Abadi - Kode Etik

download Abadi - Kode Etik

of 24

  • date post

    22-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    53
  • download

    7

Embed Size (px)

description

asosiasi obat hewan indonesia

Transcript of Abadi - Kode Etik

  • KODE ETIK ASOHIPelatihan penanggung Jawab Teknis Perusahaan Obat Hewan

    Drh. Abadi Soetisna, Msi.

  • Pendahuluan Untuk memantapkan dan memperlancar pembuatan, penyediaan, peredaran dan pemakaian obat hewan, maka dipandang perlu menetapkan Kode Etik ASOHI sesuai dengan keputusan MUNAS V tahun 2005

  • PengertianKode Etik ASOHI Obat HewanSediaan BiologikSediaan FarmasetikSediaan PremikSediaan AlamiPembuatanPenyediaanPeredaranPemakaianObat Keras untuk HewanObat Bebas TerbatasObat BebasWakil Perusahaan Obat Hewan (Representatif Veteriner)Perusahaan Obat Hewan

  • Kode Etik ASOHIKaidah - kaidah yang disepakati bersama untuk ditaati oleh seluruh anggota ASOHI.

  • Obat Hewan Obat yang khusus dipakai untuk hewan Dengan tujuan

    Menetapkan diagnosa, mencegah, menyembuhkan dan memberantas penyakit hewan.Mengurangi, menghilangkan gejala penyakit hewanMembantu menenangkan, mematirasakan, etanasia dan merangsang hewanMenghilangkan kelainan atau memperelok tubuh hewan.Memacu perbaikan mutu produksi hasil hewanMemperbaiki reproduksi hewan, terdiri atas : sediaan biologik, farmasetik, premik dan sediaan alami termasuk hasil rekayasa genetik.

  • Sediaan biologikObat hewan yang dihasilkan melalui proses biologik pada hewan atau jaringan hewan untuk menimbulkan kekebalan, mendiagnosa suatu penyakit atau menyembuhkan penyakit dengan proses imunologik, vaksin, sera (anti sera), bahan bahan diagnostik biologik dan rekayasa genetikSediaan farmasetikObat hewan yang terdiri atas vitamin, hormon. antibiotik dan kemoterapeutik, obat anti histaminika, antipiretika, anestetika, yang dipakai berdasarkan daya kerja farmakologinya.Imbuhan makanan hewan dan pelengkap makanan hewan yang dicampurkan pada makanan hewan atau minuman hewan.Sediaan premiksBahan atau ramuan bahan alami yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral atau campuran dan bahan bahan tersebut yang digunakan sebagai obat hewan.Sediaan alami

  • Setiap tindakan pemanfaatan obat hewan sesuai dengan kegunaannnya.Proses kegiatan pengolahan, pencampuran, pengubahan bentuk bahan baku obat hewan menjadi obat hewan dan pewadahan kembali sesuai dengan Cara Pembuatan Obat Hewan yang Baik (CPOHB).Proses kegiatan pengadaan dan/atau pemilihan dan/atau pengusaha dan/atau penyimpanan obat hewan disuatu tempat atau ruangan dengan maksud untuk diedarkan.Proses kegiatan yang berhubungan dengan perdagangan, pengangkutan dan penyerahan obat hewan.PembuatanPenyediaanPeredaranPemakaian

  • Obat hewan yang dapat dipakai secara bebas oleh setiap orang pada hewan.Hewan adalah obat hewan yang bila pemakaiannya tidak sesuai dengan ketentuan, akan berbahaya bagi hewan dan atau manusia yang mengkonsumsi hasil hewan tersebut.Obat keras untuk. hewan yang diperlakukan sebagai obat hewan bebas untuk. jenis hewan tertentu dengan ketentuan disediakan dalam jumlah, aturan dosis, bentuk sediaan dan cara pemakaian tertentu serta diberi tanda peringatan khusus.Obat KerasObat bebas terbatasObat Bebas

  • Orang/badan hukum yang mendapatkan izin usaha Obat Hewan dah pejabat yang berwenang untuk melakukan produksi, penyediaan dan/atau peredaran obat hewan.Seseorang atau badan hukum yang ditunjuk atau ditugaskan oleh perusahaan obat hewan untuk melakukan promosi dan pemasaran.Wakil Perusahaan obat hewan (Representatif Veteriner)Perusahaan Obat Hewan

  • Ruang Lingkup Kode EtikPembuatan obat hewanInformasi obat hewanPembandingan produkBahan-bahan promosiCetak ulang, abstrak dan kutipan (sitasi/saduran)Wakil perusahaan obat hewan/representatif veterinerPenelitian pasarKongres, simposium, lokakarya atau seminarPeredaran obat hewansanksi

  • PEMBUATAN OBAT HEWANSetiap anggota ASOHI dalam membuat obat hewan harus mengikuti ketentuan Tata Cara Pembuatan Obat Hewan yang Baik (CPOHB).Pembuatan Obat Hewan dengan rekayasa genetik harus dapat menjamin mutu dan keamanan terhadap hewan, kesehatan masyarakat, lingkungan hidup, estetika dan norma-norma kemasyarakatan.

  • INFORMASI OBAT HEWANSetiap anggota ASOHI harus memberikan informasi yang tepat dan relevan kepada masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai obat hewan yang diedarkan.Setiap anggota ASOHI harus memberikan informasi harus jujur dan sesuai dengan perundang undangan dan norma kebiasaan masyarakat.Setiap anggota ASOHI harus memberikan informasi tentang obat hewan harus didasarkan atas pembuktian ilmiah, perumusannya harus mencerminkan bukti dengan jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.Setiap anggota ASOHI harus memberikan informasi mengenai obat hewan hendaknya tidak dimaksudkan untuk:Mengurangi hak para ilmuwan maupun masyarakat untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap tentang kemajuan dan perkembangan dalam bidang ilmu dan teknologi kedokteran hewan.Mengurangi penjelasan ilmiah dan tukar pendapat mengenai obat hewan, termasuk pemberitahuan dalam majalah ilmiah atau media lain.Melarang mengumumkan tentang sesuatu obat hewan baru, yang bertentangan dengan peraturan perundangan.Semua informasi harus dikemukakan atau disampaikan sedemikian rupa sehingga dapat menanamkan kepercayaan pada masyarakat.

  • Setiap anggota ASOHI harus membuat pengumuman atau pemberitahuan tentang sesuatu obat hewan dengan tujuan untuk memperkenalkan produk itu sebagai obat hewan yang manjur dan aman tidak dapat dibenarkan sebelum obat itu mendapat persetujuan dari instansi pemerintah yang berwenang untuk diedarkan.Pernyataan tentang khasiat dan kegunaan suatu obat hewan yang berlebihan tidak dapat dibenarkan.Pemakaian istilah Aman maupun pernyataan, bahwa suatu obat hewan tidak menunjukkan atau menimbulkan efek samping atau reaksi atau reaksi toksik, tanpa bukti bukti yang jelas, tidak diperbolehkan.Tidak boleh dipakai istilah Baru untuk sesuatu produk atau sediaan yang sudah lama beredar atau untuk suatu indikasi terapi yang sudah digunakan untuk mempromosikan produk tersebut lebih dari satu tahun di Indonesia.Pernyataan atau pandangan terhadap suatu obat hewan yang dikemukakan atau dipublikasikan oleh para ilmuwan tidak boleh disalah gunakan dengan cara meneruskannya kepada masyarakat.Nama dagang, merek, etiket dan logo produk sesuatu perusahaan tidak boleh menyamai atau hampir menyerupai nama dagang, merek, etiket, logo perusahaan milik perusahaan lain sebelum memperoleh persetujuan tertulis dari pemilik perusahaan lain dan atau pabrik aslinya.

    INFORMASI OBAT HEWAN (lanjutan)

  • PEMBANDINGAN PRODUK Setiap anggota ASOHI dalam memberikan penilaian dan membandingkan obat hewan antara produk milik sendiri atau produk yang dikuasakan padanya dengan produk buatan pabrik lain, harus didasarkan pada fakta dan pembuktian yang jelas dan tidak menyesatkan masyarakat.Setiap anggota ASOHI tidak boleh menjelekkan baik langsung maupun tidak langsung produk produk dan pelayananan perusahaan atau pabrik orang lain.

  • BAHAN BAHAN PROMOSIPerusahaan dan pabrik obat hewan harus memberikan informasi ilmiah dan teknis yang jelas dan singkat tentang khasiat dan kegunaan obat hewan yang telah mendapat nomor pendaftaran.

    Pada bahan promosi cetakan harus dicantumkanDaftar zat aktif, dengan menggunakan nama generik, nama kimia atau nama lain yang sudah lazim.Jumlah zat aktif yang terdapat dalam satu unit atau sekali pemberian.Bentuk sediaan, dosis yang dianjurkan dan cara pemakaiannya.Mencantumkan tanda peringatan seperti efek samping, kontra indikasi dan hal hal yang perlu mendapat perhatianPernyataan bahwa, keterangan tambahan tersedia dan dapat diberikan atas permintaan. Nama dan alamat perusahaan yang jelas dan terdaftar pada instansi pemerintah yang berwenang.

  • Apabila bahan promosi tersebut hanya untuk mengingatkan penerima akan tersedianya produk atau indikasi utama dari produk itu, maka pada bahan promosi cukup dicantumkan:Nama generik, nama kimia atau nama lazim dari zat aktif dengarl pernyataan bahwa informasi dapat diterima atas permintaan.Nama dan. alamat perusahaan yang jelas dan terdaftar pada instansi pemerintah yang berwenang.Apabila membuat satu artikel dan dipakai untuk bahan promosi, maka informasi harus dimuat seluruhnya.Bahan promosi berupa iklan yang dimuat dalam media cetak atau media lain yang disampaikan kepada masyarakat, tidak boleh bertentangan dengan tujuan sebenarnya.Frekuensi maupun jumlah bahan promosi tidak boleh mengganggu atau menyinggung perasaan si penerima.Teks maupun gambar pada bahan promosi tidak boleh menyalahi tata karama yang lazim.Tidak dibenarkan untuk meniru daftar, menjiplak bahan dan bentuk promosi perusahaan lain yang dapat menyesatkan dan merugikan perusahaan lain dan masyarakat. Nama, gelar dan foto dokter hewan tidak dibenarkan untuk dipakai pada bahan promosi.

    BAHAN BAHAN PROMOSI (lanjutan)

  • CETAK ULANG, ABSTRAK DAN KUTIPAN (SITASI)

    Mencetak ulang (reprint) artikel atau abstrak yang dimuat atau diterbitkan oleh dokter hewan maupun abstrak tidak boleh diikutsertakan dalam bahan promosi sebelum mendapat ijin dari pengarang atau penulisnya.

    Kutipan yang berasal dari seorang anggota dokter hewan harus mencerminkan secara tepat maksud karangan atau tulisannya dan kepentingan penelitian yang dikutip

  • WAKIL PERUSAHAAN OBAT HEWAN(REPRESENTATIF VETERINER)

    Perusahaan Obat Hewan harus membekali Wakil Perusahaan Obat Hewan dengan pengetahuan kode etik ASOHI dalam melaksanakan tugasnya sebagai wakil perusahaan.

    Setiap wakil perusahaan obat hewan wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan teknis dalam rangka menjaga mutu pelayanan dan profesionalisme teknis veteriner.

  • PENELITIAN PASARPenelitian Pasar yang dilakukan oleh Perusahaan Obat hewan tidak boleh dilakukan dengan cara yang dapat menimbulkan kerugian pihak lain.Penelitian pasar tidak boleh disalahgunakan sebagai alat promosi

  • KONGRES, SIMPOSIUM, LOKAKARYA ATAU SEMINARSetiap kegiatan kongres, simposium, lokakary