4. perawatan luka 1 AKPER PEMKAB MUNA

download 4. perawatan luka 1 AKPER PEMKAB MUNA

of 22

  • date post

    19-Jun-2015
  • Category

    Design

  • view

    229
  • download

    6

Embed Size (px)

Transcript of 4. perawatan luka 1 AKPER PEMKAB MUNA

  • 1. PERAWATAN LUKAPERAWATAN LUKA && TINDAKAN ASEPSISTINDAKAN ASEPSIS (Kebutuhan Dasar Manusia)(Kebutuhan Dasar Manusia) Presented by Dwi PurwaliantoDwi Purwalianto

2. DEFINISI LUKADEFINISI LUKA Luka adalah hilang atau rusaknya sebagian jaringanLuka adalah hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh yang disebabkan oleh trauma benda tajam atautubuh yang disebabkan oleh trauma benda tajam atau tumpul, perubahan suhu, zat kimia, ledakan, sengatantumpul, perubahan suhu, zat kimia, ledakan, sengatan listrik atau gigitan hewanlistrik atau gigitan hewan[[ R. Sjamsu Hidayat, 1997R. Sjamsu Hidayat, 1997].]. MenurutMenurut Koiner dan TaylanKoiner dan Taylan luka adalah terganggunyaluka adalah terganggunya (disruption) integritas normal dari kulit dan jaringan di(disruption) integritas normal dari kulit dan jaringan di bawahnya yang terjadi secara tiba-tiba atau disengaja,bawahnya yang terjadi secara tiba-tiba atau disengaja, tertutup atau terbuka, bersih atau terkontaminasi,tertutup atau terbuka, bersih atau terkontaminasi, superficial atau dalam.superficial atau dalam. 3. KLASIFIKASI LUKA Tindakan Thd Luka Integritas Luka Mekanisme Luka Luka disengaja (Intentional Traumatis) Luka tertutup Luka terbuka Luka abrasi Luka memar Luka incisi Luka tidak disengaja (Unintentional Traumatis) 4. PROSES PENYEMBUHAN LUKA Fase Inflamasi Fase Proliferasi Fase Penyudahan Terjadi proliferasi fibroplast (menautkan tepi luka) Pembuluh darah terputus, menyebabkan Pendarahan dan tubuh berusaha untuk menghentikannya. )sejak terjadi luka sampai hari ke lima( Penyerapan kembali jaringan berlebih. Pengerutan sesuai gaya gravitasi. Perupaan kembali jaringan yg baru. Biasanya 3 6 bulan. 5. Proses Pembekuan DarahProses Pembekuan Darah TrombositTrombosit Trombokinase /Trombokinase / TromboplastinTromboplastin ProtrombinProtrombin TrombinTrombin FibrinogenFibrinogen FibrinFibrin 6. KLASIFIKASI PENYEMBUHANKLASIFIKASI PENYEMBUHAN LUKALUKA Penyembuhan PrimerPenyembuhan Primer luka diusahakan bertaut, biasanya denganluka diusahakan bertaut, biasanya dengan bantuan jahitan.bantuan jahitan. Penyembuhan SekunderPenyembuhan Sekunder Penyembuhan luka tanpa ada bantuanPenyembuhan luka tanpa ada bantuan dari luar (mengandalkan antibodi)dari luar (mengandalkan antibodi) 7. FAKTOR YANG MEMPENGARUHIFAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYEMBUHAN LUKAPENYEMBUHAN LUKA Faktor LokalFaktor Lokal Faktor GeneralFaktor General Faktor PsikologisFaktor Psikologis Faktor Gaya HidupFaktor Gaya Hidup 8. KOMPLIKASI SPESIFIK ADANYA LUKAKOMPLIKASI SPESIFIK ADANYA LUKA HemorrhageHemorrhage (Perdarahan)(Perdarahan) Meningkatnya nadi, meningkatnya pernafasan,Meningkatnya nadi, meningkatnya pernafasan, Menurunnya tekanan darah, lemah, pasien mengeluhMenurunnya tekanan darah, lemah, pasien mengeluh kehausan.kehausan. InfeksiInfeksi luka memerah, bengkak, nyeri, jaringan sekitarluka memerah, bengkak, nyeri, jaringan sekitar mengeras, leukosit meningkat.mengeras, leukosit meningkat. DehisceneDehiscene (tepi sulit/tidak dapat menyatu)(tepi sulit/tidak dapat menyatu) EvicerationEviceration (menonjolnya organ-organ tubuh bagian dalam ke arah(menonjolnya organ-organ tubuh bagian dalam ke arah luar melalui incisi)luar melalui incisi) 9. TINDAKAN KEPERAWATAN TERHADAPTINDAKAN KEPERAWATAN TERHADAP LUKALUKA Perawatan Luka BersihPerawatan Luka Bersih Prosedur perawatan yang dilakukan pada luka bersih (tanpaProsedur perawatan yang dilakukan pada luka bersih (tanpa ada pus dan necrose), termasuk didalamnya menggantiada pus dan necrose), termasuk didalamnya mengganti balutanbalutan.. Perawatan Luka KotorPerawatan Luka Kotor Perawatan pada luka yang terjadi karena tekanan terusPerawatan pada luka yang terjadi karena tekanan terus menerus pada bagian tubuh tertentu sehingga sirkulasi darahmenerus pada bagian tubuh tertentu sehingga sirkulasi darah ke daerah tersebut terganggu.ke daerah tersebut terganggu. CiriCiri ciri :ciri : luka + serumluka + serum luka + pusluka + pus luka + nekroseluka + nekrose 10. Perawatan Luka BersihPerawatan Luka Bersih Tujuan :Tujuan : Mencegah timbulnya infeksi.Mencegah timbulnya infeksi. Observasi perkembangan luka.Observasi perkembangan luka. Mengabsorbsi drainase.Mengabsorbsi drainase. Meningkatkan kenyamanan fisik dan psikologis.Meningkatkan kenyamanan fisik dan psikologis. Indikasi :Indikasi : Luka bersih tak terkontaminasi dan luka steril.Luka bersih tak terkontaminasi dan luka steril. Balutan kotor dan basahBalutan kotor dan basah akibat eksternal adaakibat eksternal ada rembesan/ eksudat.rembesan/ eksudat. Ingin mengkaji keadaan luka.Ingin mengkaji keadaan luka. Mempercepat debridement jaringan nekrotik.Mempercepat debridement jaringan nekrotik. 11. Prosedur Perawatan Luka BersihProsedur Perawatan Luka Bersih 1.1. Menyiapkan alatMenyiapkan alat 2.2. Menyiapkan pasienMenyiapkan pasien Perkenalkan diriPerkenalkan diri Jelaskan tujuanJelaskan tujuan Jelaskan prosedur perawatan padaJelaskan prosedur perawatan pada pasienpasien Persetujuan pasienPersetujuan pasien 1.1. Tekhnis pelaksanaanTekhnis pelaksanaan 12. PERALATANPERALATAN Alat SterilAlat Steril Alat Tidak SterilAlat Tidak Steril Pincet anatomi 1Pincet anatomi 1 Pinchet chirurgie 1Pinchet chirurgie 1 Gunting Luka (Lurus)Gunting Luka (Lurus) Kapas LidiKapas Lidi Kasa SterilKasa Steril Kasa Penekan (deppers)Kasa Penekan (deppers) Mangkok / kom KecilMangkok / kom Kecil Gunting pembalutGunting pembalut PlasterPlaster Bengkok/ kantong plastikBengkok/ kantong plastik PembalutPembalut Alkohol 70 %Alkohol 70 % Betadine 10 %Betadine 10 % Bensin/ AsetonBensin/ Aseton Obat antiseptic/ desinfektanObat antiseptic/ desinfektan NaCl 0,9 %NaCl 0,9 % 13. Prosedur PelaksanaanProsedur Pelaksanaan Jelaskan prosedur perawatan pada pasien.Jelaskan prosedur perawatan pada pasien. Tempatkan alat yang sesuai.Tempatkan alat yang sesuai. Cuci tanganCuci tangan.. Buka pembalutBuka pembalut dan buangdan buang pada tempatnyapada tempatnya.. Bila balutan lengket pada bekas luka, lepasBila balutan lengket pada bekas luka, lepas dengan larutan steril atau NaCl.dengan larutan steril atau NaCl. Bersihkan bekas plester denganBersihkan bekas plester dengan bensin/aseton (bila tidak kontra indikasi),bensin/aseton (bila tidak kontra indikasi), arah dari dalam ke luar.arah dari dalam ke luar. Desinfektan sekitar luka dengan alkoholDesinfektan sekitar luka dengan alkohol 70%.70%. 14. Buanglah kapas kotor pada tempatnya danBuanglah kapas kotor pada tempatnya dan pincet kotor tempatkan pada bengkokpincet kotor tempatkan pada bengkok dengan larutan desinfektan.dengan larutan desinfektan. Bersihkan luka dengan NaCl 0,9 % danBersihkan luka dengan NaCl 0,9 % dan keringkan.keringkan. Olesi luka dengan betadine 2 % (sesuaiOlesi luka dengan betadine 2 % (sesuai advis dari dokter) dan tutup luka denganadvis dari dokter) dan tutup luka dengan kasa sterilkasa steril Plester verban atau kasa.Plester verban atau kasa. Rapikan pasien.Rapikan pasien. Alat bereskan dan cuci tangan.Alat bereskan dan cuci tangan. Catat kondisi dan perkembangan luka.Catat kondisi dan perkembangan luka. 15. Perawatan Luka Kotor (decubitus)Perawatan Luka Kotor (decubitus) Definisi :Definisi : Luka + SerumLuka + Serum Luka + PusLuka + Pus Luka + NekroseLuka + Nekrose Tujuan :Tujuan : Mempercepat penyembuhan luka.Mempercepat penyembuhan luka. Mencegah meluasnya infeksi.Mencegah meluasnya infeksi. Mengurangi gangguan rasa nyamanMengurangi gangguan rasa nyaman bagi pasienbagi pasien maupun orang lain.maupun orang lain. 16. Prosedur Perawatan Luka Kotor (decubitus)Prosedur Perawatan Luka Kotor (decubitus) 1.1. Menyiapkan alatMenyiapkan alat 2.2. Menyiapkan pasienMenyiapkan pasien Perkenalkan diriPerkenalkan diri Jelaskan tujuanJelaskan tujuan Jelaskan prosedur perawatan padaJelaskan prosedur perawatan pada pasienpasien Persetujuan pasienPersetujuan pasien 1.1. Tekhnis pelaksanaanTekhnis pelaksanaan 17. PERALATANPERALATAN Alat SterilAlat Steril Alat Tidak SterilAlat Tidak Steril Pincet anatomi 1Pincet anatomi 1 Pinchet chirurgie 2Pinchet chirurgie 2 Gunting Luka (Lurus danGunting Luka (Lurus dan bengkok)bengkok) Kapas LidiKapas Lidi Kasa SterilKasa Steril Kasa Penekan (deppers)Kasa Penekan (deppers) Sarung TanganSarung Tangan Mangkok / kom Kecil 2Mangkok / kom Kecil 2 Gunting pembalutGunting pembalut PlasterPlaster Bengkok/ kantong plastikBengkok/ kantong plastik PembalutPembalut Alkohol 70 %Alkohol 70 % Betadine 2 %Betadine 2 % HH22OO22, savlon, savlon Bensin/ AsetonBensin/ Aseton Obat antiseptic/ desinfektanObat antiseptic/ desinfektan NaCl 0,9 %NaCl 0,9 % 18. Prosedur PelaksanaanProsedur Pelaksanaan Jelaskan prosedur perawatan pada pasien.Jelaskan prosedur perawatan pada pasien. Tempatkan alat yang sesuai.Tempatkan alat yang sesuai. Cuci tanganCuci tangan dan gunakan sarung tangandan gunakan sarung tangan (mengurangi transmisi pathogen yang berasal(mengurangi transmisi pathogen yang berasal dari darah). Sarung tangan digunakan saatdari darah). Sarung tangan digunakan saat memegang bahan berair dari cairan tubuh.memegang bahan berair dari cairan tubuh. Buka pembalutBuka pembalut dan buangdan buang pada tempatnyapada tempatnya serta kajilah luka becubitus yang ada.serta kajilah luka becubitus yang ada. Bersihkan bekas plester dengan bensin/asetonBersihkan bekas plester dengan bensin/aseton (bila tidak kontra indikasi), arah dari dalam ke(bila tidak kontra indikasi), arah dari dalam ke luar.luar. Desinfektan sekitar luka dengan alkohol 70Desinfektan sekitar luka dengan alkohol 70%.%. 19. Buanglah kapas kotor pada tempatnya danBuanglah kapas kotor pada tempatnya dan pincet kotor tempatkan pada bengkok denganpincet kotor tempatkan pada bengkok dengan larutan desinfektan.larutan desinfektan. Bersihkan luka denganBersihkan luka dengan HH22OO22 / savlon./ savlon. Bersihkan luka dengan NaCl 0,9 % danBersihkan luka dengan NaCl 0,9 % dan keringkan.keringkan. Olesi luka dengan b