18 | Internasional RABU, 18 AGUSTUS 2010 | MEDIA EKITAR 3,5 juta anak Pakistan terancam ter-jangkit

18 | Internasional RABU, 18 AGUSTUS 2010 | MEDIA EKITAR 3,5 juta anak Pakistan terancam ter-jangkit page 1
download 18 | Internasional RABU, 18 AGUSTUS 2010 | MEDIA EKITAR 3,5 juta anak Pakistan terancam ter-jangkit

of 1

  • date post

    29-Mar-2019
  • Category

    Documents

  • view

    213
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of 18 | Internasional RABU, 18 AGUSTUS 2010 | MEDIA EKITAR 3,5 juta anak Pakistan terancam ter-jangkit

SEKITAR 3,5 juta anak Pakistan terancam ter-jangkit berbagai penya-kit menular akibat me-ngonsumsi air yang terkon-taminasi dan gigitan serangga yang terbawa saat bantuan di distribusikan. Hal itu diung-kapkan Maurizio Giuliano dari kantor koordinator urusan ke-manusiaan PBB, kemarin.

Untuk menekan jumlah ri si-ko itu, PBB telah menyerukan kepada dunia agar segera me-nyalurkan bantuan. Bantuan itu antara lain akan digunakan untuk menyediakan air bersih dan bantuan kesehatan.

Dari US$166 juta bantuan yang dibutuhkan untuk penye-diaan air bersih dan pelayanan kesehatan, baru US$25 juta saja yang sudah diterima PBB.

Saat ini korban tewas akibat banjir telah mencapai 1.400 orang. Sekitar 900 ribu rumah telah rusak dan musim mon-soon masih belum akan selesai dalam waktu dekat.

Menurut rilis Pakistan Hu-manitarian Forum, respons ban tuan global ternyata sangat kurang. Jumlah yang diterima telah mencapai US$150 juta, tapi menurut grup itu, pada Senin (16/8), jumlah itu sangat jauh dari mencukupi.

Bantuan dari respons inter-nasional terhadap bencana be-sar ini terlalu sedikit. Bantuan itu bahkan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari korban, kata Tammy Hasselfeldt, direktur komite bantuan internasional di Pakis-tan.

Klinik kewalahanSabia Mirani kecil adalah sa-

lah satu dari 3,5 juta anak atau 20 juta warga yang terkena dam pak banjir Pakistan. Sabia berisiko tinggi terjangkit pe-nya kit menular akibat kotornya air minum. Dia tampak seperti tulang dibalut kulit, memiliki berat sangat kurang daripada anak-anak seusianya.

Lengan dan kakinya sangat kurus. Lehernya yang ram ping terlihat ringkih dan seakan tidak kuat menahan kepalanya.

Sabia memang telah menga-lami masalah kesehatan sejak lahir. Namun, banjir terbu-ruk dalam 80 tahun sejarah Pakistan itu membuat Sabia semakin hari semakin lemah.

Ayahnya, Amir Mirani, ber-harap kondisi anaknya tidak akan semakin memburuk. Na-

mun harapan itu tampaknya hanya tinggal harapan karena persediaan air bersih sangat sedikit. Dan Sabia memiliki sejarah penyakit diare. Pada anak dengan kondisi demikian, diare bisa berujung kepada kematian.

Mirani, ayah dari enam anak, saat ini sedang menunggu kelahiran anak ketujuhnya. Dia telah kehilangan seluruh har-tanya sejak banjir melanda.

Keluarga Mirani bukan satu-satunya yang mengalami kon-disi buruk pascabanjir. Mirani, bersama lusinan keluarga besar lainnya, cuma bisa berpelukan dan berdesakan di satu kelas di sebuah sekolah yang telah disulap menjadi klinik gratis. Padahal klinik ini gelap, kumal, dan membuat gerah karena lembab dan panas.

Pelayanan kesehatan di wi-layah banjir Pakistan saat ini masih kewalahan. Selain karena kekurangan obat, juga keku-rang an tenaga medis. Saat klinik sementara ini dibuka, kami kewalahan dengan 250-300 pasien tiap hari, kata dr Mohammad Yasin Arain.

Menurut Arain, di klinik ini, demam, penyakit kulit, sakit pe-rut, dan diare, adalah penyakit yang umum diderita pengun-jung klinik sementara itu.

Menurut forum kemanusiaan Pakistan, sekitar 2.000 sekolah yang tidak rusak telah diubah menjadi klinik atau tempat perlindungan pengungsi. (Reu-ters/CNN/I-2)

denny@mediaindonesia.com

MASYARAKAT Indonesia, ter utama di kota-kota besar Amerika Serikat, memperingati hari kemerdekaan Indonesia kali ini dengan berbagai acara. Mulai dari lomba tradisional seperti balap karung, tarik tam-bang, makan kerupuk, sampai seminar ilmiah yang mengasah otak. Promosi kebudayaan, wi sata, dan produk Indonesia juga tak ketinggalan dilakukan masyarakat, perusahaan, dan KBRI/KJRI Indonesia di AS.

Jelita Tobing dan Hedi Yunus diundang khusus untuk meng-isi acara panggung gembira di Los Angeles dan Washington. Pe rayaan di Los Angeles juga men datangkan beberapa pera-gawati, penari, serta abang dan none Jakarta. Para se lebritas Tanah Air tersebut berbaur de-ngan artis amatir da ri kalangan masyarakat Indonesia maupun komunitas lo kal dalam atraksi di atas pang gung.

Lucu juga melihat bule-bule melakukan tarian Indonesia dan lenggak-lenggok memakai pakaian tradisional daerah di atas panggung, kata Ana Sur yanti, 37, kepada kontribu-tor Media Indonesia. Ana, yang mengaku datang ke AS pada

1996, sengaja datang bersama ke luarga melihat perayaan di Washington agar kedua anak-nya tetap mencintai Indonesia meskipun sudah lama jadi imi-gran di Amerika Serikat.

Acara malam gembira yang dipaketkan dengan bazar dan eks po bisnis juga disambut me riah oleh masyarakat Indo-nesia maupun komunitas lokal. Tak kurang 10 ribu pengunjung di Los Angeles dan 2 ribu pe ngunjung di Washington dan Houston memadati hala-

man parkir di KBRI dan KJRI. Perayaan hari kemerdekaan Indonesia di Los Angeles agak istimewa tahun ini karena juga digabungkan dengan ulang ta hun ke-20 program sister ci-ty Jakarta-Los Angeles, kata Subijaksono Sujono, Konjen RI di Los Angeles.

Subijaksono mengatakan, festival Indonesia yang meru-pakan rangkaian perayaan hari kemerdekaan RI dan ulang tahun sister city Los Angeles-Jakarta telah terdaftar sebagai

event penting Kota Los Angeles. Dia mengharapkan festival akan menjadi media interaksi dan asimilasi sosial antarsesa-ma masyarakat Indonesia.

Mike Boone, pengunjung, mengaku tak sengaja datang ke acara peringatan kemerdekaan Indonesia. Dia merasa terkesan dengan keunikan at raksi reog ponorogo yang tampil di Jalan Mariposa di depan KJRI Los Angeles dan berjanji akan da-tang lagi tahun depan. (Tanza Erlambang/I-1)

Meriah, Peringatan 17 Agustus di AS

PERINGATIHUT RI:Gerbang kemerdekaan yang dibuat warga Indonesia di Washington, Amerika.

MENUNGGU BANTUAN: Bocah Pakistan korban banjir menunggu bantuan beras di tengah hujan deras di Provinsi Punjab, Pakistan, Senin (16/8).

18 | Internasional RABU, 18 AGUSTUS 2010 | MEDIA INDONESIA

Air Bersih Kurang3,5 Juta Anak TerancamPasien klinik sementara di Pakistan umumnya menderita demam, penyakit kulit, sakit perut, dan diare.

Denny P Sinaga

SEORANG pengebom bunuh diri kemarin beraksi di dekat para calon tentara yang ber-kum pul di sebuah markas militer di pusat Kota Baghdad. Akibat kejadian itu, 60 orang tewas dan 125 terluka.

Ledakan pukul 07.30 itu ber-tempat di luar bekas bangunan Kementerian Pertahanan Irak yang kini menjadi markas di-vi si tentara. Dilaporkan para calon tentara sedang berkum-pul dan menunggu giliran masuk ke kantor divisi ketika terjadi ledakan.

Setidaknya dua saksi mata menyebutkan ada mobil yang ikut meledak sehingga menye-babkan membesarnya jumlah korban. Tetapi pemerintah ber sikukuh bahwa pelaku ha-nya seorang diri. Juru bicara mi liter, Mayor Jenderal Qas-sim al-Moussawi, menyebut ledakan dipicu seseorang yang memakai rompi berisi bom. Dia menuding kelompok Al-Qaeda sebagai otak serangan.

Ditambahkannya, sekitar 1.000 calon tentara sedang ber-kumpul karena saat itu meru-pakan hari terakhir pendaftar-an. Sulit mengawasi area itu karena tempatnya luas dan yang berkumpul begitu ba-nyak, kata al-Moussawi.

Saya sedang duduk lalu ada yang berteriak soal mobil yang diparkir. Lalu saya terlempar oleh sebuah ledakan keras, kata seorang calon tentara, Ali Ibrahim, 21.

Divisi itu menerima 250 calon anggota baru setiap pekan ka rena tentara Irak sedang me nambah jumlah anggota menjelang penarikan mundur pasukan Amerika Serikat dari Irak. Kecuali 50 ribu pasukan, semua tentara AS akan pu-lang pada akhir Agustus, dan sisanya menyusul pada akhir 2011 berdasar kesepakatan per-janjian Irak-AS.

Kelompok-kelompok pem-berontak memanfaatkan ke-sempatan ini dengan mening-katkan serangan dalam bebe-rapa pekan terakhir. Mereka ingin menunjukkan lemahnya kekuatan pemerintah Irak da-lam melindungi warga. Selain korban dari golongan militer, ratusan warga sipil Irak ikut menjadi target serangan.

Data pemerintah menyatakan Juli sebagai bulan dengan ting-kat kekerasan tertinggi sejak Mei 2008 yakni lebih dari 500 orang tewas. Pada awal Agus-tus, dua bom menghancurkan sebuah pembangkit listrik di se buah pasar di Basra, kota terbesar kedua di Irak, dengan korban tewas 43 orang. (War/AP/I-2)

Bom Hantam Calon Tentara

REUTERS/ADREES LATIF

ULAH perempuan mantan ten-tara Israel ini menuai kecaman dari militer negerinya sendiri dan warga Palestina.

Ia memajang foto-fotonya di Facebook bersama dengan warga Palestina yang tengah dibelenggu dengan mata di-tutup.

Ada dua foto yang dipasang mantan tentara bernama Eden Aberjil ini di album Facebook yang ia beri nama Militer - Ma-sa Terbaik dalam Kehidupan Saya.

Di foto per-tama, dengan se ragam mili-ternya ia duduk bersilang kaki dengan pose angkuh di sam-ping seorang pemuda Pa-les t ina yang tengah duduk bersandar ke t e m b o k d e -ngan kepala tertunduk.

Di foto kedua ia tersenyum di de pan tiga war-ga Pales tina. Foto-foto lain-nya di album itu berisi foto-foto ia bersama re k a n - re k a n mi liternya.

Juru bicara Otoritas Pales tina Ghassan Khatib mengecam kelakuan perempuan Israel tersebut.

Khatib mengatakan aksi perempuan itu menunjukkan persoalan yang lebih serius, yakni bagaimana penduduk-an Israel terhadap Palestina yang telah berlangsung 43 tahun ikut memengaruhi sikap warga Israel terhadap warga Palestina.

Ini menunjukkan mental penjajah, yakni merasa bangga telah melecehkan warga Pa-

lestina. Penjajahan tidak adil dan tidak bermoral dan seperti ditunjukkan foto-foto ini, meru-sak, tegas Khatib.

Militer Israel juga ikut meng-kritik perempuan yang diketa-hui berasal dari kota pelabuhan Ashdod itu. Foto-foto ini me-malukan, ujar Kapten Barak Raz, juru bicara militer Israel.

Ini pelanggaran moral dan kode etik yang serius. Saya kira jika ia masih bertugas hari ini, bisa dipastikan ia akan segera