ANALISIS EKUITAS MEREK PRODUK BUBUR BAYI KEMASAN DI KOTA … · merek Nestle Cerelac unggul pada...
Embed Size (px)
Transcript of ANALISIS EKUITAS MEREK PRODUK BUBUR BAYI KEMASAN DI KOTA … · merek Nestle Cerelac unggul pada...

vi
ANALISIS EKUITAS MEREK PRODUK BUBUR BAYI
KEMASAN DI KOTA BOGOR
RYAN SATRIA NUGROHO
DEPARTEMEN AGRIBISNIS
FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2014

vii
PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN SUMBER
INFORMASI SERTA PELIMPAHAN HAK CIPTA
Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul Analisis Ekuitas Merek
Produk Bubur Bayi Kemasan di Kota Bogor adalah benar karya saya dengan
arahan dari dosen pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apa pun kepada
perguruan tinggi mana pun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya
yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam
teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir skripsi ini.
Dengan ini saya melimpahkan hak cipta dari karya tulis saya kepada Institut
Pertanian Bogor.
Bogor, Juni 2014
Ryan Satria Nugroho
NIM H34080125

viii
ABSTRAK
RYAN SATRIA NUGROHO. Analisis Ekuitas Merek Produk Bubur Bayi
Kemasan di Kota Bogor. Dibimbing oleh BURHANUDDIN
Perkembangan teknologi pangan yang semakin canggih dan modern
mendukung timbulnya industri bubur bayi kemasan. Berbagai jenis dan merek
bubur bayi yang beredar membuat persaingan antar merek semakin ketat sehingga
produsen perlu mengetahui informasi posisi merek dagangnya. Tujuan penelitian
ini adalah untuk mengukur dan menganalisis ekuitas merek bubur bayi kemasan di
Kota Bogor dengan mengukur tingkat kesadaran merek, asosiasi merek, persepsi
kualitas, dan loyalitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
metode analisis deskriptif, Cochran Test, Importance Performance Analysis
(IPA), dan Brand Switching Pattern Matrix. Hasil analisis menunjukkan bahwa
merek Nestle Cerelac unggul pada dua elemen ekuitas merek yaitu pada elemen
kesadaran merek karena menempati urutan teratas untuk kategori top of mind dan
pada asosiasi merek karena memiliki asosiasi pembentuk brand image terbanyak.
Analisis persepsi kualitas menunjukkan bahwa semua merek mendapatkan nilai
yang sama. Sementara pada elemen loyalitas, merek yang terkuat adalah merek
Promina karena memiliki persentase commited buyer terbesar dan jumlah switcher
terkecil. Berdasarkan hasil analisis keempat elemen ekuitas merek tersebut dapat
disimpulkan bahwa merek Nestle Cerelac merupakan merek dengan ekuitas
terkuat.
Kata kunci : bubur bayi kemasan, ekuitas merek, cochran test, importance
performance analysis (IPA), brand switching pattern matrix.
ABSTRACT
RYAN SATRIA NUGROHO. The Brand Equity Analysis of Packaged Baby
Food Product in Bogor City. Supervised by BURHANUDDIN
The rapid development of modern and sophisticated food technology
support the emergence of the industrial packaged baby food. Various types and
brands of packaged baby food on the market make the brands competition
becomes so tight that manufacturers need to know the position of their brand
name. The purpose of this study is to measure and analyze brand equity of
packaged baby food in Bogor by measuring the level of brand awareness, brand
associations, perceived quality, and loyalty. The method used in this research is
descriptive analysis method, Cochran Test, Importance Performance Analysis
(IPA), and Brand Switching Pattern Matrix. The result of analysis showed that
Nestle Cerelac is the superior brand on the element of brand awareness because it
is on the top of the top of mind category and on the element of brand association it
has the highest brand image associations forming. The quality perception analysis
showed that all the perceived quality of brands get the same value. While on the
element of loyalty, the strongest brand is Promina brand because it has the largest
percentage of committed buyer and the smallest amount of the switcher . Based on
the the four elements analysis of brand equity can be concluded that Nestle
Cerelac is the brand with the strongest brand equity.
Keywords : packaged baby food, brand equity, cochran test, importance
performance analysis (IPA), brand switching pattern matrix.

ix
ANALISIS EKUITAS MEREK PRODUK BUBUR BAYI
KEMASAN DI KOTA BOGOR
RYAN SATRIA NUGROHO
Skripsi
Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
Sarjana Ekonomi
pada
Departemen Agribisnis
DEPARTEMEN AGRIBISNIS
FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2014

x

xi
Judul Skripsi : Analisis Ekuitas Merek Produk Bubur Bayi Kemasan di Kota
Bogor
Nama : Ryan Satria Nugroho
NIM : H34080125
Disetujui oleh
Dr Ir Burhanuddin, MM
Pembimbing
Diketahui oleh
Dr Ir Dwi Rachmina, MSi
Ketua Departemen
Tanggal Lulus:

xii
PRAKATA
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah subhanahu wa ta’ala atas
segala karunia-Nya sehingga karya ilmiah ini berhasil diselesaikan. Tema yang
dipilih dalam penelitian yang dilaksanakan sejak bulan September 2012 ini ialah
Ekuitas merek dengan judul Analisis Ekuitas Merek Produk Bubur Bayi Kemasan
di Kota Bogor.
Terima kasih penulis ucapkan kepada Bapak Dr. Ir. Burhanuddin, MM
sebagai Dosen Pembimbing atas semua bimbingan, arahan, waktu, motivasi, dan
kesabaran yang telah diberikan kepada penulis selama penyusunan skripsi ini.
Ucapan terima kasih juga penulis ucapkan kepada Bapak Suprehatin, SP., M.AB
selaku pembimbing skripsi terdahulu yang banyak memberikan masukan dan
meluangkan waktu untuk berdiskusi, Begitu juga dengan Bapak Ir. Joko Purwono,
MS dan Bapak Rahmat Yanuar, SP., MSI sebagai dosen penguji sidang, serta
seluruh staf Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut
Pertanian Bogor yang telah banyak membantu selama penulisan skripsi ini.
Ungkapan terima kasih juga disampaikan kepada ayah, ibu, serta seluruh keluarga,
atas segala doa dan kasih sayangnya. Disamping itu, penghargaan penulis
sampaikan kepada Dian, Ilham, Imam, dan Dharma yang telah bersedia
memberikan bantuan untuk menyebar kuisioner penelitian. Teman-teman
Agritrash, Ilkom 45, Karemata FEM IPB, teman-teman sebimbingan skripsi,
teman-teman agribisnis. Teman-teman kostan Wisma Alma dan serta seluruh
pihak yang terlibat dalam penulisan skripsi ini saya ucapkan terima kasih.
Semoga karya ilmiah ini bermanfaat.
Bogor, Juni 2014
Ryan Satria Nugroho


vi
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL vii DAFTAR GAMBAR viii DAFTAR LAMPIRAN viii PENDAHULUAN 1
Latar Belakang 1 Perumusan Masalah 2 Tujuan Penelitian 3 Manfaat Penelitian 3 Ruang Lingkup Penelitian 3
TINJAUAN PUSTAKA 4 KERANGKA PEMIKIRAN 6
Kerangka Pemikiran Teoritis 6 Makanan Pendamping-ASI 6 Definisi Merek 6 Ekuitas Merek 7 Kesadaran Merek (Brand Awareness) 8 Asosiasi Merek (Brand Association) 10 Persepsi Kualitas (Preceived Quality) 12 Loyalitas Merek (Brand Loyalty) 12
Kerangka Pemikiran Operasional 15 METODE PENELITIAN 17
Lokasi dan Waktu Penelitian 17
Jenis dan Sumber Data 17 Metode Penarikan Sampel 17 Metode Pengolahan Data 18
Analisis Deskriptif 18 Uji Reliabilitas 19 Cochran Test 20 Importance Performance Analysis (IPA) 21
Brand Switching Pattern Matrix 23 GAMBARAN UMUM RESPONDEN 24
Karakteristik Umum Responden 24 Karakteristik Konsumen Berdasarkan Perilaku Pembelian 25
HASIL DAN PEMBAHASAN 28
Analisis Elemen Kesadaran Merek 28
Analisis Elemen Asosiasi Merek 30
Analisis Persepsi Kualitas 34 Analisis Loyalitas Merek 42
SIMPULAN DAN SARAN 51 Simpulan 51 Saran 51
DAFTAR PUSTAKA 52 RIWAYAT HIDUP 87

vii
DAFTAR TABEL
1 Tingkat partisipasi angkatan kerja wanita Indonesia tahun 2006-2010 1 2 Angka kelahiran dan tingkat pertumbuhan Kota Bogor tahun 2006-2010 2 3 Komposisi gizi dalam 100 gram 7 4 Jumlah responden pada setiap kecamatan di Kota Bogor 18 5 Interpretasi performance importance setiap atribut 22 6 Gambaran umum karakteristik responden 25 7 Sebaran responden berdasarkan frekuensi pemberian bubur bayi
kemasan 25 8 Sebaran responden berdasarkan alasan utama dalam membeli bubur
bayi 26
9 Sebaran responden berdasarkan merek bubur bayi kemasan yang dibeli
atau dikonsumsi 27 10 Sebaran responden berdasarkan tempat pembelian bubur bayi kemasan 27 11 Alasan responden dalam menentukan tempat pembelian bubur bayi
kemasan 28 12 Sebaran responden berdasarkan sumber informasi utama 28 13 Top of mind merek bubur bayi kemasan 28 14 Brand recall merek bubur bayi kemasan 29 15 Brand recognition merek bubur bayi kemasan 29 16 Unaware of brand merek bubur bayi kemasan 30 17 Ringkasan elemen kesadaran merek (%) 30 18 Ringkasan hasil uji reliabilitas setiap merek 30 19 Nilai asosiasi merek Milna berdasarkan jawaban „YA‟ 31
20 Nilai asosiasi merek Promina berdasarkan jawaban „YA‟ 32 21 Nilai asosiasi merek SUN berdasarkan jawaban „YA‟ 33 22 Nilai asosiasi merek Nestle Cerelac berdasarkan jawaban „YA‟ 33 23 Asosiasi-asosiasi pembentuk brand image produk bubur bayi kemasan 34 24 Nilai rata-rata performance importance merek Milna 35 25 Nilai rata-rata performance importance merek Promina 37 26 Nilai rata-rata performance importance merek SUN 38 27 Nilai rata-rata performance importance merek Nestle Cerelac 40 28 Ringkasan elemen persepsi kualitas merek 42
29 Perhitungan switcher 43 30 Perhitungan habitual buyer 43 31 Perhitungan satisfied buyer 44 32 Perhitungan liking the brand 44
33 Perhitungan commited buyer 45 34 Perbandingan hasil masing-masing level dari tiap merek (%) 48 35 Hasil perhitungan brand switching pattern matrix 49
36 Kemungkinan perpindahan merek 49 37 Ringkasan analisis ekuitas merek 50

viii
DAFTAR GAMBAR
1 Konsep ekuitas merek 8 2 Piramida kesadaran merek 9 3 Piramida brand loyalty 14 4 Model Ideal piramida brand loyalty 14 5 Kerangka pemikiran operasional penelitian 16 6 Diagram cartesius (IPA) 22 7 Diagram performance importance merek Milna 36 8 Diagram performance importance merek Promina 38 9 Diagram performance importance merek SUN 39
10 Diagram performance importance merek Nestle Cerelac 41 11 Piramida loyalitas merek bubur bayi kemasan Milna 46 12 Piramida loyalitas merek bubur bayi kemasan Promina 46 13 Piramida loyalitas merek bubur bayi kemasan SUN 47 14 Piramida loyalitas merek bubur bayi kemasan Nestle Cerelac 47
DAFTAR LAMPIRAN
1 Perhitungan reliabilitas bubur bayi merek Milna 54 2 Perhitungan reliabilitas bubur bayi merek Promina 56 3 Perhitungan reliabilitas bubur bayi kemasan merek SUN 58 4 Perhitungan reliabilitas bubur bayi merek Nestle Cerelac 60 5 Pengujian asosiasi bubur bayi merek Milna 62 6 Pengujian asosiasi bubur bayi merek Promina 62 7 Pengujian asosiasi bubur bayi merek SUN 62 8 Pengujian asosiasi bubur bayi merek Nestle Cerelac 63
9 Perhitungan importance performance merek Milna 63 10 Perhitungan importance performance merek Promina 69 11 Perhitungan importance performance merek SUN 75 12 Perhitungan importance performance merek Nestle Cerelac 81

1
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Makanan sangat berpengaruh terhadap keadaan gizi seorang bayi atau balita,
apabila angka kecukupan gizi pada masa ini tidak dapat dipenuhi dapat
berpengaruh buruk pada pertumbuhan fisik dan mental dari sang anak. Makanan
yang baik untuk bayi merupakan makanan yang dapat memenuhi angka
kecukupan gizi. Selain ASI, pemberian makanan tambahan berupa makanan bayi
(bubur bayi) sebelum memasuki usia 6 bulan dinilai penting bagi perkembangan
si bayi untuk memenuhi gizinya. Hal tersebut dilakukan guna mengurangi risiko
alergi pada bayi terhadap makanan selain ASI atau sufor1.
Makanan tambahan bayi berupa bubur bayi dapat dibuat sendiri di rumah
dengan menggunakan bahan alami seperti buah-buahan dan sayuran yang dapat
memenuhi angka kecukupan gizi. Namun, sejalan dengan perkembangan
teknologi pangan yang semakin modern, saat ini bubur bayi telah menjadi produk
industri dengan berbagai jenis seperti bubur buah, bubur susu, dan bubur tepung.
Industri makanan bayi yang berkembang saat ini adalah industri bubur bayi dalam
kemasan. Berbagai produk bubur bayi kemasan menawarkan kemudahan dalam
cara penyiapan makanan yang dijual dalam keadaan setengah jadi.
Bubur bayi dalam kemasan dibutuhkan oleh ibu rumah tangga yang
memiliki bayi atau balita, terutama yang bekerja atau mempunyai banyak kegiatan
di luar rumah. Kesibukan yang dimiliki oleh ibu rumah tangga yang bekerja
membuat curahan waktu yang diberikan kepada bayi atau balita relatif sedikit
dibandingkan dengan ibu rumah tangga yang tidak bekerja. Dengan demikian
tingkat partisipasi angkatan kerja wanita di Indonesia yang semakin meningkat,
diduga akan meningkatkan permintaan akan bubur bayi dalam kemasan. Data BPS
Indonesia menunjukkan adanya peningkatan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja
(TPAK) wanita dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2010 (Tabel 1).
Tabel 1 Tingkat partisipasi angkatan kerja wanita Indonesia tahun 2006-2010a
Tahun TPAK Wanita (Ribu
Jiwa)
Tingkat kenaikan (%)
2006 38 639 -
2007 41 221 6.68
2008 42 803 3.83
2009 52 670 23.05
2010 55 047 4.51 aSumber : BPS Indonesia (diolah)
Tabel 1 menunjukkan setiap tahun terjadi peningkatan partisipasi angkatan
kerja di Indonesia. Pada tahun 2008 sampai 2009 terjadi peningkatan partisipasi
angkatan kerja wanita terbesar yaitu sampai 23.05 persen. Peningkatan tenaga
kerja perempuan digambarkan dari terserapnya mereka ke sektor-sektor yang
1 Melindacare. 2011. Makanan Bayi Tambahan Selain ASI
http://melindahospital.com [diakses tanggal 4 April 2012]

2
secara tradisional banyak menampung tenaga kerja perempuan seperti
perdagangan, pertanian dan industri. Masuknya perempuan ke lapangan pekerjaan
ini lebih disebabkan dorongan pemenuhan dan usaha untuk menambah
penghasilan keluarga.
Faktor lain yang diduga akan meningkatkan permintaan bubur bayi dalam
kemasan adalah angka kelahiran yang semakin meningkat. Salah satu kota di
Indonesia yang memiliki pertumbuhan angka kelahiran yang positif setiap tahun
adalah Kota Bogor.
Tabel 2 Angka kelahiran dan tingkat pertumbuhan Kota Bogor tahun 2006-2010b
Tahun Angka Kelahiran (jiwa) Tingkat Pertumbuhan (%)
2006 446 -
2007 563 26.23
2008 563 0
2009 563 0
2010 666 18.30 bSumber : BPS Kota Bogor (diolah)
Tabel 2 menunjukkan adanya peningkatan angka kelahiran pada tahun 2006
sampai tahun 2007 sebesar 26.23 persen dan pada tahun 2009 sampai tahun 2010
terjadi sebesar 18.30 persen. Sedangkan tahun 2007 sampai dengan tahun 2009
tidak terjadi peningkatan angka kelahiran.
Potensi pasar yang cukup terbuka dan didukung oleh perkembangan
teknologi modern memicu hadirnya para produsen makanan yang bergerak dalam
bisnis makanan bayi siap saji khususnya bubur bayi kemasan. Beberapa merek
bubur bayi dalam kemasan yang mudah ditemui yaitu SUN dan Promina yang
diproduksi oleh Indofood Nutrition, Milna yang diproduksi oleh Kalbe Nutrition,
dan Nestle Cerelac yang diproduksi oleh Nestle. Dengan semakin banyak jenis
dan merek produk bubur bayi kemasan yang muncul di pasaran menyebabkan
promosi makanan bayi siap saji saat ini semakin bersaing.
Persaingan antar produsen yang kompetitif, mengharuskan produsen
menarik perhatian konsumen dengan berbagai cara. Salah satu caranya adalah
menguatkan brand image produk kepada konsumen melalui nama produk atau
merek. Ekuitas merek yang kuat menyebabkan suatu merek menjadi prestisius dan
berimplikasi kepada daya tarik yang kuat untuk konsumen mengkonsumsi suatu
produk. Hal ini menyebabkan peningkatan volume penjualan yang mendatangkan
keuntungan bagi perusahaan.
Dengan demikian riset ekuitas merek sangat diperlukan oleh pemasar dalam
menyusun langkah strategis dalam pengambilan keputusan untuk menaklukan
pasar dan membantu membangun brand image yang kuat agar memenangkan
persaingan. Bagi konsumen adanya riset ekuitas merek dapat membantu
konsumen dalam menentukan pilihan dan keputusan pembelian.
Perumusan Masalah
Berbagai merek bubur bayi instan yang diproduksi oleh perusahaan yang
berbeda kini sangat mudah dijumpai di pasar Kota Bogor ditambah lagi ibu rumah

3
tangga yang bekerja maupun tidak di Kota Bogor mudah untuk memperoleh
informasi tentang bubur bayi baik dari televisi, internet, maupun bidan. Sebagai
salah satu kota dengan tingkat kelahiran yang tinggi, dapat menjadi pasar yang
potensial bagi produk bubur bayi kemasan. Seiring dengan meningkatnya angka
kelahiran dan mudahnya memperoleh informasi, maka diduga akan terjadi
peningkatan permintaan bubur bayi kemasan. Kondisi tersebut dimanfaatkan oleh
produsen bubur bayi untuk memperluas pangsa pasarnya.
Kemunculan berbagai merek bubur bayi di pasar memberikan alternatif bagi
konsumen rumah tangga dalam menentukan pilihannya. Semakin banyaknya jenis
dan merek bubur bayi yang ada di pasar maka persaingan antar merek pun akan
semakin meningkat. Persaingan yang semakin ketat menuntut produsen lebih
cermat dalam menentukan strategi pemasarannya agar mampu menang dalam
persaingan.
Produsen perlu mengetahui informasi tentang posisi merek dagangnya untuk
menghadapi persaingan. Riset ekuitas merek menjadi sangat penting bagi
produsen untuk menentukan strategi pemasaran yang diambil. Dalam
menganalisis ekuitas merek bubur bayi, masalah yang dianalisis antara lain :
1. Seberapa kuat ekuitas merek yang dimiliki produk bubur bayi kemasan di
kota Bogor dengan menganalisis tingkat kesadaran merek, asosiasi merek,
persepsi kualitas dan loyalitas merek?
2. Bubur bayi merek apa yang memiliki ekuitas tertinggi pada konsumen
rumah tangga di Kota Bogor?
Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah :
1. Menganalisis ekuitas merek yang dimiliki produk bubur bayi kemasan,
dengan mengukur tingkat kesadaran merek, asosiasi merek, persepsi
kualitas dan loyalitas.
2. Menentukan merek bubur bayi kemasan yang mempunyai ekuitas merek
terkuat di tingkat konsumen.
Manfaat Penelitian
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk :
1. Bahan masukan, informasi dan evaluasi bagi perusahaan produk bubur
bayi kemasan
2. Bahan masukan, informasi dan rujukan bagi penelitian lebih lanjut.
Ruang Lingkup Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian mengenai elemen-elemen utama ekuitas
dari produk bubur bayi kemasan. Merek yang diteliti ada empat merek, yaitu
Milna, Promina, SUN, dan Nestle Cerelac. Pemilihan keempat merek yang
digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan ketentuan-ketentuan:
1. Merek-merek tersebut merupakan merek yang cukup diingat masyarakat

4
2. Merek-merek tersebut merupakan merek yang mempunyai rating paling
atas dan aktif dalam melakukan kegiatan promosi.
Untuk merek Promina dan SUN, walaupun kedua merek tersebut
merupakan produksi dari produsen yang sama yaitu Indofood Nutrition, namun
segmentasi kedua merek tersebut berbeda. Merek Promina memiliki segmen kelas
menengah ke atas, sedangkan SUN memiliki segmen menengah ke bawah. Selain
itu, produsen kedua merek tersebut memiliki unit bisnis (divisi) yang berbeda
untuk tiap merek yang dihasilkan, sehingga dari strategi pemasaran atau promosi
yang dilakukannya pun berbeda. Jadi kedua merek ini tetap bisa dibandingkan
antara satu merek dengan merek lainnya.
TINJAUAN PUSTAKA
Munthe (2002) menganalisis perilaku rumah tangga dalam pembelian bubur
bayi dalam kemasan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pada tahap
pengenalan kebutuhan, manfaat yang dicari ibu rumah tangga adalah manfaat
fungsional. Sumber informasi yang paling mempengaruhi adalah dokter/bidan.
Pada tahap evaluasi alternatif ibu rumah tangga memperhatikan kandungan gizi
dan rasa. Faktor yang dipertimbangkan ibu rumah tangga dalam pembelian bubur
dalam kemasan adalah kandungan gizi, rasa, gaya hidup, kemudahan memperoleh,
dan harga.
Pardede (2002) juga menganalisis faktor yang mempengaruhi perilaku
rumah tangga dalam pembelian bubur bayi kemasan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa menurut responden atribut yang paling mempengaruhi
adalah komposisi, lama kadaluarsa (daya simpan), kelengkapan label, pilihan rasa,
tekstur, bentuk kemasan, dan harga.
Penelitian Munthe (2002) dan Pardede (2002) mengenai faktor yang
mempengaruhi keputusan pembelian bubur bayi kemasan dapat dijadikan acuan
dalam penelitian yang dilakukan penulis. Dalam penelitian ekuitas merek bubur
bayi kemasan ini, penulis dapat menganalisis asosiasi dan persepsi kualitas merek
dengan mempertimbangkan faktor atau atribut yang diperoleh dari dua penelitian
terdahulu yaitu kandungan gizi, rasa, kemudahan memperoleh, harga, komposisi,
kelengkapan label, pilihan rasa, tekstur, dan bentuk kemasan.
Sejumlah penelitian empiris mengenai ekuitas merek juga telah banyak
dilakukan oleh peneliti terdahulu. Beberapa produk yang telah diteliti terkait
dengan ekuitas merek antara lain ikan kaleng, mie instan, dan es krim.
Saefulloh (2002) meneliti tentang analisis brand equity produk ikan kaleng
pengunjung supermarket Matahari Sultan Plaza Kota Bandung. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa merek ikan kaleng Gaga memperoleh peringkat paling ideal
dalam setiap tingkatan elemen brand awareness disusul merek Botan dan ABC.
Asosiasi-asosiasi pembentuk brand image dari merek Botan, lebih banyak
daripada merek Gaga dan ABC. Pada perceived quality merek Botan lebih baik
daripada merek Gaga dan ABC. Pada elemen brand loyalty ketiga merek berada
pada posisi yang tidak jauh beda. Secara umum merek ikan kaleng Botan
memiliki brand equity paling kuat diantara ketiga merek ikan kaleng yang
dianalisis.

5
Penelitian mengenai ekuitas merek ikan kaleng juga pernah dilakukan oleh
Syiska (2006) di Kota Bogor. Merek Botan unggul/kuat di tiga elemen ekuitas
merek yaitu kesadaran merek, asosiasi merek dan persepsi kualitas. Hasil
penelitian Syiska (2006) memberikan kesimpulan yang sama dengan Saefulloh
(2002) bahwa merek Botan merupakan merek ikan kaleng dengan ekuitas merek
terkuat. Akan tetapi, terdapat perbedaan alat analisis yang digunakan Syiska
(2006) pada elemen persepsi kualitas jika dibandingkan dengan penelitian
terdahulu. Dalam menganalisis persepsi kualitas merek, Syiska (2006)
menggunakan Importance Performance Analysis (IPA) yang membandingkan
kinerja suatu merek dengan harapan responden yang terkait dengan variabel yang
diteliti. Sementara, Saefulloh (2006) pada penelitian terdahulu menggunakan
Skala Semantic Differential yang hanya mengukur kinerja suatu merek tanpa
membandingkannya dengan tingkat harapan variabel yang diteliti.
Rahmat (2005) menganalisis beberapa komponen ekuitas merek produk es
krim di wilayah DKI Jakarta. Hasil perbandingan komponen-komponen pada
ekuitas merek produk es krim menunjukkan bahwa merek Campina memiliki
ekuitas merek yang terkuat untuk kategori kemasan impulse. Merek Campina
lebih unggul pada elemen asosiasi merek dan loyalitas merek, sedangkan merek
Wall‟s unggul pada elemen kesadaran merek dan Indomeiji juga hanya unggul
pada elemen persepsi kualitas merek. Pada kemasan take home merek Wall‟s
memiliki ekuitas merek terkuat dibanding kedua merek lainnya. Merek Wall‟s
unggul pada elemen kesadaran merek dan persepsi kualitas merek, merek
Campina unggul pada elemen loyalitas merek dan merek Indomeiji juga hanya
unggul pada elemen asosiasi merek.
Penelitian lainnya tentang ekuitas merek mie instan di kecamatan Bogor
Barat dilakukan oleh Susanti (2006). Hasil penelitian menunjukkan bahwa
Indomie unggul pada elemen kesadaran merek dan persepsi kualitas, mie Sedaap
unggul pada elemen loyalitas merek, Sarimi unggul pada elemen asosiassi merek,
dan Supermi unggul pada elemen asosiasi merek dan persepsi kualitas. Hal ini
menunjukkan Indomie dan Supemi adalah merek mie instan dengan ekuitas
terkuat dibanding merek mie Sedaap dan Sarimi.
Perbedaan antara penelitian ini dengan penelitian terdahulu yaitu dalam hal
produk yang dianalisis. Penulis mengambil produk bubur bayi dalam kemasan
yang beredar di pasar yaitu bubur bayi merek Milna, SUN, Promina, dan Neslte
Cerelac. Konsep penelitian yang akan dilakukan berhubungan dengan ekuitas
merek, berbeda dengan penelitian Munthe (2002) dan Pardede (2002) yang hanya
mengarah kepada perilaku pembelian bubur bayi dalam kemasan. Konsep
penelitian yang dilakukan peneliti sama dengan penelitian terdahulu yang
dilakukan oleh Saefulloh (2002), Syiska (2006), Rahmat (2005), dan Susanti
(2006) yaitu menganalisis brand awareness, brand association, perceived quality,
dan brand loyalty. Alat analisis yang akan digunakan penulis sama dengan
penelitian ekuitas merek terdahulu. Tempat yang akan diteliti sama dengan
penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Syiska (2006) yaitu Kota Bogor.

6
KERANGKA PEMIKIRAN
Kerangka Pemikiran Teoritis
Makanan Pendamping-ASI
MP-ASI adalah makanan atau minuman yang mengandung zat gizi,
diberikan kepada bayi atau anak usia 6-24 bulan guna memenuhi kebutuhan gizi
selain dari ASI. MP-ASI merupakan makanan peralihan dari ASI ke makanan
keluarga. Pengenalan dan pemberian MP-ASI harus dilakukan secara bertahap
baik bentuk maupun jumlah. Hal ini dimaksudkan untuk menyesuaikan
kemampuan alat pencernaan bayi dalam menerima MP-ASI (Depkes RI, 2004).
MP-ASI diklasifikasikan menjadi dua jenis yaitu MP-ASI bubuk instan dan
biskuit. Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) Bubuk Instan terbuat dari
campuran beras dan atau beras merah, kacang hijau dan atau kedelai, susu, gula,
minyak nabati, dan diperkaya dengan vitamin dan mineral serta ditambah dengan
penyedap rasa dan aroma (Depkes RI, 2007).
Untuk menjaga standar gizi MP-ASI yang diperdagangkan, ditetapkan
standar gizi MP-ASI Bubuk Instan yang harus dipenuhi oleh setiap produsen.
Selain standar gizi, produsen juga harus memenuhi syarat keamanan pangan dan
penandaan label dan pengemasan.syarat standar gizi tersebut dapat dilihat pada
Tabel 3.
Definisi Merek
Merek adalah nama atau simbol yang bersifat membedakan (seperti logo,
cap atau kemasan) dengan maksud mengidentifikasi barang atau jasa dari seorang
penjual atau sebuah kelompok penjual tertentu, dengan demikian membedakannya
dari barang dan jasa yang dihasilkan kompetitor (Aaker 1997).
Merek sebenarnya merupakan nilai tangible dan intangible intangible yang
terwakili dalam sebuah merek dagang (Trademark) yang mampu menciptakan
nilai dan pengaruh tersendiri di pasar bila dikelola dengan tepat (Rangkuti 2002).
Merek mengandung janji perusahaan untuk secara konsisten memberikan
ciri, manfaat, dan jasa tertentu kepada pembeli. Merek lebih dari sekedar jaminan
kualitas karena di dalamnya tercakup enam pengertian sebagai berikut (Durianto
et al 2004).
1. Atribut produk; seperti kualitas, gengsi, nilai jual kembali, dan lain-lain
2. Manfaat; merek membawa sejumlah atribut. Atribut merek diterjemahkan
dengan manfaat emosional dan funfsional.
3. Nilai; menyatakan sesuatu tentang nilai produsen.
4. Budaya; mencerminkan budaya tertentu
5. Kepribadian; mencerminkan kepribadian tertentu
6. Pemakai; merek menunjukkan jenis konsumen yang membeli atau
menggunakan produk tersebut.
Rangkuti (2002) menambahkan bahwa dengan enam tingkat pengertian
merek, perusahaan harus menentukan pada tingkat mana ia menanamkan identitas
merek. Mempromosikan merek saja merupakan suatu kesalahan. Pertama,
konsumen tidak begitu tertarik pada atribut merek dibandingkan dengan manfaat
merek. Kedua, pesaing dengan mudah meniru atribut tersebut. Ketiga, atribut

7
yang sekarang mungkin nanti kurang bernilai, sehingga merugikan merek yang
terlalu terkait pada atribut tersebut.
Tabel 3 Komposisi gizi dalam 100 gramc
No Zat Gizi Satuan Kadar
1 Energi kkal 400 - 440
2 Protein (kualitas protein tidak
kurang dari 70% kualitas kasein)
g 15 - 22
3 Lemak (kadar asam linoleat
minimal 300 mg per 100 kkal atau
1,4 gram per 100 gram produk)
g 10 - 15
4 Karbohidrat
4.1 Gula (sukrosa) g Maksimum 3o
4.2. Serat g Maksimum 5
5 Vitamin A mcg 250 - 350
6 Vitamin D mcg 7 - 10
7 Vitamin E mg 4 – 6
8 Vitamin K mcg 7 - 10
9 Thiamin mg 0.3 – 0.4
10 Riboflavin mg 0.3 – 0.5
11 Niasin mg 2.5 – 4.0
12 Vitamin B12 mcg 0.3 – 0.6
13 Asam folat mcg 40 - 100
14 Vitamin B6 mg 0.4 – 0.7
15 Asam Pantotenat mg 1.3 – 2.1
16 Vitamin C mg 27 – 35
17 Besi mg 5 – 8
18 Kalsium mg 200 - 400
19 Natrium mg 240 - 400
20 Seng mg 2.5 – 4.0
21 Iodium mcg 45 - 70
22 Fosfor mg perbandingan Ca:P = 1.2 –
2.0
23 Selenium mcg 10 - 15
24 Air g maksimal 4 cSumber : Depkes RI (2007)
Ekuitas Merek
Ekuitas merek adalah seperangkat aset dan liabilitas merek yang berkaitan
dengan suatu merek, nama dan simbolnya, yang menambah atau mengurangi nilai
yang diberikan oleh sebuah barang atau jasa kepada perusahaan atau para
pelanggan perusahaan (Aaker 1997).
Ekuitas merek menurut (Aaker 1997) ekuitas merek dapat dikelompokkan
ke dalam lima kategori yaitu:
1. Kesadaran merek (brand awareness);menunjukkan kesanggupan seorang
pembeli mengenali atau mengingat kembali bahwa suatu merek merupakan
bagian dari kategori produk tertentu.

8
2. Asosiasi merek (brand association);mencerminkan persepsi pelanggan
terhadap keseluruhan kualitas/keunggulan suatu produk/jasa layanan berkenaan
dengan maksud yang diharapkan.
3. Kesan kualitas (preceived quality);mencerminkan pencitraan suatu merek
terhadap suatu kesan tertentu dalam kaitannya dengan kebiasaan, gaya hidup,
manfaat, atribut produk, geografis, harga, pesaing, selebritis, dan lain-lain.
4. Loyalitas merek (brand loyalty);mencerminkan tingkat keterikatan konsumen
dengan suatu merek produk.
5. Aset hak milik merek yang lain (other proprietary brand assets)
Elemen utama dalam ekuitas merek adalah 4 elemen ekuitas merek kecuali
aset merek lainnya. Konsep ekuitas merek dapat dilihat pada Gambar 1. Gambar
tersebut menunjukkan lima kategori aset yang mendasari ekuitas merek ditujukan
sebagai dasar ekuitas merek dan memperlihatkan bahwa ekuitas merek
menciptakan nilai kepada konsumen maupun perusahaan.
Gambar 1 Konsep ekuitas merek
Sumber : Aaker (1997)
Kesadaran Merek (Brand Awareness)
Kesadaran merek adalah kesanggupan seseorang pembeli untuk mengenali
atau mengingat kembali bahwa suatu merek merupakan bagian dari kategori
produk tertentu (Durianto et al 2004). Bagian dari suatu kategori produk perlu
ditekankan karena terdapat suatu hubungan yang kuat antara kategori produk
EKUITAS MEREK
(Nama dan Simbol)
Persepsi
kualitas Asosiasi Merek
Aset hak milik
merek yang lain
Kesadaran
merek
Loyalitas
merek
Memberikan nilai kepada
pelanggan dengan menguatkan :
Interpretasi/proses Informasi
Rasa percaya diri dalam
pembelian
Pencapaian kepuasan dari
pelanggan
Memberikan nilai kepada
perusahaan dengan menguatkan :
Efisiensi dan efektifitas
program pemasaran
Loyalitas merek
Harga/laba
Perluasan merek
Peningkatan perdagangan
Keuntungan kompetitif

9
dengan merek yang dilibatkan. Brand awareness membutuhkan continuum
ranging (jangkauan kontinuum) dari perasaaan yang tidak pasti bahwa merek
tertentu telah dikenal sebelumnya, sehingga konsumen yakin bahwa produk
tersebut merupakan satu-satunya merek dalam suatu kelompok produk. Kontinum
ini dapat terwakili dalam tingkatan brand awareness yang berbeda seperti terlihat
dalam Gambar 2.
Gambar 2 Piramida kesadaran merek
Sumber : Durianto et al (2004)
Peran brand awareness dalam brand equity tergantung pada tingkatan akan
pencapaian kesadaran di benak konsumen. Tingkatan brand awareness paling
rendah adalah brand recognition (pengenalan merek) atau disebut juga
pengingatan kembali dengan bantuan. Tingkatan berikutnya adalah brand recall
(pengingatan kembali merek) atau tingkatan pengingatan kembali tanpa bantuan
karena konsumen tidak perlu dibantu untuk mengingat merek. Pengukuran
pengenalan merek tanpa bantuan lebih sulit dibandingkan pengenalan merek
dengan bantuan. Tingkatan berikutnya adalah merek yang disebut pertama kali
pada saat pengenalan merek tanpa bantuan yaitu top of mind (kesadaran puncak
pikiran). Top of mind adalah brand awareness tertinggi yang merupakan pimpinan
dari berbagai merek yang ada dalam pikiran konsumen (Durianto et al 2004).
Pengenalan maupun pengingatan merek akan melibatkan upaya
mendapatkan identitas nama dan menghubungkannya ke kategori produk.
Menurut Durianto et al (2004) Agar brand awareness dapat dicapai dan
diperbaiki dapat ditempuh beberapa cara berikut:
1. Pesan yang disampaikan harus mudah diingat dan tampil beda dibandingkan
dengan lainnya serta harus ada hubungan antara merek dengan kategori.
2. Memakai slogan atau jingle lagu yang menarik sehingga membantu konsumen
untuk mengingat kembali merek
Top of
Mind
Brand Recall
Brand Recognition
Brand Unaware

10
3. Jika produk memiliki simbol, hendaknya simbol yang dipakai dapat
dihubungkan dengan mereknya.
4. Perluasan nama merek dapat dipakai agar merek semakin banyak diingat
pelanggan.
5. Brand awareness dapat diperkuat dengan memakai suatu isyarat yang sesuai
dengan kategori produk, merek, atau keduanya.
6. Melakukan pengulangan untuk mengingat kembali karena membentuk ingatan
lebih sulit dibandingkan membentuk pengenalan.
Asosiasi Merek (Brand Association)
Brand association adalah segala kesan yang muncul di benak seseorang
yang terkait dengan ingatannya mengenai suatu merek (Durianto et al 2004).
Kesan-kesan yang terkait merek akan semakin meningkat dengan semakin
banyaknya pegalaman konsumen dalam mengkonsumsi suatu merek atau dengan
semakin seringnya penampakan merek tersebut dalam strategi komunikasinya,
ditambah lagi jika kaitan tersebut didukung oleh suatu jaringan dari kaitan-kaitan
lain.
Suatu merek yang telah mapan akan memiliki posisi menonjol dalam
persaingan bila didukung oleh berbagai asosiasi yang kuat. Berbagai asosiasi
merek saling berhubungan dan membentuk brand image. Semakin banyak
asosiasi yang saling berhubungan, semakin kuat brand image yang dimiliki oleh
merek tersebut.
Pada umumnya asosiasi merek (terutama yang membentuk brand image)
menjadi pijakan konsumen dalam keputusan pembelian dan loyalitasnya pada
merek tersebut. Dalam prakteknya, didapati banyak sekali kemungkinan asosiasi
dan variasi dari brand association yang dapat memberikan nilai bagi suatu merek,
dipandang dari sisi perusahaan maupun dari sisi konsumen. Berbagai fungsi
asosiasi menurut Durianto et al (2004) adalah:
1. Help process/retrive information (membantu proses penyusunan informasi)
2. Differentiate (Membedakan)
Suatu asosiasi dapat memberikan landasan yang penting bagi upaya
pembedaan suatu merek dari merek lainnya.
3. Reason to buy
Brand association membangkitkan berbagai atribut produk atau manfaat
bagi konsumen (customer benefit) yang dapat memberikan alasan spesifik bagi
konsumen untuk membeli dan menggunakan merek tersebut.
4. Create positive attitude/feelings (menciptakan sikap atau perasaan positif)
Beberapa asosiasi mampu merangsang suatu perasaan positif yang pada
gilirannya merembet ke merek yang bersangkutan. Asosiasi-asosiasi tersebut
dapat menciptakan perasaan positif atas dasar pengalaman mereka sebelumnya
serta pengubahan pengalaman tersebut menjadi sesuatu yang lain daripada
yang lain
5. Basis for extensions
Suatu asosiasi dapat menghasilkan landasan bagi suatu perluasan dengan
menciptakan rasa kesesuaian (sense of fit) antara merek dan sebuah produk
baru, atau dengan menghadirkan alasan untuk membeli produk perluasan
tersebut.

11
Menurut Durianto (2004) Asosiasi-asosiasi yang terkait dengan suatu
merek umumnya dihubungkan dengan berbagai hal berikut :
1. Product atributes (Atribut produk)
Mengasosiasikan atribut atau karakteristik suatu produk merupakan
strategi positioning yang paling sering digunakan. Mengembangkan asosiasi
semacam ini efektif karena jika atribut tersebut bermakna, asosiasi dapat
secara langsung diterjemahkan dalam alasan pembelian suatu merek.
2. Intangibles atributes (Atribut tak berwujud)
Suatu faktor tak berwujud merupakan atribut umum, seperti halnya
persepsi kualitas, kemajuan teknologi, atau kesan nilai yang mengikhtisarkan
serangkaian atribut yang objektif
3. Customer’s Benefits (Manfaat bagi pelanggan)
Karena sebagian besar atribut produk memberikan manfaat bagi pelanggan,
maka biasanya terdapat hubungan antar keduanya. Manfaat bagi pelanggan
dapat dibagi dua, yaitu rational benefit (manfaat rasional) dan psychological
benefit (manfaat psikologis). Manfaat rasional berkaitan erat dengan atribut
dari produk yang dapat menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan
rasional. Manfaat psikologis sering kali merupakan konsekuensi ekstrem
dalam proses pembentukan sikap, berkaitan dengan perasaan yang
ditimbulkan ketika membeli atau menggunakan merek tersebut
4. Relative Price (Harga)
Evaluasi terhadap suatu merek di sebagian kelas produk ini akan diawali
dengan penentuan posisi merek tersebut dalam satu atau dua dari tingkat
harga
5. Application (Penggunaan)
Pendekatan ini adalah dengan mengasosiasikan merek tersebut dengan
suatu penggunaan atau aplikasi tertentu
6. User/Customer (Pengguna/Pelanggan)
Pendekatan ini adalah dengan mengasosiasikan sebuah merek dengan
sebuah tipe pengguna atau pelanggan dari produk tersebut
7. Celebrity/person (Orang terkenal/khalayak)
Mengaitkan orang terkenal atau artis dengan sebuah merek dapat
mentransfer asosiasi kuat yang dimiliki oleh orang terkenal ke merek tersebut.
8. Life style/personality (Gaya hidup/kepribadian)
Asosiasi sebuah merek dengan suatu gaya hidup dapat diilhami oleh
asosiasi para pelanggan merek tersebut dengan aneka kepribadian dan
karakteristik gaya hidup yang hampir sama.
9. Product class (Kelas produk)
Mengasosiasikan sebuah merek menurut kelas produknya.
10. Competitors (Para pesaing)
Mengetahui pesaing dan berusaha untuk menyamai atau bahkan
mengungguli pesaing.
11. Country/geographic area (Negara/wilayah geografis)
Sebuah negara dapat menjadi simbol yang kuat asalkan memiliki
hubungan yang erat dengan produk, bahan, dan kemampuan.
Di samping beberapa acuan yang telah disebutkan, beberapa merek juga
memiliki asosiasi dengan berbagai hal lain yang belum disebutkan di atas. Dalam
kenyataanya, tidak semua merek produk memiliki semua asosiasi di atas. Merek

12
tertentu berasosiasi dengan beberapa hal di atas dan merek lainnya berasosiasi
dengan beberapa hal yang lain.
Persepsi Kualitas (Preceived Quality)
Persepsi kualitas dapat didefinisikan sebagai persepsi konsumen terhadap
keseluruhan kualitas atau keunggulan suatu produk atau jasa layanan berkaitan
dengan apa yang diharapkan konsumen (Durianto et al 2004). Persepsi konsumen
tidak dapat ditentukan secara obyektif karena preceived quality merupakan
persepsi dari konsumen. Persepsi konsumen akan melibatkan apa yang penting
bagi konsumen karena setiap konsumen memiliki kepentingan yang berbeda-beda
terhadap suatu produk atau jasa.
Menurut Durianto et al (2004) Persepsi kualitas adalah salah satu kunci
dimensi ekuitas merek. Persepsi kualitas mempunyai atribut penting yang dapat
diaplikasikan dalam berbagai hal, seperti:
1. Kualitas aktual atau obyektif (actual or objective quality)
Perluasan ke suatu bagian dari produk/jasa yang memberikan pelayanan lebih
baik
2. Kualitas isi produk (product-based quality)
Karakteristik kuantitas unsur, bagian, atau pelayanan yang disertakan.
3. Kualitas proses manufaktur (manufacturing quality)
Kesesuaian dengan spesifikasi; hasil akhir yang “tanpa cacat” (zero defect)
Loyalitas Merek (Brand Loyalty)
Loyalitas merek adalah ukuran dari kesetiaan pelanggan terhadap suatu
merek. Loyalitas merek merupakan inti dari brand equity yang menjadi gagasan
sentral dalam pemasaran (Rangkuti 2004). Durianto et al 2004 menyatakan brand
loyalty merupakan suatu ukuran keterkaitan pelanggan kepada sebuah merek.
Ukuran ini mampu memberikan gambaran tentang mungkin tidaknya seseorang
pelanggan beralih ke merek produk lain, terutama jika pada merek tersebut
didapati adanya perubahan, baik menyangkut harga ataupun atribut lain.
Pelanggan yang loyal kepada suatu merek tidak akan dengan mudah
memindahkan pembeliannya ke merek lain, apa pun yang terjadi dengan merek
tersebut. Bila loyalitas pelanggan terhadap suatu produk tinggi maka produk
tersebut memiliki ekuitas merek yang kuat.
Dengan pengelolaan dan pemanfaatan yang benar, brand loyalty dapat
menjadi aset strategis bagi perusahaan. (Durianto et al 2004) menambahkan
beberapa potensi yang dapat diberikan oleh brand loyalty kepada perusahaan :
1. Mengurangi biaya pemasaran (reducing marketing cost)
2. Meningkatkan perdagangan (trade leverage)
3. Menarik minat pelanggan baru (attracting new customers)
4. Memberi waktu untuk merespons ancaman persaingan (provide time to
respond to competitive threats)
Dalam kaitannya dengan brand loyalty suatu produk, didapati adanya
beberapa tingkatan brand loyalty. Masing-masing tingkatannya menunjukkan
tantangan pemasaran yang harus dihadapi sekaligus aset yang dapat dimanfaatkan
(Durianto et al 2004). Adapun tingkatan brand loyalty tersebut adalah :

13
1. Switcher (berpindah-pindah)
Pelanggan pada tingkat loyalitas ini dikatakan sebagai pelanggan yang
berada pada tingkat paling dasar. Semakin tinggi frekuensi pelanggan untuk
memindahkan pembeliannya dari satu merek ke merek lain mengindikasikan
mereka sebagai pembeli yang sama sekali tidak loyal atau tidak tertarik pada
merek tersebut.
2. Habitual buyer (pembeli bersifat kebiasaan)
Pembeli pada tingkatan ini dapat dikategorikan sebagai pembeli yang
puas dengan merek produk yang dikonsumsinya atau setidaknya mereka tidak
mengalami ketidakpuasan dalam mengkonsumsi merek produk tersebut. Pada
tingkatan ini pada dasarnya tidak didapati alasan yang cukup untuk
menciptakan keinginan untuk membeli merek lain. Dapat disimpulkan bahwa
pembeli ini dalam membeli suatu merek didasarkan atas kebiasaan mereka
selama ini.
3. Satisfied buyer (pembeli yang puas dengan biaya peralihan)
Pada tingkatan ini, pembeli merek masuk kategori puas bila mereka
mengkonsumsi merek tersebut, meskipun demikian mungkin saja mereka
memindahkan pembeliannya ke merek lain dengan menanggung switching cost
(biaya peralihan) yang terkait dengan waktu, uang, atau risiko kinerja yang
melekat dengan tindakan mereka beralih merek.
4. Likes the brand (menyukai merek)
Pembeli yang masuk dalam kategori loyalitas ini merupakan pembeli
yang sungguh-sungguh menyukai merek tersebut. Pada tingkatan ini dijumpai
perasaan emosional yang terkait pada merek. Rasa suka pembeli bisa saja
didasari oleh asosiasi yang terkait dengan simbol, rangkaian pengalaman dalam
penggunaan sebelumnya baik yang dialami pribadi maupun oleh kerabatnya
ataupun disebabkan oleh preceived quality yang tinggi.
5. Commited buyer (pembeli yang komit)
Pada tahapan ini pembeli merupakan pelanggan yang setia. Mereka
memiliki suatu kebanggaan sebagai pengguna suatu merek dan bahkan merek
tersebut menjadi sangat penting bagi mereka dipandang dari segi fungsinya
maupun sebagai suatu ekspresi mengenai siapa sebenarnya mereka. Pada
tingkatan ini, salah satu aktualisasi loyalitas pembeli ditunjukkan oleh tindakan
merekomendasikan dan mempromosikan merek tersebut kepada pihak lain.
Tiap tingkatan brand loyalty mewakili tantangan pemasaran yang berbeda
dan juga mewakili tipe aset yang berbeda dengan pengelolaan eksploitasinya
(Durianto et al 2004). Tampilan piramida brand loyalty yang umum seperti pada
Gambar 3.
Dari piramida loyalitas tersebut terlihat bahwa bagi merek yang belum
memiliki brand equity yang kuat, porsi terbesar dari konsumennya berada pada
tingkatan switcher. Selanjutnya, porsi terbesar kedua ditempati oleh konsumen
yang berada pada taraf habitual buyer, dan seterusnya, hingga posisi terkecil
ditempati oleh commited buyer. Meskipun demikian bagi merek yang memiliki
brand equity yang kuat, tingkatan dalam brand loyalty-nya diharapkan
membentuk segitiga terbalik. Maksudnya makin ke atas makin melebar sehingga
diperoleh jumlah comitted buyer yang lebih besar daripada switcher (Durianto et
al 2004) seperti pada Gambar 4 berikut:

14
Gambar 3 Piramida brand loyalty
Sumber : Durianto et al (2004)
Gambar 4 Model Ideal piramida brand loyalty
Sumber : Durianto et al (2004)
commited
buyer
liking the brand
satisfied buyer
habitual buyer
switcher
commited buyer
liking the brand
satisfied buyer
habitual buyer
switcher

15
Kerangka Pemikiran Operasional
Penelitian mengenai ekuitas merek bubur bayi dilakukan dengan
menganalisis elemen ekuitas merek bubur bayi, yaitu:Promina, Milna, SUN, dan
Nestle Cerelac. Elemen ekuitas merek yang dianalisis adalah kesadaran merek
(brand awareness), asosiasi merek (brand association), persepsi kualitas
(preceived quality), dan loyalitas konsumen (brand loyalty).
Hasil analisis elemen ekuitas merek dapat dilihat bagaimana kekuatan
merek bubur bayi, di kalangan ibu rumah tangga kota bogor. Untuk lebih
memperjelas mengenai gambaran penelitian, maka pada Gambar 5 dapat dilihat
kerangka pemikiran operasional yang akan dilaksanakan

16
Gambar 5 Kerangka pemikiran operasional penelitian
Mengelola aset merek bubur bayi untuk menggaet
konsumen
Makanan pendamping ASI dibutuhkan untuk melengkapi kebutuhan
gizi bayi
Perubahan perilaku ibu rumah tangga yang menginginkan
kepraktisan dalam memberikan makanan bayi
Jumlah kelahiran bayi yang terus bertambah
Analisis Ekuitas Merek bubur bayi
Kesadaran
Merek
Asosiasi
merek
Persepsi
kualitas
Loyalitas
merek
Ekuitas merek terkuat
Memberikan nilai kepada
pelanggan dan perusahaan
Peningkatan jumlah perusahaan dan merek bubur bayi
kemasan yang menciptakan kompetisi
Brand
Switching
Pattern Matrix Uji Cochran
Importance
performance
analysis
Analisisis
Deskriptif

17
METODE PENELITIAN
Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan pada sebagian penduduk kota bogor. Pemilihan lokasi
dilakukan dengan sengaja (purposive). Pertimbangan pemilihan lokasi adalah
letak Kota Bogor yang tidak jauh dari Kota Jakarta sebagi Ibukota Negara,
sehingga masyarakat Kota Bogor berpotensi untuk pengembangan dan
pertumbuhan kegiatan ekonomi. Dilihat dari jumlah penduduknya yang
berkembang pesat dengan tingkat kesejahteraan yang relatif tinggi. Penelitian
dilaksanakan pada bulan September 2012-Maret 2013.
Jenis dan Sumber Data
Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Data
primer diperoleh dari wawancara secara langsung dengan pengisian kuisioner.
Kuisioner yang diberikan responden berisi pertanyaan tertutup dan terbuka.
Pertanyaan tertutup berupa pertanyaan yang alternatif jawabannya telah
disediakan. Sedangkan pertanyaan terbuka adalah pertanyaan yang memberikan
kebebasan kepada responden untuk menjawab. Pengisian kuesioner dilakukan
dengan mewawancarai secara langsung responden. Data sekunder digunakan
sebagai data penunjang dalam penelitian ini. Data sekunder diperoleh dari artikel,
jurnal, buku, literatur internet, serta dari berbagai instansi terkait seperti Badan
Pusat Statistik (BPS) Indonesia dan Kota Bogor serta Departemen Kesehatan
Republik Indonesia (Depkes RI).
Metode Penarikan Sampel
Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode non
probability sampling yaitu judgement sampling. Pada metode judgement sampling,
sampel diambil berdasarkan kriteria-kriteria responden yang telah dirumuskan
terlebih dahulu oleh peneliti (Durianto et al 2001). Responden yang dipilih dalam
penelitian ini mempunyai ciri-ciri yang telah ditentukan oleh peneliti yaitu ibu
rumah tangga yang memiliki anak berusia 6-24 bulan, pernah menggunakan salah
satu dari merek bubur bayi Milna, Promina, SUN, dan Nestle Cerelac dalam tiga
bulan terakhir serta berdomisili di wilayah Kota Bogor. Secara keseluruhan
responden diambil dari enam kecamatan yang terdapat di Kota Bogor yaitu
kecamatan Bogor Barat, Bogor Timur, Bogor Tengah, Bogor Selatan, Bogor
Utara, dan Tanah Sareal.
Dengan pertimbangan waktu dan biaya, maka jumlah sampel yang diambil
adalah sebanyak 90 responden. Responden akan diambil dari setiap kecamatan
yang ada di Kota Bogor melalui pendekatan sample fraction yang dihitung
berdasarkan jumlah rumah tangga di masing-masing kecamatan terhadap jumlah
seluruh jumlah rumah tangga di Kota Bogor.

18
Menurut Nazir (2005), penentuan sampel dalam setiap kecamatan
menggunakan metode alokasi sampel berimbang melalui pendekatan sample
fraction dihitung dengan rumus:
n1 = N
N n
dimana:
n1 = jumlah sampel dalam tiap kecamatan
N1= jumlah populasi dalam tiap kecamatan
N = jumlah populasi rumah tangga Kota Bogor
n = besarnya ukuran sampel (90 orang)
Berdasarkan perhitungan diperoleh sebaran responden dalam setiap
kecamatan yang terlihat pada Tabel 4.
Tabel 4 Jumlah responden pada setiap kecamatan di Kota Bogor
Kecamatan Jumlah Rumah
Tangga (N)
Sample Frame
(N1/N)
Jumlah
Responden per
Kecamatan (n1)
Bogor Selatan 43 787 0.20 17
Bogor Timur 23 080 0.10 9
Bogor Utara 42 495 0.18 16
Bogor Tengah 25 852 0.11 10
Bogor Barat 51 911 0.22 20
Tanah Sareal 47 003 0.20 18
Total 234 128 1.00 90
Metode Pengolahan Data
Pengolahan dan analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif.
Data secara kuantitatif diolah dengan menggunakan uji reliabilitas (Hoyt), analisis
Cochran Test, IPA (Importance Performance Analisis) serta Brand Switching
Pattern Matrix. Semua uji tersebut diolah dengan menggunakan program software
Microsoft Excel 2010 dan SPSS. Data yang tidak dianalisis menggunakan
instrumen tersebut akan dianalisis secara deskriptif dengan cara menabulasikan
data yang diperoleh.
Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan profil responden dan
tingkat brand awareness (kesadaran merek) responden bubur bayi kemasan
dengan cara menabulasikan data yang diperoleh. Kesadaran merek responden
dapat memberikan informasi sejauh mana merek bubur bayi kemasan tersebut
tertanam di benak konsumen. Parameter yang digunakan untuk penentuan ekuitas
merek pada elemen brand awareness yaitu merek yang mempunyai top of mind
yang tinggi akan mempunyai nilai yang tinggi pula yang berarti ekuitas merek
yang dimilikinya juga kuat.

19
Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas adalah uji keterandalan instrumen yang digunakan dalam
riset brand association (asosiasi merek). Instrumen riset yang terandal akan
mampu mengungkap informasi yang sebenarnya di lapangan. Terdapat berbagai
metode uji reliabilitas yang secara umum dibedakan untuk jumlah butir ganjil atau
genap. Namun dalam penelitian kali ini, uji reliabilitas yang digunakan adalah
dengan menggunakan metode Hoyt. Metode ini dapat digunakan untuk jumlah
butir yang ganjil atau genap. Uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui
kereliabelan dari asosiasi-asosiasi yang diajukan pada responden dalam kuesioner
(Durianto et al 2001).
Asosiasi-asosiasi yang diajukan kepada responden adalah aman dikonsumsi,
rasa yang enak, banyak pilihan rasa, kandungan gizi lengkap, mudah
memperolehnya, tekstur lembut, promosi/iklan menarik, bentuk kemasan menarik,
ukuran kemasan sesuai, harga terjangkau, merek terkenal, daya simpan lama, dan
label kemasan lengkap.
Pengujian reliabilitas instrumen dengan cara ini dilaksanakan melalui tahap-
tahap berikut :
1. Mencari nilai Jumlah Kuadrat Responden (JKr) dengan rumus :
Kr ∑Xt
N (∑Xt
kN
Keterangan :
JKr = jumlah kuadrat responden k = banyaknya butir pertanyaan
Xt = skor total setiap responden N = banyaknya responden
2. Mencari Jumlah Kuadrat Butir (JKb) dengan rumus :
∑
∑
Keterangan :
JKb = jumlah kuadrat butir
∑B2 = jumlah kuadrat benar (ya) seluruh butir skor total
(∑Xt)2 = kuadrat dari jumlah skor total
3. Mencari Jumlah Kuadrat Total (JKt) dengan rumus :
∑ ∑
∑ ∑
Keterangan :
JKt = jumlah kuadrat total
∑B = jumlah jawaban benar (ya) seluruh butir
∑S = jumlah jawaban salah (tidak) seluruh butir
4. Mencari Jumlah Kuadrat Sisa (JKs) dengan rumus :
JKs = JKt - JKr - JKb
5. Mencari varians responden, varians asosiasi dan varians sisa dengan rumus:

20
Keterangan :
Vr = varians responden dbr = derajat bebas responden
Vb = varians butir asosiasi dbb = derajat bebas butir asosiasi
Vs = varians sisa dbs = derajat bebas sisa
6. Memasukan nilai varians yang diperoleh, ke dalam rumus :
Nilai reliabilitas yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan nilai dari
tabel r product moment. Jika | r11 |< r product moment dapat disimpulkan bahwa
instrumen yang digunakan tidak andal. Sebaliknya jika | r11 |> r product moment
dapat disimpulkan bahwa instrumen yang digunakan andal dan penelitian dengan
menggunakan instrumen yang sama dapat dilanjutkan.
Cochran Test
Setelah terbukti bahwa asosiasi yang diusulkan andal, penelitian dilanjutkan
dengan konsentrasi pada asosiasi-asosiasi yang terkuat dalam benak konsumen.
Alat yang digunakan untuk mencapai tujuan ini adalah Uji Cochran (Cochran
Test). Cochran test digunakan untuk menguji signifikansi hubungan setiap
asosiasi yang ada dalam suatu merek. Asosiasi yang saling berhubungan akan
membentuk brand image dari merek tersebut dengan cara membandingkan nilai
Cochran dengan Chi Square Table. Brand image yang terbentuk adalah dengan
ketentuan nilai Cochran kurang dari nilai Chi Square Table (Durianto et al 2001).
Langkah-langkah dalam pengujian ini adalah sebagai berikut :
1. Hipotesiskan pengujian
Ho:Kemungkinan jawaban “ya” adalah sama untuk semua variabel (asosiasi
Ha:Kemungkinan jawaban “ya” adalah berbeda untuk setiap variabel (asosiasi
2. Hitung statistik Q dengan rumus :
Q C C ∑Cj
C N
CN ∑Ri
Keterangan :
C = banyaknya variabel (asosiasi) Cj jumlah kolom jawaban “ya”
Ri jumlah baris jawaban “ya” N = total responden
Dasar pengambilan keputusan :
Ho ditolak, jika Cochran hitung > x2 (Chi Square) tabel
Ho diterima, jika Cochran hitung < x2 (Chi Square) tabel
Dalam kasus ini :
df atau derajat kebebasan adalah jumlah variabel (atribut) – 1

21
α atau tingkat signifikansi adalah 5%
3. Karena tujuan perhitungan ini adalah untuk menunjukkan bahwa tidak semua
asosiasi adalah sama dan pengujian dilanjutkan ke tahap berikutnya untuk
mengetahui asosiasi mana yang tidak sama kemudian dapat dikeluarkan dari
asosiasi-asosiasi penyusun brand image suatu merek. Kesimpulan yang dicari
adalah untuk menolak Ho, sehingga : Tolak Ho bila Q > ; V = C - 1
4. Mencari asosiasi-asosiasi terkuat dengan cara menghilangkan atribut asosiasi
yang ada satu per satu menurut kolom yang jumlahnya paling kecil dari semua
kolom yang ada. Dengan demikian, nilai N sekarang akan berkurang menjadi
sebesar jumlah kolom yang tersisa. Nilai Q dihitung kembali dengan
berdasarkan kondisi yang baru ini. Saat ini asosiasi yang diuji jumlahnya
berkurang satu pula sehingga derajat bebas dari dilakukan lagi. Jika
nilai Q > , lanjutkan tahap pengujian ke tahap selanjutnya dengan
teknik yang sama sebagaimana telah dipaparkan sebelumnya. Jika nilai Q <
, maka pengujian dihentikan yang berarti brand image suatu merek
terbentuk dari asosiasi-asosiasi sisanya yang belum diuji dan asosiasi terakhir
yang diuji. Parameter untuk penentuan ekuitas merek pada elemen brand
association yaitu semakin banyak asosiasi-asosiasi yang membentuk brand
image akan semakin kuat persepsi atau kesan yang positif di benak konsumen
terhadap suatu merek dan secara otomatis juga akan memperkuat ekuitas merek.
Importance Performance Analysis (IPA)
Untuk menganalisis perceived quality, digunakan perbandingan
performance (yang menunjukkan kinerja suatu merek produk) dengan importance
(yang menunjukkan harapan responden yang terkait dengan variabel yang diteliti).
Perbandingan performance dan importance dirangkum dalam diagram cartesius
yang terbagi atas empat kuadran (Gambar 6). Sumbu mendatar adalah tingkat
performance, sedangkan sumbu vertikal adalah tingkat importance. Kuadran
pertama bercirikan, performance rendah tetapi importance tinggi maka disebut
juga underact. Dalam kuadran kedua, performance tinggi diikuti oleh importance
yang tinggi pula sehingga keadaan ini harus terus dipelihara (maintain). Dalam
kuadran ketiga tingkat performance rendah dan tingkat importance juga rendah
sehingga disebut daerah low priority. Dalam kuadran keempat, tingkat
performance tinggi tetapi tingkat importance rendah maka disebut juga overact
Langkah-langkah pengukurannya adalah sebagai berikut :
1. menentukan atribut produk yang terkait dengan produk bubur bayi. Atribut
yang digunakan antara lain keamanan, rasanya, pilihan rasa, kandungan gizi,
ketrsediaan, tekstur, iklan, bentuk kemasan, ukuran kemasan, harga, merek,
daya simpan, dan label kemasan
2. Menentukan skala nilai pengukuran dan artinya. Dalam pengukuran dan
analisis importance-performance, nilai pengukuran dan artinya disesuaikan
dengan nilai konteks atribut-atribut yang diukur. Skala nilai yang digunakan
dalam performance sama dengan importance yaitu skala 1 hingga 5, tetapi
berbeda dalam hal interpretasinya. Untuk interpretasi performance importence
sertiap atribut dapat dilihat pada Tabel 5.

22
Tinggi
Importance
Rendah
Sumber : Durianto et al (2001)
Tabel 5 Interpretasi performance importance setiap atribut Performance
Skala 1 Skala 2 Skala 3 Skala 4 Skala 5 Atribut
Keamanan Sangat tidak
aman
Tidak Aman Biasa saja Aman Sangat aman
Rasanya Sangat tidak
enak
Tidak enak Biasa saja Enak Sangat enak
Pilihan Rasa Sangat tidak banyak
Tidak Banyak Biasa saja Banyak Sangat banyak
Kandungan Gizi Sangat tidak
lengkap
Tidak lengkap Biasa saja Lengkap Sangat lengkap
Ketersediaan Sangat tidak
mudah diperoleh
Tidak mudah
diperoleh
Biasa saja Mudah diperoleh Sangat mudah
diperoleh
Tekstur Sangat tidak lembut
Tidak lembut Biasa saja Lembut Sangat lembut
Iklan/Promosi Sangat tidak
menarik
Tidak menarik Biasa saja Menarik Sangat menarik
Bentuk kemasan Sangat tidak
menarik
Tidak menarik Biasa saja Menarik Sangat menarik
Ukuran kemasan Sangat tidak sesuai
Tidak sesuai Biasa saja Sesuai Sangat sesuai
Harga Sangat mahal Mahal Biasa saja Murah Sangat murah
Merek Sangat tidak terkena
Tidak terkenal Biasa saja Terkenal Sangat terkenal
Daya simpan Sangat sebentar Sebentar Biasa saja Lama Sangat lama
Label kemasan Sangat tidak lengkap
Tidak lengkap Biasa saja Lengkap Sangat lengkap
Importance Skala 1 Skala 2 Skala 3 Skala 4 Skala5
Sangat tidak penting
Tidak penting Biasa saja Penting Sangat penting
3. Selanjutnya dilakukan pengumpulan data dari responden yang memiliki
pengalaman mengkonsumsi produk dengan merek yang diteliti. pengumpulan
data dilakukan dengan memberikan kuesioner kepada responden dan diminta
untuk memberikan penilaian terhadap atribut-atribut produk bubur bayi
tersebut.
4. Dari data yang diperoleh, dicari nilai rata-ratanya untuk mengetahui ukuran
pemusatan dan ukuran keragaman tanggapan responden. Perhitungan nilai rata-
rata dilakukan pada tiap-tiap atribut performance dan importance. Adapun
rumus rata-rata yang digunakan adalah sebagai berikut :
Kuadran I Kuadran II
Underact maintain
Kuadran III Kuadran IV
Low Priority overact
Gambar 6 Diagram cartesius (IPA)

23
Rata rata X̅ ∑ xi.fi
n
Keterangan :
xi = nilai pengukuran ke-i
fi = frekuensi kelas ke-i
n = banyaknya responden
5. Hasil observasi perbandingan importance-performance kemudian diplot ke
dalam diagram cartesius. Atas dasar plot yang dibuat dapat diketahui
keberadaan tiap atribut di kuadran yang tersedia.
Parameter yang digunakan untuk penentuan ekuitas merek pada elemen
perceived quality jumlah atribut dengan nilai median tertinggi baik tingkat
performance maupun tingkat importancenya akan memberikan persepsi yang baik
terhadap merek tersebut. Dengan mengarah pada kuadran kedua (maintain),
atribut-atribut yang banyak masuk di dalam kuadran tersebut maka perceived
quality sudah dapat dinyatakan baik menurut persepsi konsumen. Dengan
perceived quality yang baik yang baik di benak konsumen secara langsung akan
memperkuat ekuitas merek tersebut.
Brand Switching Pattern Matrix
Analisis ini digunakan untuk menghitung ProT (Possibility Rate of
Transition/kemungkinan perpindahan merek) dari merek-merek yang diteliti. Dari
hasil analisis dapat diketahui tingkat loyalitas konsumen dari merek-merek bubur
bayi kemasan. Rumus yang digunakan adalah :
PROT
t n
Alx
Atx t
Keterangan :
Alx = konsumen yang tetap setia/loyal terhadap merek x (yang bersangkutan)
Atx = total konsumen yang diteliti dari merek x (yang bersangkutan)
T = Banyaknya/jumlah penelitian
Semakin besar nilai probability perpindahan merek, diperkirakan tingkat
loyalitas pelanggan semakin mengecil. Kebalikannya semakin kecil nilai
probability perpindahan merek, diperkirakan tingkat loyalitas pelanggan semakin
besar. Hasil dari rata-rata seperti halnya dalam mencari perhitungan rata-rata pada
elemen perhitungan rata-rata pada elemen persepsi kualitas juga dijadikan skala di
bawah ini dengan mempertimbangkan informasi interval berikut :
nterval nilai tertinggi nilai terendah
anyaknya kelas
Setelah besarnya skala diketahui, kemudian dibuat rentang skala sehingga
dimana letak rata-rata penilaian responden terhadap variabel diferensiasi dan
sejauh mana variasinya. Rentang skala tersebut adalah :

24
1,00 – 1,80 = sangat jelek/sangat tidak penting
1,80 – 2,60 = jelek/tidak penting
2,60 – 3,40 = cukup/biasa saja
3,40 – 4,20 = baik/penting
4,20 – 5,00 = sangat baik/sangat penting
Dasar pemberian skala tersebut berdasarkan pada lima alternatif jawaban
yang ditujukan kepada responden. Rentang skala ini dilakukan melalui kuisioner,
kemudian responden memberi tanda cheklist pada kolom yang sesuai dengan
jawaban yang dipilih.
GAMBARAN UMUM RESPONDEN
Karakteristik Umum Responden
Responden dalam penelitian ini sebanyak 90 orang diambil dari enam
Kecamatan Kota Bogor yaitu Kecamatan Bogor Utara, Bogor Selatan, Bogor
Timur, Bogor Barat, Bogor Tengah, dan Tanah Sareal. Responden yang diambil
tiap kecamatan memiliki kriteria yaitu ibu rumah tangga yang pernah memberi
makan bubur bayi kemasan kepada anaknya dalam jangka waktu tiga bulan
terakhir serta bersedia diwawancarai. Karakteristik umum responden yang diamati
meliputi usia, jumlah anak, tingkat pendidikan terakhir, pekerjaan, dan pendapatan
rata-rata per bulan. Sebaran karakteristik responden dapat dilihat pada Tabel 6.
Berdasarkan hasil penelitian, konsumen bubur bayi kemasan yang menjadi
responden berada pada rentang usia 26 sampai 30 tahun yaitu sebesar 31.11
persen dan kemudian disusul oleh konsumen pada rentang usia 31 sampai 35
tahun sebesar 28.89 persen. Mayoritas responden bubur bayi kemasan yaitu
sebesar 67.78 persen memiliki anak sebanyak 1 sampai 2 orang.
Responden bubur bayi kemasan di Kota Bogor berdasarkan tingkat
pendidikan terakhir beragam mulai dari SD sampai dengan S2 dimana
SMA/Sederajat merupakan jumlah responden terbesar yaitu 32.22 persen. Namun,
pendidikan SMA sudah mampu mendorong kesadaran akan pentingnya gizi,
khususnya gizi untuk bayi. Konsumen seperti inilah yang menjadi target
pemasaran bubur bayi kemasan.
Responden bubur bayi kemasan berdasarkan jenis pekerjaannya didominasi
oleh ibu rumah tangga sebesar 72.22 persen. Ibu rumah tangga banyak memilih
menggunakan bubur bayi kemasan karena praktis.
Berdasarkan tingkat pendapatan per bulan, responden dengan tingkat
pendapatan satu hingga dua juta per bulan jumlahnya paling banyak yaitu sebesar
31.11 persen. Dari data di atas dapat kita ketahui bahwa responden yang
menggunakan bubur bayi kemasan ini didominasi konsumen yang berpenghasilan
tidak terlalu besar.

25
Tabel 6 Gambaran umum karakteristik responden
Dasar pengelompokan Persentase (%)
Kelompok Usia
18-25 22.22
26-30 31.11
31-35 28.89
36-40 7.78
>40 10.00
100.00
Jumlah Anak
1 – 2 67.78
3 – 4 26.67
5 – 6 5.56
100.00
Tingkat Pendidikan Terakhir
SD/Sederajat 13.33
SMP/Sederajat 17.78
SMA/Sederajat 32.22
Diploma/Akademi 12.22
S1 24.44
S2 -
100.00
Pekerjaan
Ibu Rumah Tangga 72.22
Pegawai Negeri Sipil 5.56
Pegawai Swasta 16.67
Wiraswasta 5.56
Pelajar/mahasiswa -
Lainnya -
100.00
Pendapatan Rata-rata per Bulan
<1.000.000 11.11
1.000.000-2.000.000 31.11
2.000.000-2.999.999 25.56
3.000.000-3.999.999 23.33
≥4. . 8.89
100.00
Karakteristik Konsumen Berdasarkan Perilaku Pembelian
1. Frekuensi Pemberian Bubur Bayi Kemasan
Berdasarkan Tabel 7 diketahui Sebanyak 56.67 persen responden
memberikan bubur kemasan kepada bayinya dengan frekuensi 3 kali setiap hari.
Hal ini berarti bahwa responden menganggap bubur bayi kemasan sebagai salah

26
satu kebutuhan pokok bagi bayinya karena dapat memberi nutrisi tambahan
disamping mengkonsumsi ASI.
Tabel 7 Sebaran responden berdasarkan frekuensi pemberian bubur bayi kemasan
Frekuensi pemberian Persentase (%)
1 kali setiap hari 10.00
2 kali setiap hari 31.11
3 kali setiap hari 56.67
Tidak tentu 2.22
Total 100
2. Alasan Responden Membeli Bubur Bayi Kemasan
Alasan yang membuat responden tertarik untuk membeli bubur bayi
kemasan sangat bervariasi. Pada pertanyaan ini responden diperbolehkan untuk
menjawab dua jawaban yang sesuai. Berdasarkan Tabel 8 diketahui dua alasan
utama responden dalam membeli bubur bayi kemasan yaitu karena produk bubur
bayi kemasan memiliki kandungan gizi lengkap (25 persen) dan aman dikonsumsi
(19.44 persen). Dua alasan tersebut menjadi penting mengingat tujuan utama
pembelian bubur kemasan yaitu untuk menunjang kesehatan bayi sehingga ibu-ibu
rumah tangga sangat mempertimbangkan faktor gizi dan keamanan pada produk
bubur bayi kemasan. Alasan praktis (10.56 persen) menjadi alasan ketiga bagi
responden dalam membeli bubur bayi kemasan karena cara penyajian yang mudah
akan membuat waktu menjadi lebih efisien.
Tabel 8 Sebaran responden berdasarkan alasan utama dalam membeli bubur bayi
Alasan Persentase (%)
Praktis 10.56
Aman dikonsumsi 19.44
Rasanya enak 7.22
Banyak pilihan rasa 9.44
Kandungan gizi lengkap 25.00
Kemasan sesuai 3.33
Harga terjangkau 7.78
Mudah diperoleh 7.22
Tekstur lembut 7.22
Iklan menarik 0.56
Merek terkenal 1.67
Kadaluarsa yang lama 0.56
Total 100.00
3. Karakteristik Responden Berdasarkan Merek Bubur Bayi kemasan yang Dibeli
Berdasarkan Tabel 9 diketahui bahwa merek bubur bayi Nestle Cerelac dan
Milna merupakan dua merek bubur bayi kemasan yang paling banyak dibeli oleh
responden. Merek Nestle Cerelac menempati persentase terbesar yaitu sebesar
37.78 persen, kemudian merek Milna sebesar 24.44 persen. Dua merek ini
merupakan merek bubur bayi yang sudah lama beredar sehingga lebih dikenal
oleh konsumen.

27
Tabel 9 Sebaran responden berdasarkan merek bubur bayi kemasan yang dibeli
atau dikonsumsi
Merek Persentase (%)
Milna 24.44
Promina 15.56
Sun 22.22
Nestle Cerelac 37.78
Total 100
4. Tempat Pembelian dan Alasan Responden dalam Menentukan Tempat
Pembelian Bubur Bayi Kemasan
Berdasarkan Tabel 10 sebagian besar responden memilih toko/warung
terdekat sebagai tempat pembelian bubur bayi kemasan yaitu sebanyak 63.33
persen. Hal ini karena apabila responden ingin membeli bubur bayi kemasan tidak
perlu jauh-jauh ke pasar swalayan karena di toko/warung terdekat pun sudah
tersedia. Akan tetapi tidak semua toko/warung terdekat menjual bubur bayi
kemasan dengan varian rasa yang lengkap sehingga sebanyak 35.56 responden
lainnya ada yang memilih pasar swalayan sebagai tempat pembelian bubur bayi
kemasan. Hanya 1 orang responden atau sebesar 1.11 persen saja yang membeli di
apotek.
Tabel 10 Sebaran responden berdasarkan tempat pembelian bubur bayi kemasan
Tempat pembelian Persentase (%)
Toko/warung terdekat 63.33
Apotek 1.11
Pasar Swalayan 35.56
Total 100.00
Alasan responden dalam menentukan tempat pembelian bubur bayi kemasan
sangat bervariasi. Pada pertanyaan mengenai alasan dalam menentukan tempat
pembelian responden diperbolehkan untuk menjawab dua jawaban yang sesuai.
Berdasarkan Tabel 11 alasan utama yang menjadi pertimbangan responden dalam
menentukan tempat pembelian adalah karena dekat dengan rumah (36.11 persen)
sehingga responden dapat menghemat waktu dan biaya. Alasan terbesar kedua
yaitu nyaman dan praktis (26,11 persen). Alasan selanjutnya dalam menentukan
tempat pembelian bubur bayi yaitu karena kualitas terjamin sebesar 16.67 persen,
harga lebih murah sebesar 13.33 persen, pelayanan memuaskan dan alasan lainnya
masing-masing sebesar 3.89 persen.
5. Sumber Informasi Utama Produk Bubur Bayi Kemasan
Pada pertanyaan mengenai sumber informasi responden diperbolehkan
menjawab lebih dari satu jawaban yang sesuai. Pada Tabel 12 dapat dilihat bahwa
sebanyak 36.99 persen responden memilih televisi sebagai sumber informasi
utama bagi para responden. Hal ini karena televisi sering manampilkan iklan dari
berbagai merek bubur bayi kemasan sehingga media informasi audiovisual
tersebut sangat efektif dalam mempengaruhi keputusan pembelian. Sumber
informasi lainnya yang memegang peranan penting dalam menumbuhkan

28
kesadaran dan keputusan konsumen untuk membeli bubur bayi adalah
dokter/bidan dan keluarga/saudara yaitu masing-masing sebesar 22.60 persen.
Tabel 11 Alasan responden dalam menentukan tempat pembelian bubur bayi
kemasan
Alasan Persentase (%)
Dekat dengan rumah 36.11
Harga lebih murah 13.33
Nyaman dan praktis 26.11
Pelayanan memuaskan 3.89
Kualitas terjamin 16.67
Lainnya 3.89
Total 100.00
Tabel 12 Sebaran responden berdasarkan sumber informasi utama
Sumber informasi Persentase (%)
Dokter/bidan 22.60
Keluarga/saudara 22.60
Teman 10.27
Penjual 2.74
Majalah 4.79
Televisi 36.99
Total 100.00
HASIL DAN PEMBAHASAN
Analisis Elemen Kesadaran Merek
1. Puncak Pikiran (Top of Mind)
Berdasarkan Tabel 13 diketahui bahwa dari 90 orang responden yang
terlibat dalam penelitian ini 31 orang (34.44%) responden menyebutkan merek
Nestle Cerelac sebagai Puncak pikiran dari semua merek yang dikenal responden.
Tabel 13 Top of mind merek bubur bayi kemasan
Merek Persentase (%)
Milna 28.89
Promina 16.67
Sun 20.00
Nestle Cerelac 34.44
Merek yang menjadi Puncak Pikiran umumnya merupakan merek yang
paling sering dibeli dan dikonsumsi responden sehingga sehingga mereka lebih
mengenal dan mengingat merek tersebut dibandingkan merek lainnya, seperti
yang tercantum pada Tabel 13 merek Nestle Cerelac menjadi puncak pikiran,
selanjutnya berturut – turut disusul oleh Milna, Sun, dan yang terakhir Promina.
Merek Nestle Cerelac menjadi puncak pikiran disebabkan oleh merek nestle

29
merupakan merek yang sudah lama beredar di pasar, banyak varian rasa dan sudah
banyak dikenal oleh masyarakat. Merek Promina kurang diingat konsumen karena
lemahnya promosi dan ketersediaaannya yang jarang di lokasi – lokasi penjualan.
2. Pengingatan Kembali Merek (Brand Recal)
Berdasarkan Tabel 14 diketahui bahwa 53 orang responden untuk merek
Promina, 50 orang untuk responden SUN, 41 orang untuk merek Milna, dan 39
orang untuk merek Nestle Cerelac.
Tabel 14 Brand recall merek bubur bayi kemasan
Merek Persentase (%)
Milna 22.40
Promina 28.96
Sun 27.32
Nestle Cerelac 21.31
Melihat perbandingan antara jumlah responden pada Top of Mind dan
jumlah responden pada Brand Recall, merek bubur bayi kemasan yang harus
diperbaiki kinerjanya supaya menjadi lebih baik sehingga lebih mudah untuk
diingat oleh konsumen adalah Promina, Sun, Milna. Untuk merek Nestle Cerelac
sudah baik karena jumlah responden pada Brand Recall lebih sedikit
dibandingkan dengan jumlah responden pada Top of Mind.
3. Pengenalan Merek (Brand Recognition)
Berdasarkan Tabel 15 menunjukkan bahwa jumlah responden harus
diingatkan kembali akan keberadaan merek bubur bayi Milna yaitu 22 orang,
sedangkan merek promina dan SUN sebanyak 21 orang, dan merek Nestle Cerelac
sebanyak 16 orang. Kondisi tersebut membuktikan bahwa ingatan responden akan
keberadaan merek Nestle Cerelac sudah baik karena jumlah responden pada
Brand Recognition lebih kecil diandingkan dengan Top of Mind dan Brand Recall.
Tabel 15 Brand recognition merek bubur bayi kemasan
Merek Persentase (%)
Milna 27.50
Promina 26.25
Sun 26.25
Nestle Cerelac 20.00
4. Tidak Menyadari Merek (Unaware of Brand)
Pada Tabel 16 dapat diketahui bahwa hasil penelitian keempat merek bubur
bayi, menunjukkan bahwa responden yang tidak menyadari merek atau tidak
mengenal sama sekali keberadaan merek bubur bayi Milna, Promina, dan SUN
sebanyak 1 orang, kemudian disusul merek Nestle Cerelac sebanyak 4 orang.
Merek Nestle Cerelac walaupun merupakan merek dengan tingkat Top of Mind
tertinggi masih masuk dalam dan menjadi merek dengan persentase terbesar
Unaware of Brand. Hal ini disebabkan merek Nestle Cerela yang merupakan
merek lama sehingga responden yang masih berusia muda tidak mengetahui
merek Nestle Cerelac.

30
Tabel 16 Unaware of brand merek bubur bayi kemasan
Merek Persentase (%)
Milna 14.29
Promina 14.29
Sun 14.29
Nestle Cerelac 57.14
Ringkasan dari elemen kesadaran merek dapat dilihat dari Tabel 17 dimana
merek Nestle Cerelac memiliki kesadaran merek yang paling tinggi karena
merupakan merek yang memiliki posisi paling tinggi dalam Top of Mind. Jika
dicermati secara keseluruhan merek bubur bayi Milna cukup mampu menyaingi
keberadaan merek Nestle Cerelac. Nilai Top of Mind Milna mendekati merek
Nestle Cerelac dan semua responden menyadari keberadaan merek Milna.
Tabel 17 Ringkasan elemen kesadaran merek (%)
Elemen kesadaran merek Milna Promina SUN Nestle
Cerelac
Top of Mind 28.89 16.67 20.00 34.44
Brand Recall 22.40 28.96 27.32 21.31
Brand Recognition 27.50 26.25 26.25 20.00
Unaware of Brand 14.29 14.29 14.29 57.14
Analisis Elemen Asosiasi Merek
Asosiasi merek adalah kesan yang muncul di dalam pandangan konsumen
terkait ingatannya mengenai suatu merek. Asosiasi merek dapat berupa julukan,
karakteristik produk, ciri khas, julukan, logo dan lain-lain. Asosiasi-asosiasi yang
ditanyakan pada penelitian ini adalah aman dikonsumsi, rasa yang enak, banyak
pilihan rasa, kandungan gizi lengkap, mudah memperoleh, tekstur lembut,
promosi/iklan menarik, bentuk kemasan menarik, ukuran kemasan sesuai, harga
terjangkau, merek terkenal, daya simpan lama, dan label kemasan lengkap.
Ketigabelas butir asosiasi selanjutnya diuji keandalannya dengan melakukan
metode Hoyt kepada 30 orang responden merek bubur bayi dari setiap merek
(Lampiran 1). Pada Tabel 18 dapat dilihat ringkasan hasil uji reliabilitas atribut-
atribut asosiasi dari keempat merek bubur bayi dengan metode Hoyt.
Tabel 18 Ringkasan hasil uji reliabilitas setiap merek
Merek | r11 | r(0,95:30) Kesimpulan
Milna 0.432 0.361 Andal
Promina 0.386 0.361 Andal
SUN 0.396 0.361 Andal
Nestle Cerelac 0.393 0.361 Andal
Keandalan suatu atribut teruji bila atribut tersebu ada pada semua merek
yang diwakili oleh nilai keandalan yaitu r hitung, dimana r hitung harus lebih
besar daripada r tabel. Dari hasil Uji Hoyt terlihat bahwa pada semua merek , nilai
| r11 |>r tabel. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ketigabelas atribut

31
tersebut dapat diandalkan untuk mencari asosiasi – asosiasi yang membentuk citra
(brand image) dari setiap merek yang diteliti.
1. Analisis Asosiasi Merek Milna
Hasil yang diperoleh dari 51 responden yang pernah menggunakan merek
Milna yang menjawab ya pada setiap asosiasi merek yang diteliti dapat dilihat
pada Tabel 19.
Tabel 19 Nilai asosiasi merek Milna berdasarkan jawaban „YA‟
Asosiasi Persentase (%)
Aman dikonsumsi 100.00
Rasa yang enak 92.16
Banyak pilihan rasa 90.20
Kandungan gizi yang lengkap 98.04
Mudah memperolehnya 78.43
Tekstur lembut 90.20
Promosi/iklan menarik 78.43
Bentuk kemasan menarik 76.47
Ukuran kemasan sesuai 84.31
Harga terjangkau 82.35
Merek terkenal 98.04
Daya simpan lama 94.12
Label kemasan lengkap 94.12
Uji cochran dilakukan untuk mengetahui rangkaian asosiasi yang saling
berhubungan (brand image) dari merek Milna. Hasil yang diperoleh pada tiap
tahapan pengujian dapat dilihat pada Lampiran 5.
Uji cochran menghasilkan 8 butir asosisasi yang dapat membentuk brand
image merek Milna antara lain :
1. Aman dikonsumsi
2. Rasa yang enak
3. Banyak pilihan rasa
4. Kandungan gizi lengkap
5. Tekstur lembut
6. Merek terkenal
7. Daya simpan lama
8. Label kemasan lengkap
2. Analisis Asosiasi Merek Promina
Hasil yang diperoleh dari 47 responden yang pernah menggunakan merek
Promina yang menjawab ya pada setiap asosiasi merek yang diteliti dapat dilihat
pada Tabel 20. Uji cochran dilakukan untuk mengetahui rangkaian asosiasi yang
saling berhubungan (brand image) dari merek Promina. Hasil yang diperoleh pada
tiap tahapan pengujian dapat dilihat pada Lampiran 6.

32
Tabel 20 Nilai asosiasi merek Promina berdasarkan jawaban „YA‟
Asosiasi Persentase (%)
Aman dikonsumsi 100.00
Rasa yang enak 91.49
Banyak pilihan rasa 91.49
Kandungan gizi yang lengkap 100.00
Mudah memperolehnya 93.62
Tekstur lembut 85.11
Promosi/iklan menarik 80.85
Bentuk kemasan menarik 80.85
Ukuran kemasan sesuai 91.49
Harga terjangkau 82.98
Merek terkenal 97.87
Daya simpan lama 93.62
Label kemasan lengkap 100.00
Uji cochran menghasilkan 9 butir asosisasi yang dapat membentuk brand
image merek Promina antara lain :
1. Aman dikonsumsi
2. Rasa yang enak
3. Banyak pilihan rasa
4. Kandungan gizi lengkap
5. Mudah memperolehnya
6. Ukuran kemasan sesuai
7. Merek terkenal
8. Daya simpan lama
9. Label kemasan lengkap
3. Analisis Asosiasi Merek SUN
Hasil yang diperoleh dari 47 responden yang pernah menggunakan merek
SUN yang menjawab ya pada setiap asosiasi merek yang diteliti dapat dilihat
pada Tabel 21. Uji cochran dilakukan untuk mengetahui rangkaian asosiasi yang
saling berhubungan (brand image) dari merek SUN. Hasil yang diperoleh pada
tiap tahapan pengujian dapat dilihat pada Lampiran 7.
Uji cochran menghasilkan 9 butir asosisasi yang dapat membentuk brand
image merek SUN antara lain :
1. Aman dikonsumsi
2. Banyak pilihan rasa
3. Kandungan gizi lengkap
4. Mudah memperolehnya
5. Ukuran kemasan sesuai
6. Harga terjangkau
7. Merek terkenal
8. Daya simpan lama
9. Label kemasan lengkap

33
Tabel 21 Nilai asosiasi merek SUN berdasarkan jawaban „YA‟
Asosiasi Persentase (%)
Aman dikonsumsi 100.00
Rasa yang enak 80.85
Banyak pilihan rasa 85.11
Kandungan gizi yang lengkap 97.87
Mudah memperolehnya 91.49
Tekstur lembut 80.85
Promosi/iklan menarik 76.60
Bentuk kemasan menarik 68.09
Ukuran kemasan sesuai 91.49
Harga terjangkau 97.87
Merek terkenal 95.74
Daya simpan lama 93.62
Label kemasan lengkap 93.62
4. Analisis Asosiasi Merek Nestle Cerelac
Hasil yang diperoleh dari 55 responden yang pernah menggunakan merek
Nestle Cerelac yang menjawab ya pada setiap asosiasi merek yang diteliti dapat
dilihat pada Tabel 22.
Tabel 22 Nilai asosiasi merek Nestle Cerelac berdasarkan jawaban „YA‟
Asosiasi Persentase (%)
Aman dikonsumsi 98.18
Rasa yang enak 100.00
Banyak pilihan rasa 96.36
Kandungan gizi yang lengkap 98.18
Mudah memperolehnya 98.18
Tekstur lembut 100.00
Promosi/iklan menarik 87.27
Bentuk kemasan menarik 85.45
Ukuran kemasan sesuai 98.18
Harga terjangkau 96.36
Merek terkenal 98.18
Daya simpan lama 94.55
Label kemasan lengkap 100.00
Uji cochran dilakukan untuk mengetahui rangkaian asosiasi yang saling
berhubungan (brand image) dari merek Nestle Cerelac. Hasil yang diperoleh pada
tiap tahapan pengujian dapat dilihat pada Lampiran 8.
Uji cochran menghasilkan 11 butir asosisasi yang dapat membentuk brand
image merek Nestle Cerelac antara lain :
1. Aman dikonsumsi
2. Rasa yang enak

34
3. Banyak pilihan rasa
4. Kandungan gizi lengkap
5. Mudah memperolehnya
6. Tekstur lembut
7. Ukuran kemasan sesuai
8. Harga terjangkau
9. Merek terkenal
10. Daya simpan lama
11. Label kemasan lengkap
Hasil keseluruhan dari semua merek pada elemen asosiasi merek dapat
dilihat pada Tabel 23 dari tabel tersebut dapat dilihat asosiasi apa saja yang
membentuk brand image dari masing – masing merek
Tabel 23 Asosiasi-asosiasi pembentuk brand image produk bubur bayi kemasan
Asosiasi Merek
Milna Promina Sun Nestle Cerelac
Aman dikonsumsi V V V V
Rasa yang enak V V - V
Banyak pilihan rasa V V V V
Kandungan gizi lengkap V V V V
Mudah memperolehnya - V V V
Tekstur lembut V - - V
Promosi/iklan menarik - - - -
Bentuk kemasan menarik - - - -
Ukuran kemasan sesuai - V V V
Harga terjangkau - - V V
Merek terkenal V V V V
Daya simpan lama V V V V
Label kemasan lengkap V V V V
Brand image yang terbentuk dari 13 buah asosiasi bubur bayi kemasan pada
umumnya hanya ada 6 buah asosiasi yang ada di setiap merek bubur bayi kemasan
adalah aman dikonsumsi, banyak pilihan rasa, kandungan gizi lengkap, merek
terkenal, daya simpan lama, dan label kemasan lengkap. Asosiasi merek tersebut
pada penelitian ini sudah terbentuk pada setiap merek bubur bayi kemasan, karena
asosiasi-asosiasi tersebut sepertinya sudah melekat di benak konsumen bubur bayi
kemasan. Nestle Cerelac merupakan merek dengan elemen asosiasi terkuat karena
memiliki 11 buah asosiasi pembentuk brand image, Promina dan SUN memiliki 9
buah asosiasi pembentuk brand image, dan Milna memiliki 8 pembentuk brand
image.
Analisis Persepsi Kualitas
Persepsi kualitas adalah persepsi pelanggan terhadap keseluruhan kualitas
atau keungulan suatu produk atau jasa layanan berkaitan dengan apa yang
diharapkan pelanggan. Persepsi kuatitas secara keseluruhan dari produk dan jasa

35
akan berpengaruh secara langsung terhadap keputusan pembelian konsumen dan
loyalitas mereka terhadap suatu merek.
Persepsi kualitas merupakan persepsi dari konsumen sehingga tidak dapat
diukur secara objektif, setiap konsumen bisa memiliki persepsi yang berbeda-beda
terhadap setiap atribut. Atribut persepsi kualitas yang digunakan dalam analisis
ekuitas merek produk bubur bayi kemasan antara lain keamanan, rasa, pilihan rasa,
kandungan gizi, kemudahan memperoleh, tekstur, iklan, bentuk kemasan, ukuran
kemasan, harga, merek, daya simpan, dan label kemasan.
1. Persepsi Kualitas Merek Milna
Hasil dari 51 responden yang pernah menggunakan merek Milna
memberikan jawaban terhadap atribut-atribut yang diteliti terhadap performance
(kinerja aktual) dan importance (tingkat kepentingan), kemudian dilakukan
tabulasi sepeti yang tercantum pada Lampiran 9 dan yang dirangkum pada Tabel
24 menunjukkan nilai rata-rata performace-importance dari semua atribut merek
Milna.
Tabel 24 Nilai rata-rata performance importance merek Milna
Kode Atribut Performance Importance
1 Keamanan 4.16 4.84
2 Rasa 4.00 4.08
3 Pilihan rasa 3.78 4.00
4 Kandungan gizi 4.02 4.73
5 Kemudahan memperoleh 3.73 4.25
6 Tekstur 3.86 4.18
7 Iklan 3.53 3.24
8 Bentuk kemasan 3.41 3.37
9 Ukuran kemasan 3.78 3.59
10 Harga 3.24 4.27
11 Merek 3.92 3.86
12 Daya simpan 3.86 4.22
13 Label kemasan 3.96 4.12
Rata-rata 3.79 4.06
Berdasarkan Tabel 24 dapat diketahui bahwa Importance dari merek Milna
diketahui ada 5 atribut yang tingkat kepentingannya masuk ke dalam rentang skala
sangat penting yaitu atribut keamanan (4.84), kandungan gizi (4.73), kemudahan
memperoleh (4.25), harga (4.27), dan daya simpan (4.22). 6 atribut masuk ke
dalam rentang skala penting yaitu rasa (4,08), pilihan rasa (4.00), tekstur (4.18),
ukuran kemasan (3.59), merek (3.86), dan Label kemasan (4.12). 2 atribut lainnya
menurut respoden masuk kedalam rentang skala cukup penting (2.61-3.40).
Hasil analisis persepsi kualitas merek Milna secara keseluruhan
menunjukkan bahwa performance merek Milna lebih rendah dari pada importance
dimana dapat dilihat bahwa nilai rata-rata performance merek Milna lebih rendah
dari nilai rata-rata importance. Setelah diperoleh nilai rata-rata performance-
importance merek Milna hasilnya dimasukkan kedalam diagram cartesius seperti
pada gambar 7.

36
Dari empat kuadran tersebut, kuadran yang paling baik adalah kuadran II
(maintain) yang merupakan kuadran yang berisikan atribut-atribut yang menurut
konsumen kinerjanya sudah sesuai dengan apa yang diinginkan konsumen. Pada
merek Milna atribut yang masuk kuadran II antara lain keamanan, kandungan gizi,
daya simpan, tekstur, label kemasan, dan rasa. Atribut dalam kuadran ini harus
tetap dipertahankan karena atribut inilah yang menjadikan merek Milna unggul di
mata pelanggan.
Kuadran I (underact) merupakan kuadran yang berisikan atribut yang
menurut responden penting tapi kinerjanya tidak seperti yang diinginkan
konsumen. Atribut harga dan kemudahan memperolah harus berusaha
ditingkatkan perusahaan dengan cara melakukan perbaikan terus menerus
sehingga bisa memuaskan pelanggan.
Atribut pilihan rasa, ukuran kemasan, iklan, dan bentuk kemasan masuk
dalam kuadran 3 (low priority). Ini berarti atribut ini kurang penting bagi
pelanggan dan kenyataannya kinerjanya juga tidak terlalu baik serta tidak
memberikan manfaat yang besar bagi mereka. Peningkatan atribut ini bila ditinjau
kembali karena pengaruhnya terhadap manfaat yang dirasakan pelanggan kecil.
Atribut merek merupakan atribut yang tidak penting bagi pelanggan dan dianggap
terlalu berlebihan (overact).
2. Persepsi Kualitas Merek Promina
Hasil dari 47 responden yang pernah menggunakan merek Promina
memberikan jawaban terhadap atribut-atribut yang diteliti terhadap performance
(kinerja aktual) dan importance (tingkat kepentingan). Jawaban responden merek
Promina mengenai persepsi mereka terhadap performance-importance dapat
dilihat pada Lampiran 10.
Nilai rata-rata persepsi kualitas yaitu performance dan importance oleh
responden merek Promina terangkum dalam Tabel 25.
Gambar 7 Diagram performance importance merek Milna

37
Tabel 25 Nilai rata-rata performance importance merek Promina
Kode Atribut Performance Importance
1 Keamanan 4.09 4.81
2 Rasa 3.94 4.30
3 Pilihan rasa 3.72 3.98
4 Kandungan gizi 4.00 4.72
5 Kemudahan memperoleh 3.91 4.19
6 Tekstur 3.81 4.32
7 Iklan 3.55 3.28
8 Bentuk kemasan 3.51 3.49
9 Ukuran kemasan 3.68 3.72
10 Harga 3.45 4.23
11 Merek 3.98 3.77
12 Daya simpan 3.79 4.23
13 Label kemasan 3.87 4.11
Rata-rata 3.79 4.09
Berdasarkan tabel dapat dilihat nilai importance responden terhadap atribut-
atribut merek Promina dapat dilihat bahwa 6 atribut masuk ke dalam skala sangat
penting (4.21-5.00) keamanan (4.81), rasa (4.30), kandungan gizi (4.72), tekstur
(4.32), harga (4.23), dan daya simpan (4.23). 6 Atribut masuk ke dalam skala
penting (3.41-4.20) yaitu atribut pilihan rasa (3.98), kemudahan memperoleh
(4,19), bentuk kemasan (3.49), ukuran kemasan (3.72), merek (3.77), dan label
kemasan (4.11). Atribut iklan (3.28) masuk ke dalam skala cukup penting (2.61-
3.40).
Hasil analisis persepsi kualitas merek Promina secara keseluruhan
menunjukkan bahwa performance merek Promina lebih rendah dari pada
importance dimana dapat dilihat bahwa nilai rata-rata performance merek
Promina lebih rendah dari nilai rata-rata importance. Setelah diperoleh nilai rata-
rata performance-importance merek Promina hasilnya dimasukkan kedalam
diagram cartesius seperti pada Gambar 8.
Dari empat kuadran tersebut, kuadran yang paling baik adalah kuadran II
(maintain) yang merupakan kuadran yang berisikan atribut-atribut yang menurut
konsumen kinerjanya sudah sesuai dengan apa yang diinginkan konsumen. Pada
merek Promina atribut yang masuk kuadran II antara lain keamanan, kandungan
gizi, tekstur, label kemasan, kemudahan memperoleh, dan rasa. Atribut dalam
kuadran ini harus tetap dipertahankan karena atribut inilah yang menjadikan
merek Promina unggul di mata pelanggan.
Kuadran I (underact) merupakan kuadran yang berisikan atribut yang
menurut responden penting tapi kinerjanya tidak seperti yang diinginkan
konsumen. Atribut harga dan Daya Simpan harus berusaha ditingkatkan
perusahaan dengan cara melakukan perbaikan terus menerus sehingga bisa
memuaskan pelanggan.
Atribut pilihan rasa, ukuran kemasan, iklan, dan bentuk kemasan masuk
dalam kuadran 3 (low priority). Ini berarti atribut ini kurang penting bagi
pelanggan dan kenyataannya kinerjanya juga tidak terlalu baik serta tidak
memberikan manfaat yang besar bagi mereka. Peningkatan atribut ini bila ditinjau

38
kembali karena pengaruhnya terhadap manfaat yang dirasakan pelanggan kecil.
Atribut merek merupakan atribut yang tidak penting bagi pelanggan dan dianggap
terlalu berlebihan (overact).
3. Persepsi Kualitas Merek SUN
Hasil dari 47 responden yang pernah menggunakan merek SUN
memberikan jawaban terhadap atribut-atribut yang diteliti terhadap performance
(kinerja aktual) dan importance (tingkat kepentingan). Jawaban responden merek
SUN mengenai persepsi mereka terhadap performance-importance dapat dilihat
pada Lampiran 11.
Nilai rata-rata persepsi kualitas yaitu performance dan importance oleh
responden merek SUN terangkum dalam Tabel 26.
Tabel 26 Nilai rata-rata performance importance merek SUN
Kode Atribut Performance Importance
1 Keamanan 4.19 4.81
2 Rasa 3.72 4.21
3 Pilihan rasa 3.64 3.96
4 Kandungan gizi 3.91 4.79
5 Kemudahan memperoleh 3.98 4.17
6 Tekstur 3.57 4.19
7 Iklan 3.49 3.17
8 Bentuk kemasan 3.30 3.32
9 Ukuran kemasan 3.66 3.51
10 Harga 3.60 4.28
11 Merek 3.77 3.85
12 Daya simpan 3.72 4.26
13 Label kemasan 3.74 4.11
Rata-rata 3.72 4.05
Gambar 8 Diagram performance importance merek Promina

39
Berdasarkan Tabel 26 dapat dilihat nilai importance responden terhadap
atribut-atribut merek SUN dapat dilihat bahwa 5 atribut masuk ke dalam skala
sangat penting (4.21-5.00) keamanan (4.81), rasa (4.21), kandungan gizi (4.79),
harga (4,28), dan daya simpan (4,26). 6 Atribut masuk ke dalam skala penting
(3.41-4.20) yaitu atribut pilihan rasa (3.96), kemudahan memperoleh (4.17),
tekstur (4.19), ukuran kemasan (3,51), merek (3.85), dan label kemasan (4.11).
Atribut bentuk kemasan (3.32) dan iklan (3.17) masuk ke dalam skala cukup
penting (2.61-3.40).
Hasil analisis persepsi kualitas merek SUN secara keseluruhan
menunjukkan bahwa performance merek SUN lebih rendah dari pada importance
dimana dapat dilihat bahwa nilai rata-rata performance merek SUN lebih rendah
dari nilai rata-rata importance. Setelah diperoleh nilai rata-rata performance-
importance merek SUN hasilnya dimasukkan kedalam diagram cartesius seperti
pada Gambar 9.
Dari empat kuadran tersebut, kuadran yang paling baik adalah kuadran II
(maintain) yang merupakan kuadran yang berisikan atribut-atribut yang menurut
konsumen kinerjanya sudah sesuai dengan apa yang diinginkan konsumen. Pada
merek SUN atribut yang masuk kuadran II antara lain keamanan, kandungan gizi,
rasa, daya simpan, label kemasan, dan kemudahan memperoleh. Atribut dalam
kuadran ini harus tetap dipertahankan karena atribut inilah yang menjadikan
merek SUN unggul di mata pelanggan.
Kuadran I (underact) merupakan kuadran yang berisikan atribut yang
menurut responden penting tapi kinerjanya tidak seperti yang diinginkan
konsumen. Atribut harga dan tekstur harus berusaha ditingkatkan perusahaan
dengan cara melakukan perbaikan terus menerus sehingga bisa memuaskan
pelanggan.
Atribut pilihan rasa, ukuran kemasan, iklan, dan bentuk kemasan masuk
dalam kuadran 3 (low priority). Ini berarti atribut ini kurang penting bagi
pelanggan dan kenyataannya kinerjanya juga tidak terlalu baik serta tidak
memberikan manfaat yang besar bagi mereka. Peningkatan atribut ini bila ditinjau
Gambar 9 Diagram performance importance merek SUN

40
kembali karena pengaruhnya terhadap manfaat yang dirasakan pelanggan kecil.
Atribut merek merupakan atribut yang tidak penting bagi pelanggan dan dianggap
terlalu berlebihan (overact).
4. Persepsi Kualitas Merek Nestle Cerelac
Hasil dari 55 responden yang pernah menggunakan merek Nestle Cerelac
memberikan jawaban terhadap atribut-atribut yang diteliti terhadap performance
(kinerja aktual) dan importance (tingkat kepentingan). Jawaban responden merek
Nestle Cerelac mengenai persepsi mereka terhadap performance-importance dapat
dilihat pada Lampiran 12.
Nilai rata-rata persepsi kualitas yaitu performance dan importance oleh
responden merek Nestle Cerelac terangkum dalam Tabel 27.
Tabel 27 Nilai rata-rata performance importance merek Nestle Cerelac
Kode Atribut Performance Importance
1 Keamanan 4.11 4.67
2 Rasa 4.07 4.15
3 Pilihan rasa 4.04 3.91
4 Kandungan gizi 4.07 4.58
5 Kemudahan memperoleh 4.07 4.15
6 Tekstur 4.00 4.13
7 Iklan 3.76 3.20
8 Bentuk kemasan 3.45 3.33
9 Ukuran kemasan 3.80 3.56
10 Harga 3.49 4.15
11 Merek 3.95 3.76
12 Daya simpan 3.80 4.05
13 Label kemasan 3.95 4.11
Rata-rata 3.89 3.98
Berdasarkan Tabel 27 dapat dilihat dari nilai importance responden terhadap
atribut-atribut merek Nestle Cerelac dapat dilihat bahwa 3 atribut masuk ke dalam
skala sangat penting (4.21-5.00) keamanan (4.70), kandungan gizi (4.57), harga
(4.21). 8 Atribut masuk ke dalam skala penting (3.41-4.20) yaitu atribut rasa
(4.13), pilihan rasa (3,94), kemudahan memperoleh (4.17), tekstur (4.13), ukuran
kemasan (3.66), merek (3.77), daya simpan (4.09), dan label kemasan (4.09).
Atribut iklan (3.21) dan bentuk kemasan (3.38) masuk ke dalam skala cukup
penting (2.61-3.40).
Hasil analisis persepsi kualitas merek Nestle Cerelac secara keseluruhan
menunjukkan bahwa performance merek Nestle Cerelac lebih rendah dari pada
importance dimana dapat dilihat bahwa nilai rata-rata performance merek Nestle
Cerelac lebih rendah dari nilai rata-rata importance. Setelah diperoleh nilai rata-
rata performance-importance merek Nestle Cerelac hasilnya dimasukkan kedalam
diagram cartesius seperti pada Gambar 10

41
Dari empat kuadran tersebut, kuadran yang paling baik adalah kuadran II
(maintain) yang merupakan kuadran yang berisikan atribut-atribut yang menurut
konsumen kinerjanya sudah sesuai dengan apa yang diinginkan konsumen. Pada
merek Nestle Cerelac atribut yang masuk kuadran II antara lain keamanan,
kandungan gizi, kemudahan memperoleh, rasa, tekstur, dan label kemasan.
Atribut dalam kuadran ini harus tetap dipertahankan karena atribut inilah yang
menjadikan merek Nestle Cerelac unggul di mata pelanggan.
Kuadran I (underact) merupakan kuadran yang berisikan atribut yang
menurut responden penting tapi kinerjanya tidak seperti yang diinginkan
konsumen. Atribut harga dan daya simpan harus berusaha ditingkatkan
perusahaan dengan cara melakukan perbaikan terus menerus sehingga bisa
memuaskan pelanggan.
Atribut ukuran kemasan, iklan, dan bentuk kemasan masuk dalam kuadran
III (low priority). Ini berarti atribut ini kurang penting bagi pelanggan dan
kenyataannya kinerjanya juga tidak terlalu baik serta tidak memberikan manfaat
yang besar bagi mereka. Peningkatan atribut ini bila ditinjau kembali karena
pengaruhnya terhadap manfaat yang dirasakan pelanggan kecil. Atribut merek dan
pilihan rasa merupakan atribut yang tidak penting bagi pelanggan dan dianggap
terlalu berlebihan (overact).
Ringkasan elemen persepsi kualitas merek terangkum pada Tabel 28 dapat
diketahui bahwa berdasarkan hasil diagram cartesius performance-importance,
semua merek mempunya pesepsi kualitas yang sama kuatnya. Hal ini berarti
bahwa semua merek bubur bayi kemasan memliki persepsi kualitas yang bagus.
Merek Milna, Promina, SUN, dan Nestle Cerelac memiliki jumlah atribut yang
Gambar 10 Diagram performance importance merek Nestle Cerelac

42
sama (6 atribut) yang berada pada kuadran II (maintain), dan 2 buah atribut yang
berada pada kuadran I (underact).
Kuadran II merupakan kuadran terbaik karena berisikan atribut yang
dianggap penting oleh konsumen dan kinerja atribut tersebut baik sesuai dengan
keinginan konsumen (tingkat kepuasan pelanggan tinggi).
Tabel 28 Ringkasan elemen persepsi kualitas merek
Kuadran
Jumlah atribut
Milna Promina Sun Nestle
Cerelac
I (Underact) 2 2 2 2
II (Maintain) 6 6 6 6
III (Low Priority) 4 4 4 3
IV (Overact) 1 1 1 2
Analisis Loyalitas Merek
Loyalitas merek merupakan ukuran keterkaitan pelanggan dengan suatu
merek, ukuran ini mampu memberikan gambaran tentang mungkin tidaknya
seorang pelanggan beralih ke merek lain terutama jika merek tersebut didapati ada
perubahan baik menyangkut harga ataupun atribut lain.
Analisis yang dilakukan dalam elemen loyalitas merek ini adalah untuk
mengetahui pembeli yang berpindah-pindah (switcher), pembeli yang bersifat
kebiasaan (habitual buyer), pembeli yang puas (satisfied buyer), menyukai merek
(liking the brand), dan pembeli yang setia (commited buyer).
1. Analisis Switcher
Responden yang termasuk switcher adalah responden bubur bayi kemasann
yang menjawab „sering‟ dan „selalu‟ pada kuisioner (pertanyaan nomor 19).
Berdasarkan Tabel 29 diketahui bahwa rata-rata responden merek Milna, Promina,
dan SUN jarang berpindah merek karena faktor harga dilihat dari nilai rataan
Milna (1.86), Promina (1.86), dan SUN (2.30) yang masuk ke dalam rentang skala
jarang (1.8-2.6). Tidak ada responden pengguna merek Milna dan Promina yang
benar-benar sensitif terhadap perubahan atribut dari merek tersebut (0%),
sedangkan pada merek SUN terdapat 2 responden (10%) yang sensitif terhadap
perubahan atribut dari merek SUN.
Rata-rata responden merek Nestle Cerelac tidak pernah berpindah merek
karena faktor harga dilihat dari nilai rataan sebesar 1.79 yang masuk ke dalam
rentang skala tidak pernah (1.00-1.80). Tidak ada responden pengguna merek
Nestle Cerelac yang benar-benar sensitif terhadap perubahan atribut dari merek
tersebut (0%),
2. Analisis Habitual Buyer
Habitual Buyer adalah responden bubur bayi kemasan yang menjawab
„setuju‟ dan „sangat setuju‟ pada kuisioner (pertanyaan nomor . erdasarkan
Berdasarkan Tabel 30 diketahui bahwa rata-rata semua responden bubur bayi
kemasan ragu-ragu bahwa keputusan pembelian bubur bayi kemasan adalah

43
karena kebiasaan, hal ini dilihat dari nilai rataan Milna (3.27), Promina (2.71),
SUN (2.90), dan Nestle Cerelac (3.35) yang masuk ke dalam rentang skala ragu-
ragu (2.6-3.4).
Responden Milna yang merasa setuju bahwa keputusan pembelian bubur
bayi kemasan adalah karena kebiasaan berjumlah 13 orang (59.09 %). Untuk
responden Promina yang yang merasa setuju bahwa keputusan pembelian bubur
bayi kemasan adalah karena kebiasaan berjumlah 5 orang (35.71 %). Responden
SUN yang merasa setuju bahwa keputusan pembelian bubur bayi kemasan adalah
karena kebiasaan berjumlah 9 orang (45 %). Dan responden Nestle Cerelac yang
merasa setuju bahwa keputusan pembelian bubur bayi kemasan adalah karena
kebiasaan berjumlah 21 orang (61.76 %)
Tabel 29 Perhitungan switcher
Jawaban x Milna Promina Sun Nestle Cerelac
f Skor F Skor f Skor f Skor
Tidak pernah 1 7 7 7 7 5 5 14 14
Jarang 2 11 22 2 4 6 12 13 26
Kadang-kadang 3 4 12 5 15 7 21 7 21
Sering 4 0 0 0 0 2 8 0 0
Selalu 5 0 0 0 0 0 0 0 0
Total 22 41 14 26 20 46 34 61
Rata-rata 1.86 1.86 2.30 1.79
Switcher Buyer (%) 0 0 10.00 0
Tabel 30 Perhitungan habitual buyer
Jawaban x Milna Promina Sun Nestle Cerelac
f Skor F Skor f Skor f Skor
Sangat tidak setuju 1 0 0 0 0 1 1 0 0
Tidak setuju 2 7 14 9 18 9 18 9 18
Ragu-ragu 3 2 6 0 0 1 3 4 12
Setuju 4 13 52 5 20 9 36 21 84
Sangat setuju 5 0 0 0 0 0 0 0 0
Total 22 72 14 38 20 58 34 114
Rata-rata 3.27 2.71 2.90 3.35
Habitual Buyer (%) 59.09 35.71 45.00 61.76
3. Analisis Satisfied Buyer
Satisfied Buyer adalah responden bubur bayi kemasan yang menjawab „puas‟
dan „sangat puas‟ pada kuisioner (pertanyaan nomor 21). Berdasarkan
Berdasarkan Tabel 31 diketahui bahwa rata-rata semua responden bubur bayi
kemasan puas menggunakan merek tersebut, hal ini dilihat dari nilai rataan Milna
(3.95), Promina (3.93), SUN (3.80), dan Nestle Cerelac (3.91) yang masuk ke
dalam rentang skala puas (3.4-4.2).
Responden Milna yang puas menggunakan merek tersebut berjumlah 20
orang (90.91 %). Untuk responden Promina yang puas menggunakan merek
tersebut berjumlah 12 orang (85.71 %). Responden SUN yang puas menggunakan

44
merek tersebut berjumlah 16 orang (80 %). Dan responden Nestle Cerelac yang
puas menggunakan merek tersebut berjumlah 31 orang (91.18 %)
Tabel 31 Perhitungan satisfied buyer
Jawaban X Milna Promina Sun Nestle Cerelac
F Skor F Skor f Skor f Skor
Sangat tidak puas 1 0 0 0 0 0 0 0 0
Tidak puas 2 0 0 0 0 1 2 0 0
Biasa saja 3 2 6 2 6 3 9 3 9
Puas 4 19 76 11 44 15 60 31 124
Sangat puas 5 1 5 1 5 1 5 0 0
Total 22 87 14 55 20 76 34 133
Rata-rata 3.95 3.93 3.80 3.91
Satiesfied Buyer (%) 90.91 85.71 80.00 91.18
4. Analisis Liking the Brand
Liking the Brand adalah responden bubur bayi kemasan yang menjawab
„suka‟ dan „sangat suka‟ pada kuisioner (pertanyaan nomor . Berdasarkan
Berdasarkan Tabel 32 diketahui bahwa rata-rata semua responden bubur bayi
kemasan menyukai merek tersebut, hal ini dilihat dari nilai rataan Milna (3.86),
Promina (3.86), SUN (3.70), dan Nestle Cerelac (3.85) yang masuk ke dalam
rentang skala suka (3.4-4.2).
Responden Milna yang menyukai merek tersebut berjumlah 20 orang
(90.91 %). Untuk responden Promina yang menyukai merek tersebut berjumlah
12 orang (85.71 %). Responden SUN yang menyukai merek tersebut berjumlah
16 orang (80 %). Dan responden Nestle Cerelac yang menyukai merek tersebut
berjumlah 31 orang (91.18 %)
Tabel 32 Perhitungan liking the brand
Jawaban x Milna Promina Sun Nestle Cerelac
F Skor f Skor f Skor f Skor
Sangat tidak suka 1 0 0 0 0 0 0 0 0
Tidak suka 2 0 0 0 0 0 0 0 0
Biasa saja 3 6 18 4 12 7 21 6 18
Suka 4 13 52 8 32 12 48 27 108
Sangat suka 5 3 15 2 10 1 5 1 5
Total 22 85 14 54 20 74 34 131
Rata-rata 3.86 3.86 3.70 3.85
Liking the Brand (%) 72.73 71.43 65.00 82.35
5. Analisis Commited Buyer
Commited Buyer adalah responden bubur bayi kemasan yang menjawab
„sering‟ dan „selalu pada kuisioner (pertanyaan nomor 23). Berdasarkan
Berdasarkan Tabel 33 diketahui bahwa responden bubur bayi kemasan Milna dan
Promina kadang-kadang menyarankan atau mempromosikan merek Milna dan
Promina kepada orang lain, hal ini dilihat dari nilai rataan Milna (3.18) dan

45
Promina (3.14) yang masuk ke dalam rentang skala kadang-kadang (2.6-3.4)..
Responden Milna yang termasuk commited buyer sebanyak 6 orang (27.27 %) dan
responden Promina yang termasuk commited buyer sebanyak 6 orang (42.86 %).
Rata-rata responden bubur bayi kemasan SUN dan Nestle Cerelac jarang
menyarankan atau mempromosikan merek SUN dan Nestle Cerelac kepada orang
lain, hal ini dilihat dari nilai rataan SUN (2.45) dan Nestle Cerelac (2.5) yang
masuk ke dalam rentang skala jarang (1.8-2.6). Responden SUN yang termasuk
commited buyer sebanyak 2 orang (10.00 %) dan responden Nestle Cerelac yang
termasuk commited buyer sebanyak 8 orang (23.53 %).
Tabel 33 Perhitungan commited buyer
Jawaban x Milna Promina Sun Nestle Cerelac
f Skor F Skor f Skor f Skor
Tidak pernah 1 1 1 1 1 3 3 9 9
Jarang 2 2 4 2 4 8 16 7 14
Kadang-kadang 3 13 39 5 15 7 21 10 30
Sering 4 4 16 6 24 1 4 8 32
Selalu 5 2 10 0 0 1 5 0 0
Total 22 70 14 44 20 49 34 85
Rata-rata 3.18 3.14 2.45 2.50
Committed Buyer (%) 27.27 42.86 10.00 23.53
Setelah semua elemen loyalitas merek dihitung untuk setiap mereknya,
maka dapat disusun dalam suatu kesatuan berbentuk piramida loyalitas merek.
Bentuk piramida yang terbentuk cenderung ideal yaitu segitiga terbalik.
1. Piramida Loyalitas Merek Milna
Pada Gambar 11 menunjukkan bahwa kondisi merek Milna Cukup baik
karena bentuk piramida yang semakin ke atas semakin melebar, tetapi pada level
Liking the brand dan Commited Buyer terlihat semakin mengecil dengan jumlah
72.73 % dan 27.27 %. Hal ini yang merupakan masalah yang harus dipecahkan
oleh manajemen Milna. Pada tingkatan loyalitas merek, responden yang termasuk
switcher sebesar 0 %. Responden yang merupakan habitual Buyer sebesar
59.09 %. Dan responden yang merupakan satisfied buyer sebesar 90.91 %.
2. Piramida Loyalitas Merek Promina
Pada Gambar 12 menunjukkan bahwa kondisi merek Promina Cukup baik
karena bentuk piramida yang semakin ke atas semakin melebar, tetapi pada level
Liking the brand dan Commited Buyer terlihat semakin mengecil dengan jumlah
71.43 % dan 42.86 %. Hal ini yang merupakan masalah yang harus dipecahkan
oleh manajemen Promina. Pada tingkatan loyalitas merek, responden yang
termasuk switcher sebesar 0 %. Responden yang merupakan habitual Buyer
sebesar 35.71 %. Dan responden yang merupakan satisfied buyer sebesar 85.71 %.

46
Gambar 11 Piramida loyalitas merek bubur bayi kemasan Milna
Gambar 12 Piramida loyalitas merek bubur bayi kemasan Promina
3. Piramida Loyalitas Merek SUN
Pada Gambar 13 menunjukkan bahwa kondisi merek SUN Cukup baik
karena bentuk piramida yang semakin ke atas semakin melebar, tetapi pada level
Liking the brand dan Commited Buyer terlihat semakin mengecil dengan jumlah
65.00 % dan 10.00 %. Hal ini yang merupakan masalah yang harus dipecahkan
oleh manajemen SUN. Pada tingkatan loyalitas merek, responden yang termasuk
switcher sebesar 10.00 %. Responden yang merupakan habitual Buyer sebesar
45.00 %. Dan responden yang merupakan satisfied buyer sebesar 80.00 %.
liking the brand = 72.73 %
satisfied buyer = 90.91 %
59.09 %
switcher
0 %
liking the brand = 71.43 %
satisfied buyer = 85.71 %
Switcher
0 %
Commited Buyer
42.86 %
Liking the Brand
71.43 %
Satisfied Buyer
85.71 %
Habitual
Buyer
35.71 %
commited
buyer
27.27 %
liking the brand
72.73 %
satisfied buyer
90.91 %
habitual buyer
59.09 %

47
Gambar 13 Piramida loyalitas merek bubur bayi kemasan SUN
4. Piramida Loyalitas Merek Nestle Cerelac
Pada Gambar 14 menunjukkan bahwa kondisi merek Nestle Cerelac Cukup
baik karena bentuk piramida yang semakin ke atas semakin melebar, tetapi pada
level Liking the brand dan Commited Buyer terlihat semakin mengecil dengan
jumlah 82.35 % dan 23.53 %. Hal ini yang merupakan masalah yang harus
dipecahkan oleh manajemen Nestle Cerelac. Pada tingkatan loyalitas merek,
responden yang termasuk switcher sebesar 0 %. Responden yang merupakan
habitual Buyer sebesar 61.76.09 %. Dan responden yang merupakan satisfied
buyer sebesar 91.18 %.
Gambar 14 Piramida loyalitas merek bubur bayi kemasan Nestle Cerelac
satisfied buyer = 80.00 %
Commited Buyer
10.00 %
Liking The Brand
65.00 %
Satisfied Buyer
80.00 %
Habitual Buyer
45.00 %
Swit
cher
10%
satisfied buyer = 91.18 %
Switcher
0 %
Commited Buyer
23.53 %
Liking The Brand
82.35 %
Satisfied Buyer
91.18 %
Habitual Buyer
61.76 %

48
Setelah keempat merek dibuat piramida, yang dilakukan selanjutnya adalah
membuat tabel perbandingan antara pada masing-masin level dari masing-masing
merek yang diteliti. Perbandingan hasil tabel tersebut dapat dilihat pada Tabel 34.
Tabel 34 Perbandingan hasil masing-masing level dari tiap merek (%)
Level Merek
Milna rata-
rata Promina
rata-
rata SUN
rata-
rata
Nestle
Cerelac
rata-
rata
Commited Buyer 27.27 3.18 42.86 3.14 10.00 2.45 23.53 2.50
Liking the
Brand 72.73 3.86 71.43 3.86 65.00 3.70 82.35 3.85
Satisfied Buyer 90.91 3.95 85.71 3.93 80.00 3.80 91.18 3.91
Habitual Buyer 59.09 3.27 35.71 2.71 45.00 2.90 61.76 3.35
Switcher 0.00 1.86 0.00 1.86 10.00 2.30 0.00 1.79
Jika dibandingkan setiap tingkatan elemen loyalitas merek pada setiap
merek yang dianalisis diketahui bahwa merek SUN memiliki jumlah switcher
lebih banyak dibandingkan merek lain yaitu sebesar 10.00 persen. Berarti
konsumen merek SUN mempertimbangkan faktor harga dalam proses keputusan
mereka dalam membeli produk bubur bayi kemasan. Sehingga jika ada merek lain
yang harganya lebih murah maka kemungkinan mereka beralih merek lebih besar
dari yang lain.
Merek Nestle cerelac memiliki konsumen yang lebih banyak dalam kategori
habitual buyer dibandingkan merek lainnya yaitu sebesar 61.76 persen. Dimana
banyak konsumen Nestle Cerelac yang membeli merek tersebut karena faktor
kebiasaan.
Pada tingkatan satisfied buyer merek Nestle Cerelac unggul dalam hal
jumlah konsumen dibandingkan merek lainnya yaitu sebesar 91.18 persen.
Dimana konsumen Nestle Cerelac merasa puas dalam membeli merek tersebut
Merek Nestle Cerelac masih lebih baik dalam hal jumlah konsumen yang
liking the brand yaitu sebesar 82.35 persen. Berarti konsumen menyukai merek
yang mereka beli (Nestle Cerelac) dari pada merek lain.
Untuk jumlah konsumen yang commited buyer ternyata merek Promina
lebih unggul dari pada merek lain yaitu sebesar 42.86 persen. Konsumen Promina
masih merasa cukup bangga dalam menggunakan merek tersebut dan berniat
mempromosikannya pada orang lain. Sedangkan merek SUN untuk semua
tingkatan selalu menjadi yang terendah nilainya, kecuali jumlah habitual buyer
sebesar 45.00 persen.
Analisis lain yang juga perlu dilakukan adalah untuk mengetahui nilai PRoT
(Possibility Rate of Transtition) atau kemungkinan berpindah merek dari keempat
merek yang dianalisis ini. Untuk mengetahui besarnya nilai PRoT untuk tiap jenis
merek digunakan brand switching pattern matrix yaitu matriks yang menjelaskan
ke merek mana saja seorang responden mungkin berganti merek. Berdasarkan
Tabel 35 dapat disimpulkan bahwa pada umumnya responden belum cukup loyal
terhadap merek yamg paling sering merek beli dan konsumsi. Responden masih
banyak yang ingin mencoba atau beralih ke merek lain.

49
Tabel 35 Hasil perhitungan brand switching pattern matrix ke Milna Promina Sun Nestle Cerelac Total
dari orang % orang % orang % orang % orang %
Milna 15 16.67 3 3.33 2 2.22 2 2,22 22 24.44
Promina 0 0.00 12 13.33 1 1.11 1 1.11 14 15.56
Sun 0 0.00 0 0.00 15 16.67 5 5.56 20 22.22
Nestle
Cerelac 5 5.56 4 4.44 2 2.22 23 25.56 34 37.78
Total
90 100
Dari Tabel 35 diketahui bahwa dari 22 orang responden merek Milna yang
tidak akan berpindah ke merek lain hanya 15 orang (16.67 %) sedangkan 3
(3.33 %) orang ingin beralih kemerek Promina, responden ingin beralih ke merek
SUN yaitu sebanyak 2 orang (2.22 %) dan 2 orang (2.22 %) ke merek Nestle
Cerelac. Dari 14 orang responden merek Promina yang tidak akan beralih
kemerek lain ada 12 orang (13.33 %), 1 orang responden ingin beralih ke merek
SUN (1.11 %), dan 1 orang (1.11 %) ingin beralih ke merek Nestle Cerelac.Dari
20 orang Responden merek SUN yang ingin beralih ke merek Nestle Cerelac
sebanyak 5 orang (5.56 %) dan responden yang tetap setia sebanyak 15 orang
(16.67 %).
Dari 34 orang responden Nestle Cerelac, responden yang tidak ingin beralih
merek sebanyak 23 orang (25.56 %), 5 orang responden ingin beralih ke merek
Milna (5.56 %), 4 orang responden ingin beralih ke merek Promina (4.44 %) dan
2 orang (2.22 %) ke merek SUN. Setelah matriks perpindahan merek, maka dapat
dihitung kemungkinan perpindahan merek dari 1 merek ke merek lain atau ProT
(Probability Rate of Transisition) dari merek-merek yang diteliti, seperti dapat
dilihat pada Tabel 36.
Tabel 36 Kemungkinan perpindahan merek
Merek PRoT (%) Unloyal (%)
Milna 38.30 36.36
Promina 15.42 7.14
Sun 28.77 25.00
Nestle Cerelac 39.09 32.35
Berdasarkan hasil tabel di atas dapat dilihat bahwa merek Promina memiliki
nilai PRoT yang lebih kecil dibandingkan merek lain yaitu 15.42 persen dan
unloyal 7.14 persen. Hal ini berarti konsumen merek Promina lebih loyal
dibandingkan konsumen merek lain. Semakin rendah nilai PRoT suatu merek
merupakan indikasi bahwa kesetiaan konsumen terhadap produk tinggi begitu
juga sebaliknya.
Merek SUN memiliki nilai PRoT sebesar 28.77 persen dan unloyal 25.00
persen yang berarti responden SUN tidak seloyal merek Promina. Merek Nestle
Cerelac merupakan merek dengan jumlah responden yang paling tidak loyal
karena dilihat dari nilai PRoTnya lebih besar (39.09 %) dari 3 merek lain.
Analisis PRoT ini menghasilkan kesimpulan yang sama dengan analisis
loyalitas sebelumnya dimana merek Promina merupakan merek dengan loyalitas

50
baik karena memiliki jumlah switcher rendah dan commited buyer yang paling
tinggi dari merek lain.
Keseluruhan hasil analisis ekuitas merek bubur bayi kemasan terangkum
dalam Tabel 37.
Tabel 37 Ringkasan analisis ekuitas merek
Elemen ekuitas merek Skor (1-4)
Milna Promina SUN Nestle Cerelac
Kesadaran Merek 3 1 2 4
Asosiasi Merek 2 3 3 4
Persepsi Kualitas 4 4 4 4
Loyalitas Merek 2 4 3 1
Total 11 12 12 13
Dari Tabel 37 diperoleh hasil bahwa Nestle Cerelac memperoleh nilai
elemen kesadaran merek top of mind tertinggi disusul Milna, SUN, dan Promina.
Pada elemen asosiasi merek, Nestle Cerelac yang memiliki 11 asosiasi pembentuk
brand image juga memperoleh nilai tertinggi, kemudian disusul oleh Promina dan
SUN yang memiliki asosiasi pembentuk brand image dengan jumlah yang sama
yaitu 9 buah, dan terakhir Milna yang memiliki 8 asosiasi pembentuk brand
image. Pada elemen persepsi kualitas merek, berdasarkan diagram performance-
importance semua merek mendapatkan nilai yang sama. Sementara pada elemen
loyalitas merek, Promina memperoleh nilai loyalitas tertinggi, disusul oleh SUN,
Milna, dan Nestle Cerelac. Berdasarkan penilaian dengan menggunakan sistem
skoring, Nestle Cerelac memperoleh total nilai tertinggi sehingga dapat
disimpulkan bahwa Nestle Cerelac memiliki ekuitas merek terkuat dibanding tiga
merek bubur bayi lainnya.

51
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Hasil analisis ekuitas merek Bubur bayi kemasan terhadap empat merek
ini (Milna, Promina, SUN, dan Nestle Cerelac) dapat diambil kesimpulan sebagai
berikut :
1. Merek Nestle Cerelac unggul pada dua elemen ekuitas merek yaitu pada
elemen kesadaran merek karena menempati urutan teratas untuk kategori
top of mind dan pada asosiasi merek karena memiliki asosiasi pembentuk
brand image terbanyak (aman dikonsumsi, rasa yang enak, banyak
pilihan rasa, kandungan gizi lengkap, mudah memperolehnya, tekstur
lembut, ukuran kemasan sesuai, harga terjangkau, merek terkenal, daya
simpan lama, dan label kemasan lengkap). Pada elemen persepsi kualitas
merek, berdasarkan diagram performance-importance semua merek
mendapatkan nilai yang sama. Merek yang terkuat pada elemen loyalitas
merek adalah merek Promina karena merek Promina merupakan merek
dengan persentase commited buyer terbesar dan jumlah switcher kecil.
2. Merek Nestle Cerelac merupakan merek dengan ekuitas terkuat karena
lebih unggul dibandingkan ketiga merek lainnya pada dua elemen ekuitas
merek yaitu elemen kesadaran merek dan asosiasi merek.
Saran
Saran yang dapat diberikan setelah dilakukan penelitian terhadap ekuitas
merek produk Bubur Bayi kemasan di kota Bogor antara lain :
1. Bagi perusahaan-perusahaan yang merek produknya memiliki ekuitas
merek yang lemah disarankan untuk melakukan perbaikan dan
peningkatan untuk setiap elemen ekuitas mereknya. Perbaikan ini
diharapkan dapat meningkatkan ekuitas merek produk tersebut dan
memberikan keuntungan yang besar bagi perusahaan. Bagi merek Nestle
Cerelac disarankan untuk tetap mempertahankan keunggulannya yaitu
pada elemen kesadaran merek, asosiasi merek dan persepsi kualitas serta
meningkatkan diri pada elemen loyalitas merek karena merek Nestle
lemah pada elemen ini seperti dengan meningkatkan usaha promosinya
melalui iklan.
2. Bagi yang ingin melakukan penelitian dengan topik yang sama
disarankan untuk menggunakan alat analisis yang berbeda seperti
menggunakan alat analisis SEM sehingga dapat diketahui bobot
pengaruh setiap elemen ekuitas merek. Perbedaan ini diharapkan akan
lebih memberikan warna dan variasi terhadap penelitian tentang ekuitas
merek.

52
DAFTAR PUSTAKA
Aaker DA. 1997. Manajemen Ekuitas Merek. Jakarta (ID): Mitra Utama-Prentice
Hall
[BPS] Badan Pusat Statistik Kota Bogor. 2011. Kota Bogor dalam angka. Bogor.
BPS Kota Bogor
[Depkes RI] Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2004. Pedoman
Pelaksanaan Pendistribusian dan Pengelolaan Makanan Pendamping ASI
tahun 2004. Jakarta (ID): Direktorat Jenderal Gizi Masyarakat.
[Depkes RI] Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2007. Keputusan
Menteri Kesehatan Republik Indonesia tentang Spesifikasi Teknis MP-
ASI. http://gizi.depkes.go.id/wp-content/uploads/2012/05/SK-MP-ASI. [4
April 2012]
Durianto D, Sugiarto, Sitinjak T. 2001. Strategi Menaklukkan Pasar – Melalui
Riset Ekuitas & Perilaku Merek. Jakarta (ID): Gramedia Pustaka Utama.
Durianto D, Sugiarto, Budiman LJ. 2004. Brand Equity Ten: Strategi Memimpin
Pasar. Jakarta (ID): PT Gramedia Pustaka Utama
Munthe RAR. 2002. Analisis Perilaku Ibu Rumah Tangga dalam Pembelian
Bubur Bayi Kemasan dan Implikasinya pada Strategi Pemasaran
Kotamadya Bogor [Skripsi]. Bogor (ID): Jurusan Ilmu Sosial Ekonomi
Pertanian, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor
Nazir M. 2005. Metode Penelitian. Jakarta (ID): Ghalia Indonesia
Pardede PD. 2002. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Rumah
Tangga dalam Pembelian Bubur Bayi dalam Kemasan Jakarta Timur
[Skripsi]. Bogor (ID): Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian,
Institut Pertanian Bogor
Rahmat V. 2005. Analisis Beberapa Komponen Ekuitas Merek Produk Es Krim di
Wilayah DKI Jakarta [Skripsi]. Bogor (ID): Program Sarjana Ekstensi
Manajemen Agribisnis, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor
Rangkuti F. 2002. The Power of Brand : Teknik mengelola Brand Equity dan
Strategi Membangun Plus Analisis Kasus dengan SPSS. Jakarta (ID): PT
Gramedia Pustaka Utama
Saefulloh A. 2002. Analisis Brand Equity (Ekuitas Merek) Produk Ikan Kaleng
Pengunjung Supermarket Sultan Plaza Bandung [Skripsi]. Bogor (ID):
Program Studi Sosial Ekonomi Perikanan, Jurusan Sosial Ekonomi
Perikanan, Fakultas Perikanan, Institut Pertanian Bogor

53
Susanti R. 2006. Analisis Ekuitas Merek Mie Instan di Kecamatan Bogor Barat
[Skripsi]. Bogor (ID): Program Sarjana Ekstensi Manajemen Agribisnis,
Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor
Syiska VY. 2006. Analisis Ekuitas Merek Produk Ikan Kaleng di Kota Bogor
[Skripsi]. Bogor (ID): Program Sarjana Ekstensi Manajemen Agribisnis,
Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor

54
Lampiran 1 Perhitungan reliabilitas bubur bayi merek Milna
∑Xt = 344 ∑Xt2 = 4006 ∑B = 344 ∑S = 46 ∑B
2= 9212
Kresponden 4
- 44
x 4. Ktotal
44 4
44 4 4 . 4
Kasosiasi
- 44
x . 4 Ksisa 4 . -4. - . 4 .
Responden
Asosisasi
Total Total
Kuadrat 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 169
2 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 11 121
3 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 9 81
4 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 11 121
5 1 1 1 1 0 1 1 0 0 0 1 1 1 9 81
6 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 10 100
7 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 0 1 1 9 81
8 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 12 144
9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 169
10 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 169
11 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 169
12 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 11 121
13 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 12 144
14 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 10 100
15 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 169
16 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 11 121
17 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 10 100
18 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 169
19 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 169
20 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 169
21 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 169
22 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 10 100
23 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 169
24 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 9 81
25 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 11 121
26 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 11 121
27 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 169
28 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 11 121
29 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12 144
30 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 12 144
344 4006
B 30 27 28 29 26 27 22 21 24 23 29 29 29 344
B2 900 729
784
841
676
729
484
441
576
529
841
841
841
9212
S 0 3 2 1 4 3 8 9 6 7 1 1 1 46

55
Tabel Varians
Sumber variasi Derajat Bebas Jumlah kuadrat Varians
Responden 30-1 = 29 4.728 0.163
Asosisasi 13-1 = 12 3.641 0.303
Sisa 389-29-12 = 348 32.205 0.093
Total 390-1 = 389
r11= -VtVr - . .4
Nilai t tabel untuk N = 30 dengan interval kepercayaan 95%= 0,361
r11 > Rtabel .4 > . → dapat diandalkan
Artinya : instrumen yang digunakan untuk mengungkap asosiasi yang terkait
dengan produk bubur bayi kemasan merek Milna ini dapat diandalkan, sehingga
penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan menggunakan asosiasi-asosiasi yang
telah diujicobakan.

56
Lampiran 2 Perhitungan reliabilitas bubur bayi merek Promina
Respon
den
Asosisasi Total
Total
Kuadrat 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 169
2 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 12 144
3 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 11 121
4 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 10 100
5 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 11 121
6 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 169
7 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 11 121
8 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 10 100
9 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 0 1 1 9 81
10 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 10 100
11 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 12 144
12 1 0 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 9 81
13 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 12 144
14 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 169
15 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 11 121
16 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 10 100
17 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 169
18 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 169
19 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 169
20 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 10 100
21 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 169
22 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 169
23 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 169
24 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 169
25 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 12 144
26 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 169
27 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 12 144
28 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 11 121
29 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12 144
30 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 12 144
350 4134
B 30 27 29 30 29 24 23 22 26 24 29 27 30 350
B2 90
0
72
9
84
1
90
0
84
1
57
6
52
9
48
4
67
6
57
6
84
1
72
9
90
0
9522
S 0 3 1 0 1 6 7 8 4 6 1 3 0 40
∑Xt = 350 ∑Xt2 = 4134 ∑B = 350 ∑S = 40 ∑B
2= 9522
Kresponden 4 4
-
x . Ktotal
4
4 .
Kasosiasi
-
x . Ksisa . - . - . .

57
Tabel Varians
Sumber variasi Derajat Bebas Jumlah kuadrat Varians
Responden 30-1 = 29 3.897 0.134
Asosisasi 13-1 = 12 3.297 0.275
Sisa 389-29-12 = 348 28.703 0.082
Total 390-1 = 389
r11= -VtVr - . 4 .
Nilai t tabel untuk N = 30 dengan interval kepercayaan 95%= 0,361
r11 > Rtabel . > . → dapat diandalkan
Artinya : instrumen yang digunakan untuk mengungkap asosiasi yang terkait
dengan produk bubur bayi kemasan merek Promina ini dapat diandalkan, sehingga
penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan menggunakan asosiasi-asosiasi yang
telah diujicobakan.

58
Lampiran 3 Perhitungan reliabilitas bubur bayi kemasan merek SUN
Respon
den
Asosisasi
Total Total
Kuadrat 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 12 144
2 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 11 121
3 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 11 121
4 1 0 0 1 1 0 0 0 1 1 0 1 1 7 49
5 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 11 121
6 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 100
7 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 12 144
8 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 12 144
9 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 11 121
10 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 11 121
11 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 10 100
12 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 10 100
13 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 11 121
14 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12 144
15 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 12 144
16 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 12 144
17 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 169
18 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 169
19 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 9 81
20 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 169
21 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 169
22 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 12 144
23 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 11 121
24 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 11 121
25 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 11 121
26 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 12 144
27 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 169
28 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 169
29 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 169
30 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 169
345 4023
B 30 23 25 29 29 25 23 19 26 30 29 29 28 345
B2 900 52
9
62
5
84
1
84
1
62
5
52
9
36
1
67
6
90
0
84
1
84
1
78
4
9293
S 0 7 5 1 1 5 7 11 4 0 1 1 2 45
∑Xt = 345 ∑Xt2 = 4023 ∑B = 345 ∑S = 45 ∑B
2= 9293
Kresponden 4
- 4
x 4. Ktotal
4 4
4 4 .
Kasosiasi
- 4
x 4. 4 Ksisa . -4. -4. 4 . 4

59
Tabel Varians
Sumber variasi Derajat Bebas Jumlah kuadrat Varians
Responden 30-1 = 29 4.269 0.147
Asosisasi 13-1 = 12 4.574 0.381
Sisa 389-29-12 = 348 30.964 0.089
Total 390-1 = 389
r11= -VtVr - . 4 .
Nilai t tabel untuk N = 30 dengan interval kepercayaan 95%= 0,361
r11 > Rtabel . > . → dapat diandalkan
Artinya : instrumen yang digunakan untuk mengungkap asosiasi yang terkait
dengan produk bubur bayi kemasan merek SUN ini dapat diandalkan, sehingga
penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan menggunakan asosiasi-asosiasi yang
telah diujicobakan.

60
Lampiran 4 Perhitungan reliabilitas bubur bayi merek Nestle Cerelac
Respon
den
Asosisasi
Total Total
Kuadrat 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 10 100
2 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 12 144
3 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 121
4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 169
5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 169
6 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 12 144
7 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 11 121
8 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 10 100
9 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 12 144
10 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 169
11 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 169
12 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 12 144
13 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 11 121
14 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 169
15 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 169
16 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 169
17 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 169
18 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 11 121
19 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 12 144
20 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 169
21 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 169
22 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 169
23 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 169
24 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 169
25 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 169
26 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 169
27 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 169
28 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 169
29 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 12 144
30 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 169
370 4590
B 29 30 30 29 30 30 25 23 29 28 30 27 30 370
B2 84
1
90
0
90
0
84
1
90
0
90
0
62
5
52
9
84
1
78
4
90
0
72
9
90
0
1059
0
S 1 0 0 1 0 0 5 7 1 2 0 3 0 20
∑Xt = 370 ∑Xt2 = 4590 ∑B = 370 ∑S = 20 ∑B
2= 10590
Kresponden 4
-
x . Ktotal
. 4
Kasosiasi
-
x . 4 Ksisa . 4- . - . 4 4. 4

61
Tabel Varians
Sumber variasi Derajat Bebas Jumlah kuadrat Varians
Responden 30-1 = 29 2.051 0.071
Asosisasi 13-1 = 12 1.974 0.165
Sisa 389-29-12 = 348 14.949 0.043
Total 390-1 = 389
r11= -VtVr - . .
Nilai t tabel untuk N = 30 dengan interval kepercayaan 95%= 0,361
r11 > Rtabel . > . → dapat diandalkan
Artinya : instrumen yang digunakan untuk mengungkap asosiasi yang terkait
dengan produk bubur bayi kemasan merek Nestle Cerelac ini dapat diandalkan,
sehingga penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan menggunakan asosiasi-
asosiasi yang telah diujicobakan.

62
Lampiran 5 Pengujian asosiasi bubur bayi merek Milna
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Tahap 4 Tahap 5 Tahap 6
C 13 12 11 10 9 8
N 590 551 511 471 429 386
ΣRi2 6956 6053 5193 4401 3649 2952
ΣCj2 26984 25463 23863 22263 20499 18650
Q 45.24 38.47 32.06 22.98 16.98 10.5
db 12 11 10 9 8 7
α 0.05 0.05 0.05 0.05 0.05 0.05
Xtabel 21.026 19.675 18.307 16.919 15.507 14.067
Tolak H0
Tolak
H0 Tolak H0 Tolak H0 Tolak H0
Terima
H0
Lampiran 6 Pengujian asosiasi bubur bayi merek Promina
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Tahap 4 Tahap 5
C 13 12 11 10 9
N 559 521 483 444 404
ΣRi2 6 719 5 829 5 009 4 226 3 490
ΣCj2 24 171 22 727 21 283 19 762 18 162
Q 38.15 33.36 27.11 20.36 13.26
db 12 11 10 9 8
α 0.05 0.05 0.05 0.05 0.05
Xtabel 21.026 19.675 18.307 16.919 15.507
Tolak H0 Tolak H0 Tolak H0 Tolak H0 Terima H0
Lampiran 7 Pengujian asosiasi bubur bayi merek SUN
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Tahap 4 Tahap 5
C 13 12 11 10 9
N 542 510 474 436 398
ΣRi2 6 366 5 628 4 852 4 090 3 400
ΣCj2 22 844 21 820 20 524 19 080 17 636
Q 56.61 38.9 30.06 23.47 14.07
db 12 11 10 9 8
α 0.05 0.05 0.05 0.05 0.05
Xtabel 21.026 19.675 18.307 16.919 15.507
Tolak H0 Tolak H0 Tolak H0 Tolak H0 Terima H0

63
Lampiran 8 Pengujian asosiasi bubur bayi merek Nestle Cerelac
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3
C 13 12 11
N 688 641 593
ΣRi2 8644 7491 6405
ΣCj2 36490 34281 31977
Q 41.04 26.87 8.305
db 12 11 10
α 0.05 0.05 0.05
Xtabel 21.026 19.675 18.307
Tolak H0 Tolak H0 Terima H0
Lampiran 9 Perhitungan importance performance merek Milna
Importance
Atribut Keamanan
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0
Tidak penting 0 2 0 4 0 0
Biasa saja 1 3 3 9 9 1.96
Penting 6 4 24 16 96 11.76
Sangat Penting 44 5 220 25 1100 86.27
Total 51 247 1205 100 4.84
Atribut Rasa
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0
Tidak penting 0 2 0 4 0 0
Biasa saja 7 3 21 9 63 13.73
Penting 33 4 132 16 528 64.71
Sangat Penting 11 5 55 25 275 21.57
Total 51 208 866 100 4.08
Atribut Pilihan rasa
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0
Tidak penting 0 2 0 4 0 0
Biasa saja 7 3 21 9 63 13.73
Penting 37 4 148 16 592 72.55
Sangat Penting 7 5 35 25 175 13.73
Total 51 204 830 100 4.00

64
Atribut Kandungan Gizi
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0
Tidak penting 0 2 0 4 0 0
Biasa saja 1 3 3 9 9 1.96
Penting 12 4 48 16 192 23.53
Sangat Penting 38 5 190 25 950 74.51
Total 51 241 1151 100 4.73
Atribut Kemudahan Memperoleh
f x f.x x2 f.x2 % rata -
rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0
Tidak penting 0 2 0 4 0 0
Biasa saja 2 3 6 9 18 3.92
Penting 34 4 136 16 544 66.67
Sangat Penting 15 5 75 25 375 29.41
Total 51 217 937 100 4.25
Atribut Tekstur
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0
Tidak penting 1 2 2 4 4 1.96
Biasa saja 5 3 15 9 45 9.80
Penting 29 4 116 16 464 56.86
Sangat Penting 16 5 80 25 400 31.37
Total 51 213 913 100 4.18
Atribut Iklan
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0
Tidak penting 11 2 22 4 44 21.57
Biasa saja 18 3 54 9 162 35.29
Penting 21 4 84 16 336 41.18
Sangat Penting 1 5 5 25 25 1.96
Total 51 165 567 100 3.24
Atribut Bentuk Kemasan
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0
Tidak penting 8 2 16 4 32 15.69
Biasa saja 17 3 51 9 153 33.33
Penting 25 4 100 16 400 49.02

65
Sangat Penting 1 5 5 25 25 1.96
Total 51 172 610 100 3.37
Atribut Ukuran Kemasan
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0
Tidak penting 1 2 2 4 4 1.96
Biasa saja 19 3 57 9 171 37.25
Penting 29 4 116 16 464 56.86
Sangat Penting 2 5 10 25 50 3.92
Total 51 185 689 100 3.63
Atribut Harga
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0
Tidak penting 0 2 0 4 0 0
Biasa saja 8 3 24 9 72 15.69
Penting 21 4 84 16 336 41.18
Sangat Penting 22 5 110 25 550 43.14
Total 51 218 958 100 4.27
Atribut Merek
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0
Tidak penting 1 2 2 4 4 1.96
Biasa saja 10 3 30 9 90 19.61
Penting 35 4 140 16 560 68.63
Sangat Penting 5 5 25 25 125 9.80
Total 51 197 779 100 3.86
Atribut Daya Simpan
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0
Tidak penting 0 2 0 4 0 0
Biasa saja 5 3 15 9 45 9.80
Penting 30 4 120 16 480 58.82
Sangat Penting 16 5 80 25 400 31.37
Total 51 215 925 100 4.22
Atribut Label Kemasan
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0
Tidak penting 1 2 2 4 4 1.96
Biasa saja 6 3 18 9 54 11.76

66
Penting 30 4 120 16 480 58.82
Sangat Penting 14 5 70 25 350 27.45
Total 51 210 888 100 4.12
Performance
Atribut Keamanan
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0
Tidak penting 0 2 0 4 0 0
Biasa saja 2 3 6 9 18 3.92
Penting 39 4 156 16 624 76.47
Sangat Penting 10 5 50 25 250 19.61
Total 51 212 892 100 4.16
Atribut Rasa
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0
Tidak penting 0 2 0 4 0 0
Biasa saja 3 3 9 9 27 6
Penting 45 4 180 16 720 88.24
Sangat Penting 3 5 15 25 75 5.88
Total 51 204 822 100 4.00
Atribut Pilihan rasa
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0
Tidak penting 2 2 4 4 8 3.92
Biasa saja 8 3 24 9 72 15.69
Penting 40 4 160 16 640 78.43
Sangat Penting 1 5 5 25 25 1.96
Total 51 193 745 100 3.78
Atribut Kandungan Gizi
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0
Tidak penting 0 2 0 4 0 0
Biasa saja 2 3 6 9 18 3.92
Penting 46 4 184 16 736 90.20
Sangat Penting 3 5 15 25 75 5.88
Total 51 205 829 100 4.02

67
Atribut Kemudahan Memperoleh
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0
Tidak penting 5 2 10 4 20 10.00
Biasa saja 7 3 21 9 63 14.00
Penting 36 4 144 16 576 70.59
Sangat Penting 3 5 15 25 75 5.88
Total 51 190 734 100 3.73
Atribut Tekstur
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0
Tidak penting 1 2 2 4 4 1.96
Biasa saja 8 3 24 9 72 16.00
Penting 39 4 156 16 624 76.47
Sangat Penting 3 5 15 25 75 5.88
Total 51 197 775 100 3.86
Atribut Iklan
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0
Tidak penting 1 2 2 4 4 1.96
Biasa saja 23 3 69 9 207 45.10
Penting 26 4 104 16 416 50.98
Sangat Penting 1 5 5 25 25 2.00
Total 51 180 652 100 3.53
Atribut Bentuk Kemasan
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0
Tidak penting 0 2 0 4 0 0.00
Biasa saja 30 3 90 9 270 58.82
Penting 21 4 84 16 336 41.18
Sangat Penting 0 5 0 25 0 0.00
Total 51 174 606 100 3.41
Atribut Ukuran Kemasan
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 0 2 0 4 0 0.00
Biasa saja 13 3 39 9 117 25.49
Penting 36 4 144 16 576 70.59
Sangat Penting 2 5 10 25 50 3.92
Total 51 193 743 100 3.78

68
Atribut Harga
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0
Tidak penting 8 2 16 4 32 15.69
Biasa saja 23 3 69 9 207 45.10
Penting 20 4 80 16 320 39.22
Sangat Penting 0 5 0 25 0 0.00
Total 51 165 559 100 3.24
Atribut Merek
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 0 2 0 4 0 0.00
Biasa saja 5 3 15 9 45 9.80
Penting 45 4 180 16 720 88.24
Sangat Penting 1 5 5 25 25 1.96
Total 51 200 790 100 3.92
Atribut Daya Simpan
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 0 2 0 4 0 0.00
Biasa saja 7 3 21 9 63 13.73
Penting 44 4 176 16 704 86.27
Sangat Penting 0 5 0 25 0 0.00
Total 51 197 767 100 3.86
Atribut Label Kemasan
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 0 2 0 4 0 0.00
Biasa saja 5 3 15 9 45 9.80
Penting 43 4 172 16 688 84.31
Sangat Penting 3 5 15 25 75 5.88
Total 51 202 808 100 3.96

69
Lampiran 10 Perhitungan importance performance merek Promina
Importance
Atribut Keamanan
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 0 2 0 4 0 0.00
Biasa saja 2 3 6 9 18 4.26
Penting 5 4 20 16 80 10.64
Sangat Penting 40 5 200 25 1000 85.11
Total 47 226 1098 100 4.81
Atribut Rasa
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 0 2 0 4 0 0.00
Biasa saja 3 3 9 9 27 6.38
Penting 27 4 108 16 432 57.45
Sangat Penting 17 5 85 25 425 36.17
Total 47 202 884 100 4.30
Atribut Pilihan rasa
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 0 2 0 4 0 0.00
Biasa saja 8 3 24 9 72 17.02
Penting 32 4 128 16 512 68.09
Sangat Penting 7 5 35 25 175 14.89
Total 47 187 759 100 3.98
Atribut Kandungan Gizi
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 0 2 0 4 0 0.00
Biasa saja 1 3 3 9 9 2.13
Penting 11 4 44 16 176 23.40
Sangat Penting 35 5 175 25 875 74.47
Total 47 222 1060 100 4.72
Atribut Kemudahan Memperoleh
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 0 2 0 4 0 0.00

70
Biasa saja 4 3 12 9 36 8.51
Penting 30 4 120 16 480 63.83
Sangat Penting 13 5 65 25 325 27.66
Total 47 197 841 100 4.19
Atribut Tekstur
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0
Tidak penting 1 2 2 4 4 2.13
Biasa saja 1 3 3 9 9 2.13
Penting 27 4 108 16 432 57.45
Sangat Penting 18 5 90 25 450 38.30
Total 47 203 895 100 4.32
Atribut Iklan
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 8 2 16 4 32 17.02
Biasa saja 19 3 57 9 171 40.43
Penting 19 4 76 16 304 40.43
Sangat Penting 1 5 5 25 25 2.13
Total 47 154 532 100 3.28
Atribut Bentuk Kemasan
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 4 2 8 4 16 8.51
Biasa saja 17 3 51 9 153 36.17
Penting 25 4 100 16 400 53.19
Sangat Penting 1 5 5 25 25 2.13
Total 47 164 594 100 3.49
Atribut Ukuran Kemasan
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 1 2 2 4 4 2.13
Biasa saja 13 3 39 9 117 27.66
Penting 31 4 124 16 496 65.96
Sangat Penting 2 5 10 25 50 4.26
Total 47 175 667 100 3.72

71
Atribut Harga
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 0 2 0 4 0 0.00
Biasa saja 9 3 27 9 81 19.15
Penting 18 4 72 16 288 38.30
Sangat Penting 20 5 100 25 500 42.55
Total 47 199 869 100 4.23
Atribut Merek
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 1 2 2 4 4 2.13
Biasa saja 14 3 42 9 126 29.79
Penting 27 4 108 16 432 57.45
Sangat Penting 5 5 25 25 125 10.64
Total 47 177 687 100 3.77
Atribut Daya Simpan
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 0 2 0 4 0 0.00
Biasa saja 5 3 15 9 45 10.64
Penting 26 4 104 16 416 55.32
Sangat Penting 16 5 80 25 400 34.04
Total 47 199 861 100 4.23
Atribut Label Kemasan
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 1 2 2 4 4 2.13
Biasa saja 6 3 18 9 54 12.77
Penting 27 4 108 16 432 57.45
Sangat Penting 13 5 65 25 325 27.66
Total 47 193 815 100 4.11
Performance
Atribut Keamanan
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 0 2 0 4 0 0.00
Biasa saja 1 3 3 9 9 2.13
Penting 41 4 164 16 656 87.23

72
Sangat Penting 5 5 25 25 125 10.64
Total 47 192 790 100 4.09
Atribut Rasa
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 0 2 0 4 0 0.00
Biasa saja 5 3 15 9 45 11.00
Penting 40 4 160 16 640 85.11
Sangat Penting 2 5 10 25 50 4.26
Total 47 185 735 100 3.94
Atribut Pilihan rasa
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 1 2 2 4 4 2.13
Biasa saja 12 3 36 9 108 25.53
Penting 33 4 132 16 528 70.21
Sangat Penting 1 5 5 25 25 2.13
Total 47 175 665 100 3.72
Atribut Kandungan Gizi
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 0 2 0 4 0 0.00
Biasa saja 2 3 6 9 18 4.26
Penting 43 4 172 16 688 91.49
Sangat Penting 2 5 10 25 50 4.26
Total 47 188 756 100 4.00
Atribut Kemudahan Memperoleh
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 2 2 4 4 8 4.00
Biasa saja 5 3 15 9 45 11.00
Penting 35 4 140 16 560 74.47
Sangat Penting 5 5 25 25 125 10.64
Total 47 184 738 100 3.91
Atribut Tekstur
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 4 2 8 4 16 8.51
Biasa saja 5 3 15 9 45 11.00

73
Penting 34 4 136 16 544 72.34
Sangat Penting 4 5 20 25 100 8.51
Total 47 179 705 100 3.81
Atribut Iklan
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 0 2 0 4 0 0.00
Biasa saja 22 3 66 9 198 46.81
Penting 24 4 96 16 384 51.06
Sangat Penting 1 5 5 25 25 2.00
Total 47 167 607 100 3.55
Atribut Bentuk Kemasan
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 0 2 0 4 0 0.00
Biasa saja 24 3 72 9 216 51.06
Penting 22 4 88 16 352 46.81
Sangat Penting 1 5 5 25 25 2.13
Total 47 165 593 100 3.51
Atribut Ukuran Kemasan
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 0 2 0 4 0 0.00
Biasa saja 15 3 45 9 135 31.91
Penting 32 4 128 16 512 68.09
Sangat Penting 0 5 0 25 0 0.00
Total 47 173 647 100 3.68
Atribut Harga
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 3 2 6 4 12 6.38
Biasa saja 21 3 63 9 189 44.68
Penting 22 4 88 16 352 46.81
Sangat Penting 1 5 5 25 25 2.00
Total 47 162 578 100 3.45
Atribut Merek
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0
Tidak penting 0 2 0 4 0 0.00

74
Biasa saja 3 3 9 9 27 6.38
Penting 42 4 168 16 672 89.36
Sangat Penting 2 5 10 25 50 4.26
Total 47 187 749 100 3.98
Atribut Daya Simpan
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 0 2 0 4 0 0.00
Biasa saja 10 3 30 9 90 21.28
Penting 37 4 148 16 592 78.72
Sangat Penting 0 5 0 25 0 0.00
Total 47 178 682 100 3.79
Atribut Label Kemasan
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 0 2 0 4 0 0.00
Biasa saja 8 3 24 9 72 17.02
Penting 37 4 148 16 592 78.72
Sangat Penting 2 5 10 25 50 4.26
Total 47 182 714 100 3.87

75
Lampiran 11 Perhitungan importance performance merek SUN
Importance
Atribut Keamanan
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 0 2 0 4 0 0.00
Biasa saja 2 3 6 9 18 4.26
Penting 5 4 20 16 80 10.64
Sangat Penting 40 5 200 25 1000 85.11
Total 47 226 1098 100 4.81
Atribut Rasa
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 0 2 0 4 0 0.00
Biasa saja 5 3 15 9 45 10.64
Penting 27 4 108 16 432 57.45
Sangat Penting 15 5 75 25 375 31.91
Total 47 198 852 100 4.21
Atribut Pilihan rasa
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 1 2 2 4 4 2.13
Biasa saja 7 3 21 9 63 14.89
Penting 32 4 128 16 512 68.09
Sangat Penting 7 5 35 25 175 14.89
Total 47 186 754 100 3.96
Atribut Kandungan Gizi
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 0 2 0 4 0 0.00
Biasa saja 0 3 0 9 0 0.00
Penting 10 4 40 16 160 21.28
Sangat Penting 37 5 185 25 925 78.72
Total 47 225 1085 100 4.79

76
Atribut Kemudahan Memperoleh
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 0 2 0 4 0 0.00
Biasa saja 5 3 15 9 45 10.64
Penting 29 4 116 16 464 61.70
Sangat Penting 13 5 65 25 325 27.66
Total 47 196 834 100 4.17
Atribut Tekstur
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 1 2 2 4 4 2.13
Biasa saja 5 3 15 9 45 10.64
Penting 25 4 100 16 400 53.19
Sangat Penting 16 5 80 25 400 34.04
Total 47 197 849 100 4.19
Atribut Iklan
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 1 1 1 1 1 2.13
Tidak penting 9 2 18 4 36 19.15
Biasa saja 19 3 57 9 171 40.43
Penting 17 4 68 16 272 36.17
Sangat Penting 1 5 5 25 25 2.13
Total 47 149 505 100 3.17
Atribut Bentuk Kemasan
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 6 2 12 4 24 12.77
Biasa saja 21 3 63 9 189 44.68
Penting 19 4 76 16 304 40.43
Sangat Penting 1 5 5 25 25 2.13
Total 47 156 542 100 3.32
Atribut Ukuran Kemasan
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 3 2 6 4 12 6.38
Biasa saja 18 3 54 9 162 38.30
Penting 25 4 100 16 400 53.19
Sangat Penting 1 5 5 25 25 2.13
Total 47 165 599 100 3.51

77
Atribut Harga
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 0 2 0 4 0 0.00
Biasa saja 7 3 21 9 63 14.89
Penting 20 4 80 16 320 42.55
Sangat Penting 20 5 100 25 500 42.55
Total 47 201 883 100 4.28
Atribut Merek
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 1 2 2 4 4 2.13
Biasa saja 10 3 30 9 90 21.28
Penting 31 4 124 16 496 65.96
Sangat Penting 5 5 25 25 125 10.64
Total 47 181 715 100 3.85
Atribut Daya Simpan
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 0 2 0 4 0 0.00
Biasa saja 4 3 12 9 36 8.51
Penting 27 4 108 16 432 57.45
Sangat Penting 16 5 80 25 400 34.04
Total 47 200 868 100 4.26
Atribut Label Kemasan
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0
Tidak penting 1 2 2 4 4 2.13
Biasa saja 5 3 15 9 45 10.64
Penting 29 4 116 16 464 61.70
Sangat Penting 12 5 60 25 300 25.53
Total 47 193 813 100 4.11
Performance
Atribut Keamanan
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 0 2 0 4 0 0.00
Biasa saja 1 3 3 9 9 2.13
Penting 36 4 144 16 576 76.60

78
Sangat Penting 10 5 50 25 250 21.28
Total 47 197 835 100 4.19
Atribut Rasa
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 3 2 6 4 12 6.00
Biasa saja 8 3 24 9 72 17.00
Penting 35 4 140 16 560 74.47
Sangat Penting 1 5 5 25 25 2.13
Total 47 175 669 100 3.72
Atribut Pilihan rasa
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 4 2 8 4 16 8.51
Biasa saja 11 3 33 9 99 23.40
Penting 30 4 120 16 480 63.83
Sangat Penting 2 5 10 25 50 4.26
Total 47 171 645 100 3.64
Atribut Kandungan Gizi
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 0 2 0 4 0 0.00
Biasa saja 5 3 15 9 45 10.64
Penting 41 4 164 16 656 87.23
Sangat Penting 1 5 5 25 25 2.13
Total 47 184 726 100 3.91
Atribut Kemudahan Memperoleh
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 0 2 0 4 0 0.00
Biasa saja 6 3 18 9 54 13.00
Penting 36 4 144 16 576 76.60
Sangat Penting 5 5 25 25 125 10.64
Total 47 187 755 100 3.98
Atribut Tekstur
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 6 2 12 4 24 12.77
Biasa saja 10 3 30 9 90 21.00

79
Penting 29 4 116 16 464 61.70
Sangat Penting 2 5 10 25 50 4.26
Total 47 168 628 100 3.57
Atribut Iklan
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 1 2 2 4 4 2.13
Biasa saja 22 3 66 9 198 46.81
Penting 24 4 96 16 384 51.06
Sangat Penting 0 5 0 25 0 0.00
Total 47 164 586 100 3.49
Atribut Bentuk Kemasan
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 1 2 2 4 4 2.13
Biasa saja 32 3 96 9 288 68.09
Penting 13 4 52 16 208 27.66
Sangat Penting 1 5 5 25 25 2.13
Total 47 155 525 100 3.30
Atribut Ukuran Kemasan
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 0 2 0 4 0 0.00
Biasa saja 18 3 54 9 162 38.30
Penting 27 4 108 16 432 57.45
Sangat Penting 2 5 10 25 50 4.26
Total 47 172 644 100 3.66
Atribut Harga
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 1 2 2 4 4 2.13
Biasa saja 18 3 54 9 162 38.30
Penting 27 4 108 16 432 57.45
Sangat Penting 1 5 5 25 25 2.00
Total 47 169 623 100 3.60

80
Atribut Merek
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 1 2 2 4 4 2.00
Biasa saja 10 3 30 9 90 21.28
Penting 35 4 140 16 560 74.47
Sangat Penting 1 5 5 25 25 2.13
Total 47 177 679 100 3.77
Atribut Daya Simpan
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 0 2 0 4 0 0.00
Biasa saja 13 3 39 9 117 27.66
Penting 34 4 136 16 544 72.34
Sangat Penting 0 5 0 25 0 0.00
Total 47 175 661 100 3.72
Atribut Label Kemasan
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 0 2 0 4 0 0.00
Biasa saja 12 3 36 9 108 25.53
Penting 35 4 140 16 560 74.47
Sangat Penting 0 5 0 25 0 0.00
Total 47 176 668 100 3.74

81
Lampiran 12 Perhitungan importance performance merek Nestle Cerelac
Importance
Atribut Keamanan
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 0 2 0 4 0 0.00
Biasa saja 3 3 9 9 27 5.45
Penting 12 4 48 16 192 21.82
Sangat Penting 40 5 200 25 1000 72.73
Total 55 257 1219 100 4.67
Atribut Rasa
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 0 2 0 4 0 0.00
Biasa saja 5 3 15 9 45 9.09
Penting 37 4 148 16 592 67.27
Sangat Penting 13 5 65 25 325 23.64
Total 55 228 962 100 4.15
Atribut Pilihan rasa
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0
Tidak penting 1 2 2 4 4 1.82
Biasa saja 8 3 24 9 72 14.55
Penting 41 4 164 16 656 74.55
Sangat Penting 5 5 25 25 125 9.09
Total 55 215 857 100 3.91
Atribut Kandungan Gizi
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 0 2 0 4 0 0.00
Biasa saja 1 3 3 9 9 1.82
Penting 21 4 84 16 336 38.18
Sangat Penting 33 5 165 25 825 60.00
Total 55 252 1170 100 4.58
Atribut Kemudahan Memperoleh
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00

82
Tidak penting 0 2 0 4 0 0.00
Biasa saja 4 3 12 9 36 7.27
Penting 39 4 156 16 624 70.91
Sangat Penting 12 5 60 25 300 21.82
Total 55 228 960 100 4.15
Atribut Tekstur
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 1 2 2 4 4 1.82
Biasa saja 4 3 12 9 36 7.27
Penting 37 4 148 16 592 67.27
Sangat Penting 13 5 65 25 325 23.64
Total 55 227 957 100 4.13
Atribut Iklan
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 1 1 1 1 1 1.82
Tidak penting 10 2 20 4 40 18.18
Biasa saja 23 3 69 9 207 41.82
Penting 19 4 76 16 304 34.55
Sangat Penting 2 5 10 25 50 3.64
Total 55 176 602 100 3.20
Atribut Bentuk Kemasan
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 6 2 12 4 24 10.91
Biasa saja 26 3 78 9 234 47.27
Penting 22 4 88 16 352 40.00
Sangat Penting 1 5 5 25 25 1.82
Total 55 183 635 100 3.33
Atribut Ukuran Kemasan
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 2 2 4 4 8 3.64
Biasa saja 22 3 66 9 198 40.00
Penting 29 4 116 16 464 52.73
Sangat Penting 2 5 10 25 50 3.64
Total 55 196 720 100 3.56

83
Atribut Harga
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 0 2 0 4 0 0.00
Biasa saja 14 3 42 9 126 25.45
Penting 19 4 76 16 304 34.55
Sangat Penting 22 5 110 25 550 40.00
Total 55 228 980 100 4.15
Atribut Merek
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0
Tidak penting 1 2 2 4 4 1.82
Biasa saja 17 3 51 9 153 30.91
Penting 31 4 124 16 496 56.36
Sangat Penting 6 5 30 25 150 10.91
Total 55 207 803 100 3.76
Atribut Daya Simpan
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 1 2 2 4 4 1.82
Biasa saja 6 3 18 9 54 10.91
Penting 37 4 148 16 592 67.27
Sangat Penting 11 5 55 25 275 20.00
Total 55 223 925 100 4.05
Atribut Label Kemasan
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 1 2 2 4 4 1.82
Biasa saja 8 3 24 9 72 14.55
Penting 30 4 120 16 480 54.55
Sangat Penting 16 5 80 25 400 29.09
Total 55 226 956 100 4.11
Performance Atribut Keamanan
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 0 2 0 4 0 0.00
Biasa saja 3 3 9 9 27 5.45
Penting 43 4 172 16 688 78.18

84
Sangat Penting 9 5 45 25 225 16.36
Total 55 226 940 100 4.11
Atribut Rasa
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 0 2 0 4 0 0.00
Biasa saja 0 3 0 9 0 0.00
Penting 51 4 204 16 816 92.73
Sangat Penting 4 5 20 25 100 7.27
Total 55 224 916 100 4.07
Atribut Pilihan rasa
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 2 2 4 4 8 3.64
Biasa saja 3 3 9 9 27 5.45
Penting 41 4 164 16 656 74.55
Sangat Penting 9 5 45 25 225 16.36
Total 55 222 916 100 4.04
Atribut Kandungan Gizi
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 0 2 0 4 0 0.00
Biasa saja 2 3 6 9 18 3.64
Penting 47 4 188 16 752 85.45
Sangat Penting 6 5 30 25 150 10.91
Total 55 224 920 100 4.07
Atribut Kemudahan Memperoleh
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 0 2 0 4 0 0.00
Biasa saja 2 3 6 9 18 4.00
Penting 47 4 188 16 752 85.45
Sangat Penting 6 5 30 25 150 10.91
Total 55 224 920 100 4.07
Atribut Tekstur
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 1 2 2 4 4 1.82
Biasa saja 1 3 3 9 9 2.00

85
Penting 50 4 200 16 800 90.91
Sangat Penting 3 5 15 25 75 5.45
Total 55 220 888 100 4.00
Atribut Iklan
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 1 2 2 4 4 1.82
Biasa saja 11 3 33 9 99 20.00
Penting 43 4 172 16 688 78.18
Sangat Penting 0 5 0 25 0 0.00
Total 55 207 791 100 3.76
Atribut Bentuk Kemasan
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 1 2 2 4 4 1.82
Biasa saja 29 3 87 9 261 52.73
Penting 24 4 96 16 384 43.64
Sangat Penting 1 5 5 25 25 1.82
Total 55 190 674 100 3.45
Atribut Ukuran Kemasan
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 0 2 0 4 0 0.00
Biasa saja 13 3 39 9 117 23.64
Penting 40 4 160 16 640 72.73
Sangat Penting 2 5 10 25 50 3.64
Total 55 209 807 100 3.80
Atribut Harga
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 1 2 2 4 4 1.82
Biasa saja 26 3 78 9 234 47.27
Penting 28 4 112 16 448 50.91
Sangat Penting 0 5 0 25 0 0.00
Total 55 192 686 100 3.49
Atribut Merek
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 0 2 0 4 0 0.00
Biasa saja 4 3 12 9 36 7.27

86
Penting 50 4 200 16 800 90.91
Sangat Penting 1 5 5 25 25 1.82
Total 55 217 861 100 3.95
Atribut Daya Simpan
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 0 2 0 4 0 0.00
Biasa saja 12 3 36 9 108 21.82
Penting 42 4 168 16 672 76.36
Sangat Penting 1 5 5 25 25 1.82
Total 55 209 805 100 3.80
Atribut Label Kemasan
f x f.x x2 f.x2 % rata - rata
Sangat Tidak Penting 0 1 0 1 0 0.00
Tidak penting 0 2 0 4 0 0.00
Biasa saja 7 3 21 9 63 12.73
Penting 44 4 176 16 704 80.00
Sangat Penting 4 5 20 25 100 7.27
Total 55 217 867 100 3.95

87
RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan di Medan, Sumatera Utara pada tanggal 22 Desember
1990. Penulis adalah anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Bapak Seno
Adji Nugroho dan Ibu Ema Amalia.
Penulis menyelesaikan pendidikan dasar di SD Swasta Ikal Medan pada
tahun 2002 dan pendidikan menengah pertama diselesaikan pada tahun 2005 di
SMP Negeri 18 Medan. Pendidikan lanjutan menengah atas di SMA Swasta Panca
Budi Medan diselesaikan pada tahun 2008.
Penulis diterima pada Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan
Manajemen, Institut Pertanian Bogor melalui jalur Seleksi Nasional Masuk
Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) pada tahun 2008.
Selama mengikuti pendidikan, penulis tercatat sebagai anggota
KAREMATA FEM IPB periode 2009-Sekarang. Selain itu, penulis juga
mengikuti beberapa kegiatan kepanitiaan yang diselenggarakan di IPB,
diantaranya IDEA dan ISEE BEM KM IPB tahun 2009-2010, Banking Goes to
Campus FEM tahun 2010, dan Masa Perkenalan Departermen dan Fakultas tahun
2010.