1.1. Overview

download 1.1. Overview

of 116

  • date post

    08-Feb-2016
  • Category

    Documents

  • view

    447
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of 1.1. Overview

  • OVERVIEW OF

    FUEL MANAGEMENT SYSTEM

    Ir Hadi Suwignyo BcM MBA

    Oleh

  • Information FlowInformation Flow

    Pengolahan

    Product FlowCrude Flow

    Customer

    PERGERAKAN ARUS MINYAK

    INDUSTRI

    SPBU

    M.TANAH

    BUNKER

    PLN

    Produksi Crude Terminal

  • MINYAK BUMI TERBENTUK DARI SISA-SISA TUMBUH-TUMBUHAN DAN

    HEWAN YANG MATI SEJAK ZAMAN DAHULU, DIPERKIRAKAN SEKITAR

    10 SAMPAI 600 JUTA TAHUN YANG LALU.

    SETELAH ORGANISME TERSEBUT MATI, JASAD MEREKA

    TERTINGGAL DI CEKUNGAN DIDALAM PERUT BUMI DAN

    MEMBENTUK ENDAPAN LUMPUR YANG KAYA AKAN LUMPUR

    ORGANIK.

    SETELAH BERIBU-RIBU TAHUN LUMPUR ORGANIK TERSEBUT

    TERKUBUR DAN TERMAMPATKAN OLEH LAPISAN SEDIMEN

    DIATASNYA DAN BERLAHAN-LAHAN BERUBAH MENJADI SENYAWA

    KOMPLEK CAMPURAN ANTARA HIDROGEN DAN KARBON.

    CAMPURAN SENYAWA KOMPLEKS INILAH YANG KITA KENAL

    SEBAGAI MINYAK BUMI (CRUDE OIL)

    MINYAK BUMI

  • PROSES PENCARIAN (EKSPLORASI) MINYAK DARI PERUT BUMI

    DILAKUKAN OLEH AHLI GEOLOGIS.

    CARA MODERN YANG DIGUNAKAN OLEH GEOLOGIS DALAM

    MENCARI MINYAK BUMI DENGAN MENGGUNAKAN PENCITRAAN

    SATELIT DAN MENGANALISA PERMUKAAN BEBATUAN.

    SETELAH GEOLOGIS MELAKUKAN SERANGKAIAN ANALISA DAN

    MENYATAKAN BAHWA DILOKASI TERSEBUT ADA MINYAK MAKA

    TUGAS SELANJUTNYA DIAMBILALIH OLEH AHLI GEOFISIKA.

    PROSES PENCARIAN (EKSPLORASI)

  • PARA AHLI GEOFISIKA MEMPELAJARI SIFAT-SIFAT FISIK DARI

    LAPISAN TANAH DAN BERBAGAI METODE DIGUNAKAN DALAM

    TAHAPAN INI UNTUK MENDUKUNG HASIL YANG TELAH DIDAPAT

    OLEH AHLI GEOLOGIS.

    PERALATAN YANG DIGUNAKAN UNTUK PENCARIAN MINYAK BUMI

    INI SEPERTI GRAVIMETRY (UNTUK MENGUKUR ADANYA ALIRAN

    MINYAK KARENA ADANYA SEDIKIT PERBEDAAN GRAFITASI BUMI),

    MAGNETOMETRY (UNTUK MENGUKUR PERUBAHAN MEDAN

    MAGNETIK AKIBAT ADANYA ALIRAN MINYAK).

    SNIFFERS YANG BERUPA ALAT ELEKTRONIK YANG DIGUNAKAN

    UNTUK MENDETEKSI BAU HIDROKARBON.

    YANG PALING SERING DIGUNAKAN ADALAH SEISMOLOGI.

  • SEISMOLOGI BISA DIGUNAKAN UNTUK MENCARI CADANGAN MINYAK

    BUMI BAIK DI DARAT MAUPUN DI LAUT.

    BAGIAN UTAMA SEISMOLOGI YAITU PEMICU GETARAN DAN PENERIMA

    SINYAL.

    PEMICU GETARAN ADA SEPERTI COMPRESSED-AIR GUN (KHUSUS DI

    GUNAKAN UNTUK EKPLORASI LEPAS PANTAI).

  • THUMPER TRUCK (UNTUK ESPLORASI MINYAK DI DARATAN), DAN

    BAHAN PELEDAK.

    BUNYI ATAU GETARAN YANG DIHASILKAN OLEH THUMPER TRUCK

    MEMANCAR KAN SINYAL ATAU GELOMBANG BUNYI

    SINYAL AKAN KEMBALI DIPANTULKAN KEMBALI OLEH BATAS ANTAR

    LAPISAN BATUAN YANG BERBEDA DITANGKAP OLEH GEOPHONE

    DATA KEMUDIAN DI KIRIM KE TRUK YANG BERFUNGSI SEBAGAI PUSAT

    KENDALI.

    DENGAN MENDETEKSI PANTULAN TERSEBUT PARA AHLI BISA

    MENGGAMBARKAN PETA SUSUNAN BATUAN DI BAWAH PERMUKAAN

    BUMI UNTUK MENEMUKAN CADANGAN MINYAK.

  • THUMPER TRUCKGEOPHONE

    PUSAT KENDALI

  • PROSES PENGEBORAN MINYAK BUMI

    JIKA CADANGAN MINYAK BUMI POSITIF PADA SUATU LOKASI MAKA

    PROSES PENGEBORAN MULAI DI LAKUKAN.

    RIG DIGUNAKAN UNTUK MENGEBOR DENGAN KEDALAMAN 2000

    SAMPAI 4000 METER TAPI ADA JUGA YANG SAMPAI 6000 METER. RIG

    DILENGKAPI MATA BOR DENGAN DIAMETER 20 SAMPAI 50

    SENTIMETER.

    MATA BOR INI YANG BERPUTAR MENEMBUS PERUT BUMI

    BERIKUT INI BAGIAN BAGIAN PERALATAN RIG YANG DIGUNAKAN

    UNTUK MENGEBOR DI DARATAN.

  • PENGEBORAN LEPAS PANTAI

  • KILANG BALIKPAPAN

  • KILANG BALIKPAPAN

  • PENGOLAHAN MINYAK

    BUMI DI REFINERY

    Dari Crude Oil menjadi Petroleum Products

  • CRUDE OIL

    LPG GASOLINE KEROSINE

    / AVTUR

    DIESEL LUBE OILS ASPHALT FUEL OIL WAX

    REFENERY

  • CRUDE OIL

    CAMPURAN BERBAGAI SENYAWA HYDROCARBON, TERCAMPUR

    KOTORAN

    DILIHAT DARI BAGIANNYA (FRAKSI) TERSUSUN DARI :

    1. SEDIKIT GAS

    2. FRAKSI RINGAN :

    a. FRAKSI BENSIN MUTU RENDAH-NAPHTA

    b. FRAKSI KEROSINE

    c. FRAKSI SOLAR ATAU GASOIL RINGAN KUALITAS BAIK

    3. FRAKSI BERAT :

    a. FRAKSI MINYAK DIESEL ATAU GASOIL MEDIUM

    b. PELUMAS

    c. LILIN

    d. ASPAL

    e. RESIDU

    f. DLL

  • 1. JUMLAH MASING-MASING FRAKSI SANGAT BERVARIASI

    TERGANTUNG LOKASI DIMANA CRUDE OIL DIPRODUKSI.

    2. PRODUK PALING BERHARGA ADALAH FRAKSI-FRAKSI RINGAN :

    a. SOLAR

    b. BENSIN MUTU TINGGI

    c. AVTUR.

    JUMLAH DALAM CRUDE SECARA ALAMIAH SEDIKIT, KADANG

    HANYA 50% SAMPAI 60%

  • PENGOLONGAN CRUDE DALAM PERDAGANGAN DUNIA

    1. BERDASARKAN KANDUNGAN FRAKSINYA :

    a. LIGHT CRUDE : CRUDE YANG MENGANDUNG BANYAK FRAKSI

    RINGAN (ARABIAN CRUDE)

    b. HEAVY CRUDE : CRUDE YANG BANYAK MENGANDUNG FRAKSI

    BERAT

    2. BERDASARKAN KANDUNGAN SULFURNYA :

    a. SWEET CRUDE : CRUDE YANG MEMILIKI KADUNGAN SULFUR

    RENDAH

    b. SOUR CRUDE : CRUDE YANG MEMILILI KANDUNGAN SULFUR

    TINGGI.

    SULFUR DAPAT MENYEBABKAN TERJADINYA POLUSI DAN KOROSI

    KANDUNGAN FRAKSI ALAMIAH DALAM CRUDE DAPAT DIKETAHUI

    DARI ANALISIS LABORATORIUM YANG DISEBUT CRUDE ASSAY

  • TYPICAL APPROXIMATE CHARACTERISTICS AND PROPERTIES AND GASOLINE POTENTIAL OF VARIOUS CRUDES

    Paraffins Aromatics Naphthenes Sulfur API gravity Napht. yield Octane no

    (% vol) (% vol) (% vol) (% wt) (approx.) (% vol) (typical)

    Nigerian -Light 37 9 54 0.2 36 28 60

    Saudi - Light 63 19 18 2 34 22 40

    Saudi - Heavy 60 15 25 2.1 28 23 35

    Venezuela - Heavy 35 12 53 2.3 30 2 60

    Venezuela - Light 52 14 34 1.5 24 18 50

    USA - Midcont. Sweet - - - 0.4 40 - -

    USA - W. Texas Sour 46 22 32 1.9 32 33 55

    North Sea - Brent 50 16 34 0.4 37 31 50

    (Representative average numbers)

    Crude source

  • MINYAK MENTAH (CRUDE OIL) MERUPAKAN CAMPURAN YANG AMAT

    KOMPLEKS YANG TERSUSUN DARI BERBAGAI SENYAWA

    HIDROKARBON.

    DI DALAM KILANG MINYAK MENTAH TERSEBUT AKAN MENGALAMI

    SEJUMLAH PROSES YANG AKAN MEMURNIKAN DAN MENGUBAH

    STRUKTUR SERTA KOMPOSISINYA SEHINGGA DIPEROLEH PRODUK

    YANG BERMANFAAT.

    SECARA GARIS BESAR, PROSES YANG BERLANGSUNG DI DALAM

    KILANG MINYAK DAPAT DIGOLONGKAN MENJADI 5 BAGIAN, YAITU:

    SASARAN PENGOLAHAN MINYAK MENTAH DI DALAM KLANG ADALAH

    UNTUK MEMPEROLEH FRAKSI-FRAKSI BERNILAI TINGGI

    SEBANYAK-BANYAKNYA, TERUTAMA BENSIN, AVTUR, SOLAR

    SECARA ALAMIAH CRUDE OIL DIDOMINASI OLEH FRAKSI YANG

    MURAH, SEDANG FRAKSI-FRAKSI MAHAL JUMLAHNYA TERBATAS

    PENGOLAHAN (REFENERY)

  • 1. PROSES DISTILASI, YAITU PROSES PENYULINGAN BERDASARKAN

    PERBEDAAN TITIK DIDIH.

    PROSES INI BERLANGSUNG DI KOLOM DISTILASI ATMOSFERIK DAN

    KOLOM DESTILASI VAKUM.

    2. PROSES KONVERSI, YAITU PROSES UNTUK MENGUBAH UKURAN

    DAN STRUKTUR SENYAWA HIDROKARBON.

    TERMASUK DALAM PROSES INI ADALAH:

    a. DEKOMPOSISI DENGAN CARA PERENGKAHAN TERMAL DAN

    KATALIS (THERMAL AND CATALYTIC CRACKING)

    b. UNIFIKASI MELALUI PROSES ALKILASI DAN POLIMERISASI

    c. ALTERASI MELALUI PROSES ISOMERISASI DAN CATALYTIC

    REFORMING

  • 3. PROSES PENGOLAHAN (TREATMENT).

    PROSES INI DIMAKSUDKAN UNTUK MENYIAPKAN FRAKSI-FRAKSI

    HIDROKARBON UNTUK DIOLAH LEBIH LANJUT, JUGA UNTUK

    DIOLAH MENJADI PRODUK AKHIR.

    4. FORMULASI DAN PENCAMPURAN (BLENDING).

    MERUPAKAN PROSES PENCAMPURAN FRAKSI-FRAKSI

    HIDROKARBON DAN PENAMBAHAN BAHAN ADITIF UNTUK

    MENDAPATKAN PRODUK AKHIR DENGAN SPESIKASI TERTENTU

    a. PENGOLAHAN LIMBAH

    b. PROSES PENGHILANGAN AIR ASIN (SOUR-WATER STRIPPING)

    c. PROSES PEMEROLEHAN KEMBALI SULFUR (SULPHUR RECOVERY)

    d. PROSES PEMANASAN

    e. PROSES PENDINGINAN

    f. PROSES PEMBUATAN HIDROGEN

    g. PROSES-PROSES PENDUKUNG LAINNYA.

    5. PROSES-PROSES LAINNYA, ANTARA LAIN MELIPUTI:

  • PROSES DISTILASI

    TAHAP AWAL PROSES PENGILANGAN BERUPA PROSES DISTILASI

    (PENYULINGAN) YANG BERLANGSUNG DI DALAM KOLOM DISTILASI

    ATMOSFERIK DAN KOLOM DISTILASI VACUUM

  • DISTILASI ATMOSFERIK

    1. YAITU PEMISAHAN CRUDE MENJADI FRAKSI-FRAKSINYA

    DENGAN DASAR PERBEDAAN TITIK DIDIH FRAKSI PADA

    TEKENAN ATMOSFERIS

    2. CRUDE DIPANASI SEHINGGA SUHU SEKITAR 360 C, DAN

    SEHINGGA FRAKSI BENSIN, KEROSIN DAN SOLAR MENGUAP

    3. HASILNYA ADALAH FRAKSI :

    a. GAS,

    b. DISTILAT RINGAN SEPERTI : NAFTA (BENSIN MUTU RENDAH)

    c. DISTILAT MENENGAH SEPERTI : KEROSIN, SOLAR, MINYAK

    BAKAR (GASOIL) DAN SISANYA ADALAH RESIDU

    4. PEMISAHAN UAP MENJADI FRAKSINYA DILAKUKAN MELALUI

    DISTILASI BERTINGKAT DALAM ALAT YANG DINAMAKAN

    MENARA FRAKSINASI

  • SKEMA DISTILASI ATMOSFERIS

    GAS

    NAFTA/BENSIN ALAM

    RESIDU ATMOSFERIS

    KEROSIN / AVTUR

    SOLAR

    COOLER

    FURNACE

  • DISTILASI VAKUM

    MEMISAHKAN FRAKSI-FRAKSI BERAT DARI RESIDU ATMOSFERIS

    DENGAN PEMANASAN 360 C PADA KONDISI VAKUM

    SUHU 360 C DIPILIH KARENA MERUPAKAN TITIK KERUSAKAN

    (CRACKING) MINYAK. DIATASNYA, MINYAK AKAN RUSAK

    VAKUM DIPILIH KARENA KEVAKUMAN AKAN MENURUNKAN TITIK

    DIDIH, ARTINYA FRAKSI-FRAKSI TITIK DIDIH DIATAS 360 C

    DAPAT DIUAPKAN DAN DIPISAHKAN

    FRAKSI ITU ADALAH: MINYAK DIESEL (IDO), FRAKSI LILIN, FRAKSI

    LUBE OIL DLL YANG DISEBUT MEDIUM GAS OIL DAN HEAVY GAS

    OIL

  • SKEMA DISTILASI VAKUM

    COOLER

    RESIDU VAKUM

    GASOIL MEDIUM, LILIN

    MINYAK DIESEL / IDO

    GAS OIL BERAT, LUBE OIL

    FURNACE

  • PROSES KONVERSI

    1. REFORMING : MERUBAH BENSIN ALAM MENJADI BENSIN MUTU

    TINGGI

    2. CRACKING : MERUBAH FRAKSI BERAT MENJADI BENSIN,

    AVTUR DAN SOLAR

    3. HYDROCRACKING : MERUBAH FRAKSI GASOIL MEDIUM DAN