100876123 Blighted Ovum PA

download 100876123 Blighted Ovum PA

of 27

  • date post

    14-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    27
  • download

    10

Embed Size (px)

description

n

Transcript of 100876123 Blighted Ovum PA

ABORTUS HABITUALIS

PAGE 24

BAB I

PENDAHULUAN

Blighted ovum (kehamilan kosong) merupakan salah satu jenis keguguran yang terjadi pada awal kehamilan. Disebut juga anembryonic pregnancy, blighted ovum terjadi ketika telur yang dibuahi berhasil melekat pada dinding rahim, tetapi tidak berisi embrio, hanya terbentuk plasenta dan kulit ketuban yang ditandai dengan adanya kantung gestasi. Kegagalan telur biasanya terjadi saat usia 6 minggu, sehingga dapat diabsorbsi kembali oleh uterus. Kasus ini terjadi ditandai dengan ancaman keguguran atau abortus sebelumnya.1,2,3Abortus merupakan suatu keadaan dimana terjadinya pengeluaran hasil konsepsi pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat hasil konsepsi kurang dari 500 gram. Abortus merupakan komplikasi paling sering dari kehamilan dan dapat menjadi stress emosional bagi pasangan yang mengharapkan anak. Pada kehamilan yang secara klinis diketahui, angka gagalnya kehamilan sebesar 15% untuk usia gestasi 20 minggu dihitung dari haid pertama haid terakhir. Blighted ovum dianggap merupakan kejadian kromosomal random yang terjadi pada sekitar 1:5 hingga 1:10 kasus abortus. 1,2Pada saat konsepsi, sel telur (ovum) yang matang bertemu sperma. Perkembangan kehamilan dimulai dengan tumbuhnya villi korionik pada permukaan luar blastokist dan berimplantasi ke dinding rahim. Villi memproduksi gonadotropin yang merangsang pituitary melepaskan lutenizing hormone (LH), yang berperan memicu corpus luteum di ovarium membentuk progesterone dalam jumlah banyak. Normalnya, pada tingkat ini, massa inner cell mulai membelah dan berdiferensiasi menjadi organ-organ. Sekitar usia 6 minggu, fetus mulai mengembangkan sirkulasinya, dan setelah 8 minggu villi chorialis mengatur sirkulasi dan membentuk plasenta. Namun pada blighted ovum, kantung amnion tidak berisi fetus yang disebabkan berbagai faktor maka sel telur yang telah dibuahi sperma tidak dapat berkembang sempurna, dan hanya terbentuk plasenta yang berisi cairan. Meskipun demikian plasenta tersebut tetap tertanam di dalam rahim.5,6,7 Plasenta menghasilkan hormon hCG (human chorionic gonadotropin) dimana hormon ini akan memberikan sinyal pada indung telur (ovarium) dan otak sebagai pemberitahuan bahwa sudah terdapat hasil konsepsi di dalam rahim. Hormon hCG yang menyebabkan munculnya gejala-gejala kehamilan seperti mual, muntah, dan menyebabkan tes kehamilan menjadi positif.2,3BAB IILAPORAN KASUSKeterangan UmumNama

: Ny. FUmur

: 30 tahun

Jenis Kelamin

: PerempuanPekerjaan

: Ibu rumah tanggaAlamat

: Napal PutihAgama

: Islam

Bangsa

: Indonesia

Status Marital

: Menikah

No. Rekam Medis: 20.22.21Tanggal Masuk RS: 26 September 2014A. ANAMNESIS (Autoanamnesis)Keluhan Utama :

Hamil muda dengan perdarahanRiwayat Penyakit Sekarang :

Lebih kurang 2 bulan yang lalu, pasien terlambat haid, plano test (+)

Perdarahan dari kemaluan sejak 1 minggu yang lalu, hilang timbul, jumlah sedikit berupa bercak, tidak menggumpal, berwarna agak kehitaman, tidak disertai lendir.

Nyeri perut (+) dirasakan seperti kram.

Mual(++) muntah (++)

HPHT: 28 Juli 2014

Riwayat Penyakit Dahulu :

Pasien tidak pernah menderita keluhan seperti ini sebelumnya

Riwayat Penyakit Keluarga :

Tidak ada anggota keluarga yang menderita keluhan seperti iniRiwayat Pernikahan:

Pernikahan pertama, sudah menikah selama 13 tahun

Riwayat menstruasi:

Menarche usia 15 tahun Haid teratur 6 hari dengan siklus 28 hari Terkadang dirasakan nyeriRiwayat Kehamilan:

2003 / ditolong bidan / laki-laki / cukup bulan / normal / 2800gr / langsung menangis 2004 / ditolong bidan / laki-laki / cukup bulan / normal / 3000gr / langsung menangis 2012 / ditolong dokter spesialis obgyn / cukup bulan / SC / 3400gr / langsung menangis Sekarang

Riwayat Kontrasepsi:

Suntikan 1 bulan dan 3 bulan pada tahun 2004-2011 Pasien mengaku dipasang IUD setelah melahirkan anak ketigaRiwayat Sosial dan Kebiasaan: pasien tidak merokok dan mengkonsumsi alkohol

pasien memelihara kucing di rumah

B. PEMERIKSAAN FISIK

I. Status GeneralisataKeadaan Umum : Sakit sedangKesadaran

: CMCTekanan Darah : 120/70 mmHg

Nadi

: 86x/menit

Nafas

: 18x/menit

Suhu

: 36,8C

Rambut

: Hitam, tidak mudah dicabut

Mata

: Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik

Leher

: JVP (5-2) cmH2O

Paru

:

Inspeksi : Simetris kiri = kanan

Palpasi

: Fremitus sukar dinilai

Perkusi

: Sonor

Auskultasi : Vesikuler, wheezing tidak ada, rhonki tidak ada

Jantung

:

Inspeksi : Iktus kordis tidak terlihat

Palpasi : Iktus kordis teraba 1 jari medial LMCS RIC V

Perkusi : Batas jantung dalam batas normal

Auskultasi : Irama murni, bising tidak ada

Status Obstetrikus:

Abdomen

: Datar, lemas, simetris, Massa (-), fundus uteri tidak teraba

Inspekulo: Portio livide, ostium tertutup, fluksus (+) tampak perdarahan dari muara OUE berwarna kehitaman, erosi (-), laserasi (-), polip (-), sondage tidak dilakukanII.) Pemeriksaan Penunjang :

USG:

Uterus lebih besar dari ukuran normal

Hamil 9-10 minggu

Gestasional sac intrauterine 3,3 cm, fetal echo (-)

Kesan: blighted ovum

Pbemeriksaan Laboratorium PemeriksaanHasilNilai Rujukan

HEMATOLOGI

Hemaglobin (Hb)11,4gr/dl14,0-16,0 gr/dl

Leukosit (L)12.400/mm4,5-10,0 rb/mm

Hematokrit (Ht)38%35-48 %

Trombosit265.000/mm150-450 rb/mm

Hitung Jenis0/0/0/56/38/6 %0-1/1-3/2-6/50-70/20-40/2-8 %

HbSag (-)

III.) Diagnosis dan Diagnosis Banding :

G4P3A0 gravid 9-10 minggu dengan blighted ovum pro curretageIV.) Terapi :

Currretage dengan dilatasi 27 September 2014 07.25 WIB

Pasien dalam posisi litothomy, dilakukan tindakan aseptik antiseptik Portio diperlhatkan secara avoe Dilakukan sondage, didapatkan uterus anterofleksi 8cm

Dilakukan curretage secara sistematis, didapatkan darah dan jaringan 50cc, perdarahan aktif (-)

07.38 WIB

Tindakan selesai

Follow up

28 september 2014

S/ Perdarahan (-) nyeri (-)

O/ Genitalia: perdarahan (-)

A/ Post curretage

Th/ Pulang

Cefadroxil tab 2x500mg

Asam mefenamat tab 3x500mg

V) Prognosis :

-Quo ad vitam

: bonam-Quo ad sanam

: bonam-Quo ad functional: bonamBAB IITINJAUAN PUSTAKAI. DEFINISI

Blighted ovum (kehamilan kosong) merupakan salah satu jenis keguguran yang terjadi pada awal kehamilan. Disebut juga anembryonic pregnancy, blighted ovum terjadi ketika telur yang dibuahi berhasil melekat pada dinding rahim, tetapi tidak berisi embrio, hanya terbentuk plasenta dan kulit ketuban yang ditandai dengan adanya kantung gestasi. Kegagalan telur biasanya terjadi saat usia 6 minggu, sehingga dapat diabsorbsi kembali oleh uterus. Kasus ini terjadi ditandai dengan ancaman keguguran atau abortus sebelumnya.1,2,3II. ETIOLOGI

Sekitar 60% blighted ovum disebabkan kelainan kromosom dalam proses pembuahan sel telur dan sperma. Infeksi TORCH, rubella dan streptokokus, penyakit kencing manis (diabetes mellitus) yang tidak terkontrol, rendahnya kadar beta-hCG serta faktor imunologis seperti adanya antibodi terhadap janin juga dapat menyebabkan blighted ovum. Risiko juga meningkat bila usia suami atau istri semakin tua karena kualitas sperma atau ovum menjadi turun. Teori lain menunjukkan bahwa blighted ovum disebabkan sel telur yang normal dibuahi sperma yang abnormal. Penyebab terjadinya blighted ovum ini sulit dipisahkan dengan penyebab abortus pada umumnya, karena faktor-faktor penyebab gagalnya perkembangan hasil konsepsi ini dapat mengarah ke gagalnya mempertahankan kehamilan.3,4A. Faktor Genetik

Abnormalitas kromosom orang tua dan beberapa faktor imunologi berhubungan dengan blighted ovum dan abortus secara umum telah diteliti. Pada tahun 1981 Granat dkk mendeskripsikan adanya translokasi 22/22 pada pria yang istrinya mengalami 6 kali abortus secara berurutan,. Pada tahun 1990, Smith dan Gaha menemukan insiden yang cukup besar dari carrier translokasi kromosom pada suatu penelitian terhadap keluarga abortus habitualis dan didapatkan 15 balanced reciprocal translocations dan 9 fusi robertsonian pada populasi ini. Kelainan kromosom yang paling banyak menyebabkan abortus habitualis adalah balanced translocation yang menyebabkan konsepsi trisomi. Kelainan struktural kromosom yang lain adalah mosaicism, single gene disorder dan inverse dapat menyebabkan abortus habitualis. Single gene disorder dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan yang seksama terhadap riwayat keluarga atau dengan mengidentifikasi pola dari kelainan yang dikenal dengan pola keturunan.2,3,4,7,8B. Kelainan Anatomi

Kelainan anatomi mungkin berupa kelainan kongenital atau kelainan yang didapat. Kelainan kongenital termasuk fusi duktus Mulleri yang inkomplit atau defek resorpsi septum, paparan diethylstilbestrol (DES) dan kelainan servik uterus. Wanitawanita dengan septum intrauterin memiliki risiko abortus spontan sebesar 60%, kebanyakan abortus pada trimester dua, tetapi dapat juga terjadi pada trimester pertama. Apabila embrio berimplantasi pada septum karena endometrium pada septum berkembang buruk dapat menyebabkan kelainan plasenta. Pada paparan diethylstilbestrol (DES) intra uterine dapat menyebabkan kelainan uterus, yang paling sering adalah hipoplasia yang dapat menyebabkan abortus pada trimester pertama dan kedua, serviks inkompeten dan persalinan prematurus. Kelainan anatomi didapat yang potensial menyeba