ADITYA SUNDAWA

download ADITYA SUNDAWA

of 35

  • date post

    19-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    241
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of ADITYA SUNDAWA

DISUSUN OLEH ADITYA SUNDAWA 210 240 O13 III.A

FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

1

KATA PENGANTARPuji syukur kita panjat kehadirat allah swt yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya lah sehingga makalah ini yang berjudul penyakit akibat kerja dapat terselesaikan tepat pada waktunya Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan karena keterbatasan dari penulis, namun penulis berharap agar pembaca dapat memberikan kritik an saran yang membangun sehingga dapat membantu menyempurnkan makalah ini Mudahan-mudahan dengan keterbatasan makalah ini tetap dapat member manfaat kepada pembaca tentang penyakit akibat kerja, terimakasih.

Parepare 27 desember 2011

Penulis

2

DAFTAR ISIKATA PENGATAR..2 DAFTAR ISI.3 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG...4 B. RUMUSAN MASALAH...5 C. TUJUAN6 BAB II PEMBAHASAN 1. DEFINISI PENYAKIT AKIBAT KERJA7 2. CARA IDENTIFIKASI PENYAKIT AKIBAT KERJA10 3. KRITERIA UMUN DAN FAKTOR PENYEBAB PENYAKIT AKIBAT KERJA.11 4. LANGKAH-LANGKAH DIAGNOSIS PENYAKIT AKIBAT KERJA...16 5. GAMBARAN PENYAKIT AKIBAT KERJA...21 6. PENCEGAHAN PENYAKIT AKIBAT KERJA31 BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN....34 B. SARAN35 DAFTAR PUSTAKA..36

3

BAB I PENDAHULUANA. LATAR BELAKANG Ratusan juta tenaga kerja di seluruh dunia saat bekerjapada kondisi yang tidak nyaman dan dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Menurut Internasional Labor Organization ( ILO) setiap tahu terjadi 1,1 juta kematian yang disebabkan oleh penyakita atau yang disebabkan oleh pekerjaan. Sekitar 300.000 kematian terjadi dari250 juta kecelakaan dan sisanya adalah karena penyakit akibat kerja dimana diperkirakan terjadi 160 juta penyakit akibat hubungan pekerjaan baru setiap tahunnya. Masalah kesehatan lain terutama adalah ketulian, gangguan muskulosaltel,gangguan reproduksi dan lain-lain. Wawasan para pengusaha mengenai kesehatan kerja masih rendah. Itulah sebabnya segala penyakit akibat kerja sering dianggap biasa dan tidak mendapat klaim asuransi. Padahal, banyak penyakit muncul justru di lingkungan kerja, terutama yang berhubungan dengan bahan kimia dan fisika. Untuk itu, masalah penyakit dalam klaim asuransi perlu disempurnakan. banyak penyakit akibat kerja tidak bisa mendapatkan klaim asuransi. Sebagai contoh mereka yang bekerja di pabrik sepatu atau garmen. Telapak tangan menjadi kapalan atau gatal-gatal. Tetapi ketika berobat ke dokter pun tidak bisa diklaim ke asuransi karena dianggap hal biasa.Contoh lain, lanjutnya,

4

terjadi di sebuah pabrik yang pernah dikunjunginya. Di situ ada enam karyawan meninggal karena kanker. Tetapi mereka tidak menyadari terjadinya kanker karena berhubungan dengan pekerjaannya. Daftar penyakit akibat kerja dibagi tiga bagian, antara lain penyakit akibat bahan kimia, fisika, dan biologi; penyakit sistem organ target (pernapasan, kulit, otot rangka) dan kanker akibat kerja.Apabila sebuah perusahaan menggunakan bahan-bahan seperti fosfor, cadmium, mangan, arsenik, merkuri, ozone, selenium, dan bahan kimia lainnya, maka kewajiban perusahaan untuk memberikan preventif dan promosi kepada karyawan tentang akibatnya bagi kesehatan. Demikian juga dengan akibat bahan fisika, seperti radiasi, kebisingan, getaran, suhu yang ekstrem, dan sebagainya. Sedangkan penyakit akibat bahan biologik di tempat kerja sering kali dari kontaminasi. Bahan kimia pun bisa menjadi pemicu terjadinya kanker prostat, payudara, kanker paru-paru, dan kanker hati. B. RUMUSAN MASALAH 1. Apa definisi penyakit akibat dari kerja ? 2. Bagaimana kriteria umun dan faktor penyebab penyakit akibat kerja ? 3. Bagaimana langkah-langkah diagnosisi penyakit akibat kerja ? 4. Bagaimana pencegahan penyakit akibat kerja ?

5

C. TUJUAN 1. Untuk mengetahui dafinisi penyakit akibat kerja 2. Untuk mengetahui cara identifikasi penyakit akibat kerja 3. Untuk mengetahui kriteria umum dan faktor penyebab penyakit 4. Untuk mengetahui langkah-langkah diagnosis penyakit akibat kerja 5. Untuk mengetahui gambaran penyakit (PAK) 6. Untuk mengetahui pencegahan penyakit akibat kerja yang diakibat kan oleh kerja

6

BAB II PEMBAHASAN1. DEFINISI PENYAKIT AKIBAT KERJA Penyakit adalah suatu keadaan abnormal dari tubuh atau pikiran yang menyebabkan ketidaknyamanan, disfungsi atau kesukaran terhadap orang yang dipengaruhinya. Untuk menyembuhkan penyakit, orang-orang biasa berkonsultasi dengan seorang dokter. Patologi adalah pelajaran tentang penyakit. Subyek pengklasifikasian sistematik penyakit disebut nosologi. Badan pengetahuan yang lebih luas tentang penyakit adalah kedokteran. Penyakit Akibat Kerja. Sebuah hal yang subtansi dari kehidupan kita adalah pentingnya pekerjaan, karena dengan bekerja kita dapat menghidupi kehidupan kita secara jasmaniah, namun kadang dengan pekerjaan membuat seluruh organ-organ tubuh jenuh dengan aktivitas yang sering kita lakukan. sehingga organ tubuh mengalami suatu hal membuat kita merasa sakit, untuk memahami lebih dalam kami akan mendefinisikan penyakit yang sebkan oleh pekerjaan. Penyakit Akibat Kerja adalah penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan, alat kerja, bahan, proses maupun lingkungan kerja. Dengan demikian Penyakit Akibat Kerja merupakan penyakit yang artifisial atau man made disease.

7

Upaya Kesehatan Kerja adalah upaya penyerasian antara kapasitas kerja, beban kerja dan lingkungan kerja agar setiap pekerja dapat bekerja secara sehat tanpa membahayakan dirinya sendiri maupun masyarakat di sekelilingnya, agar diperoleh produktivitas kerja yang optimal (UU Kesehatan Tahun 1992 Pasal 23). WHO membedakan empat kategori Penyakit Akibat Kerja : a. Penyakit yang hanya disebabkan oleh pekerjaan misalnya pneumoconiosis b. Penyakit yang salah satu penyebabnya adalah pekerjaan misalnya karsinoma bronkhogenik c. Penyakit dengan pekerjaan merupakan salah satu penyebab diantara faktor-faktor penyebab lain nya misalnya bronchitis kronik d. Penyakit dimana pekerjaan memperberat suatu kondisi yang sudah ada sebelumnya misalnya asma

Peraturan Menaker No Per 01/MEN/1981 tentang Kewajiban Melapor Penyakit Akibat Kerja menyebutkan bahwa Penyakit Akibat Kerja (PAK) adalah setiap penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan atau lingkungan kerja.

Beberapa ciri penyakit akibat kerja adalah : o Populasi pekerja o o Penyebab spesifik Pemajanan di tempat kerja sangat menentukan

8

o o

Kompensasi ada Contohnya adalah keracunan Pb, Asbestosis, Silikosis (Budiono, Sugeng. 2003)

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA TENTANG PENYAKIT YANG TIMBUL KARENA HUBUNGAN KERJA (PENYAKIT AKIBAT KERJA

Pasal 1 Penyakit yang timbul karena hubungan kerja adalah penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan atau lingkungan kerja Pasal 2 Setiap tenaga kerja yang menderita penyakit yang timbul karena hubungan kerja berhak mendapat jaminan Kecelakaan Kerja baik pada saat masih dalam hubungan Pasal 3 (1) Hak atas Jaminan Kecelakaan Kerja bagi tenaga kerja yang hubungan kerjanya telah berakhir sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 diberikan, apabila menurut hasil diagnosis dokter yang merawat penyakit tersebut diakibatkan oleh pekerjaan selama tenaga kerja yang bersangkutan masih dalam hubungan kerja (2) Hak jaminan kecelakaan kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diberikan, apabila penyakit tersebut timbul dalam waktu paling lama 3 (tiga) kerja maupun setelah hubungan kerja berakhir.

9

tahun Pasal 4

terhitung

sejak

hubungan

kerja

tersebut

berakhir.

Penyakit yang timbul karena hubungan kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan Presiden ini.

2. KRITERIA UMUM DAN FAKTOR PENYEBAB PENYAKIT AKIBAT KERJA a. kriteria umum penyakit akibat kerja Adanya hubungan antara pajanan yang spesifik dengan penyakit Adanya fakta bahwa frekwensi kejadian penyakit pada populasi pekerja lebih tinggi daripada pada masy. Umum Penyakit dapat dicegah dengan melakukan tindakan preventif di tempat kerja b. Faktor penyebab Penyakit Akibat Kerja sangat banyak, tergantung pada bahan yang digunakan dalam proses kerja, lingkungan kerja ataupun cara kerja, sehingga tidak mungkin disebutkan satu per satu. Pada umumnya faktor penyebab dapat dikelompokkan dalam 5 golongan :

Golongan fisik : -Bunyi : Bising

10

-Suhu Tinggi : dehidrasi dan pengeluaran elektrolit tubuh yang banyak

-Hyperpirexia,

-Heat Cramp,

-Heat Exhaustion,

-Heat Stroke

-Radiasi Sinar Elektromagnetik : Katarak

-infra merah

-Ultraviolet Konjungtivitis -Sinar , dan dan Bahan radioaktif lainnya -Tekanan Udara Penyakit Caisons Tajam penglihatan berkurang

-Pencahayaan

-Getaran

Penyempitan pembuluh darah (Raynaud disease)

Golongan kimiawi.

11

o Perusahaan/

Perindustrian

pupuk,

Pestisida,

Kertas,

Refinery, Pengolahan gas bumi, obat-obatan banyak menggunakan bahan kimia sebagai bahan baku atau pembantu o Penggunaan bahan kimia tadi bisa menyebabkan bahaya Kebakaran, Peledakan, Iritasi dan Keracunan 70% PAK adalah disebabkan oleh bahan kimia berbahaya yang masuk lewat mulut, pernafasan atau kulit o Bahan Kimia Berbahaya bisa berupa padat, gas, partikel maupun uap Masuknya Bahan kimia tadi bisa

menimbulkan gejalanya secara akut atau kronik Keracunan Akut biasanya terjadi akibat masuknya bahan kimia dalam jumlah besar pada waktu singkat, misalnya : -Keracunan gas CO -Keracunan asam Sianida (HCN) -Keracunan Benzena -Keracunan Uap Pb Leukemia - Keracunan bahan-bahan Karsinogen Kanker Golongan biologis : -Virus (Hepatitis): Virus mempunyai ukuran yang sangat kecil antara 16 300 nano meter. Virus tidak mampu bereplikasi, untuk

12

itu virus harus menginfeksi sel inangnya yang khas. Contoh penyakit yang diakibatkan oleh virus : influenza, v