Analisis Finansial Usaha Peternakan Ayam Petelur

download Analisis Finansial Usaha Peternakan Ayam Petelur

of 11

  • date post

    25-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    218
  • download

    35

Embed Size (px)

description

Peternakan

Transcript of Analisis Finansial Usaha Peternakan Ayam Petelur

  • Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya 1

    ANALISIS FINANSIAL USAHA PETERNAKAN AYAM PETELUR

    CLOSED HOUSE SYSTEM PT. CAHAYA SUPRANA DESA BATUR KECAMATAN GETASAN KABUPATEN SEMARANG

    Daning Dwi Jayanti

    1), Hari Dwi Utami

    2) and Budi Hartono

    2)

    1): Mahasiswa Sosial Ekonomi Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya.

    2) : Dosen Sosial Ekonomi Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya

    Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya. Jl. Veteran Malang 65145 Indonesia

    Email : jayanti_dwi65@yahoo.com

    ABSTRAK

    Penelitian dilaksanakan di "PT. Cahaya Suprana" merupakan perusahaan ayam ras petelur closed

    house system yang berada di Dusun Wonosari Desa Batur Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang.

    Tujuan penelitian untuk mengetahui kelayakan peternakan berdasarka evaluasi financial. Data

    dikumpulkan dari 14 Maret sampai 14 April 2014. Data primer dikumpulkan dengan metode survey

    menggunakan kuisioner terstruktur. Data sekunder diperoleh dari berbagai instansi terkait dan sumber.

    Analisis deskriptif dengan perhitugan ekonomi yaitu R/C ratio, Break Even Point (BEP), Margin Of

    Safety (MOS), and Rentabilitas, yang digunakan untuk analisis data. Hasil menunjukkan bahwa

    peternakan menguntungkan dengan biaya produksi Rp. 18.700,-/ekor/bulan, penerimaan Rp. 21.132,-

    /ekor/bulan, pendapatan Rp. 2.372,-/ekor/bulan. Selain itu Nilai BEP Rp. 12.464, nilai MOS 3,96%, nilai

    R/C 1,13, nilai rentabilitas 40,07% per tahun.

    Kata kunci : Break Even Point, Margin Of Safety, R/C ratio, Rentabilitas

    FINANCIAL ANALYSIS OF CLOSED HOUSE SYSTEM LAYER FARM AT CAHAYA SUPRANA COAT BATUR VILLAGE GETASAN SUB DISTRICT

    SEMARANG REGENCY

    Daning Dwi Jayanti 1)

    , Hari Dwi Utami 2)

    and Budi Hartono 2)

    1) : Student in Departement Social Economic, Faculty of Animal Husbandry, Brawijaya University.

    2): Lecturer in Departement Social Economic, Faculty of Animal Husbandry, Brawijaya University.

    ABSTRACT

    Research was conducted at PT. Cahaya Suprana at Batur village Getasan subdistrict Semarang

    regency. The research objective was to investigate farm feasibility based on financial evaluation. Data

    were collected from 14th March to 14

    th April 2014. Primary data were obtained by survey method with

    structured questioner. Secondary data were gathered from related institutions and sources. Descriptive

    analysis with applying economic equation namely R/C ratio, Break Even Point (BEP), Margin Of Safety

    (MOS), and Rentability, were used to analyse the data. Result showed that this farm was profitable (Rp.

    18,700 / bird) of cost production, with higher (Rp. 21,132 / bird) of revenue, and obtaining large (Rp.

    2,372 / bird) of profit. In addition Rp. 12,527 of BEP, 3.96% of MOS, 1.12 of R/C ratio, and 40,07% of

    rentability have represented the appropriate economic indicator for running this farm.

    Keywords : Break Even Point, Margin Of Safety, R/C ratio, Rentabilitiy.

  • Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya 2

    PENDAHULUAN

    Latar Belakang

    Protein merupakan salah satu zat

    makanan yang diperlukan oleh manusia agar

    bisa bertumbuh kembang dan tetap sehat.

    Protein terdiri dari 2 kelompok yakni protein

    hewani dan protein nabati. Konsumsi telur

    ayam ras/broiler eggs (kg) di Indonesia pada

    tahun 2007 sampai 2011 berturut-turut yakni

    6,10; 5,79; 5,84; 6,73; 6,62 kapita / tahun

    (Badan Pusat Statistik, 2013). Populasi

    ayam ras petelur di Jawa Tengah menurut

    Badan Pusat Statistik (2013) pada tahun

    2008 sampai tahun 2013 berturut-turut

    adalah 16.519.794 ekor, 17.712.776 ekor,

    18.395.051 ekor, 19.881.430 ekor,

    20.394.370 ekor.

    Closed house system merupakan

    teknologi dengan sistem kandang tertutup,

    sistem di dalam kandang dapat diatur sesuai

    kebutuhan serta kenyamanan ternak. "PT.

    Cahaya Suprana" merupakan perusahaan

    ayam ras petelur dengan teknologi sistem

    kandang tertutup atau closed house system

    yang berada di Dusun Wonosari Desa Batur

    Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang.

    Berdasarkan gambaran diatas perlu

    dilakuakan kajian baik dari aspek produksi

    dan keuangan dalam mengukur tingkat

    kelayakan sekaligus melihat peluang dan

    hambatan. Berdasarkan paparan tersebut

    dalam kajian ini akan dilakukan analisis

    usaha untuk melihat pendapata usaha pada

    peternakan ayam petelur di "PT. Cahaya

    Suprana".

    Rumusan Masalah

    Berdasarkan latar belakang yang telah

    diuraikan diatas dapat dirumuskan

    permasalahan sebagai berikut:

    1. Berapa biaya produksi, penerimaan dan

    pendapatan dari usaha peternakan ayam

    ayam petelur di "PT. Cahaya Suprana"?

    2. Berapa tingkat BEP, MOS, nilai R/C

    dan Rentabilitas pada peternakan ayam

    ayam petelur di "PT. Cahaya Suprana"?

    Tujuan Penelitian

    Tujuan penelitian ini adalah sebagai

    berikut :

    1. Mengetahui biaya produksi, penerimaan

    dan pendapatan dari usaha peternakan

    ayam ayam petelur di "PT. Cahaya

    Suprana".

    2. Mengetahui tingkat BEP, MOS, nilai

    R/C ratio dan Rentabilitas pada

    peternakan ayam ayam petelur di "PT.

    Cahaya Suprana".

    TINJAUAN PUSTAKA

    Modal

    Riyanto (2001) menjelaskan bahwa

    modal dalam arti luas yaitu modal dalam

    bentuk uang atau barang. Modal dapat

    dibagi menjadi modal abstrak yang bersifat

    relatif permanen dalam waktu tertentu dan

    modal konkrit yang mempunyai sifat tidak

    permanen. Investasi atau penanaman modal

    merupakan investasi dari awal yang dimiliki

    peternak untuk memulai usahanya. Munawir

    (2001) menjelaska modal kerja yang cukup

    sangat penting bagi suatu perusahaan karena

    dengan modal kerja yang cukup itu

    memungkinkan bagi perusahaan untuk

    beroprasi dengan seekonomis mungkin dan

    perusahaan tidak mengalami kesulitan atau

  • Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya 3

    menghadapi bahaya-bahaya yang mungkin

    timbul karena adanya krisis atau kekacauan

    keuangan.

    Penerimaan

    Penerimaan adalah segala sesuatu

    yang dihasilkan oleh suatu proses produksi

    yang disebut pendapatan kotor usaha tani

    atau nilai produksi (value of production)

    yang didefinisikan sebagai nilai produk total

    usaha tanidalam jangka waktu tertentu baik

    yang dijual maupun tidak dijual (Hartono,

    2008). Penerimaan atau pendapatan kotor

    didefinisikan sebagai nilai produk total

    usaha dalam jangka waktu tertentu.

    Penerimaan ini dapat dikatakan sebagai

    pendapatan kotor usaha sebab belum

    dikurangi dengan keseluruhan biaya yang

    dikeluarkan selam proses produksi

    berlangsung (Soekartawi, 2003).

    Pendapatan

    Cahyono (1995) yang dikutip oleh

    Agustina (2012) menyatakan bahwa

    pendapatan dalam usaha tani adalah

    pendapatan kotor dan pendapatan bersih.

    Pendapatan kotor merupakan keseluruhan

    hasil atau nilai uang dari usaha tani,

    sedangkan pendapatan bersih atau

    keuntungan adalah besarnya pendapatan

    kotor dikurangi dengan total biaya

    keseluruhan. Asnawi (2009) yang dikutip

    dalam Nurwahyuni (2013) menyatakan

    bahwa pendapatan pada usaha peternakan

    ayam petelur merupakan selisih antara

    penerimaan total dengan biaya total

    produksi yang dikeluarkan oleh peternak

    ayam petelur selama satu pemeliharaan atau

    periode produksi. Triana (2007) menyatakan

    bahwa untuk menghitung pendapatan usaha

    perlu diketahui biaya tetap, biaya variabel

    dan total penerimaan.

    Break Even Point (BEP)

    Djarwanto (2001) menyatakan bahwa

    analisa titik impas atau Break Even Point

    (BEP) titik impas diperlukan mengetahui

    antara volume produksi, volume penjualan,

    harga jual, biaya produksi, biaya lainnya,

    baik yang bersifat tetap maupun variabel dan

    laba atau rugi. Riyanto (2001) menyatakan

    analisa break-even adalah suatu teknik

    analisa untuk mempelajari hubungan antara

    biaya tetap, biaya variabel, keuntungan dan

    volume kegiatan. Apabila suatu perusahaan

    hanya memiliki biaya variabel saja maka

    masalah break-even tidak muncul dalam

    perusahaan tersebut. Masalah break-even

    akan muncul apabila perusahaan tersebut

    memiliki biaya variabel dan biaya tetap.

    Besarnya biaya variabel secara totalitas akan

    berubah-ubah sessuai dengan perubahan

    volume produksi, sedangkan besarnya biaya

    tetap secara totalitas tidak berubah-ubah

    meskipun terjadi perubahan volume

    produksi.

    Margin of Safety (MOS)

    Riyanto (2001) menjelaskan bahwa

    dalam analisis Break Even Point perlu

    dipahami konsep Margin of Safety atau

    MOS, dimana MOS adalah angka yang

    menunjukkan jarak antara penjualan yang

    direncanakan dan penjualan saat Break

    Even Point. Munawir (2002) menyatakan

    bahwa Margin Of Safety (MOS) dapat

    dinyatakan dalam bentuk ratio (prosentase)

    antara penjualan menurut budget dengan

    volume penjualan pada tingkat Break Even

    Point, atau dalam prosentase dari selisih

  • Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya 4

    antara penjualan yang di budget kan dan

    penjualan pada tingkat Break Even Point

    dengan penjualan yang dibudget kan itu

    sendiri.

    Revenue Cost Ratio (R/C)

    Suatu usaha dikatakaan