ANALISA PENETAPAN HARGA JUAL UNIT RUMAH DI Pengeluaran Biaya ... Pengelolaan Proyek Data Primer...

download ANALISA PENETAPAN HARGA JUAL UNIT RUMAH DI   Pengeluaran Biaya ... Pengelolaan Proyek Data Primer survey kuisioner tentang persebaran ... Pemasangan tiang lampu + Lampu PJU

of 35

  • date post

    06-Feb-2018
  • Category

    Documents

  • view

    220
  • download

    4

Embed Size (px)

Transcript of ANALISA PENETAPAN HARGA JUAL UNIT RUMAH DI Pengeluaran Biaya ... Pengelolaan Proyek Data Primer...

  • ANALISA PENETAPAN HARGA JUAL UNIT RUMAH

    DI PERUMAHAN TAMAN TASIK MADU INDAH,

    MALANG

    JURUSAN TEKNIK SIPIL

    FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN

    INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

    SURABAYA 2011

    Presented by:Berlin Shelina Wardani

    3107100011

  • LATAR BELAKANG

    Penduduk kota Malang

    yang semakin padat

    Kebutuhan akan tempat

    tinggal meningkat

    Perumahan Taman Tasik Madu

    Indah merupakan salah satu

    perumahan di Malang dengan

    lokasi strategis

    Dikarenakan banyaknya

    kompetitor, perumahan

    ini kurang diminati pasar

    Diduga faktor harga menjadi

    penyebab masalah ini

    Sumber: Google Maps (diakses tgl 24-1-2011)

  • PENDAHULUAN

    RUMUSAN MASALAH

    Bagaimana taksiran permintaan pasar terhadap rumah di perumahan TamanTasik Madu Indah, Malang?

    Biaya apa sajakah yang harus diperhitungkan dalam penetapan harga jualrumah per unit di perumahan Taman Tasik Madu Indah, Malang. Dan berapa

    besarnya?

    Berapa besar harga jual setiap unit rumah yang sesuai, berdasarkan

    permintaan pasar dan analisa biaya?

    MANFAAT PENULISAN

    Dapat menambah wawasan bagi penulis dan pembaca serta dapat menjadireferensi untuk penelitian selanjutnya.

  • FAKTOR PENGARUH DALAM PENETAPAN HARGA

    (Kotler&Armstrong, 2001)

    Keputusan penetapan harga

    Faktor InternalTujuan pemasaranStrategi bauran pemasaranBiaya Pertimbangan organisasi

    Faktor Eksternal Sifat pasar dan permintaanPersainganFaktor lingkungan

  • R (Pemasukan)

    C (Pengeluaran)

    BEP (titik impas)

    Ongkos total

    Unit Variabel

    Gambar Ilustrasi analisis BEP pada pemilihan alternatif investasi

    (Pujawan,2009)

    METODE ANALISA TITIK IMPAS

    x

    TC = Total Cost, Biaya total adalah jumlah dari biaya tetap dan biaya variabel.

    TR = Total Revenue, Pendapatan yang diterima

  • TEORI PERMINTAAN

    Menurut Arsyad (1999) Istilah permintaan menunjukkan jumlah barang dan jasa

    yang akan dibeli konsumen pada periode waktu dan keadaan tertentu.

    KURVA PERMINTAAN

    Kurva permintaan merupakan suatu bagian dari fungsi permintaan yang

    menunjukkan hubungan antara harga produk dengan jumlah produk yang diminta

    Unit Rumah

    Harga

    P1

    P2

    Q2 Q1

    Gambar Kurva permintaan menunjukkan

    hubungan antara tingkat harga dan jumlah unit rumah

    (Soeharto, 1999)

  • PENELITIAN TERDAHULU

    Sutanto (2008),Judul: Penetapan Harga Jual Rumah Pada Perumahan Taman Banjar Wijaya.

    Metode yang digunakan: mark up pricing (berdasarkan biaya plus) dan going

    rate pricing (berdasarkan harga pasar)

    Hutomo (2010),Judul: Penetapan Harga Jual unit Apartemen Puncak Permai di Surabaya.

    Metode: metode Break Even Point dan analisa data pendekatan permintaan

    digunakan metode survey langsung penyebaran kuisioner.

  • HASIL ANALISA

    KESIMPULAN DAN SARAN

    LATAR BELAKANGPenduduk kota Malang yang semakin padat

    Kebutuhan akan tempat tinggal meningkat

    Perumahan Taman Tasik Madu Indah merupakan salah satu perumahan di Malang dengan lokasi strategis

    Dikarenakan banyaknya kompetitor, perumahan ini kurang diminati pasar

    Diduga faktor harga menjadi penyebab masalah ini

    STUDI LITERATUR

    PENGUMPULAN DATA

    KONSEP PERENCANAAN PENJUALAN

    FAKTOR INTERNAL :- BIAYA TETAP- BIAYA VARIABEL

    ANALISA DATABREAK EVEN POINT

    ANALISA DATATAKSIRAN PERMINTAAN

    RUMUSAN MASALAH1. Bagaimana taksiran permintaan pasar terhadap rumah di perumahan Taman Tasik Madu Indah, Malang?

    2. Identifikasi biaya apa sajakah yang harus diperhitungkan dalam penetapan harga jual rumah per unit di perumahan Tasikmadu, Malang.

    Dan berapa besarnya?

    3. Berapa besar harga jual setiap unit rumah yang sesuai, berdasarkan permintaan pasar dan analisa biaya?

    FAKTOR EKSTERNAL :- KUISIONER

    METODOLOGI

  • Dalam melakukan wawancara mengenai persebaran harga konsumen:

    Responden: konsumen yang berminat membeli rumah di daerah Tasik Madu, di

    kantor pemasaran.

    Jumlah sampel: 40 orang

    Variabel Indikator Data HasilData Sekunder

    Laporan

    Pengeluaran Biaya

    tetap

    Data Sekunder

    Data Rencana

    Pengelolaan Proyek

    Data Primer

    survey kuisioner

    tentang persebaran

    harga konsumen

    H

    A

    R

    G

    A

    J

    U

    A

    L

    Biaya

    Variabel

    Biaya TetapEstimasi

    Biaya dan

    Kurva Biaya

    Biaya

    Permintaan

    pada tingkat

    harga yang

    berbeda

    PermintaanKurva

    Permintaan

    Kurva distribusi normal menurut teori sentral limit, jumlah sampel 30

    (Singarimbun, 1989)

  • PEMBAHASAN

    DESKRIPSI PROYEK

    Perumahan Taman Tasik Madu Indah merupakan salah satu perumahanberlokasi di kecamatan Lowokwaru, kota Malang. Perumahan ini dikembangkanoleh PT Ehant Artajaya. Perumahan dengan konsep asri, modern, dan minimalisini berada di kawasan dengan lokasi strategis dan banyak fasilitas umum disekitarnya. Perumahan ini mengambil segment menengah, diperuntukkan bagikeluarga muda yang ingin membeli rumah pertama mereka dengan kisaranharga Rp 160.000.000,- sampai Rp 190.000.000,-, selain itu perumahan inijuga dekat dengan kampus ITN II, Universitas Muhammadiyah II, danUniversitas Brawijaya.

    Luas tanah : 8224,84 m2

    Jumlah total rumah : 43 unit

    Jumlah rumah tipe 36 : 18 unit

    Jumlah rumah tipe 45 : 25 unit

    Perbandingan antara luas perumahan dengan jalan ialah 60:40

  • PERMINTAAN

    Hasil Survei Kuesioner pada tipe 36

    Hasil Survei Kuesioner pada tipe 45

    120.000.000 24 10 4 1 1 40

    130.000.000 9 21 4 4 2 40

    140.000.000 2 13 16 6 3 40

    150.000.000 3 5 13 16 3 40

    160.000.000 0 2 6 22 10 40

    170.000.000 0 0 3 17 20 40

    180.000.000 1 0 0 9 30 40

    Tota lHarga (Rp)Pasti

    bel i

    Ingin

    bel iMungkin

    bel i

    Tidak

    ingin

    Pasti

    tidak

    160.000.000 15 13 7 3 2 40

    170.000.000 5 12 15 6 2 40

    180.000.000 2 6 15 14 3 40

    190.000.000 1 2 11 18 8 40

    200.000.000 1 1 3 17 18 40

    210.000.000 1 0 3 11 25 40

    220.000.000 1 0 1 6 32 40

    Tota lHarga (Rp) Pasti

    bel i

    Ingin

    bel i

    Mungkin

    bel i

    Tidak

    ingin

    Pasti

    tidak

    Jawaban Probabilitas

    Pasti Tidak Membeli 0,00

    Tidak Ingin Membeli 0,25

    Mungkin Membeli 0,50

    Ingin Membeli 0,75

    Pasti Membeli 1,00

    Tabel 2.1

    Nilai probabilitas

    ( Arsyad, 1999)

  • Jumlah permintaan menurut tingkat harga untuk tipe 36

    Jumlah permintaan menurut tingkat harga untuk tipe 45

    Harga (Rp)Pasti

    bel i

    Ingin

    bel i

    Mungkin

    bel i

    Tidak

    ingin

    Pasti

    tidak Tota l

    120.000.000 24 7,5 2 0,25 0 33,75

    130.000.000 9 15,75 2 1 0 27,75

    140.000.000 2 9,75 8 1,5 0 21,25

    150.000.000 3 3,75 6,5 4 0 17,25

    160.000.000 0 1,5 3 5,5 0 10

    170.000.000 0 0 1,5 4,25 0 5,75

    180.000.000 1 0 0 2,25 0 3,25

    Harga (Rp)Pasti

    bel i

    Ingin

    bel i

    Mungkin

    bel i

    Tidak

    ingin

    Pasti

    tidak Tota l

    160.000.000 15 9,75 3,5 0,75 0 29

    170.000.000 5 9 7,5 1,5 0 23

    180.000.000 2 4,5 7,5 3,5 0 17,5

    190.000.000 1 1,5 5,5 4,5 0 12,5

    200.000.000 1 0,75 1,5 4,25 0 7,5

    210.000.000 1 0 1,5 2,75 0 5,25

    220.000.000 1 0 0,5 1,5 0 3

  • P = -1.884.127,7Q + 182.030.171,7

    P = -2.204.162,3Q + 220.779.551,9

    P = -1.884.127,7Q+ 182.030.171,7R = 0,987

    0

    20.000.000

    40.000.000

    60.000.000

    80.000.000

    100.000.000

    120.000.000

    140.000.000

    160.000.000

    180.000.000

    200.000.000

    0 10 20 30 40

    Har

    ga J

    ual

    (P

    )

    Jumlah Unit Rumah (Q)

    Kurva Permintaan Rumah tipe 36

    kurva permintaan rumah tipe 36

    Linear (kurva permintaan rumah tipe 36)

    P = -2.204.162,3Q + 220.779.551,9R = 0,972

    0

    50.000.000

    100.000.000

    150.000.000

    200.000.000

    250.000.000

    0 10 20 30 40

    Har

    ga J

    ual

    (P

    )

    Jumlah Unit Rumah (Q)

    Kurva Permintaan Rumah tipe 45

    kurva permintaan rumah tipe 45

    Linear (kurva permintaan rumah tipe 45)

  • BIAYA

    BIAYA TETAP ialah biaya yang tidak dipengaruhi oleh jumlah output atau volume produksi,

    1. Biaya Tanah2. Biaya Sertifikasi Tanah3. Biaya Pembuatan Jalan4. Biaya Pemasaran5. Biaya konstruksi Taman & Pintu gerbang6. Biaya Desain7. Biaya Penerangan perumahan8. Biaya Pembuatan rumah contoh

    BIAYA VARIABEL adalah biaya yang secara proporsional dipengaruhi oleh jumlah output.1. Biaya Pekerjaan Tanah

    2. Biaya Pekerjaan Pondasi

    3. Biaya Pekerjaan Pasangan

    4. Biaya Pekerjaan Kayu

    5. Biaya Pekerjaan Atap

    6. Biaya Pekerjaan Pengecatan

    7. Biaya Pekerjaan Listrik

    8. Biaya Pekerjaan lain-Lain

  • a. Biaya pembelian tanah mentah (a)

    a= luas total tanah x harga jual tanah/m2

    a= 8224,84 x Rp. 500.000,- (menurut harga pengembang)

    a= Rp. 4.112.420.000,-

    b. Biaya pematangan lahan (b)

    b= luas total tanah x biaya pematangan lahan

    b= 8224,84 x harga pematangan lahan/m3

    (pematangan lahan merupakan proses cut & fill+pemadatan tanah)

    b= 8224,84 x Rp. 111.895,-

    b= Rp. 920.318.471,8

    BIAYA TETAP

    1. Biaya Tanah

  • a. Biaya pelayanan pengukuran

    Tu= (L/500 x HSBKu) + 100.000,-

    Tu= ((8224,84/500) x 80.000) +