Analis Korosi Pd Baja

download Analis Korosi Pd Baja

of 7

  • date post

    14-Feb-2016
  • Category

    Documents

  • view

    219
  • download

    0

Embed Size (px)

description

teknik korosi

Transcript of Analis Korosi Pd Baja

PENANGANAN KOROSI PADA MOBIL DENGAN METODE PENGECATAN

PAGE

BAB I

PENDAHULUAN

Korosi adalah proses dimana logam berubah bentuk kimiawinya akibat bereaksi dengan zat kimia dilingkungan. Umumnya semua logam larut didalam air, biasanya daya larut lambat, logam besi waktu direndam dalam air melepaskan sebagian elemennya untuk larut dalam air.Persamaan Reaksi :

Fe+2H+(Fe2++H2

Fe2++2(OH)-(Fe(OH)2

Dan persamaan tersebut diatas terlihat bahwa makin banyak ion hidrogen di air maka proses korosi logam makin cepat. Jadi makin rendah pH maka semakin korosif, Ion hidrogen yang ada di air adalah hasil ionisasi air itu sendiri, terutama jika bersifat asam.

Seorang sarjana teknik yang hendak membangun sebuah landscape pastilah tahu bahwa ada komponen-komponen penyusun bangunan tersebut. Demikian juga halnya dengan jembatan. Jembatan yang menghubungkan jalan satu dengan yang lain biasanya dibuat untuk melalui sebuah sungai, sehingga transportasi kendaraan bermotor jadi terhubung. Yand dimaksud dengan Komponen Baja Jembatan adalah bagian dari bangunan atas dan bangunan bawah jembatan yang menggunakan bahan baja.

Karena material penyusun jembatan tersebut terbuat dari baja, maka sudah tentu ada sifat korosi pada jembatan baja tersebut. Agar jembatan tersebut kuat dan berumur panjang untuk dikatagorikan layak pakai, maka laju korosi pada material baja tersebut harus dikurangi. Cara menanggulangi korosi pada jembatan baja tersebut bergantung pada situasi dan kondisi lingkungan.BAB II

IDENTIFIKASI KORSI PADA JEMBATAN BAJAA. Deskripsi Lingkungan dan Penyebabnya

a. Lingkungan Atmosfir Lingkungan atmosfer adalah lingkungan pada udara terbuka. Udara bebas dapat menghantarkan material bebas di udara sehingga menempel pada jembatan baja, tentu saja material ini menjadi pemicu laju korosi. Asap (polusi) kendaraan bermotor juga menjadi faktor pemicu korosi, selain itu faktor hujan juga dapat mempengaruhi laju korosi pada jembatan baja, karena pada air hujan banyak mengandung ion hidrogen yang dapat menyebabkan korosi pada jembatan. b. Pantai tanpa Polusi

Lingkungan pantai tanpa polusi adalah lingkungan pantai sampai jarak 3 km dari tepi laut dimana tidak terdapat polusi hasil-hasil pabrik. Hal-hal yang dapat mempengaruhi laju korosi pada kondisi ini adalah air laut yang banyak mengandung mineral penyebab korosi, udara bebas yang dapat mendistribusikan material-material kecil yang membuat jembatan baja menjadi kotor, polusi kendaraan serta kondisi hujan.c. Pantai dengan Polusi

Lingkungan pantai dengan polusi adalah pantai sampai jarak 3 km dari tepi laut dimana tcrdapat polusi hasil-hasil pabrik. Lingkungan ini adalah lingkungan pada point b, namun ditambah dengan polusi hasil-hasil pabrik sebagai faktor penyebab korosi.d. Pedalaman tanpa Polusi

Lingkungan Pedalaman tanpa polusi adalah daerah yang meliputi lokasi yang berjarak lebih dari 3 km dari pantai dimana tidak terdapat polusi hasil pabrik. Kondisi ini lebih baik dibandingkan dengan kondisi pantai pada point b dan c, karena faktor air laut diabaikan.e. Pedalaman dengan Polusi

Pedalaman dengan polusi adalah daerah yang meliputi lokasi yang berjarak lebih dari 3 km dari pantai dimana terdapat polusi hasil-hasil pabrik. Faktor-faktor yang menjadi penyebab laju korosi pada lingkungan ini adalah Udara bebas yang banyak mengandung berbagai macam material pengotor, air hujan, dan polusi pabrik.B. Kerugian atau Potensi Kerugian1. Kerugian Ketahanan Material

Jembatan adalah alat penghubung jalan satu dengan jalan lain yang secara umum untuk melewati derasnya sungai. Pentingnya jembatan dapat dilihat dari banyaknya sungai yang ada di Indonesia. Tanpa jembatan baka distribusi perekonomian akan terhambat. Jembatan Baja adalah inovasi jembatan modren yang dirasa lebih kuat dan tahan lama. Setidaknya dengan jembatan baja perjalanan lebih nyaman dibanding jembatan kayu yang sudah lebih dulu ada. Selain itu jembatan baja bisa untuk berbagai kondisi alam tentu dengan kualitas yang tidak diragukan. Hanya saja tidak ada barang yang sempurna di dunia ini, seerti halnya kayu jembatan baja juga memiliki kelemahan yaitu potensi terjadinya korosi. Korosi daat meyebabkan degradasi material baja. Jika tidak diperhatikan maka sedikit demi sedikit akan mengerus material yang akhirnya timbul kerusakan baik rapuh, retak, pecah maupun patah. Sehingga diperlukan treatment khusus agar aterial baja pada jembatan tetap dalam kondisi awal atau jikapun harus mengalami korosi dapat seminimal mungkin. Korosi dapat merusak struktur pembentuk baja yang akhirnya mengurangi kekuatan atau ketahanan baja terhadap beban. 2. Potensi Resiko Kecelakaan Tinggi (kehilangan nyawa)

Salah satu tanda bahaya korosi adalah terjadinya kerapuhan material. Bisa dibayangkan jika suatu benda rapuh maka memungkinkan terjadinya patah material. Jika hal ini sampai terjadi pada jembatan maka dapat memutus jalur penghubung antar dua jalan. Kemungkinan terburuk laninya adalah karena jalan adalah tempat lalu lalang manusia beraktivitas maka dapat menimbulkan korban jiwa yang tak sedikit pastinya. Ribuan nyawa menanti jika jembatan ambruk atau patah. Untuk itu upaya pencegahan korosi pada jembatan sangat penting dan harus dilakukan.

3. Biaya Bangun Tinggi

Jembatan baja berasal dari campuran logam ferro. Dilihat dari kualitas baja jauh lebih tinggi dibanding material lain, dan daya korosifnya lebih kecil namun tetap saja dapat terjadi korosi. Hal ini menjadikan baja sebagai barang dengan harga yang lumayan mahal. Untuk membuat sebuah jembatan diperlukan dana milyaran rupiah. Jika sampai jembatan ini patah maka akan menguras uang yang tidak sedikit untuk membuatnya kembali. Untuk itu upaya perawatan yang baik sangat ditekankan untuk meningkatkan lifetime jembatan baja. C. Proses Terjadinya Korosi pada Jembatan Baja

Korosi pada suatu material terjadi dalam berbagai cara. Hal ini di indikasikan erdasarkan lingkungan yang menenai material tersebut. Jenis korosinya pun beragam berdasarkan pengaruh lingkungan serta titik yang dikenai. Berdasarkan identifikasi pada jembatan baja ini terjadi akibat baja berhubungan langsung dengan cuaca berbagai kondisi. Jembatan pada umumnya berada pada ruangan terbuka tanpa adanya penutup atau atap di atasnya. Sehingga pengaruh cuaca panas, dingin, hujan, dan hal lain yang tidak terduga sangat berpotensi menjadi penyebab terjadinya korosi. Adapun yang paling mendekati dari kasus ini adalah akibat adanya reaksi oksidasi udara dengan material baja.

Persamaan Reaksi :

Fe+2H+(Fe2++H2

Fe2++2(OH)-( Fe(OH)2

Korosi (Kennet dan Chamberlain, 1991) adalah penurunan mutu logamakibat reaksi elektro kimia dengan lingkungannya. Korosi atau pengkaratanmerupakan fenomena kimia pada bahan bahan logam yang pada dasarnyamerupakan reaksi logam menjadi ion pada permukaan logam yang kontaklangsung dengan lingkungan berair dan oksigen. Contoh yang paling umum, yaitukerusakan logam besi dengan terbentuknya karat oksida. Dengan demikian, korosimenimbulkan banyak kerugian.

Korosi logam melibatkan proses anodik, yaitu oksidasi logam menjadi iondengan melepaskan elektron ke dalam (permukaan) logam dan proses katodikyang mengkonsumsi electron tersebut dengan laju yang sama : proses katodikbiasanya merupakan reduksi ion hidrogen atau oksigen dari lingkungansekitarnya. Untuk contoh korosi logam besi dalam udara lembab, misalnya prosesreaksinya dapat dinyatakan sebagai berikut :Anode {Fe(s) Fe2+(aq)+ 2 e} x 2Katode O2(g)+ 4H+(aq)+ 4 e 2 H2O(l)+Redoks 2 Fe(s) + O2 (g)+ 4 H+(aq) 2 Fe2++ 2 H2O(l)Dari data potensial elektrode dapat dihitung bahwaemf standar untuk proseskorosi ini, yaitu E0sel =+1,67 V ; reaksi ini terjadi pada lingkungan asam dimanaion H+ sebagian dapat diperoleh dari reaksi karbon dioksida atmosfer dengan airmembentuk H2CO3. Ion Fe+2 yang terbentuk, di anode kemudian teroksidasi lebihlanjut oleh oksigen membentuk besi (III) oksida :4 Fe+2(aq)+ O2 (g) + (4 + 2x) H2O(l) 2 Fe2O3x H2O + 8 H+(aq)Hidrat besi (III) oksida inilah yang dikenal sebagai karat besi. Sirkuit listrikdipacu oleh migrasi elektron dan ion, itulah sebabnya korosi cepat terjadi dalamair garam. Jika proses korosi terjadi dalam lingkungan basa, maka reaksi katodik yang terjadi, yaitu :O2 (g) + 2 H2O(l)+ 4e 4 OH-(aq)Oksidasi lanjut ion Fe2+ tidak berlangsung karena lambatnya gerak ion inisehingga sulit berhubungan dengan oksigen udara luar, tambahan pula ion inisegera ditangkap oleh garam kompleks hexasianoferat (II) membentuk senyawakompleks stabil biru. Lingkungan basa tersedia karena kompleks kaliumheksasianoferat (III). Korosi besi realatif cepat terjadi dan berlangsung terus, sebab lapisansenyawa besi (III) oksida yang terjadi bersifat porous sehingga mudah ditembusoleh udara maupun air. Tetapi meskipun alumunium mempunyai potensial reduksijauh lebih negatif ketimbang besi, namun proses korosi lanjut menjaditerhambatkarena hasil oksidasi Al2O3, yang melapisinya tidak bersifat poroussehingga melindungi logam yang dilapisi dari kontak dengan udara luar.

Gambar 2. Struktur mikro baja sebelum dan sesudah teroksidasi

Gambar 3. Grafik XRD pada 700o CelsiusPAGE 6