3.5. Proses Kerja Penata Cahaya...199 3.5. Proses Kerja Penata Cahaya Dalam produksi drama televisi...

of 66/66
199 3.5. Proses Kerja Penata Cahaya Dalam produksi drama televisi Lostpenulis bertanggung jawab sebagai penata cahaya, menurut Purba (2013:53) “penata cahaya adalah orang yang bertugas merencanakan pengaturan cahaya-cahaya yang berasal dari beberapa sumber terhadap orang-orang atau suatu dekorasi yang lain sehingga merupakan satu-kesatuan yang mendukung dan memenuhi persyaratan teknis, artistik, dan dramatik.” Menurut Nugroho (2014:142) “penata cahaya yang baik untuk drama televisi adalah agar dapat menghasilkan gambar yang menarik sesuai dengan tuntutan naskah serta rencana produksinya. Dengan demikian, penata cahaya (lighting operator) dituntut untuk terus mengambangkan daya reka dan daya ciptanya.” Sedangkan penulis menyimpulkan bahwa penata cahaya adalah orang yang mengatur dan bertanggung jawab atas pencahayaan yang ada pada film ini, yang di mana dimulai dengan tahap pra produksi sampai pasca produksi. Tata cahaya adalah seni pengaturan cahaya dengan mempergunakan peralatan pencahayaan agar kamera mampu melihat obyek dengan jelas, dan menciptakan ilusi sehingga penonton mendapatkan kesan adanya jarak, ruang, waktu dan suasana dari suatu kejadian yang dipertunjukkan dalam sebuah film (mise en scene). Seperti halnya mata manusia, kamera membutuhkan cahaya yang cukup agar bisa berfungsi secara efektif. Dengan pencahayaan, penonton akan bisa melihat seperti apa bentuk obyek, di mana dia saling berhubungan dengan obyek lainnya, dengan lingkungannya, dan kapan peristiwa itu terjadi. Sesuai yang sudah dijelaskan diatas, peranan cahaya amat sangat penting, atau bisa dibilang inti sebuah visual. Dengan adanya cahaya kita bisa mewujudkan keinginan sang Sutradara dan kita dapat memvisualkan cerita yang sudah dibuat oleh sang penulis naskah.
  • date post

    02-Nov-2020
  • Category

    Documents

  • view

    11
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of 3.5. Proses Kerja Penata Cahaya...199 3.5. Proses Kerja Penata Cahaya Dalam produksi drama televisi...

  • 199

    3.5. Proses Kerja Penata Cahaya

    Dalam produksi drama televisi “Lost”penulis bertanggung jawab sebagai

    penata cahaya, menurut Purba (2013:53) “penata cahaya adalah orang yang

    bertugas merencanakan pengaturan cahaya-cahaya yang berasal dari beberapa

    sumber terhadap orang-orang atau suatu dekorasi yang lain sehingga merupakan

    satu-kesatuan yang mendukung dan memenuhi persyaratan teknis, artistik, dan

    dramatik.”

    Menurut Nugroho (2014:142) “penata cahaya yang baik untuk drama

    televisi adalah agar dapat menghasilkan gambar yang menarik sesuai dengan

    tuntutan naskah serta rencana produksinya. Dengan demikian, penata cahaya

    (lighting operator) dituntut untuk terus mengambangkan daya reka dan daya

    ciptanya.”

    Sedangkan penulis menyimpulkan bahwa penata cahaya adalah orang

    yang mengatur dan bertanggung jawab atas pencahayaan yang ada pada film ini,

    yang di mana dimulai dengan tahap pra produksi sampai pasca produksi. Tata

    cahaya adalah seni pengaturan cahaya dengan mempergunakan peralatan

    pencahayaan agar kamera mampu melihat obyek dengan jelas, dan menciptakan

    ilusi sehingga penonton mendapatkan kesan adanya jarak, ruang, waktu dan

    suasana dari suatu kejadian yang dipertunjukkan dalam sebuah film (mise en

    scene). Seperti halnya mata manusia, kamera membutuhkan cahaya yang cukup

    agar bisa berfungsi secara efektif. Dengan pencahayaan, penonton akan bisa

    melihat seperti apa bentuk obyek, di mana dia saling berhubungan dengan obyek

    lainnya, dengan lingkungannya, dan

    kapan peristiwa itu terjadi. Sesuai yang sudah dijelaskan diatas, peranan cahaya

    amat sangat penting, atau bisa dibilang inti sebuah visual. Dengan adanya cahaya

    kita bisa mewujudkan keinginan sang Sutradara dan kita dapat memvisualkan

    cerita yang sudah dibuat oleh sang penulis naskah.

  • 200

    3.5.1. Pra Produksi

    Menurut Nugroho (2014:107) mengemukakan “Ditahap pra produksi ini

    penata cahaya memahami dan mendalami naskah yang akan diproduksikan,

    mengadakan rapat dengan produser dan sutradara untuk menyatukan persepsi dan

    mengetahui apa keinginan dari produser dan sutradara. Tidak lupa membuat

    konsep pencahayaan dan blocking lighting yang tepat sesuai dengan yang tertera

    pada naskah, melakukan hunting lokasi untuk mendapatkan gambaran

    penempatan pencahayaan yang tepat dan mendata keperluan peralatan teknis yang

    dibutuhkan pada saat produksi.

    Berdasarkan kutipan diatas penulis menyimpulkan bahwa seorang penata

    cahaya haruslah memahami naskah dan mengadakan rapat dengan sutradara dan

    kameramen agar mengerti apa saja kebutuhan pencahayaan yang nantinya akan

    dipakai. Setelah penulis membaca naskah, penulis mendapat gambaran untuk

    menggunakan lighting Viltrox VL D85T, dan beberapa LED, penulis juga akan

    memastikan apakah sesuai dengan kemauan kameramen. Penulis juga membuat

    konsep dan menentukan cahaya seperti apa yang diinginkan, baik penentuan

    cahaya indoor ataupun outdoor.

    3.5.2. Produksi

    “Yang dimaksud dengan produksi ialah pelaksanaan pengubahan bentuk

    naskah menjadi bentuk visual sesuai dengan kaidah – kaidah yang berlaku bagi

    drama televisi. Mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan untuk kelengkapan

    pencahayaan, mengoperasikan perlengkapan peralatan lighting dengan baik dan

    benar sesuai dengan blocking lighting yang telah dibuat pada saat pra produksi

    agar didapat hasil yang memuaskan.” Nugroho (2014:108).

    Berdasarkan kutipan diatas penulis menyimpulkan bahwa seorang penata

    cahaya harus dapat mengoperasikan peralatan lighting yang dibutuhkan dengan

    sebaik-baiknya dan juga menampatkan lighting pada posisi blocking yang telah

    dibuat, dan tetap mengikuti keinginan Sutradara dan Kameramen agar

    mendapatkan hasil yang sesuai dan maksimal. Penulis juga tidak lupa melakukan

  • 201

    komunikasi dengan crew teknis yang lainnya agar tidak ada kesalah pahaman

    pada saat produksi.pada film ini penulis memiliki konsep yang sesuai untuk

    memberikan cahaya yang sama dengan keadaan asli di lokasi yang akan

    digunakan untuk pengambilan gambar. Pada scene ruang tamu, kamar, ruang

    makan penulis menggunakan lampu Viltrox VL D85T sebagai key light, dan

    penulis juga menggunakan tambahan LED untuk menerangi bagian yang masih

    terasa gelap sesuai keinginan kameramen dan sutradara.

    3.5.3. Pasca Produksi

    “Pemeriksaan ulang hasil gambar untuk melihat penataan cahaya yang

    telah diproduksi, menganalisa hasil akhir gambar, dan mendata kekurangan dari

    gambar yang telah diambil serta mengevaluasi hasil akhir gambar.” Nugroho

    (2014:110).

    Pada tahap pasca produksi tidak banyak hal yang dapat dilakukan oleh

    seorang penata cahaya pada tahap ini selain melihat hasil gambar bersama seorang

    editor serta menganalisa dan mengevaluasi juga mendata apa saja yang menjadi

    kekurangan pencahayaan pada gambar yang telah diambill.

    3.5.4. Peran dan Tanggung Jawab Penata Cahaya

    Dalam pra produksi drama televisi LOST peran dan tanggung jawab

    penulis menyiapkan lighting dan beberapa alat lainnya, penulis juga mengatur

    penempatan pencahayaan yang tepat sesuai dengan blocking lighting agar dapat

    menghasilkan ruang dan dimensi yang di inginkan, serta mengatur cahaya agar

    terlihat seperti warna aslinya. Dan tidak lupa penulis bersama sutradara

    berdiskusi untuk mempelajari naskah kemudian menentukan warna cahaya apa

    yang ingin dipakai dalam proses pembuatan drama televisi dan juga penata cahaya

    perlu mengetahui keinginan atau interpretasi sutradara.

    Dalam tahap produksi drama televisi LOST penulis memaksimalkan

    cahaya yang ada pada suatu ruangan dengan menggunakan prinsip dasar Three

  • 202

    Points Lighting yaitu Key Light, Fill light, dan Back light. Apabila masih ada yang

    terlihat gelap atau kurang cahaya, penulis akan menggunakan lampu tambahan

    agar cahaya terlihat sempurna dikamera dan sesuai apa yang diinginkan oleh

    sutradara, dan menciptakan ilusi sehingga penonton mendapatkan kesan adanya

    jarak, ruang, waktu dan suasana dari suatu kejadian yang dipertunjukkan dalam

    sebuah film.

    Dalam pasca produksi drama televisi LOST penulis mereview hasil

    gambar untuk melihat penataan cahaya yang telah diproduksi, menganalisa hasil

    akhir gambar, dan mendata kekurangan dari gambar yang telah diambil serta

    mengevaluasi hasil akhir gambar.

    3.5.5. Proses Penciptaan Karya

    a. Konsep Kreatif

    Pada film ini penulis memiliki konsep yang sesuai untuk memberikan

    cahaya yang sama dengan keadaan asli di lokasi yang akan digunakan untuk

    pengambilan gambar. Pada scene ruang tamu, kamar, ruang keluarga, dan ruang

    makan penulis menggunakan Viltrox VL D85T sebagai key light dan tambahan

    LED untuk menerangi bagian yang masih terasa gelap sesuai keinginan sutradara

    dan kameramen. Penulis. Berikut penjelasan per scene:

    • Scene 1 dan 3 ( Ruang Keluarga ) : disini penata cahaya menggunakan

    lampu Viltrox VL D85T dan 2 LED sebagai fill light tambahan.

    • Scene 2 ( Halaman Rumah ) : disini penata cahaya hanya menggunakan 2

    LED sebagai fill light..

    • Scene 6 dan 14 ( Tukang Martabak ) : disini penulis masih menggunakan

    lampu Viltrox VL D85T dan tambahan 1 LED untuk fill light tambahan.

    • Scene 7 ( Ruang Tamu ) : masih menggunakan lampu yang sama Viltrox

    VL D85T dan tambahan 2 LED untuk fill light tambahan.

    • Scene 8 ( Kamar Vino ) : lampu yang digunakan Viltrox VL D85T sebagai

    key light.

  • 203

    • Scene 9 ( Ruang Makan ) : lampu yang digunakan Viltrox VL D85T dan 2

    LED sebagai fill light tambahan.

    b. Konsep Produksi

    Konsep produksi pada pembuatan drama televisi LOST konsep warna

    cahaya yang diinginkan sutradara adalah bersifat natural namun tetap menambah

    cahaya pendukung untuk lebih mendramatisir pada saat adegan tertentu. Menurut

    Sarwo Nugroho (2014:143) dalam tata cahaya, ada tiga prinsip dasar lighting

    yaitu Back Light : Cahaya dari belakang subjek dengan arah kamera dan diatur

    hingga jatuh pada kepala dan bahu pada subjek, penyinaran ini membentuk garis

    tepi pada subjek (rim light) yang memisahkan pada latar belakang dan untuk

    menambah ketajaman yang nyata dengan memberikan kontras sehingga tampak

    kesan tiga dimensi. Key light : Penyinaran terarah yang utama yang jatuh pada

    subjek menghasilkan bayangan kuat, memberikan tekanan segi yang menarik dari

    wajah artis dan membentuk dimensi pada kepala dan wajah.

    Fill Light : Cahaya yang digunakan untuk melunakkan bayangan yang dihasilkan

    oleh lampu key light ataupun lampu lainnya.

    c. Konsep Teknis

    Konsep teknis pada pembuatan drama televisi LOST penulis

    menggunakan lampu Viltrox VL D85T, dan 4 LED. Kenapa penulis memilih

    lampu Viltrox VL D85T karena Viltrox tipe ini menghasilkan cahaya yang kuat

    dengan kontras yang kuat untuk digunakan sebagai key light, dengan karakter

    seperti ini penulis hanya perlu memberikan cutting cahaya yang di keluarkan oleh

    lampu Viltrox ini. Dan penulis juga menggunakan 2 LED sebagai fill light

    tambahan atau membantu efek back light pada scene tertentu.

  • 204

    3.5.6. Kendala Produksi dan Solusinya

    Dalam melakukan proses pengambilan gambar tidak ada kendala yang

    berarti, hanya kendala-kendala kecil yang masih bisa di atasi oleh penulis dan

    crew lainnya. Kendala yang terjadi disaat shooting berlangsung adalah pada saat

    scene ruang keluarga lighting bocor dari tangga memantul pada kaca jendela

    rumah. Solusi yang penulis lakukan adalah dengan memberi cutting lampu agar

    tidak terjadi pantulan di kaca jendela.

  • 205

    3.5.7. Lembar Kerja Penata Cahaya

    1. Konsep Penata Cahaya

    2. Lighting Sheet

    3. Spesifikasi Lighting

    4. Blocking Lighting

  • 206

    Konsep Penata Cahaya

    Pada pembuatan drama televisi “Lost” penulis melakukan tugasnya dari

    tahap pra produksi yaitu mulai dari membedah naskah sampai di akhiri dengan

    membuat blocking lighting. Menurut Fachruddin, Andi (2012:18) “Perencanaan

    dan detail petunjuk pelaksanaan produksi harus dibuat terlebih dahulu.

    Perencanaan pengambilan gambar, story board, sehingga memiliki panduan

    dalam mengatur shoot.” Tidak lupa penulis berdiskusi dengan produser, sutradara,

    dan penata kamera untuk menentukan warna cahaya apa yang nantinya akan

    digunakan, dan penulis juga beridskusi untuk mengatur tentang tata letak posisi

    lighting dan equipment yang akan digunakan pada saat proses shooting nantinya.

    Pada tahap produksi, “Mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan untuk

    kelengkapan pencahayaan, mengoperasikan perlengkapan peralatan lighting

    dengan baik dan benar sesuai dengan blocking lighting yang telah dibuat pada saat

    pra produksi agar didapat hasil yang memuaskan.” Sarwo Nugroho (2014:108).

    Penulis sebagai penata cahaya menyiapkan equipment lighting yang telah

    disepakati bersama pada tahap pra produksi kemudian mengatur tata letak lighting

    sesuai dengan apa yang telah dikonsepkan pada saat pra produksi bersama

    produser, sutradara, dan penata kamera.

    Pada tahap akhir yaitu bagian tahap pasca produksi, tidak banyak hal yang

    dapat dilakukan oleh penulis. Hal – hal yang dapat dilakukan penulis pada saat

    pasca produksi hanya melihat hasil gambar yang telah masuk proses editing

    kemudian mengevaluasi bagian mana saja yag mengalami masalah dalam proses

    pengambilan gambar pada saat produksi, meganalisa hasil akhir gambar, dan

    mendata kekurangan dari gambar yang telah diambil serta mengevaluasi hasil

    akhir gambar.” Sarwo Nugroho (2014:110).

  • 207

    LIGHTING SHEET

    Production Company : BSI Produser : Muhammad Risky

    Project Title : Lost Sutradara : Rizky Akbar

    Durasi : 20 Menit Penata Cahaya : Yeremia Tarsardo

    No. Scene Shot Key Light Fill

    Light

    Back

    Light

    Notes

    1 1 1 Viltrox

    VL D85T

    LED

    5’

    Viltrox tidak langsung

    diarahkan ke objek, namun

    LED langsung diarahkan

    ke objek.

    2 2 Viltrox

    VL D85T

    LED

    5’

    Viltrox tidak langsung

    diarahkan ke objek, namun

    LED langsung diarahkan

    ke objek.

    3 3 Viltrox

    VL D85T

    LED

    5’

    Viltrox tidak langsung

    diarahkan ke objek, namun

    LED langsung diarahkan

    ke objek.

    4 4 Viltrox

    VL D85T

    LED

    5’

    Viltrox tidak langsung

    diarahkan ke objek, namun

    LED langsung diarahkan

    ke objek.

    5 5 Viltrox

    VL D85T

    LED

    5’

    Viltrox tidak langsung

    diarahkan ke objek, namun

    LED langsung diarahkan

    ke objek.

    6 2 1-4 - - Tidak meggunakan lighting

    dikarenakan scene ini

    outdoor

    7 3 1-3 Viltrox LED Viltrox tidak langsung

  • 208

    VL D85T 5’ diarahkan ke objek, namun

    LED langsung diarahkan

    ke objek.

    8 4 1-4 - - Tidak menggunakan

    lighting di karenakan

    pencahayaan yang sudah

    cukup

    9 5 1 Viltrox

    VL D85T

    LED

    5’

    Viltrox tidak langsung

    diarahkan ke objek, namun

    LED langsung diarahkan

    ke objek.

    10 6 1-4 Viltrox

    VL D85T

    LED

    5’

    Viltrox tidak lagsung

    diarahkan ke objek, namun

    LED langsung diarahkan

    ke objek.

    11 7 1-5 Viltrox

    VL D85T

    LED

    5’

    Viltrox tidak langsung

    diarahkan ke objek, namun

    LED langsung diarahkan

    ke objek.

    12 8 1-6 Viltrox

    VL D85T

    LED

    5’

    Viltrox tidak langsung

    diarahkan ke objek, namun

    LED langsung diarahkan

    ke objek.

    13 9 1-5 Viltrox

    VL D85T

    LED

    5’

    Viltrox tidak langsung

    diarahkan ke objek, namun

    LED langsung diarahkan

    ke objek.

    14 10 1-3 - - Tidak menggunakan

    lighting dikarenakan

    pencahayaan yang sudah

    cukup.

  • 209

    15 11 1 Viltrox

    VL D85T

    LED

    5’

    Viltrox tidak langsung

    diarahkan ke objek, namun

    LED langsung diarahkan

    ke objek.

    16 12 1-2 - - Tidak menggunakan

    lighting dikarenakan di

    scene ini outdoor

    17 13 1-5 - - Tidak menggunakan

    lighting dikarenakan

    pencahayaan yang cukup.

    18 14 1-4 Viltrox

    VL D85T

    LED

    5’

    Viltrox tidak langsung

    diarahkan ke objek, namun

    LED langsung diarahkan

    ke objek.

    19 15 1-2 Viltrox

    VL D85T

    LED

    5’

    Viltrox tidak langsung

    diarahkan ke objek, namun

    LED langsung diarahkan

    ke objek.

    20 16 1 Viltrox

    VL D85T

    LED

    5’

    Viltrox tidak langsung

    diarahkan ke objek, namun

    LED langsung diarahkan

    ke objek.

    21 17 1-3 Viltrox

    VL D85T

    LED

    5’

    Viltrox tidak langsung

    diarahkan ke objek, namun

    LED langsung diarahkan

    ke objek.

    22 18 1-5 Viltrox

    VL D85T

    LED

    5’

    Viltrox tidak langsung

    diarahkan ke objek, namun

    LED langsung diarahkan

    ke objek.

    23 19 1-4 Viltrox

    VL D85T

    LED

    5’

    Viltrox tidak langsung

    diarahkan ke objek, namun

  • 210

    LED langsung diarahkan

    ke objek.

    24 20 1-5 Viltrox

    VL D85T

    LED

    5’

    Viltrox tidak langsung

    diarahkan ke objek, namun

    LED langsung diarahkan

    ke objek.

    255 21 1-4 - - Tidak menggunakan

    lighting dikarenakan di

    scene ini outdoor

  • 211

    Spesifikasi Lighting

    Gambar III.71

    Viltrox VL D85T

    Specification:

    Lamp beads : 112pcs(3300K)/112pcs(5600K),SMD Lamp beads

    Color Temperature : 3300K~5600K(adjustable)

    Color rendering index : 95+

    Brightness : 20%-100%(adjustable)

    Max. Brightness : 2900LM(4400K, 100% FULL)

    Max. Illuminance : 2800Lux/0.5m( 4400K, 100% FULL

    Power : 40W

    Continue light time : Approx.1h(100%Full, NP-F960/2400mAh)

    AC adapter(included) : Input 100~240/1.2A/50-60Hz; Output: 18V/2A(Total

    cable length: 3.5m)

    Battery(not included) : Li-battery NP-F550/F570/ F960/F970 series

    Size : 360*240*25mm

    Weight : 1.08Kg

    Remote controller:

    Frequency : FSK 2.4GHZ wireless remote system

    Control distance (in open air) : 20 meters Wireless remote group : Single group (

    A/B/C/D/E/F ), Full group( ABCDEF )

    Channel :19

    Stand-by time : 2.5 minutes without operation, it will off automatic

    Power : R03 Size AAA 1.5V battery

    Dimension : 141mm¡Á55mm¡Á18mm

    Viltrox Set :

    • Light Stand (1x)

    • AC/DC Adaptor (1x)

    • Battery V-Mount (1x)

    • D-Tap Charger (1x)

    • Cable Over Length 10m (1x)

  • 212

    LED Video Light 5 Inch YN-160

    Gambar III.72

    Jumlah : 4

    Temperatur warna : 5,500 K

    Jumlah lampu LED : 160 butir

    Daya pancar lampu LED :

    1 meter pada 1480 lux

    2 meter pada 450 lux

    3 meter pada 178 lux

    4 meter pada 101 lux

    Daya : 6 x AA baterei , Sony NP F550/750/970 atau Panasonic D28S/D54S

    Perubahan daya : 14 step

    LED Set :

    Handle utk pegangan/ bisa utk menancap di stand

    - Filter warna (dof, kuning)

    - Tas kecil (1x)

    - Battery Sony NP-F970 (2x)

    - Battery Charger (1x)

  • 213

    Blocking Lighting

    Production : BSI Producer : Muhammad Risky

    Project Title : Lost Director : Rizky Akbar

    Durasi : 20 Menit Penata Cahaya : Yeremia Tarsardo

    Gambar III.73,74,75,76,77

  • 214

    Gambar

    III.78,79,80

  • 215

    Gambar III.81,82

  • 216

    Gambar III.83,84,85,86,87

  • 217

    3.6. Proses Kerja Penata Suara

    Penata suara adalah orang yang bertanggung jawab terhadap kualitas audio

    secara keseluruhan selama proses produksi berlangsung, konsep serta kualitas

    audio yang dihasilkan “Dalam produksi drama televisi ”Lost” Penata suara

    bertangggung jawab terhadap pengoperasian semua peralatan control elektronik

    baik audio/video yang digunakan saat di lokasi. Menurut Nina Kusumawati,

    dkk(2017:124)

    Penata suara dalam kegiatan produksi bertanggung jawab terhadap porsi

    suara termasuk bunyi-bunyian, music dan special effect. Ia menyiapkan,

    menempatkan, menginstalasi mikrofon dan bahan-bahan yang diperlukan untuk

    prerecording.

    Penulis berperan sebagai penata suara harus bisa mengontrol jenis suara

    yang dihasilkan dalam produksi. Dalam produksi drama televisi penata suara

    mempunyai 9 tahapan yaitu:

    a. Menyampaikan pesan tentang keadaan yang sebenernya kepada

    pendengar atau penonton.

    b. Tanpa audio sebagian besar gambar akan kehilangan unsur

    realismenya.

    c. Tanpa audio kita sebagia penonton akan kehilangan konsentrasi.

    d. Menekankan sebuah adegan atau peristiwa tertentu dalam sebuah

    adegan, baik melalui efek suara atau alunan music yang di buat untuk

    menggambarkan suasana atau atmosfer suatu tempat kejadian.

    e. Menentukan tempat dan suasana tertentu, keadaan tenang, tegang,

    gembira maupun sedih, misalnya seperti suara ombak, camar dan angin

    memperkuat latar cerita di tepi pantai.

    f. Menentukan atau memberikan informasi waktu, contoh bunyi kkok

    ayam.

    g. Untuk menjelaskan datang dan perginya seorang pemain. Contoh suara

    ketukan pintu, suara motor menjauh, dan suara langkah kaki, gebrakan

    meja, dan lain sebagainya.

  • 218

    h. Sebagai tanda pengenal suatu acara atau music identitas acara

    (soundtrack).

    i. Menciptakan efek khayalan atau imajinasi.

    3.6.1. Pra Produksi

    Pada pertemuan pertama seluruh crew drama televisi “Lost” membahas

    tugas drama televisi, untuk membicarakan tugas dan wewenang dari masing-

    masing jobdesk pada pertemuan kedua membahas tema yang akan dituangkan

    dalam produksi drama televisi seperti menentukan cerita film yang baik untuk

    dibuat dalam produksi drama televisi ini. Dan bebrapa ide cerita yang ada,

    akhirnya penulis setuju dengan ide cerita salah satu anggota tim yang

    mengusulkan mengangkat tema cerita tentang seorang kakak yang tidak terima

    adiknya meninggal dunia. Dalam tahap pra produksi, penulis membuat treatment

    audio untuk memudahkan pada saat sulit proses shooting dan editing berlangsung.

    Penulis pun mencoba membelah naskah bersama sutradara dan penulis naskah,

    pada akhirnya penulis merancang konsep pengambilan suara sesuai dengan

    naskah dan permintaan sutradara.

    Setelah konsep selesai dibuat penulis memikirkan apa-apa saja yang

    diperukan pada saat produksi, seperti, clip on, boom mic, zoom dan perlengkapan

    lainnya yang dibutuhkan drama televisi “Lost.

    Selama proses produksi berlangsung penulis menggunakan ZOOM H4N

    yang disambungkan dengan CLIP ON SENNHISER G3. Alasan penulis merekam

    audio terpisah dari kamera adalah untuk mendapatkan kualitas audio yang bagus,

    memudahkan control input audio dan monitoring serta tidak membebani proses

    kerja kameramen.

    Tahap pra produksi menurut Nina Kusumawati dkk (2017:127)

    a. Memahami dan mendalami naskah yang akan diproduksi.

    Pemahaman ini dimaksudkan untuk mengetahui dan mencari apa

    yang harus direkam dan apa yang harus dibuat sound effectnya

    pada saat produksi. Dalam hal ini yang harus diphami adalah

    tentang aksi tokoh dlam sebuah scene, lingkungan atau suasana

  • 219

    setting dan atmosfir yang akan direkam di lokasi. Tingkat emosi

    tokoh yang berhubungan dengan keras lemahnya suara (apakah

    suasana marah atau sedih/menangis ) dan transisi suasana dan

    waktu antar scene.

    b. Membuat perencanaan pengelompokan suara dan sound effect.

    Dari hasil pemahaman naskah kemudian penata audio

    mengelompokkan suara dan sound effect dalam bentuk treatment

    audio. Treatment audio ini dibuat untuk mempermudah pada saat

    produksi. Kita tinggal memilih mana yang akan diproduksi dan

    direkam terlebih dahulu sesuai dengan lokasi yang sudah

    ditentukan.

    c. Memilih backsound, theme song dan scoring music yang tepat

    untuk naskah yang akan diproduksi. Pemilihan ini disesuaikan

    dengan tema dan genre yang akan diproduksi. Pada tahap ini

    penata suara sudah mulai mendapatkan bayangan untuk

    mendapatkan backsound pada bagian-bagian dari produksi yang

    akan dibuat.

    d. Mengadakan rapat koordinasi dengan crew yang lain ( sutradara,

    produser dan penanggung jawab teknis) dalam rapat ini penata

    suara memaparkan secara teknis (peralatan) dan non teknis dari apa

    yang ada di dalam naskah sesuai dengan perencanaannya.

    Penulis menyimpulkan penata suara harus bisa menentukan konsep suara

    sehingga dengan memberikan hasil terbaik. Setelah selesai tahap pra produksi,

    tahap selanjutnya adalah produksi.

    3.6.2. Produksi

    Pada tahap produksi, penulis dituntut untuk menyiapkan, mengatur dan

    memonitor audio. Penulis juga membuat volley yang sesuai dengan kebutuhan

    scene per scennya pada saat produksi berlangsung. Dalam tahap produksi drama

  • 220

    televisi “Lost” seluruh audio yang terekam menggunakan Zoom H4N serta Clip

    On Sennhiser G3.

    Tahap produksi menurut Nina Kusumawati dkk, (2017:128)

    a. Mempersiapkan peralatan dan bahan yang dibutuhkan untuk

    perekaman suara dan sound effect sesuai dengan script dan scene yang

    akan diproduksi.

    b. Mengoperasikan perlengkapan peralatan audio dengan baik dan benar

    agar didapat hasil yang memuaskan.

    c. Melakukan komunikasi dan koordinasi dengan sutradara dan crew

    teknis yang lain agar tidak terjadi kesalahpahaman.

    d. Menguasai secara teknis setiap peralatan audio yang dipakai dan selalu

    bersiap jika terjadi gangguan teknis.

    e. Melakukan perekaman dilokasi (real sound).

    f. Melakukan perekaman dan pembuatan sound effect.

    g. Menyeleksi lokasi berdasarkan factor akustik.

    h. Mengurangi dan menghapus sound yang tidak diperlukan.

    i. Mengatur tinggi rendahnya level audio yang terekam.

    Penulis menyimpulkan penata suara bertugas merekam suara secara

    langsung. Merekam suara secara langsung (direct sound) dilakukan untuk

    mengambil suara-suara dialog para pemain agar tercipta mood pameran saat

    shooting dilakukan. Setelah tahap produksi selesai maka tahap selanjutnya adalah

    pasca produksi.

    3.6.3. Pasca Produksi

    Setalah tahapan produksi selesai dilakukan, penulis kemudian melakukan

    terhadap selanjutnya, yaitu tahapan pasca produksi. “Pasca produksi adalah

    penyelesaian akhir dari produksi. Pada tahap ini terdapat beberapa aktivitas seperti

    pengeditan film atau cut to cut proses ini dilakukan dengan tujuan untuk

    memberikan mood berdasarkan konsep cerita yang telah dibuat, disini pemberian

  • 221

    special effect sangat berperan pengoreksian warna, pemberian suara, dan music

    latar hingga rendering”.

    Proses yang akan dilakukan oleh penata suara dalam tahap pasca produksi

    adalah :

    1. Menuangkan konsep cerita yang telah dibuat kedalam cue sheet untuk

    kebutuhan atau acuan bagi sound penyunting gambar dan rerecording

    mixer

    2. Ikut terlibat secara langsung dalam pembuatan suara-suara efek baru

    3. Memimpin dan menggerahkan dalam semua bagian di sound-post

    department

    4. Berhak hadir dan memberikan masukan pada saat melakukan music

    spotting

    5. Bertanggung jawab hasil desain suara

    6. Bersama re-recording mixer mengawasi pelaksanaan pemindahan

    suara (sound transferring) hasil final mix dari jalur suara magnetic

    maupun media digital ke jalur suara optic analog maupun digital

    hingga ke married print.

    Penulis menyimpulkan pada tahap pasca produksi semua konsep yang

    sudah dibuat pada saat pra produksi dituangkan semua pada saat pasca produksi.

    Penulis juga harus peka terhadap b suara yang noise sehingga mendapatkan hasil

    maksimal dalam praproduksi kali ini. Tahapan pasca produksi adalah tahapan

    terakhir dalam produksi sebuah drama televisi.

  • 222

    3.6.4. Peran Dan Tanggung Jawab Penata Suara

    Dalam produksi ini penulis berusaha membuat audio seperti aslinya

    dengan menambahkan efek scoring. Penata suara juga bertanggung jawab atau

    hasil produksi dan pascaproduksi. “Penata suara juga bertanggung jawab terhadap

    kualitas audio secara teknis maupun non teknis. Memahami instalasi jaringan

    distribusi audio secara teknis dan dapat mengatasi apabila terdapat gangguan.

    Mengetahui karakter mic dan peralatan audio yang lainnya, dan mempersiapkan

    peralatan audio sesuai dengan yang dibutuhkan, berkordinasi dengan program

    Director/ Produser dan rekan kerja yang lain selama proses produksi program

    televisi berlangsung. Dan mempersiapkan peralatan audio lainnya. Penulis

    berperan sebagai penata suara bertanggung jawab penuh atas semua jenis suara

    yang keluar dalam produksi kali ini.

    3.6.5. Proses Penciptaan Karya

    Dalam tugas drama ini penata suara mencoba dengan kemampuan yang

    dimiliki, dengan segala keterbatasan dilapangan baik teknis maupun skill. Penata

    suara berusaha semaksimal mungkin agar drama televisi ini berjalan sesuai yang

    sudah direncanakan dan dapat dinikmati oleh penonton.

    a. Konsep Kreatif

    Konsep audio yang bergenre drama sesuai dengan naskah.

    Menggunakan banyak instrument-instrument yang bernuansa dan

    beberapa instrument sehingga terbawa dalam isi drama yang dibuat.

    Seperti.

    b. Konsep Produksi

    Pada tahap ini penulis bekerja sama dengan sutradara dan penyunting

    gambar membicarakan konsep yang akan digunakan untuk membawa

    penonton terbawa suasana di drama televisi “Lost”. Dan juga

    menambahkan back sound maupun music instrument.

    c. Konsep Teknis

  • 223

    Kemudian pada tahap produksi penata suara menggunakan zoom H6n

    professional voice & Wireless clip on. Penggunaan zoom dan wireless

    clip on ini bertujuan agar suara yang di rekam tidak terlalu noise dan

    bisa terdengar lebih jelas dan merekam atmosfer yang terdengar

    dilokasi tersebut. Untuk pemilihan zoom dan wireless clip on penulis

    beserta crew sudah menetapkan bersama untuk pemilihan alat.

    3.6.6. Kendala Produksi Dan Solusinya

    Dalam tahap produksi drama televisi “Lost” penulis menemukan bebrapa

    kendala serta solusi yang sudah didiskusikan bersama kru.

    Kendala : ide cerita berubah-ubah membuat lambatnya penyelesaian lembar

    kerja.

    Solusi : semua tim bekerja sama membantu penulis naskah dalam

    menyelesaikan naskah.

    Kendala : kekurangan anggota tim

    Solusi meminta bantuan kepada temen untuk proses produksi

    Kendala : clip on kabel nya sedikit eror

    Solusi : clip on dibantu dengan boom mic

  • 224

    3.6.7. Lembar Kerja Penata Suara

    1. Spesifikasi Kebutuhan Audio Produksi

    2. Treatment Audio

  • 225

    SPESIFIKASI KEBUTUHAN AUDIO PRODUKSI

    1. Zoom H6n

    Gambar.III.88

    Brand : zoom

    3D : No

    Curved : No

    Model : H4N Acccessories Kit

    Berat : 1.25

    2. Wireless Clip On Sennhiser G3

  • 226

    Gambar.II.89

    Fitur :

    • Ek 100 G3 Adaptive Diversity Receiver

    • Sk 100 G3 Bodypack Transmitter With Mute Function

    • Me 2 Cardioid Clip On Microphone

    • 1680 Tunable Frequencies Across 42 MHZ

    • Auto Frequency Scan Finds Open Bands

    • 3 Level Squelch To Block Interference

    • 20 Banks With 12 Channel Presets Each

    • Compander For Clearer Sound

    • Auto Lock Prevents Accidental Adjustment

    3. Boom mic (Senneheiser MKH 416)

    Gambar III.90

    • Sennheiser boom mic MKH416

    • Pistol grip

    • Windshield basket

    • Stick boom/boom pale

    • Audio cable

    • Stick boom 5 meter

    4. Sennehaiser HD 201

  • 227

    Gambar.III.91

    Sennehaiser HD 201

    Fitur :

    ▪ Powerfull sound reproduction

    ▪ Rich, crisp bass response

    ▪ Lightweight and comfortable to wear

    ▪ Good attenuation of ambient noise

    ▪ Extremely rugged

    ▪ High-quality leatherette ear pads

    ▪ Goold-plated ¼” (6.3mm) jack adaptor

    ▪ Frekuensi:21 – 18.000 Hz

    ▪ Impedance:24 ohm

    ▪ Panjang kabel:3 m

    ▪ Kepekaan / sensitivitasi: 108 Db

    Production Company : BSI Produser : Muhammad Risky

  • 228

    Project Title : Lost Sutradara : Rizky Akbar

    Duration : 20 MENIT Penata Suara :Ahmad Faiq Pahlevi

    Table.III.65

    Treatment Audio

    N

    o

    Scen

    e

    Script Equipmen

    t

    Atmosfe

    r

    Voley Music

    1. 1. Sarah dan vino

    yang sedang asik

    menonton film,

    disela-sela

    menonton vino

    sambil makan

    cemilan seperti

    biasa mengisengi

    sarah dengan

    melempar

    makanannya,

    sarah yang sedang

    serius nonton

    kesal dengan vino.

    Sarah pun

    membalas

    keisengan vino.

    Clip on,

    zoom dan

    boom mic

    Ruang

    keluarga

    Suara tv backsoun

    d

    2. 2. Sarah yang sangat

    antusias

    mengantar papa

    dan vino ke dalam

    mobil. Lalu sarah

    memeluk papanya,

    Clip on,

    zoom dan

    boom mic

    Jalanan

    Halaman

    rumah

    Suara

    mesin

    mobil

    -

  • 229

    dan memeluk vino

    juga. Papa dan

    vino menyuruh

    sarah untuk jaga

    dirinya dan

    menjaga

    mamanya.

    Papa

    “Sar kamu jaga

    diri baik-baik ya

    dan jaga mama

    juga jangan

    sampai sakit”

    Sarah

    “Siap pah

    laksanakan”

    Vino

    “Jangan siap-siap

    aja lu kak, inget

    nurut sama mama”

    Sarah

    “Udah lu jaga diri

    baik-baik di negeri

    orang, jangan

    bikin ulah mulu,

    mama mah aman

    sama gue, ye gak

    mah ?”

  • 230

    Mama

    “Iya mama sama

    sarah aman kok

    disini, papa sama

    vino kalo udah

    sampe langsung

    kabarin kita ya”

    Papa

    “Yaudah kita jalan

    dulu ya”

    (Vino dan papa

    masuk mobil

    berlalu

    meninggalkan

    sarah dan mama)

    Mama dan sarah

    masuk kedalam

    rumah.

    3. 3. Sarah yang sedang

    menonton televisi

    mendapat siaran

    berita tentang

    kecelakan pesawat

    tujuan Jakarta –

    London. Sarah

    kaget langsung

    memanggil mama.

    Mama

    menghampiri

    sarah melihat

    siaran tersebut.

    Clip on,

    zoom dan

    boom mic

    Ruang

    keluarga

    Suara tv -

  • 231

    Sarah

    “maaaa!”

    (teriak memanggil

    mamanya)

    Mama

    “apa sih sar, gak

    usah teriak gitu”

    (kaget karna

    panggilan sarah)

    (mama

    menghampiri

    sarah dan duduk

    disamping sarah

    sambil melihat

    siaran tersebut)

    Mama dan sarah

    terlihat sangat

    sedih karena

    kecelakaan

    pesawat itu,

    pesawat yang

    ditumpangi

    papanya. Sarah

    yang terpukul

    langsung

    meninggalkan

    mama sendiri

    diruang keluarga.

  • 232

    Lalu terdengar

    suara sarah

    membanting pintu

    kamarnya.

    4. 4. Sarah yang sedang

    mengerjakan tugas

    disebuah kafe

    favoritnya,lalu

    datang sahabatnya

    Rena yang telah

    mencari sarah di

    sekitar kampus.

    Langsung

    menghampiri

    Sarah dan

    menanyakan kabar

    sekaligus bertanya

    kenapa sarah

    jarang terlihat

    dikampus. Sarah

    terdiam lalu

    menjawab

    pertanyaan Rena.

    Kemudian Sarah

    langsung pamit

    pulang dan

    meninggalkan

    Rena sendiri.

    Rena

    “hee sar, kemana

    aja lo gak

    kelihatan di

    Clip on,

    zoom dan

    boom mic

    Café

    Jalanan

    Suara

    ketikan

    Suara

    keramaian

    pengunjun

    g cafe

    Backsoun

    d

  • 233

    kampus, gue cari-

    cari juga?”

    Sarah

    (tersenyum)

    “ah gak kemana-

    mana kok gue, lo

    aja kali yang liat.”

    Rena

    “apan sih orang lo

    gak pernah

    kelihatan, lo

    kenapa?”

    Sarah

    “gue gapapa kok

    Ren, oh y ague

    bali dulu ya”

    (kemudian sarah

    merapihkan

    laptopnya)

    Rena

    “buru-buru banget

    sih lu sar, baru jug

    ague sampe”

    Sarah

    (tersenyum dan

    dengan cepat

    berlalu

    meninggalkan

  • 234

    Rena)

    Rena

    “eh sar… hati-

    hati”

    5. 5. Ketika sarah

    keluar dari kafe

    mendapat pesan

    singkat. Sarah

    melihat pesan itu

    tanpa

    membalasnya.

    Sarah langsung

    bergegas pulang.

    Dan berfikir

    sebelum sampai

    rumah sarah akan

    membelikan

    martabak telur

    kesukaan vino.

    Boom mic Depan

    café

    Suara

    kendaraan

    mobil &

    motor

    -

    6. 6. Sampai di tukang

    martabak sarah

    langsung

    memesan

    martabak telur

    kesukaan vino.

    Abang martabak

    heran tumben

    sekali sarah

    membeli martabak

    telur padahal kan

    sarah gak suka.

    Sarah menjawab

    Clip on

    dan zoom

    Tukang

    martaba

    k

    Jalanan

    Suara

    klakson

    Suara

    kendaraan

    mobil &

    motor

    Suara

    orang jalan

    Backsoun

    d

  • 235

    untuk adiknya.

    Sarah

    “Bang biasa ya

    martabak telur

    special gak pake

    daun bawang”

    Abang martabak

    “lah neng tumben,

    udah suka

    sekarang sama

    martabak telur”

    Sarah

    “si abang bisa aja,

    udah ah bikini”

    Kang martabak

    “oke siap neng”

    Footage

    Terlihat tukang

    martabak yang

    sedang membuat

    adonan, mengocok

    telur, menyiapkan

    kompor, lalu

    langsung

    memasak dan

    selesai

    memberikan

    kepada sarah.

  • 236

    7. 7. Sarah langsung

    menghampiri

    mama yang

    sedang menonton

    televisi. Mama

    menanyakan ke

    sarah apa yang

    sedang di bawa

    oleh nya. Sarah

    memberitahu

    kalau ini martabak

    telur. Mama

    terdiam

    mendengar

    jawaban sarah dan

    terlihat sedih.

    Sarah berlalu

    meninggalkan

    mama ke kamar.

    Sarah

    “Assalamu’alaiku

    m ma”

    (salim)

    Mama

    “Waalaikum’sala

    m sar, itu apa yang

    kamu bawa ?

    Sarah

    “oh ini ma biasa

    martabak telur”

    Clip on,

    zoom dan

    boom mic

    Ruang

    keluarga

    Sofa

    Suara tv

    Suara

    motor dan

    mobil

    -

  • 237

    Mama

    (terlihat sedih)

    Sarah

    “yaudah ma aku

    kekamar dulu ya”

    (sarah berlalu

    meninggalkan

    mama ke kamar)

    8. 8. Saat masuk kamar, lalu

    duduk di meja belajar

    sambil membuka

    laptopnya dan

    berbicara ke vino.

    Sarah sambil

    mengerjakan tugasnya

    terus asik berbicara

    sampai tak sadar udah

    tengah malem. Sarah

    keluar dari kamar vino.

    Sarah

    “woi liat dong nih gua

    bawain martabak telur

    kesukaan lo”

    (naro di meja belajar)

    Sarah

    Clip on

    dan

    zoom

    Kamar

    tidur

    Suara

    kantong

    kresek

    martabak

    -

  • 238

    “Eh gimana rencana lo

    buat kuliah di London,

    kapan mau survei nya,

    gue juga dikit lagi

    kelar nih tugasnya.

    Emang lo disana bisa

    jaga diri, kan lo masih

    suka ketergantungan

    sama mama papa

    apalagi sama gue, tapi

    ya lokan cowo pasti

    bisa sih, eh udah

    malem nih gue

    kekamar dulu ya, bye”

    (sarah keluar dari

    kamar vino)

  • 239

    9. 9. Sarah sedang

    menyiapkan sarapan

    untuk mama dan vino,

    tiba-tiba mamanya

    datang menghampiri

    sarah di meja makan.

    Sarah meminta tolong

    untuk membangunkan

    vino untuk sarapan.

    Mama pun terlihat

    sedih dengn tingkah

    sarah yang semakin

    aneh.

    Sarah

    “ma, ayo kita sarapan,

    eh iya nanti tolong

    bangunin vino ya ma

    buat sarapan, udah aku

    siapain”

    Mama

    (sedih dengan ucapan

    sarah)

    “yaudah yang penting

    kamu aja dulu

    sarapan”

    Sarah dan mama

    sarapan bersama.

    Clip on,

    zoom

    dan

    boom

    mic

    Meja

    makan

    Suara piring

    & tutup selai

    Suara

    gembrakan

    meja

    Suara

    gesaran

    kursi

    -

  • 240

    Mama

    “emang jamu mau

    kemana sar?”

    Sarah

    “rencananya sih mau

    ke kafe biasa”

    (sambil membuka

    laptop dan

    mengerjakan

    pekerjaannya)”

    Mama yang melihat

    sarah sarapan sambil

    mengerjakan tugasnya

    pun menyuruh untuk

    focus sarapannya, tapi

    sarah tetap

    melanjutkan tugasnya,

    sarah langsung cerita

    ke mamanya kapan

    vino berangkat kuliah

    di London.

    Mama

    “oh yasudah kalau

    gitu, kamu sarapan

    dulu yang bener

    ngerjainnya di tunda

    dulu”

  • 241

    Sarah

    “iya mah udah

    deadline soalnya, oh

    iya ma si vino kapan

    sih berangkatnya,

    semalem aku tanyain

    gak di jawab”

    Mama

    “udah kamu gak usah

    terlalu mikirin adikmu,

    focus aja sama tugas

    kamu yang belum

    kelar itu”

    Sarah

    “udah mau kelar kok

    ma, tapi aku kan

    pengen tau kapan vino

    berangkat, biar bisa

    kosongin waktu”

    Mama yang

    mendengar ucapan

    sarah sangat terpukul,

    dan menyuruh sarah

    tidak terlalu

    memikirkan vino”

    Mama

    “udah ah kamu

  • 242

    ngomongin vino terus”

    (sambil merapihkan

    piring-piring)

    Sarah

    “mama tinggal jawab

    aja susah banget,

    yaudah deh aku mau

    jalan dulu”

    (merapihkan laptop

    lalu meninggalkan

    mama di meja makan)

  • 243

    10. 10. Sampai di kafe, sarah

    memesan minum lalu

    duduk dibangku. Sarah

    sambil mengerjakan

    tugasnya.

    Boom

    mic

    Café

    Kursi dan

    meja

    Suara

    ketikan

    -

  • 244

    11. 11. Mama menelpon Rena

    dan memberitahu

    tentang sikap sarah

    yang semakin aneh.

    Mama memberitahu

    kalau sarah sedang

    mengerjakan tugasnya

    di kafe favoritnya.

    Mama (1)

    Assalamualaikum ren,

    kamu lagi dimna, sibuk

    gak ?

    Mama (2)

    “gini loh akhir-akhir ini

    sikapnya sarah aneh,

    kamu ngerasa kan ren

    ?”

    Mama(3)

    “mangkanya tante minta

    tolong sama kamu

    untuk temuin sarah dan

    ajak ngobrol, kan kamu

    temen deketnya kali aja

    sarah terbuka sama

    kamu”

    Mama(4)

    “sekarang sarah lagi

    Clip on,

    zoom

    dan

    boom

    mic

    Ruang

    tamu

    Suara

    keramaian

    di sekeliling

    rumah

    -

  • 245

    ngerjain tugas di kafe

    biasa”

  • 246

    12. 12. Rena yang sedang

    berjalan mendengar

    teleponnya bordering,

    disaat melihat ternyata

    dari mamanya sarah,

    lalu rena mengangkat

    teleponnya dan

    menanyakan

    keberadaan sarah, rena

    langsung mematikan

    teleponnya dan menuju

    ke kafe yang tidak jauh

    dari keberadaan rena.

    Rena (1)

    “waalaikumsalam tante,

    aku lagi dijalan, oh gak

    sibuk, ada apa ya tan?”

    Rena (2)

    “iya tan belakangan ini

    juga aku ngerasa sarah

    berubah setiap kali aku

    ketemu, dia selalu

    menghindar”

    Rena (3)

    “yaudah tan, nanti aku

    coba temuin sarah, oh

    iya emang sekarang

    sarah ada dimana tan ?”

    Clip on

    dan

    zoom

    Jalanan Suara

    kendaraan

    mobil &

    motor

    Dering

    telepon

    -

  • 247

    Rena (4)

    “oke tan kebetulan aku

    juga gak jauh dari

    kafenya.

    Assalamualaikum tan”

    (mematikan

    teleponnyadan menuju

    kafe)

  • 248

    13. 13. Sampai di kafe, rena

    melihat sarah yang

    sedang kepusingan

    dengan tugasnya.

    Rena langsung

    menghampiri sarah

    dan menanyakan ke

    sarah apa yang

    sedang dipikirkan

    sampai tugasnya

    terlantar. Dan akhir-

    akhir ini sikapnya

    aneh. Sarah yang

    menjawab

    pertanyaan rena

    dengan seerlunya,

    lalu sarah

    pamituntuk pulang.

    Rena

    “woi pusing bener

    kayanya sama

    tugas”

    Sarah

    (kaget)

    “Eh elu

    ren,ngagetin aja sih,

    Clip on,

    zoom

    dan

    boom

    mic

    Café Suara

    ketikan

    Suara

    buka

    pintu

    Suara

    langkah

    kaki

    Backsound

  • 249

    iyanih pusing gak

    kelar-kelar tugasnya

    pak didik”

    Rena

    “Lagian lo mikir

    apaan sih,gak

    biasanya tugas lo

    keteter gini”

    Sarah

    “Gue cuma mikirin

    kapan vino

    berangkat ke

    London”

    Rena

    “yaelah sar, ntar

    juga vino ngabarin

    lo kali, udah gausah

    lo pikirin, mending

    lo fokus, dari pada

    gak kelar ntar lu

    kena hukuman”

    Sarah

    “iya iya dikit lagi

    juga kelar,ah gw

    udahan dulu ya,

    mau balik dulu gue”

    Rena

    “kebiasaan lo

    ninggalin gue mulu”

  • 250

    Sarah

    “hehe maaf sar,

    yaudah gue balik ya

    bye”

    Rena

    “oke hati-hati”

  • 251

    14. 14. Sarah yang baru sampai

    rumah langsung duduk

    didepan sambil beristirahat,

    sarah selalu berbicara

    tentang vino, mama yang

    baru sampai pun melihat

    sarah sedang berbicara

    sendiri, dan menyuruh sarah

    untuk masuk kedalam.

    Mama

    “sar kamu ngapain disini,

    bukannya kedalam”

    Sarah

    “eh mama, iya aku lagi

    ngaso aja, mama dari mana”

    Mama

    “ini mama beli martabak

    kesukaan kamu”

    Sarah

    “wihh enak nih kayanya,

    yaudah yuk kita masuk”

    (sarah dan mama masuk

    kedalam rumah)

    Clip on,

    zoom dan

    boom

    mic

    Depan

    rumah

    Suara

    buka

    pagar

    Suara

    langkah

    kaki

    -

  • 252

    15. 15. Mama dan sarah

    masuk kedalam dan

    duduk diruang

    keluarga, lalu mama

    mencoba

    menyadarkan sarah

    tentang keadaan yang

    sebenernya. Namun

    sarah tetap tidak mau

    menerima kenyataan,

    dan mama pun tak

    kuasa menahan emosi

    lalu menampar sarah.

    Sarah kecewa atas

    perlakuan mamanya,

    kemudian sarah

    meninggalkan mama

    sendiri.

    Mama

    “sar mama mau bicara

    sama kamu, ayo

    duduk”

    Sarah

    “mau bicara apa sih

    ma”

    (duduk)

    Sarah

    Maksud mama

    gimana sih, orang aku

    Clip on,

    zoom dan

    boom mic

    Sofa

    Ruang

    keluarga

    Suara

    tamparan

    -

  • 253

    gak ngapa-ngapain

    kok”

    Mama

    “kamu sadar gak sih

    kalo vino udah gak

    ada”

    Sarah

    “apaan sih ma, orang

    aku kemarin masih

    beliin martabak telur

    kesukaannyavino kok,

    aku juga kemarin

    ngobrol, mama ngaco

    ya”

    Mama

    ‘kamu sadar sarah

    vino udah gak ada”

    (nada bicara sama

    mulai keras)

    Sarah

    “mama yang sadar,

    jelas-jelas vino ada

    dikamarnya”

    Mama

    “saraaaahh”

    (emosi lalu menampar

  • 254

    sarahh)

    Sarah

    “mama nampar aku”

    (kaget karna ditampar

    mama sambil

    memegang pipi dan

    meninggalkan mama)

  • 255

    16. 16. Sarah masuk kamar

    sambil menangis dan

    menutup pintu lalu

    langsung menelepon rena

    untuk datang kerumahnya

    esok hari.

    Sarah (1)

    “hallo ren, lo sibuk gak?”

    (sambil menangis)

    Sarah (2)

    “gue minta lo besok

    dateng kerumah ya”

    Sarah (3)

    “yaudah gue tunggu

    besok, thank you ren”

    (menutup telepon)

    Clip on,

    zoom dan

    boom mic

    Dalam kamar Suara

    gebrakan

    pintu

    Suara

    langkah

    kaki

    -

  • 256

    17. 17. Rena yang sedang asik

    membaca novel tiba-

    tiba mendengar

    teleponnya berdering,

    ternyata sarah yang

    menelepon. Rena

    mengangkat

    teleponnya dan

    menanyakan maksud

    dari sarah

    meneleponnya malam

    hari. Rena pun

    mengiyakan untuk

    besok datang

    kerumahnya.

    Rena (1)

    “iya hallo sar, engga

    kok, ada apa?”

    Rena (2)

    “oh kerumah lo,

    yaudah iya besok gue

    dateng”

    Rena (3)

    “oke sar sama-sama”

    (menutup teleponnya)

    Clip on,

    zoom

    dan

    boom

    mic

    Kamar Suara

    dering

    telepon

    -

  • 257

    18. 18. Rena mengetuk pintu

    rumah sarah. Lalu

    mama sarah yang

    membuka kan pintu, dan

    menanyakan maksud

    kedatangan rena. Rena

    memberitahu kalau

    semalem sarah

    menelepon untuk

    menyuruhnya datang.

    Mama pun akan

    berusaha membuat sarah

    sadar. Mama langsung

    menyuruh rena masuk

    kedalam kamar sarah.

    Rena

    “assalamualaikum”

    (mengetuk pintu)

    Mama

    “waalaikumsalam, eh

    kamu ren tumben kesini

    pasti disuruh sarah ya”

    Rena

    “iya tan semalem dia

    nelepon kaya abis

    nangis gitu, pasti

    berantem lagi ya sama

    tante”

    Mama

    “tante cuma pengen

    Clip on,

    zoom

    dan

    boom

    mic

    Depan

    rumah

    Suara

    membuka

    pintu

    Suara

    langkah

    kaki

    -

  • 258

    bikin sarah sadar ajar

    ren, tapi dia tetep kekeh,

    makanya tante gak

    sengaja nampar dia,

    harapan tante cuma

    dikamu ren, kamu

    ngomong pelan-pelan

    yak e sarah biar sadar”

    Rena

    “oh pasti gara-gara itu

    lagi, iya tan nanti aku

    coba ngomong kesarah

    kok, yaudah aku ke

    kamar sarah dulu ya

    tan”

    (berlalu meninggalkan

    mama sarah)

    19. 19. Rena masuk kedalam

    kamar sarah.sarah

    yang sedang

    membaca buku kaget

    dengan kedatangan

    rena. Rena langsung

    menanyakan ke sarah

    maksud dan

    tujuannya menyuruh

    datang kerumah. Lalu

    sarah menceritakan

    atas kelakuan

    mamanya kemarin.

    Clip on,

    zoom

    dan

    boom

    mic

    Dalam

    kamar

    Tempat

    tidur

    Suara

    buka

    pintu

    Suara

    langka

    kaki

    -

  • 259

    Rena menasehati

    sarah dan

    menjelaskan tentang

    keadaan yang

    sebenarnya terjadi.

    Sarah tetap tidak

    mempercayainya.

    Rena pun dengan

    emosi menyuruh

    sarah melihat kamar

    vino. Sarah dengan

    percaya dirinya

    menantang rena untuk

    ke kmar vino.

    Rena

    (masuk kedalam

    kamar)

    “woii sok banget baca

    buku”

    Sarah

    “eh lo kebiasaan

    ngagetin”

    Rena

    “ada apa lo nyuruh

    gue kesini, pasti

    berantem sama

    nyokap”

    Sarah

    “pasti lo udah ketemu

    nyokap”

    Rena

    “iya nyokap lo yang

  • 260

    bukain pintunya tadi,

    emang kenapa sih,

    pasti lo batu dah kalo

    dikasih tau sama

    nyokap sendiri”

    Sarah

    “bukannya gitu ren,

    ini beda masalahnya,

    masa nyokap gue

    mikir gue ini gak

    sadar bicarasama

    orang yang udah gak

    ada”

    Rena

    Lah emangbener kan

    lo tuh ibarat udah

    kaya orang gila”

    Sarah

    “loh kok malah

    ngatain gue gila, gue

    gak gila, gue masih

    suka ngobrol sama

    vino kok malah

    kemarin gue bawain

    martabak kesukaan

    dia”

    Rena

    “oke kalo emang lo

    gak gila coba buktiin

    ke gue kalo vino ada

    dikamarnya”

    Sarah

  • 261

    “oke sini ikut gue”

    (narik tangan rena)

    20. 20. Sarah langsung

    masuk kekamar vino

    dan disusul rena.

    Rena memberikan

    sarah bukti yaitu

    martabak telur yang

    pernah sarah belikan

    untuk vino tidak ada

    yang makan, lalu rena

    menarik tangan sarah

    untuk melihat barang-

    barang vino yang

    sudah kosong di

    lemari. Sarah tetap

    tidak mempercayai

    bukti-bukti yang

    diberikan oleh rena.

    Sarah menarik tangan

    rena untuk pergi.

    Rena“mana liat, ada

    vino gak ? dan ini

    martabak yang lo

    bilang sampe jamuran

    gini, gak ada yang

    makan kan”

    Clip on,

    zoom

    dan

    boom

    mic

    Kamar Suara

    engsel

    pintu

    Membuka

    pintu

    Gebrakan

    pintu

    -

  • 262

    (sedikit emosi)

    Sarah

    “vin … vinoooo”

    (memaggil nama

    vino)

    Rena

    Údah gak usah lo

    panggil lagi vino tuh

    udah gak ada, lo gak

    inget lo sendiri yang

    nganter vino ketempat

    peristirahatnya”

    Sarah

    “apaan sih lo ren, gue

    gak inget” udahlah lo

    sama aja kaya nyokap

    gue, mending lo pergi

    aja dari sini”

    (menarik tangan rena

    supaya pergi)

    21. 21. Sarah yang sangat

    emosi menyuruh rena

    pergi, namun rena

    tetap berusaha

    membuat sadar sarah,

    mama pun mendengar

    suara sarah dan rena,

    langsung

    menghampirinya.

    Mama memberikan

    bukti lagi berupa

    photo-photo waktu

    Clip on,

    zoom

    dan

    boom

    mic

    Kamar

    &

    tangga

    Suara

    langkah

    kaki

    Backsound

  • 263

    sarah mengantarkan

    jenazah papa dan

    vino. Sarah semakin

    syok dan tidak bisa

    menerima kenyataan

    ini.

    Sarah

    “udah mending lo

    pergi ajadari rumah

    gue, lo sebagai

    sahabat bukannya

    ngedukung malah

    sama aja kaya

    nyokap”

    Rena

    “gue sama nyokap lo

    cuma pengen lo sadar

    sar”

    Mama

    “ini ada apa, kok

    malah bertengkar

    gini, sar maksud

    mama sama rena tuh

    biar kamu sadar gak

    terus-terusan

    menganggap vino

    ada, kalo kamu gak

    percaya kamu liat ini

    photo-photo kamu”

    Sarah

    (sarah terdiam

    menerima photonya

  • 264

    dan melihat)

    FLASHBACK :

    KUBURAN

    Sarah, mama dan rena

    beserta keluarga

    sangat terpukul atas

    kehilangan papa sarah

    dan vino. Sarah yang

    bisa menerima

    kepergiannya lalu

    menangis terisak-isak

    kemudian sarah

    pingsan.

    FADE TO BLACK :

    22. 22. FADE IN :

    Sarah terlihat berdoa

    di depan kuburan

    papa dan vino, sarah

    sedih tapi sudah

    menerima kenyataan

    kalau vno sudah tidak

    ada, sarah pergi

    meninggalkan

    kuburan.

    END.

    Clip on,

    zoom

    dan

    boom

    mic

    Kuburan Suara

    hembusan

    angin

    Suara

    kicauan

    burung

    Suara

    adzan

    Backsound