2.laporan HNP

download 2.laporan HNP

of 54

  • date post

    06-Apr-2018
  • Category

    Documents

  • view

    253
  • download

    3

Embed Size (px)

Transcript of 2.laporan HNP

  • 8/3/2019 2.laporan HNP

    1/54

    LAPORAN KASUS

    HERNIATION OF NUCLEOS PULPOSUS

    JARINGAN OTOT

    Jaringan otot itu mencapai 40%-50% berat tubuh seseorang. Jaringan otot terdiri atas sel-sel

    yang telah berdiferensiasi dan mengandung protein kontraktil (sel-sel kontraktil) yang disebut

    dengan serabut otot. Sel-sel kontraktil tersebut diperlukan untuk membangkitkan tenaga yang

    diperlukan untuk kontraksi sel, yang menghasilkan gerakan di organ tertentu dan tubuh secara

    keseluruhan.

    A.Komponen dari jaringan ototJaringan ikat mengelilingi dan melindungi jaringan otot. Fascia adalah suatu lembaran atau

    berkas jaringan ikat fibrous yang mendukung dan mengelilingi otot dan organ tubuh lainnya.

    Superficial fascia (lapisan subkutan atau hipodermis), yang memisahkan otot dari kulit,

    tersusun atas jaringan ikat longgar dan jaringa adiposa. Berpreran dalam jalannya saraf,

    pembuluh darah, dan pembuluh limpa untuk masuk dan keluar pada otot. Deep fascia

    ,erupakan jaring ikat padat tak teratur yang membatasi dinding tubuh dan anggota badan dan

    otot-otot yang melekat. Berperan dalam pergerakan bebas, pembawa saraf, pembuluh darah,

    dan pembuluh limpa, dan mengisi ruang antara otot-otot. Tiga lapisan jaringan ikat dari deep

    fascia melindungi dan memperkuat otot rangka, yaitu :

    a. Lapisan paling luar yang mengelilingi seluruh otot, yaitu epimisium.b. Perimisium mengelilingi 10 hingga 100 atau lebih serabut-serabut otot, memisahkan

    serabut-serabut otot tersebut menjadi bundle. Bundle tersebut disebut dengan fasikel.

    c. Endomisium adalah jaringan ikat halus yang melapisi setiap serabut otot individual.Jaringan otot memiliki ciri-ciri, antara lain :

    a. Kontraktilitas; adalah kemampuan jaringan otot untuk berkontraksi dengan kekuatanpenuh ketika dirangsang oleh potensial aksi. Ketika otot berkontraksi akan menghasilkan

    tensi (kekuatan kontraksi).

    b. Eksitabilitas; adalah kemamouan untuk merespon terhadap berbagai rangsangan denganmemproduksi sinyal elektrik yang disebut potensial aksi. Pada sel-sel otot, terdapat 2 tipe

  • 8/3/2019 2.laporan HNP

    2/54

    rangasangan yang memicu potensial aksi, yaitu sinyal elektric autoritmik yang berasal dari

    jaringan otot itu sendir, dan rangsangan kimia.

    c. Ekstensibilitas; adalah kemampuan jaringan otot untuk meregang (stretch) tanpamengalami kerusakan.

    d. Elastisitas; adalah kemampuan jaringan otot untuk kembali ke ukurannya semula setelahberkontraksi atau meregang.

    B. Fungsi dari sistem otot, yaitu :a. Pergerakan tubuh. Pergerakan seluruh tubuh seperti berjalan, berlari.b. Penopang tubuh dan mempertahankan postur tubuh. Otot menopang rangka dan

    mempertahankan tubuh baik dalam posisi berdiri maupun duduk terhadap gaya

    gravitasi.

    c. Penghasil panas (thermogenesis). Sebagian besar panas dihasilkanb oleh otot untukmempertahankan suhu tubuh normal.

    C. Klasifikasi OtotOtot diklasifikasikan berdasarkan struktural (ada dan tidaknya lurik), fungsional (vounter

    dan involunter) dan lokasi, terbagi menjadi 3 yaitu :OTOT RANGKA OTOT POLOS OTOT JANTUNG

    Serabut otot yangberukuran hingga 30cm dan

    berbentuk silinder

    Berinti banyak(multinuklear) yang terletak

    di perifer bawah sakrolema

    Memiliki lurik Kontraksinya cepat&kuat

    Bekerja secara volunter Melekat pada rangka

    Serabut otot berukuranantara 20 mikron-0,5mm dan

    berbentuk gelendong

    Berinti tunggal, yang terletakdi tengah pada bagian sel

    yang paling lebar

    Tidak ada lurikKontraksinya lemah dan

    lambat

    Bekerja involunterTerletak pada dinding organ

    Serabut otot berukuranantara 85-10 mikron dan

    serabutnya bercabang

    Berinti tunggal, yang terletakpada bagian tengah

    Memiliki lurik Memiliki diskus interkalaris Kontraksi cepat, kuat dan

    berirama

    Bekerja involunter Hanya ada pada jantung

  • 8/3/2019 2.laporan HNP

    3/54

    berongga (ex. Kanding kemih,

    uterus)

    Pada dinding tuba (ex.

    Saluran pencernaan)

    AKTIVITAS LABORATIRIUM

    Otot Halus

    Otot Jantung

  • 8/3/2019 2.laporan HNP

    4/54

    Otot Rangka

    D. Kontraksi Otot (Sliding Filament)Kontraksi otot terjadi adanya interaksi filamen tipis (aktin) dan filamen tebal (miosin).

    a. Filamen tipis, terdiri dari aktin, tropomiosin, dan troponin.Aktin dijumpai sebagai polimer berfilamen (aktin-F) panjang yang terdiri atas 2 untai

    monomer globular (aktin-G) berdiameter 5,6 nm yang saling berpilin dalam bentuk spiral

    ganda. Karakteristik yang terlihat pada semua molekul aktin-G adalah strukturnya yangasimetris. Bila molekul aktin-G berpolimerasi membentuk aktin-F, molekul tersebut akan

    terikat dari depan ke belakang dan menghasilkan suatu filamen dengan polaritas yang dapat

    dikenali. Setiap monomer aktin-G memiliki satu tempat pengikatan bagi miosin.. Protein -

    aktinin dan desmin (suatu protein filamen intermediate) diyakini menyatuka sarkomer yang

    bersebelahan sehingga miofibril tetap berada di tempatnya.

    Tropomiosin, yaitu suatu molekul halus dengan panjang sekitar 40 nm, memiliki 2 rantai

    polipeptida. Molekul ini tergantung pada kepala sampai ekor, yang membentuk filamen

    yang berjalan di atas subunit aktin di sepanjang tepian alur yang berada di antara dua untai

    aktin yang terpilin. Sedangkan troponin merupakan kompleks 3 subunit, yaitu TnI

    (mengahambat interaksi aktin-miosin), TnT (yang melekat erat pada tropomiosin), dan TnC

    (terikat pada ion calsium).

  • 8/3/2019 2.laporan HNP

    5/54

    b. Filamen tebal yaitu miosin. Miosin merupakan kompleks yang berukuran lebih besar.Miosin dapat diuraikan menjadi 2 rantai berat yang identik dan 2 pasang rantai ringan.

    Terdiri atas ekor dan 2 kepala miosin, yang berikatan terhadap miosin binding site pada

    molekul aktin selama kontraksi.

    Pengaturan pada pemitaan serabut otot rangka

    a. Pita A anisotrop ; mampu mempolarisasi cahaya (merupakan bagian pusat sarkomer).Terdiri dari filamen tebal (miosin) dan juga bagian filamen tipis yang saling bertumpuk.

    b. Pita I isotrop ; nonpolarisasi. Terbentuk dari filamen tipis yang tidak salaing bertumpukdengan filamen tebal.

    c. Garis Z. Terbentuk dari protein penunjang yang menahan filamen tipis tetap menyatu disepanjang miofibril.

    d. Zona H. Area yang lebih pucat pada pita A. Terdiri atas molekul miosin dengan bagian miripbatang.

    e. Garis M. Pita H dibelah dua oleh garis M, yang merupakan kerja protein penunjang lain yangmenahan miosin tetap bersatu (protein Titin). Protein utama pada garis M yaitu keratin

    kinase.

    Siklus kontraksiPada kontraksi awal, retikulum sarkoplasma melepasakan ion-ion Ca

    2+ke dalam sitosol. Disama,

    Ca2+

    berikatan terhadap troponin. Kemudian troponin memindahkan (menggerakan)

    tropomiosin dari miosin binding site pada aktin. Ketika binding site nya bebas, siklus kontraksi

    (urutan-urutan peristiwa yang menyebabkan filamen-filamen bergeser) dimulai. Siklus kontraksi

    terdiri atas 4 tahap:

    1. Hidrolisis ATPKepala miosin meliputi ATP-binding site dan ATPase, yaitu suatu enzim yang menghidrolisisATP ADP + Pi. Hidrolisis ATP (ADP+Pi) tetap mengikat terhadap kepala miosin.

    2. Pengikatan miosin terhadap aktin untuk membentuk crossbridge

  • 8/3/2019 2.laporan HNP

    6/54

    Kepala miosin berikatan terhadap miosin bindung site pada aktin dan melepaskan gugus

    pospat yang telah dihidrolisis. Ketika kepala miosin berikatan terhadap aktin selama

    berkontraksi, disebut crossbridges.

    3. PowerstrokeSetelah membentuk crossbridges, powerstroke terjadi. Selama powerstroke, bagian pada

    crossbridge dimana ADP tetap terikat. Akibatnya, crossbridge berotasi an melepaskan ADP.

    Crossbridge menghasilkan kekutan ketika crossbridge berotasi terhadap pusat sarkomer,

    menggeser filamen tipis melewati filamen tebal terhadap garis M.

    4. Melepaskan miosin dari aktinPada akhir powerstroke, croosbridge kembali terikat denagn kuat terhadap aktin hingga

    crossbridge mengikat molekul lain dari ATP. Ketika ATP berikatan terhadap ATP binding site

    pada kepala miosin, kepala miosin terlepas dari aktin.

    Peningkatan Ca2+

    di dalam sitosol memulai kontraksi otot, dan penurunan Ca2+

    akan

    memberhentikannya. Ketika serabut otot berelaksasi, konsentrasi Ca2+

    di sitosolnya sangat

    rendah. Akan tetapi, jumlah(kadar) Ca2+

    tinggi akan disimpan di dalam retikulum sarkoplasma.

    Ketika potensial aksi otot menyebar sepanjang sarcolema dan masuk ke dalam T tubule,

  • 8/3/2019 2.laporan HNP

    7/54

    menyebabkan channel pelepasan Ca2+

    di dalam membran retikulum sarcoplasma terbuka.

    Ketika terbuka, Ca2+

    mengalir ke luar dari retikulum sarcoplasma ke dalam sitosol mengelilingi

    filamen tipis dan filamen tebal. Pelepasan Ca2+

    bergabung dengan troponin, menyebabkan

    perubahan bentuk. Perubahan konformasional tersebut menggerakan tropomiosin dari miosin

    binding site pada aktin. Ketika binding site itu bebas, kepala miosin berikatan terhadap aktin

    untuk membentuk crossbridge, dan siklus kontraksi mulai. Peristiwa-peristiwa yang telah

    dijelaskan tersebut merupakan excitation-contraction coupling, yaitu tahap-tahap yang

    menghubungkan eksitasi (penyebaran potensial aksi otot sepanjang sarcolema dan masuk ke T

    tubule) untuk berkontraksi (menggeser filamen-filamen). Retikulum sarcoplasma juga

    mengandung pompa transpor aktif ca2+

    yang menggunakan ATP untuk memindahkan Ca2+

    dari

    sitosol ke dlam retiukulum sarcoplasma. Ketika potensial aksi otot melanjutkan untuk