12. SPEK

download 12. SPEK

of 44

  • date post

    14-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    90
  • download

    16

Embed Size (px)

Transcript of 12. SPEK

  • Spsesifikasi Teknis

    1

    SPESIFIKASI TEKNIS

    1. Pengukuran

    8.1 Situasi

    Pekerjaan ini merupakan Rehabilitasi Terminal Type B Kab. Aceh Tamiang (Otsus

    Aceh)..

    1.2 Lingkup Pekerjaan

    a. Meliputi pekerjaan-pekerjaan, ahli, bahan, peralatan dan kegiatan-kegiatan yang

    diperlukan untuk menyelesaikan semua pekerjaan sesuai RKS dan gambar-gambar.

    b. Pekerjaan pengukuran antara lain :

    Penentuan lokasi bangunan, jalan/saluran, lanscaping, dan lain-lain.

    Penetuan duga yaitu penetuan elevasi peil bangunan, jalan, saluran, elevasinya dapat

    dilihat pada gambar bestek.

    1.3 Syarat-syarat

    a. Pengukuran harus dilakukan oleh tenaga yang betul ahli dalam bidangnya dan

    berpengalaman.

    b. Pemeriksaan : hasil pengukuran segera dilaporkan kepada Direksi/konsultan

    pengawas dan dimintakan persetujuan Direksi/konsultan pengawas juga akan

    menentukan patok utama sebagai dasar dari gedung , jalan, dan bagunan-bangunan

    lainnya.

    c. Pengukuran harus diketahui dan disetujui oleh instansi yang berwenang dalam

    pengurusan IMB.

    1.4 Bahan-bahan dan peralatan

    Theodolite, waterpass serta peralatan dan pato-patok yang kuat diperlukan untuk

    pengukuran

    Semua peralatan ini harus dimiliki pemborong dan harus selalu ada apabila sewaktu-

    waktu memerlukan pemeriksaan.

    1.5 Tata Kerja

  • Spsesifikasi Teknis

    2

    Lokasi, ukuran dan duga gedung, jalan maupun bangunan-bangunan lainnya

    ditentukan dalam gambar.

    Jika terdapat keragu-raguan supaya menanyakan kepada Direksi/Pengawas.

    2. Pekerjaan Tanah/Urugan 9.1 Bahan-bahan dan peralatan

    Theodolite, waterpass serta peralatan dan pato-patok yang kuat diperlukan

    untuk pengukuran

    Lingkup pekerjaan yang akan dilaksanakan pada pekerjaan ini sudah harus

    diperhitungkan jenis tanah yang dijumpai dilapangan seperti tanah pasir,

    gambut, tanah keras (batuan), tanah liat dan lain sebagainya, yaitu :

    9.1.1 Galian tanah untuk pekerjaan substruktur (pondasi, saluran keliling

    bangunan)

    9.1.2 Septictank dan peresapan

    9.1.3 Timbunan kembali galian tanah pondasi

    9.1.4 Timbunan tanah dan pasir bawah lantai, pondasi dan saluran termasuk

    pemadatannya.

    9.1.5 Perataan tanah sekeliling bangunan

    9.1.6 Galian tanah diluar bangunan untuk mendapatkan peil lantai yang di

    syaratkan.

    9.2 Persyaratan Bahan

    Untuk timbunan bekas galian pondasi, digunakan tanah bekas galian pondasi.

    Untuk timbunan bawah lantai digunakan tanah dan pasir pasang kualitas baik.

    9.3 Pedoman Pelaksanaan

    9.3.1 Galian pondasi baru boleh dilaksanakan setelah bouwplank dengan

    penandaan sumbu ke sumbu selesai diperiksa dan disetujui Direksi.

    Bentuk galian dilaksanakan sesuai dengan ukuran yang tertera dalam

    gambar. Apabila ditempat galian ditentukan pipa-pipa pembuangan,

    kabel listrik, telepon atau lainnya yang masih berfungsi, maka Kontraktor

    secepatnya memberitahukan kepada Direksi atau Kepala instansi yang

    berwenang untuk mendapat pentunjuk seperlunya. Kontraktor

  • Spsesifikasi Teknis

    3

    bertanggung jawab sepenuhnya atas segala kerusakan yang diakibatkan

    pekerjaan galian tersebut.

    Apabila pada waktu penggalian ditemukan benda-benda purbakala, maka

    kontraktor wajib melaporkannya kepad Pemerintah Daerah setempat.

    Galian-galian untuk septictank, saluran air hujan, saluran air kotor dan air

    bersih dilaksanakan dengan ukuran yang ditetapkannya dalam gambar

    kerja dan gambar detail.

    Untuk kondisi tanah yang mudah longsor Kontraktor harus memasang

    turap kayu pengaman yang cukup kuat. Turap dddalam bangunan harus

    dibongkar setelah pondasi selesai.

    9.3.2 Galian diluar bangunan untuk mendapatkan tinggi lantai yang

    disyaratkan dalam gambar. Penggalian tanah ini dimaksudkan untuk

    mendapatkan kontur tanah yang disyarat dalam site plan.

    9.3.3 Bila ternyata penggalian melebihi kedalaman yang telah ditentukan

    dalam gambar, maka kontraktor harus mengisi kelebihan galian tersebut

    dengan pasir urug.

    9.3.4 Pengurugan bekas galian pondasi, galian septictank, galian saluran air

    hujan, saluran air bersih dan saluran air kotor diurug lapis demi lapis

    dengan ketebalan tiap lapis maksimum 15 cm. T iap lapisan dipadatkan

    menumbuk lapisan tersebut, menggunakan alat tumbuk yang baik.

    Setelah lapisan pertama padat kembali seperti diatas. Demikian

    seterusnya dilakukan sampai semua lubang bekas galian pondasi tertutup

    kembali.

    9.3.5 Pengurugan dengan tanah timbunan dibawah lantai dilakukan lapis demi

    lapis hingga ketebalan 10 cm di bawah lantai, ditumbuk hinggapadat.

    Lapisan-lapisan urugan untuk ditumbuk ini dibuat maksimal 10 cm. Dan

    ditumbuk 5 kali tiap bidang tumbukan pada tiap-tiap lapis tersebut.

    9.3.6 Dibawah lantai diurug dengan pasir pasangan dan dipadatkan.

    Pengurugan dan pemadatan ini dilakukan dengan menyiram air hingga

    jenuh, kemudian ditumbuk dengan alat yang sesuai untuk pemadatan.

    Hasil akhir harus mendapat persetujuan Direksi atas kesempurnaan

    pengurugan dan pemadatan.

  • Spsesifikasi Teknis

    4

    9.3.7 Dibawah pondasi, dan dibawah air dengan pasir pasangan setebal 10 cm

    dan dipadatkan.

    10. Pekerjaan Tanah/Urugan Pekerjaan penimbunan dan penimbunan kembali terdiri dari pekerjaan penimbunan

    tanah serta pemadatannya yang dilaksanakan di daerah-daerah atau bagian-bagian

    pekerjaan sesuai ketentuan-ketentuan yang tercantum pada gambar pelaksanaan yang

    mencakup kedudukan kemiringan bagian-bagian dan dimensi-dimensi. Penimbunan

    harus dilaksanakan dalam bentuk lapisan-lapisan dengan ketebalan maksimum 20 cm,

    dan didapatkan sesuai dengan instruksi Direksi. Bahan timbunan harus bebas dari

    kotoran-kotoran, tumbuh-tumbuhan, batu-batuan atau bahan lain yang dapat merusak

    pekerjaan.

    11. Penghamparan dan Pemadatan Material untuk urugan yang didapat dan dengan macam yang disetujui oleh Konsultan

    Pengawas akan dihamparkan pada lapisan-lapisan horizontal dengan tebal yang sama

    meliputi lebar yang ditentukan oleh ahli dan sesuai dengan kedudukan kemiringan,

    bagian-bagian dan ukuran seperti yang tercantum pada gambar pelaksanaan. Lapisan

    dari material lepas selain dari batu-batuan, tebalnya harus tidak lebih dari 20 cm.

    Dalam hal ini pemborong tidak dibatasi untuk menghampar dan memadatkan material

    bukan batu-batuan dengan tebal lapisan-lapisan yang diinginkan. Kepadatan yang

    maksimum, material lepas harus segera dipadatkan hingga dicapai kepadatan seperti

    yang ditentukan. Harus diusahakan agar lebar urugan harus dapat menampung lat

    pemadatan yang dipergunakan, bila perlu lorong asli urugan tanah lama dipotong

    secukupnya.

    12. Pekerjaan Pondasi 12.1 Lingkup Pekerjaan

    Meliputi pengerjaan seluruh bangunan, terdiri dari :

    12.1.1 Pondasi plat tapak beton bertulang

    12.1.2 Pondasi Sumuran

    12.1.3 Pondasi pasangan batu kali/batu belah

  • Spsesifikasi Teknis

    5

    12.1.4 Pondasi batu bata

    12.2 Persyaratan Bahan

    12.2.1 Untuk pondasi plat beton bertulang digunakan bahan yang memenuhi

    persyaratan yang diuraikan dalam pasal beton bertulang. Campuran yang

    digunakan 1 Pc : 2 Ps : 3 Kr. Sama halnya denga tiang pancang.

    12.2.2 Untuk pondasi batu bata digunakan jenis batu setempat yang berkualitas

    baik.

    12.2.3 Pondasi batu kali dengan menggunakan spesi 1 PC : 4 Psr, bagian bawah

    pondasi dibuat aanstamping dari batu belah kosong yang dipasang berdiri

    rapat, setebal 20 cm dengan tidak terdapat batu-batu bertumpuk.

    12.3 Pedoman Pelaksanaan

    12.3.1 Sebelum pondasi dipasang terlebih dahulu diadakan pengukuran-

    pengukuran untuk as pondasi sesuai dengan gambar konstruksi dan

    dimintakan peresetujuan Direksi tentang kesempurnaan galian.

    12.3.2 Dibawah dasar pondasi dilapisi dengan pasir pasang setebal 10 cm dan

    dipadatkan, sebagai lantai kerja. Diatas pasir dipasang aanstamping,

    untuk alat pondasi plat beton bertulang, cyclopen beton dan pondasi batu

    kali/batu belah, terdiri dari batu kali dan pasir pasang (pasangan batu

    kosong), lapisan ini juga harus dipadatkan, dengan menyiram air

    diatasnya, sehingga pasir akan mengisi rongga-rongga batu kali tersebut.

    Tebal lapisan dibuat sesuaidengan gambar detail pondasi.

    12.3.3 Untuk tanah yang berdaya dukung lebih kecil 0,5 kg/cm2, dibawah

    pondasi dipasang cerucuk kayu gelam/kelukup yang ditumbuk hingga

    mencapai kedalaman tanah keras.

    12.3.4 Untuk pondasi dilaksanakan dengan ukuran sesuai gambar kerja dan

    gambar detail. Campuran yang digunakan : P lat tapak beton adukan 1 Pc

    : 2 Ps : 3 Kr. Pondasi beton cyclopen dibuat dengan adukan 1 Pc : 3 Ps :

    5 Kr yang diisi 30% batu kali. Pondasi batu kali/belah dipasang dengan

    perekat 1 Pc : 3 Ps. Pondasi batu bata dipasang dengan perekat 1 Ps : 4 Ps

    dan pada bagian sisi diplester kasar/brappen adukan 1 Pc : 3 Ps.

    12.3.5 Untuk pondasi plat tapak beton bertulang Pedoman pelaksanaan, adukan

    dan pembesian harus memenuhi pedoman pada pasal beton bertulang.

  • Spsesifikasi Teknis

    6

    13. Pekerjaan Beton Be rtulang 13.1 Lingkup pekerjaan

    Beton bertulang dengan perbandingan 1 Pc : 2 Ps : 3 Kr harus dibuat untuk :

    13.1.1 Sloof

    13.1.2 Sumuran

    13.1.3 Kolom-kolom praktis

    13.1.4 Ring balok dan balok