9 Gangguan Psikologis

download 9 Gangguan Psikologis

If you can't read please download the document

  • date post

    17-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    21
  • download

    10

Embed Size (px)

description

Gangguan Psikologis dalam Psikologi Abnormal

Transcript of 9 Gangguan Psikologis

PSIKOLOGI UMUM IIGANGGUAN PSIKOLOGIS GANGGUAN PSIKOLOGISDSM-IV Diagnostic and StatisticalManual of Mental Disorders edisikeempat- Adalah Sistem klasifikasi gangguanmental yang digunakan olehsebagian besar profesi kesehatanmentalKlasifikasi Klasifikasi Perilaku Perilaku Abnormal AbnormalDSM-IV Diagnostic and StatisticalManual of Mental Disorders edisikeempat- Adalah Sistem klasifikasi gangguanmental yang digunakan olehsebagian besar profesi kesehatanmental1. Gangguan yang biasanya didiagnosis pertama kali pada bayi, anak-anak, atau remaja.2. Delirium, demensia, dan gangguan amnestik dan kognitif lain.3. Gangguan yang berhubungan dengan zat.4. Skizofrenia dan gangguan psikotik lainnya.5. Gangguan mood.6. Gangguan kecemasan.7. Gangguan sematofor.8. Gangguan disosiatif9. Gangguan seksual dan identitas jenis.10. Gangguan makan.11. Gangguan tidur.12. Gangguan pengendalian impuls.13. Gangguan kepribadian.14. Gangguan buatan.15. kondisi lain yang mungkin menjadi pusat perhatian klinis.Kategori Kategori gangguan gangguan mental mentalyang yang diklasifikasikan diklasifikasikan oleh oleh DSM DSM--IV IV1. Gangguan yang biasanya didiagnosis pertama kali pada bayi, anak-anak, atau remaja.2. Delirium, demensia, dan gangguan amnestik dan kognitif lain.3. Gangguan yang berhubungan dengan zat.4. Skizofrenia dan gangguan psikotik lainnya.5. Gangguan mood.6. Gangguan kecemasan.7. Gangguan sematofor.8. Gangguan disosiatif9. Gangguan seksual dan identitas jenis.10. Gangguan makan.11. Gangguan tidur.12. Gangguan pengendalian impuls.13. Gangguan kepribadian.14. Gangguan buatan.15. kondisi lain yang mungkin menjadi pusat perhatian klinis. Perspektif Biologi Perspektif Psikoanalisa Perspektif Perilaku Perspektif KognitifPerspektif Gangguan Mental Perspektif Gangguan Mental Perspektif Biologi Perspektif Psikoanalisa Perspektif Perilaku Perspektif KognitifGangguan KecemasaanDEFINISI Perasaan khawatir yang tidak nyata,irasional, berlangsung terus-menerus, seakan-akan nyata(Liftiah)... dan menyebabkandistress yang signifikan padaindividu (Shiraev dan Levy).Gangguan KecemasanDEFINISI Perasaan khawatir yang tidak nyata,irasional, berlangsung terus-menerus, seakan-akan nyata(Liftiah)... dan menyebabkandistress yang signifikan padaindividu (Shiraev dan Levy).Gangguan Kecemasan menghasilkan responfisik maupun psikis Fisik: Perut melilit, jantung berdebar lebih cepat,berkeringat, nafas tersenggal Psikis: kurang konsentrasi >> minimal muncul 5 gejala scr simultandalam 2 minggu) Gejala Gangguan Depresif mayor1. Suasana hati yang depresif pada sebagian waktu dalam sehari2. Kurangnya minat/kesenangan pada semua atau sebagian aktivitas3. Meningkatnya berat badan scr signifikan, atau penurunan selera makan4. Kesulitan tidur atau tidur terlalu banyak5. Kemunduran psikomotorik6. Kelelahan atau kehilangan energi7. Perasaan tidak berharga atau bersalah yang tidak tepat atau berlebihan8. Permasalahan dalam proses berfikir, berkonsentrasi, dan membuatkeputusan.9. Pikiran berulang mengenai kematian dan bunuh diriNB: Diagnosis MDD >> minimal muncul 5 gejala scr simultandalam 2 minggu)GANGGUAN DISTIMIK/ Dysthimic Disorder (DD) Bentuk depresi yang lebih kronis, disertai lebih sedikit gejaladepresi (dibanding MDD). Gejala harus muncul di sebagian hari selama 2 tahun (dewasa),atau satu tahun (remaja). Indikasi:1. Nafsu makan kurang, atau berlebihan2. Masalah dalam tidur,3. Kurang energi/ gampang letih4. Harga diri rendah5. Sulit mengambil keputusan6. Konsentrasi buruk7. Dikuasai perasaan tak berdaya Bentuk depresi yang lebih kronis, disertai lebih sedikit gejaladepresi (dibanding MDD). Gejala harus muncul di sebagian hari selama 2 tahun (dewasa),atau satu tahun (remaja). Indikasi:1. Nafsu makan kurang, atau berlebihan2. Masalah dalam tidur,3. Kurang energi/ gampang letih4. Harga diri rendah5. Sulit mengambil keputusan6. Konsentrasi buruk7. Dikuasai perasaan tak berdayaDepresi adalah gangguan mood yang paling menonjol. Depresisangat sering dapat menganggu, banyak upaya yang dilakukan untukmenentukan penyebabnya. Beberapa pendekatan untuk memahamigangguan mood antara lain adalah :1. Perspektif Psikoanalitik2. Perspektif Perilaku3. Perspektif Kognitif4. Perspektif BiologisMEMAHAMI GANGGUAN MOODDepresi adalah gangguan mood yang paling menonjol. Depresisangat sering dapat menganggu, banyak upaya yang dilakukan untukmenentukan penyebabnya. Beberapa pendekatan untuk memahamigangguan mood antara lain adalah :1. Perspektif Psikoanalitik2. Perspektif Perilaku3. Perspektif Kognitif4. Perspektif BiologisPerspektif Psikoanalitik Teori psikoanalitik menginterpretasikan depresi sebagai reaksi terhadapkehilangan. Apapun sifat kehilangan itu: penolakan oleh orang yang dicintai,kehilangan status, kehilangan dukungan moral yang diberikan kelompokteman. Contohnya seorang wanita mungkin merasa sangat membenci atasan yangmemecatnya. Tapi karena alasan asli menimbulkan kecemasan, iamenggunakan mekanisme pertahanan proyeksi untuk menginternalisasikanperasaanya. Ia berpendapat atasannya memiliki alasan yang baik untukmemecatnya: ia tidak mampu bekerja atau tidak berguna.Perspektif Psikoanalitik Teori psikoanalitik menginterpretasikan depresi sebagai reaksi terhadapkehilangan. Apapun sifat kehilangan itu: penolakan oleh orang yang dicintai,kehilangan status, kehilangan dukungan moral yang diberikan kelompokteman. Contohnya seorang wanita mungkin merasa sangat membenci atasan yangmemecatnya. Tapi karena alasan asli menimbulkan kecemasan, iamenggunakan mekanisme pertahanan proyeksi untuk menginternalisasikanperasaanya. Ia berpendapat atasannya memiliki alasan yang baik untukmemecatnya: ia tidak mampu bekerja atau tidak berguna.Perspektif Perilaku Teori belajar berpendapat bahwa tidak adanya penguatan (reward)memiliki peranan dalam depresi. Orang mengalami depresi danperasaan sedihnya disebabkan oleh tingkat penguatan positif yangrendah atau tingginya kejadian pengalaman yang tidak menyenangkan. Contohnya adalah jika seseorang mengalami depresi dan tidak aktif,sumber penguatan utamanya adalah simpati dan perhatian yang merekadapatkan dari kerabat dan kawan.Perspektif Perilaku Teori belajar berpendapat bahwa tidak adanya penguatan (reward)memiliki peranan dalam depresi. Orang mengalami depresi danperasaan sedihnya disebabkan oleh tingkat penguatan positif yangrendah atau tingginya kejadian pengalaman yang tidak menyenangkan. Contohnya adalah jika seseorang mengalami depresi dan tidak aktif,sumber penguatan utamanya adalah simpati dan perhatian yang merekadapatkan dari kerabat dan kawan.Perspektif Kognitif Teori kognitif tentang depresi terfokus bukan pada apa yang dilakukan olehseseorang tetapi pada bagaimana mereka memandang diri sendiri dan dunia(atribusi). Jika terjadi sesuatu yang keliru mereka cenderung menyalahkan diri sendiriketimbang situasi. Penilaian seseorang terhadap situasi dapat menentukanemosinya. Beck mengelompokan pikiran negatif individu yang mengalami depresi menjadi 3kategori, yang dinamakannya trias kognitif: pikiran negatif tentang diri sendiri,tentang pengalaman sekarang, dan tentang masa depan.Perspektif Kognitif Teori kognitif tentang depresi terfokus bukan pada apa yang dilakukan olehseseorang tetapi pada bagaimana mereka memandang diri sendiri dan dunia(atribusi). Jika terjadi sesuatu yang keliru mereka cenderung menyalahkan diri sendiriketimbang situasi. Penilaian seseorang terhadap situasi dapat menentukanemosinya. Beck mengelompokan pikiran negatif individu yang mengalami depresi menjadi 3kategori, yang dinamakannya trias kognitif: pikiran negatif tentang diri sendiri,tentang pengalaman sekarang, dan tentang masa depan.Menurut teori Beck terdapat kesalahan penting dalam pikiran yang menjadi karakter individu depresif, yaitu:1. Overgeneralisasi2. Abstraksi Selektif3. Pembesaran dan Pengecilan4. Personalisasi5. Pengambilan Kesimpulan yang Semena-menaMenurut teori Beck terdapat kesalahan penting dalam pikiran yang menjadi karakter individu depresif, yaitu:1. Overgeneralisasi2. Abstraksi Selektif3. Pembesaran dan Pengecilan4. Personalisasi5. Pengambilan Kesimpulan yang Semena-menaPerspektif Biologi Suatu kecenderungan untuk mengalami gangguan mood, terutamagangguan bipolar, tampaknya diturunkan. Peran spesifik yangdimiliki oleh faktor genetik terhadap gangguan mood masih jauhdari jelas. Tetapi tampaknya kemungkinan kelainan biokimia jugaterlibat. Sejumlah bukti menyatakan bahwa mood kita di regulasioleh neurotransmitter yang mengirimkan impuls saraf dari satuneuron ke neuron lain.Perspektif Biologi Suatu kecenderungan untuk mengalami gangguan mood, terutamagangguan bipolar, tampaknya diturunkan. Peran spesifik yangdimiliki oleh faktor genetik terhadap gangguan mood masih jauhdari jelas. Tetapi tampaknya kemungkinan kelainan biokimia jugaterlibat. Sejumlah bukti menyatakan bahwa mood kita di regulasioleh neurotransmitter yang mengirimkan impuls saraf dari satuneuron ke neuron lain.SKIZOFRENIAAPA ITU SKIZOFRENIA?Etimologi: Schizo (terpecah), phrenia (pikiran)Salah satu gangguan psikologis yang parah ditandai denganadanya proses proses berfikir yang terganggu.Skizofrenia melibatkan pecahnya kepribadian individu darirealitas/Etimologi: Schizo (terpecah), phrenia (pikiran)Salah satu gangguan psikologis yang parah ditandai denganadanya proses proses berfikir yang terganggu.Skizofrenia melibatkan pecahnya kepribadian individu darirealitas/Gejala Skizofrenia (King)Gejala positif: Distorsi fungsinormal yang berlebihan: HalusinasiPengalaman sensoris disaat tak ada stimulusnyata DelusiKepercayaan yang salah/tidak masuk akal.Dan bukan bagian dari budaya tertentu Berfikir referensiMemberi makna pribadi pada kejadian-kejadian acak yang terjadiKatatoniaKeadaan dimana individu tidak bergerakatau merespon dalam waktu yang sangatlamaGejala negatif: turunny fungsinormal seseorang: Afek DatarGejala dimana individu hanya sedikitatau tidak menunjukkan adanya emosi,berbicara tanpa emosi; mempertahankanekspresi wajah hingga tak berubah Gejala KognitifKesulitasn mempertaha