Analisis kesalahan berbahasa sintaksis dan semantis

download Analisis kesalahan berbahasa sintaksis dan semantis

of 29

Embed Size (px)

Transcript of Analisis kesalahan berbahasa sintaksis dan semantis

  • 7/25/2019 Analisis kesalahan berbahasa sintaksis dan semantis

    1/29

    ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA SINTAKSIS DAN

    SEMANTIK

    Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Problematika Berbahasa Indonesia

    Dosen Pengampu: Prof. Dr. St. Y. Slamet, M.Pd

    oleh :

    Kelompok 3

    1. Hendri istia!an "#$11%&'()

    *. +aurensius Dimas P "#$11%1*)

    %. +uth Prasandi -ko "#$11%1%*)

    . Mariana "#$11%1%()

    /. Ma0a l 2attah Putri0ani "#$11%1%')

    (. Mutia Dian Puspita "#$11%1')

    $. 3ia 45ta6ia "#$11%1/1)

    7. 3ita 3ur 8oriah "#$11%1/)

    '. 3ur +aila Mubarokah "#$11%1(&)

    1&. 3urul Ha99ah Mabruroh "#$11%1($)

    11. Puput ri idiastuti "#$11%1$)

    1*. estu Yuniastuti "#$11%171)

  • 7/25/2019 Analisis kesalahan berbahasa sintaksis dan semantis

    2/29

    Kelas 7C

    PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

    FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

    UNIVERSITAS SEBELAS MARET

    SURAKARTA

    !"#

    2

  • 7/25/2019 Analisis kesalahan berbahasa sintaksis dan semantis

    3/29

    KATA PENGANTAR

    ssalamualaikum r. b.

    Segala pu9i han0a bagi llah S uhan semesta alam. #arena rahmat dan

    hida0ah;30a penulis dapat men0elesaikan makalah Problematika Berbahasa

    Indonesia dengan 9udul alaikum r. b.

    Surakarta, ?uni *&1(

    3

  • 7/25/2019 Analisis kesalahan berbahasa sintaksis dan semantis

    4/29

    PenulisDAFTAR ISI

    H+M3 [email protected]@+........................................................................................ i

    # P-3A3....................................................................................... ii

    D2 ISI..................................................................................................... iii

    BB I [email protected][email protected]

    . +atar Belakang...................................................................................... 1

    B. umusan Masalah ................................................................................ 1

    . u9uan .................................................................................................. *

    BB II P-MBHS3

    . nalisis #esalahan Sintaksis

    1. #esalahan Bidang 2rasa ................................................................ %

    *. #esalahan Bidang #lausa............................................................... (

    %. #esalahan Bidang #alimat ............................................................ 7

    B. nalisis #esalahan Semantik

    1. dan0a Penerapan Ae9ala Hiperkorek ........................................... 1%

    *. dan0a Penerapan Ae9ala Pleonasme............................................ *&

    %. dan0a #esalahan Pilihan #ata atau Diksi.................................... *&

    . dan0a mbiguitas ....................................................................... *%

    BB III [email protected]@P

    . #esimpulan .......................................................................................... *

    B. Saran .................................................................................................... *

    D2 [email protected]#........................................................................................ */

    4

  • 7/25/2019 Analisis kesalahan berbahasa sintaksis dan semantis

    5/29

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A$ La%a& Belaka'(

    Bahasa merupakan alat komunikasi 0ang ampuh untuk mengadakan

    hubungan dan ker9a sama. Hampir seluruh akti6itas kegiatan manusia

    berhubungan dengan bahasa, manusia dapat mengekspresikan pikiran dan

    perasaann0a. Dalam berkomunikasi dengan bahasa itu pasti membuat

    kesalahan. #esalahan itu ada 0ang sistematis dan ada 0ang tidak sistematis.

    Pengertian dari nalisis #esalahan Berbahasa itu sendiri adalah suatu

    teknik untuk mengidentifikasikan, mengklasifikasikan, dan

    menginterpretasikan se5ara sistematis kesalahan;kesalahan 0ang dibuat oleh

    si terdidik atau sis!a 0ang sedang bela9ar bahasa asing atau bahasa kedua

    dengan menggunakan teori;teori dan prosedur;prosedur berdasarkan

    linguistik "Pateda, 1'7' : %*).

    Sementara Pateda "/&;(() 9uga men9elaskan bah!a analisis kesalahan

    berbahasa dibagi kedalam daerah;daerah kesalahann0a. Menurut pateda

    daerah kesalahan berbahasa dibagi men9adi antara lain : "1) Daerah

    kesalahan fonologi, "*) Daerah kesalahan morfologi, "%) Daerah kesalahan

    sintaksis, ") Daerah kesalahan semantis. Meskipun daerah kesalahan tersebut

    sudah diklasifikasikan tetapi antara daerah kesalahan bahasa satu dengan

    0ang lain saling berhubungan. Dalam makalah ini penulis akan men5oba

    menganalisis lebih spesifik lagi mengenai kesalahan berbahasa sintaksis dan

    semantik.

    B$ R)m)sa' masala*

    1. Bagaimana analisis kesalahan berbahasa dalam bidang sintaksis C

    *. Bagaimana analisis kesalahan berbahasa dalam bidang semantik C

    1

  • 7/25/2019 Analisis kesalahan berbahasa sintaksis dan semantis

    6/29

    C$ T)+)a'

    Melalui penulisan makalah ini, mahasis!a diharapkan mendapat

    gambaran tentang:

    1. nalisis kesalahan sintaksis.

    *. nalisis kesalahan semantik.

    2

  • 7/25/2019 Analisis kesalahan berbahasa sintaksis dan semantis

    7/29

    BAB II

    PEMBAHASAN

    A$ A'al,s,s Kesala*a' S,'%aks,s

    #alau fonologi membahas tentang bun0i;bun0i bahasa, sedang

    morfologi membahas tentang morfem dan kata, maka sintaksis membahas

    tentang apaC arigan "1'7) mengemukakan bah!a sintaksis adalah salah

    satu 5abang dari tata bahasa 0ang membi5arakan struktur kalimat,klausa dan

    frasa. Sintaksis adalah 5abang linguistik tentang susunan kalimat dan bagian;

    bagiann0a ilmu tata kalimat "tim pen0usun #amus, 1''( '(). amlan

    "1'7$ : *1) mendefenisikan sintaksis sebagai bagian atau 5abang dari ilmu

    bahasa 0ang membi5arakan seluk beluk !a5ana, kalimat, klausa, dan frase

    berbeda dengan morfologi 0ang membi5arakan seluk beluk kata dan morfem.

    4leh #ridalaksana "1'7*) kalimat merupakan satuan bahasa 0ang se5ara

    relatif berdiri sendiri, mempun0ai pola intonasi final dan se5ara aktual dan

    potensial terdiri dari klausa, misaln0asaya makan nasi. Sedang klausa adalah

    satuan bentuk linguistik 0ang terdiri atas sub9ek dan predikat. +alu apa 0ang

    dimaksud frasaC 2rasa adalah satuan tata bahasa 0ang tidak melampaui batas

    fungsi sub9ek atau predikat "amlan,1'$7).

    #aitann0a dengan hal tersebut, arigan dan Sulist0aningsih "1'$')

    dan Semi "1''&) mengemukakan bah!a kesalahan berbahasa dalam bidang

    sintaksis meliputi : kesalahan frasa,kesalahan klausa, dan kesalahan kalimat.

    dapun rin5ian kesalahan setiap aspek tersebut antara lain sebagai berikut :

    "$ Kesala*a' B,-a'( F&asa

    #esalahan berbahasa dalam bidang frasa sering di9umpai dalam

    bahasa lisan maupin bahasa tertulis. rtin0a kesalahan berbahasa dalam

    bidang frasa ini sering ter9adi dalam kegiatan berbi5ara maupun kegiatan

    menulis. #esalahan berbahasa 0ang biasa ter9adi dalam bidang sintaksis,

    khususn0a segi frasa, antara lain sebagai berikut :

    3

  • 7/25/2019 Analisis kesalahan berbahasa sintaksis dan semantis

    8/29

    a. Penggunaan kata depan tidak tepat : di masa itu

    Beberapa frasa preposisional 0ang tidak tepat karena menggunakan

    kata depan 0ang tidak sesuai. Hal ini pengaruh dari bahasa sastra

    atau bahasa media masa, misaln0a sebagai berikut.

    di masaseharusn0apada masa itu

    di waktu ituseharusn0apada waktu itu

    di malam ini seharusn0apada malam itu

    di hari ituseharun0apada hari itu

    b. Pen0usunan frasa 0ang salah struktur

    Se9umlah frasa ker9a 0ang salah karena strukturn0a 0ang tidak tepat

    karena kata keterangan atau modalitas terdapat sesudah kata ker9a.

    Misaln0a :

    belajar sudahseharusn0asudah belajar

    minum belumseharusn0a belum minum

    makan sudahseharusn0asudah makan

    5. Penambahan 0ang dalam frasa benda "BES)

    2rasa benda 0ang berstruktur kata bendaE kata sifat tidak diantarai

    kata penghubung 0ang. Misaln0a :

    petani yang mudaseharusn0apetani muda

    pedagang yang hebatseharusn0apedagang hebat

    guru yang profesionalseharusn0aguru profesional

    Anak yang salehseharusn0a anak saleh

    d. Penambahan kata dari atau tentang dalam 2rasa Benda "BEB)

    Benda 0ang berstruktur kata bendaE kata benda 0ang tidak diantarai

    kata penghubung 0ang atau dari, karena tanpa kata dari sudah

    menun9ukkan asal. ontoh :

    gadis dari Baliseharusn0agadis Bali

    pisang dari Ambonseharusn0apisang Ambon

    garam dari Inggrisseharusn0agaram Inggris

    mangga dari Probolinggoseharusn0a mangga probolinggo

    karak dari Pajangseharusn0a karak Pajang

    4

  • 7/25/2019 Analisis kesalahan berbahasa sintaksis dan semantis

    9/29

    e. Penambahan kata kepunyaandalam 2rasa Benda "BEPr)

    2rasa benda 0ang berstruktur kata benda E kata pronomina tidak

    diantarai kata penghubung milikatau kepunyaan, karena tanpa kata

    itu sudah menun9ukkan kepun0aan posesif, misaln0a:

    Daster kepunyaan ibuseharusn0a daster ibu

    Golok milik Abdullah seharusn0agolok Abdullah

    Buku kepunyaan adik seharusn0abuku adik

    Motor milik Imran seharusn0amotor Imran

    f. Penambahan kata untukdalam frasa #er9a "# pasif E # lain)

    2rasa ker9a 0ang berstruktur kata ker9a pasif E kata ker9a aktif tidak

    diantarai kata seperti untuk supa0a makna 0ang ditun9uk tampak

    9elas, misaln0a sebagai berikut:

    Diajar untuk membaca seharusn0adiajar membaca

    Dituduh untuk membunuh seharusn0adituduh membunuh

    Dibimbing untuk menulis seharusn0adibimbing menulis

    Dididik untuk berani seharusn0adididik berani

    g. Penghilangan kata yangdalam 2rasa Benda "Benda E 0ang E #

    Pasif)

    2rasa benda 0ang berstruktur kata benda E kata ker9a pasif

    memerlukan kata 0ang untuk memper9elas makna frase tersebut.

    Misal sebagai berikut:

    Kursi kududuki seharusn0akursi yang kududuki

    aman kupelihara seharusn0ataman yang kupelihara

    Baju kubersihkan seharusn0abaju yang kubersihkan

    Kursi kuperbaiki seharusn0akursi yang kuperbaiki!

    h. Penghilangan kata olehdalam 2rasa #er9a Pasif "# Pasif E oleh E B)

    2rasa 0ang berstruktur dimulai dari kata ker9a pasif E kata benda

    seharusn0a tidak dihilangkan kata oleh atau perlu ada kata oleh

    diantaran0a untuk memper9elas makna pasif frasa tersebut.

    Misal sebagai berikut:

    Diminta ibu seharusn0adiminta oleh ibu

    5

  • 7/25/2019 Analisis kesalahan berbahasa sintaksis dan semantis

    10/29

    Dinasihati kakak seharusn0adinasihati oleh kakak

    Dibimbing paman seharusn0adibimbing oleh paman

    Dididik kakek seharusn0adididik oleh kakek

    i. Penghilangan katayangdalam frasa Sifat "0ang E paling E sifat)

    Dialah paling pintar dikampung ini! #alimat tersebut kurang tegas

    makna 0ang dimaksud karena tidak menggunakan kata penghubung

    yang sesudah kata Dialah. 4leh karena itu, kalimat tersebut

    seharusn0a men9adiDialah yang paling pintar dikampung ini! ?adi,

    frase sifat 0ang dimulai kata paling seharusn0a dia!ali kata yang,

    misaln0a sebagai berikut:

    Paling besar seharusn0ayang paling besar

    Paling tinggi seharusn0ayang paling tinggi

    "angat berwibawa seharusn0ayang sangat berwibawa

    Amat profesional seharusn0ayang amat pro#esional!

    $ Kesala*a' B,-a'( Kla)sa

    #esalahan dalam berbahasa 0ang biasa ter9adi dalam bidang

    sintaksis khususn0a segi klausa, antara lain sebagai berikut :

    a. Penambahan preposisi diantara kata ker9a dan ob9ekn0a dalam klausa

    aktif

    Dalam klausa aktif seharusn0a antara kata ker9a dan ob9ekn0a tidak

    diantarai modalitas atau kata keterangan tertentu. Hal ini agar

    tampak hubungan 0ang erat antara predikat dan ob9ek dalam kalimat.

    Selain itu, agar makna kalimat tersebut tidak men9adi agak kabur.

    Misaln0a :

    - $akyat mencintai akan pimpinan yang jujur% seharusn0a

    $akyat mencintai pimpinan yang jujur

    - Pemimpin itu melindungi akan rakyatnya% seharusn0a

    Pemimpin itu melindungi rakyatnya

    6

  • 7/25/2019 Analisis kesalahan berbahasa sintaksis dan semantis

    11/29

    b. Penambahan kata ker9a bantu dalam klausa ekuasional

    Dalam klausa ekuasional atau nominal , kata ker9a bantu adalah

    tidak perlu di antara sub9ek dan predikat. Hal ini agar keterpaduan

    antara sub9ek dan predikat terpadu se5ara erat. Selain itu, makna

    kalimat tersebut nampak dengan 9elas.

    Misaln0a :

    - &enekku adalah dukun% seharusn0a

    &enekku dukun

    - Bapakku adalah guru "D% seharusn0a

    Bapakku guru "D

    - Ibuku adalah penjual jamu% seharusn0a

    Ibuku penjual jamu

    5. Pemisahan pelaku dan kata ker9a dalam klausa aktif

    Dalam klausa aktif, kata modalitas semestin0a tidak ada di antara

    sub9ek dan predikat. Hal ini agar hubungan dan keterpaduan sub9ek

    dan predikat tampak se5ara 9elas sekaligus memberikan efek makna

    0ang 9elas.

    Misaln0a :

    - "aya akan membeli rumah itu% seharusn0a

    Akan saya membeli rumah itu!

    - Pak 'urah selalu mengunjungi wilayahnya% seharusn0a

    "elalu Pak 'urah mengunjungi wilayahnya!

    - Kakak sering membaca buku itu% seharusn0a

    "ering Kakak membaca buku itu!

    d. Penghilangan kata olehdalam klausa pasif

    #lausa pasif adala klausa 0ang salah satu 5iri;5irin0a adalah

    menggunakan kata oleh. Misaln0a Buku Pendidikan Agama Islam

    itu dibaca oleh Andi Makkasau. 3amun demikian, bisa di9umpai

    penggunaan klausa pasif tanpa ada kata olehdi dalamn0a. #lausa

    pasif seperti itu seharusn0a menggunakan kata oleh supa0a 5iri;

    5irin0a sebagai klausa pasif semakin 9elas.

    7

  • 7/25/2019 Analisis kesalahan berbahasa sintaksis dan semantis

    12/29

    Misaln0a:

    ( $oman enggelamnya Kapal anpo Mas dibaca $ina%

    se*a&)s'.a

    ( $oman enggelamnya Kapal anpo Mas dibaca oleh $ina!

    ( Buku ekonomi itu telah dibaca Amir% se*a&)s'.a

    ( Buku ekonomi itu telah dibaca oleh Amir!

    ( Buah mangga itu dimakan Bapak% se*a&)s'.a

    ( Buah mangga itu dimakan oleh Bapak!

    e. Penghilangan kata ker9a dalam klausa intransitif

    Dalam situasi pembi5araan 0ang resmi, kadang;kadang

    menggunakan klausa intransitif, 0akni klausa 0ang predikatn0a dari

    kata ker9a intransitif. 3amun kata ker9a tersebut tidak masukkan

    dalam kalimat, misaln0a F Ibu ke Makassar F. #lausa intransitif

    tersebut tidak 9elas predikatn0a klausa tersebut bukan tergolong

    klausa 0ang benar. 4lehn0a itu, klausa itu perlu diperbaiki men9adi

    Ibu pergi ke Makassar. ontoh lain sebagai berikut:

    ( Pak camat ke Maros kemarin!

    Semestin0a

    ( Pak camat pergi ke Maros!

    ( Amin di kolam renang!

    Semestin0a

    ( Amin berenang di kolam renang!

    ( Ibu di pasar tadi pagi!

    Semestin0a

    ( Ibu berbelanja di pasar tadi pagi!

    3$ Kesala*a' B,-a'( Kal,ma%

    #esalahan 0ang biasa ter9adi dalam bidang sintaksis, khususn0a dari segi

    kalimat antara lain sebagai berikut.

    8

  • 7/25/2019 Analisis kesalahan berbahasa sintaksis dan semantis

    13/29

    a. Pen0usunan kalimat 0ang terpengaruh pada struktur bahasa daerah

    Berbahasa Indonesia dalam situasi resmi kadang;kadang tidak

    disadari menerapkan struktur bahasa daerah. Seperti :

    )* Amin pergi ke rumahnya $udy

    +* Buku ditulis oleh saya!

    ,* $umah itu dibuat oleh saya!

    #alimat 1), *), dan %) terpengaruh pada struktur bahasa daerah. 4leh

    karena itu, kedua kalimat tersebut dapat diperbaiki men9adi:

    )* Amin pergi ke rumah $udy!

    +* Buku itu saya tulis!

    ,* $umah itu saya buat!

    b. #alimat 0ang tidak bersub9ek karena terdapat preposisi di a!al

    #etika menulis atau berbi5ara dengan orang lain pada situasi resmi,

    kadang;kadang menggunakan kalimat 0ang tidak bersub9ek karena

    adan0a kata penghubung seperti dalam% pada% untuk% kepada

    diletakkan di a!al kalimat. Dengan demikian, kalimat tersebut

    men9adi tidak bersub9ek misaln0a,

    Dalampertemuan itu membahasa berbagai persoalan!

    Supa0a kalimat itu men9adi bersub9ek, seharusn0a:

    ; Pertemuan itu membahas berbagai persoalan%atau

    ( Dalam pertemuan itu dibahas berbagai persoalan!

    5. Penggunaan sub9ek 0ang berlebihan

    Biasa kita mendengar kalimat Etymembeli ikan ketika -ty akan

    makan malam! #alimat tersebut menggunakan dua sub9ek 0ang

    sama. Semestin0a sub9ek 0ang kedua dihilangkan dan hal itu tidak

    mempengaruhi makna kalimat. Dengan demikian, kalimat tersebut

    dapat diperbaiki men9adi -t0 membeli ikan ketika akan makan

    malam.

    ontoh lain:

    ( Ali menulis drama saat Ali telah membaca buku $endra tentang

    drama!

    9

  • 7/25/2019 Analisis kesalahan berbahasa sintaksis dan semantis

    14/29

    Seharusn0a:

    ( Ali menulis drama setelah membaca buku $endra tentng drama!

    d. Penggunaan kata penghubung se5ara ganda pada kalimat ma9emuk

    Dalam kalimat ma9emuk setara berla!anan kadang;kadang ada 0ang

    menggunakan dua kata penghubung sekaligus. Penggunaan kata

    penghubung 0ang ganda dalam suatu kalimat perlu dihindari.

    Semestin0a han0a satu kata penghubung, misaln0a sebagai berikut.

    / Meskipunsedang sakit kepala% namun Alimuddin tetap pergi ke

    sekolah!Se*a&)s'.a0

    Meskipun sedang sakit kepala% Alimuddin tetap pergi ke

    sekolah!

    - Walaupunsibuk sekali tetapi$udi dan Indrawan selalu hadir di

    acara sederhana ini!

    Seharusnya:

    .alaupun sibuk sekali% $udi dan Indrawan selalu hadir di

    acara sederhana ini!

    e. Penggunaan kalimat 0ang tidak logis

    Buku itu membahas peningkatan mutu pendidikan di "ekolah Dasar!

    #alimat tersebut tidak logis karena tidak mungkin buku mempun0ai

    kemampuan membahas peningkatan mutu pendidikan SD. 4leh

    karena itu, kalimat tersebut perlu diperbaiki men9adiDalam buku itu

    dibahas tentang peningkatan mutu pendidikan di "ekolah Dasar!

    tau Dalam buku itu% pengarang membahas peningkatan mutu

    pendidikan di "ekolah Dasar!

    f. Penggunaan kata penghubung berpasangan se5ara tidak tepat

    #ata hubung berpasangan 0ang berfungsi menafikan suatu hal terdiri

    atas bukan berpasangan melainkan untuk menafikkan

  • 7/25/2019 Analisis kesalahan berbahasa sintaksis dan semantis

    15/29

  • 7/25/2019 Analisis kesalahan berbahasa sintaksis dan semantis

    16/29

    h. Penggunaan kalimat 0ang tidak padu

    #alimat 0ang digunakan kadang;kadang kurang padu karenakesalahan struktur kata 0ang kurang tepat sehingga maknan0a agak

    kabur. Misaln0a:

    ( Mereka menyatakan persetujuannya tenyang keputusan yang

    bijaksana itu

    ( 1ang menjadi sebab rusaknya hutan adalah perladangan liar!

    #edua kalimat di atas seharusn0a:

    ( Mereka menyetujui keputusan yang bijaksana itu!( Penyebab rusaknya hutan adalah perladangan liar!

    i. Pen0usunan kalimat 0ang mubair

    #alimat 0ang mubair biasan0a disebabkan penggunaan kata;kata

    0ang berulang se5ara berlebihan, penggunaan dua kata 0ang relatif

    sama maknan0a, misaln0a sebagai berikut:

    ( Dalam konsep pendidikan yang disusunnya banyak terdapat

    berbagai kesalahan!

    ( Mereka mencari nafkah demi untuk keluarganya!

    ( Mahasiswa harus rajin belajar agar supaya lulus dengan nilai

    yang sangat memuaskan!

    #etiga kalimat tersebut seharusn0a:

    ( Dalam konsep pendidikan yang disusunnya terdapat banyak

    kesalahan!

    ( Mereka mencari nafkah demi keluarganya!( Mahasiswa harus rajin belajar agar lulus dengan nilai yang

    sangat memuaskan!

    12

  • 7/25/2019 Analisis kesalahan berbahasa sintaksis dan semantis

    17/29

    B$ A'al,s,s Kesala*a' Sema'%,k

    Semantik adalah bagian dari struktur bahasa 0ang berhubungan dengan

    makna atau struktur makna. Mul0ono "1'(: 1) men9elaskan bah!a semantik

    adalah 5abang linguistik 0ang bertugas menelaah makna kata, bagaimana

    mula bukann0a, bagaimana perkembangann0a, dan apa sebabn0a ter9adi

    perubahan makna dalam se9arah bahasa.

    Sedangkan #eraf "1'7*: 1%) berpendapat bah!a semantik adalah

    bagian dari tatabahasa 0ang meneliti makna dalam bahasa tertentu, men5ari

    asal mula dan perkembangan arti suatu kata. Dengan kata lain, semanti5

    adalah salah satu 5abang ilmu bahasa 0ang men0elidiki seluk beluk makna

    suatu kata dan perkembangan maknan0a se5ara berkesinambungan.

    #esalahan berbahasa dalam semantik dapat berkaitan dengan bahasa

    tulis maupun bahasa lisan. #esalahan berbahasa ini dapat ter9adi pada tataran

    fonolgi, morfologi, dan sintaksis. #esalahan berbahasa dalam tataran

    semantik ini penekanann0a pada pen0impangan makna, baik 0ang pada

    pen0impangan makna, baik 0ang berkaitan dengan fonologi, morfologi,

    maupun sintaksis. ?adi, 9ika ada sebuah bun0i, bentuk kata, ataupun kalimat

    0ang maknan0a men0impang dari makna 0ang seharusn0a, maka tergolong

    ke dalam kesalahan berbahasa ini.

    Sehubungan dengan analisis kesalahan berbahasa 0ang berkaitan

    dengan bidang semantik, arigan mengemukakan kesalahan berbahasa 0ang

    mungkin ter9adi di bidang semantik adalah seperti berikut:

    "$ A-a'.a Pe'e&apa' Ge+ala H,pe&ko&ek

    Ae9ala hiperkorek adalah suatu bentuk 0ang sudah betul lalu

    dibetul;betulkan lagi dan akhirn0a men9adi salah. Hal ini dikarenakan

    kata tertentu memiliki kemiripan pengu5apan maupun penulisan dengan

    kata lain. #ata;kata 0ang bermiripan tersebut dapat digolongkan kedalam

    tiga kelompok, 0akni

    a. pasangan 0ang seasal, 5ontoh: kurban dan kurban

    b. pasangan 0ang berasing, 5ontoh: kualitatif dan k!alitatif

    13

  • 7/25/2019 Analisis kesalahan berbahasa sintaksis dan semantis

    18/29

    5. pasangan 0ang teran5ukan, 5ontoh : sah dan s0ah " l!i, 1''1: *1;

    **).

    Sehingga ban0akn0a kata 0ang mempun0ai kemiripan menuntut

    ban0ak ketelitian. Menurut penulis, dari tiga 9enis kemiripan tersebut,

    0ang berkaitan dengan makna 0ang berbeda terdapat pada 9enis pasangan

    0ang seasal dan pasangan 0ang teran5ukan

    a. #esalahan karena Pasangan 0ang Seasal

    Pasangan 0ang seasal adalah pasangan kata 0ang memiliki bentuk

    asal 0ang sama dan maknan0a pun berdekatan "l!i, 1''1 : *1).

    Dalam hal ini kita tidak menentukan bentuk mana 0ang benar, tetapi

    bentuk mana 0ang maknan0a tepat untuk men0atakan gagasan kita.

    Dengan kata lain, masing; masing adalah bentuk 0ang benar. #ita

    dapat mengamati 5ontoh;5ontoh pemakaian pasangan 0ang seasal.

    ontohn0a:

    1) Penggunaan #ata #orban dan #urban

    Bentuk idak Baku

    ; Daging korban itu akan dibagikan kepada 0ang berhak

    meneriman0a

    ; ?umlah kurban tanah longsor 0ang te!as sudah bisa

    dipastikan.

    Makna kata urban adalah persembahan kepada uhan

    "seperti kambing, sapi, dan unta 0ang disembelih pada hari

    +ebaran ha9i)> . Makna kata korban adalah orang atau binatang

    0ang menderita atau mati akibat suatu ke9adian, perbuatan 9ahat,

    dan sebagain0a.

    Bentuk Baku

    ; Daging kurban itu akan dibagikan kepada 0ang berhak

    meneriman0a.

    ; ?umlah korban tanah longsor 0ang te!as sudah bisa

    dipastikan.

    *) Penggunaan #ata +olos dan +ulus

    14

  • 7/25/2019 Analisis kesalahan berbahasa sintaksis dan semantis

    19/29

    #ata lolos dan lulus merupakan dua kata 0ang hampir sama

    dalam segi bentuk maupun makna. Dari segi bentuk kedua kata

    tersebut dibedakan oleh 6okal 0ang membentukn0a, 0aitu

    6okal FoF pada JlolosK dan 6okal FuF pada JlulusK.

    #ekurangan5ermatan pemakai bahasa mengakibatkan kata;kata

    0ang mirip tersebut tertukar denga 0ang lain, sehingga

    menimbulkan kesalahan. Pemakaian 0ang salah dapat

    diperhatikan pada 5ontoh berikut ini.

    Bentuk idak Baku

    ; 3arapidana itu lulus dari pen9ara tadi malam denga

    merusak terali 9endela

    ; Benang sebesar itu tidak dapat loloske lubang 9arum 0ang

    ke5il itu.

    #ata lolos berarti keberhasilan mele!ati baha0a,

    rintangan, atau upa0a penangkapan, sedangkan lulus berarti

    keberhasilan mele!ati u9ian atau memenuhi pers0aratan.

    Bentuk Baku

    ; 3arapidana itu lolos dari pen9ara tadi malam denga

    merusak terali 9endela

    ; Benang sebesar itu tidak dapat lulus ke lubang 9arum 0ang

    ke5il itu.

    %) Penggunaan #ata Penglepasan dan Pelepasan

    #ata penglepasan oleh pemakai bahasa sering pula digunakan di

    samping kata pelepasan. Penggunaan kedua kata tersebut sering

    dipertukarkan, perhatikan pemakaian berikut ini.

    Bentuk idak Baku

    ; 5ara pelepasan para !isuda!an akan dimulai pukul &7.&&.

    ; Ba0i 0ang baru sa9a dilahirkan itu mengalami 5a5at fisik,

    0aitu di bagian penglepasann0a.

    15

  • 7/25/2019 Analisis kesalahan berbahasa sintaksis dan semantis

    20/29

    #ata penglepasan umumn0a diberi makna proses,

    tindakan, atau hal melepaskan, sedangkan pelepasan diberi

    makna>anus>.

    Bentuk Baku

    ; 5ara penglepasan para !isuda!an akan dimulai pukul

    &7.&&.

    ; Ba0i 0ang baru sa9a dilahirkan itu mengalami 5a5at fisik,

    0aitu di bagian pelepasann0a.

    1$ #esalahan karena Pasangan 0ang eran5ukan

    ?enis lain kesalahan karena kemiripan adalah pasangan 0ang

    teran5ukan. Pasangan 0ang teran5ukan ter9adi 9ika oran g0ang tidak

    mengetahui se5ara pasti bentuk kata 0ang benar lalau terka5aukan

    oleh bentuk 0ang dianggapn0a benar. Dalam hal ini kedua anggota

    pasangan itu memang bentuk 0ang benar, tatapi harus diperhatikan

    perbedaan maknan0a. kibatn0a, kadang; kadang ditemukan

    penggunaan bentuk 0ang salah. ontoh; 5ontoh kesalahan

    pemakaian 9enis ini.

    1) FsF di9adikan Fs0F atau sebalikn0a

    a) Penggunaan kata sah dan s0ah

    #ata sah dan s0ah merupakan dua kata 0ang berbeda dari

    segi makna. #emiripan bentuk dan lafal memang dimiliki

    kedua kata tersebut. idak mengherankan 9ika pemakai

    bahasa 0ang tidak 5ermat, sering menga5aukan

    pemakaiann0a. Perhatikan pemakain berikut ini.

    Bentuk idak Baku

    ; Sah iran sudah pernah berkun9ung ke indonesia.

    ; Dia sekarang telah s0ah men9adi suami sa0a.

    #ata Sah berarti sudah sesuai dengan hukum, sedangkan

    s0ah berarti ra9a. #esalahan pada kedua kalimat di atas

    dapat diperbaiki men9adi:

    Bentuk Baku

    16

  • 7/25/2019 Analisis kesalahan berbahasa sintaksis dan semantis

    21/29

    ; S0ah Iran sudah pernah berkun9ung ke Indonesia.

    ; Dia sekarang telah sah men9adi suami sa0a.

    b) Penggunaan #ata Sair dan S0air

    #emiripan bentuk 9uga dapat kita amati pada kata sair dan

    s0air. #arena ketidak5ermatan pemakai bahasa, kesalahan

    pemakaian kedua kata 0ang mirip itu pun ter9adi. ontoh.

    Bentuk idak Baku

    ; Sastra!an itu sedang as0ik memba5a sair.

    ; 4rang Islam 0ang beriman selalu berhati; hati dalam

    berbuat, dia selalu ingat s0air.

    #ata sair bermakna api neraka, sedangkan kata s0air berati

    bentuk puisi lama. Perbaikann0a sebagai berikut.

    Bentuk Baku

    ; Sastra!an itu sedang as0ik memba5a s0air

    ; 4rang Islam 0ang beriman selalu berhati; hati dalam

    berbuat, dia selalau ingat sair.

    5) Penggunaan #ata S0arat dan Sarat

    Bentuk idak Baku

    ; Salah satu saratmen9adi seorang tentara adalah sehat

    9asmani dan rohani

    ; Aerobak 0ang didorong Pak anisyarathasil panen.

    #ata sarat berarti Lpenuh> sedangkan kata syarat berarti

    Lketentuan 0ang harus dipenuhi

    Bentuk Baku

    ; Salah satu syaratmen9adi seorang tentara adalah sehat

    9asmani dan rohani

    ; Aerobak 0ang didorong Pak anisarathasil panen.

    *) F-F di9adikan FeF atau sebalikn0a

    Bentuk idak Baku

    ; dikku men9adi dekan 2#IP @3M

    ; Pepa0a itu ban0ak d-kann0a

    17

  • 7/25/2019 Analisis kesalahan berbahasa sintaksis dan semantis

    22/29

    #ata dekan diganti men9adi d-kan, padahal kedua kata itu

    berbeda maknan0a, d-kan Lpimpinan fakultas L , sedangkan

    dekan Lulat>

    Bentuk Baku

    ; dikku men9adi d-kan 2#IP @3M

    ; Pepa0a itu ban0ak dekann0a

    %) FpF di9adikan FfF atau sebalikn0a

    a) Penggunakan #ata #afan dan #apan

    Bentuk idak Baku

    ; Ma0at itu sudah dibungkus kain kapan.

    ; #afan kamu akan berangkat ke baliC

    ?ika dilihat dari maknan0a kata kafan bermakna kain

    "putih) pembungkus ma0at sedangkan kapan bermakna

    kata tan0a untuk men0atakan !aktu perbedaan makna

    kedua kata tersebut 9elas terlihat. Dengan demikian

    perbaikan kalimat diatas adalah:

    Bentuk Baku

    ; Ma0at itu sudah dibungkus kain kafan.

    ; #apan kamu akan berangkat ke baliC

    b) Penggunaan #ata Pakta dan 2akta

    Bentuk idak Baku

    ; Berdasarkan pakta 0ang ada, Mali ditetapkan men9adi

    tersangka dalam kasus itu.

    ; #amulah 0ang harus bertanggung 9a!ab atas peristi!a

    itu berdasarkan fakta 0ang ada.

    #atapakta berarti Lper9an9ian> dan kata fakta berati Lsuatu

    peristi!a 0ang benar;benar ada>

    Bentuk Baku

    ; Berdasarkan fakta 0ang ada, Mali ditetapkan men9adi

    tersangka dalam kasus itu.

    18

  • 7/25/2019 Analisis kesalahan berbahasa sintaksis dan semantis

    23/29

    ; #amulah 0ang harus bertanggung 9a!ab atas peristi!a

    itu berdasarkanpakta 0ang ada.

    5) Penggunaan kata polio dan folio

    Bentuk idak Baku

    ; dikn0a menderita folio

    ; ndi sedang membeli kertasipolio di toko.

    #ata polio memiliki makna Lpen0akit pada tulang>

    sedangkan katafolioberarti Lukuran kertas>.

    Bentuk Baku

    ; dikn0a menderitapolio

    ; ndi sedang memebeli kertasifolio di toko.

    ) Penggunaan #ata 0ang Berhomofon dan Berhomograf

    erdapat kata; kata dalam bahasa Indonesia 0ang memiliki

    kemiripan atau kesamaan bentuk "termasuk di dalamn0a

    homofon dan homograf), tetapi maknan0a berbeda. Perhatikan

    pamakaian berikut ini

    Bentuk idak Baku

    ; ku sanksi dengan pern0ataan 0ang baru sa9a kamu

    u5apkan, karena berkali; kali kamu sudah membohogi aku

    ; Sangsi apa 0ang akan diberkan kepada !arga 0ang

    melangar adat ituC

    ; Berapa kilo gram apel 0ang sudah kamu beli kemarinC

    "lafal e taling)

    ; ntok Sabtu malam apel kerumah santi. "lafal e pepet)

    Pada kalimat diatas kasus homofon. Pelafalan kata

    sanksi dan sangsi sama, akan tetpi e9aan dan arti dari kedua

    kata tersebut berbeda. Sanksi berarti hukuman, sedangka

    sangsi berarti ragu;ragu. ?ika kedua kata tersebut

    dipertukarkan pemakaiann0a akan ter9adi kesalahan.

    #asus homograf terdapat pada kata apel 0ang di5etak

    miring pada kedua 5ontoh tersebut penulisann0a sama.

    19

  • 7/25/2019 Analisis kesalahan berbahasa sintaksis dan semantis

    24/29

    Sekalipun penulisann0a sama, namun pelafalann0a tidak sama

    dan artin0a 9uga tidak sama. #ara apel denga pelafalan e

    "taling) berarti kun9ungan ke rumah kekasih dan apel dengan

    pelafalan e "pepet) berarti nama buah;buahan. ?adi, bentuk

    baku 0ang benar adalah :

    ; ku sangsi dengan pern0ataan 0ang baru sa9a kamu

    u5apkan, karena berkali; kali kamu sudah membohongi

    aku.

    ; Sanksi apa 0ang akan diberkan kepada !arga 0ang

    melangar adat ituC

    ; Berapa kilo gram apel 0ang sudah kamu beli kemarinC

    "lafal e pepet)

    ; ntok Sabtu malam apel kerumah santi. "lafal e taling)

    $ A-a'.a Pe'e&apa' Ge+ala Pleo'asme

    Yang dimaksudkan ge9alan pleonasme adalah suatu penggunaan unsur;

    unsur bahasa se5ara berlebihan.

    ontoh:

    a. "udah sejak dari tadi temanmu menunggu!

    Seharusn0a :

    "udah dari tadi temanmu menunggu!

    b. Aduh% dia sangat manis sekali2

    Seharusn0a :

    Aduh% dia manis sekali2

    5. Pada 3aman dahulu kala banyak orang(orang menyembah berhala!

    Seharusn0a :

    Pada 3aman dahulu kala banyak orang menyembah berhala!

    3$ A-a'.a Kesala*a' P,l,*a' Ka%a a%a) D,ks,

    Setiap kata memiliki makna tertentu 0ang berbeda dengan kata 0ang lain.

    #endatipun ada beberapa kata 0ang sekilas tampakn0a memiliki makna

    20

  • 7/25/2019 Analisis kesalahan berbahasa sintaksis dan semantis

    25/29

    0ang hampir sama, tetapi 9ika diteliti lebih seksama lagi akan tampaklah

    bah!a masing;masing kata itu memiliki perbedaan. Pilihan kata 0ang

    =terbaik= adalah 0ang memenuhi s0arat antara lain : "a) ketepatan, "b)

    kebenaran, dan "5)kelaiman "l!i dkk, 1''*: 11).

    ontoh:

    a. Pengunaan #ata pukul dan 9am

    Sering kita temukan pemakaian kalimat; kalimat berikut ini.

    Bentuk idak Baku

    ; Hari ini akan kita bi5arakan masalah kaa ma9emuk dalam bahasa

    Indonesia hingga kira;kira 9am 1.&&.

    ; Beberapa dokter mengoperasi pasien pen0akit 9antung koroner

    selama % 9am, 0aitu 9am 1%.&& s.d 1(.&&.

    ; Selama dua pukul aku menunggumu di sini, tetapi kamu tidak

    datang 9uga.

    Penggunaan kata pukul dan 9am harus dilakukan dengan

    tepat. #ata pukul menun9ukkan !aktu, sedangkan kata 9am

    menun9ukkan 9angka !aktu. #ata 9am pada kalimat diatas tidak tepat

    karena untuk men0atakan !aktu digunakan kata pukul.

    #etidaktepatan penggunaan kata pukul karena untuk men0atakan

    9angka !aktu digunakan kata 9am. Perbaikan kalimat tersebut

    adalah:

    Bentuk Baku

    ; Hari ini akan kita bi5arakan masalah kaa ma9emuk dalam bahasaIndonesia hingga kira;kira pukul 1.&&.

    ; Beberapa dokter mengoperasi pasien pen0akit 9antung koroner

    selama % 9am, 0aitu pukul 1%.&& s.d 1(.&&.

    ; Selama dua 9am aku menunggumu di sini, tetapi kamu tidak

    datang 9uga.

    b. Penggunaan #ata idak dan kata Bukan

    21

  • 7/25/2019 Analisis kesalahan berbahasa sintaksis dan semantis

    26/29

    #ata tidak dan bukan merupakan kata;kata 0ang digunakan untuk

    mengingkari. Sekalipun kedua kata itu untuk mengingkari, namun

    keduan0a mempun0ai fungsi 0ang berbeda. Sering pemkaian kedua

    kata tersebut dipertukarkan, sebagai 5ontoh.

    Bentuk idak Baku

    ; ndika bukan menger9akan peker9aan rumah, sehingga dimarahi

    Pak udi.

    ; Harga buku 0ang ku beli tadi tidak sepuluh ribu

    ; idak orang 0ang menabrak 0ang salah, melainkan orang 0ang

    men0eberang tanpa perhitungan itu 0ang melanggar lalu lintas.

    ; nak ke5il itu tidak men0a0i, melainkan berteriak.

    #ata tidak dipakai untuk mengingkari 6erba, ad9ekti6a, dan

    ad6erbia, sedangkan kata bukan untuk mengingkari nomina,

    pronomina, dan numeralia. Dalam kalimat 0ang bersifar korektif,

    maka kata bukan sering dipakai untuk mengingkari 6erba dan

    ad9ekti6a. pabila kalimatn0a tidak bersifat korktif, maka kata

    bukan tidak boleh dipakai untuk mengingkari kata selain nomina,

    pronomina, dan numeralia. Berdasarkan kaidah tersebut, kita dapat

    memperbaiki keenam kalimat diatas men9adi:

    Bentuk Baku

    ; ndika tidak menger9akan peker9aan rumah, sehingga dimarahi

    Pak udi.

    ; Harga buku 0ang ku beli tadi bukan sepuluh ribu

    ; Bukan orang 0ang menabrak 0ang salah, melainkan orang 0ang

    men0eberang tanpa perhitungan itu 0ang melanggar lalu lintas.

    ; nak ke5il itu bukan men0a0i, melainkan berteriak.

    5. Penggunaan kata Pertandingan dan Perlombaan

    ontoh:

    ; Pertandingan lari itu disaksikan presiden!

    22

  • 7/25/2019 Analisis kesalahan berbahasa sintaksis dan semantis

    27/29

    Seharusn0a:

    ; Perlombaan lari itu disaksikan presiden!

    d. Penggunaan kata putus dan patah

    ontoh:

    ; Anak itu jalannya pincang karena kakinya pernah putus!

    Seharusn0a:

    ; Anak itu jalannya pincang karena kakinya pernah patah!

    2$ A-a'.a Am1,(),%as

    #emungkinan adan0a makna lebih dari satu dalam sebuah kata,

    gabungan kata, atau kalimat.

    ontoh:

    a. ipe afiks

    beruang

    "berEuang : mempun0ai uang berEruang : mempun0ai ruang)

    beribu

    "berEribu : Ban0ak ribu berEibu : mempun0ai ibu)

    mengukur

    "meEukur : melakukan pengukuran meEkukur: melakukan tindakan

  • 7/25/2019 Analisis kesalahan berbahasa sintaksis dan semantis

    28/29

    "tidak 9elas uang 0ang diterima berupa uang dua puluh lima ribu

    atau uang lima ribuan 0ang ber9umlah dua puluh)

    ; $umah ketua $ yang baru dicat biru!

    "tidak 9elas siapa dan apa 0ang baru, rumah ketua atau 9abatan

    ketua )

    BAB III

    PENUTUP

    A$ Kes,mp)la'

    #esalahan berbahasa dalam bidang sintaksis meliputi : "1) kesalahan

    frasa, "*) kesalahan klausa, dan "%) kesalahan kalimat. Sedangkan kesalahan

    berbahasa 0ang mungkin ter9adi di bidang semantik 0aitu : "1) adan0a

    penerapan ge9ala hiperkorek, "*) adan0a penerapan ge9ala pleonasme, "%)

    adan0a kesalahan pilihan kata atau diksi, dan ") adan0a ambiguitas.

    B$ Sa&a'

    Penulis men0adari makalah ini 9auh dari sempurna. 4leh karena itu

    saran dan kritik 0ang membangun sangatlah penulis harapkan demi perbaikan

    makalah ini. Semoga makalah ini dapat men9adi khaanah pengetahuan

    khususn0a bagi penulis dan 9uga kita semua.

    24

  • 7/25/2019 Analisis kesalahan berbahasa sintaksis dan semantis

    29/29

    DAFTAR PUSTAKA

    Pusat Bahasa Depdiknas. *&&7.Kamus Besar Bahasa Indonesia "-disi #eempat).

    ?akarta: P Aramedia Pustaka @tama.

    Slamet, St. Y. *&1*. Problematika Berbahasa Indonesia dan Pembelajarannya!

    Yog0akarta : Araha Ilmu.

    Set0a!ati, 3anik. *&1&. Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia4 eori dan

    Praktik. etakan #edua. Surakarta: Yuma Pustaka.

    http:FFandini9s.blogspot.5o.idF*&1F&/Fanalisis;kesalahan;berbahasa;indonesia.html

    http:FFda6idfebrians.blogspot.5o.idF*&1F11Fanalisis;kesalahan;berbahasa;

    tataran1'.html

    http:FFredhoparami.blogspot.5o.idF*&1F&/Fmakalah;analisis;kesalahan;berbahsa;

    1.html

    http:FFemiresti.blogspot.5o.idF*&1F11Fanalisis;kesalahan;berbahasa;

    pada$(.html

    http://andinijs.blogspot.co.id/2014/05/analisis-kesalahan-berbahasa-indonesia.htmlhttp://andinijs.blogspot.co.id/2014/05/analisis-kesalahan-berbahasa-indonesia.htmlhttp://davidfebrians.blogspot.co.id/2014/11/analisis-kesalahan-berbahasa-tataran_19.htmlhttp://davidfebrians.blogspot.co.id/2014/11/analisis-kesalahan-berbahasa-tataran_19.htmlhttp://redhoparami.blogspot.co.id/2014/05/makalah-analisis-kesalahan-berbahsa-1.htmlhttp://redhoparami.blogspot.co.id/2014/05/makalah-analisis-kesalahan-berbahsa-1.htmlhttp://zemiresti.blogspot.co.id/2014/11/analisis-kesalahan-berbahasa-pada_76.htmlhttp://zemiresti.blogspot.co.id/2014/11/analisis-kesalahan-berbahasa-pada_76.htmlhttp://davidfebrians.blogspot.co.id/2014/11/analisis-kesalahan-berbahasa-tataran_19.htmlhttp://davidfebrians.blogspot.co.id/2014/11/analisis-kesalahan-berbahasa-tataran_19.htmlhttp://redhoparami.blogspot.co.id/2014/05/makalah-analisis-kesalahan-berbahsa-1.htmlhttp://redhoparami.blogspot.co.id/2014/05/makalah-analisis-kesalahan-berbahsa-1.htmlhttp://zemiresti.blogspot.co.id/2014/11/analisis-kesalahan-berbahasa-pada_76.htmlhttp://zemiresti.blogspot.co.id/2014/11/analisis-kesalahan-berbahasa-pada_76.htmlhttp://andinijs.blogspot.co.id/2014/05/analisis-kesalahan-berbahasa-indonesia.htmlhttp://andinijs.blogspot.co.id/2014/05/analisis-kesalahan-berbahasa-indonesia.html