255 Ύݦ BAHAN SAAT TEDUH | EDISI NO. 255 | JULI .... serahkan diri Anda...

download 255 Ύݦ BAHAN SAAT TEDUH | EDISI NO. 255 | JULI .... serahkan diri Anda hari itu ... karena Tuhan

of 36

  • date post

    06-Mar-2019
  • Category

    Documents

  • view

    231
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of 255 Ύݦ BAHAN SAAT TEDUH | EDISI NO. 255 | JULI .... serahkan diri Anda...

| | BAHAN SAAT TEDUH EDISI NO. 255 JULI 2017

Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik

dari kasih karunia Allah." [1 Petrus 4:10]

255 ||

PERSPEKTIF ditulis tidak untuk menggantikan Alkitab, tetapi sebagai alat penunjang yang membantu kita untuk mengerti firman Tuhan lebih dalam dan sistematis untuk memenuhi kebutuhan rohani Anda. Prinsipnya adalah kem-bali kepada sumber pertumbuhan itu sendiri, yaitu Alkitab. Back to the Bible!

PERSPEKTIF disusun berdasarkan kurikulum yang dalam jangka waktu tertentu, bila Anda setia mengikutinya, maka Anda diharapkan akan memper-oleh gambaran yang cukup jelas secara keseluruhan Alkitab.

Untuk dapat memanfaatkan bahan ini secara maksimal, Anda dapat meng-ikuti saran-saran praktis sebagai berikut:

Sediakan waktu teratur setiap hari sedikitnya 20 menit.Carilah tempat yang tenang, hindari suara-suara yang dapat meng-ganggu konsentrasi Anda.Tenangkan hati dan berdoalah terlebih dahulu memohon pimpinan Tuhan.Bacalah bacaan Alkitab yang telah ditentukan pada hari itu 2-3 kali hingga paham benar, kemudian renungkanlah.Bacalah artikel yang tersedia, dan berusahalah menjawab pertanyaan refleksi yang ada dengan jujur. Setiap jawaban dapat pula Anda tuliskan pada sebuah agenda pribadi untuk dapat dibaca lagi sewaktu-waktu.Doakanlah apa yang telah Anda renungkan, serahkan diri Anda hari itu kepada Tuhan, mohon kekuatan dari-Nya untuk hidup sesuai firman Tuhan dan melakukan tekad yang Anda buat hari itu maupun hari sebelumnya. (Doakan pula pokok doa syafaat yang telah disediakan)

Saran-saran Praktis

Bersaat Teduh

Penerbit: BPH Majelis Umum GKA Gloria SurabayaAlamat: Jl. Pacar 9-17, Surabaya 60272 Tel. (031) 534 5898 Fax. (031) 545 2907 SMS. 087 8511 67282 Email: red_perspektif@yahoo.comRekening Bank: BCA a/c 256 532 5777 a.n. Gereja Kristen Abdiel Gloria

www.gkagloria.or.idPERSPEKTIF

Penulis edisi 255:Alfred Jobeanto, Andree Kho, David S. Kosasih, Hana OvilordiaHendry Heryanto, Ie David, Ivan Kwananda, Jonatan Dwi PutraLiem Sien Liong, Otniol H. Seba, Sahala Marpaung, Timotius

Penerjemah: Tertiusanto

EDITORIAL

lkitab dengan jelas berkata dalam Mazmur 25:12, bahwa kepada orang

A yang takut akan Tuhan maka Tuhan akan menunjukkan kepadanya jalan yang harus dipilihnya. Inilah berkat khusus bagi kita orang percaya yang senantiasa diterangi oleh kemuliaan Tuhan dan membangun kehidupannya sesuai dengan perintah Tuhan. Dengan membaca dan merenungkannya secara rutin, maka kita akan menemukan solusi atas segala permasalahan kita. Berikut ini, kita akan melihat akronim Alkitab yang dapat mengarahkan dan menolong kita di dalam kehidupan ini: A = Arahkan dirimu kepada Allah (Mazmur 62:6) Saat teduh adalah waktu kita merenungkan firman-Nya serta mengarahkan diri kita kembali kepada Allah. Tujuannya, agar kita dapat mendengar suara-Nya, kita harus berusaha mengecilkan volume dunia ini (segala beban, permasalahan hidup, suka-duka, orang dan lingkungan di sekitar kita, dll). L = Latihlah rohanimu (Mazmur 119: 97-104) Ketika kita bersaat teduh maka firman-Nya akan membuat kita sehat secara rohani. Dengan rohani yang sehat itu akan memampukan kita untuk menghasilkan buah-buah Roh. Tindakan melatih ini tentu membutuhkan disiplin dan kemauan besar dalamnya! K = Ketahui dan diamlah (Mazmur 46:11) Kita perlu kadang hanya diam dan mengetahui, tanpa harus banyak berbicara dalam menyampaikan isi hati kepada Tuhan. Berdiam diri akan membantu kita konsentrasi serta mengingat kembali segala kebesaran, kasih dan keagungan-Nya. Dalam diam itu, kitapun akan mengetahui rencana-Nya bagi hidup kita. I = Istirahatlah (Mazmur 23) Saat teduh adalah saat kita bisa mengistirahatkan jiwa kita. Saat berdoa dan merenungkan firman-Nya, saat dimana kita dapat mengurangi tekanan hidup ini (1 Ptr 5:7). Hal yang sama juga dilakukan oleh Tuhan Yesus; di tengah kesibukan pelayanan-Nya, Ia menyediakan waktu untuk berdoa kepada Bapa-Nya. T = Temuilah Bapamu yang mencari (Yohanes 4:23; Mazmur 27:8) Tuhan sebenarnya terus memanggil kita untuk mencari wajah-Nya, bahkan seringkali DIA yang menaruh kerinduan di dalam hati kita supaya kita meluangkan waktu bersama-Nya. A = Asahlah Ibadahmu supaya berguna dan berkenan (1 Timotius 4:8) Saat teduh juga merupakan bagian ibadah pribadi kita kepada Tuhan setiap harinya. Dengan merenungkan firman-Nya akan membuat kita menjadi bijaksana dalam mengambil keputusan-keputusan penting di dalam hidup kita. B = Bebaskanlah dirimu dari rutinitas (Markus 1:32-39) Jika kita menjadikan saat teduh hanya sebatas kebiasaan/rutinitas, maka lama-kelamaan hal itu akan membuat kita menjadi bosan dan kering. Kita perlu sekreatif mungkin dan sevariasi mungkin melakukan saat teduh agar saat teduh kita terus hangat dan tidak membosankan. Rutinitas hidup membuat kita justru akan semakin menjauh dari-Nya.

Saat Teduh

01SABTU

JULI 2017

Bacaan hari ini: Keluaran 36:8-38Bacaan setahun: 2 Tawarikh 35-36, Kolose 4

alam dunia teknik dikenal satu istilah presisi. Dalam Kamus Besar

DBahasa Indonesia, kata presisi ini berarti ketepatan atau ketelitian. Maka, kata presisi adalah kata yang tepat untuk digunakan dalam pembuatan Kemah Suci, karena Tuhan menghendaki agar pola yang telah ditunjukkan kepada Musa diwujudkan secara nyata dengan tepat dan teliti. Bacaan hari ini berbicara tentang pelaksanaan pembuatan Kemah Suci yang polanya telah disampaikan Tuhan kepada Musa dalam Keluaran 25-31, khususnya pasal 26. Segala ukuran yang berhubungan dengan Kemah Suci telah ditetapkan Tuhan dan diberitahukan kepada Musa. Kini, saatnya Bezaleel dan Aholiab beserta para ahli lain memulai pembuatan Kemah Suci. Mereka bekerja dengan sepenuh hati mewujudkan secara nyata pola Ilahi tentang Kemah Suci tersebut. Dalam pembuatan Kemah Suci, Tuhan menghendaki setiap detail pekerjaan dibuat dengan tepat, sesuai pola yang telah Dia tunjukkan kepada Musa di atas gunung (Kel. 25:40). Ketepatan adalah hal yang harus dilakukan karena itulah yang Tuhan kehendaki (Ibr. 8:5). Pelayanan patut dilakukan sesuai dengan rancangan Tuhan. Meskipun pembangun Kemah Suci adalah para ahli, mereka tidak diperkenankan membangun sesuka hati. Dalam pelayanan, kita wajib menundukkan diri kepada otoritas Tuhan. Tanpa penundukan diri, pelayanan kita tidak akan diperkenan Tuhan. Mungkin Anda sudah terlibat di dalam pelayanan; pertanyaannya, apakah Anda telah melakukan pelayanan tersebut dalam ketaatan kepada Tuhan? Bagaimana dengan kita? Jika hal bangunan fisik saja Tuhan ingin ketepatan dalam pembangunannya, terlebih lagi dalam hal kerohanian. Sudahkah kita melakukan segala sesuatu dengan kesadaran bahwa semua yang kita lakukan adalah untuk Tuhan, dan bukan untuk manusia (Kol. 3:23)? Sudahkah kita menjalankan kehidupan kerohanian kita dengan tepat dan teliti? Sudahkah kita melayani Tuhan dengan memberikan yang terbaik? Marilah kita terus belajar untuk tepat, teliti dan sungguh-sunguh dalam mengerjakan segala kehendak Tuhan sampai Dia datang kembali!

Lalu semua ahli di antara tukang-tukang itu membuat Kemah Suci dari sepuluh tenda dari lenan halus yang dipintal benangnya dan dari kain ungu tua, kain ungu muda dan kain kirmizi; ....

dibuat orang semuanya itu. (Keluaran 36:8)

ALLAH YANG TELITI

Berdoalah agar setiap kita yang mengambil bagian di dalam pelayanan kepada-Nya, baik di dalam gereja maupun di luar gereja, dapat memberi pelayanan yang baik dan berkualitas.

STUDI PRIBADI: (1) Mengapa Tuhan harus sangat begitu detail ketika memerintahkan pembangunan Kemah Suci? (2) Mengapa melayani Tuhan perlu memberikan yang terbaik?

MINGGU

02

TABUT PERJANJIANabut adalah wadah/tempat untuk menyimpan surat-surat perjanjian

Tyang penting pada zaman purba. Namun, Tabut Perjanjian Israel unik karena terkait dengan Yahweh sebagai pemberi perjanjian. Tabut perjanjian ini dibuat sesuai dengan perintah Tuhan kepada Bezaleel. Tuhan memberinya petunjuk agar Tabut Perjanjian tersebut di buat dari kayu penaga, ukurannya kira-kira 1,1 m x 0,7 m x 0,7 m. Seluruh tabut dilapisi emas dan tutup tabut juga terbuat dari emas. Di kedua ujung tutup pendamaian terdapat sebuah kerub dan wajah kedua kerub itu saling berhadapan dengan sayap masing-masing terentang. Untuk mengangkat tabut itu digunakan tongkat kayu yang dimasukkan ke lubang gelang-gelang di keempat penjurunya. Di dalam tabut tersimpan kedua Loh Hukum berisi Sepuluh Perintah Allah, buli-buli berisi manna, & tongkat Harun yang pernah bertunas (Ibr. 9:4). Tutup tabut yang disebut Tutup Pendamaian adalah tempat Tuhan menyatakan kehendak-Nya (Kel. 25:22). Tabut perjanjian ini melambangkan takhta Allah, Allah bersemayam dalam kemuliaan-Nya, di tengah-tengah perkemahan Israel, duduk di atas takhta-Nya di ruang mahakudus, memerintah Israel sebagai raja mereka. Tabut yang melambangkan takhta Allah ini juga mengisyaratkan janji Allah untuk memelihara umat-Nya yang didasarkan pada ikatan Perjanjian Sinai. Tabut perjanjian ini juga melambangkan kehadiran Tuhan yang menuntun dan menyertai umat-Nya, Israel dalam perjalanan menuju tanah Kanaan. Puji Tuhan, di dalam Perjanjian Baru, Allah hadir dalam kepenuhan kemuliaan-Nya di dalam diri dan pelayanan Tuhan Yesus. Kehadiran Allah di dalam Kristus, jauh melampaui kemah suci dan tabut perjanjian yang melambangkan istana dan takhta Allah yang hadir di tengah-tengah umat-Nya. Karena seluruh kepenuhan Allah diam di dalam Kristus (Kolose 1:19). Kristus hadir menuntun dan menyertai kita yang telah dipanggil keluar dari kegelapan dosa, masuk ke dalam terang-Nya yang ajaib dan menjalankan panggilan-Nya sebagai umat Allah dalam dunia ini. Marilah kita mensyukuri kehadiran Kristus yang menyertai dan menuntun kita di dalam hidup kita ini denga