Amarullah Lbm 3 Git

Click here to load reader

  • date post

    14-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    244
  • download

    8

Embed Size (px)

description

Make it easier for other people to find your content by providing more information about it.Make it easier for other people to find your content by providing more information about it.Make it easier for other people to find your content by providing more information about it.Make it easier for other people to find your content by providing more information about it.Make it easier for other people to find your content by providing more information about it.

Transcript of Amarullah Lbm 3 Git

1. Anatomi dan fisiologi intestinum dan dinding abdomen , (penggantung2)Gaster Merupakan kantong otot yang berbentuk J-shaped Terdiri dari 2 sphincters:1. Cardiac sphincter pintu masuk makanan dari esophagus dan mencegah asam lambung tidak naik ke esophagus2. Pyloric sphincter mengatur dan melepaskan sejumlah makanan masuk ke dalamUsusGaster Terdiri dari 2 curvatura mayor dan minor Terdiri dari 2 permukaan:anterior dan posterior Bagian gaster lain terdiridari 3 yaitu: fundus (upper), body (middle), and antrum (lower)Gaster Serabut otot mengandung: Longitudinalletak paling superfisial sepanjang curvatura Sirkulerlebih dalam mengelilingi fundus dan menebal ke arah pylorus Oblikpaling dalam, mengitari fundus dan berjalan sepanjang dinding anterior dan posterior, derjalan sejajar dengancurvatura minorGaster Serabut otot yang berlipat-lipatrugae Dibungkusperitoneumomentum Vascularisasi : A. gastrica dextra A. gastrica sinistra A. gastrica brevis A. gastroepiploica dextra A. gastroepiploica sinistraGaster 2 tipe digestion: mekanik Kimiawi (pepsinmerubah protein mjd polipetida dan asam hidroklorik (PH.2)menghancurkan makanan danmembunuh mikroorganisme) Makanan dapat bertahan digaster sekitar 2-6 jam atau tergantung banyak dan apa yang dimakan (lama lagi jika makan sebelum tidur) Menampung 2 liter makanan atau minumanIntestinum tenue Merupakan bagian yang terpanjang dari sistem pencernaan yaitu sekitar 20ft mulai dari sphingter pylorususus besar (caecum) Sebagian besar intestinum tenue berbentuk koil dan dilekati lembaran tipis yang memberikan usus lebih fleksibel dan mobilemesenterium. Dibagi menjadi 3 bagian:1. Duodenum 25 cm setelah gaster2. Jejunum 2 meter3. Ileum 5 meter Serabut otot: sirkuler, longitudinal, sirkuler Fungsinya absorbsi nutrisiUsus halus Duodenum: Berbentuk huruf CMelengkung sekitarpancreas 4 bagian : pars superior (5 cm) pars descenden (8 cm)terdapat papilla duodeni mayor(muara duktus pankreatikusmayor dan duktus koledokus) pars horizontal (8 cm) pars ascenden (5 cm)terlihat lipatan2 peritoneum yangdisebut Ligamentum of TREITZ Vascularisasi: r.superior pancreaticoduodenalis dana.mesenterika superior Inervasi: plexus coeliacus

The Small Intestines cont.. jejunum dan ileum Panjangnya 6-7 meter (dewasa), 4 meter (anak-anak) 2/3 bagian oraljejenum (letaknya bagian kiri atas cavum abdomen) 1/3 bagian analileum (letaknya cenderung bagian kanan bawah cavum abdomen dan diatas cavum pelvis) Kedua-duanya terletak intraperitonealmesenterium Bedanya apa? (diameter, dinding, vaskularisasi, villi chorialis, limfosit,lemak)Small Intestine: Site of Digestion and Absorption

Intestinum Crassum Dimulai dari caecumanus (sekitar 1.5 meter atau 4 feet 9 inches) Terdiri dari 3 bagian utama:Caecum, Colon dan Rectum. Bedanya dengan intestinumtenue?(Taenia, haustra, appendixepiploica, dinding, diameter,gambaran pembuluh darah)Intestinum Crassum Caecum Letak di regio inguinal dextra Merupakan kantong buntu (p=6cm.L=7,5cm) Mesenterium (-) tapi punya lipatan(recessus) Terdapat valvula illeocaecalismencegah aliran balik fekal dari colon ke dalam intestinum tenue Vascularisasi: a. Caecalis anterior dan posterior Inervasi: parasimpatisn.vagus; simpatispleksus mesenterica superior Makanan disini berisi: The undigested food (such as fiber) a small amount of water non absorbed vitamins and minerals or saltsLarge Intestine Appendix vermiformis Letak di regio iliaca dextra Otot sempit berbentuk tabung berisi banyak jaringan limfoid Panjang=8-13 cm, melekat di juncture ileocaecalis sekitar 2,5 cm Punya penggantungmesoappendix Variasi letak Vascularisasi: a. Appendicularis Inervasi: parasimpatisn.vagus;simpatissegmen MS Vth X Belum diketahui fungsinya, tapi jika tersumbat atau clogged dapatmenyebabkan infeksi atau inflamasiAppendicitisIntestinum CrassumColon terdiri dari Colon Ascenden Letak kuadran kanan bawah di regio inguinal dextra sampai lumbal dextra Panjang 13-20 cm Membentuk flexura colli dextra(hepatica) Organ retroperitoneal Vascularisasi: a.coli dextra dan a.ileocolica Inervasi: parasimpatisn.vagus; simpatisMS VTh.X, pleksus mesentericus superiorIntestinum Crassum Colon Tranversum Letak di regio umbilicalis Panjang 38 cm Organ intraperitonealmesocolon transversum Vascularisasi: a.coli media(2/3proksimal), dan a.colica sinistra(1/3 distal) Inervasi: 2/3 proksimal parasimpatisn.vagus;simpatispleksus mesentericus superior 1/3 distalparasimpatisn.splancnicus pelvicus; simpatispleksus mesentericus inferiorIntestinum Crassum Colon Descenden Letak kuadran kiri atas dan bawah di regio lumbal sinistra Panjang 20-25 cm Organ retroperitoneal Vascularisasi: a.coli sinistradan a.sigmoidea Inervasi:parasimpatisn.splanchnicus pelvicus; simpatispleksus mesentericus inferiorIntestinum Crassum Colon Sigmoidea Letak pelvis dextra Berbentuk huruf S Organ intraperitonealmesocolon sigmoidea Vascularisasi: a.sigmoidea Inervasi: parasimpatisn.splanchnicus pelvicus; simpatispleksus mesentericusinferior Karena mobilirasnya tinggidapat terlipat kedalam mesocolonnyavolvulusIntestinum crassum Rectum Panjang 12-13cm Menembus diafragma pelviscanalis analis Bagian bawahnya melebar disebut ampulla recti Tunica muscularis: sirkuler(dalam) dan longitudinal (luar) Tunica mucosa dan stratum sirkuler membentuk 3 lipatanplica transversa recti (variasi dalam jumlah dan posisinya) Vascularisasi: a.rectalis superior, media dan inferior Inervasi: parasimpatis dan simpatis oleh pleksus hypogastricus (peka terhadapa regangan)

Intestinum crassum Anus Panjang 4-5 cm Letak di cranial diafragma pelvisbagian caudal anus Canalis analis ada lapisan khas tunica mukosa Tunica Submukosa (columnaanales, berisi plexus venosusrectalis interna) Tunica muscularis: sirkuler(dalam) dan longitudinal (luar) Vascularisasi: a.rectalis superior dan inferiorIntestinum crassum Anus Punya 2 muskulus sphingterani: Internusinvolunter externus=volunter Inervasi: Tunica mucosa . bagian atas canalis analispleksus hypogastricus (respon terhadap regangan0 Tunica . bagian bawah canalis analisn.rectalis inferior(nyeri,raba,suhu,tekan) M.sphincter ani internuspleksus hypogastricus inferior M.sphincter ani eksternusn.rectalis inferior dan n.sacralis ke VI2. Mengapa perut buncit, sakit perut, kencing semakin sedikit, tidak bias flatus dan BAB?KENCING SEDIKIT:pasien banyak kehilangan cairan akibat muntah yang dialaminya, dan berakibat urin menjadi sedikit (oligouria).

3. Mengapa terjadi mual dan muntah? Dan mengapa muntahnya berwarna hijau?Gerakan antiperistaltik dari usus halus ke arah proksimal bagian atas traktus gastrointestinal terutama duodenum menjadi sangat teregang (faktor pencetus yang menimbulkan tindakan muntah) pusat muntah dirangsang 1. bernafas dalam 2. naiknya tulang lidah dan laring untuk menarik sfingter esofagus bagian atas supaya terbuka 3. penutupan glotis untuk mencegah aliran muntah memasuki paru dan 4. Pengangkatan palatum mole untuk menutupi nares posterior kontraksi diafragma yang kuat ke bawah bersama dengan kontraksi semua otot dinding abdomen memeras perut di antara diafragma dan otot-otot dinding abdomen tekanan intragastrik yang tinggi sfingter esofagus bagian bawah berelaksasi pengeluaran isi lambung ke atasMualMual sendiri adalah pengenalan secara sadar terhadap eksitasi bawah sadar pada daerah medulla yang secara erat berhubungan atau merupakan bagian dari pusat muntah.

Mual dapat disebabkan adanya: (1) impuls iritatif GIT, (2) impuls otak bawah yang berhubungan dengan motion-sickness, (3) impuls korteks serebri untuk mencetuskan muntah. Muntah dapat tanpa didahului mual, yang menunjukkan hanya bagian tertentu dari pusat muntah yang berhubungan dengan perangsangan mual (Silbernagl, 2007; Guyton, 2008).

Mual umumnya disertai hipersalivasi.

Selama ada rasa mual, tonus lambung menurun, begitu juga peristaltic dalam lambung berkurang atau bahkan menghilang. Sebaliknya tonus duodenum dan jejunum bagian proksimal menaik, sehingga timbul refluks isi duodenum ke lambung.

d. MuntahMuntah merupakan cara traktus gastrointestinal memproteksi diri dari isisnya ketika hampir semua bagian atas traktus pencernaan teriritasi secara luas, sangat mengembang, atau terlalu terangsang (misal: distensi atau iritasi berlebih dari duodenum). Muntah, dengan peringatan berupa mual (lihat bawah) bisa menjadi gejala penting. Muntah kronis menyebabkan gangguan berat.

Sinyal sensoris yang mencetuskan muntah berasl dari faring, esophagus, lambung, dan bagian atas usus halus, impuls ditransmisi oleh serabut saraf aferen vagal, saraf simpatis ke berbagai nukleus yang tersebar di batang otak/medulla oblongata (pusat muntah). Pusat muntah terletak di medulla oblongata, diantaranya dicapai melalui kemoreseptor pada area postrema dibawah ventrikel keempat (zona pencetus kemoreseptor, CTZ), tempat sawar darah kurang rapat. Dari pusat muntah, impuls motorik mentransmisikan melalui jalur saraf kranialis V, VII, IX, X, XII ke GIT (Gastrointestinal Tractus) bagian atas melalui saraf vagus dan simpatis ke GIT yang lebih bawah, dan melalui saraf spinalis ke diafragma dan otot abdomen. Aksi muntah dimulai dengan gerakan antiperistaltik (lihat bawah). CTZ diaktivasi oleh agonis dopamine (apomorfin; pengobatan muntah), obat/toksin (digitalis glikosida, nikotin, enterotoksin stafilokokus), hipoksia, uremia, dan DM.

Muntah bisa juga diaktivasi tanpa perantara CTZ, seperti: (1) perangsangan nonfisiologis di organ keseimbangan (kinesia/motion sickness), penyakit telinga dalam (vestibular) pada penyakit mnire; (2) saluran pencernaan melalui aferen n. vagus karena: (a) peregangan lambung berlebih atau kerusakan mukosa lambung, misal akibat alcohol; (b) pengosongan lambung yang terlambat, misal pencernaan makanan yang sukar dicerna, penghambatan saluran keluar lambung (stenosis pylorus, tumor), atau usus (atresia, penyakit Hirschsprung, ileus); (c) distensi berlebih atau inflamasi pada peritoneum, saluran empedu, pancreas dan