30633614 Master Mata Pahat

download 30633614 Master Mata Pahat

of 32

  • date post

    23-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    63
  • download

    2

Embed Size (px)

Transcript of 30633614 Master Mata Pahat

  • MATA PAHAT

    dan

    MESIN GERINDA

    MESIN GERINDA

    Pengertian Mesin Gerinda

    Mesin gerinda adalah mesin asah yang digunakan untuk

    menajamkan semua mata pahat yang telah mengalami keausan seperti mata

    pahat bubut, sekrap, frais, bor, dan lain - lain.

    Menggerinda atau grinding adalah suatu pekerjaan yang dilakukan

    untuk melakukan pemotongan yang sangat halus dengan menggunakan roda

    abrasive sebagai sarana pemotong. Roda gerinda sebagai pemotong

    memiliki beribu-ribu sisi pemotong yang sangat kecil berputar memotong

    benda kerja sebagai pengganti sisi potong yang lebar dari pisau-pisau

    potong yang berputar.

    Roda ini dapat dibuat dalam berbagai macam ukuran serta dari

    berbagai macam bahan bahan, seperti berbagai tipe batu batuan,

    permata permata berlian, ataupun dari material material inorganic.

    Menggerinda adalah proses penggesekan material benda kerja

    dengan batu sehingga terjadi pengikisan material benda kerja dengan sangat

    halus sehingga butiran butiran yang terkikis hanya berkurang sedikit demi

    sediki sehingga terbentuk hasil yang diinginkan.

    Prinsip kerja atau proses pengerjaan dalam pengerindaan adalah

    sama dengan pemotongan yang dilakukan dengan milling, hanya saja

    terdapat perbedaan dalam pemotongan bentukanya saja. Jika menggunakan

  • mikroskop maka kita akan bisa melihat batu batu yang kecil dan sangat

    tajam dalam jumlah yang sangat banyak dalam batu gerinda tersebut.

    Mesin gerinda dapat juga digunakan untuk membentuk benda kerja

    menurut bentuk yang diinginkan dengan membentuk roda gerinda seperti

    cetakan. Untuk mendapatkan hasil kerja yang baik, operator tidak hanya

    sekedar menjalankan mesin, tetapi juga harus mengetahui sifat-sifat bahan

    asah dan roda gerinda, dan juga sifat logam atau material yang akan

    digerinda ( benda kerja yang akan dibentuk ).

    Di dalam proses penggerindaan terdapat suatu kondisi

    penggerintdaan optimum. Kondisi penggerindaan optimum ini biasanya

    merupakan hasil gabungan dari beberapa kondisi penggerindaan. Hal ini

    dapat menghasilkan beberapa hasil sebagai berikut :

    - kehalusan tinggi

    - tegangan sisa terendah atau berupa sisa tekan

    - kecepatan penghasilan geram/produktivitas tinggi

    - ongkos penggerindaan termurah

    Sebuah mesin gerinda terdiri dari sebuah roda penggerinda yang

    digerakkan dengan tenaga mesin dan berputar pada kecepatan yang

    diinginkan ( biasanya tergantung pada diameter roda dan rating sang

    perancang, biasanya dengan menggunakan formula ) dan sebuah sandaran

    dengan lapisan penahan untuk mengarahkan dan menahan benda benda

    kerja. Pengontrolan kepala penggerinda yang bagus sangat memungkinkan

    dengan menggunakan sebuah roda tangan yang di kalibrerasi dengan

    vernier caliver, atau dengan menggunakan fitur fitur dari control NC atau

    CNC.

  • Ada beberapa keuntungan di dalam proses penggerindaan yakni :

    1. Merupakan metode yang umum dari pemotongan bahkan pada baja yang

    telah dikeraskan.

    2. Disebabkan oleh banyaknya mata potong yang kecil dalam jumlah yang

    banyak, maka akan menimbulkan permukaan yang halus dan memuaskan

    sehingga kadang kala proses penggerindaan dapat dijadikan proses

    finishing terhadap benda kerja.

    3. Penggerindaan dapat menyelesaikan pekerjaan dalam waktu yang singkat

    dan tingkat ketelitian yang tinggi.

    4. Tekanan pelepasan logam dalam proses ini kecil sehingga

    memperbolehkan benda untuk pengerjaan terhadap benda yang mudah

    pecah dan benda kerja yang cenderung untuk melenting menjauhi

    perkakas.

    5. Dapat melakukan pembentukan benda kerja dengan bentuk yang sulit

    sekalipun.

    Batu Gerinda

    Batu gerinda merupakan suatu komponen utama yang tidak dapat

    dipisahkan didalam proses penggerindaan yang telah dijelaskan pada

    bagaian atas tadi. Karena proses pemotongan dilakukan oleh batu gerinda

    ini. Batu gerinda terdiri dari butiran-butiran batu asah yang saling

    bersambung yang diikat oleh bahan perakat. Jika dilihat dengan mikroskop

    dapat dilihat seperti pada gambar dibawah diantara butrian batu asah

    terdapat bahan perekat dan pori-pori.

  • Keterangan gambar :

    - abrasive grain : butiran batu asah atau grain

    - bond material : bahan perekat

    - air gaps : pori pori

    Diantara abrasive dan bond terdapat bagian-bagian kosong atau pori-

    pori dalam ukuran dan jumlah yang beraneka ragam, mempengaruhi roda-

    roda gerinda dalam pengasahannya. Terdapat beberapa fungsi dari roda

    gerinda ini juga tergantung proses pemakaiannya.

    Fungsi dari batu gerinda tersebut juga berbeda-beda dalam

    pemakaiannya, berikut fungsi dari beberapa jenis batu gerinda :

    - Flat wheels, untuk melakukan penggerindaan alat-alat potong seperti

    handtap, countersink, mata bor, dan sebagainya.

    - Cup wheels, untuk melakukan penggerindaan alat-alat potong seperti

    cutter, pahat bubut, dan sebagainya.

    - Dish grinding wheels, untuk melakukan penggerindaan profil pada cutter.

  • - Shaped grinding wheels, untuk memotong alat potong ataupun material

    yang sangat keras, seperti HSS, material yang sudah mengalami proses

    heat treatment.

    - Cylindrical grinding wheels, untuk melakukan penggerindaan diameter

    dalam suatu jenis produk.

    Selain fungsi yang berbeda pada setiap jenis batu, juga mempunyai

    warna batu yang berbeda pula, dimana setiap warna yang dimiliki batu

    mempunyai karakteristik yang berbeda pula, di pasaran pada umunya

    terdapat warna merah muda, putih dan hijau.

    Proses pembuatan roda gerinda adalah denagn mencampur butiran

    batu asah (abrasive) dengan perekat (bond) kemudian dicetak dan

    dikeringkan dalam cetakan pada tekanan tinggi dan suhu mencapai 420C

    hingga 450C.

    Di dalam melakukan proses penggerindaan, perlu dilakukan

    pemilihan terhadap roda gerinda. Biasanya pemilihan roda gerinda

    dilakukan berdasarkan pada hal di bawah ini :

    - Untuk bahan dengan kekuatan tarik rendah, yaitu Besi kelabu, Kuningan,

    Perunggu, Aluminium, tembaga, granite, dll. Gunakan roda gerinda

    Silicon carbida. Selain itu, gunakan roda gerinda keras untuk bahan yang

    lunak, dan roda gerinda lunak untuk bahan yang keras.

    - Volume bahan yang digerinda, untuk volume bahan buangan yang besar

    gunakan roda gerinda yang berbutir besar dan kasar, termasuk bahan yang

    liat. Sedangkan roda gerinda berbutir halus digunakan untuk volume

    sedikit (tipis untuk finishing), termasuk bahan yang keras.

    - Besarnya busur singgungan antara roda gerinda dan benda kerja, busur

    singgungan besar berarti luasan gesekan juga luas, maka roda gerinda

    cepat aus. Untuk itu gunakan roda gerinda lunak dengan butiran yang

  • besar. Sedangkan untuk busur14 singgungan kecil atau sedikit, gunakan

    roda gerinda yang keras dengan butiran halus.

    Didalam proses penggerindaan, batu gerinda akan mengalami keausan.

    Maka diperlukan proses pengasahan. Pengasahan (dressing) ditujukan

    untuk memperbarui permukaan roda gerinda agar ketajaman

    pemotongannya baik. Sedangkan truing ditujukan untuk meratakan

    permukaan roda gerinda. Selain menggunakan batu gerinda, proses

    penggerindaan juga diperlukan cairan pendingin (coolent).

    Bahan roda gerinda mempunyai sifat dan bentuk berbeda dengan

    dengan kekerasan dan kerapuhan yang berbeda pula. Kekerasan, kerapuhan,

    sifat dan bentuk roda gerinda tergantung pada bahan roda gerinda yang

    merupakan faktor yang berpengaruh pada proses penggerindaan. Faktor

    pada proses penggerindaan yang dipengaruhi oleh roda gerinda tersebut

    diantaranya adalah :

    1. Bahan Asah

    Bahan asah yang dipakai adalah seperti silicon carbide, alluminium oxide,

    boron nitrid, amril, diamond dan lain sebagainya. Bahan bahan tersebut

    mempunyai kekerasan, kerapuhan, sifat dan bentuk yang berlainan antara

    bahan tersebut.

    - Amril adalah kristal dari alumunium oksida dan besi oksida dengan

    persentase campuran yang bermacam-macam.

    - Corundum adalah alumunium oksida dengan bermacam-macam

    tingkat kemurniannya. Amril dan corundum sebagian besar

    digunakan dalam pembuatan kertas pengasah dan kain pengasah.

    - Silicon carbide adalah kombinasi kimia dari karbon dan silicon

    yang dibuat dari dapur tinggi listrik. Pekerjaan ini memakan

    waktu 36 jam pada temperatur 2000C. Setelah itu silicon

  • carbide diambil dalam bentuk kristal-kristal yang banyak. Silicon

    carbide berwarna hitam kehijau-hijauan.

    - Alumunium oxide yang mula-mula berasal dari bauksit, juga dibuat

    dalam dapur tinggi listrik. Bauksit lebur dalam temperatur

    2100C. Batangan-batangan dipatahkan, dihancurkan dan digiling

    menjadi butiran-butiran kecil.

    - Boron nitride adalah hasil produksi buatan General Electrik Corp.

    Barang tersebut mempunyai bentuk kristal berbentuk kubus keras

    seperti silicon carbide, suhunya stabil hingga 1400C.

    - Intan adalah bahan asah yang terkeras. Carbon yang murni dan

    sekarang ini dibuat untuk pembuatan proses industry.

    2.