1.HIDROKARBON JENUH (ALKANA)

of 26 /26
HIDROKARBON JENUH HIDROKARBON JENUH (ALKANA) (ALKANA)

Transcript of 1.HIDROKARBON JENUH (ALKANA)

Page 1: 1.HIDROKARBON JENUH (ALKANA)

HIDROKARBON HIDROKARBON JENUH (ALKANA)JENUH (ALKANA)

Page 2: 1.HIDROKARBON JENUH (ALKANA)

PENDAHULUANPENDAHULUAN

Senyawa organik yang paling sederhana Senyawa organik yang paling sederhana terbentuk dari dua elemen yakni karbon dan terbentuk dari dua elemen yakni karbon dan hidrogen.hidrogen.

Ada 3 kelompok senyawa hidrokarbon, yaitu Ada 3 kelompok senyawa hidrokarbon, yaitu hidrokarbon jenuh (hidrokarbon jenuh (saturatedsaturated), tak jenuh ), tak jenuh ((unsaturatedunsaturated), dan aromatik.), dan aromatik.

Hidrokarbon jenuh terdiri dari dua kelompok Hidrokarbon jenuh terdiri dari dua kelompok utama yaitu alkana dan sikloalkana.utama yaitu alkana dan sikloalkana.

Senyawa alkana dikenal sebagai parafin yang Senyawa alkana dikenal sebagai parafin yang berasal dari kata latin parum affinis yang berarti berasal dari kata latin parum affinis yang berarti afinitas kecil.afinitas kecil.

Page 3: 1.HIDROKARBON JENUH (ALKANA)

SIFAT ALKANASIFAT ALKANA

a.a. Sifat Fisika : gas tak berwarna, sukar larut Sifat Fisika : gas tak berwarna, sukar larut dalam air, mudah larut dalam alkohol, titik didih dalam air, mudah larut dalam alkohol, titik didih dan titik lebur sangat rendah di bawah Odan titik lebur sangat rendah di bawah OooC.C.

b.b. Sifat kimia : stabil; tidak dapat bereaksi dengan Sifat kimia : stabil; tidak dapat bereaksi dengan asam, basa, dan pereaksi umum di Lab.; reaksi asam, basa, dan pereaksi umum di Lab.; reaksi oksidasi dapat berlangsung dengan jalan oksidasi dapat berlangsung dengan jalan pembakaran (nyala kuning);dapat menimbulkan pembakaran (nyala kuning);dapat menimbulkan ledakan dengan udara dan campuran dengan ledakan dengan udara dan campuran dengan gas klorida (1:2), membentuk CO dan H apabila gas klorida (1:2), membentuk CO dan H apabila dipanaskan 1000dipanaskan 1000ooC dengan katalisator N.C dengan katalisator N.

Page 4: 1.HIDROKARBON JENUH (ALKANA)

Reaksi antara gas metana dengan klor sebagai berikut:

Cl23

Page 5: 1.HIDROKARBON JENUH (ALKANA)

STRUKTUR MOLEKUL METANASTRUKTUR MOLEKUL METANA

Reaksi antara gas metana dgn klor cukup menarik untuk Reaksi antara gas metana dgn klor cukup menarik untuk menjelaskan mengapa struktur metana adalah tetrahedron.menjelaskan mengapa struktur metana adalah tetrahedron.

Dari hasil pertukaran salah satu dari keempat atom Dari hasil pertukaran salah satu dari keempat atom hidrogen metana dengan satu atom klor akan hidrogen metana dengan satu atom klor akan menghasilkan hanya satu klorometan. Ini menunjukkan menghasilkan hanya satu klorometan. Ini menunjukkan bahwa bahwa Keempat atom hidrogen dalam metana mempunyai Keempat atom hidrogen dalam metana mempunyai derajat yang sama (ekuivalen). derajat yang sama (ekuivalen). Berdasarkan pernyataan Berdasarkan pernyataan tersebut terjadi dualisme struktur metana yakni tersebut terjadi dualisme struktur metana yakni bujursangkar dan tetrahedron.bujursangkar dan tetrahedron.

Page 6: 1.HIDROKARBON JENUH (ALKANA)
Page 7: 1.HIDROKARBON JENUH (ALKANA)

Pembuktian tersebut di atas melahirkan kesimpulan bahwa Pembuktian tersebut di atas melahirkan kesimpulan bahwa stereokimia molekul metana adalah tetrahedron dan stereokimia molekul metana adalah tetrahedron dan selanjutnya ditetapkan oleh postulat bahwa semua aspek selanjutnya ditetapkan oleh postulat bahwa semua aspek stereokimia dari molekul-molekul senyawa hidrokarbon hanya stereokimia dari molekul-molekul senyawa hidrokarbon hanya dapat dijelaskan jika kita berpegang pada asumsi bahwa kapan dapat dijelaskan jika kita berpegang pada asumsi bahwa kapan saja bila suatu atom karbon berikatan dengan empat atom, saja bila suatu atom karbon berikatan dengan empat atom,

maka kelima atom itu dalam bentuk tetrahedronmaka kelima atom itu dalam bentuk tetrahedron..

Page 8: 1.HIDROKARBON JENUH (ALKANA)

IKATAN KARBON-HIDROGEN IKATAN KARBON-HIDROGEN DALAM METANADALAM METANA

Atom karbon mempunyai empat elektron Atom karbon mempunyai empat elektron valensi membentuk 4 ikatan kovalen karbon-valensi membentuk 4 ikatan kovalen karbon-hidrogen dengan empat atom hidrogen yang hidrogen dengan empat atom hidrogen yang masing-masing memiliki satu elektron valensi. masing-masing memiliki satu elektron valensi. Karena atom karbon mempunyai 4 elektron Karena atom karbon mempunyai 4 elektron valensi, maka dalam pembentukan senyawa valensi, maka dalam pembentukan senyawa selalu ada empat ikatan kovalen.selalu ada empat ikatan kovalen.

Page 9: 1.HIDROKARBON JENUH (ALKANA)

Hibridisasi

sp

• Ada 2 elektron berpasangan, maka atom C akan membentuk CH2.

• Senyawa CH2 di alam tidak ada, yang ada, adalah CH4.

•CH4 terbentuk dari hibridisasi 1 orbital s dan 3 orbital p menjadi orbital hibrid sp3.

6C ; 1s2 2s2 2p2

CH

H

H

H

Page 10: 1.HIDROKARBON JENUH (ALKANA)
Page 11: 1.HIDROKARBON JENUH (ALKANA)

IKATAN KARBON-KARBONIKATAN KARBON-KARBONKemampuan karbon yang unik dalam Kemampuan karbon yang unik dalam membentuk ikatan karbon-karbon yang membentuk ikatan karbon-karbon yang mantap serta membentuk rantai adalah mantap serta membentuk rantai adalah alasan utama melimpahnya senyawa alasan utama melimpahnya senyawa organik. organik.

Page 12: 1.HIDROKARBON JENUH (ALKANA)

Dua ikatan karbon dapat membentuk ikatan kovalen melalui sepasang elektron patungan. Sisa dari elektron valensi masing-masing atom karbon dapat berpasangan dengan enam atom hidrogen untuk membentuk molekul etana.

Page 13: 1.HIDROKARBON JENUH (ALKANA)

HOMOLOG-HOMOLOG ALKANAHOMOLOG-HOMOLOG ALKANA

Penambahan satu unit CHPenambahan satu unit CH33 terhdap senyawa terhdap senyawa hidrokarbon semula mengakibatkan terjadinya hidrokarbon semula mengakibatkan terjadinya perpanjangan rantai karbon. Perpanjangan atom perpanjangan rantai karbon. Perpanjangan atom karbon selalu berakibat pada perubahan sifat-karbon selalu berakibat pada perubahan sifat-sifat terutama sifat fisika dari senyawa karbon sifat terutama sifat fisika dari senyawa karbon tersebut.tersebut.

Jika senyawa alkana kehilangan suatu atom Jika senyawa alkana kehilangan suatu atom hidrogen maka akan terbentuk suatu radikal yang hidrogen maka akan terbentuk suatu radikal yang dikenal sebagai gugus alkil.dikenal sebagai gugus alkil.

Penggantian satu atau lebih atom hidrogen Penggantian satu atau lebih atom hidrogen alkana dengan halogen akan menghasilkan alkana dengan halogen akan menghasilkan senyawa organohalida.senyawa organohalida.

Page 14: 1.HIDROKARBON JENUH (ALKANA)

etana

Page 15: 1.HIDROKARBON JENUH (ALKANA)

TATA NAMA SENYAWA ALKANATATA NAMA SENYAWA ALKANA

1.Tentukan rantai yang paling panjang sebagai 1.Tentukan rantai yang paling panjang sebagai rantai pokok.rantai pokok.

2.Alkana tanpa rantai cabang diberi nama 2.Alkana tanpa rantai cabang diberi nama berdasarkan jumlah atom karbonnya.berdasarkan jumlah atom karbonnya.

3.Gugus yang menempel pada rantai utama disebut 3.Gugus yang menempel pada rantai utama disebut substituen. Setiap substituen harus diberi nama substituen. Setiap substituen harus diberi nama dan nomor sekalipun dua subestituen yang dan nomor sekalipun dua subestituen yang identik menempel pada atom karbon yang sama.identik menempel pada atom karbon yang sama.

4.Nama ditulis dalam satu baris. Nomor-nomor 4.Nama ditulis dalam satu baris. Nomor-nomor dipisahkan satu sama lain dengan tanda baca dipisahkan satu sama lain dengan tanda baca koma, nomor dan nama dipisahkan dengan tanda koma, nomor dan nama dipisahkan dengan tanda garis datar. Jika terdapat dua atau lebih jenis garis datar. Jika terdapat dua atau lebih jenis substituen tersebut disusun menurut abjad.substituen tersebut disusun menurut abjad.

Page 16: 1.HIDROKARBON JENUH (ALKANA)
Page 17: 1.HIDROKARBON JENUH (ALKANA)

Berdasarkan kedudukan atom karbon

Page 18: 1.HIDROKARBON JENUH (ALKANA)

MENGGAMBARKAN RUMUS MENGGAMBARKAN RUMUS STRUKTURSTRUKTUR

Page 19: 1.HIDROKARBON JENUH (ALKANA)

ISOMER SENYAWA ALKANAISOMER SENYAWA ALKANA

Senyawa alkana yang mempunyai empat Senyawa alkana yang mempunyai empat atau lebih atom karbon dapat dituliskan atau lebih atom karbon dapat dituliskan dalam beberapa struktur. Keadaan ini dalam beberapa struktur. Keadaan ini disebut isomer. Contoh butana dengan disebut isomer. Contoh butana dengan rumus molekul Crumus molekul C44HH1010 dioeroleh dalam dua dioeroleh dalam dua macam hidrokarbon yang berbeda yakni n-macam hidrokarbon yang berbeda yakni n-butana dan isobutana.butana dan isobutana.

CH3 CH CH3

CH3

CH3 CH2 CH2 CH3

Page 20: 1.HIDROKARBON JENUH (ALKANA)

KONFORMASI ALKANAKONFORMASI ALKANA• Suatu molekul dapat memiliki secara tak Suatu molekul dapat memiliki secara tak

terhingga posisi di dalam ruang secara berlainan, terhingga posisi di dalam ruang secara berlainan, penataan ini disebut konformasi.penataan ini disebut konformasi.

• Karena adanya rotasi mengelilingi ikatan sigma, Karena adanya rotasi mengelilingi ikatan sigma, maka suatu molekul dapat memiliki berapa pun maka suatu molekul dapat memiliki berapa pun konformasi terhadap suatu konformasi yang konformasi terhadap suatu konformasi yang paling stabil. Konformasi yang paling disukai paling stabil. Konformasi yang paling disukai dikenal sebagai konformer.dikenal sebagai konformer.

• Proyeksi Newmann sangat berguna untuk Proyeksi Newmann sangat berguna untuk menggambarkan konformasi.menggambarkan konformasi.

• Ada dua konformasi yang ekstrim yakni Ada dua konformasi yang ekstrim yakni konformasi bersilang (konformasi bersilang (Staggered conformation) Staggered conformation) dan konformasi berimpit (dan konformasi berimpit (Eclipsed conformationEclipsed conformation).).

Page 21: 1.HIDROKARBON JENUH (ALKANA)
Page 22: 1.HIDROKARBON JENUH (ALKANA)

REAKSI-REAKSI ALKANA

• Alkana adalah hidrokarbon jenuh yang stabil,

kurang reaktif yang tidak bereaksi dengan

kebanyakan asam, basa, oksidator dan

reduktor pada kondisi normal.

- Oksidasi kuat

2 CH4 + 3 O2 → 2 CO + 4 H2O 2 CO + O2 → 2 CO2 + 212,8 kkal/mol

Page 23: 1.HIDROKARBON JENUH (ALKANA)

Pirolisis = Cracking (pemecahan alkana pada suhu tinggi, sekitar 1000oC

CH4 → 2H2 + C

CH3–CH2–CH3 → a. H2 + C3H6

b. CH4 + C2H4

-

Substitusi spesifikCH4 + Cl2 → CH3Cl → CH2Cl2 →

CHCl3 → CCl4 + HCl

Page 24: 1.HIDROKARBON JENUH (ALKANA)

CARA PEMBUATAN ALKANACARA PEMBUATAN ALKANA

8

Page 25: 1.HIDROKARBON JENUH (ALKANA)
Page 26: 1.HIDROKARBON JENUH (ALKANA)