186519304 Bahan Kuliah Ekologi Laut Tropis Ilmu Kelautan

download 186519304 Bahan Kuliah Ekologi Laut Tropis Ilmu Kelautan

of 52

  • date post

    17-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    18
  • download

    8

Embed Size (px)

description

Ekolatrop

Transcript of 186519304 Bahan Kuliah Ekologi Laut Tropis Ilmu Kelautan

  • Ekosistem Mangrove 1

    Presented by

    IRMA DEWIYANTI

    Jurusan Ilmu KelautanKoordinatorat Kelautan dan PerikananUNSYIAH, 2012Ekologi Laut Tropis

  • Ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik yang terdapat antara organisme berinteraksi dengan alam sekitarnya

    Dalam proses interaksi, organisme saling mempengaruhi satu dengan lainnya dan dengan lingkungan fisik-kimia di sekitarnya, begitu pula berbagai faktor lingkungan mempengaruhi kegiatan organisme.

    Organisme dan lingkungannya dapat dikelompokkan ke dalam beberapa tingkatan, semakin besar tingkatannya maka akan semakin kompleks.

    Ekologi berasal dari bahasa Yunani, oikos (rumah atau tempat untuk hidup) dan logos (ilmu/pengetahuan).

    Istilah ekologi pertama kali diperkenankan oleh Ernst Haeckel (Biologist Jerman) pada tahun 1869.

    Ruang Lingkup Ekologi Laut Tropis

  • Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik.

    Interaksi yang terjadi antara lingkungan dan biota dapat mempengaruhi kelangsungan hidup biota baik dari segi reproduksi, serta kemampuan adaptasi (adaptasi morfologi, fisiologi, tingkah laku).

    Komunitas adalah kumpulan spesies organisme yang mendiami suatu tempat atau beberapa populasi yang cenderung untuk hidup bersama di suatu lingkungan/tempat.

    Interaksi pada populasi dalam komunitas dapat berupa interaksi positive ataupun negative Ekosistem adalah suatu komunitas beserta lingkungan abiotik membentuk sistem ekologi.

    Komponen penyusun ekosistem adalah produsen (tumbuhan hijau), konsumen (herbivora, karnivora, dan omnivora), dan dekomposer/pengurai (mikroorganisme).

    Pada daerah pesisir, interaksi yang terjadi dapat berasal dari darat /laut

  • Tropis adalah daerah di bumi, yang secara geografis berada di sekitar ekuator, yaitu yang dibatasi oleh dua "lintang, yaitu 23.50 LU dan 23.50 LS (wikipedia, 2009)

    Tumbuhan dan hewan tropikal adalah spesies yang berada di daerah tropis tersebut. Tropikal juga kadangkala digunakan sebagai tempat yang hangat dan lembab sepanjang tahun. Pengaruh posisi bumi terhadap matahari sangat berpengaruh terhadap iklim Hibernasi/istirahat dilakukan biota tertentu pada saat iklim tidak sesuai dengan keadaan untuk melakukan aktivitas sehari-hari,

  • Klasifikasi Vegetasi Mangrove

    Lugo dan Snedaker (1974) dalam Dahuri 2003 mengklasifikasikan hutan mamgrove menjadi 6 tipe komunitas hutan mangrove berdasarkan bentuk hutan dan kaitannya dengan proses geomorfologi serta hidrologi

    1. Overwash mangrove forest (hutan delta)Mangrove merah merupakan jenis yang dominan yang sering dibanjiri pasang, menghasilkan ekspor bahan organik dengan tingkat yang tinggi. Tinggi pohon sekitar 7 m.

    2. Fringe mangrove forest (hutan tepi pantai)Mangrove fringe ini ditemukan sepanjang terusan air, digambarkan sepanjang garis pantai yang tinggi ya lebih dari rata-rata pasang naik. Ketinggian mangrove maksimum adalah sekitar 10 m.

  • 3. Riverine mangrove forest (Hutan tepi sungai)Kelompok ini adalah hutan yang letaknya sepanjang daerah pasang surut sungai dan teluk. Ketiga jenis bakau, yaitu putih (Laguncularia racemosa), hitam (Avicennia germinans) dan mangrove merah (Rhizophora mangle) terdapat di dalamnya. Tingginya rata- rata dapat mencapai 18-20 m.

    4. Basin mangrove forest (hutan dataran)Kelompok ini terletak di bagian dalam rawa, karena tekanan runoff terestrial yang menyebabkan terbentuknya cekungan atau terusan ke arah pantai. Pohon dapat mencapai tinggi 15 m.

  • 5. Hammock forestBiasanya serupa dengan tipe (4) di atas tetapi mereka ditemukan pada lokasi sedikit lebih tinggi dari area yang melingkupi. Semua jenis ada tetapi tingginya jarang lebih dari 5 m.

    6. Scrub or dwarf forest (hutan semak)Jenis komunitas ini secara khas ditemukan di pinggiran yang rendah. Semua jenis hampir ada ditemukan.

  • Namun Soemodiharjo et al., 1986, mengklasifikasikan hutan mangrove Indonesia menjadi 4 kelas yaitu:Delta, terbentuk di muara sungai yang berkisar pasang surut rendahDataran lumpur, terletak dipinggir pantaiDataran pulau, berbentuk sebuah pulau kecil yang pada waktu surut rendah muncul di atas permukaan airDataran pantai, habitat mangrove yang merupakan jalur sempit memanjang sejajar garis pantai

    Enam tipe komunitas mangrove

  • Dampak Kegiatan Manusia Pada Ekosistem Mangrove

    Tebang habis : - berubah komposisi tumbuhan mangrove - tidak berfungsinya daerah nursery dan feeding ground

    2.Pengalihan aliran air tawar : - peningkatan salinitas ekosistem mangrove, menurunnya tingkat kesuburan tanah

    3.Konversi menjadi lahan pertanian, perikanan, pemukiman:- mengancam regenerasi stok SD ikan- terjadinya pencemaran- erosi pantai- pendangkalan perairan pantai

    4. Pembuangan sampah cair : - penurunan kadar oksigen terlarut

    Pembuangan sampah padat: matinya vegetasi mangrove

  • Faktor-faktor Lingkungan

    Faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhanmangrove:Fisiografi pantai (topografi) Pasang (lama, durasi, rentang) Gelombang dan arus Iklim (cahaya,curah hujan, suhu, angin)SalinitasOksigen terlarutTanah

    Fisiografi pantai Fisiografi pantai dapat mempengaruhi komposisi, distribusi spesies dan lebar hutan mangrove. Pantai yang landai, komposisi ekosistem mangrove lebih beragam jika dibandingkan dengan pantai yang terjal.

    Pasang Pasang yang terjadi di kawasan mangrove sangat menentukan zonasi tumbuhan ekosistem mangrove. pengaruh pasang terhadap pertumbuhan mangrove dijelaskan sebagai berikut:

  • 1. Lama pasang : Lamanya pasang di kawasan mangrove dapat mempengaruhi perubahan salinitas air dimana salinitas akan meningkat pada saat pasang dan sebaliknya akan menurun pada saat air laut surut.Perubahan salinitas yang terjadi akibat lamanya pasang merupakan faktor pembatas yang mempengaruhi distribusi spesies secara horizontal. Perpindahan massa air antara air tawar dengan air laut mempengaruhi distribusi vertikal organisme

    2. Durasi pasang : Struktur dan kesuburan mangrove di suatu kawasan yang memiliki jenis pasang diurnal, semi diurnal, dan campuran akan berbeda. Komposisi spesies dan distribusi areal yang digenangi berbeda menurut durasi pasang atau frekuensi penggenangan. Misalnya : penggenangan sepanjang waktu maka jenis yang dominan adalah Rhizophora mucronata

    3. Rentang pasang (tinggi pasang): Akar tunjang yang dimiliki Rhizophora mucronata menjadi lebih tinggi pada lokasi yang memiliki pasang yang tinggi dan sebaliknya Pneumatophora Sonneratia sp menjadi lebih kuat dan panjang pada lokasi yang memiliki pasang yang tinggi.

  • C. Gelombang dan Arus

    Gelombang dan arus dapat merubah struktur dan fungsi ekosistem mangrove.Pada lokasi-lokasi yang memiliki gelombang dan arus yang cukup besar biasanya hutan mangrove mengalami abrasi sehingga terjadi pengurangan luasan hutan.

    Gelombang dan arus berpengaruh langsung terhadap distribusi spesies misalnya buah atau semai Rhizophora terbawa gelombang dan arus sampai menemukan substrat yang sesuai untuk menancap dan akhirnya tumbuh.

    Gelombang dan arus berpengaruh tidak langsung terhadap sedimentasi pantai dan pembentukan padatan-padatan pasir di muara sungai.

    Gelombang dan arus mempengaruhi daya tahan organisme akuatik melalui transportasi nutrien-nutrien penting dari mangrove ke laut. Nutrien yang berasal dari hasil dekomposisi serasah maupun berasal dari runoff daratan terjebak di hutan mangrove akan terbawa oleh arus dan gelombang ke laut pada saat surut.

  • D. Iklim

    Mempengaruhi perkembangan tumbuhan dan perubahan faktor fisikPengaruh iklim terhadap pertumbuhan mangrove melalui cahaya, curah hujan, suhu, dan angin. Penjelasan mengenai faktor-faktor tersebut adalah:

    1. Cahaya Cahaya berpengaruh terhadap proses fotosintesis, respirasi, fisiologi, dan struktur fisik mangrove mangrove adalah tumbuhan long day plants yang membutuhkan intensitas cahaya yang tinggi sehingga sesuai untuk hidup di daerah tropisLaju pertumbuhan tahunan mangrove besar jika cahaya cukupCahaya berpengaruh terhadap perbungaan dan germinasi dimana tumbuhan yang berada di luar kelompok (gerombol) akan menghasilkan lebih banyak bunga karena mendapat sinar matahari lebih banyak daripada tumbuhan yang berada di dalam gerombol.

  • 2. Curah hujan Curah hujan mempengaruhi kondisi udara, suhu air, salinitas dan tanah.Curah hujan optimum yang mempengaruhi pertumbuhan mangrove 1500-3000 mm/year

    3. Suhu Suhu berperan penting dalam proses fisiologis (fotosintesis dan respirasi) Produksi daun baru Avicennia marina terjadi pada suhu 18-20 C dan jika suhu lebih tinggi maka produksi menjadi berkurang. Rhizophora stylosa, Ceriops, tumbuh optimal pada suhu 26-28 C. Bruguiera tumbuah optimal pada suhu 27 C, dan Xylocarpus tumbuh optimal pada suhu 21-26 C

  • 4. Angin Angin mempengaruhi terjadinya gelombang dan arus. Angin merupakan agen polinasi dan diseminasi biji sehingga membantu terjadinya proses reproduksi tumbuhan mangrove

    E. Salinitas Salinitas optimum yang dibutuhkan mangrove untuk tumbuh berkisar antara 10- 30 ppt . Salinitas secara langsung dapat mempengaruhi laju pertumbuhan dan zonasi mangrove, hal ini terkait dengan frekuensi penggenangan. Salinitas air akan meningkat jika pada siang hari cuaca panas dan dalam keadaan pasang .

    F. Oksigen Terlarut Oksigen terlarut berperan penting dalam dekomposisi serasah karena bakteri yang bertindak