefiniskan kompetensi sebagai seperangkat pengetahuan, keterampilan,

dan perilaku yang harus dimiliki, dihangkai, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam

melaksanakan tugas keprofesionalannya. Selanjutnya Rusdiana & Heryati (2015: 83)

menyatakan bahwa kompetensi merupakan seperangkat kemampuan, keterampilan,

nilai, dan sikap yang harus dimiliki, dihangkai, dan dikuasai guru yang bersumber

dari pendidikan, pelatihan, dan pengalamannya sehingga dapat menjalankan tugas

mengajarnya secara profesional.

Guru yang profesional harus memiliki empat kompetensi yaitu kompetensi

pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi sosial, dan kompetensi kepribadian.

Undang-undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Pasal 10 angka 1

menyebutkan bahwa guru wajib memiliki kompetensi yang meliputi kompetensi

pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional

yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Keempat kompetensi tersebut wajib

dimiliki dikarenakan kompetensi tersebut merupakan aspek penting yang harus

dipenuhi untuk meningkatkan kualitasnya sebagai guru dan kualitas pendidikan di

Indonesia.

Guru dalam melaksanakan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing,

mengarahkan, mengevaluasi peserta didik, harus memiliki dan menunjukkan

kompetensi pedagogiknya, karena kompetensi tersebut merupakan aspek yang sangat

mendasar sama seperti kompetensi yang lainnya, terutama dalam implementasi

kurikulum. Aspek penting dari kompetensi pedagogik guru berhubungan dengan

kemampuan guru dalam memahami karakteristik peserta didik, menemukan dan

menerapkan strategi serta metode pembelajaran yang efektif, mengembangkan media

dan sumber belajar serta melakukan penilaian terhadap pencapaian peserta didik

sesuai dengan yang diharapkan. Semua aspek yang termasuk dalam kompetensi pedagogik guru menjadi

bagian penting dalam rangka pelaksanaan tugas keprofesionalan seorang guru, tidak

3

terkecuali dalam melakukan penilaian dan evaluasi hasil belajar siswa. Penilaian

menjadi bagian penting dalam pembelajaran, mengingat di antara tugas guru dalam

kegiatan pembelajaran adalah merencanakan kegiatan pembelajaran, melaksanakan

pembelajaran, dan menilai hasil belajar. Penilaian juga dapat menjadi dasar untuk

perubahan kualitas pembelajaran, karena guru dapat menganalisis kemampuan

peserta didik dalam menerima pembelajaran yang sudah dilaksanakan untuk

perbaikan pembelajaran berikutnya.

Kompetensi pedagogik guru dalam menyelenggarakan penilaian dan evaluasi

hasil belajar perlu ditekankan, terutama penilaian dalam kurikulum 2013 atau dikenal

dengan K-13. Salah satu penekanan dalam kurikulum 2013 adalah penilaian autentik

(authentic assessment). Permendikbud No. 104 Tahun 2014 tentang Penilaian Hasil

Belajar Oleh Pendidik Pada Pendidikan Dasar dan Menengah Pasal 5 menyebutkan

bahwa lingkup penilaian hasil belajar oleh pendidik mencakup kompetensi sikap

spiritual, kompetensi sikap sosial, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi

keterampilan.

Pada kurikulum 2013 terdapat beberapa mata pelajaran yang menilai sikap

spiritual peserta didik, yaitu mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti

(PABP) dan mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).

Berdasarkan Permendikbud No. 24 Tahun 2016 tentang kompetensi inti dan

kompetensi dasar, diketahui bahwa KD dari KI-1 dan KI-2 hanya ada pada mata

pelajaran PABP dan PPKn, sedangkan pada mata pelajaran lainnya tidak

dikembangkan KD.

Permasalahan yang terjadi sekarang ini adalah guru belum mampu

mengembangkan kompetensi pedagogiknya dalam hal penilaian pembelajaran

khususnya guru PPKn yang mengajar di SMP di Kota Mataram. Hal ini ditandai

dengan masih belum mampunya guru mata pelajaran PPKn dalam mengembangkan

penilaian sikap spiritual siswa walaupun sudah mendapatkan pelatihan-pelatihan.

Contohnya saja di SMPN 6 Mataram, pada saat observasi waktu pelaksanaan PPL

dari bulan Agustus sampai dengan Desember di sekolah tersebut, peneliti

menemukan guru mata pelajaran PPKn yang berinisial Z mengajar di kelas 7 belum

mampu mengembangkan penilaian sikap spiritual, baik itu dalam hal perencanaan

penilaian, pelaksanaan penilaian, pengolahan hasil penilaian, pemanfaatan dan tindak

lanjut hasil penilaian. Berdasarkan permasalahan di atas peneliti tertarik untuk

melakukan penelusuran lebih lanjut terkait dengan kompetensi pedagogik guru dalam

mengembangkan tahapan penilaian sikap spiritual yang meliputi: perencaanan

penilaian sikap spiritual, pelaksanaan penilaian sikap spiritual, pengolahan hasil

penilaian sikap spiritual, pemanfaatan dan tindak lanjut hasil penilaian sikap spiritual.

Berdasarkan latar belakang yang dipaparkan di atas, maka rumusan masalah

yang dikaji dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Bagaimanakah kompetensi

pedagogik guru dalam mengembangkan tahapan penilaian sikap spiritual pada mata

pelajaran PPKn di SMPN Se-Kota Mataram? Terkait dengan rumusan masalah

tersebut, peneliti menganalisis kompetensi pedagogik guru dalam mengembangkan

tahapan penilaian sikap spiritual pada mata pelajaran PPKn. Terkait hal tersebut,

4

peneliti akan menganalisis antara lain: 1) kompetensi pedagogik guru dalam

perencanaan penilaian; 2) kompetensi pedagogik guru dalam pelaksanaan penilaian;

3) kompetensi pedagogik guru dalam pengolahan hasil penilaian; serta 4) kompetensi

pedagogik guru dalam pemanfaatan dan tindak lanjut hasil penilaian. Tujuan

penelitian ini adalah untuk mengetahui kompetensi pedagogik guru dalam

mengembangkan tahapan penilaian sikap spiritual pada mata pelajaran PPKn di

SMPN Se-Kota Mataram.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif

jenis studi kasus. Penelitian ini akan mengkaji dan mendeskripsikan suatu peristiwa

yaitu akan menerangkan tentang kompetensi pedagogik guru dalam meng