Air Ass Mknn 1909

download Air Ass Mknn 1909

of 25

  • date post

    05-Mar-2016
  • Category

    Documents

  • view

    215
  • download

    0

Embed Size (px)

description

bagus

Transcript of Air Ass Mknn 1909

  • LABORATORIUM MIKROBIOLOGIFAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS BRAWIJAYA

  • Mempunyai arti penting:karena dapat menularkan penyakit (waterborne diseases), mis.: Demam tifoid Cholera Disentri basiler Disentri amuba Poliomyelitis, dll.

  • Asal Pencemaran airUdara:tubercle bacilli, kokus piogenik, Bacillus subtilis, mould, yeast, dll.Tanah:Nitrogen fixing bacteria (Azotobacter), Clostridium, Pseudomonas, Nitrosomonas, dll.Ekskreta:Komensal di GI tract: coliform bacilli, Clostridium, Streptococcus faecalisPatogen: Salmonella, Shigella, Vibrio cholerae, amoeba, cacing, virus.

  • Indikator pencemaran air:Basil koliform mis. E. coli IndonesiaStreptococcus faecalisClostridium welchii

    Basil koliform dipakai sebagai indikator sebab: adalah flora normal saluran cernamasa hidup beberapa hari menunjukkan pencemaran oleh tinja yang baru terjadimudah diidentifikasi meragikan laktosa menjadi asam + gas.

  • C. welchii karena spora (+) sehingga tidak dapat diketahui pencemaran baru terjadi atau sudah lama.S. fecalis karena sukar diidentifikasi dan cepat mati.

  • Cara pemeriksaan :1.Kualitatifa. Presumptive testb. Confirmed testc. Completed testKetiga tes ini dilakukan secara bertahap.2.Kuantitatifa. MPN (most probable number) methodb. Plate count methodc. Membrane filter method

  • Keterangan:1a. Presumptive testHanya mengetahui apakah air tercemar tinja atau tidak. Medium: lactose broth, mempergunakan tabung fermentasi (Durham atau Eyckman).Cara: air sampel + lactose broth inkubasi selama 18-24 jam, 37C.Positif bila ada gas dalam tabung.

  • 1b. Confirmed testCara: air sample dari tes yang positif tanam pada EMB agar/endo agar inkubasi 18-24jamPositif bila ada koloni metallic sheen (kilat logam) atau koloni berwarna merah.

  • 1c. Completed testDari hasil tes yang positif diambil bakterinya tanam pada tabung fermentasi (Durham atau Eyckman) dan Nutrient Agar Plate (NAP) inkubasi 18-24 jamPositif bila pada tabung fermentasi terbentuk gas dan bakteri dari NAP di atas berbentuk batang Gram negatif.Untuk identifikasi dapat dilakukan tes biokimia (TSI, IMViC, motilitas, urease, dll.)

  • 2. Kuantitatif: untuk mengetahui jumlah bakteri2a.metode MPN. Prinsip: presumptive test - mempergunakan seri 3 tabung atau 5 tabung. Jumlah gas (+) dalam tabung fermentasi pada tiap seri dijumlah dan dicocokkan dengan tabel McCrady perkiraan jumlah bakteri dalam air.

  • 2b. Plate count method. - Air diencerkan secara serial (tenfold dilution) 10-1, 10-2, 10-3, dst. - Setiap pengenceran (1 ml) dicampur dengan agar yg masih cair dituang pada cawan petri inkubasi 18-24 jam hitung koloni (yang dipakai sebagai hasil jumlah bakteri adalah cawan petri yang koloninya berjumlah 30-300 koloni/cawan). Dapat dilakukan duplikat yang diinkubasi pada suhu berbeda, mis. 37C dan 20C atau 42C. - Cara melaporkan: jumlah koloni/cawan x pengenceran.

  • 1 cc 1 cc 1 cc 1 cc dst 1 cc 1 cc 1 cc Hitung koloni x pengenceran inkubasi10-110-210-3

  • Differential coliform count Prinsip sama dengan plate count, hanya medium yang dipakai agar EMB/Mc Conkey.

    2c.Membrane filter method. Dipakai bila air sampel volumenya tertentu. Mempergunakan filter bakteri dan diisap dengan pompa vakum. Filter diletakkan pada medium yang sesuai koloni yang tumbuh dihitung/volume air sample.

  • Hal-hal yang harus diperhatikan pada pengambilan air sample:wadah harus steril, kapasitas min. 250 ml, bermulut lebar, tutup rapat.pengambilan secara aseptis, tergantung jenis air samplebila air mengandung chlorine dinetralkan dengan Na-thiosulfat.diperiksa secepat mungkin (
  • Kelas air:Kelas I: paling baik, 10 koliform/100 ml air.

  • Ass merupakan medium yang baik untuk pertumbuhan bakteri; melalui ass dapat ditularkan berbagai penyakit (milkborne diseases). Penyakit dapat berasal dari:hewan itu sendiri, mis. tbc, undulant fever, mastitis, dll.luar hewan, mis. demam tifoid, tbc, polio, salmonellosis, dll.

  • Ass yang diambil secara aseptis masih mengandung bakteri 200-400 bakteri/ml Ass yang diambil secara kurang aseptis: l.k. 2.000-6.000 bakteri/ml, dan bila secara tidak aseptis terdapat 30.000-100.000 bakteri/ml.

  • Kuman yang dapat ditemukan pada ass:1.Acid forming bacteria, mis. S. aureus, E. coli, Lactobacillus spp, dll.

    2.Alkali forming bacteria, yang mengubah senyawa nitrogen menjadi ammonia yang alkalis; mis. kuman pembentuk spora yang aerob, S. typhi, dll.

    3.Proteolytic bacteria, yang menghidrolisa protein, mis. P. vulgaris, B. subtilis, dll.

  • Cara pemeriksaan ass secara bakteriologis.1.Plate count. Prinsip: sama seperti pem. air. Dikenal ass grade A: 30.000 bakteri/ml ASS, grade B: 100.000 bakteri/ml ASS.

    2.Microscopic count (Breed method). Cara: menggunakan kamar hitung, ASS dicat dengan methylen blue, dan dilihat pakai mikroskop hitung jumlah kuman.

  • 3.Hotis test: untuk mengetahui adanya infeksi pada kelenjar susu (mastitis).Cara: ASS segar + 0,025% bromcresol purple inkubasi (+) bila terbentuk selaput kuning yang menempel pd tepi tabung.4.Methylen blue reduction test.Cara: ASS dalam tabung + meth. blue kocok homogen, masukkan waterbath 37C periksa tiap -1/2 jam; makin cepat warna biru hilang, makin jelek kualitas ASS tersebut. Berdasar atas pemeriksaan ini, dikenal beberapa kelas ASS.

  • 5.Coliform count: seperti pemeriksaan air.6.Isolasi bakteri patogen.

    Pemeriksaan ASS yang telah diproses:tes fosfatase (-) pasteurisasi ASS baik, sebab ASS segar mengandung fosfatase.tes turbiditas, bila filtrat dari ASS + ammonium sulfat jernih atau tes turbiditas (-) sterilisasi ASS baik

  • Prinsip: sama dengan pemeriksaan air cara plate count. Makanan dihancurkan sampai homogen dan dibuat dalam konsentrasi 10% yang dipakai sebagai working dilution, kemudian diencerkan dan ditanam pada nutrient agar cair dituang pada cawan petri diinkubasi. Hasil pemeriksaan: jumlah kuman x 10, dan dilaporkan sebagai jumlah kuman/gram makanan.

  • Selain dengan metode plate count, dapat juga dilakukan dengan metode MPN seperti pada pemeriksaan air dengan metode MPN.Pada metode ini, sample makanan juga harus dihancurkan sampai homogen terlebih dahulu working dilution 10% (tenfold dilution)

  • Pengambilan sample makanan harus memperhatikan prinsip aseptis, merata dan sedapat mungkin segera diperiksa.Bila diperlukan, dilakukan identifikasi bakteri patogen.