137903384 Makalah Teknik Media Tanam Acara Aplikasi Teknik Media Tanam Sawi Pahit Dengan Berbagai...

download 137903384 Makalah Teknik Media Tanam Acara Aplikasi Teknik Media Tanam Sawi Pahit Dengan Berbagai Komposisi Media

of 23

  • date post

    27-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    49
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of 137903384 Makalah Teknik Media Tanam Acara Aplikasi Teknik Media Tanam Sawi Pahit Dengan Berbagai...

MAKALAH

REKAYASA MEDIA TANAMKelompok 4 :ARGHYA NARENDRA D. (111510501105)MAHASISWA S-1 BEASISWA UNGGULANAGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNEJJURUSAN AGROTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS JEMBER

2013BAB 1. PENDAHULUAN1.1 Latar BelakangSawi atau Caisin (Brassica sinensis L.) termasuk famili Brassicaceae, daunnya panjang, halus, tidak berbulu, dan tidak berkrop. Sawi mengandung pro vitamin A dan Asam Askorbat yang tinggi. Tumbuh baik di tempat yang berhawa panas maupun berhawa dingin, sehingga dapat diusahakan dari dataran rendah sampai dataran tinggi, tapi lebih baik di dataran tinggi. Biasanya dibudidayakan di daerah ketinggian 100 - 500 m dpl, dengan kondisi tanah gembur, banyak mengandung humus, subur dan drainase baik. Tanaman sawi terdiri dari dua jenis yaitu sawi pait dan sawi daging.Sawi bukan tanaman asli Indonesia, namun Indonesia mempunyai kecocokan terhadap iklim, cuaca dan tanahnya sehingga dikembangkan di Indonesia. Tanaman sawi dapat tumbuh baik di tempat yang berhawa panas maupun berhawa dingin, sehingga dapat diusahakan dari dataran rendah maupun dataran tinggi. Meskipun demikian pada kenyataannya hasil yang diperoleh lebih baik di dataran tinggi. Daerah penanaman yang cocok adalah mulai dari ketinggian 5 meter sampai dengan 1.200 meter di atas permukaan laut. Namun biasanya dibudidayakan pada daerah yang mempunyai ketinggian 100 meter sampai 500 meter dpl. Tanaman sawi tahan terhadap air hujan, sehingga dapat di tanam sepanjang tahun. Pada musim kemarau yang perlu diperhatikan adalah penyiraman secara teratur. Berhubung dalam pertumbuhannya tanaman ini membutuhkan hawa yang sejuklebih cepat tumbuh apabila ditanam dalam suasana lembab. Akan tetapi tanaman ini juga tidak senang pada air yang menggenang. Dengan demikian, tanaman ini cocok bila di tanam pada akhir musim penghujan. Tanah yang cocok untuk ditanami sawi adalah tanah gembur, banyak mengandung humus, subur, serta pembuangan airnya baik. Derajat kemasaman (pH) tanah yang optimum untuk pertumbuhannya adalah antara pH 6 sampai pH 7.Tanaman sawi adalah tanaman sayuran yang sering dikonsumsi oleh masyarakat indonesia, hal ini dikarenakan tanaman sawi mempunyai kelebihan untuk kesehatan tubuh, karena dapat melengkapi asupan vitamin untuk kesehatan tubuh. Sawi sebagai salah satu jenis sayuran yang murah harganya dan mudah didapatkan. Hal ini menjadi sebuah faktor yang menyebabkan konsumsi akan sawi yang banyak.Pertumbuhan sawi yang bagus tidak terlepas dari peran media tanam yang sangat penting, karena asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman sawi. Media tanam menjadi faktor yang menentukan untuk perkembangan pertumbuhan. Tanah yang subur haruslah mengandung unsur hara makro dan mikro. Selain itu dalam tanah juga terdapat mineral yang merupakan bagian dari cadangan hara, karena dengan proses mineralisasi akan menjadi unsur-unsur hara yang siap diserap oleh tanaman maupun kehidupan lain di dalam tanah. Mineral juga menjaga kestabilan bentuk dan struktur tanah sehingga tidak mudah berubah komposisi komponennya oleh pengaruh perubahan-perubahan dan pergerakan-pergerakan di dalam tanah. Struktur tanah juga akan menopang tanaman dan memberi ruang gerak kehidupan bagi akar tanaman dan makhluk hidup lainnya di dalam tanah.Untuk mendapatkan kesuburan yang baik juga dilakukan pengolahan tanah, secara umum melakukan penggemburan bertujuan untuk memperbaiki struktur tanah dan sirkulasi udara dan pemberian pupuk dasar untuk memperbaiki fisik serta kimia tanah yang akan menambah kesuburan lahan yang akan kita gunakan.Namun kondisi tanah saat ini tidak dapat menunjang perkembangan tanaman sawi, karena tanah sudah terlalu banyak mengandung zat kimia yang dapat meracuni tanaman, juga mengurangi kegunaaan tanah sebagai media tanah. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dengan cara mengkombinasikan media tanah dengan media penunjang yang lain. Media penunjang yang lain seperti sekam, untuk aerasi yang optimal, dan untuk kebutuhan zat hara dapat ditambah dengan bahan organik.Dengan praktikum yang dilakukan selama 30 hari tersebut kita dapat mengetahui dan belajar dari kejadian-kejadian baik secara eksternal maupun internal. Setelah pemindahan bibit ke area tanam maka faktor eksternal sangat mempengaruhi kegagalan maupun keuntungan dari tanaman sawi. Contoh jika cahaya, kelembapan mendukung untuk pertumbuhan tanaman sawi untuk tumbuh maka sawi tersebut dapat tumbuh secara optimal. Tetapi jika terjadi suatu hujan yang dapat menggenangi atau merobohkan tanaman sawi maka akan mengakibatkan kerugian.

1.2 Tujuan

Praktikum Teknik Media Tanam acara 2 dengan judul Rekayasa Media Tanam memiliki tujuan sebagai berikut :

1. Untuk mendapatkan formulasi komposisi media tanam yang ideal tanaman sawi.2. Untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam terhadap pertumbuhan tanaman sawi.BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

Sawi atau Caisin (Brassica sinensis L.) termasuk famili Brassicaceae, daunnya panjang, halus, tidak berbulu, dan tidak berkrop. Sawi mengandung pro vitamin A dan asam askorbat yang tinggi. Tumbuh baik di tempat yang berhawa panas maupunberhawa dingin, sehingga dapat diusahakan dari dataran rendahsampai dataran tinggi, tetapi pertumbuhan dan produksi sawi yangditanam lebih baik di dataran tinggi. Biasanya dibudidayakan didaerah ketinggian 100 - 500 m dpl, dengan kondisi tanah gembur, banyak mengandung humus, subur dan drainase baik. Tanaman sawi terdiri dari dua jenis yaitu sawi putih dan sawi hijau (Edi, 2010). Secara umum tanaman sawi memiliki bentuk lonjong, halus, tidak berbulu dan tidak berkrop. Salah satu sawi yang banyak dikonsumsi dan banyak terdapat di pasaran adalah sawi bakso. Tangkai daunnya panjang, tipis dan berwarna hijau (Haryanto, 1995). Sawi memiliki akar tunggang dan cabang akar bentuknya silindris menyebar ke semua arah pada kedalaman 30-50 cm. Akar sawi berfungsi untuk menyerap air, unsur hara, dan berdiri tegaknya tanaman sawi (Rukmana, 1994).

Berdasarkan agroklimat, keadaan alam Indonesia khusunya di Sulawesi Selatan mempunyai lahan yang potensial untuk budidaya berbagai jenis sayuran, baik lokal maupun luar negeri. Salah satu tanaman yang potensial adalah tanaman sawi karena merupakan jenis tanman yang mempunyai nilai komersial dan prospek yang cukup baik. Tanaman sawi selain sebagai tanaman sayur, juga mempunyai khasiat untuk kesehatan (Rina, dkk, 2007).

Proses penyerapan kobalt oleh tanaman dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu tekanan akar, kapilaritas dan transpirasi (daya isap daun). Akar tanaman menyerap air dan garam mineral baik siang maupun malam. Pada malam hari, ketika transpirasi sangat rendah atau bahkan nol, sel-sel akar masih tetap menggunakan energi untuk memompa ionion kobalt ke dalam xylem. Endodermis yang mengelilingi stele akar tersebut membantu mencegah kebocoran ion-ion kobalt keluar dari stele. Akumulasi kobalt di dalam stele akan menurunkan potensial air. Air akan mengalir masuk dari korteks akar, menghasilkan suatu tekanan positif yang memaksa cairan naik ke xilem. Dorongan getah xilem ke arah atas ini disebut tekanan akar (roof pressure) (Hodson, 2006). Kebanyakan tanaman mempunyai pertumbuhan yang bagus pada kondisi kapasitas lapang. Kapasitas lapang adalah keadaan dimana air hanya berada dalam pori-pori mikro tanah dan disebut sebagai air tersedia, sedang pori-pori makro tanah ditempati oleh udara (Setiari,dkk.2009).Daun merupakan organ utama tempat berlangsungnya fotosintesis. Kedudukan batang caisim pada poros utamanya menyebar secara merata. Oleh karena itu jumlah daun yang optimum memungkinkan distribusi (pembagian) cahaya antar daun lebih merata. Distribusi cahaya yang lebih merata antar daun mengurangi kejadian saling menaungi antar daun. Daun dengan jumlah yang lebih banyak memungkinkan pupuk lebih banyak yang menempel pada daun, serta penyerapan hara yang lebih optimum (Agusta dan Handoyo, 2010).

Usaha budidaya tanaman sawi, salah satu kendala utama yang menjadi penghambat produksi baik secara kualitas maupun kuantitas, adalah adanya serangan organisme pengganggu tanaman, terutama hama ulat. Akibat dari adannya serangan organisme pengganggu tanaman, baik pada masa pra panen maupun pada pasca panen diperkirakan menimbulkan sekitar 45% kehilangan hasil dari total potensi produksi, dan dalam beberapa kasus dapat mengakibatkan kegagalan panen/puso (Rina, 2007).Sayuran memerlukan banyak sekali hara tanaman. Pemberian yang terlalu banyak dapat mengakibatkan ketidak seimbangan hara di dalam tanah dan tanaman. Selain itu tidak semua N dari kompos dapat diserap oleh tanaman, sehingga mengakibatkan berlebihnya hara N dan dapat menjadi polusi lingkungan (Sunarlim, 2005).Perbandingan pengambilan logam berat antara dua jenis tumbuhan yang berbeda sangatlah berguna. Tumbuhan dapat diklasifikasikan sebagai akumulasi atau indikator unsur. Tumbuhan akumulator mempunyai kemampuan untuk mengakumulasikan unsur tertentu dalam konsentrasi yang tinggi tanpa menimbulkan efek toksik pada tumbuhan. Tumbuhan indikator adalah jenis tumbuhan yang pengambilan elemennya berhubungan dengan kadar metal pada lingkungan disekitarnya. Keduanya dapat digunakan sebagai indikator sumber pencemar dari intensitasnya (Hendrasarie, 2007).Nitrogen yang berlimpah menaikkan pertumbuhan dengan cepat dengan perkembangan yang lebih besar pada batang dan daun-daun berwarna hijau gelap. Penyediaan nitrogen tersedia yang cukup selama awal kehidupan tanaman dapat memacu pertumbuhan dan berakibat dalam kemasakan yang terlalu dini. Gejala kekurangan nitrogen ditandai oleh adanya warna hijau terang sampai kuning pada daun. Pada pohon buah-buahan, rontoknya daun yang terlalu awal, kematian tunas -tunas lateral, rangkaian buah yang kurang baik, perkembangan warna buah yang tidak biasa merupakan tanda-tanda kekurangan nitrogen (Rahmah, 2005).Konsumsi caisim diduga akan mengalami peningkatan sesuai pertumbuhan jumlah penduduk, meningkatnya daya beli masyarakat, kemudahan tana