20140208 warta gri februari

download 20140208 warta gri februari

of 16

  • date post

    07-Apr-2016
  • Category

    Documents

  • view

    215
  • download

    1

Embed Size (px)

description

 

Transcript of 20140208 warta gri februari

  • Modul Ibadah : Minggu 1-3 : Khotbah Ekspositori, Minggu 4 : Seminar, Minggu 5 : KKR

    Pendiri dan Ketua Tim Gembala : Pdt. Bigman Sirait

    Misioner dan KritisMelayani, Menjawab dan Memenuhi Kebutuhan Umat di Segala Abad

    La Monte Lt. 1, Kawasan SarinahJl. M.H. Thamrin, Jakarta Pusat

    Kebaktian Umum : Pk. 07.30 WIB & Pk. 09.30 WIBKebaktian Remaja : Pk. 09.30 WIB

    Sekolah Minggu : Pk. 09.30 WIB Balita, TK, Kelas Kecil - Besar (SD),

    Tunas (SMP), Remaja (SMA)

    Pacific Place (SCBD), Ruang Mediterania Lt. P1 Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan

    Kebaktian Umum : Pk. 17.00 WIBSekolah Minggu : Pk. 17.00 WIB

    Edisi 8 Februari 2015

  • MISIBersifat tunggal dan abadi, yaitu : memberitakan injil keselamatan kepada setiap orang di setiap tempat.

    VISIBersifat dinamis untuk meletakkan dasar iman Kristen sesuai Teologi yang benar dan konsisiten dalam kehidupan umat Kristiani, agar mampu berperan maksimal sebagai garam dan terang dunia di era informasi, melalui, media cetak, elektronik, audio dan video.

    FILOSOFIBersuara dengan teknologi informatika.

    MITRA PELAYANAN

    YAYASAN PELAYANAN MEDIA ANTIOKHIA

    Tabloid Bulanan Reformata www.reformata.comwww.yapama.org

    Buku terbaru

    Pelayanan Radio1. Pelita Batak 90.7 Fm, Dolok Sanggul, Sumut

    Senin - Sabtu Pk. 10.30 WIB, Minggu Pk. 13.00 WIB2. Budaya Simalungun 102 Fm, P. Siantar, Sumut

    Selasa & Kamis Pk. 16.00 WIB3. Suara Kidung Kebenaran 87.8 Fm, Pem. Siantar, Sumut

    Selasa & Jumat Pk. 19.30 WIB, Minggu Pk. 13.00 WIB4. Swara Berkat 103.2 Fm, Sidikalang, Sumut

    Sabtu Pk. 05.00 - 5.30 WIB5. Mercy Yaahowu Mandiri Fm, Gunung Sitoli, Sumut

    Sabtu Pk. 21.00 WIB6. Radio Gresia 101.5 Mhz, Sibolga, Sumut

    Sabtu Pk. 19.00 - 19.30 WIB7. Prestasi 88.6 Fm, Jakarta

    Kamis Pk. 22.00 WIB, Sabtu Pk. 21.00 WIB8. Pelita Kasih 96.30 Fm, Jakarta

    Senin Perspektif Kristiani Pk. 20.00 WIB Jumat Renungan Pagi Pk. 05.00 WIB

    9. Tona 702 Am, Jakarta Minggu Pk. 07.00 WIB & Pk. 19.00 WIB

    10. Reformata Radio, Jakarta, Depok Selasa Pk. 09.00 WIB, Kamis Pk. 18.30 WIB

    11. Nafiri 96.2 Fm, Tasikmalaya Senin Pk. 15.00 WIB

    12. Suara Sion Perdana 1314 Am, Jebres, Jateng Sabtu Pk. 10.00 WIB

    13. Keruxon 107.6 Fm, Semarang, Jateng Senin, Rabu, Jumat Pk. 13.00 WIB

    14. Hosana Imanuel 107.5 Fm, Pati Jateng Sabtu - Minggu Pk. 13.00 WIB

    15. Solagracia 97.4 Fm, Malang, Jatim Selasa Pk. 06.00 WIB, Jumat Pk. 22.00 WIB

    16. Alatheia 107.7 Mhz Senin - Minggu Pk. 05.00 WIB

    17. Syalom Fm 107.2 Mhz, Kediri, Jatim Rabu Pk. 09.00 - 09.30 WIB

    18. Suara Pengharapan 90.30 Fm, Waingapu, Sumba, NTT Senin - Minggu Pk. 20.00 WITA

    19. Mercy 90.4 Fm, Soe, Soe, NTT Senin - Minggu Pk. 05.00, 12.00, 22.00 WITA

    20. Kissora Fm 105.1 Mhz, Kupang Minggu Pk. 09.00 WITA

    Pendiri : Pdt. Bigman SiraitRek. Bank BCA Sunter : 419-302-4800a/n Yayasan Pelayanan Media Antiokhia

    21. Radio Sahabat 102.7 Mhz, Kupang Senin - Minggu Pk. 05.00 - 05.30 WITA

    22. Bahtera Hayat 91.4 Fm, Kuala Kapuas, Kalteng Senin Pk. 19.00 WIB

    23. Sartika Fm, Kuala Kurun, Kalteng Minggu Pk. 08.00 WIB

    24. RPK Seruyan Fm 91.5 Mhz, Kuala Pembuang, Kalteng Senin - Minggu Pk. 08.00 WITA

    25. Suara Gita Citra Fm 90.2 Mhz, Manado Sulut Senin - Sabtu Pk. 08.05 WITA

    26. Rom2 102 Fm, Manado Minggu Pk. 07.00 WITA

    27. CWS 89.40 Fm, Manado, Sulut Minggu Pk. 10.00 WIT, Senin Pk. 12.00 WIT

    28. Anugerah 107.2 Fm, Minahasa, Sulut Senin - Minggu Pk. 06.00 WITA, Pk. 21.00 WITA

    29. Suara Nafiri 92.2 Fm, Bitung Senin, Pk. 21.00 WITA

    30. Radio Voice Of Ove 92.6 Mhz, Manado, Sumut Senin & Sabtu Pk. 05.10 - 05.45 WIT

    31. Syallom Fm 90.2 Mhz, Tobelo, Sulut Minggu Pk. 14.30 WITA

    32. Kasih Proskuneo 105.8 Fm, Palu, Sulteng Selasa Pk. 15.00 Wita

    33. Langgadopi 101.2 Fm, Tantena, Sulteng Minggu Pk. 17.00 WITA

    34. Charitas 103.3 Fm, Tolitoli, Sulteng Senin - Sabtu Pk. 18.00 WITA

    35. Cristy 828 Am, Makasar, Sulsel Senin Pk. 22.30 WITA

    36. Sangkakala 96.8 Fm, Ambon, Maluku Senin, Rabu, Kamis, Jumat Pk. 05.30 WITA

    37. Titasomi 96 Fm, Ambon, Maluku Minggu Pk. 18.30 WITA

    38. Swara Nusa Bahagia Fm 1170 Khz, Jayapura, Papua Kamis Pk. 10.00 WIT

    39. Matoa 102.6 Fm, Manokwari Minggu Pk. 06.00 WIT

    40. Rock 88.4 Fm, Mataram, Lombok Minggu & Kamis Pk. 05.30 WITA

    41. Furai 102.90 Fm, Nias Selatan Senin - Rabu Pk. 06.00, Kamis Pk. 17.00, Minggu Pk. 06.00 WIB

    42. Radio Heartline Bali 92.2 Fm Selasa Pk. 21.30 WITA, Sabtu Pk. 20.00 WITA

    Pelayanan Televisi1. Indovision: Channel 70

    Jumat Pk. 00.00 WIB, Sabtu Pk. 00.30 & 13.00 WIB2. Media Cinema Indonesia: Hi Tv Channel 303

    Sabtu Pk. 05.00 - 05.30 WIB, Minggu Pk. 05.00 - 05.30 WIB3. Indovision : Life Channel, Program Bijaksana Amsal

    Selasa & Minggu Pk. 06.30, 11.55, 17.55, 23.55 WIB4. TV Shine Initiatives Freg 3980 X, SR 29900 MSPS

    Minggu Pk. 05.00 & 23.00 WIB

  • Warta GRI Jemaat Antiokhia edisi 8 Februari 2015 1

  • Warta GRI Jemaat Antiokhia edisi 8 Februari 20152

    Surat dari GembalaLabelisasi Ekspresi Cinta

    Bp. Slamet Wiyono

    Di kehidupan selalu akan ada aral melintang. Tantangan, hambatan dan cobaan/ujian adalah warna yang biasa di sana. Yang berbeda adalah respons atas tantangan tersebut. Ada yang merasa itu sebagai sesuatu yang mustahil dilalui lalu perlahan undur diri, ada yang sama-sama merasakan itu berat, tapi tetap bertahan dan coba mengarungi.

    Di kenyataan, tak jarang orang yang merasai beratnya tantangan yang menghadang di kehidupan dan pelayanan dianggap sebagai kurang beriman. Bahkan labelisasi dianggap tak mencinta pada sang ilahi pun seringkali terdengar nyaring di telinga. Miris, hanya karena orang berespon berbeda pada tantangan kehidupan, dianggap tak cinta ilahi. Padahal ada begitu banyak tokoh kitab suci yang merasai beratnya melayani dan menjalani hidup ini. Tak jarang kata keluhan bahkan hujatan atas diri pun mencuat ke muka. Apakah mereka juga masuk dalam kategori tak cinta ilahi? Jika jawabannya adalah benar, maka sesungguhnya itu adalah kesimpulan yang gegabah. Sebab justru dalam ketidakmampuan; dalam ketidakbaikan; dalam ketidaksanggupan pada tantangan yang berat itulah banyak tokoh kitab suci kian bersandar pada sang ilahi.

    Membincangkan beratnya tantangan pelayanan, Timotius pun merasainya. Paulus menulis bagaimana Timotius kerap meneteskan airmata karena beratnya tantangan yang dihadapinya. Tapi tetesan airmata dan beratnya tantangan yang dirasa sama sekali tak menunjukkan bahwa dia tidak cinta dengan Allah yang mempercayakan pelayanan kepadanya. Untuk menjalaninya Timotius bahkan harus berjuang mati-matian. Keyakinan yang tetap pada karunia Tuhan adalah ekspresi cintanya. Sebuah keutamaan yang menjadi sandarannya untuk menjadi kuat. Hal yang sama juga diingatkan Paulus selaku mentor pelayanan Timotius kepada dirinya (2 Tim 2:1).

    Melihat juniornya merasa sangat berat melayani, Paulus tidak lantas merekomendasikan agar Timotius berhenti melayani. Ekspresi cinta Paulus kepada juniornya tidak ditunjukkan Paulus dengan mempermaklumkan rasa itu, tapi justru mendorong rasa itu untuk dijadikan pemicu bagi motor pelayanan. Ini pun adalah bentuk ekspresi cinta Paulus kepada Allahnya, sang empunya pelayanan. Paulus terus mendorong Timotius agar semakin giat melayani dan lebih berprestasi dalam melayani. Ditandai

    dengan tantangan Paulus agar Timotius semakin memperdalam dan memperluas jangkauan pekabaran Firman Tuhan dengan melakukan pemuridan kepada orang-orang pilihan. Yakni orang yang dapat dipercaya dan cakap mengajar (2 Tim 2:2). Bukan hal mudah mencari orang-orang pilihan semacam ini ditengah kecenderungan umat yang justru berlaku sebaliknya. Yang senang dengan ajaran lain dan dongeng-dongeng (1 Tim 1:4); orang-orang yang senang mengajarkan taurat, tapi tidak mengerti apa yg diajarkan (1 Tim 1:7). Karena itu diperlukan kemelekatan sepenuhnya dari Timotius kepada Allah sang empunya pelayanan dan hakim atas pilihan.

    Benar, tidak mudah mengekspresikan cinta kepada Allah dalam situasi dan kondisi yang juga tak mudah. Namun demikian, itu bukanlah dalih untuk dimaklumi. Sebaliknya justru menjadi pemicu bagi ekspresi cinta yang lebih dalam lagi dan bisa dirasai. Untuk itu Paulus kembali mengingatkan Timotius tentang pentingnya memiliki mental layaknya seorang prajurit. Militansi prajurit yang baik dalam berjuang ditunjukkan dengan tidak memusingkan diri & penghidupannya patut diteladani. Jangankan berpikir nanti akan makan apa, tinggal di mana atau apa yang akan dikenakan ketika perintah itu datang, maka prajurit yang baik akan segera melaksanakan. Bahkan kalau perlu nyawa pun akan dikorbankan (2 Tim 2:4), ini ekspresi cinta pertama yang Paulus ingin Timotius miliki. Tak cukup hanya dengan militansi; dalam melayani, mental seorang juara pun patut dimiliki. Sebab seorang juara tidak hanya bisa mempersiapakan diri dengan latihan fisik agar menjadi juara; tapi juga harus mengikuti aturan yang di buat (2 Tim 2:5). Jika tidak, alih-alih mendapat kemenangan, yang diterima justru didiskualifikasi oleh penyelenggara. Di sinilah proses yang benar juga dituntut untuk menjadi juara. Cinta seorang yang bermental juara diekspresikan juga dalam ketundukan pada aturan. Hal yang sama juga Paulus harapkan Paulus dipunyai oleh Timotius.

    Respons cinta tidak harus selalu sama. Tak perlu ada jumawa di sana. Ekspresi cinta kepada Tuhan adalah proses panjang sebuah perjalanan. Tak jarang, demi cinta orang harus lebih dulu merasakan beratnya tantangan yang ada. Kesulitan dan tantang yang dirasa tak selamanya membuat lekang cinta, tapi justru semakin dapat mengeratkannya. Biarlah diri dan