acara 1 kultur jaringan

download acara 1 kultur jaringan

of 18

  • date post

    02-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    90
  • download

    12

Embed Size (px)

description

kultur jaringan

Transcript of acara 1 kultur jaringan

LAPORAN PRAKTIKUMKULTUR JARINGAN TANAMANACARA ISTERILISASI PERALATAN

Oleh:Hilman ArifinNIM A1L011045

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAANUNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANFAKULTAS PERTANIANPURWOKERTO2012

I. PENDAHULUAN

A. Latar BelakangKultur jaringan merupakan suatu teknik budidaya yang dilakukan secara invitro, tanaman dikembangkan dengan cara dicukupi kebutuhannya secara lengkap dan diperhitungkan secara tepat kadar kebutuhannya. Dasar dari teknik budidaya kultur jaringan adalah teori totipotensi sel, suatu teori yang mengungkapkan bahwa suatu sel mampu berkembang biak menjadi tanaman yang sempurna apabila diletakkan pada media dan kondisi lingkungan yang sesuai.Berdasarkan teori tersebut maka dalam kultur jaringan harus menggunakan media yang sesuai untuk tanaman yang dikulturkan dan kondisi lingkungan juga harus sesuai. Kondisi lingkungan yang sesuai meliputi suhu, kelembaban, pencahayaan dan hal yang paling utama yaitu kondisi harus aseptis. Keadaan yang aseptis merupakan syarat mutlak dalam kultur jaringan. Kondisi aseptis tidak hanya sebatas pada kondisi lingkungan, semua bahan dan sesutu yang berhubungan dengan kegiatan tersebut haruslah dalam kondisi aseptis.Pelaksanaan teknik kultur jaringan tanaman dilakukan berdasarkan teori totipotensi sel yaitu kemampuan setiap sel untuk tumbuh menjadi tanaman sempurna apabila diletakkan pada lingkungan yang cocok dalam keadaan aseptik. Teknik kultur jaringan akan berhasil dengan baik apabila semua persyaratan dipenuhi yaitu: media yang cocok, kondisi atmosfer yang sesuai dan kondisi aseptik. Kondisi aseptik berlaku untuk eksplan (bahan tanam), ruangan dan peralatan yang digunakan. Apabila kondisi aseptik tidak dipenuhi, maka kultur akan gagal karena kontaminasi.Untuk itu perlu dilakukan sterilisasi peralatan yang akan digunakan. Sterilisasi dilakukan dengan menggunakan autoclave (pakai kompor atau listrik), dengan suhu dan tekanan tertentu.

B. Tujuan PraktikumPraktikum ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam melakukan sterilisasi peralatan dengan autoclave.

II. METODE PELAKSANAANA. WaktuPraktikum dilakukan pada tanggal 26 November 2012B. Tempat pelaksanaanPraktikum dilakukan di Laboratorium Agronomi Fakultas PertanianC. Alat dan Bahan Autoclave. Kompor. Glass ware (botol kultur, erlenmeyer, petridish). Dissecting kit (pinset dan skalpel). Kertas payung Alumunium foil Karet gelang Pipet Pengaduk Sabun Air.D. Prosedur Kerja Glass ware (botol kultur, erlenmeyer, petridish) dan dissecting kit (pinset dan skalpel) dicuci bersih dengan sabun, dibilas dengan air lalu dikeringkan. Setelah kering mulut botol ditutup dengan aluminium foil dan kertas payung dan diikat dengan karet gelang. Pinset dan skalpel dibungkus dengan kertas atau aluminium foil. Glass ware dan dissecting kit disterilisasi dengan autoclave pada suhu 1200 C pada tekanan 15 psi selama 15-30 menit. Selama sterilisasi autoclave ditutup rapat sehingga tekanan didalam autoclave naik. Tekanan tinggi itu dipertahankan selama 30 menit dengan mengecilkan api. Kompor dimatikan setelah proses sterilisasi selesai dan katup dibuka untuk membuang uap air hingga tekanan 0 psi. Autoclave dibuka dan diambil peralatan yang sudah ada di dalamnya diambil. Peralatan yang sudah disterilisasi disimpan ditempat yang bersih.

III. HASIL DAN PEMBAHASANA. HasilNoNama AlatGambarFungsi

1AutoclaveUntuk mensterilisasi peralatan dan media

2Magnetic StirerUntuk mengaduk dan mencampur larutan

3pH meterUntuk mengukur pH

4Timbangan analitik

Untuk menimbang bahan-bahan kimia

NoNama AlatGambarFungsi

5Laminar Air FlowUntuk melakukan penanaman eksplan dalam kultur jaringan

6ErlenmeyerUntuk menampung larutan

7Beaker glassUntuk menampung dan membuat media

8Botol kulturUntuk tempat kultur (eksplan)

9Gelas ukur

Untuk mengukur larutan

NoNama AlatGambarFungsi

10PinsetUntuk mengambil eksplan

11ScalpelUntuk memotong eksplan

12PipetUntuk mengambil dan memindah larutan

13SuntikanUntuk mengambil larutan dalam jumlah kecil

14Hand sprayerUntuk sterilisasi dengan alcohol

15PetridishUntuk meletakkan eksplan

16Pembakar BunsenUntuk memflamir eksplan, pinset, scalpel dan mulut botol

17Alumunium foilUntuk menutup mulut botol

18Rak kulturUntuk meletakkan botol kultur yang sudah ditanami eksplan

19TisuUntuk mengeringkan alat

20Kertas payungUntuk membungkus petridis dan alat-alat dari logam untuk disterilisasi

21Pengaduk kacaUntuk mengaduk larutan

B. Pembahasan Ruang dan alat yang digunakan dalam kutur jaringan harus dalam kondisi steril. Sterilisasi ruang dapat dilakukan dengan menggunakan lampu UV dan alcohol 90%. Tujuan dari sterilisasi ruang adalah untuk menghindari kontaminasi yang disebabkan mikroorganisme yang ada di alat maupun beterbangan di udara sekitar ruangan. Srerilisasi ruang seperti tersebut mutlak dilakukan pada ruang penabur atau tempat yang untuk jaringan. Ruang-ruang yang tidak lebih harus 100% steril karena tidak berhubungan langsung dengan media maupun jaringan yang akan ditanam. Peralatan yang akan digunakan juga harus dalam keadaan steril juga dapat biasanya menggunakan autoclave untuk sterilisasinya. Tujuan dari sterilisasi alat ini untuk menghindari terjadinya kontaminasi oleh mikro organisme seperti jamur dan bakteri, yang menempel pada alat sehingga dapat mengggagalkan kultur jaringan (Soebardini M dan Slamet Rachadi, 2011).Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi jika kita akan menggunakan teknik kultur jaringan untuk menumbuhkan suatu tanaman. Persyaratan tersebut adalah adanya peralatan yang mendukung teknik kultur jaringan dan pengetahuan dasar mengenai teknik kultur jaringan misalnya teknik aseptik dalam kultur jaringan. Peralatan minimum yang harus dimiliki oleh suatu laboratorium seperti alat sterilisasi, laminar atau kotak steril, peralatan untuk membuat media, bahan-bahan kimia, alat-alat kaca, dan ruang penyimpanan kultur. Teknik aseptik dalam kultur jaringan berhubungan dengan cara-cara melakukan sterilisasi. Ada beberapa cara sterilisasi yang digunakan dalam teknik kultur jaringan adalah sebagai berikut:Sterilisasi Kering, Sterilisasi ini digunakan untuk peralatan yang terbuat dari logam, kaca, atau kertas, contohnya pinset, gagang pisau, batang pengaduk, cawan petri, dan kertas saring. Dalam sterilisasi ini, alat yang akan disteril harus dibungkus terlebih dahulu dengan menggunakan aluminium foil atau kertas. Kemudian peralatan tersebut dmasukkan dalam oven bersuhu 120 0 C, dan waktu yang dibutuhkan minimal 1 jam. Setelah steril, peralatan disimpan di tempat yang kering dan bersih. Sterilisasi Basah, Sterilisasi basah sering digunakan untuk peralatan dan bahan-bahan, seperti media, akuades. Umumnya peralatan yang disterilkan menggunakan cara ini adalah peralatan logam, kaca, atau peralatan apapun yang tahan terhadap suhu dan tekanan yang tinggi. Hal ini karena teknik sterilisasi ini menggunakan Autoclave dengan tekanan 1,5 atm dan suhu 121 0 C dengan waktu yang dibutuhkan 1-20 menit. Setelah sterilisasi selesai, bahan atau peralatan disimpan di tempat yang kering dan bersih. Sterilisasi dengan Sinar Ultraviolet (UV), Sterilisasi ini dilakukan pada laminar air flow atau kotak alir udara, dengan tujuan agar kotak menjadi steril sehingga bisa digunakan untuk penanaman. Kotak alir udara dilengkapi dengan lampu UV. Sebelum lampu UV dinyalakan, permukaan dalam kotak dibersihkan dengan menggunakan alkohol 70%. Lampu UV dinyalakan minimal 1 jam sebelum pemakaian, dan pada saat pemakaian jangan lupa untuk mematikan lampu UV-nya.Sterilisasi dengan Bahan Kimia, Bahan-bahan yang biasanya digunakan untuk sterilisasi ini antara lain alkohol, natrium hipoklorit (NaOCl), kalsium hipoklorit atau kaporit (CaOCl), sublimat (HgCl2 ), dan hidrogen peroksida (H2O2). Sterilisasi dengan Menggunakan Filter, Teknik sterilisasi ini adalah dengan menggunakan sterilisasi filter untuk bahan-bahan yang tidak tahan terhadap panas seperti antibiotika dan hormon. Sterilisasi biasanya dilakukan dengan filter ukuran 0,2 m. Ada beberapa peralatan yang digunakan dan fungsinya dalam teknik kultur jaringan, antara lain :1. Aluminium foil : alat ini digunakan untuk meletakkan bahan bahan kimia pada saat ditimbang dan juga digunakan untuk menutup serta membungkus botol erlemeyer agar larutan stok tidak rusak.2. Plastik dan karet : alat ini digunakan untuk menutup botol kultur agar mikroba penyebab kontaminasi tidak dapat masuk ke dalam.3. Petridish : digunakan sebagai tempat untuk meletakkan eksplan pada saat penanaman.4. Erlenmeyer : digunakan sebagai tempat untuk menuangkan air suling, sebagai tempat menampung media maupun stok media. Erlenmeyer juga bisa digunakan sebagai tempat pananaman karena mempunyai dasar yang lebar dan mulut yang sempit. Sebab mulut yang lebar memperbesar peluang kontaminasi.5. Keras buram : alat ini digunakan untuk membungkus alat alat kultur dan petridish sebelum disterillisasikan.6. Stirrer : digunakan sebagai pengaduk media hingga media menjadi menjadi homogen secara otomatis.7. Gelas ukur : untuk mengukur larutan bahan kimia atau larutan stok yang akan digunakan untuk pembuatan media.8. Gelas piala :digunakan sebagai tempat untuk pembuatan media Ms.9. Pinset : untuk mengambil eksplan pada saat eksplan akan ditanam.10. Kertas label : untuk memberi keterangan pada botol kultur yang digunakan.11. Panci dan pengaduk : alat ini digunakan untuk memasak media yang akan digunakan serta untuk mengaduk media.12. Magnetic stirrer : Alat ini berfungsi untuk menggojog dan pemanas. Alat ini digunakan dalam pembuatan stok media. Batang pengaduk magnetik dimasukkan ke dalam erlenmeyer, sehingga pada saat dinyalakan pengaduk akan bergerak memutar. Sehingga bahan kimia di dalamnya dapat larut dengan cepat dan baik.13. Bunsen : digunakan untuk membakar dissectin