AD-ART PRD 2015

download AD-ART PRD 2015

of 35

  • date post

    25-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    120
  • download

    19

Embed Size (px)

description

Ingin tahu mengenai PRD

Transcript of AD-ART PRD 2015

  • 1

    ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA

    PARTAI RAKYAT DEMOKRATIK

    PEMBUKAAN

    Bahwa Revolusi Agustus 1945 yang menghantar Bangsa Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan

    Indonesia sesungguhnya bertujuan menciptakan masyarakat yang adil dan makmur tanpa penindasan

    manusia atas manusia dan tanpa penindasan bangsa atas bangsa.

    Upaya mewujudkan cita-cita mulia dari pendirian Republik Indonesia tersebut telah terinterupsi oleh

    berkuasanya orde baru yang membuka pintu bagi kepentingan modal sembari mengekang hak rakyat

    dengan cara-cara represif, dan selanjutnya oleh orde reformasi yang melakukan liberalisasi secara masif

    di segala bidang.

    Liberalisasi masif yang berlangsung sejak tahun 1998 ini merupakan kelanjutan langkah politik yang

    tidak mencerminkan kedaulatan negara dan telah berakibat pada berbagai persoalan sosial serta

    kebangsaan, seperti bebasnya eksploitasi modal atas sumber daya alam, pudarnya kepribadian nasional,

    dan bertambahnya kesenjangan sosial antara yang kaya dan miskin.

    Menjawab persoalan cengkraman imperialisme yang masuk melalui instrumen-instrumen kapitalisme

    global, privatisasi, pencabutan subsidi, dan perdagangan bebas, maka Bangsa Indonesia harus kembali

    pada PANCASILA sebagai filosofi, pandangan, nilai dan kumpulan pengetahuan yang maju untuk

    menyusun kembali tatanan sosial yang berkeadilan. Bangsa Indonesia juga dapat mensaripatikan

    pemikiran TRISAKTI, yakni berdaulat dalam menentukan sikap politik, berdikari dalam membangun

    perekonomian, dan berkepribadian dalam bidang budaya.

    Pancasila adalah dasar tempat kita memijakkan pemikiran, Trisakti adalah jalan yang harus kita tempuh,

    dan sebuah Republik Indonesia yang adil dan makmur tanpa penindasan manusia atas manusia serta tanpa

    penindasan bangsa atas bangsa adalah tujuan kita bersama.

    Atas dasar pemikiran tersebut, maka Partai Rakyat Demokratik menilai penting untuk membangun dan

    mengembangkan suatu kekuatan politik yang konsisten memperjuangkan Trisakti hingga

    kemenangannya. Untuk itu Partai Rakyat Demokratik telah menyusun suatu Anggaran Dasar dan

  • 2

    Anggaran Rumah tangga yang menjadi panduan dasar dalam pelaksanaan kerja kepartaian dengan

    prinsip-prinsip yang mengabdi pada perjuangan Rakyat Indonesia, sebagai berikut:

    ANGGARAN DASAR

    BAB I

    NAMA, WAKTU, DAN TEMPAT KEDUDUKAN PUSAT

    Pasal 1

    Nama

    Nama Organisasi ini adalah Partai Rakyat Demokratik, disingkat PRD, yang selanjutnya dalam Anggaran

    Dasar ini disebut PRD atau Partai.

    Pasal 2

    Waktu

    PRD didirikan pada tanggal 15 April 1996 di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, dan dideklarasikan

    tanggal 22 Juli 1996 di Jakarta.

    Pasal 3

    Kedudukan Pusat

    Kedudukan Pusat PRD berada di Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    BAB II

    ASAS, SIFAT DAN WATAK

    Pasal 4

    Asas

    PRD berasaskan Pancasila.

    PASAL 5

    Sifat dan Watak

    (1) PRD adalah partai kader yang berbasis massa dan bersifat terbuka. (2) PRD adalah partai yang berwatak maju dan berpihak pada perubahan sosial yang berkeadilan.

    BAB III

    KEDAULATAN

    Pasal 6

  • 3

    Kedaulatan

    Kedaulatan tertinggi Partai berada di tangan Anggota dan dilaksanakan sepenuhnya melalui Kongres dan

    Musyawarah-Musyawarah Partai.

    BAB IV

    VISI DAN CITA-CITA SERTA MISI DAN POKOK-POKOK PERJUANGAN

    Pasal 7

    Visi dan Cita-Cita Perjuangan

    Visi dan cita-cita perjuangan PRD adalah mewujudkan masyarakat adil dan makmur tanpa penindasan

    manusia atas manusia dan tanpa penindasan bangsa atas bangsa.

    Pasal 8

    Misi dan Pokok-Pokok Perjuangan

    Misi dan pokok-pokok perjuangan PRD yaitu:

    (1) Membangun kekuasaan politik secara konstitusional untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian.

    (2) Memimpin dan atau terlibat aktif dalam menuntaskan perjuangan demokrasi nasional. (3) Memimpin dan atau terlibat aktif dalam menggalang persatuan nasional melawan imperialisme.

    BAB V

    TUJUAN DAN FUNGSI PENDIRIAN

    Pasal 9

    Tujuan Umum

    Tujuan umum pendirian PRD adalah:

    (1) Mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia yang dicetuskan melalui revolusi Agustus 1945

    sebagaimana tercantum dalam alinea keempat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara

    Republik Indonesia Tahun 1945;

    (2) Menjaga dan memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan mengedepankan

    persatuan nasional dalam menghadapi imperialisme serta menyelesaikan setiap konflik dalam

    negeri melalui cara-cara damai dan demokratis;

    (3) Mengembangkan kehidupan demokrasi politik dan demokrasi ekonomi berdasarkan Pancasila

    dengan menjunjung tinggi kedaulatan rakyat dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia; dan

    (4) Mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

  • 4

    Pasal 10

    Tujuan Khusus

    Tujuan khusus PRD pendirian adalah:

    (1) Meningkatkan kesadaran politik anggota dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan kegiatan politik dan pemerintahan;

    (2) Memperjuangkan cita-cita PRD dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara; dan (3) Membangun etika dan budaya politik yang berkepribadian nasional dalam kehidupan

    bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

    Pasal 11

    Fungsi

    PRD berfungsi sebagai sarana:

    (1) Pendidikan politik bagi anggota dan masyarakat luas agar menjadi warga negara Indonesia yang

    sadar akan hak dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara;

    (2) Penciptaan iklim yang dinamis dan kondusif bagi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dalam

    kerangka menghadapi penjajahan gaya baru untuk kesejahteraan masyarakat;

    (3) Penyerap, penghimpun, dan penyalur aspirasi politik masyarakat dalam merumuskan dan

    menetapkan kebijakan negara;

    (4) Partisipasi politik warga negara Indonesia;

    (5) Rekrutmen politik dalam proses pengisian jabatan publik yang berperspektif keadilan gender

    melalui mekanisme demokrasi dengan meningkatkan kesadaran tentang kesetaraan antara

    perempuan dan laki-laki; dan

    (6) Membangun kepribadian nasional yang bermartabat dalam hubungan dan kerjasama yang damai

    dengan bangsa-bangsa lain.

    BAB VI

    KEANGGOTAAN

    Pasal 12

    Keanggotaan

    (1) Tiap-tiap Warga Negara Indonesia yang berusia tujuh belas tahun atau telah menikah, tanpa

    membedakan asal-usul suku, ras, agama, golongan yang setuju kepada asas, visi, misi, cita-cita,

    pokok-pokok perjuangan, dan tujuan pendirian PRD dapat menjadi Anggota PRD.

    (2) Keanggotaan dalam PRD terdiri menjadi tiga jenis, yaitu:

    a) Anggota Biasa; b) Kader; c) Anggota Kehormatan.

  • 5

    (3) Ketentuan tentang hak, kewajiban, dan hal lain terkait keanggotaan diatur dalam Anggaran

    Rumah Tangga.

    BAB VII

    KONGRES, RAPAT PIMPINAN NASIONAL DAN PERMUSYAWARATAN PARTAI

    Pasal 13

    Jenjang Permusyawaratan

    Jenjang permusyawaratan pengambil keputusan dalam PRD adalah sebagai berikut:

    1) Kongres;

    2) Kongres Luar Biasa, disingkat KLB;

    3) Rapat Pimpinan Nasional, disingkat Rapimnas;

    4) Musyawarah Wilayah, disingkat Muswil;

    5) Musyawarah Wilayah Luar Biasa, disingkat Muswilub;

    6) Musyawarah Kabupaten/Musyawarah Kota, disingkat Muskab/Muskot;

    7) Musyawarah Kabupaten Luar Biasa/Musyawarah Kota Luar Biasa, disingkat

    Muskablub/Muskotlub;

    8) Musyawarah Kecamatan, disingkat Muscam;

    9) Musyawarah Kecamatan Luar Biasa, disingkat Muscamlub;

    10) Musyawarah Desa/Musyawarah Kelurahan, disingkat Musdes/Muskel;

    11) Musyawarah Desa Luar Biasa/Musyawarah Kelurahan Luar Biasa, disingkat

    Musdeslub/Muskelub;

    12) Musyawarah Basis, disingkat Musbas.

    Pasal 14

    Kongres

    (1) Kongres merupakan wujud pelaksanaan kedaulatan Anggota dan pemegang kekuasaan tertinggi Partai.

    (2) Kongres dilaksanakan 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun. (3) Kongres memiliki wewenang:

    a) Menilai pertanggungjawaban dan mendemisionerkan KPP PRD yang dipilih pada periode sebelumnya;

    b) Melakukan evaluasi atas perjalanan Partai; c) Membahas, menganalisa, dan menyimpulkan situasi nasional dan internasional; d) Menetapkan program dan strategi-taktik perjuangan; e) Mengubah dan/atau menetapkan kembali Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga; f) Mengangkat Ketua Umum, Sekretaris Jenderal dan Tim Formatur; g) Menetapkan keputusan lain yang dinilai penting.

    (4) Kongres diikuti oleh: a) Peserta, yang terdiri dari:

    - Pimpinan Harian Komite Pimpinan Pusat;

    - Pengurus Bidang, Departemen, dan Komisaris Nasional;

  • 6

    - Tiga orang perwakilan dari masing-masing organisasi sayap/onderbouw Partai tingkat

    Pusat;

    - Satu orang perwakilan dari masing-masing Lembaga Partai tingkat pusat;

    - Tiga orang pengurus Komite Pimpinan Wilayah (KPW) atau yang dimandatkan oleh

    KPW;

    - Tiga orang pengurus Komite Pimpinan Kabupaten/Komite Pimpinan Kota (KPK) atau

    yang dimandatkan oleh KPK;

    - Satu orang perwakilan dari masing-masing Komite Perwakilan luar negeri;

    - Kader yang terpilih sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia

    (DPR RI);

    - Kader yang terpilih sebagai Kepala Daerah atau Wakil Kepala Daerah;

    - Perwakilan fraksi di DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota;

    - Tambahan perwakilan dari masing-masing KPK dihitung berbasiskan jumlah kader dan

    anggota ya