27. PROVINSI SULAWESI UTARA - ujp.ucoz.com .Bandara dan Pelabuhan Laut a. Bandara = Sam Ratu Langi

download 27. PROVINSI SULAWESI UTARA - ujp.ucoz.com .Bandara dan Pelabuhan Laut a. Bandara = Sam Ratu Langi

of 19

  • date post

    12-May-2019
  • Category

    Documents

  • view

    231
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of 27. PROVINSI SULAWESI UTARA - ujp.ucoz.com .Bandara dan Pelabuhan Laut a. Bandara = Sam Ratu Langi

773 Kepariwisataan Sulawesi Utara

PETA PROVINSI SULAWESI UTARA

774 Kepariwisataan Sulawesi Utara

A. UMUM 1. Dasar Hukum

Provinsi Sulawesi Utara dibentuk berdasarkan undang-undang No. 13 Tahun 1964, hari

jadi tanggal 14 Agustus 1959 dengan ibukota Manado.

2. Lambang Provinsi

BENTUK DASAR Lambang Daerah Tingkat I Sulawesi Utara berbentuk segi lima

sama sisi menggambarkan

Pancasila sebagai dasar dan falsafah hidup Bangsa dan Negara

Indonesia.

BENTUK WARNA DAN BAGIAN-BAGIAN LAMBANG

a. Warna dasar adalah biru langit, sisi luar berwarna kuning emas

b. Sebelah kanan terdapat buah pala terbuka, berjumlah 8 (delapan) buah, kulitnya

berwarna

c. kuning, biji pala berwarna merah, dirangkaikan dengan buah cengkeh 17 (tujuh

belas) buah yang warnanya merupakan perpaduan warna hijau kemuning dan warna

hijau muda kecoklat-coklatan.

d. Angka-angka pada cengkeh 17 (tujuh belas) buah, pala 8 (delapan) buah dan padi 45

(empat puluh lima) butir, adalah simbol yang menunjukkan Hari Proklamasi

Kemerdekaan Negara Republik Indonesia yaitu 17-8-1945.

e. Ditengah-tengah lingkaran buah padi, cengkeh dan pala terdapat 23 (dua puluh tiga)

untaian biji jagung yang berbentuk bulatan terdapat 1 (satu) pohon kelapa berdaun

9 .

(sembilan) mempunyai akar 6 (enam) dan dibawah pohon kelapa terdapat 4 (empat)

buah bibit kelapa.

f. Angka-angka yang dilambangkan oleh untaian biji jagung, daun kelapa, batang

kelapa, buah, akar dan bibit kelapa yang terdapat di tengah-tengah lingkaran buah

padi, cengkeh

dan pala mengartikan berdirinya Daerah Tingkat I Sulawesi Utara tanggal 23

September 1964.

g. Pohon kelapa, padi, pala, jagung dan cengkeh menggambarkan keseluruhan

kekayaan utama yang menjadi sumber hidup rakyat di daerah ini.

h. Di bagian bawah dari pohon kelapa terdapat pita putih berbaris merah dengan

warna hitam (warna bayangan) bertuliskan SULAWESI UTARA dengan warna

merah.

27 PROVINSI SULAWESI UTARA

775 Kepariwisataan Sulawesi Utara

ARTI WARNA

Warna lambang Daerah Tingkat I Sulawesi Utara mempunyai makna tertentu yang

diartikan sebagai berikut :

a. Warna Emas/Orange berarti : Kekayaan, keagungan b. Warna Biru berarti : Kemakmuran, kesuburan c. Warna Hijau berarti : Kemakmuran, kesuburan d. Warna Kuning berarti : Kesejahteraan, kebesaran dan keluhuran e. Warna Merah berarti : Keberanian, semangat yang menyala-nyala

dan kecintaan kepada Negara dan Agama

f. Warna Putih berarti : Kesucian, kedamaian g. Warna Cokelat berarti : Kecintaan kepada tanah air h. Warna Hitam berarti : Kokoh, kuat, teguh dan kekal i. Warna Ungu berarti : Kebanggaan

3. Pemerintahan Secara administratif, Provinsi Sulawesi Utara terdiri dari 11 pemerintahan Kabupaten

dan 4 Pemerintahan Kota.

No Kabupaten/Kota Ibu kota

1 Kabupaten Bolaang Mongondow Kotamobagu

2 Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan Bolaang Uki

3 Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Tutuyan

4 Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Boroko

5 Kabupaten Kepulauan Sangihe Tahuna

6 Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Ondong Siau

7 Kabupaten Kepulauan Talaud Melonguane

8 Kabupaten Minahasa Tondano

9 Kabupaten Minahasa Selatan Amurang

10 Kabupaten Minahasa Tenggara Ratahan

11 Kabupaten Minahasa Utara Airmadidi

12 Kota Bitung -

13 Kota Kotamobagu -

14 Kota Manado -

15 Kota Tomohon -

4. Letak Geografis dan Batas Wilayah Secara geografis, Provinsi Sulawesi Utara terletak diantara 0.300-4.300 Lintang Utara

(LU) dan 1210-1270 Bujur Timur (BT), dengan batas wilayah sebagai berikut :

Utara : Laut Sulawesi, Samudra Pasifik dan Republik Filipina

Timur : Laut Maluku

Selatan : Teluk Tomini

Barat : Propinsi Gorontalo

5. Komposisi Penganut Agama

Agama Protestan (65%),

Islam (28,4%),

Katolik (6%),

Lainnya (0,6%)

776 Kepariwisataan Sulawesi Utara

6. Bahasa dan Suku Bangsa Bahasa : bahasa Manado

Suku Bangsa :

Suku Minahasa (40%),

Suku Sangir (19,8%),

Suku Mongondow (11,3%),

Suku Gorontalo (7,4%),

7. Budaya : a. Lagu Daerah : O Ina Nikeke, Esa Mokan b. Tarian Tradisional : Tari Maengket, Tari Titi Lotihu, Titi Biteya c. Senjata Tradisional : Keris d. Rumah Tradisional : Bolaang Mangondow e. Alat Musik tradisional : Kolintang f. Makanan khas daerah : Ayam Rica rica, Binte Bilihuta, Masakan Bambu

8. Bandara dan Pelabuhan Laut a. Bandara = Sam Ratu Langi b. Pelabuhan laut = Pelabuhan Manado

9. Industri dan Pertambangan : kayu, bahan makanan, minyak kelapa, emas, marmer, mangaan dan gips.

B. OBYEK WISATA

1. Obyek Wisata Alam

a. Gunung Mahawu Selain gunung Soputan, di Sulawesi

Selatan terdapat gunung lain yang tak

kalah tenarnya, yakni Gunung api

Mahawu (1300 m). Mahawoe atau

Roemengas merupakan nama lain dari

gunung yang masih aktif ini. Di lereng

Gunung api Mahawu, dapat ditemui

beberapa pemukiman, hutan, dan area

persawahan. Kendati demikian,

aktifitas manusia di dalam hutan boleh

dikatakan cukup minim dan hanya bersifat sementara. Mahawu selain

keindahannya, juga telah dikenal sebagai gunung yang sering meletus. Dalam

catatan sejarah, gunung ini telah meletus pada tahun 1789. Pascatahun 1789,

gunung ini meletus beberapa kali dan terakhir pada tahun 1999.

Tidak disarankan untuk melakukan perjalanan ke puncak Mahawu terutama dalam

jumlah banyak, lebih dari lima orang. Hal tersebut disebabkan karena di puncak

Mahawu lahan untuk berkemah sangat sempit, bahkan tempat duduk untuk

beristirahatpun tidak leluasa dan langsung berhubungan dengan bibir kawah.

Alasan lain, tidak disarankannya melakukan pendakian ke kawah Mahawu karena

777 Kepariwisataan Sulawesi Utara

konsentrasi gas sulfur yang tinggi. Apabila pengunjung dalam kondisi yang lelah

kemudian menghirup gas belerang dapat menyebabkan pusing dan mual.

Pendaki yang berada di gunung ini tak hanya menikmati pemandangan indah sekitar

Mahawu. Namun lebih dari itu, keasrian dan pesona hutan lindung di kawasan

gunung ini juga menambah daya tarik tersendiri. Kawasan hutan lindung tersebut

hanya terdapat di daerah lereng hingga daerah menuju puncak Mahawu. Ketinggian

hutan ini mulai dari 600 m hingga 1200 m di atas permukaan laut.

Gunung Mahawu berdampingan sangat dekat dengan Gunung Lokon sebagai tempat

wisata geologi. Menyenangkan bila memanfaatkan wilayah sekitar Lokon sebagai

alternatif berdarmawisata. Begitu juga menyaksikan petani cengkeh, kopi, coklat,

sayur-mayur, dan buah-buahan yang banyak dihasilkan oleh penduduk di sekitar

Gunung Mahawu ini.

Mahawu, Wagio, dan Mawuas merupakan tiga kawah yang mengitari Gunung api

Mahawu. Secara geografis, ia berada di titik koordinat 01 21,5 LU dan 124 51,5 BT.

Posisi gunung ini masuk dalam wilayah Kecamatan Tomohon, Kabupaten Minahasa.

b. Pantai Likupang Pantai Likupang pernah membuat heboh

masyarakat sekitar dan juga perwakilan WWF di

Indonesia pada awal Maret 2007 lalu. Di pantai

itu, seekor penyu hijau (chelonia mydas)

ditemukan oleh seorang nelayan. Penyu hijau

merupakan jenis penyu langka. Menariknya,

pantai ini adalah kawasan wisata yang terkenal

dan tentu saja ketika liburan tiba, akan sangat

ramai dikunjungi. Hubungannya dengan si penyu langka tadi, bahwa pantai

Likupang sebagai objek wisata yang cukup populer pun mampu menjaga kualitas,

baik aspek kelestarian alamnya maupun nilai jual turismenya. Ia termasuk dalam

rencana pengembangan pariwisata antara Kota Manado dan Kotamadya Bitung.

Pantai Likupang menyombongkan kepada kita bahwa ia sangatlah memesona.

Bagaimana tidak? Berjalan di pantai ini, pengunjung akan menginjakkan kaki pada

milyaran butiran pasir putih. Selain itu, wisata selam atau diving dan snorkling dapat

dinikmati di pantai ini. Bila bosan berjalan-jalan atau bermain air di laut,

menyebranglah dengan kapal bermotor ke Taman Laut di Pulau Bangka. Hanya

sekitar 30 menit untuk mencapainya.

Pantai ini berada di sekitar 48 Km dari Manado ke arah timur laut. Secara

administratif, ia berada dalam wilayah Kota Bitung.

c. Danau Linow Danau yang memiliki luas sekitar 34 Ha ini unik

karena mengandung kadar belerang tinggi dan

memiliki warna yang selalu berubah. Hal ini

tergantung pada sudut pandang dan

pencahayaan danau. Di sekitar danau ini,

terdapat satwa endemik berupa burung blibis

dan ribuan serangga yang oleh penduduk

778 Kepariwisataan Sulawesi Utara

setempat dinamakan "sayok" atau "komo". Serangga unik yang hidup di air tapi

bersayap dan bisa terbang ini menjadi konsumsi penduduk setempat.

Kadang-kadang terdengar kicauan burung-burung kecil dan burung putih besar

melintasi danau. Burung-burung dari berbagai spesies dan ukuran ini membangun

rumah di sekeliling danau. Selain itu, aneka ragam tumbuh-tumbuhan juga hidup di