3.Sistem Informasi Geografis Untuk Pemetaan Daerah Rawan Gempa Tektonik Dan Jalur Evakuasi Di...

download 3.Sistem Informasi Geografis Untuk Pemetaan Daerah Rawan Gempa Tektonik Dan Jalur Evakuasi Di Yogyakarta

of 16

  • date post

    27-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    119
  • download

    16

Embed Size (px)

description

GIS

Transcript of 3.Sistem Informasi Geografis Untuk Pemetaan Daerah Rawan Gempa Tektonik Dan Jalur Evakuasi Di...

  • Volume 14, No. 1, Juni 2012

    27Jurnal Penelitian IPTEK-KOM

    SISTEM INFORMASI GEOGRAFISUNTUK PEMETAAN DAERAH RAWAN GEMPA TEKTONIK

    DAN JALUR EVAKUASI DI YOGYAKARTAEdi IskandarSTMIK El RahmaJl. Sisingamangaraja 76 Yogyakartaemail : beeyku@gmail.comSri HartatiDosen Program Magister Ilmu Komputer UGMGedung SIC Lt. 3 FMIPA UGM Sekip Utara Bulaksumur Yogyakarta 55281email : shartati@ugm.ac.idNaskah diterima: 2 April 2012 dan disetujui: 4 Mei 2012AbstrakTragedi gempa bumi tanggal 27 Mei 2006 yang melanda DaerahIstimewa Yogyakarta dan sebagian Jawa Tengah masih menyisakanduka yang mendalam bagi masyarakat korban gempa. Ditinjausecara geologis, kepulauan Indonesia berada pada pertemuan duajalur gempa utama, yaitu jalur gempa sirkum pacifik dan jalurgempa Alpide Transasiatic, sehingga kepulauan Indonesia beradapada daerah yang mempunyai aktifitas gempa bumi cukup tinggi.Sistem Informasi Geografis yang dibangun mampu men-generatepeta yang tersimpan dalam database dan dapat menampilkan petadaerah rawan gempa secara visual dalam format XML SVG pada

    client, serta mampu mencarikan rute terpendek untuk evakuasikorban gempa dengan algoritma Dijkstra. Sistem InformasiGeografis Pemetaan Daerah Rawan Gempa terdiri dari layerKabupaten, layer Kecamatan, Layer Jalan, Layer Lokasi yang berupatitik lokasi serta rute asal dan rute akhir untuk mendapat ruteterpendek yang bisa membantu dalam pengambilan keputusanuntuk jalur evakuasi korban gempa.Kata kunci : system informasi geografis, gempa, pemetaan, ruteterpendek, algoritma Dijkstra

  • Volume 14, No. 1, Juni 2012

    28 Jurnal Penelitian IPTEK-KOM

    GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM FOR MAPPINGOF TECTONIC EARTHQUAKE-PRONE AREASAND EVACUATION ROUTES IN YOGYAKARTA

    AbstractThe earthquake tragedy in 27th may 2006 that happened inYogyakarta and a part of central java still left behind the deep sorrowfor the society of earthquake victim. In term of geology, theIndonesian archipelago is on the meeting of two main earthquakestrips namelly Pacific circum earthquake strip and alpide transasiaticearthquake strip. So, Indonesian archipelago is on the area that hasthe activities for the high earthquake.The geographical information system that is built is able to generatethe map which is saved on the database and abel to show the map ofdisturbed earthquake area visually on the format of XML SVG onclient, and able to seek for the shortest route that can aid on takingthe decision for the evacuation stipe of earthquake victims.

    Keywords: Geographic information system, earthquake, thepartition, shortest route, Dikstra algorithm.

    PENDAHULUANLatar BelakangTragedi gempa bumi tanggal 27 Mei2006 yang melanda Daerah IstimewaYogyakarta dan sebagian Jawa Tengahmasih menyisakan duka yang mendalambagi masyarakat korban gempa.Kemudian disusul gempa bumi diBengkulu, di Tasikmalaya dan beberapagempa yang menimpa bumi pertiwi yangmenelan banyak korban jiwa dan harta.Secara geografis, kepulauanIndonesia berada di antara 60 LU dan 110LS serta diantara 950 BT dan 1410 BT danterletak pada perbenturan tiga lempeng

    kerak bumi yaitu lempeng Eurasia,lempeng pasifik dan lempeng IndiaAustralia. Ditinjau secara geologis,kepulauan Indonesia berada padapertemuan dua jalur gempa utama, yaitujalur gempa sirkum pacifik dan jalurgempa Alpide Transasiatic, karena itu,kepulauan Indonesia berada pada daerahyang mempunyai aktifitas gempa bumicukup tinggi.Sistem Informasi Geografis (SIG)sebagai salah satu alat yang bermanfaatuntuk menangani data spasial danmenyimpan format digital. SistemInformasi Geografis (SIG) juga dapat

  • Volume 14, No. 1, Juni 2012

    29Jurnal Penelitian IPTEK-KOM

    digunakan sebagai alat bantu utama yanginteraktif, menarik, dan menantang didalam usaha-usaha untuk meningkatkanpemahaman, pengertian, pembelajaranmengenai konsep lokasi, ruang (spasial),kependudukan dan unsur-unsur geografisyang terdapat di permukaan bumi berikutdata-data atribut terkait yangmenyertainya.SIG pemetaan daerah rawan gempadi Daerah Istimewa Yogyakarta serta jalurevakuasi korban gempa dengan ruteterpendek perlu dibangung karenadengan alasan : 1) SIG dapat memberikaninformasi kepada masyarakat luastentang daerah rawan gempa yang dibagidalam tiga zona yaitu zona merah, zonakuning dan zona hijau ; 2) SIG dapatmembantu mencarikan rute terpendekyang bisa dilewati untuk evakuasi korbangempa. Alasan inilah yang melatarbelakangi peneliti untuk membuatSistem Informasi Geografis pemetaandaerah rawan gempa tektonik di DaerahIstimewa Yogyakarta serta jalur evakuasikorban gempa dengan rute terpendek.Rumusan MasalahBagaimana Sistem Informasi GeografisPemetaan Daerah Rawan Gempa Tektonikdan Jalur Evakuasi Di Yogyakarta?LANDASAN TEORIAda banyak penelitian yangmembahas tentang Sistem InformasiGeografis dalam penentuan lokasi, namunpembahasan secara khusus tentangSistem Informasi Geografis untukpemetaan daerah rawan gempa tektonik

    di Daerah Istimewa Yogyakarta serta jalurevakuasi korban gempa dengan ruteterpendek belum pernah dilakukan.Mukhlis (2006) melakukanpenelitian tentang Sistem InformasiGeografis sebagai alat bantu untukmenentukan lokasi pemberian danabantuan SD di Banjarbaru KalimantanSelatan. Haryanto (2008) melakukanpenelitian tentang Implementasi WAPpada Telepon Seluler untuk PencarianRute Jalan Terpendek menggunakanAlgoritma Dijkstra (Studi kasus: KotaSurakarta). Sunjaya (2008) melakukanpenelitian tentang Sistem InformasiGeografis Wisata Kuliner di DaerahIstimewa Yogyakarta. Penelitian inimembuat perancangan Sistem InformasiGeografis untuk pencarian lokasi wisatakuliner di Daerah Istimewa Yogyakartaberdasarkan data spasial dan non-spasialyang dimiliki oleh wisata kuliner danmenampilkannya secara visual pada peta.

    Yuhanto (2008) melakukan penelitianuntuk mengetahui bagaimana BalaiMonitoring (Balmon) spectrum dan orbitsatelit mengetahui tentang lokasi, daerahcakupan atau coverage area radio FM.Ismanto (2008) melakukan penelitiantentang Sistem Informasi Geografis untukpenentuan arahan fungsi pemanfaatanlahan di Kabupaten Merauke ProvinsiPapua. Dwidasmara (2009) melakukanpenelitian dengan judul Sistem InformasiGeografis berbasis SVG untuk perjalananWisata dengan Dukungan TeknologiMobile dan Pencarian Rute Terpendekdengan Algoritma Dijkstra. Penelitian inimembuat Sistem Informasi Geografis

  • Volume 14, No. 1, Juni 2012

    30 Jurnal Penelitian IPTEK-KOMGambar 3.1 ER-D Data non Spasial

    dengan memetakan daerah wisata di Balidan mampu mencarikan rute terpendekyang bisa dilewati wisatawan yang bisadiakses lewat web danmobile.METODEPENELITIANMetode penelitian merupakan halyang penting dan sangat mendukungsuatu penelitian, jenis penelitian yangdilakukan adalah merekayasa sisteminformasi geografis diawali dari pengum-pulan data yaitu mengumpulkan datadaerah rawan gempa tektonik khususnyadi Daerah Istimewa Yogyakarta yangdibagi dalam tiga zona (zona merah, zonakuning dan zona hijau), data jalurevakuasi bagi korban gempa kemudianmelakukan digitasi peta ke dalam layerlayer yang dibutuhkan untuk pemetaandaerah rawan gempa dan jalur evakuasibagi korban gempa.Tahap selanjutnya membuat

    perancangan sistem, meliputi rancangandata spasial dan non spasial, rancangandatabase dan sistem alur data, rancanganuser interface dan rancangan pencarianrute terpendek, tahapan berikutnyamelakukan penulisan program dimanahasil rancangan dituangkan ke dalaminstruksi instruksi yang dikenali olehkomputer melalui bahasa pemrogramandan terakhir adalah tahap pengujian.PERANCANGAN SISTEMPerancangan Data non Spasial

    Entity Relationship Diagram (ER-D)merepresentasikan secara grafishubungan antar entitas dapat dilihat padaGambar 3.1.Gambar 3.1 dapat dijelaskan bahwasetiap Kabupaten (yang terdiri dariId_Kab, Label merupakan nama dariKabupaten, the_geom dan keterangan)memiliki banyak Kecamatan, dimana

  • Volume 14, No. 1, Juni 2012

    31Jurnal Penelitian IPTEK-KOMGambar 3.2 Diagram Konteks

    setiap Kecamatan (yang terdiri dariId_Kec, label merupakan nama dari Keca-matan, the_geom, keterangan) memilikizona gempa (zona merah, zona kuningatau zona hijau) dan setiap Kecamatanterdapat satu lokasi (tipe_lokasi dankecamatan) dan setiap lokasi terdapatJalan (Id_Jalan, Label merupakan namaJalan, the_geom dan status buka/tutupjalan) dan setiap Lokasi (Id_Lokasi, Labelmerupakan nama lokasi, the_geom danketerangan) memiliki satu Tipe_lokasi.Perancangan Data SpasialSIG Peta Gempa dan Jalur Evakuasiini dirancang agar dapat digunakan olehpengguna sebagai sarana untukmengetahui informasi tentang wilayahdaerah rawan gempa tektonik serta dapatmenentukan jalur terpendek sebagai jalurevakuasi korban gempa, Informasi spasialyang dibuat terdiri dari beberapa layer,yaitu : 1).Layer Kabupaten, layer ini

    berisikan peta wilayah kabupaten yangada di Daerah Istimewa Yogyakarta.2).Layer Kecamatan, layer kecamatan berisipeta wilayah Kecamatan yang ada disetiap Kabupaten beserta zona gempa(zona merah, zona kuning atau zonahijau) di setiap kecamatan. 3). Layer Jalan,layer ini memuat jalan berikut nama jalanyang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta.4). Layer Lokasi, layer lokasi berisi titiklokasi yang ada di wilayah DaerahIstimewa Yogyakarta. 5). Layer Rute, layerini berisi rute yang bisa dilewati untukjalur evakuasi, yang di dukung algoritmaDijkstra untuk menentukan ruteterpendek.Diagram KonteksAdministrator melakukan transaksidata kabupaten, data kecamatan, datajalan, data status jalan untuk menentukanstatus buka / tutup jalan, data lokasi, datatipe lokasi dan data zona gempa.

  • Volume 14, No. 1, Juni 2012

    32 Jurnal Penelitian IPTEK-KOMGambar 3.3 Relasi Antar Tabel

    Administrator juga menerima laporankabupaten, kecamatan, jalan besertastatusnya, lokasi serta tipe lokasi danzona gempa.User adalah pengguna yang mem-butuhkan informasi kabupaten, kecamat-an, jalan, lokasi serta rute asal dan rutetujuan dengan mencentang combo boxpada layar, ma