94516786 Laporan Kasus BPH

download 94516786 Laporan Kasus BPH

of 42

  • date post

    11-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    79
  • download

    6

Embed Size (px)

description

hgdfhas dshafdas fjdsgfd sfjhgfs jfgsf sjhfgsjf sjhfgsjhvf sjhfgds fjshgfjsh fjdhfg

Transcript of 94516786 Laporan Kasus BPH

BAB I PRESENTASI KASUS BENIGN PROSTATE HYPERPLASIAI.1 Identitas Nama Umur Jenis kelamin Alamat Tanggal masuk No. CM I.2 Anamnesis Autoanamnesis dan alloanamnesis A. Keluhan utama : Pasien mengeluh nyeri pada saat buang air kecil : Tn. S : 68 tahun : Laki-laki : Jombang Gardu RT 01/RW 09, Cilegon : 28 Febuari 2011 : 72 71 18

B. Keluhan tambahan: Buang air kecil harus mengedan, sering tidak tuntas, menetes dan terasa sakit, buang air kecil menjadi lebih sering, dan tampak benjolan pada daerah pubis C. Riwayat penyakit sekarang : Pasien datang ke Poli Bedah RSUD Cilegon dengan keluhan gejala nyeri setiap kali buang air kecil. Pasien menyatakan pertama kali dirasakan sejak 1 tahun yang lalu. Pasien mengeluh harus mengedan agar air kencingnya keluar, selain itu pasien merasakan buang air kecil tidak tuntas atau tidak puas. Pasien menyatakan gejala yang dirasakan menjadi bertambah, pasien merasa BAK menjadi lebih sering dan air kencing yang keluar menetes dan terasa sakit. Pada daerah pubis tampak benjolan dan tidak nyeri apabila di tekan. Gejala ini tanpa disertai dengan demam.

D. Riwayat penyakit dahulu : Pasien tidak pernah mengalami penyakit seperti ini sebelumnya Riwayat pernah kencing mengeluarkan batu disangkal Riwayat pernah nyeri buang air kecil disertai buang air kecil

berwarna kemerahan disangkal Pasien memiliki riwayat hipertensi Riwayat DM dan jantung disangkal

E. Riwayat penyakit keluarga : Pasien menyangkal bahwa dalam keluarganya ada yang pernah mengalami keluhan seperti dia. I.3 Pemeriksaan Fisik A. Keadaan umum B. Kesadaran C. Vital sign Tekanan darah Nadi Pernafasan Suhu D. Status Generalisata Kepala Mata : normocephal : conjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-), isokor, reflek cahaya (+/+) Hidung Telinga Mulut : Tidak ada pernafasan cuping hidung, mukosa tidak hiperemis, sekret tidak ada, tidak ada deviasi septum : Simetris, tidak ada kelainan, otore (-/-) : Bibir tidak sianosis, gusi tidak ada perdarahan, lidah tidak kotor,faring tidak hiperemis : 130/90 mmHg : 84 x/menit : 20 x/menit : 36,5 C : tampak sakit sedang : compos mentis

pupil bulat

Leher

: Tidak ada deviasi trakhea, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan getah bening, JVP tidak meningkat Thorax

Paru-paru : Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi : Bentuk dan pergerakan pernafasan kanan-kiri simetris : Fremitus taktil simetris kanan-kiri : Sonor pada kedua lapang paru : Suara nafas vesikuler pada seluruh lapangan paru, wheezing (-/-), ronkhi (-/-) Jantung : Inspeksi Palpasi Perkusi

: Ictus cordis tidak terlihat : Ictus cordis tidak teraba. : Batas atas sela iga III garis mid klavikula kiri Batas kanan sela iga V garis sternal kanan Batas kiri sela iga V garis midklavikula kiri

Auskultasi Abdomen : Inspeksi Palpasi

: Bunyi jantung I II murni, murmur (-)

: Perut datar simetris. : Hepar dan Lien tidak membesar, nyeri tekan epigastrium (+), nyeri Lepas (-), defans muskuler (-)

Perkusi Auskultasi Ekstremitas Superior Inferior

: Timpani : Bising usus (+) normal

: Sianosis (-), oedem (-), ikterik (-) : Sianosis (-), oedem (-), ikterik (-)

E. Status Lokalis Regio Costovertebra - Inspeksi - Palpasi - Perkusi Regio Supra Pubis - Inspeksi - Palpasi - Perkusi - Auskultasi : Terdapat rambut pubis, tidak ada benjolan : Nyeri Tekan (-), Nyeri Lepas (-), Defance Muscular (-) : Timpani : Bising Usus (+) Normal : Bentuk pinggang simetris, benjolan (-) : Bimanual Ballotement ginjal (-) : Nyeri Ketok (-)

Regio Genetalia Eksterna - Inspeksi - Palpasi : Orifisium uretra eksterna baik : Testis teraba dua buah, kanan dan kiri. Konsistensi Kenyal. Regio Anal - Inspeksi : Bentuk Normal, benjolan(-) Pada mukosa teraba massa yang konsistensinya kenyal, permukaan sedikit tidak rata, batas tegas, puncak agak sulit dicapai. Tidak teraba nodul - Handscoon : Darah, lendir dan feses tidak ada - Rectal Toucher : Sfingter Ani Menjepit

F. Pemeriksaan penunjang Laboratorium ( tanggal 28 Febuari 2011 ) Hb Ht Leukosit Trombosit LED : 13,1 g/dl : 40 % : 8.640/ul : 306.000/ul : 90 mm/jam

Masa pendarahan : 2

Masa pembekuan Golongan darah Glukosa darah sewaktu SGOT SGPT Ureum Kreatinin Asam urat HbsAg I.4 Resume A. Anamnesis

: 10 : B/Rh + : 111 mg/dl : 24 u/l : 11 u/l : 43 mg/dl : 1,0 mg/dl : 3,9 mg/dl : non-reaktif

Pasien laki-laki berumur 68 tahun datang dengan keluhan : Nyeri pada saat buang air kecil Keluhan dirasakan sudah satu tahun yang lalu Pasien harus mengedan agar air kencingnya keluar Pasien merasakan buang air kecil tidak tuntas atau tidak puas Pasien merasa BAK menjadi lebih sering dan air kencing yang keluar menetes dan terasa sakit Pada daerah pubis tampak benjolan dan tidak nyeri apabila di tekan Tanpa disertai dengan demam B. Pemeriksaan fisik Status generalisata Status lokalis - Regio Costovertebra - Regio Suprapubis - Regio Anal Rectal Toucher : Tonus Sfingter ani (+), pada mukosa teraba massa konsistensi kenyal permukaan sedikit tidak rata, batas tegas, puncak agak sulit dicapai. : Tidak Ada Kelainan : Tidak Ada Kelainan : dalam batas normal

- Regio Genetalia Eksterna : Tidak ada kelainan

Handscoon I.5 Diagnosis Kerja Benign prostat hiperplasia I.6 Diagnosis Banding - Striktur urethra - Karsinoma prostat - Prostatitis I.7 Terapi Operatif : Prostatektomi I.8 Prognosis Quo ad vitam Quo ad functionam I.9

: Darah, lendir dan feses tidak ada

: Dubia ad bonam : Dubia ad bonam

Laporan Operasi ( 01 Maret 2011 ) Diagnosis pre-operasi Diagnosis post-operasi Tehnik operasi Follow Up 28 Febuari 2011 s/ - pasien mengeluh nyeri pada saat buang air kecil - pasien mengeluh buang air kecil sedikit ( tidak puas ) dan tidak ada keluar batu - pasien selalu mengedan pada saat buang air kecil o/ - Tekanan darah - Nadi - Pernafasan - Suhu - KU :130/90 mmHg : 84 x/menit : 20 x/menit : 36,5 C : sedang : BPH : BPH : Open prostatektomi

- KS Status lokalis pubis Inspeksi Palpasi a/ Pre-op BPH th/ IVFD 20 tpm 01 Maret 2011

: CM : tampak benjolan pada pubis : Nyeri tekan (-), konsistensi kenyal, batas tegas, immobile

s/ - pasien mengeluh nyeri pada luka operasi - pusing (+), mual (+), muntah (+) 10x/hari berisi makanan+lendir - nafsu makan menurun, DC 3 way (+), drainase (+), irigasi (+) o/ - Tekanan darah - Nadi - Pernafasan - Suhu - KU - KS Status lokalis pubis Inspeksi : tampak luka ditutupi oleh verband, rembesan darah (-) drainase (+), DC 3 way (+), urine jernih, irigasi (+) jernih dan lancar Palpasi : Nyeri tekan (+) pada daerah luka operasi a/ post-op BPH ( H+1) th/ - IVFD RL 28 tpm - Pelastin 2 x 1 ( ST ) - Remopain 3 x 1 - Kalnex 3 x 1 - Vit.K 3 x 1 03 Maret 2011 s/ - pasien mengeluh pusing - mual (-), muntah (+) o/ - Tekanan darah :150/90 mmHg :150/90 mmHg : 84 x/menit : 20 x/menit : 36 C : sedang : CM

- Nadi - Pernafasan - Suhu - KU - KS Status lokalis pubis Inspeksi

: 84 x/menit : 20 x/menit : 36 C : sedang : CM : tampak luka ditutupi oleh verband, rembesan darah (-) drainase (+), DC 3 way (+), urine jernih, irigasi (+) jernih dan lancar

Palpasi

: Nyeri tekan (+) pada daerah luka operasi

a/ post-op BPH ( H+2 ) th/ - IVFD RL 28 tpm - Pelastin 2 x 1 ( ST ) - Remopain 3 x 1 - Kalnex 3 x 1 - Vit.K 3 x 1 04 Maret 2011 s/ - pasien mengeluh pusing tetapi sudah berkurang - mual (-), muntah (-) o/ - Tekanan darah - Nadi - Pernafasan - Suhu - KU - KS th/ - IVFD RL 20 tpm - Pelastin 2 x 1 ( ST ) - Remopain 3 x 1 :140/90 mmHg : 80 x/menit : 20 x/menit : 36 C : sedang : CM

a/ post-op BPH ( H+3 )

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BENIGN PROSTATE HYPERPLASIA ( BPH )

Pendahuluan Kelenjar prostat merupakan organ tubuh pria yang paling sering mengalami pembesaran, baik jinak maupun ganas. Dengan bertambahnya usia, kelenjar prostat juga mengalami pertumbuhan, sehingga menjadi lebih besar. Pada tahap usia tertentu banyak pria mengalami pembesaran prostat yang disertai gangguan buang air kecil. Gejala ini merupakan tanda awal Benign Prostatic Hyperplasia (BPH). Pembesaran kelenjar prostat mempunyai angka morbiditas yang bermakna pada populasi pria lanjut usia. Hiperplasia prostat sering terjadi pada pria diatas usia 50 tahun (50-79tahun) dan menyebabkan penurunan kualitas hidup seseorang. Sebenarnya perubahan-perubahan kearah terjadinya pembesaran prostat sudah dimulai sejak dini, dimulai pada perubahan-perubahan mikroskopik yang kemudian bermanifestasi menjadi kelainan makroskopik (kelenjar membesar) dan kemudian bermanifes dengan gejala klinik. Dengan adanya hiperplasia ini akan menyebabkan terjadinya obstruksi saluran kemih dan untuk mengatasi obstruksi ini dapat dilakukan berbagai cara mulai dari tindakan yang paling ringan yaitu secara konservatif (non operatif) sampai tindakan yang paling berat yaitu operasi.

I.

Definisi Benign Prostate Hyperplasia (BPH) sebenarnya adalah suatu keadaan dimana kelenjar periuretral prostat mengalami hiperplasia yang akan mendesak jaringan prostat yang asli ke perifer dan menjadi simpai bedah.

II.

Anatomi dan Fisiologi Anatomi Prostat merupakan kelenjar berbentuk konus terbalik yang dilapisi oleh kapsul fibromuskuler, yang terletak di sebelah inferior vesika urinaria, mengelilingi bagian proksimal uretra (uretra pars prostatika) dan berada disebelah anterior rektum. Bentuknya sebesar buah kenari dengan berat normal pada orang dewasa kurang lebih 20 gram, dengan jarak basis ke apex kurang lebih 3 cm, lebar yang paling jauh 4 cm dengan tebal 2,5 cm. Kelenjar prostat terbagi menjadi 5 lobus : 1. lobus medius 2. lobus lateralis (2 lobus) 3. lobus anterior 4. lobus posterior Selama perkembangannya lobus medius, lobus anterior, lobus posterior akan menjadi satu dan disebut lobus medius saja. Pada penampang, lobus medius kadang-kadang tak tampak karena terlalu kecil dan lobus lain tampak

homogen berwar