Abstraksi Prakarsa Sda Jawa Final

download Abstraksi Prakarsa Sda Jawa Final

of 23

  • date post

    14-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    79
  • download

    7

Embed Size (px)

Transcript of Abstraksi Prakarsa Sda Jawa Final

  • - 1 -

    ABSTRAKSI PRAKARSA STRATEGIS SUMBER DAYA AIR UNTUK MENGATASI

    BANJIR DAN KEKERINGAN DI PULAU JAWA1

    Oleh: Tim Perumus Rekomendasi Kebijakan2

    LATAR BELAKANG

    Pulau Jawa yang luasnya sekitar 7 persen dari total wilayah daratan Indonesia hanya memiliki potensi sekitar 4,5 persen dari total air tawar nasional sementara pulau ini dihuni oleh sekitar 65 persen penduduk Indonesia. Pulau Jawa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, penduduk dan pusat pemerintahan Indonesia mengalami pertumbuhan pembangunan yang pesat di berbagai sektor sehingga tuntutan akan kebutuhan sumber daya air juga terus berkembang. Peningkatan persaingan penggunaan air antar sektor (domestik, perkotaan, industri dan irigasi) pun terjadi di berbagai wilayah administrasi maupun wilayah sungai. Sejalan dengan dinamika pembangunan tersebut, maka hal ini tidak luput dari masalah perubahan tata ruang, lahan, pola hidup dan pola perekonomian. Perubahan tersebut berpengaruh pula terhadap potensi sumber daya air yang diperkirakan semakin menurun, terlihat dari bertambahnya kesenjangan antara ketersediaan air dan kebutuhan air untuk berbagai keperluan.

    Dengan proporsi jumlah penduduk dan pembangunan yang pesat di Pulau Jawa dapat dipahami bahwa kebutuhan air nasional saat ini terkonsentrasi di Pulau Jawa dan Bali, dengan tujuan penggunaannya terutama untuk air minum, rumah tangga, perkotaan, industri, dan pertanian. Dari data neraca air tahun 2003 dapat dilihat bahwa kebutuhan air pada musim kemarau di Pulau Jawa dan Bali yang sebesar 38,4 miliar meter kubik yang hanya terpenuhi sekitar 25,3 miliar meter kubik (66%). Defisit ini diperkirakan akan semakin tinggi pada tahun 2020 akibat peningkatan jumlah penduduk dan aktifitas perekonomian. Upaya pemenuhan kebutuhan air di Pulau Jawa telah ditempuh melalui pembangunan sejumlah waduk besar dan sedang. Pada tahun 2003 sebanyak 14 waduk utama di Jawa mengalami kondisi kering saat kemarau sehingga dilakukan penetapan prioritas pemanfaatan air waduk. Prioritas pertama untuk air minum, air rumah tangga, dan perkotaan; prioritas kedua untuk irigasi tanaman pangan; dan prioritas ketiga untuk industri dan kebutuhan lainnya.

    Dalam upaya mengatasi masalah banjir dan kekeringan di Pulau Jawa pada masa depan, dilakukan kajian Prakarsa Strategis untuk merumuskan konsep pengelolaan SDA yang terintegrasi dan layak diimplementasikan. Analisis dilakukan terhadap kondisi pengelolaan sumber daya air pada saat ini serta faktor eksternal yang memiliki pengaruh signifikan terhadap pengelolaan sumber daya air di Pulau Jawa. Ruang lingkup studi ini mencakup tinjauan dan formulasi kebijakan pada seluruh wilayah sumber daya air di Pulau Jawa, terutama pada daerah-daerah yang mengalami banjir dan/atau kekeringan.

    1 Merupakan ringkasan hasil kajian tahap ketiga dari tiga tahapan Kajian Prakarsa Strategis Sumber Daya Air

    untuk Mengatasi Banjir dan Kekeringan di Pulau Jawa 2004 2006. 2 Tim Perumus Rekomendasi Kebijakan (TPRK) Prakarsa Strategis Sumber Daya Air untuk Mengatasi Banjir

    dan Kekeringan di Pulau Jawa diketuai oleh Direktur Pengairan dan Irigasi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas.

  • - 2 -

    Kajian pada tahun 2004 telah mengidentifikasi masalah pengelolaan sumber daya air di Pulau Jawa dan memberikan rekomendasi umum terhadap kebijakan yang perlu disusun. Selanjutnya pada tahun 2005 kajian telah menghasilkan rumusan program dan kegiatan prioritas pengelolaan sumber daya air untuk mengatasi banjir dan kekeringan di Pulau Jawa. Tahap ketiga kajian pada tahun 2006 dimaksudkan untuk menyusun rekomendasi terhadap strategi pengelolaan sumber daya air di Pulau Jawa, menyusun sistem basis data, dan mengintegrasikan seluruh hasil kajian sejak tahun 2004 sampai dengan 2006. Abstraksi ini mewakili kegiatan yang dilakukan tahun 2006.

    TUJUAN STUDI

    Prakarsa Strategis Pengelolaan Sumber Daya Air untuk Mengatasi Banjir dan Kekeringan di Pulau Jawa bertujuan untuk:

    1. Mengidentifikasi dan menginventarisasi data kuantitatif banjir dan kekeringan di Pulau Jawa secara kuantitatif sesuai waktu dan spasial wilayah, termasuk kebutuhan dan ketersediaan air bersih.

    2. Melakukan telaah/review atas studi-studi tentang sumber daya air yang telah dilakukan untuk Pulau Jawa serta perkembangan implementasinya.

    3. Menemukenali alternatif-alternatif intervensi pembangunan infrastruktur dalam rangka memecahkan masalah banjir dan kekeringan.

    4. Merumuskan kebijakan strategis pembangunan prasarana dalam rangka mengatasi banjir dan kekeringan di Pulau Jawa secara holistik.

    5. Merumuskan kebijakan dan strategi implementasi makro yang terintegrasi dengan berbagai sektor.

    6. Menyusun prioritas program-program pembangunan prasarana penanganan banjir dan kekeringan di Pulau Jawa, termasuk kebutuhan biaya serta tahapan pembangunannya.

    7. Mengidentifikasi berbagai alternatif sumber pembiayaan baik dari pemerintah, pemerintah propinsi, pemerintah kabupaten/kota, maupunpartisipasi swasta dan masyarakat untuk pembangunan, pengoperasian dan pemeliharaan prasarana.

    8. Merumuskan pembagian kewenangan dan tanggung jawab serta mekanisme koordinasi antara instansi dan sektor terkait di tingkat pusat, provinsi, maupun kab/kota dalam pembangunan, pengoperasian, maupun pemeliharaan prasarana.

    9. Membuat sistem basis data banjir dan kekeringan termasuk konsep pengelolaan data yang berkelanjutan.

    10. Menyusun mekanisme pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan.

    Sebagaimana diuraikan sebelumnya, tahap pertama menyelesaikan tujuan nomor 1 sampai dengan nomor 4, tahap kedua menyelesaikan tujuan nomor 5 hingga nomor 7, sementara tahap ketiga menyesaikan tujuan nomor 8 hingga 10 dan juga melakukan penyusunan seluruh hasil kajian dalam tiga buku laporan yang berisi informasi tentang banjir dan kekeringan di Pulau Jawa, kebijakan dan strategi, dan pedoman basis data pengelolaan sumber daya air di Pulau Jawa.

    Isi dari masing-masing buku tersebut adalah: Buku 1: Strategi Pengelolaan Sumber Daya Air Di Pulau Jawa merupakan laporan utama kajian prakarsa strategis yang menyajikan kondisi, kebijakan, dan strategi pengelolaan sumber daya air di Pulau Jawa, serta mekanisme pemantauan dan evaluasi. Buku 2: Identifikasi Masalah Pengelolaan Sumber Daya Air Di Pulau Jawa merupakan rangkuman hasil kajian dan analisis permasalahan

  • - 3 -

    pengelolaan sumber daya air di Pulau Jawa. Buku ini memuat hasil identifikasi masalah banjir dan kekeringan dan Pulau Jawa, serta analisis kondisi defisit air di Pulau Jawa. Buku 3 : Basis Data Pengelolaan Sumber Daya Air Di Pulau Jawa merangkum hasil pengumpulan data, metode penyusunan sistem basis data, dan sistematika pengolahan data.

    METODOLOGI

    Kajian pada tahun 2006 ini dibagi dalam tiga kegiatan utama yaitu: (i) penyusunan strategi pengelolaan sumber daya air; dan (ii) menyelesaikan penyusunan sistem basis data; dan (iii) mengintegrasikan laporan dari seluruh tahapan kajian. Data sekunder dan primer dikumpulkan dan dianalisis dengan serangkaian verifikasi kepada pihak terkait. Analisis diarahkan untuk menyelesaikan strategi pengelolaan sumber daya air di Pulau Jawa dan mengintegrasikan seluruh data dan informasi yang diperoleh dalam suatu sistem basis data.

    Gambar 1 Proses Penyusunan Prakarsa Strategis Pengelolaan Sumber Daya Air Untuk Mengatasi

    Banjir dan Kekeringan Di Pulau Jawa Tahun 2004 - 2006

    Pengelolaan sumber daya air merupakan upaya untuk merencanakan, melaksanakan, memantau, dan mengevaluasi penyelenggaraan konservasi dan pendayagunaan sumber daya air serta pengendalian daya rusak air. Oleh karena itu strategi yang disusun mencakup seluruh aspek pengelolaan tersebut. Ditetapkan lima strategi pengelolaan sumber daya air di Pulau Jawa pada laporan ini, yaitu: (1) strategi implementasi; (2) strategi non-struktural; (3) strategi struktural; (4) strategi pembiayaan, serta (5) strategi kelembagaan dan koordinasi. Strategi pengelolaan sumber daya air di Pulau Jawa didukung oleh mekanisme koordinasi dalam pelaksanaan pembangunan prasarana baik antar sektor dan antar instansi tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten/kota. Selanjutnya disusun mekanisme pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan dalam rangka implementasi kegiatan. Seluruh rekomendasi tersebut akan disosialisasikan kepada seluruh pihak terkait dan masyarakat luas, termasuk data yang telah diperoleh. Untuk itu data disusun dalam suatu

    IDENTIFIKASI & INVENTARISASI MASALAH

    1. Laporan Kejadian Banjir Pulau Jawa (Provinsi)

    2. Analisis Neraca Air dan Proyeksi 2003 2025 (Kabupaten)

    ANALISIS KAJIAN SDA JAWA

    Rangkuman 27 Judul Kajian Utama SDA Jawa TEMUKENAL ALTERNATIF INTERVENSI

    Identifikasi Kegiatan utama di Pulau Jawa (WS)

    BASIS DATA WILAYAH ADMINISTRATIF

    1. Peta Tematik Jawa 2003 (Lapan, 1:250.000)

    2. Peta Kejadian Banjir 3. Peta Infrastruktur Dep. PU 4. Podes 2000 dan 2003

    BASIS DATA WILAYAH HIDROLOGIS

    1. Peta Rencana Induk Wilayah Sungai

    2. Peta Proyek SDA di Jawa

    RUMUSAN PRAKARSA STRATEGIS

    Rumusan Kebijakan Umum: (i) Penanganan kabupaten/kota yang telah mengalami krisis penyediaan air

    minum melalui intervensi infrastruktur dan kegiatan terkait; dan (ii) Penyesuaian kembali alokasi air antar jenis kebutuhan di Pulau Jawa.

    KEBIJAKAN DAN PROGRAM PRIORITAS

    (i) JANGKA PENDEK: lihat halaman 3 briefing notes (ii) JANGKA MENENGAH: lihat halaman 4 briefing notes (iii) JANGKA PANJANG: lihat halaman 5 briefing notes

    KERANGKA SISTEM BASIS DATA DAN INFORMASI

    1. Integrasi Data dan Software 2. Updating Data 3. Simulasi Hasil Kajian dalam SIG 4. Penyusunan Manual Basis Data

    INTERVENSI INFRASTRUKTUR (WS)

    Matriks Kegiatan Priorit