66038773 Sholat Sholat Sunnah

download 66038773 Sholat Sholat Sunnah

of 21

  • date post

    02-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    70
  • download

    8

Embed Size (px)

Transcript of 66038773 Sholat Sholat Sunnah

MAKALAH

SHOLAT-SHOLAT SUNNAH

Makalah Ini Dibuat Untuk Memenuhi Tugas Perkuliahan Ibadah Praktis

Disusun Oleh :ADRIANSYAH MUFTITAMAILMU JURNALISTIK

FAKULTAS USHULUDDIN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGRI

SULTAN TAHA SAIFUDIN JAMBI

2011A. PENDAHULUANSebagai umat muslim yang mukmin, kita diajarkan untuk mengenal 3 hal yaitu 5 Rukun Islam, 6 Rukun Iman, dan 1 Rukun Ihsan, dimana dalam salah satu poin Rukun Islam berbunyi untuk kita sebagai umat muslim diwajibkan untuk selalu menunaikan ibadah sholat.Ibadah sholat dalam Islam hukumnya adalah wajib, artinya apa bila kita tinggalkan ibadah tersebut maka kita akan medapatkan dosa, sedangakan jika kita melaksanakan Ibadah Sholat tersebut kita akan mendapatkan Pahala.Islam melarang kita untuk tidak meninggalkan sholat walaupun karena alasan apapun, dalam keadaan sakit pun kita harus melasanakan ibadah sholat dengan berbagai keringanan yang diberikan.Tentu dalam sholat ada yang namanya sholat wajib dan sholat sunnah, sholat sunnah adalah sholat yang apa bila kita tinggalkan tidak apa-apa namun apa bila kita kerjakan maka akan mendapatkan pahala yang sesuai dengan jenis-jenis sholatnya, dalam islam banyak jenis-jenis sholat sunnah, namun disini kami hanya akan memaparkan beberapa bagian kecil dari sholat-sholat Sunnah, yaitu sholat sunnah Rawatib, Tahajud, Dhuha, Ishikarah,Tasbih, dan Sholat 2 Hari Raya; Idul Fitri dan Idul Adha.Kami berharap dalam makalah yang akan kami paparkan ini, bisa menjadi referensi pengetahuan tambahan dalam wawasan tentang Ibadah Sholat Sunnah, dan bisa dijadikan perbandingan dengan literatur-literatur perkuliahan yang lain.

B. PEMBAHASAN

1. Pengertian Sholat Sunnah

Sholat sunnah sering pula disebut sebagai sholat tathawwu atau sholat nawafil. Sholat sunnah pada dasarnya bisa dilakukan secara mutlaq dua rakaat-dua rakaat kapanpun juga selain pada waktu-waktu yang dilarang untuk sholat, sholat sunnah itu ada dua macam yaitu :1. Sholat sunnah yang disunnahkan dilakukan secara berjamaah, Seperti : a. Sholat Idul Fitrib. Sholat Idul Adha2. Sholat sunnah yang tidak disunnahkan berjamaah, seperti :a. Sholat Rawatib (Sholat yang mengiringi Sholat Fardlu)b. Sholat Tahajjud (Qiyamullail)c. Sholat Dhuhad. Sholat Tasbihe. Sholat Istikharah2. Sholat Sholat 2 Hari Raya (Idul Fitri dan Idul Adha)Sholat 2 hari raya atau sholat ied adalah ibadah salat sunnat yang dilakukan setiap hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Salat Ied termasuk dalam salat sunnat muakkad, artinya salat ini walaupun bersifat sunnat namun sangat penting sehingga sangat dianjurkan untuk tidak meninggalkannya.Sholat hari raya yang dilakukan oleh umat Muslim ada 2, yakni sholat Idul Adha dan sholat Idul fitri, sholat ied termasuk dalam sholat sunat muakad, artinya sholat ini walaupun bersifat sunat namun sangat penting sehingga sangat dianjurkan untuk tidak meninggalkannya.a. Niat Untuk Sholat Idul Fitri:Ushallii sunnatal li iidil fitri rakataini lillaahi taaalaa(Aku niat sholat sunat idul fitri 2 rakaat karena Allah.)

b. Niat Untuk Sholat Idul Adha:

Ushallii sunnatal li iidil adhaa rakataini lillaahi taaalaa.(Aku niat sholat sunat idul adha dua rakaat karena Allah.)c. Tata Cara PelaksanaannyaWaktu sholat hari raya adalah setelah terbit matahari sampai condongnya matahari. Syarat, rukun dan sunnatnya sama seperti sholat yang lainnya. Hanya ditambah beberapa sunnat sebagai berikut:

1. Dilakukan secara berjamaah2. Takbir tujuh kali pada rakaat pertama, dan lima kali pada rakat kedua

3. Mengangkat tangan setinggi bahu pada setiap takbir.

4. Setelah takbir yang kedua sampai takbir yang terakhir membaca tasbih.

5. Membaca surat Qaf dirakaat pertama dan surat Al-Qomar di rakaat kedua. Atau surat Ala dirakat pertama dan surat Al Ghasiyah pada rakaat kedua.

6. Imam menyaringkan bacaannya.

7. Khutbah dua kali setelah sholat sebagaimana khutbah jumat8. Pada khutbah Idul Fitri memaparkan tentang zakat fitrah dan pada Idul Adha tentang hukum hukum Qurban.

9. Mandi, berhias, memakai pakaian sebaik-baiknya.

10. Makan terlebih dahulu pada sholat Idul Fitri pada Sholat Idul Adha sebaliknya.d. Sunnah-Sunnah Rasulullah Pada Perayaan Hari Raya1. Mandi sebelum sholat Ied

Dari Ali radhiallahuanhu bahwa ia pernah ditanya perihal mandi, maka dia menjawab, Yaitu pada hari Jumat, hari Arafah, hari raya Fitri dan hari raya Idul Adha. (HR Baihaqi)2. Menggunakan pakaian terbaik dan berhias

Dari Ibnu Umar dia berkata, Umar pernah mengambil jubah dari sutera yang dijual di pasar, kemudian dia mendatangi Rasulullah seraya berucap, Wahai Rasulullah, belilah ini dan pergunakanlah untuk berhias diri pada hari raya Ied dan wufud (menyambut kedatangan delegasi). Maka Rasulullah bersabda, sesunguhnya ini adalah pakaian orang yang tidak berakhlak. Maka Umar pun terdiam sesuai dengan apa yang menjadi kehendak Allah. Setelah itu, Rasulullah mengirimkan kepadanya jubah dibaaj (sutera), maka Umar pun menerimanya dan kemudian membawanya kepada Rasulullah seraya berucap, Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau pernah mengatakan, Sesungguhnya ini adalah pakaian orang yang tidak berakhlak, tetapi engkau justru mengirimkan jubah ini kepadaku. Maka Rasulullah bersabda kepadanya, Engkau bisa menjualnya atau menukarnya dengan sesuatu yang bisa memenuhi kebutuhanmu.3. Waktu makan dan minum pada sholat Ied hari raya Idul Adha dan idul FitriRasulullah shalallahualaihi wasallam tidak berangkat (ke tanah lapang) pada hari Idul Fitri sebelum sarapan dan pada hari raya Idul Adha beliau tidak makan sampai pulang, kemudian beliau makan dari daging hewan-hewan kurbannya. (HR Tirmidzi),

Al-Allamah as-Syaukani mengatakan, Hikmah diakhirkannya makan pada hari raya Idul Adha adalah karena pada hari itu disyariatkan penyembelihan hewan kurban dan memakan sebagian darinya. Oleh karena itu, makannya disyariatkan dari hewan kurban itu.4. Melewati jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang sholat Ied

Dari Jabir radhiallahuanhu, dia berkata, Jika hari raya Ied tiba, Nabi shalallahualaihi wa sallam biasa mengambil jalan lain (ketika berangkat dan pulang). (HR Bukhari)5. Bertakbir

Adapun bertakbir pada hari raya kurban, didasarkan pada ayat Al Quran:Dan berdzikirlah (dengan menyebut) nama Allah dalam beberapa hari yang terbilang. (Al-Baqarah: 203)Waktu takbir pada hari raya kurban dimulai sejak Subuh hari Arafah hingga Ashar pada hari terakhir hari Tasyrik. Lafazh takbir yang berasal dari riwayat Ibnu Masud bahwasanya dia bertakbir pada hari tasyrik dengan lafazh, Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Laa Ilaaha Illallah, Allaahu Akbar, Allaahu Akbar Wa Lilaahilhamd.

d. Hadits-Hadist Berkenaan Dengan Sholat Ied (Sholat Hari Raya) Diriwayatkan dari Abu Said, ia berkata: Adalah Nabi SAW. pada hari raya idul fitri dan idul adha keluar ke mushalla (padang untuk salat), maka pertama yang beliau kerjakan adalah salat, kemudian setelah selesai beliau berdiri menghadap kepada manusia sedang manusia masih duduk tertib pada shaf mereka, lalu beliau memberi nasihat dan wasiat (khutbah) apabila beliau hendak mengutus tentara atau ingin memerintahkan sesuatu yang telah beliau putuskan,beliau perintahkan setelah selesai beliau pergi. (H.R. Al-Bukhari dan Muslim) Telah berkata Jaabir ra: Saya menyaksikan salat 'ied bersama Nabi saw. beliau memulai salat sebelum khutbah tanpa adzan dan tanpa iqamah, setelah selesai beliau berdiri bertekan atas Bilal, lalu memerintahkan manusia supaya bertaqwa kepada Allah, mendorong mereka untuk taat, menasihati manusia dan memperingatkan mereka, setelah selesai beliau turun mendatangai shaf wanita dan selanjutnya beliau memperingatkan mereka. (H.R. Muslim) Diriwayatkan dari Ummu 'Atiyah ra. ia berkata: Rasulullah SAW. memerintahkan kami keluar pada 'idul fitri dan 'idul adhha semua gadis-gadis, wanita-wanita yang haid, wanita-wanita yang tinggal dalam kamarnya. Adapun wanita yang sedang haid mengasingkan diri dari mushalla tempat salat 'ied, mereka menyaksikan kebaikan dan mendengarkan da'wah kaum muslimin (mendengarkan khutbah). Saya berkata: Yaa Rasulullah bagaimana dengan kami yang tidak mempunyai jilbab? Beliau bersabda: Supaya saudaranya meminjamkan kepadanya dari jilbabnya. (H.R. Jama'ah) Diriwayatkan dariAnas bin Malik ra. ia berkata: Adalah Nabi SAW. Tidak berangkat menuju mushalla kecuali beliau memakan beberapa biji kurma, dan beliau memakannya dalam jumlah bilangan ganjil. (H.R. Al-Bukhary dan Muslim) Diriwayatkan dari Zaid bin Arqom ra. ia berkata: Nabi SAW. Mendirikan salat 'ied, kemudian beliau memberikan ruhkshah / kemudahan dalam menunaikan salat Jumat, kemudian beliau bersabda: Barang siapa yang mau salat jumat, maka kerjakanlah. (H.R. Imam yang lima kecuali At-Tirmidzi) Diriwayatkan dari Amru bin Syu'aib, dari ayahnya, dari neneknya, ia berkata: Sesungguhnya Nabi SAW. bertakbir pada salat 'ied dua belas kali takbir. dalam raka'at pertama tujuh kali takbir dan pada raka'at yang kedua lima kali takbir dan tidak salat sunnah sebelumnya dan juga sesudahnya. (H.R. Amad dan Ibnu Majah) Diriwayatkan bahwa Ibnu Mas'ud ra. bertakbir pada hari-hari tasyriq dengan lafadz sbb (artinya): Allah maha besar, Allah maha besar, tidak ada Illah melainkan Allah dan Allah maha besar, Allah maha besar dan bagiNya segala puji. (H.R Ibnu Abi Syaibah dengan sanad shahih) Diriwayatkan dari Abi Umair bin Anas, diriwayatkan dari seorang pamannya dari golongan Anshar, ia berkata: Mereka berkata: Karena tertutup awan maka tidak terlihat oleh kami hilal syawal, maka pada pagi harinya kami masih tetap shaum, kemudian datanglah satu kafilah berkendaraan di akhir siang, mereka bersaksi dihadapan Rasulullah saw.bahwa mereka kemarin melihat hilal. Maka Rasulullah SAW. memerintahkan semua manusia (ummat Islam) agar berbuka pada hari itu dan keluar menunaikan salat 'ied pada hari esoknya. (H.R. Lima kecuali At-Tirmidzi) Diriwayatkan dari Azzuhri, ia berkata: Adalah manu