2019 - Cilegon

Click here to load reader

  • date post

    05-Oct-2021
  • Category

    Documents

  • view

    2
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of 2019 - Cilegon

2019
DPMPTSP KOTA CILEGON BIDANG PENGENDALIAN PELAKSANAAN
PENANAMAN MODAL
DAFTAR ISI
Tugas Pokok dan Fungsi ………………………………………………………….. 9-10
Visi dan Misi DPMPTSP ………………………………………………………….. 10-11
Struktur Organisasi …………………………………………………............. 12-13
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur seraya kita panjatkan kehadirat ALLAH SWT yang telah
memberikan kita sehat baik jasmani maupun rohani sehingga kita dapat melaksanakan tugas
keseharian sesuai denga tugas pokok dan fungsi masing – masing.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu kota Cilegon merupakan
salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Cilegon yang bergerak dibidang
pelayanan perizinan, sudah barang tentu peningkatan pelayanan kepada masyarakat menjadi
tujuan utama, agar tercapainya sebuah pelayanan yang prima sesuai dengan moto Dinas
Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Cilegon Cepat, mudah dan
transparan.
Pada kesempatan ini, saya sampaikan ucapan terimakasih yang tak terhingga kepada
tim Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Cilegon yang telah
berkontribusi sehingga buku pedoman pelaksanaan penanaman modal bisa disusun dengan baik
dan rapi.
Pada kesempatan ini kami tim penyusun menerbitkan buku yang berjudul buku
pedoman pengendalian pelaksanaan penanaman modal pada Dinas Penanaman Modal dan
Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Cilegon, dengan harapan Semoga buku ini dapat dijadikan
sebagai media informasi yang bermanfaat bagi semua pihak terkait.
Plt. KEPALA DPMPTSP KOTA
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
ekonomi daerah meupun nasional. Untuk mempercepat pembangunan ekonomi daerah
diperlukan peningkatan penanaman modal yang berasal dari dalam negeri yaitu Penanaman
Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun dari luar negeri yaitu Penanaman Modal Asing (PMA).
Dalam pelaksanaan penanaman modal membutuhkan pengendalian dan pengawasan, agar
pelaksanaannya dapat terwujud dan dilaksanakan diperlukan kepatuhan para investor terhadap
peraturan dan perundang – undangan yang berlaku.
Pengendalian pelaksanaan penanaman modal merupakan upaya mengevaluasi kegiatan
penanaman modal. Kegiatan ini meliputi pemantauan, pembinaan dan pengawasan terhadap
aktivitas proyek investasi sesuai hak, kewajiban dan tanggung jawab yang dimiliki investor .
Evaluasi penanaman modal merupakan sarana untuk mencapai kelancaran dan
ketepatan pelaksanaan penanaman modal. Sasaran lain yang ingin dicapai adalah pengumpulan
data realisasi investasi penanaman modal yang lebih akurat. Oleh karena itu, kegiatan
pengendalian pelaksanaan penanaman modal ini lebih menekankan diri untuk :
Memperoleh data perkembangan realisasi investasi penanaman modal serta informasi
masalah dan hambatan yang dihadapi perusahaan. Membimbing dan memfasilitasi
penyelesaian masalah dan hambatan yang dihadapi perusahaan. Mengawasi pelaksanaan
kegiatan proyek penanaman modal sesuai ketentuan yang berlaku. Termasuk pula mengawasi
penggunaan fasilitas fiscal serta melakukan koreksi terhadap penyimpangan yang dilakukan
perusahaan.
Menjadi seorang penanam modal merupakan profesi yang sangat penting karena
terlibat langsung dalam peningkatan ekonomi suatu bangsa. Begitu dihargainya sosok investor
sehingga keberadaannya diberikan hak, kewajiban dan tanggung jawab. Semua penghargaan
itu tentunya untuk menciptakan komitmen yang tinggi ketika melibatkan diri pada konstelasi
iklim penanaman modal di Indonesia.
I. Hak Investor
2. Mendapatkan informasi yang terbuka tentang bidang usaha yang
dijalankan;
4. Memperoleh berbagai bentuk fasilitas fiscal dan kemudahan sesuai
dengan peraturan yang ada;
II. Kewajiban penanam modal :
pelatihan kerja sesuai ketentuan yang berlaku;
2. Meyelenggarakan pelatihan dan melakukan slih teknologi kepada tenga
kerja Indonesia (WNI) bila perusahaannya memperkerjakan tenaga
asing, sesuai ketentuan yang berlaku;
3. Menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik;
4. Melaksanakan tanggung jawab social perusahaan;
5. Menyampaikan Laporan Realisasi Investasi (LKPM);
6. Menghormati tradisi budaya masyarakat sekitar lokasi perusahaannya;
7. Mematuhi semua ketentuan peraturan perundang – undangan;
8. Mengalokasikan dana secara bertahap untuk pemulihan lokasi yang
memenuhi standar kelayakan lingkungan hidup bila perusahaannya
mengusahaakan sumberdaya alam yang tidak terbarukan, sesuai
peraturan yang berlaku;
1. Menjamin tersedianya modal yang berasal dari sumber yang tidak
bertentangan dengan ketentuan peraturan yang berlaku;
2. Menaggung dan meyelesaikan segala kewajiban dan kerugian jika
investor menghentikan atau menelantarkan proyek investasinya;
3. Menciptakan iklim usaha persaingan yang sehat, mencegah praktik
monopoli dan lainnya yang dapat merugikan Negara;
4. Menjaga kelestarian lingkungan hidup;
5. Menciptakan keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kesejahteraan pekerja;
6. Mematuhi semua ketentuan peraturan perundang – undangan.
Evaluasi penanaman modal dilakukan secara preventif dan korektif (termasuk represif).
Secara preventif, pengendalian pelaksanaan penanaman modal dilakukan dengan:
1. Pemantauan kompilasi, yakni verifikasi sserta evaluasi dari Laporan realisasi
investasi LKPM dan berbagai sumber lainnya;
Buku Pedoman Pelaksanaan Penanaman Modal 7
2. melakukan pembinaan dengan cara penyuluhan tentang aturan penanaman
modal. Pembinaan juga dilakukan dengan cara memberikan konsultasi dan
bimbingan pelaksanaan penanaman modal sesuai ketentuan perizinan yang
dimiliki penanam modal. Pembinaan lainnya dengan cara memberikan bantuan
dan memfasilitasi investor yang mengalami masalah, kendala dan hambatan
ketika merealisasikan proyek penanaman modalnya;
3. melakukan pengawasan dengan cara meneliti dan mengevaluasi terhadap
informasi pelaksanaan ketentuan penanaman modal beserta fasilitas yang telah
diberikan kepada proyek investasi. Kegiatan ini dilakukan dengan cara
meninjau lokasi proyek penanaman modal secara langsung. Pengawasan
dilakukan dengan menindaklanjuti penyimpangan terhadap ketentuan
penanaman modal yang berlaku.
Kegiatan pemantauan dilakuakan oleh instansi penanaman modal pusat maupun daerah
sesuai tingkat kewenangan yang dimiliki. Hal ini bisa dilihat dari kewenangan (dalam
memproses pendaftara awal dalam tahap peizinan melalui lembaga OSS). Melalui buku
panduan pelaksanaan penanaman modal, Pelaku usaha dapat memahami kewajiabannya dalam
penyampaian Laporan Kegiatan Penananaman Modal (LKPM) baik secara daring ataupun
secara manual yang disampaiakan melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu
Satu Pintu Kota Cilegon.
Indonesia sebagai Negara yang besar dan berkembang memiliki berbagai macam faktor
yang menunjang untuk kegiatan ekonomi yaitu tenaga kerja yang berlimpah dan ketersediaan
bahan mentah, namun kita membutuhkan investasi untuk lebih memajukan perekonomian.
Untuk itu perlu diimbangi dengan peraturan perundang – undangan guna menjamin kepastian
hukum bagi para investor, tenaga kerja, pelaku usaha dan lain – lain, yaitu :
1. Undang – Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 67, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4724);
2. Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah beberapakali diubah, terakhir dengan Undang
– Undang Nomor 9 Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5679);
Buku Pedoman Pelaksanaan Penanaman Modal 8
3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2018 Tentang Pelayanan
Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik;
4. Peraturan Presiden Nomor 90 Tahun 2007 tentang Badan Koordinasi Penanaman Modal
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2012 tentang
Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 90 tahun 2007 tentang Badan Koordinasi
Penanaman Modal (Lembaran Negara Tahun 2012 Nomor 210);
5. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 97 Tahun 2014 Tentang Pelayanan
Terpadu Satu Pintu;
6. Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2017 tentang percepatan pelaksanaan berusaha.
7. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik;
8. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.61 Tahun 2010 Tentang Pelaksanaan
Undang-Undang No.14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik;
9. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.96 Tahun 2012 Tentang Pelaksanaan
Undang-Undang No.25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik;
10. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2016 Tentang Perangkat
Daerah;
11. Peraturan Menteri Dalam Negeri No.138 Tahun 2017 Tentang Pedoman Penyelenggaraan
Pelayanan Terpadu Satu Pintu Daerah;
12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 52 Tahun 2011 Tentang Standar Operasional
Prosedur Di Lingkungan Pemerintah Provinsi Dan Kabupaten/Kota;
13. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Nomor 35
Tahun 2012 Tentang Standar Operasional Prosedur (SOP) Administrasi Pemerintahan;
14. Peraturan Wali Kota Cilegon Nomor 60 Tahun 2016 Tentang Kedudukan, Susunan
Organisasi, Tugas & Fungsi, Serta Tata Kerja Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu (Berita Daerah Kota Cilegon Tahun 2016, Nomor 60);
15. Peraturan Wali Kota Cilegon Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu Di Lingkungan Pemerintah Kota Cilegon;
16. Peraturan Wali Kota Cilegon Nomor 2 Tahun 2018 Tentang Pedoman Penyusunan Dan
Penerapan Standar Operasional Prosedur Di Lingkungan Pemerintah Kota Cilegon;
Buku Pedoman Pelaksanaan Penanaman Modal 9
MAKSUD DAN TUJUAN
Buku Pedoman ini dimaksudkan untuk mewujudkan standarisasi dan informasi
peyelenggaraan pengendalian pelaksanaan penanaman modal sebagai acuan bagi para investor
atau pelaku usaha dalam melaksanakan hak, kewajiban dan tanggung jawab penanam modal
dalam menjalankan kegiatan proyek di wilayah Kota Cilegon.
SASARAN
investasi yang kondusif di wilayah Kota Cilegon. Mendukung terwujudnya pemerintahan yang
baik dan percepatan pelaksanaan berusaha. Menumbuh kembangkan partisipasi investor atau
penanaam modal dalam melaksanakan hak, kewajiban dan tanggung jawabnya yang sesuai
dengan peraturan dan perundang- undangan yang berlaku.
RUANG LINGKUP
Buku Pedoman Pelaksanaan Penanaman Modal 10
SELAYANG PANDANG DINAS PENANAMAN MODAL
DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KOTA
CILEGON.
SELAYANG PANDANG DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN
TERPADU SATU PINTU KOTA CILEGON.
Kegiatan investasi merupakan suatu tahapan aawal proses pembangunan yang strategis
namun krusial. Strategis, karena harus mengelola sumberdaya pembangunan untuk
membangun aset- aset produksi agar menghasilkan barang dan jasa untuk keperluan domestik
maupun ekspor. Krusial, karena memerlukan daya visioner yang jauh ke depan untuk
memprediksi permintaan pasar, sehingga apabila tidak tepat sasaran akan terjadi pemborosan
sumberdaya nasional. Sehubungan dengan itu diperlukan koordinasi, sinkronisasi dan
sinergitas peran dan kegiatan pemerintah, dunia usaha dan masyarakat lainnya dalam
mengelola kegiatan investasi untuk membangun Kota Cilegon.
Menarik investasi domestik dan luar negeri menjadi pilihan bagi daerah ketika kecenderungan
keterbatasan dana dari pusat dalam pengembangan ekonomi daerahnya. Agar investasi itu
datang maka daerah dituntut melakukan dua hal, yaitu memperbaiki tata kelola pengelolaan
unit yang bertanggung jawab terhadap keberadaan, kedatangan, dan keberlanjutan investasi di
daerah dan melakukan inventarisasi akan potensi lokal yang bersifat khas untu “dijual” kepada
investor luar daerah atau luar negeri. Mengacu pada analisa SWOT (Strength, Weakness,
Opportunity, and Thread), pemanfaatan sumber daya alam dan manusia harus dapat bersinergi
untuk memperoleh manfaat yang maksimal. Hal ini tentunya memerlukan perencanaan yang
sistematis, terarah dan terpadu.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cilegon
merupakan lembaga yang memegang peranan dan fungsi strategis di bidang penyelenggaraan
pelayanan perizinan terpadu Kota Cilegon, yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kota
Cilegon No 3 Tahun 2016 tentang Pembentukan Perangkat Daerah.
Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Dinas Penanaman Modal
dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Cilegon di tetapkan dengan peraturan Walikota
Cilegon Nomor 60 Tahun 2016. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
Kota Cilegon Memiliki tugas membantu Walikota Cilegon dalam melaksanakan urusan
Pemerintahan Daerah di Bidang Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu yang
menjadi kewenangan Daerah dan tugas pembantuan yang diberikan kepada Pemerintah
Daerah.
MAKSUD DAN TUJUAN PENDIRIAN DINAS PENANAMAN MODAL DAN
PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KOTA CILEGON
MAKSUD
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Cilegon sebagai
bagian Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Cilegon dimaksudkan sebagai salah satu
upaya Pemerintah Daerah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif, dengan memberikan
penekanan pelayanan pada aspek:
c. Meningkatkan Kinerja penyelenggaraan administrasi pemerintahan yang baik dan
bersih pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.
TUGAS POKOK, FUNGSI DAN SASARAN
TUGAS POKOK
Kedudukan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Cilegon
adalah merupakan unsur pelaksana urusan Pemerintah Daerah, yang dipimpin oleh seorang
Kepala Dinas berkedudukan di bawah dan bertanggungjawab kepada Walikota melalui
Sekretaris Daerah. Sebagaimana diatur dalam Peraturan Walikota Cilegon Nomor 60 tahun
2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta tata kerja Dinas
Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Cilegon yang mempunyai tugas
membantu Walikota dalam melaksanakan urusan Pemerintah Daerah dibidang Penanaman
Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu yang menjadi kewenagan daerah dan tugas
pembantuan yang diberikan kepada Pemerintah Daerah berdasarkan ketentuan dan prosedur
yang berlaku.
FUNGSI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU
PINTU KOTA CILEGON
Fasilitas / Insentif di Bidang Penanaman Modal yang menjadi Kewenangan Daerah.
Pembuatan Peta Potensi Investasi Daerah.
Penyelenggaraan Promosi Penanaman Modal yang menjadi Kewenangan Daerah. Pelayanan
Perizinan Dan Non Perizinan Secara Terpadu 1 (Satu) Pintu Di Bidang Penanaman Modal
yang menjadi Kewenangan Daerah. Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal yang
menjadi Kewenangan Daerah. Pengelolaan Data dan Informasi Perizinan Dan Non Perizinan
yang terintegrasi pada tingkat Daerah.
SASARAN
pemerintahan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.
VISI DAN MISI DPMPTSP
VISI
Visi adalah pandangan jauh kedepan tentang cita – cita yang ingin dicapai oleh Dinas
Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Cilegon, Visi Dinas Penanaman
Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Cilegon adalah “Prima Dalam Pelayanan,
Profesional Dalam Perizinan dan non perizinan Menuju Cilegon Berdaya Saing “
rumusan ini adalah hasil penjabaran yang diselaraskan dengan Visi Pemerintah Kota Cilegon
yaitu dengan menjalankan Misi meningkatkan perekonomian melalui daya dukung sektor
industri, perdagangan dan jasa.makna dan harapan yang terkandung dalam pernyataan Visi
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Cilegon diatas merupakan
bentuk dedikasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Cilegon
dalam pembangunan daerah dengan menyiapkan diri sebagai lembaga Pelayanan Perizinan dan
non perizinan dan Penanaman Modal yang profesional dan prima dalam pelayanan.
Buku Pedoman Pelaksanaan Penanaman Modal 14
MISI
Dalam rangka mencapai Visi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu
Pintu Kota Cilegon diatas, maka perumusan misi sangat penting menetapkan misi Dinas
Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Cilegon sebagai berikut :
1. Memantapkan perekonomian daerah melalui kemudahan berinvestasi
2. Meningkatkan kualitas pelayanan perizinan dan non perizinan.
3. Memantapkan tata kelola administrasi pemerintah pada Dinas Penanaman Modal dan
Perlayanan Terpadu Satu Pintu.
MOTO
Moto DPMPTSP Kota Cilegon sebagai upaya memacu semangat kerja, sehingga dapat
meningkatkan kinerja pelayanan adalah : “Cepat Mudah Transparan”.
RENCANA STRATEGIS
Strategi merupakan suatu pola atau cara untuk mewujudkan tujuan atau sasaran dari misi yang
ditetapkan, adapun strategi pada setiap misi sebagai berikut :
a. Peningkatan kinerja kelembagaan Perangkat Daerah untuk mendukung pelayanan
penanaman modal;
c. Meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan perizinan dan non perizinan.
d. Meningkatkan pertumbuhan, pengembangan dan kerjasama dibidang penanaman
modal.
perizinan dan pengaduan.
STRATEGI
Beberapa strategi yang perlu disiapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi Dinas
Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Cilegon, Yaitu : Meningkatkan
kualitas pelayanan dibidang perizinan dan non perizinan dan penanaman modal dan
meningkatkan kualitas serta disiplin aparatur. Pemenuhan teknologi lembaga dalam
menyajikan system informasi manajemen dan pelayanan serta kemudahan dalam pengurusan
Buku Pedoman Pelaksanaan Penanaman Modal 15
perizinan dan non perizinan usaha dan non usaha yang tepat, mudah, murah, transparan dan
investasi. Pemenuhan daya dukung sarana dan prasarana pelayanan penunjang operasional
lembaga. Penataan terhadap daya dukung potensi investasi, kerjasama dan promosi serta
adanya jaminan hukum yang berkaitan dengan investasi di Kota Cilegon. Menyusun regulasi
yang berkaitan dengan investasi di Kota Cilegon.
STRUKTUR ORGANISASI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN
TERPADU SATU PINTU KOTA CILEGON
Struktur Organisasi Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kota Cilegon
Berdasarkan Peraturan Walikota Cilegon Nomor 60 Tahun 2016 Tentang Kedudukan, Susunan
Organisasi, Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja DPMPTSP :sebagai berikut:
1. Kepala Dinas
2. Sekretariat, membawahi :
5. Sub Bagian Keuangan.
7. Seksi Promosi Penanaman Modal;
8. Seksi Pengembangan Penanaman Modal;
9. Seksi Fasilitasi Penanaman Modal.
10. Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, membawahi :
11. Seksi Pengawasan Penanaman Modal;
12. Seksi Pembinaan Penanaman Modal;
13. Seksi Penertiban Penanaman Modal.
14. Bidang Data dan Informasi Perizinan dan Non Perizinan, membawahi:
Buku Pedoman Pelaksanaan Penanaman Modal 16
15. Seksi Informasi dan Pengaduan;
16. Seksi Pengolahan Data dan Pelaporan Perizinan dan Non Perizinan;
17. Seksi Regulasi dan Pengembangan Sistem Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan
18. Bidang Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan, membawahi :
19. Seksi Pelayanan Perizinan Dasar dan Penanaman Modal;
20. Seksi Pelayanan Perizinan Sosial dan Kemasyarakatan;
21. Seksi Pelayanan Perizinan Jasa Usaha.
Buku Pedoman Pelaksanaan Penanaman Modal 17
TATA CARA PENGENDALIAN PELAKSANAAN
TATA CARA PEMANTAUAN
dan permasalahan yang dihadapi oleh pelaku usaha melalui pengumpulan, verifikasi, dan
evaluasi terhadap :
a. Laporan kegiatan penanaman modal yang disampikan oleh pelaku usaha;
b. Laporan realisasi impor dan/ atau fasilitas fiskal yang disampikan oleh pelaku usaha
c. Laporan kegiatan kantor perwakilan oleh KPPA, KP3A, BUJKA, dan Migas; dan
d. Laporan kegiatan usaha lainnya yang diwajibkan sesuai dengan peraturan instansi
teknis terkait.
Kabupaten/Kota, badan pengusahaan KPBB, atau administrator KEK sesuai dengan
kewenangannya. Kegiatan pemantauan dilaksanakan terhadap penanaman modal sejak
mendapatkan perizinan berusaha, baik BKPM, DPMPTSP Provinsi, DPMPTSP
Kabupaten/Kota melakukan pemantauan terhadap seluruh realisasi investasi penanaman modal
baik yang perizinan berusahanya diterbitkan melalui system OSS, PTSP Pusat di BKPM,
DPMPTSP Provinsi, DPMPTSP Kabupaten/Kota atau instansi teknis lainnya baik pusat
maupun daerah. Kepala BKPM dapat memberikan mandate pelaksanaan kegiatan pemantauan
yang menjadi kewenangan pemerintah pusat kepada gubernur melalui dekonsentrasi,
pemberian mandat diatur dalam peraturan Badan Koordinasi Penanaman Modal. Pelaku usaha
mempunyai kewajiban dalam penyampian Laporan Kegiatan Penanaman Modal LKPM yang
dilakukan secara daring dan berkala melalui LKPM online untuk setiap kegiatan usaha yang
dilakukan oleh pelaku usaha, pelaku usaha yang melakukan kegiatan usaha untuk setiap
bidang usaha dan/atau lokasi dengan nilai investasi lebih dari Rp. 500.000.000,00 (lima ratus
juta rupiah) wajib menyampaikan laporan kegiatan penanaman modal LKPM, pelaku usaha
yang melakukan kegiatan usaha untuk setiap bidang usaha dan/atau lokasi dengan nilai
investasi sampai dengan Rp.500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah), menyampaikan laporan
kegiatan berusaha sesuai dengan peraturan instansi teknis yang berwenang, penyampaian
laporan kegiatan penanaman modal LKPM mengacu pada data/atau perubahan data perizinan
berusaha termasuk perubahan data yang tercantum dalam system OSS sesuai dengan periode
berjalan.
Penyampaian laporan kegiatan penanaman modal (LKPM) disampaikan dengan
ketentuan sebagai berikut : Pelaku usaha wajib menyampaikan Laporan kegiatan Penananam
Modal LKPM setiap 3 (tiga) bulan (triwulan) dengan format yang tercantum dalam peraturan
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia. Periode pelaporan laporan
kegiatan penanaman modal LKPM sebagaimana dimaksud laporan triwulan disampaikan
paling lambat tanggal 10 bulan april tahun yang bersangkutan, laporan trriwulan II
disampaikan paling lambat tanggal 10 bulan juli tahun yang bersangkutan, laporan triwulan III
disampiakan paling lambat tanggal 10 bulan oktober tahun yang bersangkutan dan untuk
triwulan IV disampaikan paling lambat tanggal 10 januari tahun berikutnya. Pelaku usaha
memiliki kewajiban menyampaikan laporan kegiatan penanaman modal LKPM pertama kali
atas pelaksanaan kegiatan penanaman modal pada periode yang sesuai, setelah tanggal
diterbitkannya perizinan berusaha. BKPM, DPMPTSP Provinsi, DPMPTSP Kabupaten/Kota,
Badan pengusahaan KPBB atau administrator KEK melakuakn verifiaksi dan evaluasi secara
daring pada PTSP pusat di BKPM terhadap data realisasi investasi penanaman modal yang
dicantumkan dalam laporan kegiatan penanaman modal LKPM atas perizinan berusaha sesuai
dengan kewengan masing –masing.
Dalam hal melaukan verifiasi dan evaluasi data BKPM, DPMPTSP provinsi,
DPMPTSP Kabupaten/Kota ,Badan pengusahaan KPBPB, atau administrator KEK dapat
meminta penjelasan dari perusahaan atau meminta perbaikan laporan kegiatan penanaman
modal LKPM, dalam hal pelaku usaha melakukan perbaikan atas laporan kegaiatn penanaman
modal LKPM perbaikan harus disampaikan secara daring paling banyak 2 (dua) kali, dengan
setiap perbaikan maksimal 2 (dua) hari pada periode pelaporan yang sama. Dalam hal pelaku
usaha tidak melakukan perbaikan atas laporan kegiatan penanaman modal pelaku usaha
dianggap tidak menyampaikan laporan kegiatan penanaman modal, hasil verifikasi dan
evaluasi data realisasi penanaman modal yang dicantumkan dalam laporan kegiatan
penanaman modal LKPM yang telah disetujui disampaikan secara daring. Pelaku usaha yang
telah mendapatkan fasilitas pembebasan bea masuk mesin dan/atau barang dan bahan, wajib
menyampaikan laporan realisasi impor kepada BKPM paling lambat 7(tujuh) hari setelah
mendapatkan surat persetujuan pengeluaran barang (SPBB) dari direktorat jendral bea dan
cukai.
Penyampaian laporan realisasi impor dilakukan secara daring. Badan Koordinasi
Penanaman Modal Republik Indonesia membuat laporan komulatif realisasi penanaman modal
secara nasional setiap 3 (tiga) bulan dan disampaikan kepada Presiden dan instansi teknis
terkait. DPMPTSP Provinsi membuat laporan kumulatif atas pelaksanaan penanaman modal di
wilayah provinsi setiap 3 (tiga) bulan dan disampaiakn kepad gubernur dengan tembusan ke
BKPM dan DPMPTSP Kabupaten/Kota membuat laporan kumulatif atas pelaksanaan
penanaman modal di wilayah kabupaten/kota setiap 3 (tiga) bulan dan disampaikan kepada
bupati/walikota dengan tembusan pada gubernur. Untuk meningkatkan kepatuhan perusahaan
terhadap kewajiban dan tanggung jawab BKPM, DPMPTSP Provinsi, DPMPTSP
Kabupaten/Kota dapat memberikan penghargaan kepada pelaku usaha terbaik sesuai dengan
kewenangannya.
Kabupaten/Kota kepada pelaku usaha, kegiatan pembianaan yang dilakukan terhadap pelaku
usaha melalui: Bimbingan sosialisasi, workshop, bimbingan teknis, atau dialog investasi
mengenai ketentuan pelaksanaan penananan modal secara berkala. Pemberian konsultasi
pengendalian pelaksanaan penanaman modal sesuai dengan ketentuan peraturan perundang –
undangan. Fasilitasi penyelesaian permasalahan yang dihadapi pelaku usaha.
Fasilitasi percepatan realisasi investasi proyek berupa kemudahan berusaha bagi pelaku
usaha atau pengawalan percepatan realisasi investasi proyek strategis nasional yang sudah
memiliki perizinan. Pelaksanaan kegiatan pembianaan dapat dilakukan secara terkoordinasi
dengan pihak terkait dalam hal pembinaan mengenai permasalahan atas pelaksanaan kegiatan
penanaman modal, pelaku usaha dapat memohonkan pembinaan mealui laporan kegiatan
penanaman modal LKPM dan/atau…