AKSI PENCEGAHAN KORUPSI 2021-2022 - KPK

Click here to load reader

  • date post

    16-Oct-2021
  • Category

    Documents

  • view

    0
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of AKSI PENCEGAHAN KORUPSI 2021-2022 - KPK

WPS PresentationDitetapkannya kawasan hutan 100%
O U
TP U
Percepatan implementasi kebijakan satu peta (One Map)
Tersedianya peta digital RDTR terintegrasi OSS di 5 provinsi kebijakan satu peta
Jumlah RTRW di 6 kab/kota
Bengkalis, Kuantan Singingi, Rokan Hilir, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Mahakam Hulu
Jumlah RDTR di 42 kab/kota
Kampar, Rokan Hilir, Bengkalis, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Rokan Hulu, Siak, Kuantan Singingi, Kota Pekanbaru, Mahakam Hulu, Paser, Kutai Timur, Kutai Barat, Kutai Kertanegara, Berau, Penajam Paser Utara, Bovendigoel, Jayapura, Keerom, Mappi, Merauke, Mimika, Nabire, Sarmi, Mamuju Tengah, Pasangkayu, Mamuju, Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Kapuas, Barito Selatan, Barito Utara, Sukamara, Lamandau, Gunung Mas, Seruyan, Katingan, Pulang Pisau, Barito Timur, Murung Raya, Palangka Raya
Jumlah Peta Digital terintegrasi OSS di 42
kab/kota
Terselesaikannya kompilasi dan integrasi IGT di 4 provinsi piloting
Integrasi ILOK di 23 pemkab/ pemkot
Mahakam Hulu, Kutai Barat, Kutai Kertanegara, Berau, Penajam Paser Utara, Mamuju Tengah, Pasangkayu , Kampar, Rokan Hilir, Bengkalis, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Rokan Hulu, Siak, Kuantan Singingi, Kota Pekanbaru, Bovendigoel, Jayapura, Mappi, Mimika, Nabire, Sarmi
Integrasi IUP di
25 pemkab/ pemkot
14 pemkab/ pemkot
Mahakam Hulu, Kutai Barat, Kutai Kertanegara, Berau, Penajam Paser Utara, Mamuju Tengah, Pasangkayu, Kutai Timur, Kampar, Rokan Hilir, Bengkalis, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Rokan Hulu, Siak, Kuantan Singingi, Kota Pekanbaru Bovendigoel, Jayapura, Mappi, Mimika, Nabire, Sarmi, Merauke
Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Kapuas, Barito Selatan, Barito Utara, Sukamara, Lamandau, Gunung Mas, Seruyan, Katingan, Pulang Pisau, Barito Timur, Murung Raya, Palangka Raya
Pemprov Riau, Papua, Kaltim, Sulbar, BIG, Kementan
Pemprov Riau, Papua, Kaltim, Sulbar, BIG, Kementan
4 PITTI tersedia Kemenkoek
28 rekomendasi tersedia Kemenkoek
O U
TP U
Terintegrasinya (RZWP3K) – RTRW di 5 provinsi kebijakan satu peta
5 provinsi
O U
TP U
Perbaikan tata kelola impor/ekspor melalui sistem database yang akurat dan mutakhir serta mekanisme pengawasan melekat di sektor pangan strategis dan kesehatan (INSW)
Tersedia dan termanfaatkannya data ketersediaan nasional, data konsumsi nasional, dan data realisasi import dalam Indonesia National Single Window (INSW) pada sektor pangan strategis (bawang putih, gula, jagung, beras, daging, garam) dan kesehatan (alat kesehatan, vaksin) sebagai basis pengambilan kebijakan
Validitas data Ketersediaan (produksi + stok) nasional, kebutuhan nasional dan data realisasi
import untuk komoditas (100% data realisasi import sinkron (tidak melampaui) dengan data kebutuhan impor nasional (konsumsi nasional
dikurangi data ketersediaan nasional)
Beras
Bawang Putih
Perbaikan tata kelola impor/ekspor melalui sistem database yang akurat dan mutakhir serta mekanisme pengawasan melekat di sektor pangan strategis dan kesehatan (INSW)
Tersedia dan termanfaatkannya data ketersediaan nasional, data konsumsi nasional, dan data realisasi import dalam Indonesia National Single Window (INSW) pada sektor pangan strategis (bawang putih, gula, jagung, beras, daging, garam) dan kesehatan (alat kesehatan, vaksin) sebagai basis pengambilan kebijakan
Validitas data Ketersediaan (produksi + stok) nasional, kebutuhan nasional dan data realisasi
import untuk komoditas (100% data realisasi import sinkron (tidak melampaui) dengan data kebutuhan impor nasional (konsumsi nasional
dikurangi data ketersediaan nasional)
Daging
Tersedianya basis data penerima manfaat yang terintegrasi
Terbukanya akses publik Termanfaatkannya data BO bagi APH, perizinan, dan PBJ
Jumlah korporasi yang sudah mendeklarasikan BO (100% dari 1.634.000 korporasi mendeklarasikan BO)
Kumham, ESDM, Kementan, KUKM, ATR BPN, KLHK, OJK, Kemenkeu, Kemendag, PPATK
Penambahan akses layer publik (fitur)(100%)
Peningkatan jumlah akses/klik layer publik (30% peningkatan per triwulan)
Kumham
Peningkatan jumlah akses/klik layer APH (10% peningkatan per triwulan)
Jumlah pengajuan izin sektor ekstraktif dan perkebunan (ESDM, ATR BPN, KLHK, Kementan) yang data BO nya diverifikasi oleh pemberi izin
Integrasi data BO dengan SIKAP
Kumham, PPATK, KPK, BKPM, ESDM, Kementan, ATR BPN, KLHK, LKPP
O U
TP U
Optimalisasi penerimaan dari PNBP pada K/L tertentu dan PNBP Migas
KKP
KLHK
Tercapainya Realisasi PNBP Sesuai Target yang Telah Ditetapkan Dalam APBN
O U
TP U
Optimalisasi penerimaan dari PNBP pada K/L tertentu dan PNBP Migas
SKK Migas
Kemenkeu
Tercapainya Realisasi PNBP Migas Sesuai Target yang Telah Ditetapkan Dalam APBN
Meningkatnya Akuntabilitas pencatatan PNBP Migas dengan menurunkan diskrepansi dalam perhitungan penerimaan PNBP Migas
Manurity Level 3
50% dari 68 KKKS
1) Ketepatan / validitas data perhitungan transaksi pada kegiatan usaha industri ekstraktif, produksi dan rantai pasok, i.e. Hulu Migas, dengan kriteria sebagai berikut:
2). Penambahan persentase target KKKS maturity level 3 dan 5 (1,47% per KKKS ) per triwulannya)
2 0
2 1
2 0
2 2
Optimalisasi penerimaan dari Cukai
Adanya penurunan peredaran produk cukai ilegal
Kemenkeu
Kemenkeu
Jumlah penurunan peredaran produk cukai ilegal (HT, MMEA, EA)
Kemendag
Tersedianya dan digunakannya sistem pembayaran secara elektronik untuk pengadaan barang/jasa melalui elektronik katalog s.d Rp200 juta dan toko daring/ Bela Pengadaan
a. Regulasi tentang sistem pembayaran secara elektronik untuk pengadaan barang dan jasa melalui elektronik katalog s.d. Rp200 juta dan toko daring/Bela Pengadaan (100% di 12 KL dan 13 Pemprov)
LKPP, Kemenkeu, Kemendagri, Kominfo, BSSN
b. Jumlah pembayaran secara elektronik untuk pengadaan barang dan jasa melalui katalog elektronik s.d Rp200 jt dan toko daring/ bela pengadaan (100% di 12 KL dan 13 Pemprov) :
P e
la ks
an a
Kemenkeu, LKPP, Kemenkomarves, KUKM
12 Provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, DIY
LKPP, Kemenkeu, Kemendagri, KUKM
Implementasi E-payment dan E-katalog
Bertambahnya pembelanjaan pada 5 komoditas sesuai kriteria yang telah ditayangkan di katalog lokal 34 provinsi (base line data komoditas yang sudah ada: alat tulis kantor, makan-minum, seragam, jasa kebersihan dan jasa keamanan)
a. Jumlah Pemerintah Provinsi yang menjadi pengelola katalog lokal 100% di Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Lampung, Maluku, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau,Papua, Papua Barat, Jambi dan Banten
LKPP
b. Jumlah komoditas yang ditayangkan pada katalog lokal 34 provinsi :
LKPP
Ditayangkannya minimal 5 komoditas pada katalog lokal Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Sumatera Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Lampung, Sumatera Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Maluku, Kepuluan Riau, Sulawesi Tenggara, Bengkulu, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Papua Barat, Papua, Jambi, Banten
23 Provinsi
Penambahan minimal 3 dari 5 komoditas wajib bagi Provinsi yang sudah menayangkan komoditas
DKI Jakarta, Kep Bangka Belitung, Jawa Tengah, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Bali, Jawa Timur, Aceh, Gorontalo, NTB, Riau
11 Provinsi
c. Jumlah pembelanjaan secara online (purchase order) pada katalog lokal masing-masing provinsi (100 % di 34 Pemprov)
O U
TP U
Bertambahnya pembelanjaan secara on line (Purchase Order) atas 4 komoditas sesuai kriteria yang telah ditayangkan pada katalog elektronik sektoral 12 Kementerian/Lembaga
a. Jumlah Kementerian/Lembaga yang menjadi pengelola katalog sektoral
100% di 5 KL KLHK, Kemenhan, POLRI, Kementerian Sosial, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
LKPP
b. Jumlah pembelanjaan secara online (purchase order) pada katalog sektoral masing-masing Kementerian/Lembaga
LKPP
O U
TP U
Pe la
ks an
LKKP
12 Pemprov Provinsi DKI Jakarta*, Provinsi Banten, Provinsi Jawa Barat*, Provinsi Jawa Tengah*, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Provinsi Jawa Timur*, Provinsi Bali*, Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Kalimantan Timur, Provinsi Kalimantan Selatan, Provinsi Sulawesi Selatan* LKKP
O U
TP U
Termanfaatkannya data kependudukan untuk pendataan dan penyaluran program penanganan covid 19 dan Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional
Kemensos, Kemendagri,
KUKM, ESDM, PLN
Jumlah penerima Bansos padan NIK (PKH, BPNT, BST) Jumlah penerima bantuan produktif usaha mikro padan NIK Jumlah penerima subsidi listrik padan NIK
1.
2.
3.
Kesehatan, Kementan, BKN,
Polri
Jumlah penerima PKH, BPNT sebagai penapis penerima bansos Jumlah penerima subsidi listrik sebagai penapis penerima bansos Jumlah PBI JKN padan DTKS sebagai penapis penerima bansos Jumlah penebus subsidi pupuk gunakan kartu tani sebagai penapis penerima bansos Jumlah data PNS sebagai penapis penerima bansos Jumlah data kepemilikan properti sebagai penapis penerima bansos Jumlah data kepemilikan kendaraan sebagai penapis penerima bansos
1.
2.
3.
4.
Interoperabilitas data penerima bansos dengan data kependudukan Data penerima vaksin dengan data kependudukan Data penerima subsidi listrik dengan data kependudukan Data penerima PBI JKN dengan data kependudukan Data penerima BPUM dengan data kependudukan Data penerima subsidi pupuk dengan data kependudukan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Kemenkeu, Kemendagri, Polri, ATR BPN, Kumham,
OJK
Jumlah wajib pajak hasil analisa integrasi data pelayanan publik berbasis NIK (100% jumlah wajib pajak berdasarkan hasil analisa K/L terkait di daerah Jabar, Jatim, Jateng dan DKI Jakarta, DIY, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur - Interoperabilitas data kependudukan dengan data wajib pajak
Jumlah penerimaan pajak hasil analisa intensifikasi dan ekstensifikasi pajak
O U
TP U
Efektifitas dan efisiensi pelayanan pengangkutan, ekspor, impor dan domestik melalui integrasi sistem pelayanan di pelabuhan dengan transparansi dan standarsasi prosedur layanan
Ditetapkan pemetaan proses bisnis untuk semua layanan di pelabuhan 100% pemetaan probis di 8 Pelabuhan :
- Pelabuhan Belawan (Medan)
BUMN, Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan,
KemenKumHAM, Kementerian Perdagangan
- Pelabuhan Belawan (Medan)
Kesehatan, KemenKumHAM, Kementerian Perdagangan
Terpenuhinya kebutuhan APIP secara proporsional di Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah
Daftar kebutuhan nasional JF PPUPD berdasarkan pedoman yang disusun
Jumlah SDM PPUPD yang terpenuhi sesuai usulan (100% kebutuhan SDM PPUPD terpenuhi minimal 50% dari usulan kebutuhan (per tahun))
Daftar kebutuhan nasional JFA berdasarkan pedoman yang disusun
Jumlah SDM Auditor yang terpenuhi sesuai usulan (100% Kebutuhan SDM Auditor terpenuhi minimal 50 % dari usulan kebutuhan (per tahun))
Penguatan independensi APIP melalui evaluasi jabatan untuk peningkatan kelas jabatan fungsional APIP
Pengusulan penetapan kelas jabatan fungsional PPUPD oleh instansi pembina ke Kemenpan RB
Penetapan kelas jabatan fungsional PPUPD
Pengusulan penetapan kelas jabatan fungsional auditor oleh instansi pembina ke Kemenpan RB
Kemendagri, PANRB, BPKP
Tersedianya Arsitektur SPBE di K/L/Pemda yang mengacu pada Arsitektur SPBE Nasional
Tersedianya Peta Rencana SPBE di K/L/Pemda yang mengacu pada Peta Rencana SPBE Nasional
Ditetapkannya Perpres tentang Arsitektur SPBE
Jumlah K/L/D yang memiliki Arsitektur SPBE yang mengacu pada Arsitektur SPBE Nasional :
10 K/L (B21)
50 Pemda (B21)
KemenpanRB , Kominfo, Kementerian PPN/Bappenas, BSSN, Kemendagri, Kemenkeu
Ditetapkannya PermenPANRB tentang Peta Rencana SPBE Nasional
Jumlah K/L/D yang memiliki Peta Rencana SPBE yang mengacu pada Peta Rencana SPBE Nasional :
10 K/L (B21)
50 Pemda (B21)
O U
TP U
Meningkatnya kualitas pertukaran data penanganan perkara yang dipertukarkan melalui SPPT TI
Meningkatnya pemanfaatan data penanganan perkara hasil
pertukaran data melalui SPPT TI
Menguatnya proses bisnis dan infrastruktur teknologi terkait
SPPT-TI
Satker Polri, MA, Kejagung, Kumham di 212 Wilayah Implementasi serta Satker KPK telah mengirimkan data penanganan perkara yang sesuai dengan Pedoman Pertukaran Data yang berlaku Kominfo, Kejagung, BSSN,
Kemenkopolhukam
Polri, MA, Kejagung, Kumham, KPK, Kemenkopolhukam
Satker Polri, MA, Kejagung, Kumham di 212 Wilayah Implementasi serta Satker KPK telah menerima dan memanfaatkan data hasil pertukaran data dalam tahapan penyelesaian perkara
Polri, MA, Kejagung, Kumham, KPK, Kemenkopolhukam
Sistem pertukaran dan pemanfaatan data bisa berfungsi dan beroperasi dengan baik
Tersedianya sistem database BNN untuk SPPT-TI
BNN, Kemenkopolhukam
O U
TP U
penganggaran di tingkat pusat
penganggaran di tingkat daerah
berbasis elektronik di tingkat pusat dengan daerah
Keselarasan data dan informasi pada seluruh tahapan mulai dari perencanaan penganggaran atau penetapan anggaran- penatausahaan dan pelaporan di K/L 1) Review keselarasan Renja-RKP KL
(TW2); 2) Review Renja -RKA; 3) Review RKA-Dipa; 4) Dipa KL –RUP)
Bappenas, Kemenkeu, PANRB, LKPP, BPKP, Kemendagri, Kominfo, BPPT
Keselarasan data dan informasi pada seluruh tahapan mulai dari perencanaan penganggaran atau penetapan anggaran- penatausahaan dan pelaporan di Pemda (1) Review keselarasan Renja-RKP KL
(TW2) 2) Review Renja -RKA 3) Review RKA-Dipa 4) Dipa KL –RUP)
Kemendagri, Kemenkeu, Bappenas, PANRB, BPKP, LKPP, Pemerintah Provinsi Jawa Barat,
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta, Pemerintah Provinsi
Jawa Timur, Pemerintah Provinsi Bali
Keselarasan data dan informasi yang disampaikan dan digunakan oleh K/L dan Pemda dalam seluruh tahapan perencanaan penganggaran 1) Review keselarasan Renja-RKP KL
(TW2) 2) Review Renja -RKA 3) Review RKA-Dipa 4) Dipa KL –RUP)
Kemenkeu, Kemendagri, Bappenas, PANRB, BPKP, LKPP, BSSN, Kominfo, BPPT, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Provinsi Jawa
Tengah, Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah
Provinsi Bali
O U
TP U
Perbaikan sistem penghargaan bagi APH (Kejaksaan dan Kepolisian)
Perbaikan Standar Biaya Khusus (SBK) penanganan perkara tipikor
Polri, Kejagung,
Kemenkeu, PANRB
Perbaikan pola karir APH yang prestatif dalam menangani perkara tipikor
Standar biaya penanganan perkara tipikor lintas APH
O U
TP U