3. Transfer Pricing lengkap - Dewan Perwakilan Rakyat · Dalam arti yang lebih luas, ... perusahaan...

Click here to load reader

  • date post

    02-Mar-2019
  • Category

    Documents

  • view

    212
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of 3. Transfer Pricing lengkap - Dewan Perwakilan Rakyat · Dalam arti yang lebih luas, ... perusahaan...

BIRO

ANA

LISA

ANGG

ARAN

DAN

PEL

AKSA

NAAN

APB

N S

ETJE

N DP

R RI

BiroAnalisaAnggarandanPelaksanaanAPBNSETJENDPRRI|29

DAFTARISI

NO OPTIMALISASIPENERIMAANPAJAK

MALALUIMINIMALISASIPRAKTEKTRANSFERPRICING

HAL

I LATARBELAKANG 1

II PENGERTIANTRANSFERPRICING 2

III TUJUAN,DASARHUKUM&ATURANPELAKSANAANTRANSFERPRICING

3

IV PERMASALAHANPENERIMAANNEGARASEHUBUNGANDENGANTRANSFERPRICING

3

V PEMBAHASANPERMASALAHANTRANSFERPRICING 4

A. SKEMATRANSFERPRICING 4

B. MODUSOPERANDITRANFERPRICING 4

C. HUBUNGANISTIMEWADANKEWAJARANHARGADALAMTRANSFERPRICING

5

D. KEBIJAKANMENEKANKECURANGANPRAKTEKTRANSFERPRICING

8

1. PERJANJIANPERPAJAKANINTERNASIONAL 8

2. MUTUALAGREEMENTPROCEDURE(MAP) 9

3. ADVANCEPRICINGAGREEMENT(APA) 9

VI SARANDANSOLUSIPENCEGAHAN 12

BIRO

ANA

LISA

ANGG

ARAN

DAN

PEL

AKSA

NAAN

APB

N S

ETJE

N DP

R RI

BiroAnalisaAnggarandanPelaksanaanAPBNSETJENDPRRI|30

OPTIMALISASIPENERIMAANPAJAK

MELALUIMINIMALISASIPRAKTEKTRANSFERPRICING

I. LATARBELAKANG

Saat ini dirasa tidak cukup hanya menjalankan kegiatan ekonomi di satu negara,sehingga ide untuk menyatukan pereknomian dunia pun bergaung dimanamana.Banyak lembaga internasional didirikan dan peraturan bersama disusun untukmenciptakan suasana perdagangan internasional yang kondusif, kompetitif, danterbuka. Istilah yang sering diperbincangkan mengenai fenomena ini adalahglobalisasiekonomi.Globalisasi ekonomi ini bertujuan untuk mengintegrasikan perekonomian duniamenjadi satu kesatuan menembus batasbatas negara. WTO (World TradeOrganization), EU (European Union), ACFTA (ASEANChina Free Trade Area), danGATT (General Agreement on Trade and Tariff) yang ikut meramaikan pestaglobalisasiekonomiinidenganjargonjargonmerekasepertitheborderlessworld.Globalisasi merupakan suatu proses ketergantungan ekonomis yang terusberkembangdiantaranegaranegaraduniadenganciriciri:1. Pertumbuhan transaksi keuangan dan perdagangan internasional yang cepat,

terutamadiantaraperusahaanperusahaanmultinasional,2. Gelombanginvestasiasinglangsung(foreigndirectinvestment)yangmendapat

dukunganluasdarikalanganperusahaanmultinasional,3. Timbulnyapasarglobal,serta4. Timbulnya teknologi dan berbagai pemikiran sebagai akibat dari ekspansi

sistemtransportasidankomunikasiyangcepatdanmeliputiseluruhdunia.Sukaatautidaksukakitaharusmengakuibahwaglobalisasitelahmenjadihardfactdiberbagai negara dan membawa dampak pada semakin meningkatnya transaksitransnasional atau cross border transaction. Arus barang, jasa, modal, dan tenagakerjaantarnegarasemakinmudahdanlancar.Pengusahamelihatkondisiinisebagaipeluang usaha untuk memperluas jaringan bisnis mereka tanpa perlumengkhawatirkan hambatanhambatan di perbatasan negara. Negaranegaraberkembangpun takpelakmenjadipasarpotensialbagipengusahauntukdijadikanbasis bisnismereka. Dalam sekejap, berdirilah anakanak perusahaan atau cabangcabangperusahaanmultinasionaldiberbagaibelahandunia.Dalamsituasisepertiini,dapatdikatakanduniatengahmengalamierakorporasimultinasionaldanmembuatdunia ini seolaholah berada pada sebuah pasar tunggal yang tak asing lagi satudenganyanglainnya.Katajualbelihanyadigantikanolehkataeksporimpordanbeberapahallainnya1.

1http://hendriologi.blogspot.com/2011/12/abuseoftransferpricingdilema.html,DiposkanolehHendryKurniawandi12/19/201105:51:00PM

BIRO

ANA

LISA

ANGG

ARAN

DAN

PEL

AKSA

NAAN

APB

N S

ETJE

N DP

R RI

BiroAnalisaAnggarandanPelaksanaanAPBNSETJENDPRRI|31

Konsekuensi logis dari menjamurnya perusahaan multinasional adalah munculnyaberbagaitransaksiantaranggotayangmeliputipenjualanbarangdanjasa,lisensihakdan harta tak berwujud lainnya, penyediaan pinjaman dan sebagainya. Penentuanhargaatasberbagaitransaksiantaranggotadikenaldengansebutantransferpricing(hargatransfer).Transferpricingdapatdilakukanolehperusahaanmultinasionalataupunperusahaanlokal yangbekerjasamadenganperusahaan lain.Darisisipemerintahan, transferpricingmengakibatkan berkurang atau hilangnya potensi penerimaan pajaksuatu negara karena perusahaan multinasional cenderung menggeser kewajibanperpajakannya dari negaranegara yang memiliki tarif pajak yang tinggi (high taxcountries)kenegaranegarayangmenerapkantarifpajakrendah(lowtaxcountries).Dipihak laindarisisibisnis,perusahaancenderungberupayameminimalkanbiayabiaya (cost efficiency) termasuk di dalamnya minimalisasi pembayaran pajakperusahaan (corporate income tax). Bagi korporasi multinasional, perusahaanberskalaglobal(multinationalcorporations),transferpricingdipercayamenjadisalahsatu strategi yang efektif untuk memenangkan persaingan dalam memperebutkansumbersumberdayayangterbatas.Uni Eropa dan Amerika Serikat sedang pusing menghindari pajak. Utang terusmenumpuk dan pengeluaran pemerintah dipangkas agar deficit anggaran negaraberkurang. Namun, di sisi lain, sejumlah warga kaya dan korporasi ketahuanmenghindaripajak2.

II. PENGERTIANTRANSFERPRICING

1. Organization for Economic C0operation and Development (OECD)mendefinisikantransferpricingsebagaihargayangditentukandalamtransaksiantar anggota group dalam sebuah perusahaan multinasional di mana hargatransfer yang ditentukan tersebut dapat menyimpang dari harga pasar wajarsepanjangcocokbagigroupnya3.

2. Transferpricingdidefinisikansebagainilaiatauharga jualkhususyangdipakai

dalam pertukaran antar divisional untuk mencatat pendapatan divisi penjual(sellingdivision)danbiayadivisipembeli(buyingdivision)4.

3. Transfer pricing adalah harga yang diperhitungkan untuk keperluan pengendalianmanajemenatastransferbarangdanjasaantarpusatresponsibilitas

2KoranKompas,Jumat24Mei2013,KorporasiBesarDidugaTerlibat.3http://puslit.petra.ac.id/files/published/journals/AKU/AKU040602/AKU04060204.pdf,ImanSantoso,JurnalAkuntansidanKeuanganVol.6,No.2,NOPEMBER2004:1231394puslit.petra.ac.id/journals/request.php?PublishedID=AKU00020106 ,AspekPerpajakanDalamPraktekTransferPricing

BIRO

ANA

LISA

ANGG

ARAN

DAN

PEL

AKSA

NAAN

APB

N S

ETJE

N DP

R RI

BiroAnalisaAnggarandanPelaksanaanAPBNSETJENDPRRI|32

profitataucost (Gunadi1999:111).Dalamarti yang lebih luas, transferpricingtermasuk penentuan harga antara beberapa entitas, yang secara hukumpemiliknyabisasamaataupunberbeda(Gunadi1994:9)5.

III. TUJUAN,DASARHUKUM&ATURANPELAKSANAAN

Tujuan:

memberikepastiandankelancarandalampenerapanPrinsipKewajarandanKelazimanUsahabagifiskusdanWajibPajak

DasarHukum:

1. Pasal32AUUPPh2. Pasal18ayat(3)UUPPh

AturanPelaksanaan:

PerDirjenPajakNo.PER43/PJ/2010stddPER32/PJ/2011

IV. PERMASALAHANPENERIMAANNEGARASEHUBUNGANDENGANTRANSFERPRICING

1. Istilah transfer pricingmenjadi begitu populer namun penanganannya belum

memperlihatkan hasil yang cukup signifikan dalam struktur penerimaannegara.6

2. Transfer pricing merupakan transaksi barang dan jasa antara beberapa divisipada suatu kelompok usaha dengan harga yang tidak wajar, bisa denganmenaikkan (mark up) atau menurunkan harga (mark down), kebanyakandilakukan oleh perusahaan global (MultiNational Enterprise). Tujuannya,pertama, untuk mengakali jumlah profit sehingga pembayaran pajak danpembagian dividen menjadi rendah. Kedua, menggelembungkan profit untukmemoles (windowdressing) laporan keuangan. Negara dirugikan triliunanrupiahkarenapraktektransferpricingperusahaanasingdiIndonesia7.

3. Seharusnya DJP sudah mempunyai mapping tentang karakter utamaperusahaan (toll manufacturing, contract manufacturing, dan fully fledge

5http://puslit.petra.ac.id/search_engine/cache/AKU/AKU040602/AKU04060204.txt,ADVANCEPRICINGAGREEMENTDANPROBLEMATIKATRANSFERPRICINGDARIPERSPEKTIFPERPAJAKANINDONESIA,ImanSantoso6http://puslit.petra.ac.id/files/published/journals/AKU/AKU040602/AKU04060204.pdf,ImanSantoso,JurnalAkuntansidanKeuanganVol.6,No.2,NOPEMBER2004:1231397www.pajak.go.id/content/article/menangkalkecurangantransferpricing ,15Agt2012

BIRO

ANA

LISA

ANGG

ARAN

DAN

PEL

AKSA

NAAN

APB

N S

ETJE

N DP

R RI

BiroAnalisaAnggarandanPelaksanaanAPBNSETJENDPRRI|33

manufacturing) sehinggadapatdianalisispotensiperpajakanyangmasihbisadiintensifikasikan.

V. PEMBAHASANPERMASALAHANTRANSFERPRICING

A. SKEMATRANSFERPRICING

B. MODUSOPERANDITRANSFERPRICING

Secarauniversaltransaksiantarwajibpajakyangmempunyaihubunganistimewayang dikenal dengan istilah transfer pricing, dapat mengakibatkan terjadinyapengalihan penghasilan atau dasar pengenaan pajak dan/atau biaya dari satuwajib pajak ke wajib pajak lainnya, yang dapat direkayasa untuk menekankeseluruhan jumlah pajak terhutang atas wajib pajakwajib pajak yangmempunyai hubungan istimewa tersebut. Kekurang wajaran sebagaimanatersebutdiatasdapatterjadipada:(1)hargapenjualan;(2)hargapembelian;(3)alokasi biaya administrasi dan umum (overhead cost); (4) pembebanan bungaatas pemberian pinjaman oleh pemegang saham (Shareholder loan); (5)pembayarankomisi,lisensi,franchise,sewa,royalti,imbalanatasjasamanajemen,imbalan atas jasa teknik dan imbalan atas jasa lainnya; (6) pembelian hartaperusahaan oleh pemegang saham (pemilik) atau pihak yang mempunyai

BIRO

ANA

LISA

ANGG

ARAN

DAN

PEL

AKSA

NAAN

APB

N S

ETJE

N DP

R RI

BiroAnalisaAnggarandanPelaksanaanAPBNSETJENDPRRI|34

hubungan istimewa yang lebih rendah dari harga pasar; (7) penjualan kepadapihak luar negerimelalui pihak ketiga yang kurang/tidakmempunyai substansiusaha(misalnyadummycompany,letterboxcompanyataureinvoicingcenter).

C. HUBUNGAN ISTIMEWA DAN KEWAJARAN HARGA DALAM TRANSFER

PRICING

Terkait dengan isu transfer pricing, secara umum otoritas fiskal harusmemperhatikanduahalmendasaragarkoreksipajak terhadapdugaan transferpricingmendapatjustifikasiyangkuat.Keduahalprinsipiltadiadalah:(1)afiliasi(associated enterprises) atau hubungan istimewa (special relationship) dan (2)kewajaranatauarmslengthprinciple(Bhakti2002:3034).

1. HubunganIstimewaa. PengertianmengenaihubunganistimewamenurutPernyataanStandar

Akuntansi Keuangan (PSAK No.7) adalah sebagai berikut: (a)perusahaan yang melalui satu atau lebih perantara (inter mediaries),mengendalikan, atau dikendalikan oleh, atau berada di bawahpengendalian bersama, dengan perusahaan pelapor (termasuk holdingcompanies, subsidiaries dan fellow subsidiaries) (b) perusahaan asosiasi(associatedcompany)(c)peroranganyangmemiliki,baiksecaralangsungmaupun tidak langsung, suatu kepentingan hak suara di perusahaanpelapor yang berpengaruh secara signifikan, dan anggota keluarga dekatdari perorangan tersebut (yang dimaksudkan dengan anggota keluargadekat adalah mereka yang dapat diharapkan mempengaruhi ataudipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan perusahaanpelapor) (d) karyawan kunci, yaitu orang orang yang mempunyaiwewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin danmengendalikankegiatanperusahaanpelaporyangmeliputianggotadewankomisaris, direksi dan manajer dari perusahaan serta anggota keluargadekat orangorang tersebut (e) perusahaan di mana suatu kepentingansubstansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsungmaupun tidaklangsungolehsetiaporangyangdiuraikandalam(c)atau(d),atausetiaporangtersebutmempunyaipengaruhsignifikanatasperusahaantersebut.Ini mencakup perusahaan perusahaan yang dimiliki anggota dewankomisaris, direksi atau pemegang saham utama dari perusahaan pelapordan perusahaanperusahaan yang mempunyai anggotamanajemen kunciyangsamadenganperusahaanpelapor8.

b. Kategori hubungan istimewa yang diatur Pasal 18 UU No.36/2008tentang PPh yaitu penyertaan modal minimal 25 persen, keterkaitanpengelolaan manajemen dan hubungan keluarga sederajat sedarahmaupun semenda. Apabila wajib pajak tidak bisa menunjukkan bukti

8ASPEKPERPAJAKANDALAMPRAKTEKTRANSFERPRICING,IndriyanaWidyastuti,STIEAUBSurakarta

BIRO

ANA

LISA

ANGG

ARAN

DAN

PEL

AKSA

NAAN

APB

N S

ETJE

N DP

R RI

BiroAnalisaAnggarandanPelaksanaanAPBNSETJENDPRRI|35

pendukung kewajaran harga transaksi, maka Ditjen Pajak akanmenetapkanhargatransaksiyangwajarantarapihakpihakyangterafiliasi.Namun ada pengecualian, kewajiban pelaporan transfer pricingdibatasiuntuknilaiminimalsebesarRp.10milyardalamsatu tahunpajak.

2. KewajaranHarga(ArmsLengthPrinciple)

Harga wajar yang diberlakukan kepada pihakpihak yang tidak memilikihubunganistimewa(nonrelatedpartytransaction).

a. Menurut arms length principle, hargaharga transfer seharusnya

ditetapkan supaya dapat mencerminkan harga yang disepakatisebagaimana transaksi tersebut dilakukan oleh pihakpihak yang tidakterkaityangbertindaksecarabebas.Dapatdijelaskanbahwaapabilaterjaditransaksi antara perusahaan yang memiliki hubungan istimewa makakondisi dari transaksi tersebut haruslah sama dengan transaksi antarapihak yang independen, sehingga ketidaksesuaian, dapat menyebabkandilakukannyakoreksiolehpihakotoritasfiskal9.

b. OECDmerekomendasikan agar negaranegaramengadopsi transfer

rules: yaitu memberikan kewenangan kepada Negara untukmendistribusikan, membagikan atau mengalokasikan gross income,pengurang penghasilan, credits atau allowances atau item lain yangmempengaruh Penghasilan Kena Pajak di antara WP yang mempunyaihubungan istimewa untuk menentukan Penghasilan Kena Pajak yangsebenarnyadaritiapwajibpajaktersebut.

c. Menyangkut masalah kewajaran, PSAK No.17, menyebutkan, bahwapengakuan akuntansi suatu pengalihan sumber daya secara normaldidasarkan pada suatu harga yang disepakati pihak yang bersangkutan.Harga yang berlaku antara pihak yang tidak mempunyai hubunganistimewa adalah harga pertukaran antara pihak yang independen (arm'slength price). Pihak yang mempunyai hubungan istimewa mungkinmempunyaisuatutingkatkeluwesandalamprosespenentuanharga,yangtidak terdapat dalam transaksi antara pihak yang tidak mempunyaihubunganistimewa.

d. IndonesiadalamUUPPhterbarumengakuimetodepenentuanhargapasar

wajarmenurut OECD. Berikut adalah tigametode yang digunakan dalammenghitunghargapasarwajar:

9http://puslit.petra.ac.id/files/published/journals/AKU/AKU040602/AKU04060204.pdf,ImanSantoso,JurnalAkuntansidanKeuanganVol.6,No.2,NOPEMBER2004:123139

BIRO

ANA

LISA

ANGG

ARAN

DAN

PEL

AKSA

NAAN

APB

N S

ETJE

N DP

R RI

BiroAnalisaAnggarandanPelaksanaanAPBNSETJENDPRRI|36

1)MetodeTradisional

a) Comparable Uncontrolled Price (CUP) membandingkan hargapadasuatutransaksiyangterkontroldengantransaksilainnyayangsejenis yang tidak terkontrol. Cara ini paling mudah secarakonseptual, harga pasar wajar cukup ditentukan oleh duaperusahaan yang tidak terkait. Namun fakta bahwa setiapperubahan kecil dalam suatu transaksi (misalnya periodepenagihan, kuantum dan merk) berpengaruh signifikan terhadaphargamenjadikansangat sulituntukmenemukan transaksi sejenisyangdapatdiperbandingkan.TerdapatduametodedalamCUPyaituinternalcomparabledanexternalcomparable.Perbedaannyasangatjelas,externalcomparable,artinyapengujianhargadilakukanpadaperusahaan lain sedangkan internal comparable, pengujiandilakukan terhadap salah satu pihak yang melakukan transferpricing.

b) CostPlus (CP) biasanya digunakan untuk barang jadi, ditentukandengan menambah markup yang sesuai pada biaya yang timbulakibat proses produksi sebesar markup yang sesuai dengankeuntungan perusahaan lain yang diuji oleh pihakpihak yangterkait. Metode umunya diterima oleh otoritas Bea Cukai karenamemberikanindikasibahwahargatransfermendekatinilaicostdariitem yang diperdagangkan. Namun pendekatan biaya (cost ofproduction) tidaklah setransparan seperti yang terlihat, karenaperusahaan dapat denganmudahmengubah akun biayanya untukmerubah besaran harga transfer. Perusahaan yang mengadopsimetode ini harus memilih satu diantara pendekatan berikut:pendekatan Biaya Aktual, pendekatan biaya standar, pendekatanbiayavariabeldanpendekatanbiayamarjinal.

c) Resale Price (RP) penentuan harga pasar wajar didasarkan atasproduk yang dibeli dari perusahaan afiliasi lalu dijual kembalikepada perusahaan independen. Lalu, harga pasar wajar darimetodeinidihitungdengancaramengurangkanhargajualkembalitersebut dengan suatumargin laba kotor tertentu, dimanamarginlaba kotor itu diambil dari margin laba kotor perusahaan sejenisyangmelakukantransaksidenganpihakpihakyangtidakmemilikihubunganistimewa.

2)MetodeNonTradisional

a) Profit Split (PS) dan turunannya termasuk metode Comparativedan Residual Profit Split digunakan jika perusahaan yang terlibatdalamtransaksiyangdiperiksaterlaluterpadusehinggatidakdapat

BIRO

ANA

LISA

ANGG

ARAN

DAN

PEL

AKSA

NAAN

APB

N S

ETJE

N DP

R RI

BiroAnalisaAnggarandanPelaksanaanAPBNSETJENDPRRI|37

dilakukanevaluasisecaraterpisah,sehinggakeuntunganakhirdarimasingmasing pihak dibagi berdasarkan tingkat kontribusi darisetiap peserta dalam proyek itu. Tingkat kontribusi itu sendiriditentukan oleh beberapa faktor terukur seperti kompensasikaryawan,biayaadministrasidlldarimasingmasingpihak.

b) TransactionalNetMarginMethod (TNMM), merupakanmetodeyang berfokus pada laba operasi wajar yang diperoleh salah satuentitas (pihak yang di uji) dalam transaksi. TNMM menegaskanbahwa laba operasi relatif (relatif terhadap penjualan, HPP, atauaktiva untuk memungkinkan komparasi antara perusahaan atautransaksi yang berbeda) dapat secara lebih kuat mengukur hargapasar wajar jika metode pembandingan seperti pada metodetradisional tidakdapatdilakukan.DiUSA,TNMMbiasadinamakanmetode Comparable Profits Method (CPM) dan selain metodetradisional,merupakanmetodepenentuanhargapasarwajar yangpalingbanyakdigunakan.

3)MetodeLainnya

OECD Guidelines tidak memperkenankan metode lainnya dalammenentukanhargapasarwajarkarenametodeinitidakmencerminkanhargapasarwajaryangsesungguhnya.Termasukdalammetodelainnyaini adalah metode global split method yang merupakan turunan dariprofitsplitdiatas,danjugaformularyapportionment.

D. KEBIJAKANMENEKANKECURANGANPRAKTEKTRANSFERPRICING.

1. PERJANJIANPERPAJAKANINTERNASIONAL

a. PersetujuanPenghindaranpajakBerganda(P3B): pembagianhakpemajakan,mencegahdoubletax&doublenontax saatiniterdapat62P3Befektif

b. PersetujuanPertukaranInformasiPerpajakan(TIEA):

perjanjian pertukaran informasi dengan negara mitra terutama low taxjurisdiction

terdapat4TIEAyangsudahditandatangani

c. KonvensitentangBantuanAdministratifBersamadiBidangPerpajakan: ditandatangani3November2011 terkaitprosedurPertukaranInformasi,danbantuanpenagihanpajak

d. KlausulklausulPerpajakandalam:

PerjanjianPromosidanPerlindunganPenanamanModal(P4M) PerjanjianPerdagangan(BilateralTradeAgreement),dll

BIRO

ANA

LISA

ANGG

ARAN

DAN

PEL

AKSA

NAAN

APB

N S

ETJE

N DP

R RI

BiroAnalisaAnggarandanPelaksanaanAPBNSETJENDPRRI|38

2. MUTUALAGREEMENTPROCEDURE(MAP) Tujuan:memberikepastianhukumdanpanduandalampelaksanaanproseduradministratifMAPdalamP3B

DasarHukum:a. Pasal32AUUPPhb. PasalterkaitMAPdalamP3BAturanPelaksanaan:a. PP74Tahun2011b. PerDirjenPajakNo.PER48/PJ/2010

3. ADVANCEPRICINGAGREEMENT(APA)

Tujuan:memitigasiisuatausengketaTransferPricingantaraDJP,WajibPajak,dan/atauotoritasmitraP3BDasarHukum:a. Pasal32AUUPPhb. Pasal18ayat(3a)UUPPhc. PasalterkaitcorrespondingadjustmentdanMAPdalamP3BAturanPelaksanaan:a. PP74Tahun2011b. PerDirjenPajakNo.PER69/PJ/2010Latar belakang APA adalah dengan menggunakan APA akan memberikanpenyelesaian yang seimbang tidak hanya antara Wajib Pajak dan PihakAdministrasi Pajak Negara Domistik saja akan tetapi juga antara PihakAdministrasiPajakNegaraLainnyayangterlibat.APAmenyediakan sebuahmekanisme yangmemperkenankannegaranegarayang terlibat untuk melakukan kerjasama dalam kerangka hokuminternasional untuk menghindari perselisihan dan meminimalkan bebanpemeriksaanatastransaksitransferpricing.

BIRO

ANA

LISA

ANGG

ARAN

DAN

PEL

AKSA

NAAN

APB

N S

ETJE

N DP

R RI

BiroAnalisaAnggarandanPelaksanaanAPBNSETJENDPRRI|39

Kesepakatan harga transfer (Advance Pricing Agreement/APA) adalahkesepakatanantaraWajibPajakdanDirektur JenderalPajakmengenaihargajual wajar produk yang dihasilkannya kepada pihakpihak yang mempunyaihubungan istimewa (related parties) dengannya. Tujuan diadakannya APAadalahuntukmengurangi terjadinyapraktikpenyalahgunaan transferpricingolehperusahaanmultinasional.PersetujuanantaraWajibPajakdanDirekturJenderalPajak tersebutdapatmencakupbeberapahal, antara lainharga jualproduk yang dihasilkan, dan jumlah royalti dan lainlain, tergantung padakesepakatan.KeuntungandariAPAselainmemberikankepastianhukumdankemudahan penghitungan pajak, Fiskus tidak perlu melakukan koreksi atashargajualdankeuntunganprodukyangdijualWajibPajakkepadaperusahaandalam grup yang sama. APA dapat bersifat unilateral, yaitu merupakankesepakatanantaraDirekturJenderalPajakdenganWajibPajakataubilateral,yaitukesepakatanDirekturJenderalPajakdenganotoritasperpajakannegaralainyangmenyangkutWajibPajakyangberadadiwilayahyurisdiksinya10.

Memori penjelasan pasal tersebut menyatakan bahwa: kesepakatan hargatransfer (Advance Pricing Agreement/APA) adalah kesepakatan antara wajibpajak dengan DJP mengenai harga jual wajar produk yang dihasilkannyakepada pihakpihak yang mempunyai hubungan istimewa (related parties)dengannya.

Berdasarkan hal tersebut, pengaturan lebih jauhmengenai bagaimanawajibpajakmencapaikesepakatanharga transferdenganDJPmelaluiAPAmenjadihal yang penting mempertimbangkan resiko koreksi fiskal yang dapatdilakukanolehpihakotoritaspajakberkenaandenganindikasiketidakwajaranharga yang diberlakukan kepada pihakpihak yang mempunyai hubunganistimewa.

SecaragarisbesarAPAmemilikiempattahapnegosiasiutama,yaitu:(1)wajibpajak secara sukarela menunjukkan ketertarikannya untuk menerapkansistem APA dengan cara mengajukan permintaan kepada fiskus; (2)penyampaikan aplikasi permohonan secara formal yang ditandai denganpemberian informasi yang ekstensif mengenai operasi usaha serta metodetransferpricingapayangdipergunakangunamemperolehhargapasarwajar,danmempersiapkananalisisyangmendalammengenaiperusahaan,pasardanpersainganyangharusdihadapi;(3)dilakukannyaevaluasiolehfiskusdengancaramelakukanaudit lunak(lenientaudit)untukmemastikanapakahsemuaperhitungan yang diajukan oleh wajib pajak dapat diterima; (4) tercapainyaAPAdiantarakeduabelahpihak.

Persetujuan ini kemudian akan berlaku selama jangka waktu tertentu,biasanya di dalam keadaan normal, akan berlaku selama 3 (tiga) hingga 5(lima)tahun,danapabilakesepakatantelahdicapai,APAdapatdipergunakan

10PenjelasanPasal18,ayat(2)UUPPHNo.36/2008

BIRO

ANA

LISA

ANGG

ARAN

DAN

PEL

AKSA

NAAN

APB

N S

ETJE

N DP

R RI

BiroAnalisaAnggarandanPelaksanaanAPBNSETJENDPRRI|40

gunamenyelesaikankasuskasustransferpricingyangterjadisaatinimaupunyangterjadiditahuntahunsebelumnya.

Mekanisme kontrol yang dilakukan fiskus di dalam penerapan APA adalahdengan cara mewajibkan wajib pajak untuk menyiapkan laporan tahunandimana di dalamnya wajib pajak memberikan penjelasan mengenai: (i)bagaimana APA yang telah disepakati diterapkan di tahun tersebut; (ii)menyerahkan laporan keuangan yang menunjukkan hasil dari penerapanmetode transfer pricing yangdisepakati; (iii)menyerahkanhasil rekonsiliasipembukuan yang telah disesuaikan dengan Undangundang serta buktipembayaran PPh badan; dan (iv) apabila terdapat kerugian yangdikompensasikan di tahun tersebut,wajib pajak harus dapatmendukungnyadengandatadanalasanyangkuat.

APA tidak akan berlaku lagi dikarenakan dua alasan. Pertama, jika masaberlakunya telah habis dan pihak fiskus sesuai dengan peraturan yang telahditetapkan, secara formal mencabut kesepakatan tersebut. Kedua, apabilasalah satu atau lebih dari persyaratan yang tertuang di dalam persetujuantersebut tidak dipatuhi oleh salah satu dan/atau kedua belah pihak. Apabilaterbukti bahwa APA dibentuk berdasarkan data dan informasi yangmenyesatkan, maka dianggap APA juga tidak pernah tercapai. Namundemikian, menyadari semakin cepatnya perubahan yang terjadi di duniabisnis,APAmemberikanfleksibilitasdankemudahankepadapihakpihakyangterkait11.

HAMBATANPENERAPANAPA(ADVANCEPRICINGAGREEMENT)

Beberapa hambatan penerapan APA di Indonesia, seperti: (i) kurangnyasumber daya manusia yang memiliki keahlian khusus di bidang transferpricing; (ii) sistempendataanpembandingEksternaldaripelaporanDHE (DevisaHasilEkspor)yangmasihbelummemadaidanterorganisirbaikpadahaldatainidiperlukan untuk mendeteksi aliran dana dan underlying transaksi ekspor.dandokumentasi; serta (iii)moralitas otoritas fiskal danwajib pajak yangmasihperlu terusmenerusdiperbaiki,kiranya tidakdipakaiuntukdijadikanalasanagar tidak meneruskan pembenahan prosedur teknis pengajuan APA yangtelahdijadikansalahsatualternatifpencegahanpraktiktransferpricingpadakorporasimultinasionaldalamUUPajakkita.(diedit)

Pengalaman penerapan APA di negaranegara yang telah lebih dahulumemperkenalkan sistem ini pun harus dipelajari agar implikasinya terhadapkorporasimultinasionaldaniklimbisnisdiIndonesiasecarakeseluruhanterusmembaik. Satu hal yang perlu diingat di dalam penerapan sistem APA ini,bahwasanya bersifat sukarela. Artinya otoritas fiskal Indonesia tidak dapat

11http://puslit.petra.ac.id/files/published/journals/AKU/AKU040602/AKU04060204.pdf,ImanSantoso,JurnalAkuntasidanKeuanganVol.6,No.2,NOPEMBER2004:123139

BIRO

ANA

LISA

ANGG

ARAN

DAN

PEL

AKSA

NAAN

APB

N S

ETJE

N DP

R RI

BiroAnalisaAnggarandanPelaksanaanAPBNSETJENDPRRI|41

memaksaataumewajibkankorporasimultinasionaluntuk ikutberpartisipasididalamprogramAPAini.Olehkarenanya,keberhasilansistemAPAiniakansangattergantungkepadaotoritasfiskaluntukmembuatnyamenarik12.

VI. SARANDANSOLUSIPENCEGAHANPRAKTEKTRANSFERPRICING

1. Diharapkan agar Direktorat Jenderal Pajak dapat diberikan akses terhadapsistemeKTPyangbaru agardataWP lebih lengkap lagi sehinggamendukungsistemperpajakan.

2. Diharapkan agar Direktorat Jenderal Pajak dapat diberikan akses terhadapsistem Perbankan, dan ini menyangkut Amandemen UU Perbankan sehinggadata traksaksi WP orang atau Badan dapat diketahui tentunya denganpersyaratantertentu.

3. Diharapkan agar Direktorat Jenderal Pajak mengoptimalkan unit PotensiPenerimaanPajakagardapatmemetakankarakterkarakterutamaperusahaan(tollmanufacturing, contractmanufacturing, dan fully fledgemanufacturing)sehingga dapat dianalisis potensi perpajakan yang masih bisadiintensifikasikan.

4. Mengaktifkan peran akuntan publik. Ketentuan paragraf 9 huruf d StandarProfessional Akuntan Publik (SPAP) No. 34 mengatur peranan auditor untukmenguji kewajaran perhitungan jumlah related parties transaction yangdiungkapkandalamlaporankeuangan.

5. Memperluaskriteriatransferpricing tidakhanyarelatedparties, tetapimelebarke semua transaksi yang diindikasikan di bawah harga pasarwajar, termasukdenganperusahaannonafiliasi.

6. Menggunakan data pembanding Eksternal dari pelaporan DHE (Devisa HasilEkspor), dimana seluruh penerimaanDHEharusmelalui BankDevisa.Denganketentuan eksportir wajib menyampaikan informasi tentang DHE meliputiinformasi tanggal PEB, kode kantor Bea Cukai, nomor pendaftaran PEB, danNPWPeksportir.(PeraturanBankIndonesiaNo.13/20/PBI/2011).

7. Mengumumkan ke publik tentang proses banding oleh wajib pajak yangmelakukantransferpricing,sebagaibentuktekananmoral.Perludicermati,padapasal50ayat (1)UUNo.14/2002 tentangPengadilanPajak,disebutkanbahwapengadilan pajak terbuka bagi publik. Dengan Pemerintah mengumumkanjalannya peradilan pajak, akan membuka mata publik bahwa perusahaanperusahaan terkenal tersebut ternyata melakukan kecurangan untukmenghindaripajak.

12http://puslit.petra.ac.id/files/published/journals/AKU/AKU040602/AKU04060204.pdf,ImanSantoso,JurnalAkuntansidanKeuanganVol.6,No.2,NOPEMBER2004:123139

BIRO

ANA

LISA

ANGG

ARAN

DAN

PEL

AKSA

NAAN

APB

N S

ETJE

N DP

R RI

BiroAnalisaAnggarandanPelaksanaanAPBNSETJENDPRRI|42

8. Perlu ada data center, seperti Indonesian Coal Index, yangmengupdate harga

terbaru komoditas tambang. Harga terbaru komoditas diperlukan untukassesment kewajaran omset penjualan pada SPT tahunan perusahaanpertambangan.

9. Pembentukan single document window (SDW) antar negara yang telah

menerapkantaxtreaty,danforummultilateral,sepertiAPEC.ModelSDWefektifuntuk mengawasi harga pengiriman barang antar negara produsen dankonsumen.Denganmodel SDW, penerbitan invoice oleh perusahaan perantaraabalabal di tax haven country akan terkena pajak, sehingga modus transferpricingtidakefisienuntukperusahaantersebut13.

13 Dirjen Pajak.go.id Oleh Anandita Budi Suryana, Pegawai Direktorat Jenderal Pajak