10 Sheila 145-159

download 10 Sheila 145-159

of 27

  • date post

    15-Dec-2014
  • Category

    Documents

  • view

    72
  • download

    9

Embed Size (px)

description

translate carranza

Transcript of 10 Sheila 145-159

Tabel 22.1 Faktor yang mempengaruhi oral candidiasis Iritasi lokal kronis Alat-alat yang tidak pas Perawatan alat-alat yang tidak memadai Ekologi oral terganggu atau ditandai dengan perubahan flora mikrobial dalam mulut oleh antibiotik, kortikosteroid, xerostomia Faktor diet Imunologi dan gangguan endokrin Penyakit menular dan kronis Diskrasias darah akut Radiasi pada kepala dan leher Nutrisi yang abnormal Usia (misalnya sangat tua atau sangat muda)

Perokok berat

2. Infeksi Kulit dapat dilihat terutama pada permukaan yang hangat dan basah. Candidal intertrigo terdiri dari vesikel jerawat yang membesar, pecah dan menyebabkan retakan terutama terlihat pada kegemukan. 3. Ruam tengkuk pada anak-anak mungkin disebabkan oleh C. albicans yang diperoleh dari gastrointestinal tract. Makula bersisik dan vesikel, berhubungan dengan intensitas pembakaran dan pruritus, yang umumnya di dalam ruam tengkuk. 4. Candidal paronychian adalah inflamasi lokal di sekitar dan di bawah kuku, yang disebaban oleh Candida ketika sering mencelupkan tangan ke dalam air (misalnya dalam mencuci piring dan pekerja laundry) Mucocutaneous candidiasis. Mucotaneous Candidiasis melibatkan kedua kulit dan mulut dan atau mukosa vaginal. Penyakit langka ini sebenarnya turun temurun atau cacat yang diperoleh dalam sistem imun host atau metabolisme. Mucotaneous candidiasis kronis adalah kondisi yang jarang berhubungan dengan kekurangan Sel-T (lihat Bab 35) Sistemik atau candidiasis dalam. Ini mungkin melibatkan saluran pernafasan yang lebih rendah, dengan resultan candidaemia (Candida dalam darah); lokalisasi dalam endokardium, selaput otak, tulang, ginjal dan mata adalah umum. Penyakit yang sudah menyebar dan tidak mendapat perlakuan adalah fatal. Tempat yang mudah terkena termasuk organ transplantasi, operasi jantung, implantasi prosthetic, dan steroid jangka panjang atau terapi immunosupresif. Jarang, infeksi yang dangkal adalah penyebab dari penyebaran penyakit.

Diagnosis

1. Demonstrasi dari ragi dalam lumuran pewarnaan Gram, diikuti oleh biakan dari contoh di Sabouraud agar. 2. Serologi bermanfaat dalam diagnosis dari penyebaran candidiasis 3. Ujian Histopatologi dari biopsy dari jejas; demonstrasi dari invasi jaringan oleh fungal hyphae membantu membuat hubungan sebab-akibat.

Perawatan Infeksi candida dapat diobati oleh tiga grup agen; polyenes, azoles, dan DNA analog (lihat Bab 7). Agen digunakan tergantung pada tipe dan parahnya infeksi. Infeksi yang dangkal dapat diobati dengan polyene (nystatin atau amphotericin) atau imidiazole (miconazole, clotrimazole). Polyenes juga sangat efektif untuk infeksi oral candidal. Infeksi sistemik dan candidiasis yang menyebar memerlukan amphotericin dalam darah, salah satunya sendiri atau dikombinasikan dengan flucytosine. Agen triazole fluconazole, efektif untuk keduanya baik dangkal maupun sistemik mycose, adalah obat dalam pilihan perawatan Infeksi Candida dalam penyakit HIV.

Pencegahan Candidiasis hamper selalu endogen dalam aslinya, oleh karena itu pencegahan memerlukan pembenaran dari faktor yang mempengaruhinya. Jadi siapa yang bersepakat mungkin memerlukan perawatan prophylactic antifungal jangka panjang, berlanjut atau sebentar.

Cryptococcus Cryptococcus neoformans adalah ragi patogen yang termasuk dalam genus Cryptococcus. Ini dapatmenyebabkan cryptococcosis, terutama cryptococcal meningitis.

Habitat dan penyebaran Ragi ini adalah saprofit yang ada dimana-mana umumnya terisolasi dari tanah yang disuburkan oleh kotoran merpati. Infeksi diawali dengan penghirupan dari sel ragi di udara.

Ciri-ciri Cryptococcus neoformans adalah budding ragi dengan kapsul yang tebal, dengan diameter 5-15 m.

Biakan dan identifikasi Identifikasi adalah dengan air liur dan biakan cairan spinal dala Sabouraud agar. Penggumpalan latex digunakan untuk mendeteksi antigen polisakarida dalam urin, darah ataupun cairan spinal. Preparat tinta India dari cairan spinal digunakan dalam demonstrasi enkapslasi ragi. (Gambar 22.5)

Patogenitas Cryptococci menyebabkan sindrom yang mirip influenza atau pneumonia. Fungaemia yang berlanjut menyebabkan infeksi pada selaput otak. Penurunan imunitas sel perantara memperburuk infeksi; Imun seseoramg yang baik mungkin membangun cryptococcal meningitis.

Perawatan Terapi kombinasi dalam darah dengan amphotericin dan flucytosin.JAMUR BERFILAMEN DAN DIMORFIK DAN PENYAKIT ORAL

Di teks sebelumnya telah dideskripsikan salah satu grup utama dari jamur ragiyangberhubungan dengan gigi dan hubungannya dalam kedokteran. Dua grup utama yang lain, jamur berfilamen dan dimorfik , biasanya tidak menyebabkan penyakit pada mulut kecuali kelompok immunocompromised. Organisme yang penting dan dapat menyebabkan ulserasi oral adalah Penicillium marneffei, Histoplasma capsulatum, Histoplasma duboisii, Blastomyces dermatitids dan Coccidioides immitis (Tabel 22.2).

Patogenitas Di dalam semua kasus infeksi selalu diperoleh dari pernafasan, dan luka yang utama terlihat di dalam paru-paru. Dalam sebuah permulaan penyembuhan yang utama, sering tidak ada gejala, dan kelambatan perkembangan hipersensitifitas, dengan reaksi positif kulit untuk antigen yang tepat. Penyakit yang progresif mungkin mempengaruhi paru-paru dan menyebabkan kavitas. Dan atau menyebar dengan luas untuk melibatkan kulit, mulut dan membrane mukosa lain dan organ internal.

Diagnosis Diagnosis mungkin dengan demonstrasi langsung dalam exudates, air liur ataubiakan biopsy; pengisolasian dalam media biakam dan atau serologi.

Perawatan Amphotericin adalah pilihan obatnya; itraconazole adalah alternatifnya.

Tabel 22.2 Jamur dimorfik yang mungkin menyebabkan ulserasi oral, terutama dalam pasien immunocompromised Jamur Penyakit Distribusi geografis Penicillium merneffei Penicilliosis Asia Tenggara Blastomyces dermatitidis North American Amerika Utara, terutama Blastomycosis Missisipi dan lembah Ohio Coccidioides immitis Coccidiodomycosis USA dari California ke Texas; Amerika Tengah dan Utara Histoplasma capsulatum Histoplsamosis Timur dan tengah USA; adakalanya di bagian dari dunia Histoplasma duboisii African histoplasmosis Equatorial Afrika

FAKTA KUNCI Jamur adalah mikroorganisme eukariotik, kebalikan dari bakteri, yaitu prokriotik Jamur menunjukkan dua bentuk structural dasar bentuk spora dan bentuk jamur: Spora adalah uniseluler dengan bentuk bola/ badan ovoid sedangkan bentuk jamur adalah molekul dengan bermacam-macam struktur khusus Hyphae (bentuk tunggal: hypha atau hyphum) adalah pembuluh seperti benang yang mengandung sitoplasma jamur dan organelnya (miselium, kumpulan dari hyphae) Jamur dalam kepentingan kedokteran diklasifikasikan dalam yeast, jamur berfilamen, dan jamur dimorfik. Jamur untuk kepentingan kedokteran utamanya secara luas tumbuh secara aerobic dalam Sabouraud Dextrose Agar (SAB) atau variasinya. Candida albicans memiliki sejumlah sifat virulen yang mencakup kemampuan untuk melekat pada jaringan host/prostheses dan bentuk hyphae , menghubungkan colonial dan produksi phospolipase ekstraseluler dan proteinase.

C. albicans berasal dari kavitas oral, saluran pencernaan, saluran reproduksi wanita dan kadangkadang berada di kulit; karena itulah infeksi pada umumnya endogen. C. albicans dan C. dubliniensis mungkin dibedakan dari spesies Candida oleh kemampuannya untuk memproduksi pembuluh-pembuluh kuman dan chlamidospora Spesies Candida jarang menyebabkan penyakit mulut dalam kekurangannya di factor yang mempengaruhi, seperti perubahan keadaan dalam mulut (misalnya prostheses yang tidak higenis, xerostomia) dan/atau faktos sistemik seperti diabetes dan immunodefisiensi Tiga manifestasi klinis yang utama dari oral candidiasis adalah pseudomembranes, erythematous, dan variasi hiperblastik (lihat Bab 35) Demonstrasi dari ragi dalam pewarnaan Gram, biakan positif dari Sabouraud agar dan kemudian dikonfirmasi oleh biokimia atau konstitusi teknik genetik diagnosis mikologi dari candidiasis Infeksi Candida dapat diobati dengan tiga kelompok utama dari agen;

Infeksi pada manusia yang disebabkan oleh jamur dapat dikategorikan secara luas sebagai superficial, subkutan, atau sistemik Ketika jamur (seperti C. Albicans) yang yang biasanya tidak berbahaya dalam kesehatan manusia menyebabkan penyakit yang membahayakan pasien mereka menyebutnya Infeksi oportunistik Candida, ragi umum yang tinggal di dalam kavitas oral kira-kira 50-60% dari populasinya, dapat menyebabkan salah satunya superficial (mucosal, cutaneous atau mucotaneous) atau sistemik candidiasis Spesies dalam genus Candida yang ditemukan dalam manusia termasuk C. albicans, C. glabrata, C. dubliniensis, C. krusei , dan C. tropicalis; C. albicans berperan pada infeksi dalam mayoritas yang luas (>90%)

ployenes, azoles, dan DNA analog, berdasarkan tipe dan parahnya infeksi Agen triazole fluconazole efektif untuk kedua superficial dan mikosis sistemik, dan pilihan obat dalam mengobati infeksi Candida dalam penyakit HIV Perlawanan pada azoles dapat dilihat pada spesies Candida, pada umumnya diikuti oleh perpanjangan pengobatan, sedangkan pada DNA analog dan kelompok polyene sangat jarang Pengobatan pada candidiasis memerlukan pembenaran dari factor yang mempengaruhi, dengan atau tanpa antijamur oral atau sistemik Jejas pada mulut yang berkaitan dengan jamur lain daripada Candida adalah jarang. Seperti Cryptococcus, histoplasmosis, dan penicilliosis, mungkindapat dilihat dalam penyakit HIV dan pada umumnya bereaksi terhadap amphotericin dalam darah

BACAAN LEBIH LANJUT Kibber, CC, MacKenzie, DWR, dan Odds, FC (eds) (1996). Principles and practices of clinical mycology. Wiley, Chichester. Odds, FC (1988). Candida and candidosis (2nd edn). Bailliere Tindall, London. Reichart, P, Samaranayake, LP, dan Philipsen, HP (2000). Pathology and clinical correlates in oral candidiasis and its variants: a review. Oral Diseases 6, 85-