2. Gangguan Haid

download 2. Gangguan Haid

of 31

  • date post

    29-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    227
  • download

    5

Embed Size (px)

description

abc

Transcript of 2. Gangguan Haid

  • GANGGUAN HAIDDr. Telly Tessy, SpOG ( K )

    Bagian Obstetri Dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin

  • Definisi : Gangguan haid adalah perdarahan haid yang tidak normal dalam hal panjang siklus. Lama haid, dan jumlah perdarahan.

  • Klasifikasi gangguan Haid Gangguan haid dan siklus khususnya dimasa reproduksi dapat digolongkan dalam : Kelainan panjang siklus : Polimenore (sering) Oligomenore (jarang) Amenore (tidak haid) Kelainan banyaknya haid : Hipermenore (banyak) Hipomenore (sedikit)

  • Kelainan Lama Haid Menoragi (memanjang) Brakimenore (memendek) Perdarahan bercak Premenstrual spotting Postmenstrual spotting

  • Perdarahan uterus disfungsional (PUD) :Gangguan lain berhubungan dengan haid : Metroragi Dismenore premenstrual tension (ketegangan haid)

  • Kelainan panjang siklus :Polimenore Definisi polimenore adalah panjang siklus haid kurang dari 21 hari (normal 21-35). Keadaan polimenore bisan terjadi pada siklus ovulatoar maupun pada siklus anovulatoar.

  • Kausa :Anovulasi karena gangguan hormonalInsufisiensi korpus luteum (fase luteal memendek)Fase folikuler memendek

  • Penanganan :Pada kausa anovulasi diberikan induksi ovulasiPada insufisiensi korpus luteum diberikan progesteron pada 16-25Pad fase folikuler pendek diberikan estrogen pada hari 3-8

  • 2. Oligomenore Definisi oligomenore adalah panjang siklus haid lebih dari 35 hari (normal 21-35 hari) dan kurang dari 3 bulan. Keadaan oligomenore umumnya adalah siklus ovulator sehingga fertilitas tidak terganggu.

  • Kausa :Fase folikuler memanjangFase sekresi memanjangPenanganan :Tidak diberikan pengobatan jika tipe perdarahan teraturIndukasi ovulasi diberikan jika tipe perdarahan memanjang

  • 3. Amenore Amenore adalah bila tidak haid lebih dari 3 bulan.Amenorea dapat dibagi dalam dua bentuk : - Amenorea fisiologik : Prapubertas/pasca menopause Hamil, laktasi - Amenorea patologik : Amenorea primer Amenorea sekunder

  • b. Penyebab : gangguan hipotalamus, hipofisis, ovarium (folikel), uterus (endometrium) dan vagina

    c. Diagnosis ditegakkan : - Anamnesis : Usia menars, pertumbuhan badan Apakah terhadap stress berat Apakah menderita penyakit- penyakit berat

  • Apakah menggunakan obat-obat penenang Apakah terdapat peningkatan berat/atau penurunan berat badan yang mencolok

    - Pemeriksaan fisis : Berat badan Tinggi badan Pertumbuhan seks sekunder : ~ Payudara ~ Rambut pubis

  • ~ Akne ~ Hirsuitisme- Pemeriksaan Ginekologik : Pemeriksaan genitalia interna/eksterna

    - Pemeriksaan penunjangan : Foto rontgen : - TBC paru-paru - Sela tursika

  • Foto kompimeter : - Tumor hipofisis Foto T3 dan T4 : - Fungsi tiroid Pemeriksan kromatin seks : - kelainan kromosom

    Amenore hipotalamikKausa amenore hipotalamik terdiri dari penyebab organik seperti kraniofaringioma dan ensefalitis, sedangkan penyebab fungsional oleh

  • gangguan pelepasan LHRH seperti anoreksia nervosa dan bulimia. Selain itu kausa obat-obatan seperti penotiazin menghambat PIF. Sehingga terjadi hiperprolaktinemia dan selanjutnya menyebabkan amenorea.Kausa amenorea hipofisis adalah kelainan organik seperti Sheehan syndrome,

  • dimana terjadi iskemia atau nekrosis aenohipofisis akibat trombosis vena hipofisis; kraniofaringioma (tumor yang tidak mensekresi hormon); dan adenoma hipofisis (prolaktinoma). Kausa amenora galaktore adalah gangguan sekresi PIF dihipotalamus, penghambatan kerja PIF oleh obat seperti penotiazin, tranguilaizer,

  • dan obat psikofarmaka; dan hipertiroid.

    Amenora Ovarium Kausa amenora ovarium antara lain : hipoplasia ovarium pada sindroma turner; menopause prekok; sindroma resisten ovarium (umumnya tumor yang mensekresi androgen)

  • Amenora UterinaKausa amenore uterina antara lain : aplasia uteri; kerusakan endometrium akibat perlengketan (sindroma Asherman); infeksi besar seperti TBC.

    Penanganan AmenorePenanganan amenore tergantung kausa. Jika kausanya adalah organik maka ditangani sesuai

  • penyebab organik tersebut.Kausa fungsional (endokrinologi) ditangani dengan konseling, obat fisikofarmaka, substitusi dan pemberian hormon secara siklik, dan induksi ovulasi.- Uji hormonal Uji dengan Progesteron (uji P) ~ Cara melakukan uji progesteron (MPA, diprogesteron,

  • Nortestosasetat) 5-10 mg/hari selama 7-10 hari. Perdarahan akan terjadi 3-4 hari kemudian dan ini dikatakan sebagai uji progesterone yang positif. Tidak terjadi perdarahan artinya uji progesterone negatif

  • ~ Apa arti uji progesterone positif Perdarahan terjadi, berarti wanita tersebut memiliki uterus dan endometrium yang normal Pendarahan dapat keluar, berarti wanita tersebut memiliki vagina dan selaput darah yang normal

  • Perdarahan dapat terjadi karena ada pengaruh estrogen, tempat produksi estrogen adalah ovarium (folikel). Berarti wanita tersebut memiliki ovarium/ perkembangan folikel yang normal. Folikel dapat memproduksikan estrogen karena ada

  • rangsangan dari hormon hipofise (FSH,LH). Artinya wanita tersebut memiliki fungsi hipofisis yang normal. Hipofisis dapat memproduksi FSH dan LH akibat rangsangan hormon pelepas Gn-Rh dari hipotalamus.

  • Artinya wanita tersebut memiliki hipotalamus yang normal.

    4. Apa yang dilakukan terhadap wanita yang uji progesteronnya positif Wanita yang belum menginginkan anak cukup diberi progesteron dari hari ke 16 sampai hari ke 25 siklus haid.Pengobatan

  • berlangsung selama 3 siklus berturut-turut. Setelah itu dilihat apakah siklus haid menjadi normal kembali atau tidak, yaitu siklus haid yang ovulatorik. Bila setelah itu terjadi lagi gangguan haid/amenorea wanita tersebut harus menjalani pemeriksaan yang lebih lanjut.

  • Pada wanita yang ingin anak, diberi pemicu ovulasi (infertilitas).

    5. Apa yang harus dilakukan pada wanita dengan uji progesteronnya negatif. Uji E + P (E: 21 hari + P: hari ke 12-21) bila : (+) 2-3 hari kemudian terjadi perdarahan (-) perlu penanganan lebih lanjut

  • 6. Apa yang dilakukan pada wanita dengan uji Estrogen+ progesteron positif ? E selama 25 hari, ditambah P hari ke 19-25 (selama 3 siklus). Bila pengobatan dihentikan dan masih tetap saja terjadi amenorea maka penanganan lanjut.

  • Kelainan jumlah perdarahan haid

    1. Hipermenore Definisi hipermenore adalah perdarahan haid yang jumlahnya banyak (>80 ml atau ganti pembalut >5 kali/hari)

  • Kausa :

    - Kelainan organik seperti mioma uteri, polip endometrium, dan infeksi genitalia interna.- Kelainan darah- Kelainan fungsional (endokrinologi)

  • Penanganan :

    - Kelainan organik dan darah ditangani sesuai kausa.- Kelainan endokrinologi dengan hormon progesterone, estrogen dan progesterone, pil KB, dan obat induksi ovulasi untuk wanita ingin anak.

    *