4). Pengembangan Waserda & USP

Click here to load reader

download 4). Pengembangan Waserda & USP

of 37

  • date post

    13-Apr-2016
  • Category

    Documents

  • view

    223
  • download

    5

Embed Size (px)

description

pengembangan usaha koperasi

Transcript of 4). Pengembangan Waserda & USP

  • Mengembangkan Usaha Waserda dan Unit Simpan Pinjam yang Kompetitif untuk Kemajuan Usaha & Kesejahteraan AnggotaCecep Sanjaya Herlambang, SEDirektur Pendidikan & Kajian INKOP RTMM

  • POLA PIKIR ( OBJECTIVE THINKING )PEMETAAN KEKUATAN DAN KELEMAHAN WASERDA & USPKONSEP PENGEMBANGAN WASERDA KOPERASISTRATEGI SINERGISME ANTARA WASERDA DENGAN USPPERMASALAHAN YANG MELINGKUPI KOPERASI

  • Permasalahan yang perlu diperhatikan untuk mewujudkan pemberdayaan koperasi dalam menghadapi era perdagangan global dan otonomi daerah, yaitu : Masih lemahnya daya saing koperasi dan UKM dalam dunia usaha karena belum didukung basis kegiatan produksi, perdagangan dan jaringan distribusi yang kuat. Masih rendahnya kualitas produksi dan jasa yang dihasilkan oleh koperasi dan UKM sehingga peningkatan nilai tambah dan perluasan lapangan kerja belum tercapai dengan maksimal. Belum terciptanya jaringan distribusi dan perdagangan dikalangan koperasi dan UKM yang mampu menjamin ketersediaan barang dalam jumlah yang cukup dan harga yang bersaing. Diversifikasi usaha yang berorientasi pada efisiensi dan produktifitas usaha yang belum merata di kalangan koperasi dan UKM dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Masih kurangnya sarana dan prasarana untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kapasitas produksi dan jasa yang dihasilkan koperasi dan UKM dalam rangka mengantisipasi pasar global. Kinerja koperasi dan UKM yang belum optimal dalam mengembangkan kegiatan usahanya sehingga lebih efisien dan produktif.

  • Produktivitas usaha yang belum optimal pada koperasi dan UKM dalam kaitannya dengan kontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD). Banyaknya pesaing potensial dari usaha Waserda maupun USP yang pengelolaannya dilakukan oleh pihak eksternalAkses pemasaran, daya saing,kualitas produk dan jasa yang rendah dan belum kompetitif yang dihasilkan koperasi dan UKM, serta kualitas SDM yang rendah dan tidak mempunyai jiwa kewirausahaan yang tangguh. Lemahnya akses permodalan dan juga akses kemitraan dengan pengusaha besar. Skema permodalan dan pengembangan usaha melalui Lembaga Keuangan Mikro serta penyertaan modal melalui skema modal ventura dan dana bergulir belum optimal dimanfaatkan oleh kalangan koperasi dan UKM. Skema permodalan dan pengembangan usaha melalui Lembaga Keuangan Mikro serta penyertaan modal melalui skema modal ventura dan dana bergulir belum optimal dimanfaatkan oleh kalangan koperasi dan UKM.

  • HypermarketSupermarketDept. StorelMini MarketWASERDAUKURANBENTUK3.000 5.000 M2Carrefour Giant Hypermart Club Store1.000 2.000 M2 Hero Superindo Matahari Supermarket Gelael

    100 200 M21.000 2.000 M2 Alfamart Indomaret Alfa Express Matahari Deptstore Yogya Deptstore Ramayana DeptstoreJENIS / MODEL

  • KEKUATANSebenarnya mempunyai segmen pasar yang sudah captive market yaitu para anggota koperasinya.Dengan keberadaan Waserda yang ada di lingkungan perkantoran / pabrik, sebenarnya tidak jauh untuk melakukan transaksi bagi anggotanya.Sistem pembayaran yang dapat ditunda (potong gaji akhir atau awal bulan) memungkinkan tidak diperlukannya uang cash setiap saat anggota untuk melakukan transaksi.Sistem promosi yang terencana dan terjadwal di berbagai media menyebabkan masyarakat luas dapat dengan mudah mengetahui produk apa saja yang dijual beserta harganyaLokasi strategis, terlatak di pinggir jalan-jalan utama karena pemilihan lokasi dilakukan melalui perencanaan yang matang.Pembayaran dengan sistem tunda dengan menggunakan credit card (Master / Visa) memungkinkan customers tidak perlu menyiapkan uang tunai, kalaupun tunai dapat dengan menggunakan mesin debet card.WASERDARITEL MODERN

  • WASERDARITEL MODERNPengelola Waserda yang hampir mengenal semua siapa saja anggota yang berbelanja, sangat dimungkinkan dilakukan pendekatan Personal TouchingSistem pengelolaan yang terkesan on behalf family memungkinkan strategi positioning yang mengakar tanpa perlu strategi promosi yang mahal (sumbangan kematian anggota)Karena tidak ada standar penyerapan jumlah tenaga kerja di Waserda (cenderung padat karya) maka tingkat penyerapan karyawan relatif lebih banyak dibanding dengan mini market yang jumlah tenaga kerjanya terbatas,Sistem recriutment karyawan yang selektif dan profesional memungkinkan terjadinya chatting / kecurangan pengelolaan jarang terjadi. KEKUATAN2Adanya aggrement / perjanjian pembelian dalam bentuk kontrak dan partai besar, maka riteler modern dimungkinkan mendapatkan barang dengan harga bersaingDengan jaringan yang terorganisir antara riteler dengan pemasok maka ketersediaan barang dapat terjamin tersedia setiap saat.

  • Tidak mempunyai captive market yang sudah pasti loyal selalu belanja di tokonya, dan terkadang harus menggunakan CRM dengan teknologi yang mahalDengan tidak adanya jaringan yang terorganisir antara waserda dengan pemasok maka ketersediaan barang tidak dapat terjamin tersedia setiap saat / continue dan cenderung produknya berganti-ganti.Karena tidak adanya aggrement / perjanjian pembelian barang dalam jangka panjang dan dalam jumlah partai besar, maka kemungkinan untuk mendapatkan harga bersaing sangatlah kecil bagi waserda.Lokasi keberadaan Waserda terkadang ada di tempat-tempat yang kurang strategis (di pojok / di belakang lokal perkantoran/ dekat parkir)Khusus untuk kelas Hypermarket, Supermarket dan Dept Store yang keberadaannya berada di jalan-jalan utama maka untuk ke lokasi diperlukan biaya transportasi untuk menjangkaunya Dengan sistem pembayaran menggunakan credit card maka customer dikenakan biaya charge tambahan antara 2,5 % - 3 % selain bunga pembayaran tunda setiap bulannya.KELEMAHAN1WASERDARITEL MODERN

  • SPG ataupun Sales Counter tidak memungkinkan mengenal siapa-siapa saja yang datang ke tokonya, jadi tidak meungkin ada pendekatan pribadi / personal touchingKarena teknologi yang digunakan masih sangat sederhana ( masih dengan sistem cash register ) maka penerapan POS dengan scanner dan sistem credit card dan debet card masih jauh dari jangkauan.Kecenderungan untuk merecruit karyawan berdasarkan referensi pengurus / pengelola waserda itu sendiri,& sistem recruitment yang tidak profesional maka cenderung asal terima&mudah terjadi hal-hal yang tidak diharapkan.Tidak adanya sistem promosi dan cenderung pasif hanya menunggu karyawan / anggota yang membeli maka omzet sangatlah terbatas.Penyerapan tenaga kerja yang dapat diserap cenderung sedikit mengingat lebih banyak digunakan teknologi dalam penanganan pekerja dan cenderung sistem outsourching / sistem kontrak kerja yang tidak menguntungkan pekerja.KELEMAHAN2Karena relationship yang tercipta adalah antara penjual dan pembeli maka kesetiaan serta proses menanamkan image di benak customer (positioning) sangat sulit dibina kecuali dengan sistem undian berhadiahWASERDARITEL MODERN

  • Dana yang digulirkan pada Unit Simpan Pinjam terbatas karena besar pasak daripada tiangPerhitungan SHU diperhitungkan bukan saja bagi yang meminjamkan tetapi juga bagi yang menyimpan ( tidak semua koperasi )Seleksi atas suatu permohonan pinjaman daria anggota tidak sesulit pengajuan kredit di perbankan dengan segala persyaratannya ( 5 C)Setiap anggota diberikan kesempatan pengajuan pinjaman dengan plafond yang tidak didiskriminasi berdasarkan pangkat, jabatan (asalkan persyaratan telah dipenuhi)Pengelola Unit Simpan Pinjam terkadang lebih banyak memberikan pinjaman kepada anggota dibanding dengan menerima simpanan dari anggotanya.Tidak dikembangkan sistematika pemberian insentif lebih yang nilainya bersaing dengan bunga tabungan ataupun deposito bagi anggota yang menyimpan dananya di USP.KELEMAHANUSPKEKUATAN

  • Uang yang dapat dipinjamkan USP terkadang terbatas sebab banyaknya anggota yang meminjam dalam suatu waktu tertentu.Pengelolaan USP masih dalam lingkup internal ( meminjamkan / menerima uang dari anggota ) belum membuka peluang untuk dapat dimanfaatkan pihak ekternal.Anggota dapat mengajukan pinjaman cukup dengan mengisi blanko / form yang sudah dipersiapkan USP dan tidak perlu mengisi aplikasi yang bermacam-macam seperti di bank + agunanTidak dikenakannya pajak simpanan sebagimana jika anggota menyimpan di perbankanYang potensial menyimpan di USP adalah level Manajer atau bahkan Direksi (yang memang mendapat jabatan khusus sebagai Pembina / Penasehat ) dan mereka jarang tertarik menyimpan di USP.KELEMAHANUSPKEKUATANBanyak fasilitas perbankan yang dapat dimanfaatkan untuk menyuntik dana USP dimana prosesnya lebih mudah dibanding anggota masing-masing mengajukan pinjaman

  • Strategi perang yang diajarkan pakar perang dari jermanKarl Von Clause VitzProvokatifOfensifDefensifFlanking (menjepit )Harga

    Penempatan lokasi gerai

    Yang mendekati lokasi pesaing, yang hampir dilakukan oleh pelaku ritel, baik Hypermarket, Supermarket sampai pada level minimarketWASERDAWaralaba

  • 12345LIMA JENJANG TANGGA KEBUTUHAN(ABRAHAM MASLOW)KEBUTUHAN DASAR FISIK ( MAKAN, MINUM, SEX)KEBUTUHAN KEAMANANKEBUTUHAN KASIH SAYANGKEBUTUHAN DIHARGAIKEB. PRESTASIWASERDARITEL MODERN

  • Menurut Jean Francois Trehorel( Praktisi Prancis yang bekerja di Carrefour)Pewaralaba (franchisor) : Perusahaan yang mempunyai hak atas sistem, trade mark, manajemenTerwaralaba (franchisee) : Pihak kedua yang diberikan hak pengelolaan terhadap segala sesuatu yang menjadi paten pihak franchisorOrang/badan hukum yang mempunyai modal, area, dan tertarik menjalankan bisnis dengan potensial tetapi tidak berpengalamanPihak yang bermaksud mengembangkan usahanya tetapi modal sendiri yang dimilikinya terbatas

  • Koperasi PrimerKerjasama dengan sistem waralabaKoperasi Sekunder ataupun TertierKopkar, Koppeg, KSU, Primkopad, Primkopau, Primkoppol dsb

    Inkopau, Inkopad,Inkopkar dsbCarrefour MBAU Jln.M.T HaryonoDidasarkan pada sistem kerjasama yang disepakati para pihak

  • MANAJEMEN SDMDESAIN TATA LETAK