Afrilita Putri Yuza- SAP Gangguan Haid

download Afrilita Putri Yuza- SAP Gangguan Haid

of 18

  • date post

    26-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    223
  • download

    5

Embed Size (px)

description

MATERNITAS

Transcript of Afrilita Putri Yuza- SAP Gangguan Haid

GANGGUAN HAID

MAKALAH

DISAMPAIKAN PADA PENYULUHAN KESEHATAN

Mata Kuliah : Keperawatan Maternitas I

OLEH :

Afrilita Putri Yuza

133110192

IIA

Dosen Pembimbing : Ns.Hj. Elvia Metti, M.Kep, Sp.Kep.Mat

DIII KEPERAWATAN PADANG

POLTEKKES KEMENKES PADANG

2014/2015

GANGGUAN HAID

I. PENDAHULUAN

Gangguan menstruasi merupakan masalah yang cukup sering ditemukan pada pelayanan kesehatan primer. Penelitian sebelumnya mengenai prevalensi dismenorea pada mahasiswi sebuah universitas di Jakarta tahun 2004 menemukan bahwa 83,5% mahasiswi mengalami dismenorea.

Kelainan haid merupakan masalah fisik atau mental yang mempengaruhi siklus menstruasi, menyebabkan nyeri, perdarahan yang tidak biasa yang lebih banyak atau sedikit, terlambatnya menarche atau hilangnya siklus menstruasi tertentu.

Gangguan menstruasi yang terjadi dapat berupa gangguan lama siklus menstruasi seperti polimenorrhea dan oligomenorrhea, volume darah yang dikeluarkan sewaktu menstruasi seperti hipermenorea, hipomenorrhea dan perdarahan bercak (spotting), beserta gejala-gejala yang menyertai menstruasi seperti dismenorrea dan Premenstrual syndrome itu sendiri yang mengganggu aktifitas sehari-hari.

Gangguan menstruasi memerlukan evaluasi yang seksama karena gangguan menstruasi yang tidak ditangani dapat mempengaruhi kualitas hidup dan aktivitas sehari-hari. Pada sebuah studi yang dilakukan terhadap mahasiswa didapatkan data bahwa sindrom pramenstruasi (67%) dan dismenorea (33%) merupakan keluhan yang dirasakan pa- ling mengganggu. Efek gangguan menstruasi yang dilaporkan antara lain waktu istirahat yang memanjang (54%) dan menurunnya kemampuan belajar (50%). Penelitian yang dilakukan di sejumlah negara, termasuk negara-negara berkembang lainnya, mengungkapkan bahwa gangguan menstruasi merupakan masalah yang cukup banyak dihadapi oleh wanita, terutama pada usia remaja. Penelitian serupa di Indonesia masih belum banyak dilakukan. Oleh karena itu, penelitian ini dibuat untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai prevalensi gangguan menstruasi pada wanita remaja di Indonesia.

II. GANGGUAN HAID

A. Pengertian

Menstruasi merupakan suatu peristiwa pengeluaran darah, mukus, dan sel-sel epitel dari uterus secara periodik. Menstruasi umumnya terjadi dengan interval setiap bulan selama periode reproduksi, kecuali selama kehamilan dan menyusui, peristiwa ini biasanya tersupresi.

Kelainan haid biasanya terjadi karena ketidakseimbangan hormon-hormon yang mengatur menstruasi, namun dapat juga disebabkan oleh kondisi medis lainnya.

Gangguan haid dalam siklusnya khususnya dalam masa reproduksi dapat di golongkan menjadi : kelainan dalam banyaknya dan lamanya perdarahan pada haid dan kelainan siklus haid.

B. Terjadinya Haid Pertama Kali

Haid atau menstruasi atau datang bulan, adalah luruhnya lapisan dinding bagian dalam rahim yang banyak mengandung pembuluh darah, sehingga haid pada remaja putri ditandai dengan keluarnya darah dari lubang vagina. Bila sel telur yang dalam perjalanannya menuju rahim, tidak bertemu dengan sperma, maka tidak terjadi pembuahan, dan sel telur bersama-sama dengan dinding rahim bagian dalam akan luruh/gugur dan keluar melalui vagina. Kejadian ini disebut haid atau menstruasi atau datang bulan.

Peristiwa haid yang pertama kali disebut menarche, yang terjadi ada usia 11 13 tahun, bahkan pada beberapa anak terjadi lebih cepat. Sedangkan berhentinya haid disebut menopause yang terjadi pada usia 49 50 tahun.

Haid merupakan tanda bahwa alat reproduksi perempuan telah matang. Setelah mendapat haid, remaja putri telah dapat hamil bila melakukan hubungan seksual (hubungan seksual adalah masuknya penis ke dalam vagina). Matangnya alat reproduksi bukanlah berarti bahwa remaja telah siap dalam melakukan hubungan seksual, karena hubungan seksual yang terbaik, aman, sehat, dan halal adalah hubungan seksual yang dilakukan dalam ikatan pernikahan yang sah. Dalam konteks sosial (norma hidup bermasyarakat), seseorang dikatakan tidak lagi perawan atau perjaka bila ia telah melakukan hubungan seksual.

Haid normalnya terjadi selama 3- 7 hari, jumlah darah yang keluar antara 25 60 cc per hari dan siklus haid adalah antara 21 35 hari sekali.

Pada saat akan haid biasanya terjadi keluhan tertentu, antara lain:

Pada haid pertama, biasanya timbul rasa nyeri di bawah perut, panggul dan pinggang. Keluhan ini biasanya hilang dengan sendirinya pada saat haid telah berjalan dengan teratur

Satu atau dua hari menjelang atau sesudah haid, atau pada waktu haid, muncul keluhan sebagai berikut: gugup, mudah tersinggung, dan lekas marah

Timbulnya jerawat

C. Siklus Menstruasi

Menstruasi adalah perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus, disertai pelepasan (deskuamasi) endometrium. Panjang siklus mentruasi ialah jarak antara tanggal mulainya haid yang lalu dan mulainya haid berikutnya. Panjang siklus menstruasi yang normal atau dianggap sebagai siklus menstruasi yang klasik ialah 28 hari, tetapi variasinya cukup luas. Lama menstruasi biasanya antara 3-5 hari, tetapi kadang bervariasi tiap individu. Jumlah darah yang keluar rata-rata 33,2 16 cc. 4 Siklus menstruasi dibagi menjadi dua bagian yaitu siklus ovarium dan siklus uterus. 6

Siklus menstruasi dibagi menjadi tiga fase : proliferasi, sekresi, dan menstruasi. Siklus menstruasi berhubungan dengan siklus ovarium, dan keduanya di bawah pengaruh hormon, seperti yang akan dijelaskan pada bagian berikut :

1. Fase Proliferasi

Segera setelah menstruasi , endometrium menjadi sangat tipis. Selama minggu berikut atau selanjutnya, endometrium mengalami proliferasi dengan sangat lebih tinggi, sementara kelenjar yang terdapat di endometrium tersebut menjadi lebih panjang dab lebih meningkat enam atau delapan kali lipat. Kelenjar-kelenjarnya menjadi lebih aktif dan menyekresikan zat kaya nutrisi.

Setiap bulan selama siklus menstruasi ini (sekitar hari ke lima sampai hari ke emmpat belas), sebuah folikel de Graaf berkembang mendekati bentuk terbesarnya dan menghasilkan peningkatan jumlah cairan folikular. Cairan ini mengandung gormon estrogenik estrogen. Karena estrogen menyebabkan endometrium tumbuh dan berproliferasi, fase siklus menstruasi ini disebut fase proliferasi . kadang kala fase ini disebut fase estrogenik atau fase folikular.

2. Fase Sekresi

Setelah pelepasan ovum dari folikel de Graaf (ovulasi), sel-sel yang membentuk korpus luteum mulai menyekresikan hormon penting lainnya, yaitu progesteron, selain estrogen. Kondisi ini menambah kerja estrogen pada endometrium sedemikian rupa sehingga kelenjar menjadi sangat kompleks dan lumennya sangat berdilatasi dan berisi sekresi.

Sementara itu suplai darah ke endometrium meningkat dan endometrium menjadi tervakularisasi dan kaya air. Arteri spiral meluas ke lapisan superfisial endometrium dan menjadi sangat kompleks. Efek kondisi ini adalah memberi tempat untuk ovum yang telah dbuahi. Fase siklus menstruasi ini belangsung 14 2 hari dan disebut fase sekresi, fase ini kadang kala juga disebut fase progestasi, fase luteal, atau fase pra menstruasi.

Gambar : Pertumbuhan ovum dan proses ovulasi

3. Fase Menstruasi

Jika ovum tidak dibuahi, korpus luteum mengalami regresi, sekresi estrogen dan progesteron menurun, dan endometrium mengalami involusi. Saat endometrium mengalami degenerasi, sejumlah pembuluh darah kecil mengalami ruptur disertai terjadinya hemoragi. Endometrium yang luruh disertai darah dan sekresi dari kelenjar, keluar menuju rongga uterus, melewati serviks, dan keluar melalui vagina, disertai ovum kecil yang tidak dibuahi. Dengan demikian, menstruasi merupakan terminasi mendadak suatu proses yang dirancang untuk mempersiapkan tempat ovum yang telah dibuahi. Tujuan menstruasi adalah membersihkan endometrium yang lama sehingga endometrium yang baru dan segar dapat dibentuk kembali untuk bulan berikutnya. Fase siklus ini ( berlangsung sekitar hari pertama sampai kelima) disebut fase menstruasi .

Gambar : Siklus ovarium

D. Macam-Macam Gangguan Haid

Gangguan haid dan siklus khususnya dimasa reproduksi dapat digolongkan dalam :

1. Kelainan panjang siklus

2. Kelainan banyak dan lamanya haid

3.Gangguan Lain yg b.d haid

Polimenorea (sering)

Oligomenorea (jarang)

Amenorea (tidak haid)

Hipermenore (banyak)

Hipomenore (sedikit)

Perdarahan antarmenstruasi (perdarahan bercak/spotting)

Menoragia

Dismenore

Sindrom Pramenstruasi

(PMS)

1. Kelainan panjang siklus:

a. Polimenorea (sering)

Haid yang terlalu sering, dimana siklusnya < 21 hari. Bila siklus pendek namun teratur ada kemungkinan stadium proliferasi pendek atau stadium sekresi pendek atau kedua stadium memendek. Yang paling sering dijumpai adalah pemendekan stadium proliferasi. Bila siklus lebih pendek dari 21 hari kemungkinan melibatkan stadium sekresi juga dan hal ini menyebabkan infertilitas.1

Siklus yang tadinya normal menjadi pendek biasanya disebabkan pemendekan stadium sekresi karena korpus luteum lekas mati. Hal ini sering terjadi pada disfungsi ovarium saat klimakterium, pubertas atau penyakit kronik seperti TBC.1

b. Oligomenorea (jarang)

Haid yang terlalu jarang, dimana siklus >31 hari.

Oligomenorrhea biasanya berhubungan dengan anovulasi atau dapat juga disebabkan kelainan endokrin seperti kehamilan, gangguan hipofise-hipotalamus, dan menopouse atau sebab sistemik seperti kehilangan berat badan berlebih.1Oligomenorrhea sering terdapat pada wanita astenis.1 Dapat juga terjadi pada wanita dengan sindrom ovarium polikistik dimana pada keadaan ini