ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA KLIEN elib. TRIANTO NIM.  · .After more than

download ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA KLIEN elib. TRIANTO NIM.   · .After more than

of 23

  • date post

    02-Mar-2019
  • Category

    Documents

  • view

    225
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA KLIEN elib. TRIANTO NIM.  · .After more than

i

ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA KLIEN

DENGAN PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR POLA TIDUR

DI DESA KALIBEJI KECAMATAN SEMPOR

KABUPATEN KEBUMEN

KARYA ILMIAH AKHIR NERS

Disusun Oleh :

DIDIT TRIANTO, S.Kep

A31600886

PEMINATAN KEPERAWATAN GERONTIK

PROGRAM STUDI NERS KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH

GOMBONG

2017

ii

ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA KLIEN

DENGAN PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR POLA TIDUR

DI DESA KALIBEJI KECAMATAN SEMPOR

KABUPATEN KEBUMEN

KARYA ILMIAH AKHIR NERS

Diajukan sebagai salahsatu syarat untuk memperoleh gelar Ners

Disusun Oleh :

DIDIT TRIANTO, S.Kep

A31600886

PEMINATAN KEPERAWATAN GERONTIK

PROGRAM STUDI NERS KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH

GOMBONG

2017

vi

Program Studi Profesi Ners

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Gombong

KTAN, Agustus 2017

Didit Trianto1)

, Rina Saraswati2)

ABSTRAK

ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA KLIEN

DENGAN PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR POLA TIDUR

DI DESA KALIBEJI KECAMATAN SEMPOR

KABUPATEN KEBUMEN

Latar Belakang : Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang mempunyai

hubungan yang sangat erat dengan lansia. Perubahan yang terjadi pada lansia

adalah masalah psikososial. Lansia merasakan atau sadar akan kematiannya,

sehingga menimbulkan perasaan cemas, yang mengakibatkan permasalahan yang

menimbulkan gangguan tidur. Setelah berusia diatas 40 tahun tubuh menjadi lebih

rentan penyakit, sehingga lansia sering mengalami tidur yang tidak berkualitas.

Tujuan Umum : Menjelaskan asuhan keperawatan gerontik dengan masalah

gangguan pola tidur di desa Kalibeji, Sempor, Kebumen.

Hasil : kuantitas klien yang diberikan terapi mandi air hangat mengalami

peningkatan 2 jam lebih lama jika dibanding sebelum dilakukan mandi air hangat.

Hal ini menunjukkan bahwa mandi air hangat dapat meningkatkan kuantitas tidur

pada lansia yang mengalami gangguan pola tidur.

Rekomendasi : Mandi air hangat dapat merelaksasi otot-otot pada tubuh sehingga

dapat meningkatkan kualitas tidur.

Kata kunci : hipertensi, lansia, mandi air hangat, pola tidur

1Mahasiswa Profesi Ners STIKES Muhammadiyah Gombong

2Pembimbing Dosen STIKES Muhammadiyah Gombong

vii

NURSING STUDY PROGRAM

MUHAMMADIYAH HEALTH SCIENCE INSTITUTE OF GOMBONG

Scientific Paper, August, 2017

Didit Trianto1), Rina Saraswati2)

AN ANALYSIS OF THE CARE OF NURSING GERONTIC ON CLIENTS

IN FULFILLING BASIC NEEDS SLEEP PATTERNS IN THE VILLAGE

KALIBEJI IN SEMPOR DISTRICT KEBUMEN

ABSTRACT

Background: hypertension is one of the disease has a very closely with elderly

.Changes that happened to elderly is a problem psikososial .Elderly feel or aware

of his death , sparking the fear , resulting in the problems caused sleep disorders

.After more than 40 years old the body becomes more vulnerable disease , so

elderly often find a poor quality .

Purpose: To explain the care of nursing gerontik with trouble annoyance sleep

patterns in the village kalibeji , sempor , kebumen .

Result : act done in addressing disorder sleep patterns , in the form of therapy

sholawat give music and advocated clients to a warm bath .

Recommendations: a warm bath can merelaksasi otot-otot on body so it will

increase the quality of sleep .

Keywords: hypertension , elderly , a warm bath , sleep patterns

__________________________________________________________________

1) Nurse college student Muhammadiyah health science institute of gombong

2) Lecture Muhammadiyah health science institute of gombong

viii

KATA PENGANTAR

Bismillahirrohmaanirrohiim. Puji dan syukur penulis panatkan kehadirat

ALLAH SWT karena atas limpahan karunia dan rahmat-Nya, penulis dapat

menyelesaikan Karya Tulis Akhir Ners dengan judul Analisis Asuhan

Keperawatan Gerontik Pada Klien dengan Pemenuhan Kebutuhan Dasar Pola

Tidur di Desa Kalibeji Kecamatan Sempor Kabupaten Kebumen. Selama proses

pembuatan karya tulis akhir ini, penulis banyak mendapatkan bimbingan dari

berbagai pihak, sehingga karya tulis ilmiah ini dapat selesai dengan baik, untuk itu

penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Hj. Herniyatun, M.kep, Sp Mat selaku ketua STIKES Muhammadiyah

Gombong

2. Isma Yuniar, M.Kep selaku ketua Program Studi S1 keperawatan STIKES

Muhammadiyah Gombong

3. Ernawati, M.kep, Ns selaku penguji

4. Rina Saraswati, M.Kep, Ns selaku pembimbing yang telah memberikan

arahan, bimbingan dan nasehat terhadap karya tulis akhir ini

5. Semua dosen STIKES Muhammadiyah Gombong yang telah memberikan

ilmu

6. Keluargaku yang tiada henti memberikan dorongan semangat serta

mendoakan penulis dalam menempuh kuliah ini (Nenek Maryati, Bapak

Hadi Sumito dan Ibu Nasikem, serta kakak-kakakku Eko Supriyati

Ningsih, Edi Supriono, adikku Bangun Juli Catur Wahyudi serta kedua

keponakanku Deky Setyawan dan Ginanjar Wahyu Widodo) doamu

kuharapkan dalam setiap langkahku

7. Semua teman-teman seperjuangan Profesi Ners STIKES Muhammadiyag

Gombong

8. Semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan karya

tulis akhir ini yang tidak bias penulis sebutkan satu persatu

ix

Semoga ALLAH SWT membalas kebaikan semua pihak yang telah

membantu dalam penyusunan karya tulis akhir ini dengan limpahan rahmat

dan karunia-Nya. Semoga karya tulis akhir ini dapat bermanfaat bagi semua

pihak khususnya dibidang kesehatan.

Gombong, Agustus 2017

Penulis

x

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .ii

HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS ...iii

HALAMAN PERSETUJUAN ....................................................................iv

HALAMAN PENGESAHAN ...v

ABSTRAK vi

ABSTRACT................................................................................................vii

KATA PENGANTAR ...viii

DAFTAR ISI .x

DAFTAR LAMPIRAN ..............................................................................xi

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang 1

B. Tujuan

1. Tujuan umum 5

2. Tujuan khusus ...5

C. Manfaat

1. Manfaat keilmuan ..5

2. Manfaat aplikatif ...5

3. Manfaat metodologis .6

BAB II TINJAUAN TEORI

A. Konsep Dasar Kebutuhan Aktivitas / Tidur

1. Definisi ..7

2. Batasan karakteristik .8

B. Hipertensi

1. Definisi ..8

2. Etiologi ..8

3. Patofisiologi 11

4. Klasifikasi ...12

C. Asuhan Keperawatan Berdasarkan Teori

1. Fokus pengkajian 13

xi

2. Diagnosa keperawatan 14

3. Intervensi .14

D. Terapi Mandi Air Hangat ..16

BAB III LAPORAN MANAJEMEN KASUS KELOLAAN

A. Profil Lahan Praktik

1. Sejarah desa Kalibeji ...17

2. Visi ..18

3. Misi .18

4. Jumlah kasus ...18

B. Profil Puskesmas

1. Sejarah .18

2. Visi ..19

3. Misi .19

4. Motto ...19

5. Program kerja puskesmas 20

C. Ringkasan Proses Asuhan Keperawatan

1. Ringkasan proses pengkajian ..20

2. Diagnosa keperawatan 25

3. Rencana asuhan keperawatan ..26

4. Implementasi ...27

5. Evaluasi ...33

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN

A. Analisis Karakteristik Klien

1. Jenis kelamin ...36

2. Usia .37

3. Tingkat pendidikan ..37

B. Analisis Masalah keperawatan ..38

C. Analisis Intervensi yang Dikaitkan dengan Konsep dan Hasil Penelitian

Terkini ...38

D. Inovasi Tindakan ...40

BAB V PENUTUP

xii

A. Kesimpulan ...41

B. Saran ..41

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

xiii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran asuhan keperawatan ..

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Hipertensi merupakan faktor resiko utama untuk morbiditas dan mortalitas

kardiovaskular. Hipertensi mempercepat proses aterosklerosis pada arteri koroner,

otak, dan ginjal, serta meningkatkan beban kerja jantung. Hal tersebut

mengakibatkan pasien hipertensi berisiko mengembangkan infark miokard,

stroke, gagal ginjal, dan gagal jantung kongestif. Hipertensi mungkin secara

langsung atau tidak langsung bertanggung jawab atas 10-20% dari seluruh

kematian (Julian et al., 2005).

Penyakit hipertensi dapat mengakibatkan infark miokard, stroke, gagal

ginjal, dan kematian jika tidak dideteksi secara dini dan ditangani dengan tepat

(James dkk., 2014). Sekitar 69% pasien serangan jantung, 77% pasien stroke, dan

74% pasien congestive heart failure (CHF) menderita hipertensi dengan tekanan

darah >140/90 mmHg (Go dkk., 2014). Hipertensi menyebabkan kematian pada

45% penderita penyakit jantung dan 51% kematian pada penderita penyakit stroke

pada tahun 2008 (WHO, 2013).

Menurut World Health Organization (WHO), satu dar