2012 April Yohanes Rante

download 2012 April Yohanes Rante

of 25

  • date post

    17-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    13
  • download

    2

Embed Size (px)

description

33

Transcript of 2012 April Yohanes Rante

  • Jurnal Mitra Ekonomi dan Manajemen Bisnis, Vol.3, No. 1, April 2012, 87-112 ISSN 2087-1090

    87

    Pengembangan, Peningkatan Daya Saing Produk Agribisnis dan Agroindustri di Kabupaten Keerom

    Provinsi Papua Guna Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Serta Menunjang Ekspor Non Migas Indonesia dalam Era

    Perdagangan Bebas

    Yohanes Rante

    Fakultas Ekonomi, Universitas Cendrawasih Jayapura, Kampus UNCEN Waena Jl. Camp. Wolker Jayapura

    Abstrak: Indonesia umumnya dan Papua khususnya di Kabupaten Keerom adalah merupakan negara agraris yang memang potensial untuk pengembangan produksi agribisnis dan agroindustri guna memacu peningkatan ekspor Indonesia. Di pasaran luar negeri produk-produk dari Indonesia sebagian besar masih kalah bersaing dengan produk dari negara pertanian lainnya seperti produk dari Thailand, Bangkok, Korea dan beberapa negara pertanian di Asia. Berdasarkan dalam rekaman data nasional, Daerah Keerom mengandung potensi sumber daya alam yang melimpah, yang kesemuanya dapat diolah menjadi berbagai jenis produk yang dapat memberikan nilai tambah kepada masyarakat, pertumbuhan ekonomi daerah dan pertumbuhan ekonomi nasional. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosial budaya, yang berdimensi memanusiakan manusia, khususnya masyarakat yang masih berada di pedalaman, membantu rakyat dalam mengatasi kesulitannya, dan dalam perencanaan pembangunan kita harus senantiasa sadar bahwa musuh utama yang ada di wilayah pedalaman Provinsi Papua adalah kebodohan, keterbelakangan dan kemiskinan. Kontribusi penelitian ini adalah (1) selain pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (IPTEKS), juga adalah (2) menunjang pembangunan dan pemecahan masalah-masalah pembangunan serta (3) pengembangan kelembagaan. Pada tahun pertama, penelitian ini akan dilakukan survey berdasarkan potensi, pemetaan berdasarkan wilayah/lokasi, inventarisasi dan identifikasi produk agrobisnis dan agroindustri di Kabupaten Keerom, kemudian dilakukan analisis berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan dalam rangka mencari, mengkaji dan menentukan produk agrobisnis dan agroindustri yang menjadi andalan untuk dikembangkan di masa akan datang guna meningkatkan jumlah dan daya saing ekspor non migas, melakukan penerobosan pasar dan perluasan pasar internasional. Pada tahun kedua, dari sejumlah komoditi ekspor non migas Keerom yang telah ditetapkan berdasarkan kriteria pada tahun pertama, kemudian dari antaranya dipilih 12 (dua belas) komoditi andalan produk agribisnis dan agroindustri untuk dianalisis lebih lanjut. Pada tahun ke tiga, penelitian mencakup analisis pemasaran, saluran pemasaran marjin pemasaran dan konsentrasi pasar. Daerah penelitian dipilih secara sengaja berdasarkan luas areal dan potensi produksi agribisnis dan agroindustri yaitu Kabupaten Keerom. Kabupaten Keerom dipilih karena memiliki potensi dan memproduksi kelapa sawit, kakao, plywood, kayu gergajian, minyak lawang dan lain sebagainya. Adapun teknik pengumpulan data meliputi: data primer dikumpulkan dari Petani, Tokoh Masyarakat, Ondoafi, Kepala Suku, Pengarajin, Pengusaha, Pimpinan Perusahaan, Karyawan Perusahaan, Camat, Kepala-Kepala Dinas Terkait, Bank-Bank pemberi kredit dan Kepala Instansi yang terkait. Selain itu pengumpulan data ini dilakukan dengan survey dan pengamatan serta wawancara langsung dengan menggunakan daftar isian/kuesioner yang telah disiapkan terlebih dahulu. Dan data sekunder dikumpulkan dari BPS Pusat dan Daerah. Kantor Statistik, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua, Dinas Pertanian, Dinas Kehutanan, Kantor Dinas-dinas terkait (Perkebunan, Perikanan, Pertanian, Kehutanan, Peternakan dan Tanaman Pangan), Kadin, BKPMD, Bappeda, Assosiasi, Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) dan lain-lain. Sedangkan analisis yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian guna menentukan pola dan strategi dalam memecahkan permasalahan pengembangan dan peningkatan daya saing ekspor non migas Indonesia, di Kabupaten Keerom ini digunakan analisa kualitatif dan kuantitatif. Kata kunci: Pengembangan, peningkatan daya saing agribisnis dan agroindustri, ekonomi rakyat-rakyat, ekspor non migas, kebodohan, keterbelakangan, dan kemiskinan.

  • Widi Hidayat

    88

    Abstract: Indonesia of generally and Papua specifically in Keerom District is an agricultural country which is a potential for the development of agribusiness and agro-industry production in order to spur an increase in Indonesian exports. In foreign markets the products of Indonesia are still largely unable to compete with other agricultural products from countries such as the product of Thailand, Bangkok, Korea and several countries agriculture in Asia. Based on national data on the tape, Regional Keerom contain potential sources of abundant natural resources, all of which can be processed into various types of products that can provide added value to the community, regional economic growth and national economic growth. The approach used is a socio-cultural approach, the dimensionless humanize humans, especially people who are still in the interior, helping people to overcome difficulties, and in our development planning must always be aware that the main enemy in the interior province of Papua is ignorance, backwardness and of poverty. The contribution of this study were (1) in addition to the development of science, technology and art (science and technology), also is (2) support development and solving the problems of development and (3) institutional development. In the first year, this study will be conducted based on potential survey, mapping by region/location, inventory and identification of agribusiness and agro-products in the District of Keerom, then performed the analysis based on predefined criteria in order to find, assess and determine the agribusiness and agro-industry products that become pledge to be developed in the future to increase the number and competitiveness of non-oil exports, to break through the market and international market expansion. In the second year, the number of non-oil commodity exports Keerom based on criteria established in the first year, then from among the selected 12 (twelve) commodity agribusiness and agro-products for further analysis. In year three, the research includes analysis of marketing, marketing channels marketing margins and market concentration. Research areas were purposively selected based on acreage and potential production of agribusiness and agro Keerom District. Keerom District was chosen because it has the potential for and producing oil palm, cocoa, plywood, sawn timber, oil, mace and others. The data collection techniques include: primary data collected from farmers, community leader, Ondoafi, Chieftain, Crafter, Entrepreneur, Chairman of the Company, Company Employees, Head of the subdistrict, Relevant Agency Heads, creditor banks and the Head of the Institution concerned. Besides data collection is done by surveys and direct observations and interviews using checklists/ questionnaires that had been prepared beforehand. And secondary data collected from Central Connecticut and the Region. Office of Statistics, Office of Industry and Trade of Papua Province, Department of Agriculture, Forest Service, Office of the relevant agencies (Plantation, Fishery, Agriculture, Forestry, Animal Husbandry and Foodstuffs), KADIN, BKPMD, Planning Agency, Association, Agency for Export Development (NAFED) and others. While the analysis used to achieve the research objectives in order to determine patterns and strategies in solving problems of development and increased competitiveness of Indonesian non-oil exports, in the District Keerom used qualitative and quantitative analysis. Key words: Development, increase the competitiveness of agribusiness and agro-industry, the economy of peoples, non-oil exports, ignorance, backwardness, and poverty. PENDAHULUAN

    Indonesia umumnya dan Papua khususnya di Kabupaten Keerom adalah merupakan

    negara agraris yang memang potensial untuk pengembangan produksi agribisnis dan agroindustri guna memacu peningkatan ekspor Indonesia. Di pasaran luar negeri produk-produk dari Indonesia sebagian besar masih kalah bersaing dengan produk dari negara pertanian lainnya seperti produk dari Thailand, Bangkok, Korea dan beberapa negara pertanian di Asia.

    Pada Negara Indonesia termasuk Provinsi Papua dan Kabupaten Keerom memiliki komoditas andalan agribisnis dan agroindustri yang sangat potensial. Persoalan yang dihadapi adalah bagaimana meningkatkan daya saing mutu produksi, efisiensi produksi dan innovasi produksi guna meningkatkan daya saing di pasar bebas. Merubah keunggulan-keunggulan yang dimiliki yaitu keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif. Diketahui bahwa

  • ESQ dan Locus of Control Sebagai Anteseden Hubungan Kinerja Pegawai

    89

    Kabupaten Keerom memiliki kekayaan alam yang beragam dan hingga kini pengelolaannya masih sangat terbatas sehingga perlu dikaji dan dikembangkan lebih lanjut.

    Berdasarkan dalam rekaman data nasional, Daerah Keerom mengandung potensi sumber daya alam yang melimpah, yang kesemuanya dapat diolah menjadi berbagai jenis produk yang dapat memberikan nilai tambah kepada masyarakat, pertumbuhan ekonomi daerah dan pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam pembangunan pertanian modern yang bercorak agribisnis dan argroindustri dilakukan dengan senantiasa mendorong kemampuan petani guna dapat meningkatkan kesejahteraan petani itu sendiri dan keluarganya, agar mampu mengejar kemajuan, sehingga pertanian modern yang kita idam-idamkan dapat secepatnya terwujud sebagai wahana untuk meningkatkan taraf hidup petani dan nelayan. Jadi menurut Wanggai (1996) pemberdayaan ekonomi rakyat adalah usaha untuk menumbuhkan/meningkatkan kemampuannya, yang pada saat nanti akan muncul petani-petani modern yang handal, maju, efisien dan tangguh, sehingga kemampuan dan keseja