201201161528290.Benih Kedelai

download 201201161528290.Benih Kedelai

of 43

  • date post

    24-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    326
  • download

    3

Embed Size (px)

description

benih kedelai Alif uplod

Transcript of 201201161528290.Benih Kedelai

PRODUKSI BENIH KEDELAI

DOSEN SJECHNADARFUDDIN TAHUN 2010

PERBENIHAN TANAMAN

PERATURAN MENTERI PERTANIANNOMOR: 55/Permentan/SR.120/12/2009TENTANG PEDOMAN PRODUKSI BENIH KEDELAI,KACANG TANAH, KACANG HIJAU, UBIKAYU DAN UBIJALAR

BATASAN PENGERTIAN Produksi benih bina adalah usaha yg terdiri atas serangkaian kegiatan untuk menghasilkan benih bina. Benih tanaman yg selanjutnya disebut benih adalah tanaman atau bagiannya yg digunakan utk memperbanyak dan/atau mengembangkan tanaman. Varietas adalah bagian dari suatu jenis yg ditandai oleh bntk tanaman, pertumbuhan, daun, bunga, buah, biji dan sifat-sifat lain yg dpt dibedakan dlm jenis yg sama. Varietas unggul adalah varietas yg telah dilepas oleh Pemerintah baik varietas baru maupun varietas lokal yg mempunyai kelebihan dlm potensi hasil dan/atau sifatsifat lainnya.

Lanjutan Benih bina adalah benih dari varietas unggul yg telah dilepas yg produksi dan peredarannya diawasi. Tipe simpang adalah tanman atau benih yg menyimpang dari sifat-sifat suatu varietas sampai diluar batas kisaran yg telah ditetapkan. Segregasi adalah benih atau tanaman yg mempunyai ciri-ciri berbeda dari varietas, namun derajad kemiripannya dpt diduga memiliki latar belakang genetik yg sma dengan varietas yg teleh dilepas shg segregasi tak dianggap sebagai tipe simpang.

Lanjutan Benih Sumber adalah tanaman atau bagiannya yg digunakan utk memproduksi benih yg merupakan kelaskelas benih meliputi benih inti, benih pejenis, benih dasar dan benih pokok. Sumber benih adalah tempat dimana suatu kelompok benih diproduksi. Benih Pejenis (Breeder Seed) adalah benih yg diproduksi dibawah pengawasan pemulia yg bersangkutan dg prosedur baku sertifikasi shg tingkat kemurnian genetik varietas (true-to-type) terpelihara dg sempurna.

Lanjutan Benih Dasar adalah keturunan pertama dari Benih Pejenis yg memenuhi standar mutu kelas Benih Dasar. Benih Pokok adalah keturunan pertama dari Benih Dasar atau Benih Pejenis yg memenuhi standar mutu kelas Benih Pokok. Benih Sebar adalah keturunan pertama dari Benih Pokok, atau Benih Dasar, atau Benih Pejenis yg memenuhi standar mutu kelas Benih Sebar. Benih Sebar1 (BR1) adalah keturunan pertama dari benih Sebar, yg standar mutunya sama dengan Sebar. Benih Sebar2 (BR2) adalah keturunan dari Benih Sebar1, yg standar mutunya sama dengan Benih Sebar.

Lanjutan Pemulia tanaman adalah orang yg melaksanakan pemuliaan tanaman, Produsen benih adalah perorangan, badan hukum atau instansi pemerintah yg melakukan proses produksi benih bina. Sertifikasi benih adalah rangkaian kegiatan penerbitan sertifikat thdp benih yg dilakukan oleh lembaga sertifikasi melalui pemeriksaan, pengujian laboratorium dan pengawasan serta memenuhi semua persyaratan utk diedarkan. Label adalah keterangan tertulis, tercetak atau bergambar tentang mutu benih yg ditempelkan atau disertakan secara jelas pada sejumlah benih, dalam bulk atau suatu wadah atau ikatan. Sertifikat adalah keterangan tentang pemenuhan/telah memenuhi persyaratan mutu yg diberikan oleh lembaga sertifikasi pd kelompok benihyg disertifikasi atas permintaan produksen benih.

Lanjutan Standar mutu benih adalah spesifikasi teknis benih yg baku mencakup mutu fisik, genetik, fisiologis dan/atau kesehatan benih. Peredaran adalah kegiatan atau serangkaian kegiatan dalam rangka penyaluran benih bina di dalam negeri baik utk maupun tidak diperdagangkan. Pengedar benih bina adalah perorangan, badan hukum atau instansi Pemerintah yg melakukan kegiatan atau serangkaian kegiatan dalam rangka menyalurkan benih bina kepada masyarakat, baik utk maupun tdk diperdagangkan.

Lanjutan Pengawasan adalah kegiatan pemeriksaan yg dilakukan secara berkala dan/atau sewaktu-waktu diperlukan thdp dokumen dan/atau benih yg beredar utk mengetahui kesesuaian mutu dan data lainnya dgn label dan standar mutu benih yg ditetapkan. Kelangkaan benih sebar bersertifikat adalah suatu keadaan ketersediaan benih sebar bersertifikat yg tdk dpt mencukupi permintaan kebutuhan benih sebar bersertifikat. Perbanyakan benih ganda (poly generation flow) adalah sistem perbanyakan benih dimana benih yg dihasilkan kelasnya sama dgn kelas benih sumber yg digunakan.

Lanjutan Pemurnian varietas adalah suatu usaha utk memurnikan kembali mutu benih dari populasi suatu varietas tertentu, shg tingkat kemurniannya memenuhi standar baku yg telah ditentukan. Uji Tetrazolium (Tetrazolium Test) adalah uji bio khemis yg menggunakan larutan 2,3,5 tripenil tetrazolium klorid utk mengetahui kemampuan benih utk berkecambah/tumbuh dan menghasilkan kecambah normal dlm jangka waktu tertentu sesuai ketentuan yg telah ditetapkan. Seleksi dan roguing adalah kegiatan memisahkan dan atau membuang tanaman yg tidak diharapkan.

PERBANYAKAN BENIH KEDELAI

A. B. C. D. E.

PRODUKSI BENIH SERTIFIKASI BENIH PENGUJIAN LABORATORIUM PELABELAN PEMURNIAN UTK PEMENUHAN BENIH SEBAR

A. PRODUKSI BENIH

Perencanaan Produksi Benih Bina 2 tahun sebelum diproduksi agar terjamin ketersediaan dan kesinambungan kuntitas dan kualitas benih. Agar sasaran produksi dpt tercapai, maka:1. Utk Benih Pejenis, Benih Dasar, dan Benih Pokok diperbanyak dgn Pola Perbanyakan Tunggal (One Generation Flow). Utk Benih sebar diperbanyak dg Pola Perbanyakan Ganda (Poly Generation Flow).

2.

Benih Bina Kedelai, yaitu: Benih Pejenis, Benih Dasar, benih Pokok, Benih Sebar, Benih Sebar1, dan Benih Sebar2.

Lanjutan.. Persyaratan Produsen Benih Bina:1. 2.3. 4. 5. 6.

Memiliki SDM yg menguasai teknologi produksi benih; Menguasai lahan yg akan digunakan utk memproduksi benih; Memiliki atau menguasai Benih Sumber; Mematuhi petunjuk yg diberikan oleh penyelenggara sertifikasi benih sesuai dgn ketentuan yg berlaku Menguasai fasilitas yg digunakan; dan Wajib mentaati sepenuhnya segala peraturan perundangundangan di bidang perbenihan.

IZIN PRODUKSI Mempekerjakan min. 10 org; Memiliki aset min Rp. 500 jt (di luar tanah & bangunan); Hasil penjualan benih selama 1 th min. Rp. 5 miliyar ; Permohonan izin secara tertulis kpd bupati/walikota (melalui Kadis yg membidangi perbenihan) dilengkapi dengan : Identitas & domisili; Akte pendirian; Rencana kerja & kelas benih yg akan diproduksi; Keputusan HGU bagi yg menggunakan tanah negara; Keterangan telah melakukan Amdal/upaya kelola lingkungan/ upaya pemantauan lingkungan.

-

B. SERTIFIKASI BENIH

Utk memproduksi benih bina dari semua kelas benih harus melalui sertifikasi. Sertifikasi benih diselenggarakan oleh Instansi Pengawas Mutu dan Sertifikasi Benih atau Produsen Benih yg tlh mdpt sertifikat dari Lembaga Sertifikasi.

Lanjutan..

Prosedur Sertifikasi, meliputi:1. Permohonan Sertifikasi Benih; 2. Pemeriksaan Lapangan; 3. Standar Lapangan Penangkaran Benih Kedelai

1. Permohonan Sertifikasi Benih Diajukun tertulis oleh Produsen benih kpd institusi Penyelenggara sertifikasi Benih dgn menggunakan Formulir yg berlaku; Permohonan diajukan plng lambat 10 hari sebelum tanam; Satu permohonan berlaku utk satu unit sertifikat atas satu varietas yg berlaku; dan Permohonan hrs dilampiri label benih sumber.

2. Pemeriksaan Lapangana. Pemeriksaan lapangan pendahuluan: Dilakukan thdp dokumen dan lahan dimana penangkaran benih akan dilaksanakan (sejarah penggunaan lahan dan keadaan lahan). Pemeriksaan lapangan pendahuluan dpt dilakuka sampai sebelum tanam. Pemeriksaan lapangan pertama (fase vegetatif): permohonan plg lambat 7 hari sblm pelaksanaan pemeriksaaan; pemeriksaan pertama pd umur 12 HST; pemeriksaan ulangan dilakukan apbl dianggap perlu dgn ketentuan fase vegetatif belum berakhir (kesempatan mengulang hanya satu kali).

b.

c. d.

Pemeriksaan lapangan kedua (fase berbunga): Pemeriksaan lapangan ketiga (sebelum panen).

Lanjutan..c. Pemeriksaan lapangan kedua (faseberbunga): permohonan diajukan plg lambat 7 hari sblm pelaksanaan pemeriksaan; pemeriksaan dilakukan pd saat tanaman berbunga; Pemeriksaan ulangan dilakukan apbl dianggap perlu dgn ketentuan fase berbunga belum berakhir (kesempatan mengulang hanya satu kali).

d. Pemeriksaan lapangan ketiga (sebelum panen). permohonan diajukan plg lambat 7 hari sblm pelaksanaan pemeriksaan; pemeriksaan dilakukan pd saat menjelang panen; Pemeriksaan hanya satu kali.

3. Standar Lapangan Pemeriksaan Benih KedelaiNo. Kelas Benih Isolasi Jarak Minimal (m) Varietas Lain & Tipe Simpang (%)

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Benih Pejenis Benih Dasar Benih Pokok Benih Sebar Benih Sebar1 Benih Sebar2

2 2 2 2 2 2

0,0 0,1 0,2 0,5 0,5 0,5

C. Pengujian Laboratorium

Produsen Benih mengajukan permohonan kpd penyelenggara sertifikasi untuk diambil contoh benihnya; Calon benih diolah dan ditetapkan sebagai kelompok benih; Kelompok benih harus jelas sejarah pembentukan kelompoknya dan seragam mutunya; Cara pengambilan contoh benih sesuai dgn peraturan yg berlaku dan disampaikan kpd laboratorium benih. Standar pengujian benih sesuai dengan ketentuan yg berlaku. Standar mutu benih dlm perbanyakan benih sitem ganda (poly generation flow) antara kelas benih sebar dgn turunannya sama (krn kedelai menyerbuk sendiri sblm bunga mekar).

Standar Pengujian Benih di Laboratorium

No.

Kelas Benih

Kadar Air Mak. (%)

Benih Murni Min. (%)

Kotoran Benih Min. (%)

Campuran Varietas Lain Max. (%)

Daya Berkecambah/ Daya Tumbuh Min (%)

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Benih Pejenis Benih Dasar Benih Pokok Benih Sebar Benih Sebar1 Benih Sebar2

11,0 11,0 11,0 11,0 11,0 11,0

99,0 98,0 98,0 97,0 97,0 97,0

1,0 2,0 2,0 3,0 3,0 3,0

0,0 0,1 0,2 0,5 0,5 0,5

80 80 80 80 80 80

D. Pelabelan Benih bina yg tlh lulus dan akan diedarkan wajib diberi label bertuliskan BENIH BERSERTIFIKAT dlm bhs Indonesia