Analisa - Masjid Itas - Kelompok 1

download Analisa - Masjid Itas - Kelompok 1

of 9

  • date post

    16-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    56
  • download

    9

Embed Size (px)

description

sains arsitektur

Transcript of Analisa - Masjid Itas - Kelompok 1

T U G A S ISAINS BANGUNANSEMESTER GENAP

PENGUKURAN CAHAYA, TEMPERATURE MASJID ITATS

Dosen Pembimbing : Dian P.E Laksmiyanti, ST. MT

Nama Kelompok:1. Winda Saraswati: 04.2013.1.026602. Dwi Iswanto: 04.2013.1.026583. M. Sahid: 04.2013.1.026384. Eva Rosdiana: 04.2013.1.026395. M. Aziz: 04.2013.1.02666JURUSAN ARSITEKTURFALKUTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCIANAANINSTITUT TEKNOLOGI ADHI TAMA SURABAYA2015

1. Kejelasan Denah Dan Letak Pengukuran 1.1 Denah Masjid ITATS

1.2 Tampak Masjid ITATS

TAMPAK DEPAN

TAMPAK BELAKANG (AREA WUDLU)

2. Ketepatan dan Kebenaran Cara Menggunakan Alat dan Proses Pengukuran2.1 Ketepatan dan Kebenaran Menggunakan Alat Pengukuran2.1.1 Untuk mengukur temperatur tombolnya digeser ke temperatur atau terus kita nyalakan on/off kita diamkan sampai angka bener-bener netral sehinnga kita memperoleh angka pada titik tersebut.2.1.2 Untuk mengukur kelembaban atau RH tombolnya digeser ke RH trus kita nyalakan on/off kita diamkan sampai angka benar-benar netral menunjukan RH ruangan tersebut.2.1.3 Untuk mengukur percahayaan atau lux tombolnya kita geser ke lux kita pasang kabel pengukur cahayanya terus kita tekan tombol on/off terus kita select sampai bagian pojok dari angka itu muncul XD10 baru kita diamkan sampai angka bener-bener netral menunjukkan lux ruangan tersebut.

2.2 Proses Pengukuran2.2.1 Kami mengukur pada jam 09.00 dititik 1 diarea imam kami mengukur temperatur,kelembaban dan percahayaan.jam 09.02 kami mengukur pada titik 2 diarea tempat wudhu perempuan dan kami mengukur temperatur,kelembaban dan percahayaan. a) Pada jam 09.04 kami mengukur pada titik 3 area jamaah laki-laki depan atau 1,5 meter dari area imam kami mengukur temperatur,kelembaban dan percahayaan.b) Pada jam 09.06 kami mengukur pada titik 4 area luar masjid sebelah selatan 1 meter dari jendela kami mengukur temperatur,kelembaban dan percahayaan.c) Pada 09.08 kami mengukur pada titik 5 area jamaah perempuan 1 meter dari jendela kami mengukur temperatur,kelembaban dan percahayaan.d) Pada jam 09.10 kami mengukur pada titik 6 area jamaah laki-laki sejajar dengan titik 7. 1 meter dari jendela kami mengukur percahayaan.e) Pada jam 09.12 kami mengukur pada titik 7 area luar masjid sebelah utara 1 meter dari jendela kami mengukur temperatur kelembaban dan percahayaan. f) Pada jam 09.12 kami mengukur titik 8 pada area jamaah laki-laki belakang kami mengukur temperatur kelembaban dan percahayaan. g) Pada jam 09.14 kami mengukur pada titik 9 area luar sebelah timur 1 meter dari pintu masuk kami mengukur temperatur kelembaban dan percahayaan

3. Analisa dan Kesimpulan hasil dari pengukuran (penelitian)3.1 Analisa PengukuranANALISADiskripsi MASJID ITATSMasjid Kampus Itats

LetakSurabaya, Jawa Timur, Indonesia

Afiliasi agamaIslam

Deskripsi Arsitektur

Jenis arsitekturGaya arsitekturMasjidModern

Tahun selesai2014

Pengaruh Iklim yang mempengaruhi3.1.1Orientasi bangunan terhadap sinar matahri Bangunan Masjid kampus Itats berbentuk persegi panjang ,dikarenakan memang sebuah bangunan Masjid membutuhkan ruang yang dalam , karena seorang Muslim sendiri dalam ibadahnya (shalat) menghadap kearah Kiblat, atau kearah Barat Fakta ini tentu menimbulkan permasalahan karena akan menerima cahaya dan radiasi panas dari matahari yang cukup kuat . 3.1.2Dampak Cahaya Matahari Berikut analisis bagaimana dampak dari sinar matahari terhadap bangunan Masjid Kampus Itats :Dari data yang sudah kita dapat masjid Kampus Itats merupakan Daerah Temperatur Sedang .Bangunan ini menerima cahaya dan radiasi panas matahari dengan intensitas yang cukup tinggi dari arah timur . di karenakan bangunan dalam arah timur-barat . Radiasi panas dapat terjadi oleh sinar matahari yang langsung masuk ke dalam bangunan dan dari permukaan yang lebih panas dari sekitarnya, untuk mencegah hal itu dapat digunakan alat-alat peneduh (Sun Shading Device). Meminimumkan eksposur bidang timur dan barat, yang biasanya lebih hangat di musim panas atau pada pukul 10.00 sore dan lebih dingin dimusim dingin dari pada bidang selatan sekitar pukul 18.00 pagi . Pancaran panas dari suatu permukaan akan memberikan ketidaknyamanan thermal bagi penghuni, jika beda temperatur udara melebihi 40 C. hal ini sering kali terjadi pada permukaan bawah dari atap.

3.1.3 Penerangan Alami Pada Siang Hari Cahaya alami yang di gunakan pada bangunan kampus itats hanya dengan Cahaya matahari langsung yang didapat pada jendela atau pintu kaca pada ruangan , hal itu dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk penerangan pada siang hari di dalam bangunan. Tetapi sebaiknya cahaya matahari langsung tidak dikehendaki masuk ke dalam bangunan karena akan menimbulkan pemanasan dan penyilauan, kecuali sinar matahari pada pagi hari.,

3.1.4 Intensitas cahaya Dari data yang kita dapat pada bangunan masjid Kampus Itats, intensitas cahaya pada 3 titik di sisi utara timur - selatan . Telah sudah memenuhi standard SNI 200 lux atau lebih , di bandingkan 3 titik di dalam yang berjarak hanya 1 meter dari setiap sisi titik . 1 titik paling dalam di area imam memiliki nilai intensitas cahaya yang sangat tinggi, karena kurangnya pencahayaan alami yang masuk kedalam area imam .Jika semua tempat memiliki nilai intensitas cahaya dibawah nilai yang di anjurkan . hal ini dapat terjadi karena pengukuran dilakukan pada saat penerangan yang kurang maksimum atau kurangnya cahaya secara langsung .

3.1.5 Temperatur dan Kelembaban Bangunan ibadah, dalam hal ini masjid, adalah tempat peribadatan yang pada umumnya menggunakan pengaturan temperature pada ruang dalam yang tidak terlalu menghamburkan biaya. Memang ada masjid yang memakai system penghawaan bangunan sekelas AC yang terbilang mahal, namun sangatlah jarang ditemukan dan itupun kemungkinan besar hanya ada di masjid-masjid kecil setingkat komplek atau perumahan mengingat luasan ruang dalamnya yang tidak terlalu besar sehingga AC masih dapat bekerja secara efektif. Selebihnya, penghawaan di masjid-masjid terutama yang berskala besar seperti Masjid Kampus Itats ini mengutamakan system penghawaan alami, didukung beberapa kipas angin.Seperti yang ada pada masjid kampus itats bukaan seperti pintu, jendela, kisi-kisi, jendela atas, memungkinkan terjadinya cross ventilation (sistem sirkulasi udara dimana bukaan-bukaan diletakkan sedemikian rupa sehingga udara bisa mengalir dengan baik.). Hasilnya, pergantian udara, temperature, dan kelembapan di area masjid setiap waktu senantiasa terjaga dan tetap pada kondisi yang baik meski dipenuh ijemaat.

Dari data yang suda kita dapat kelembaban udara pada masjid di setiap titik sekitar 50-60% , itu dikatakan nyaman dan wajar meskipun kulit terasa kering . turun di bawah 40% kering yang kita rasakan tidak wajar untuk kulit normal . di atas 80% kulit akan terasa lengket , pengap , panas.

4.1 Analisa PengukuranKenyamana dan perasaan nyaman adalah peniaian komprehensif seseorang terhadap lingkungannya. Oleh karena itu kenyamanan tidak bisa diwakili oleh satu angka tumggal. Kita menilai kondisi lingkungan berdasarkan rangsangan yang masuk ke dalam diri kita melelui keenam indra kita yang oleh saraf dibawa ke otak dan dinilai. Dalam hal ini yang terlibat bukan hany fisik biolgis, namun juga perasaan. Suara, cahaya, bau, suhu, dan lain rangsangan ditangkap sekaligus kemudian diolah oleh otak. Kemudian otak akan memberikan penilaian yang relative apakah kondisi itu nyaman atau tidak. ( fisika bangunan, prasasto satwiko)

Demilian juga analisa yang kami lakukan di masjid ITATS. Kami menggunakan fisik dan perasaan untuk menyimpulkan hasil analisa. Analisa dilakukan pada jam 09.00 dengan keadaan langit cerah. Kami melakukan analisa di 8 titik. 4 titik di luar masjid dan 4 titik di dalam masjid. Pada titik luar masjid sebelah selatan hasil yang kami peroleh adalah 31,7 derajat celcius lebih kecil dibandingkan dengan bagian luar sebelah utara yang nilainya 31,9 derajat celcius. Dari hasil ini kami mulai menganalisa terhadap perbedaan nilai temperature. Analisa yang kami simpulkan bahwa perbedaan terjadi karena factor vegetasi dan sinar matahari. Pada sisi luar bagian selatan vegetasi lebih banyak dibandingkan dengan sisi luar bagian utara. Sinar matahari pada sisi luar bagian utara lebih tinggi sedangkan pada sisi luar bagian selatan tidak sepenuhnya tersentuh sinar matahari karena tertutup dengan gedung B. untuk nilai temperature yang paling besar berda pada daerah sekitar imam, yaitu 32,5 derajat celcius. Dari nilai ini kami menganalisa dan menyimpulkan bahwa pada titik imam terasa panas karena dinding masjid hampir 55% adalah kaca. Karena kaca lebih cepat ditembus sinar matahari dari pada dinding. Alasan lainnya karena cahaya yang masuk dari tiga sisi masjid dan tidak terdapat pengaruh vegetasi dari luar. Itulah kenapa di titik imam lebih panas daripada di titik-titik lainnya.

Kami juga menganalisa pencahayaan alami. Hasil analisa kami pencahayaan alami di masjid ITATS bisa dikategorikan cukup. Alasannya kembali lagi ke material dinding yang 50%nya adalah kaca.

Kami juga menganalisa tentang RH (Relative humidity ). Besaran RH yang bisa diterima oleh tubuh manusia adalah 50% - 60%. Hasil analisa kami menunjukkan nilai RH disemua titik antara 54% - 57% kecuali di titik luar sebelah selatan yaitu 61,8%. Dari hasil ini kami menyimpulkan bahwa perbedaan nilai yang terjadi dikarenakan sisi selatan tidak sepenuhnya terkana sinar matahari dan pengaruh vegetasi yang besar.

Dari analisa ini, kami menyimpulkan bahwa kinerja bangunan tidak cukup baik karena kami merasa gerah dan panas ketika didalam masjid. Alasannya karena material dinding di sisi utara, timur, dan barat menggunakan kaca. Sehingga panas yang masuk ke dalam bangunan bisa melalui semua sisi dan itu mengakibatkan suhu yang tinggi.

T U G A S ISAINS BANGUNANSEMESTER GENAP 2013/2014

PENGUKUR