ANALISIS HERMENEUTIKA TEKS PIDATO HAMKA: ISLAM HERMENEUTIKA TEKS PIDATO HAMKA: ISLAM SEBAGAI...

download ANALISIS HERMENEUTIKA TEKS PIDATO HAMKA: ISLAM HERMENEUTIKA TEKS PIDATO HAMKA: ISLAM SEBAGAI ...Author:

If you can't read please download the document

  • date post

    22-Apr-2019
  • Category

    Documents

  • view

    229
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of ANALISIS HERMENEUTIKA TEKS PIDATO HAMKA: ISLAM HERMENEUTIKA TEKS PIDATO HAMKA: ISLAM SEBAGAI...

ANALISIS HERMENEUTIKA TEKS PIDATO HAMKA:

ISLAM SEBAGAI DASAR NEGARA

SKRIPSI

Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Dakwan dan Ilmu Komunikasi untuk Memenuhi

Salah Persyaratan Memeroleh Gelar Sarjana Komunikasi Islam (S.Kom.I)

Oleh:

Enny Khurniasari

NIM: 108051000002

PROGRAM STUDI KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM

FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA

1432 H./2013 M.

ANALISIS HERMENEUTIKA TEKS PIDATO HAMKA:

ISLAM SEBAGAI DASAR NEGARA

SKRIPSI

Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi

Untuk Memenuhi Persyaratan Memeroleh

Gelar Sarjana Komunikasi Islam (S.Kom.I)

Oleh:

Enny Khurniasari

NIM:108051000002

Pembimbing

Dr. Arief Subhan, MA

NIP.1966011101993031004

PROGRAM STUDI KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM

FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA

1432 H./2013 M.

PENGESAHAN PANITIA UJIAN

Skripsi ini berjudul, ANALISIS HEMENEUTIKA TEKS PIDATO

HAMKA: ISLAM SEBAGAI DASAR NEGARA, telah diujikan dalam Sidang

Munaqasah di Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam

Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, pada 21 Mei 2013. Skripsi ini telah diterima

sebagai salah satu syarat untuk memeroleh gelar sarjana program strata 1 (S.1)

pada bidang Komunikasi dan Penyiaran Islam.

Ciputat, 21 Mei 2012

Sidang Munaqasah

Ketua Sekretaris

Drs. Wahidin Saputra, MA Umi Musyarrofah, MA

NIP: 197009031996031001 NIP: 197108161997032002

Anggota

Penguji 1 Penguji 2

Prof. Dr. Andi Faisal Bakti, MA Drs. S. Hamdani, MA

NIP: 196212311988031032 NIP: 195503091994031001

Pembimbing

Dr. Arief Subhan, MA

NIP: 1966011101993031004

LEMBAR PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa :

1. Skripsi ini merupakan karya asli saya yang diajukan untuk memenuhi salah

satu persyaratan memeroleh gelar strata 1 di Universitas Islam Negeri Syarif

Hidayatullah Jakarta.

2. Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan ini telah saya cantumkan

dengan ketentuan yang berlaku di Universitas Islam Negeri Syarif

Hidayatullah Jakarta.

3. Jika di kemudian hari terbukti bahwa karya ini bukan hasil karya asli saya

atau melakukan hasil penjiplakan dari karya orang lain, maka saya bersedia

menerima sanki yang berlaku Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Jakarta.

Ciputat, 20 Mei 2012

Enny Khurniasari

i

ABSTRAK

Enny Khurniasari

108051000002

Analisis Hermeneutika Teks Pidato Hamka: Islam Sebagai Dasar Negara

Menciptakan dasar negara Indonesia amat sulit karena terdiri dari berbagai

macam perbedaan. Para pendiri bangsa ini memiliki perbedaan pemikiran dalam

menetapkan dasar negara. Kelompok pemikiran itu terpecah menjadi nasionalis

muslim dan nasionalis sekuler. Perdebatan pendapat tersebut berpadu pada sidang

Konstituante dari tahun 1956-1959. Dari kelompok Islam Hamka adalah salah

satu pembicara penting dari Masyumi.

Berdasarkan latar belakang di atas, maka perumusan masalah dalam

penelitian ini adalah: Apa saja nilai-nilai Islam yang menjadi dasar negara pada

teks pidato Hamka yang berjudul Islam sebagai dasar negara?

Teks pidato Hamka tidak seutuhnya menyebutkan nilai Islam secara jelas

yang dapat dijadikan sebagai dasar negara. Dalam pidatonya lebih banyak

menggunakan analogi, contoh dan simbol-simbol yang mengandung nilai-nilai

Islam.

Melalui paradigma interpretif, penelitian ini menggunakan metode

kualitatif deskriptif. Sumber data diperoleh melalui dua cara yakni primer, diambil

dari teks naskah pidato Hamka pada sidang Konstituante. Kedua data sekunder

didapatkan dari berbagai sumber literatur yang mendukung.

Adapun metode kualitatif adalah meneliti objek-objek yang tidak dapat

diukur secara eksak atau angka-angka. Penelitiannya bersifat deskriptif berupa

kutipan-kutipan kalimat dan cenderung menggunakan analisis.

Analisis penelitian ini menggunakan teori hermeneutika dari Paul Ricoeur.

Cara kerja hermeneutika ini melalui dua tahap, pertama penjelasan yakni

membedah struktur teks yang disebut dengan semiologi struktural. Tahap kedua

pemahaman yakni memahami teks melalui apropriasi peneliti.

Pidato Hamka mengandung nilai-nilai Islam sebagai dasar negara

adalah:teks pertama manyatakan bahwa nilai keimanan yang berbentuk sikap

nasionalisme merupakan dasar utama yang diungkapkan melalui kalimat Allahu

Akbar; pegertian yang lebih spesifik dari teks pertama tertuang pada teks kedua

yang menyatakan bahwa Islam dan nasionalisme merupakan ideologi; teks ketiga

negara berdasar Islam mengambil hukum dari al-Quran sebagai rujukan utama,

namun non-muslim dan muslim juga dapat menciptakan konsensus untuk mencari

hukum; teks keempat menyatakan bahwa nilai Islam sebagai dasar negara

memberikan garansi kebebasan bagi kaum non-muslim; teks kelima menyatakan

kebebasan melahirkan sistem keadilan.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai Islam yang

dijadikan dasar negara oleh Hamka pada pidatonya adalah nilai keimanan,

nasionalisme, hukum al-Quran dan konsensus, kebebasan, dan keadilan.

Kata Kunci: Hermeneutika, Islam, Dasar Negara, Konstintuante, Hamka.

ii

KATA PENGANTAR

Terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas janji-janji Mu yang

terbukti dan selalu coba penulis buktikan, atas nikmat-nikmat Mu yang tak pernah

Kau syaratkan, atas kesempatan yang Engkau berikan pada manusia untuk

menciptakan peradaban di bumi meski Engkau didebat oleh malaikat-malaikat

Mu. Sembah sujud atas segala kesombongan yang pernah terlintas pada diri

penulis, karya ini tidak sampai secuil ilmu yang penulis dapatkan dari Sang Maha

Berilmu. Alhamdulillah.

Serta kepada kekasih Mu, Muhammad Saw yang tidak pernah mengiba

dengan segala kesulitan yang ia hadapi saat mendakwahkan agama Mu. Rindu

syafaatmu duhai kekasih Sang Pencipta tetap berada pada urat nadi ini.

Setelah berdebat dengan diri sendiri bahwa hakikat mencari ilmu bukanlah

urusan waktu, akhirnya dengan kesabaran itu karya ini menjadi sebuh tongkat

estafet eksistensi ilmu. Meski penulis sadari, karya ini belum mencapai

kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis membuka dengan lebar kritik dan saran

para pembaca.

Penulisan karya ini juga tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Untuk

itu penulis ucapkan terima kasih kepada:

1. Dekan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi sekaligus

pembimbing penulis, Dr. Arif Subhan, MA. Telah berbagi pandangan dan

pemikiran aplikatif dan filosofis meskipun diberikan secara singkat. Pudek

I Drs. Wahidin Saputra, MA, Pudek II Drs. Mahmud Jalal, MA, Pudek III

Drs. Studi Rizal LK, MA.

iii

2. Ketua dan Sekretaris Jurusan Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Drs.

Jumroni, M.Si, Ibu Umi Musyarofah, MA.

3. Terima Kasih kepada jajaran dosen Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu

Komunikasi, atas kontribusi, memberikan pandangan, motivasi, dan tentu

ilmunya selama ini.

4. Seluruh staf Perpustakan Utama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,

perpustakan Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, perpustakaan Sekolah

Pasca Sarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, perpustakaan Universitas

Budi Luhur, perpustakan Universitas Indonesia, dan perpustakan

Nasional.

5. Kepada orang tua penulis, Bapak H.Bari yang tidak henti menyebutkan

nama penulis disetiap sujudnya. Serta kepada Mamak Misrini yang

diberikan waktu sembilan tahun oleh Tuhan untuk menemani penulis,

semoga Allah mengampuni dosanya. Terima kasih atas pelajaran

kesederhanaan, pelajaran penganalogian dan pelajaran demokrasi.

6. Terima kasih kepada keempat kakak penulis beserta keluarga, yang tak

lain menjadi tempat meletakkan kejenuhan. Menjadi orang-orang terdepan

saat penulis tak mampu memopang ketika kehidupan tidak setuju dengan

idealisme.

7. Kepada sahabat-sahabat KPI A 2008 yang melukis sejarah kehidupan

penulis dengan tinta pemikiran, ideologi, ambisi, mimpi, marah, malu,

takut, tidak percaya diri, pemberani, malas, rajin, pujian, hinaan,

bertanggungjawab, apatis, keteguhan, pemberontakan adalah seperti

tumpukkan dokumen yang menjadi mata kuliah berharga bagi penulis.

iv

8. Terima kasih kepada Asia Moslem Charity Foundation telah memberikan

kesempatan penulis untuk belajar tanpa persyaratan materil serta teman-

teman satu tapak perjuangan.

9. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang membantu

yang tidak dapat disebutkan satu persatu, seluruh bantuan dari berbagai

pihak tetap terpatri tanpa tinta.

Ciputat, 20 Mei 2012

Penulis

DAFTAR ISI

ABSTRAK ............................................................................................................... i

KATA PENGANTAR .........................................................