10 PP Enteral Ponek

download 10 PP Enteral Ponek

of 55

  • date post

    19-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    66
  • download

    5

Embed Size (px)

Transcript of 10 PP Enteral Ponek

  • Pemberian Asupan Enteral Bagi Neonatus Berisiko TinggiTIM PONEKIDAI

  • TUJUAN:menguasai pengetahuan, memiliki kompetensi, trampil untuk diagnosis, tatalaksana asupan enteral neonatus berisiko tinggi.

  • TUJUAN:Jenis asupan nutrisi enteral yang sesuai, termasuk pemilihan susu dan suplemenCara pemberian asupan nutrisiKapan asupan nutrisi enteral diberikanIdentifikasi dan talaksana intoleransi asupan nutrisi enteralIdentifikasi talaksana enterokolitis nekrotikans

  • NEONATUS BERISIKO TINGGI:PrematuritasAsfiksia perinatalGawat napas SepsisKetidakstabilan hemodinamikParalisis ileusObstruksi usus Abnormalitas kraniofasialCelah bibirCelah langit-langit

  • Neonatus berisiko tinggi nutrisi iv (parenteral) Asupan nutrisi iv (parenteral):MahalLebih rumitMemerlukan lebih banyak pemeriksaan laboratorium dan pemantauanMemiliki lebih banyak komplikasi

  • PEMBERIAN ASUPAN ENTERALEfek tropik terhadap mukosa ususKelaparan penipisan mukosa usus, pemendekan vilus, penurunan aktivitas enzim Pemberian asupan secara enteral peningkatan sintesis DNA, peningkatan massa mukosa ususMaturasi fungsi otot ususEfek endokrin dan metabolik

  • JENIS ASUPAN NUTRISI ENTERAL TERBAIK ASI ASI ASI Untuk bayi Cukup Bulan & Prematur!

  • NUTRISI ENTERAL PADA NEONATUS RISIKO TINGGI: Apa yang harus diberikan?Kapan memberikan asupan?Cara memberikan asupan?

  • KEBUTUHAN KALORI BAYI PREMATUR YANG SEDANG TUMBUH (AAP 1985)Target: 120 Kkal/ kg/hari, 3 sampai 3,8 g protein/ kg/hari

    Kkal /kg /hari

    Metabolisme pada istirahat

    50

    Stress dingin

    10

    Aktifitas

    15

    Efek sintesis/termik dari asupan

    8

    Pengeluaran faeses

    12

    Pertumbuhan

    25

    TOTAL

    120

  • Kecepatan penambahan berat badan pada janin tertinggi pada minggu ke 26 sampai ke 36Tujuan:Pertumbuhan bayi prematur harus serupa dengan pertumbuhan janin di dalam uterus dengan usia kehamilan yang sama, yaitu sekitar 15g/kg/hari. PERTUMBUHAN SEBAGAI TUJUAN ASUPAN NUTRISI

  • DISTRIBUSI NUTRIEN

    Nutrien

    Kisaran kalori

    Kalori maksimal

    Protein

    8-12 %

    20%

    Karbohidrat

    40-55%

    60%

    Lemak

    35-50%

    60%

  • APA YANG HARUS DIBERIKAN: Pilihan susu untuk pemberian asupan awalKolustrum atau ASIIsotonikBeban kerja ginjal rendah Keuntungan imunologisKeuntungan psikososial

  • KOMPOSISI ASI

    Colostrum

    Preterm

    Mature Milk

    Calories Kcal / dl

    67

    67

    67

    Protein g/dl

    3.1

    1.4

    1.05

    Lactose g/dl

    4.1

    6.6

    7.2

    Fat g/dl

    2 -2.5

    3.5- 4

    3.5 - 4.5

    Kolostrum

    Prematur

    ASI Matur

    Kalori Kkal/dl

    67

    67

    67

    Protein g/dl

    3,1

    1,4

    1,05

    Laktosa g/dl

    4,1

    6,6

    7,2

    Lemak g/dl

    22,5

    3,5-4

    3,54,5

  • KEUNTUNGAN ASIMenurunkan infeksiMenurunkan kemungkinan penyakit alergiMeningkatkan IQ?Menurunkan kemungkinan obesitas/HTN/DM pada saat dewasaBiaya/ketersediaan

  • KEUNTUNGAN PEMBERIAN ASI DI NICUMudah dicernaDitoleransi dengan lebih baikMenurunkan kejadian infeksiMengurangi masa rawat inapMemberikan hasil akhir yang lebih baikUntuk ibu: kesejahteraan psikososial

  • Apakah ASI saja memadai untuk pertumbuhan bayi prematur? Bayi prematur berusia 15 hari150 ml/kg/hari ASI = 90-100 kkal/kg/hari= 2-2,5 g/kg/hari protein

  • ADITIFFortifikasi ASI / HMF : Karbohidrat, protein, mineral, vitaminMinyak MCT: 1 ml = 7,7 kkalMinyak kanola: 1 ml = 8 kkal1sdt Promod: 1g whey proteinPolikose: glukosa polimer

  • KOMPOSISI NUTRIEN ASI PREMATUR DENGAN ASI FORTIFIKASI (Berseth CL, Pediatrics 2004)

  • FORMULA PREMATUR

  • ASI FORTIFIKASI VERSUS FORMULA UNTUK BAYI PREMATUR (Schanler Pediatrics 1999)Usia kehamilan: 28 1 minggu Berat lahir: 1,070,17 kgBayi yang diberi ASI fortifikasiKecepatan penambahan berat yang lebih rendah ( 22 g vs 26 g/kg/hari)Peningkatan panjang yang lebih rendah ( 0,8 cm vs 1,0 cm) Lebih rendah insidens sepsis awitan lambatMenurun insidens NECPulang dari rumah sakit lebih awal ( 73 hari vs 88 hari)

  • FORMULA KHUSUSSindrom usus pendek, malabsorpsi, dll. Alimentum: hidrolisat kasein, asam amino bebas, tepung tapioka yang telah dimodifikasi, sukrosa, minyak safflower dan minyak kedelai, 50% MCTPregestimil: hidrolisat kasein, asam amino bebas, tepung jagung yang telah dimodifikasi, glukosa, minyak jagung, 55% MCTNeocate: asam amino bebas, serbuk sirup jagung dan tepung jagung yang telah dimodifikasi, safflower, minyak kelapa dan minyak kedelai

  • KAPAN PEMBERIAN ASUPAN ENTERALHemodinamik stabilTidak ada ileusTidak ada asidosis yang terlihat jelasTidak ada PDA yang terlihat jelas

  • KAPAN MEMBERIKAN ASUPAN: SEDINI MUNGKINPemberian Asupan Dini Intoleransi terhadap pemberian asupanAsupan enteral penuh dicapai lebih dini! Hari nutrisi parenteral KolestasisJumlah hari rawat di rumah sakit Tidak ada peningkatan insidens /NEC

  • CARA PEMBERIAN ASUPAN: Tergantung usia kehamilan dan kondisi klinis

    Keterampilan oromotorik perkembangan normal Refleks Gag: 18 minggu kehamilanRefleks isap:Non nutritif 30-32 minggu Tidak terkoordinasi 32-34 minggu Terkoordinasi 35-36 mingguRooting reflex: 37 minggu

  • BAGAIMANA MEMBERIKAN ASUPAN:Pemberian asupan oral: ASI langsung atau botolSetidaknya usia 33 minggu kehamilanTidak terdapat gawat napas (RR
  • BAGAIMANA MEMBERIKAN ASUPAN:

    Pemberian asupan dengan menggunakan selangPemberian asupan dengan selang nasogastrik atau orogastrik Berkala atau terus menerusPemberian asupan dengan selang nasojenunal/transpilorikRefluks beratPengosongan lambung tertundaHanya untuk pemberian asupan berkesinambungan saja

  • PROSEDUR:

    Pemasangan selang Orogastrik atau Nasogastrik Gunakan selang ukuran no 5 (untuk bayi kurang dari 2 kg) atau ukuran 8 (untuk bayi lebih dari 2 kg)Selang mungkin silastik (terbaik), poliuretan, atau PVCMengukur jarak dari hidung atau mulut sampai ke lubang telinga dan kemudian ke bawah menuju proxesus xiphoideusMasukkan selang melewati hidung atau mulut sampai jarak yang sudah ditentukan sebelumnya + 1- 2 cm. Periksa penempatan selang dengan menginjeksikan udara ke dalam selang dan melakukan auskultasi di atas perut atau dengan mengaspirasi cairan lambung.Pasang plester pada selang dan tempelkan dengan kuat.

  • PROSEDUR:

    Pemasangan selang transpilorik Gunakan selang silastik ukuran 5 sajaSelang poliuretan atau PVC akan mengeras sejalan dengan berlalunya waktu dan dapat menyebabkan perforasi pada duodenum.

  • PROSEDUR:

    Pemberian AsupanPemberian asupan trophic feedingMeningkatkan tahap pemberian asupanMemantau toleransi asupan Tujuan nutrisiPemantauan nutrisi

  • PEMBERIAN TROPHIC FEEDINGMulai segera setelah bayi stabil 1-3 hariASI atau formula 10 ml/kg/hariBerikan asupan setiap 3 atau 4 jamLanjutkan dengan volume yang samaTingkatkan pemberian asupan apabila toleransi minumnya baik dan bayi stabil secara medis (biasanya dalam waktu 3 sampai 7 hari)

  • Meningkatkan Pemberian Asupan Mulai dengan 10 ml / kg/hariTingkatkan sebanyak 5 - 20 ml /kg /hariWaktu tercapainya pemberian asupan secara penuh 3 -5 hari pada bayi > 2000g10 -14 hari pada bayi < 1250g PEMBERIAN TROPHIC FEEDING

  • PEMBERIAN TROPHIC FEEDING

  • SUPLEMENTASI VITAMIN PADA BAYI PREMATURVitamin A 1500 IU/ kg/hariVitamin D 400 IU/hariVitamin E 6 -12 IU / kg/hariVitamin K- IM pada saat lahirVitamin B kompleksVitamin C

    Multivitamin drops 0,5- 1,0 ml/hari

  • SUPLEMENTASI BESI 2- 4 mg/kg/ hari, zat besi unsur diet Lebih disukai setelah usia 2 minggu Tidak lebih dari usia 2 bulan

  • INTOLERANSI PEMBERIAN ASUPANHentikan pemberian asupan dan nilai ulang: Bilious (atau residu berwarna kehijauan)Peningkatan residual ( > 25% dari asupan, atau lebih dari jumlah yang diberikan perjam apabila asupan diberikan per drip berkesinambungan atau muntahPeningkatan ukuran lingkar perut akut > 2 cmFaeses berdarah yang segar atau cair Tanda-tanda sakit lain

  • INTOLERANSI PEMBERIAN ASUPAN PENILAIAN Apakah bayi terlihat sehat? Apakah perutnya lemas?Apakah faeses telah berubah?Apakah ini episode pertama dari intoleransi ataukah masalah ini berkelanjutan?

  • INTOLERANSI PEMBERIAN ASUPAN PENATALAKSANAAN Jika bayi terlihat sehat dan perut lemas, dapat dipertimbangkan pemberian asupan ulang setelah observasi singkat (2 sampai 6 jam).Jika tidak yakin, pemberian asupan enteral dapat dihentikan selama 24 jam dan dimulai kembali dengan volume yang lebih kecil. Jika perut kembung, atau keras, atau faeses berdarah, hentikan pemberian asupan dan buat foto rontgen abdomen untuk menyisihkan kemungkinan EKN.

  • Entero Kolitis Nekrotikan (EKN)

  • Entero Kolitis Nekrotikan (EKN) Kondisi-kondisi yang menjadi predisposisi: Prematuritas, asfiksia perinatal, pemberian formulaTanda-tanda:gastrointestinal: intoleransi pemberian asupan, kembung, faeses berdarahSistemik: letargi, ketidakstabilan suhu, apnea, bradikardia, asidosis, DIC, hipotensiRadiologis: dilatasi usus, intestinalis pneumatosis, asites, perforasi

  • Entero Kolitis Nekrotikan (EKN)Penatalaksanaan :Hentikan pemberian asupan, mulai pemberian cairan infus, pasang selang nasogastrik terbuka & cairan lambung dibiarkan mengalir atau pengisapan tingkat rendahLakukan kultur darah, lakukan pemeriksaan darah lengkap, mulai pemberian antibiotikRujuk sedini mungkin ke fasilitas yang dapat memantau dengan ketat dan menangani pasien jenis ini dan lakukan pembedahan jika perlu.

  • MASALAH PEMBERIAN ASUPAN LAINI