3 Principles of Ecosystem Sustainability fileUntuk tercapainya sustainability, ecosystem membuang...

download 3 Principles of Ecosystem Sustainability fileUntuk tercapainya sustainability, ecosystem membuang bahan sisa dan mengisi lagi nutrient-nutrient dengan men-daur-ulang (recycling) seluruh

If you can't read please download the document

  • date post

    07-Mar-2019
  • Category

    Documents

  • view

    215
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of 3 Principles of Ecosystem Sustainability fileUntuk tercapainya sustainability, ecosystem membuang...

Cheng Shan Noe - http://nusaindah.wordpress.com Ilmu Pengetahuan Lingkungan

pesan sponsor : bila ingin dapat uang melalui internet, coba simak apa yang tertulis di : http://modalkecil.danatunai.net

hal. 47

3 Principles of Ecosystem Sustainability Uraian dalam bab 3 ini seperti yang tertulis dalam buku : Environmental Science, Nebel B. J. & Wright R. T. Prentice Hall, Upper Saddle River New Jersey, 1998, sixth Edition, halaman ( no. halaman perlu dikoreksi) 73 s.d. 77 serta halaman ( no. halaman perlu dikoreksi) 104.

3.1 The First Principle of Ecosystem Sustainability. Untuk tercapainya sustainability, ecosystem membuang bahan sisa dan mengisi lagi nutrient-nutrient dengan men-daur-ulang (recycling) seluruh elemen-elemen. (1, p. 73).

Fig. 3-20, 1-p. 74. Berbeda dengan yang berlaku pada ecological principle of nutrient cycling, masyarakat manusia telah mengembangkan pola aliran satu arah nutrient. Menjadi ada masalah di kedua ujungnya. Gambar yang ditampilkan memberikan ilustrasi aliran satu arah phosphorus, namun banyak skema serupa yang berlaku untuk banyak elemen lainnya yang banyak dipakai dalam keseharian kita.

Berbeda dengan pen-daur-ulang-an (recycling) yang dilakukan sangat baik dalam natural ecosystem, human system sebagian besar dibangun dengan sistem aliran elemen-elemen satu arah. Fertilize - nutrient phosphate, yang ditambang dari sumbernya, berakhir dengan mengalir masuk ke alur-alur aliran air (sebagai pencemar ?). Aliran satu arah yang serupa dapat juga terjadi dalam hal berbagai macam logam, seperti : alumunium, mercury (air raksa), timah yang merupakan nutrient-nutrient dari berbagai macam kegiatan industri. Di satu ujung, logam-logam tersebut ditambang dari dalam perut bumi, di ujung yang satu-nya lagi, logam-logam ini berakhir di dumps (tempat penimbunan sampah / besi tua) dan landfill , yang merupakan barang-barang tidak terpakai lagi. Patut dipertanyakan apakah ada yang terus menipis atau berkurang serta mungkin suatu saat akan habis, namun di ujung lainnya, terjadi penumpukan serta timbul masalah akibat pencemaran (1, pp. 73-74).

Masalah polusi (pencemaran) sangat menonjol saat ini. Dunia ini memiliki deposits hampir seluruh mineral yang sangat besar, namun kapasitas ecosystems (bahkan seluruh biosfir)

http://nusaindah.wordpress.com/http://modalkecil.danatunai.net/

Cheng Shan Noe - http://nusaindah.wordpress.com Ilmu Pengetahuan Lingkungan

pesan sponsor : bila ingin dapat uang melalui internet, coba simak apa yang tertulis di : http://modalkecil.danatunai.net

hal. 48

untuk menyerap material-material buangan atau kotoran (wastes) tanpa dibuat menjadi tersebar terhitung sangat terbatas (1, p. 74).

Keterbatasan ini, diperparah dan diperparah lagi dengan adanya kenyataan bahwa amat banyak sekali produk-produk yang kita pakai merupakan material yang non-biodegradle (1, p. 74).

Apakah perlu perluasan penerapan konsep pen-daur-ulang-an tidak hanya terbatas pada kertas, botol, dan barang-barang pecah belah lainnya, tapi juga semuanya, mulai dari tumpukan tempat sampah sampai pada buangan industri (1, p. 74).

3.2 The Second Principle of Ecosystem Sustainability.

Fig. 3-21, 1-p.76. Dari sinar matahari yang sampai di bumi, 30 % dipantulkan awan, permukaan air dan permukaan tanah. 60 % diserap oleh, dan masuk memanaskan tanah, air dan udara. Pemanasan ini mengakibatkan terjadinya penguapan air dan sirkulasi udara dan air, menghasilkan sesuatu yang disebut sebagai iklim. Hanya 10 % dari energi surya diserap oleh vegetasi (tentu saja persentasi ini sangat bervariasi diantara masing-masing ecosystem, musim dalam satu tahun, dan lokasi di bumi ini). Pada fotosintesis dengan efisiensi rendah, hanya 2 5 % dari 10 % yang diserap vegetasi (0.2-0.5% dari total energi surya) terperangkap sebagai biomass pada trophic level 1, namun jumlah energi yang sedemikian ini mendukung seluruh bagian ecosystem sisanya. Diperkirakan bahwa hanya 0.1 % sinar matahari yang sampai pada permukaan bumi akan memasok seluruh kebutuhan manusia dan tidak terpengaruh oleh dinamika yang terjadi dalam biosfir.

Untuk tercapainya sustainability, ecosystem mempergunakan sinar surya sebagai sumber energi-nya. Berbeda dengan solar energy (energi surya) yang tidak mencemari dan tidak semakin berkurang , manusia telah banyak membangun suatu human system yang sangat tergantung pada fosil fuel seperti batu bara, gas alam, dan crude oil (minyak mentah). Crude oil

http://nusaindah.wordpress.com/http://modalkecil.danatunai.net/

Cheng Shan Noe - http://nusaindah.wordpress.com Ilmu Pengetahuan Lingkungan

pesan sponsor : bila ingin dapat uang melalui internet, coba simak apa yang tertulis di : http://modalkecil.danatunai.net

hal. 49

merupakan bahan dasar untuk refinement seluruh bahan bakar cair seperti : bensin, solar, minyak tanah, dll... Bahkan dalam memproduksi makanan, yang pada dasarnya sebagian besar didukung oleh sinar surya dan fotosintesis, diperkirakan masih dipergunakan sekitar 10 % kalori yang berasal dari fosil fuel untuk setiap kalori dalam makanan yang dikonsumsi. Tambahan energi dari sumber fosil fuel dipakai dalam kegiatan : penyiapan lapang (persiapan tanah), pemupukan, pengendalian hama, panen, pemrosesan, penyimpanan, transportasi, dan memasak (1, p. 74).

Lagi-lagi, masalah yang paling menekan, dalam kaitannya dengan mempergunakan bahan bakar yang berasal dari fosil fuel, kapasitas biosfir yang terbatas untuk menyerap material buangan produk ikutan yang dihasilkan akibat membakar bahan bakar jenis ini. Masalah pencemaran udara seperti misalnya : urban smog (kabut campur asap yang meliputi perkotaan), hujan asam, pemanasan global potensial adalah merupakan akibat dari adanya produk ikutan tersebut. Juga yang telah dan akan dipermasalahkan adalah ketersediaan cadangan sumber crude oil yang terus menerus akan semakin menipis dan habis (1, p. 74). Sumber energi surya sebenarnya demikian berlimpah, jadi pemenuhan energi dengan mengolah dari sumber energi surya dan tenaga-tenaga lain yang ada sebagai akibat adanya matahari (seperti misalnya : angin, tenaga air dalam siklus hidrologi) perlu sekali dikembangkan lebih lanjut (1, p. 74).

http://nusaindah.wordpress.com/http://modalkecil.danatunai.net/

Cheng Shan Noe - http://nusaindah.wordpress.com Ilmu Pengetahuan Lingkungan

pesan sponsor : bila ingin dapat uang melalui internet, coba simak apa yang tertulis di : http://modalkecil.danatunai.net

hal. 50

3.3 The Third Principle of Ecosystem Sustainability. Untuk tercapainya sustainability, besarnya populasi consumers haruslah dijaga sedemikian rupa sehingga tidak terjadi overgrazing dan bentuk-bentuk lain overuse (1, p. 74). Dalam natural ecosystem, keberadaan biomass yang tepat terpelihara sedemikian rupa sehingga ada jaminan untuk kelangsungan produksi lebih lanjut. Loss biodiversity , loss of rainforest, overfishing of the ocean, overgrazing of range lands adalah contoh-contoh penggunaan yang melampaui batas, yang apabila dipandang sebagai suatu masalah, merupakan suatu kesadaran yang menghendaki berlakunya prinsip sustainability (1, p. 76).

Dalam bab 1 telah disebutkan tentang rapidly growing human population dan increasing per capita consumption . Human population telah meningkat lebih dari enam kalinya dari jumlah 200 tahun lalu, dan masih berlanjut meningkat pada laju 88 juta jiwa per tahun, 10 kali lebih cepat dibanding yang terjadi pada tahun 1800. Itulah sebabnya, kegagalan atau keberhasilan

usaha-usaha ke arah stabilizing population dipandang akan mempunyai implikasi yang sangat nyata sehubungan dengan sustainability (1, p. 76).

Perlunya menstabilkan populasi menjadi terasa lebih penting bila dipertimbangkan trend lain, yaitu : meningkatnya konsumsi per kapita. Kehidupan yang lebih baik praktis membuat konsumsi terhadap hampir semua hal meningkat. Contoh kasus yang disajikan dalam tulisan ini, sehu-bungan dengan kecenderungan pening-katan konsumsi daging di banyak negara. Sehubungan dengan prinsip biomass pyramid, dibutuhkan 16 kg biji-biji-an untuk dapat diperoleh 1 kg daging sapi (untuk daging babi dan daging ayam lebih sedikit) seperti yang digambarkan dalam Fig. 3-23. Hal ini berarti, untuk setiap tingkat kenaikan kebutuhan konsumsi daging sapi, akan ada 16 kali kenaikan kebutuhan produksi tumbuhan, yang terkait dengan kenaikan kebutuhan pemakaian lahan, pupuk dan obat-obat-an, energi, serta juga kenaikan pencemaran dari kegiatan ini. Implikasi dari ini sangat kentara dalam simakan terhadap areal tanam yang ada di Amerika Serikat bahwa : separuhnya lahan tanam adalah penghasil makanan ternak (1, p. 76).

3.4 The Fourth Principle of Ecosystem Sustainability. Untuk tercapainya sustainability, keragaman hayati perlu terpelihara dan dipertahankan.

Fig. 3-23, 1-p. 77 Untuk memperoleh 1 pound daging, ayam atau telur, petani harus bermodal biji-bijian dan kedelai seperti diperlihatkan dalam gambar diatas. Untuk dapat memperoleh 1 pound daging dibutuhkan 16 pounds makanan. Dengan kata-kata lain, biji-biji-an yang dikonsumsi untuk mendukung 1 orang yang makan daging dapat mendukung 16 orang pemakan langsung biji-biji-an.

http://nusaindah.wordpress.com/http://modalkecil.danatunai.net/

Cheng Shan Noe - http://nusaindah.wordpress.com Ilmu Pengetahuan Lingkungan

pesan sponsor : bila ingin dapat uang melalui internet, coba simak apa yang tertulis di : http://modalkecil.danatunai.net

hal. 51

Ecosystems yang paling seimbang adalah yang tingkat keragaman hayatinya tertinggi. Dalam sistem sederhana, seperti sistem budi-daya tunggal, telah melekat menjadi sifatnya bahwa yang demikian ini tidak stabil. Keb