99 - PPI Kebijakan PPI

download 99 - PPI Kebijakan PPI

of 41

  • date post

    28-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    146
  • download

    29

Embed Size (px)

description

hj

Transcript of 99 - PPI Kebijakan PPI

  • 1

    PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG

    NOMOR : 99/PER/RSI-SA/I/2014

    TENTANG

    KEBIJAKAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI

    DI RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG

    TINDAKAN Nama Jabatan Tandatangan Tanggal

    Disiapkan Dr. Ridha Wahyutomo, SpMKK Ketua KPPI 4 Januari 2014

    Diperiksa Dr. H. Makmur Santosa, MARS Direktur Pelayanan

    9 Januari 2014

    Disetujui Dr. H. Masyhudi AM, M. Kes Direktur Utama

    11 Januari 2014

  • 2

    Bismillaahirrahmaanirrohiim

    PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG

    NOMOR : 99/PER/RSI-SA/I/2014

    TENTANG

    KEBIJAKAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI (PPI)

    DI RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG

    DIREKTUR RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG

    Menimbang :

    a. bahwa rumah sakit sebagai salah satu sarana kesehatan yang

    memberikan pelayanan kesehata kepada masyarakat memiliki peran

    yang sangat penting dalam meningkatkan derajat kesehatan

    masyarakat.

    b. bahwa dalam rangka mendukung peningkatan mutu pelayanan

    kesehatan yang prima dan profesional, khsusunya dalam upaya

    pelaksanaan pencegahan dan pengendalian infeksi di rumah sakit

    diperlukan adanya suatu kebijakan.

    c. bahwa Kebijakan Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi Di Rumah Sakit

    Islam Sultan Agung ditetapkan dengan Peraturan Direksi.

    Mengingat : 1. Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI nomor

    270/Menkes/SK/III/2007 Tentang Pedoman Manajerial Pencegahan

    dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan Fasilitas Kesehatan

    Lainnya.

    2. Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI nomor 382/Menkes/SK/III/

    2008 Tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di

    Rumah Sakit dan Fasilitas Kesehatan Lainnya

    3. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor :

    HK.07.06/III/2371/09 tentang Ijin Penyelenggaraan Rumah Sakit Islam

    Sultan Agung Semarang.

    4. Pedoman Sanitasi Rumah Sakit Di Indonesia, Dirjen P2M &

    Penyehatan Lingkungan Dan Diejen Pelayanan Medik Depkes R1, 2002

    5. Buku Pedoman dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan Fasilitas

    Pelayanan Kesehatan Lainnya, DEPKES RI, 2007.

    6. Buku Pedoman Manajerial Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di

    Rumah Sakit dan Fasilitas Kesehatan Lainnya, DEPKES RI, 2007

  • 3

    7. Surat Keputusan RSI Sultan Agung nomor : 99/PER/RSI-SA/I/2014

    Tentang Kebijakan Pengendalian Infeksi Nosokomial Rumah Sakit Islam

    Sultan Agung Semarang

    MEMUTUSKAN :

    Menetapkan :

    KESATU : Kebijakan Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi Di Rumah Sakit Islam

    Sultan sebagaimana terlampir dalam Surat Keputusan ini.

    KEDUA : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan, sampai ada

    ketetapan selanjutnya

    KETIGA : Apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam ketetapan ini

    maka akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

    Ditetapkan di : Semarang

    Tanggal : 09 Rabiul Awwal 1435.H

    11 Januari 2014.M

    RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG

    SEMARANG

    Dr. H. Masyhudi AM, M. Kes

    Direktur Utama

    Tembusan Yth :

    1. Ketua Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi

    2. Unit terkait

    3. Arsip

  • 4

    LAMPIRAN PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG

    NOMOR : 99/PER/RSI-SA/I/2014

    TANGGAL : 11 JANUARI 2014

    KEBIJAKAN KEBERSIHAN TANGAN

    PENGERTIAN :

    Kebersihan Tangan adalah suatu prosedur tindakan membersihkan tangan dengan

    menggunakan sabun / antiseptik dibawah air mengalir atau dengan menggunakan

    handrub berbasis alkohol.

    TUJUAN :

    adalah untuk menghilangkan kotoran dari kulit secara mekanis dan mengurangi

    jumlah mikroorganisme sementara.

    KEBIJAKAN :

    Kebersihan tangan harus dilakukan dengan benar sesuai standar WHO yaitu 6

    langkah, baik menggunakan Handrub maupun sabun dibawah air mengalir.

    Waktu melakukan kebersihan tangan (The Five Moments for Hand Hygiene)

    adalah :

    1. Sebelum kontak dengan pasien

    2. Sebelum melakukan tindakan aseptic

    3. Setelah terkena cairan tubuh pasien

    4. Setelah kontak dengan pasien

    5. Setelah kontak dengan lingkungan pasien

    KEBIJAKAN - KEBIJAKAN LAIN :

    1. Diantara kontak pasien satu dengan yang lain

    2. Bila tangan kotor

    3. Sebelum memakai sarung tangan

    4. Segera setelah melepas sarung tangan

    5. Sebelum dan setelah menyiapkan dan mengkomsumsi makanan

    6. Segera setelah membersihkan sekresi hidung

    7. Sesudah ke kamar kecil

    8. Segera setelah tiba di rumah sakit

    9. Sebelum meninggalkan rumah sakit

  • 5

    TEHNIK PENGERINGAN TANGAN SETELAH MELAKUKAN KEBERSIHAN TANGAN

    MENGGUNAKAN SABUN DIBAWAH AIR MENGALIR

    1. Keringkan dari punggungg tangan ke dalam dan sebaliknya menggunakan

    handuk kertas untuk membantu mengangkat bakteri.

    2. Keringkan sekitar kuku dan ke dalam

    3. Kerjakan di antara jari jari tangan dengan handuk kertas.

    JENIS - JENIS KEBERSIHAN TANGAN :

    1. Kebersihan Tangan Sosial / Rutin

    Yaitu kebersihan tangan yang dilakukan secara prosedural baik sebelum atau

    sesudah melakukan tindakan dengan menggunakan sabun PH netral dibawah

    air mengalir.

    2. Kebersihan Tangan Prosedural

    Yaitu kebersihan tangan yang dilakukan secara prosedural baik sebelum atau

    sesudah melakukan tindakan dengan menggunakan sabun antiseptic dengan

    kandungan chlorhexidin 2% dibawah air mengalir jika tangan terlihat kotor,

    atau terkena cairan tubuh pasien, atau menggunakan handrub berbasis

    alkohol jika tangan tidak terlihat kotor / tidak terkena cairan tubuh pasien.

    3. Kebersihan Tangan dengan Handrub.

    Yaitu kebersihan tangan yang dilakukan secara prosedural baik sebelum atau

    sesudah melakukan tindakan medis dengan menggunakan handrub berbasis

    alkohol , jika tangan tidak terlihat kotor atau tidak terkena cairan tubuh

    pasien.

    4. Kebersihan Tangan Pembedahan

    a. kebersihan tangan bedah / scrubbing adalah proses menghilangkan /

    menghancurkan mikroorganisme flora residen (AORN, 2009).

    b. Tindakan yang dilakukan oleh petugas kesehatan dimana mencuci tangan

    dibawah aliran air dari batas ujung jari sampai kesiku / 1/3 bawah lengan

    atas dengan menggunakan bahan-bahan pencuci tangan (sabun

    desinfektan /chlorhexidin 4 %, handrub).

    Tujuan :

    1. Mencegah infeksi silang.

    2. Membebaskan kuman dan mencegah kontaminasi tangan selama

    pembedahan.

    3. Cost Effectif.

  • 6

    KEBIJAKAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA

    PENGERTIAN :

    Antibiotika adalah obat yang diberikan kepada pasien yang menderita infeksi

    bakteri. Pemberian antibiotika yang tidak tepat dapat menimbulkan pemborosan

    dan juga menimbulkan resistensi bakteri terhadap antibiotika tertentu.

    TUJUAN :

    Untuk memberikan antibiotik yang rasional berdasarkan therapy empiric / sesaat

    dan pertimbangan cost effective.

    KEBIJAKAN :

    Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi bekerjasama dengan Farmasi dan

    terapi dalam :

    1. Membuat Standar Terapi Rumah Sakit dan Formularium Rumah Sakit yang

    mengacu pada aturan penggunaan antibiotik.

    2. Pemantauan terhadap pola kepekaan/daya sensitivitas mikroba di setiap unit

    perawatan di rumah sakit.

    3. Pemantauan penggunaan antibiotika.

    4. Penyediaan informasi yang teratur mengenai penggunaan obat melalui

    program konsultasi obat dan pemberian informasi obat.

    5. Jenis-jenis antibiotika yang digunakan di RSI Sultan Agung adalah antibiotika

    yang sudah masuk dalam daftar formularium obat yang telah ditetapkan oleh

    Direktur rumah sakit.

    Di dalam penggunaan antibiotic rasional melalui prinsip 4 Tepat 1 waspada :

    1. Tepat pasien

    2. Tepat dosis

    3. Tepat waktu pemberian

    4. Tepat jenis

    5. Waspada terhadap efek samping yang mungkin timbul

  • 7

    KEBIJAKAN PENGGUNAAN DISINFEKTAN

    PENGERTIAN :

    Disinfektan adalah suatu proses untuk menghilangkan/memusnahkan

    mikroorganisme, bacteri, parasit, fungi dan sejumlah spora pada peralatan medis

    / objek dengan menggunakan cairan disinfekatan.

    TUJUAN :

    untuk mengurangi terjadinya infeksi nosokomial, sehingga diharapkan alat alat

    bersih, terhindar bakteri sehingga aman untuk digunakan pasien, selain itu

    untuk mencegah terjadinya infeksi nosokomial bisa juga dengan membiasakan

    melakukan kebersihan tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan.

    KEBIJAKAN :

    1. Instalasi Farmasi RSI Sultan Agung bertanggungjawab terhadap penyediaan

    desinfektan dan antiseptic dalam memberikan pelayanan kesehatan.

    2. Instalasi Farmasi mempunyai kegiatan perencanaan, pengadaan, pembuatan,

    Penyusunan dan penyaluran desinfektan/antiseptic ke unit pemakai/pengguna

    dalam pelayanan kesehatan di rumah sakir.

    3. Dalam pemilihan Desinfektan harus memenuhi sifat sifat zat kimia yang akan

    digunakan seperti konsentrasi, bentuk formulasi dan kepekaan

    mikroorganisme terhadap kerja zat kimia serta lingkungan desinfektan

    digunakan.

    4. Setiap ada vendor masuk / penawaran disinfektan, akan dilakukan uji laborat

    di RSI Sultan Agung.

    DAFTAR DESINFEKTAN DAN ANTISEPTIK YANG TERSEDIA

    DI RS ISLAM SULTAN AGUNG

    No Nama Isi Keterangan

    1 Alkohol 70% Alkohol Untuk semua tujuan kulit