4. Bab II Plambing

Click here to load reader

download 4. Bab II Plambing

of 40

  • date post

    08-Jul-2016
  • Category

    Documents

  • view

    246
  • download

    7

Embed Size (px)

description

LAPORAN PLUMBING

Transcript of 4. Bab II Plambing

14

13

BAB IIPLAMBING2.1. Dasar TeoriPlambing merupakan salah satu kegiatan pelaksanaan suatu konstruksi yang biasanya masuk pada bagian Mechanical and Electrical, sedangkan pengertian dari plambing itu sendiri adalah suatu kegiatan pemipaan baik itu air bersih,air panas, air kotor,gas, AC dan lainnya.Fungsi dari plambing adalah untuk menyediakan air bersih ketempat tempat yang dikehendaki dengan tekanan yang cukup yang dilaksanakan oleh sistem penyediaan air bersih, membuang air kotor dari tempat tempat tertentu tanpa mencemarkan bagian penting lainnya yang dilaksanakan oleh sistem pembuangan.Kegiatan Plumbing ini perlu mendapat perhatian khusus mengingat pemakaiannya untuk jangka waktu yang panjang , maka pada waktu pelaksanaannya baik itu pada saat merencanakan sambungan ataupun dalam pemasangannnya perlu ketelitian dan kehati-hatianKesalahan yang sering terjadi dalam pekerjaan plambing dapat merugikan manusia, sebagai contoh saluran pembuangan yang tidak benar pemasangannya akan bocor sehingga lingkungan disekitarnya tercemar oleh bau yang tidak sedap yang pada akhirnya perkembangan bibit penyakit. Untuk itu pekerjaan plambing di Indonesia telah diatur oleh Pedoman Palmbing Indonesia.

2.2. Prosedur Pelaksanaan Sistem Plambing1) Perancangan konsep.Dalam menyiapkan perancangan konsep sistem plumbing, hal-hal yenmg perlu diketahui adalah :a. Jenis dan penggunaan gedungb. Denah bangunanc. Jumlah penghuni.2) Penelitian lapangan.Penelitian lapangan merupakan bagian pekerjaan perencanaan dan perancanganyang meliputi :a. Kunjungan kelokasi pembangunan gedungnya dan melihat situasi setempatb. Perundingan dengan instasi pemerintah yang berwenang.c. Menjajagi pendapat instasi pengairan dan perikanan setempat.d. Penelitian yang menyangkut hak penggunaan air dan pembuangan air.3) Rencana dasara. Masalah UmumDalam tahap ini disiapkan dasar dasar perancangan, dengan menggunakan rencana konsep serta data yang diperoleh dari penelitian lapangan, antara lain perlu dilakukan: Pertemuan dengan pemilik gedung atau perancang gedung Penyesuaian dengan persyaratan gedung maupun peralatan lainnya.

b. Pemilihan peralatanSetelah menetapkan dasar dasar perancangan, jenis sistem plumbing dapat dipilh, data untuk perhitngan perancangan dapat disiapkan dan jenis jenis peralatannya dipelajari. 4) Perancangan pendahuluan.Berdasarkan rencana dasar yang telah dibuat, kapasitas dari sistem dan perletakkan peralatan plumbing dipelajari lebih detail dengan menggunakan gambar-gambar pendahuluan denah bangunan.5) Rancangan pelaksanaan.Setelah rancangan pendahuluan diperiksa dan disetujui oleh pemilik gedung atau perancang gedung, perhitungan dan gambar gambar pelaksanaan dapat disiapkan.

2.3. Ruang Lingkup Pekerjaan Plambing1. Instalasi pipa air : Air bersih. Air kotor.2. Instalasi pemadam kebakaran : Hydrant. Springkler.3. Instalasi gas (Gas Fitting).4. Peralatan saniter.Peralatan saniter dibagi atas empat bagian : Ablushionary Fixtures (air bilasan). Waste Water Fixtures (air yang mengandung sabun). Greasy Water Fixtures (air yang mengandung lemak). Soil Water Fixtures (air yang mengandung kotoran).5. Roof gutter ( kerja atap).Termasuk didalamnya : saluran buangan (talang) dan penutup celah.6. Peralatan dapur.7. Peralatan untuk mencuci.8. Peralatan pengolahan sampah.9. Instalasi lainnya misalnya : instalasi pipa untuk penyediaan zat asam, zat lemas, air steril,udara dll.

2.4. Prinsip Dasar Sistem Penyediaan Air1. Kualitas air.Penyediaan air bersih dengan kualitas yang tetap baik merupakan prioritas utama, dengan menunjuk salah satu peraturan yang mengatur masalah kualitas air.2. Pencegahan pencemaran air.Pada sistem penyediaan air bersih/ dingin meliputi beberapa peralatan seperti : tangki air bawah tanah, pompa-pompa, pemipan dsb. Harus dapat mengalirkan air ketempat yang dituju dengan tidak dicemari oleh faktor-faktor yang merugikan kesehatan diantaranya : Larangan hubungan pintas (cross connection).Yang dimaksud dengan cross connection adalah hubungan fisik antara dua sistem pipa yang berbeda. Misalkan satu sistem pipa untuk air minum dan sistem pipa lainnya berisi air yang tidak diketahui atau diragukan kualitasnya berhubungan fisik sehingga memungkinkan air minum tercemar. Pencegahan aliran-balik (back-flow)Aliran-balik (back-flow) adalah aliran air atau cairan lain, zat atau campuran, ke dalam sistem perpipaan air minum, yang berasal dari sumber lain yang bukan untuk air minum. Aliran-balik disebabkan oleh efek siphon-balik (back-siphonage). Efek siphon-balik adalah terjadinya aliran masuk ke dalam pipa air minum dari air bekas, air tercemar, dari peralatan saniter atau tangki, disebabkan oleh timbulnya tekanan negatif dalam pipa.

2.5. Sistem Penyediaan Air BersihPada sistem penyediaan air bersih dapat dikelompokan sebagai berikut :1. Sistem sambungan langsung Dalam sistem ini pipa distribusi dalam gedung disambung langsung dengan pipa utama penyediaan air bersih (pipa utama dibawah jalan milik PDAM).2. Sistem tangki atap Biasanya dengan alasan ingin tekanan air yang cukup, maka sistem penyimpanan air dibuat 2 bak, satu dibawah (ground reservoar) yang kedua tangki diatas atap (Roof Tank) diatas lantai tertinggi bangunan, dari tangki ini didistribusikan ke seluruh bangunan yang diperlukan. Alasan alasaan penggunaan tangki atap:a. Selama air digunakan , perubahan tekanan yang terjadi pada alat plambing hampir tidak berarti (tetap)b. Sistem pompa yang menaikan air ke tangki atap bekerja secara otomatis dengan alat sederhana sehingga pompa hidup dan mati digerakan oleh alat deteksi muka air dalam tangki.3. Sistem Tangki TekanPada sistem ini prinsip kerjanya sama dengan tangki diatas hanya penempatan tangki dibawah dengan diberi tekanan ( tekanan antara 1 sampai dengan 1,5 kg/cm2) untuk mendistribusikan ke tempat yang diperlukan dengan bantuan pompa otomatis, ini biasanya bila gedung tidak memungkinkan dipasang tangki atap atas dasar kekuatan struktur.Kelebihan-kelebihan sistem tangki tekan :a. Segi estetika (tidak merubah tampak bangunan)b. Mudah perawatan langsung dipasang diruang pompa.c. Harga awal relatif murah.Kekurangan-kekurangan :a. Fluktuasi tekan lebih besar (kurang lebih 1 kg/cm2)b. Dengan berkurangnya udara pada tangki tekan akan terjadi udara hampa pada tangki sehingga harus dikuras atau ditambah udarac. Tangki bukan tempat menyimpan/ cadangan air , tetapi sebagai alat otomatis penekan air.d. Karena jumalah air yang tersimpan relatif ssedikit maka pompa akan sering bekerja

4. Sistem tanpa tangki (booster sistem)Dalam sistem ini tidak digunakan tangki apapun, baik tangki bawah, tangki atas, ataupun tangki tekan. Pada sistem ini air dipompakan langsung ke sistem distribusi bangunan dan pompa hisap langsung dari pipa utama* atau sumur. (* di Indonesia dilarang)

2.6. Bahan Instalasi Pipa 1. Pipa Induk Untuk Pipa Induk dapat digunakan bahan :a. Besi tuang / besi corb. Asbes semenc. Baja lapis betond. Pipa plastik PVC (Poly Vinyl Chloride), UPVC (UnPoly Vinyl Chloride), dan PE (Polymer).e. Bajaf. Timah hitamDalam pemasangan pipa ini ada beberapa syarat yang harus dipenuhi : Harus mampu mengeluarkan debit air sesuai dengan kebutuhan. Mampu menahan gaya baik gaya dari luar seperti tanah atau pembebanan lainnya maupun gaya yang ditimbulkan oleh tekanan air itu sendiri.Pada pemilihan jenis pipa yang akan dipakai harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut :a. Ukuran disesuaikan dengan kebutuhan dan yang tersedia di pasaran.b. Karakteristik dari jenis pipa.c. Faktor ekonomisd. Praktis dalam pemasangan e. Praktis dalam pengangkutanf. Sesuai dengan kadar kandungan/kondisi udara 2. Pipa Instalasi GedungSyarat umum : Harus mampu mengalirkan debit yang diperlukan. Dapat menahan gaya-gaya dalam dan luar. Cukup tahan lama.Kategori pemakaian pipa : Pipa pembawaUntuk mengalirkan air dari sumber air ke tempat tertentu, pipa pembawa ini adalah, pipa pembawa utama atau pipa induk, pipa instalsai, pipa sanitasi. Pipa cabang/ pipa distribusi :Pipa pembawa sekunder dari pipa induk ke bangunan. Pipa plambingYaitu pipa-pipa jaringan dalam bangunanPemasangan instalasi pipa didalam gedung ini ada yang terbuka (tidak tertanam di dinding) dan ada pula yang bersifat tertutup (tertanam pada dinding) yang masing-masingnya memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri Pemasangan pipa yang bersifat terbuka memperlihatkan nilai estetika dari bangunan tetapi pada pipa ini bila terjadi kerusakan atau kebocoran dapat dengan segera diketahui , tetapi pada pemasangan pipa yang bersifat tertutup tidak mempengaruhi ornament luar , dan apabila terjadi kebocoran tidak dapat langsung terdeteksi.Pada instalasi plambing ini sering terjadi kerusakan. Yang mempengaruhi kerusakan instalasi pipa , khususnya untuk pipa dari logam adalah proses elektrolisa air yang ditimbulkan akibat adanya air tanah sehingga kandungan atau jenis logam yang tertanam di dalam tanah , satu jenis logam dengan logam lainnya saling berhubungan akibat adanya air tanah. Hubungan ini disebut Elektrolisa air.Kerusakan pipa lainnya ada yang diakibatkan oleh :a) Kerusakan pipa dari pabrikb) Kerusakan akibat alat sambungc) Kualitas dari pipa itu sendiri d) Kerusakan pada saat pelaksanaan Untuk mengatasinya dapat dilakukan perbaikan yang bersifat sementara perbaikan ini bersifat preventif yakni mengatasi hanya sesaat. Untuk perbaikan yang bersifat tetap dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :a) Mencari kondisi yang bocorb) Membobok sampai kondisi kerusakan diketahuic) Memotong pipa yang bocord) Menyambung pipa dengan menggunakan alat sambung yang diperlukan. Untuk pipa galvanis, sebelum disambung harus diulir terlebih dahulu kemudian disambung dengan fitting sesuai kebutuhan. Sedangkan untuk pipa PVC setelah dipotong dibersihkan kemudian diamplas lalu diolesi lem. Pada instalasi plambing daerah yang rawan bocor adalah di daerah sambungan, untuk itu setelah pemasangan atau perbaikan pada pipa harus dilakukan