1. Transkrip Pidato 2. Transkrip 2017-06-07آ  800ribu, “belum beli bukuâ€‌, iya betul....

download 1. Transkrip Pidato 2. Transkrip 2017-06-07آ  800ribu, “belum beli bukuâ€‌, iya betul. Sedangkan gaji

If you can't read please download the document

  • date post

    23-Jan-2020
  • Category

    Documents

  • view

    3
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of 1. Transkrip Pidato 2. Transkrip 2017-06-07آ  800ribu, “belum beli bukuâ€‌, iya betul....

  • Team project ©2017  Dony Pratidana S. Hum | Bima Agus Setyawan S. IIP 

     

     

     

     

     

    Hak cipta dan penggunaan kembali: Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk menggubah, memperbaiki, dan membuat ciptaan turunan bukan untuk kepentingan komersial, selama anda mencantumkan nama penulis dan melisensikan ciptaan turunan dengan syarat yang serupa dengan ciptaan asli.

    Copyright and reuse: This license lets you remix, tweak, and build upon work non-commercially, as long as you credit the origin creator and license it on your new creations under the identical terms.

  • 125

    LAMPIRAN

    1. Transkrip Pidato

    2. Transkrip Wawancara

    Gaya bahasa..., Berthier Pandu Juwandono, FIKOM UMN, 2016

  • 126

    Transkrip Pidato

    Transkrip Pidato Peresmian Transaksi Sewa Rusun Melalui Bank DKI

    (04 September 2014)

    Saya mohon maaf. Saya harus bicara sangat sangat keras soal rumah susun,

    karena kelas menegah saja itu tidak cukup untuk dapat rumah tinggal. Saya Tanya

    pasaran rumah susun seperti ini kalo yang punya uang dia berani beli 50 sampai 60 juta

    ini kondisi, dulu sebelum saya masuk ke sini ini pasarannya masih belasan juta kalo di

    cakung masuknya masih tiga setengah juta klo di kampung muara itu sudah 120 juta.

    Kalo di kalibata itu sudah 400 juta di benhil sudah 300 – 400 juta, itu di petamburan

    Gaya bahasa..., Berthier Pandu Juwandono, FIKOM UMN, 2016

  • 127

    pun udah ratusan juta, jadi kita bisa bayangkan saya bisa mengerti kalo saya dikasih

    rumah susun lalu ada yang mau menawarkan saya 50 juta, saya ambil, saya pilih balik

    lagi ke sungai tinggal di waduk. Saya balik ke waduk pluit saya punya uang 10 juta saya

    bisa bikin rumah beton, 5 juta saya bisa jual voucher mungkin sisa uang 30 juta kawin

    lagi, iya kan? Punya uang..!! ibu ibu yang janda juga bisa kawin lagi kalo punya uang,

    tinggal bilang siapa lelaki yang mau. jadi ini persoalan yang manusiawi makannya di

    tambah lagi pejabat kita korup, Main pejabat kita. Dan di rusun yang mainin yang

    mana? Pake oknum RT bisa, oknum RW bisa, oknum caleg bisa, oknum sampah bisa,

    iya kan?? Atau memang ada oknum jual beli rusun yang hidupnyanya di rusun, dia

    seperti calo, makannya saya bilang sama pak Jonathan, semua harus di Pecat..!!! tidak

    ada toleransi kalo kita tidak, Pak Jonathan yang kita pecat, tapi saya agak kecewa

    terhadap kartu yang dibuat oleh bank DKI.

    Saya katakan, saya bukan meminta kartu Hotel, tiap ruangan ada satu kartu

    menandakan penghuni, yang saya mau dibikin seperti ini. Ini kartu ATM ada nama bila

    perlu ada foto, Sehingga waktu kami iseng dating ke rusun, saya mengetuk pintu ke unit

    tertentu, saya akan minta setiap ruang menunjukan kartunya, kalo kartunya tidak seusai

    nama dan foto, dan saya mengecek KTPnya, KTPnya pun harus alamat yang sama, kalo

    tidak sama kita usir. Nah terus bapak ibu tau ngak kenapa saya ngotot pake bank DKI,

    saya ngotot mau tambah duit sampe 30 trilyun untuk Bank DKI, supaya bank DKI

    sekelas dengan bank BCA tetapi ada tugasnya, tugasnya mencetak kartu Jakarta pintar

    itu atm sebetulnya nanti kartu PKL nanti kartu untuk rumah susun, supaya apa? Kalo

    bapak ibu memalsukan kartu tanda rumah susun, itu hukumannya ringan, Cuma nyetak

    Gaya bahasa..., Berthier Pandu Juwandono, FIKOM UMN, 2016

  • 128

    saja. Tapi kalo saya mendakwa bapak ibu memalsukan kartu ATM Bank DKI, anda bisa

    belasan tahun penjara. Karena ini kejahatan perbankan, jadi bapak ibu jangan senang

    dulu. Saya sudah dua tahun di Jakarta ini, saya sudah lihat yang namanya oknum

    Bajingan itu dari rayat jelata sampai pejabat ada oknumnya, jadi tidak ada toleransi.

    Saya pernah mengancam sama rumah susun sama pak Jonathan kalo sistim ini

    udah jadi kalo saya kirim orang, ada di rumah susun yang mau mengancam orang yang

    mau membakar orang saya, mau mengahalangi orang saya, mengusir orang saya,

    makannya saya bilang klo gitu Pak Heru beli lagi 9 pistol yang isi 15 peluru dengan

    magazine kita akan dating menyandang pistol, saya ngomong jujur saja kalo anda

    melawan saya tembak di tempat, jadi tidak ada di dunia ini yang boleh sewenang

    wenang atas nama orang miskin nginjak nginjak peraturan, tidak ada!!. Ini musti tegas

    karena kita bangun ribuan rumah pun orang miskin ga pernah dapet. Yang dapet hanya

    calo calo dan pejabat kita pinter pinter mainnya, yang mainin siapa? Pencalo yang main,

    honorer yang main setornya ke dia, jadi kalo ketangkap bukan PNS. Ini satpam yang

    main, ini semua yang main, bukan PNS yang main. Itu pinternya luar biasa.

    Makannya saya harap dengan kartu seperti ini kalo yang tinggal di rumah

    susun tidak mau ganti alamat KTP ke rusun, usir saja. Tidak usah banyak alasan, kita

    usir. Jadi sama kasusnya ketika kalo ketauan ini bapak ibu nangis darah pun saya tidak

    akan ampuni tetap saya akan penjarakan itulah keadilan Tuhan. Kita tahu Tuhan maha

    ampun maha penyayang, pengasih, tidak selama anda masih hidup. Tetapi, ketika anda

    mati masuk akhirat masuk neraka itulah maha adilnya Tuhan. Itu maha adilnya Tuhan,

    kita tidak bisa bilang mana maha kasihMu, mana pengampunanMu, mana kata Kamu

    Gaya bahasa..., Berthier Pandu Juwandono, FIKOM UMN, 2016

  • 129

    baik. Kenapa ada neraka? Neraka ada karena itu, makannya negara dikasi memegang

    senjata supaya bisa menegakkan hukum, tanpa penegakkan hukum tidak ada ketertiban.

    Tanpa ketertibaan tidak ada kenyamanan hidup. Ini tidak ada toleransi.

    Ya sama mau ingatkan bapak ibu tinggal di rumah susun saya seneng lihat

    yang tinggal dirumah susun muara baru lebih seger, karena sekarang saya kira anak

    anak mainnya juga lebih baik. Nah lalu kenapa saya ingin ibu ibu berusaha semua uang

    yang ibu punya dimasukan ke dalam bank, untuk apa? Supaya saya bisa tau, bapak ibu

    betul betul miskin atau kaya. Untuk apa? Jadi saya katakan semakin orang Jakarta itu

    miskin maka dia itu semakin wajib hukumnya memiliki rekening bank DKI. Untuk apa?

    Supaya nanti bapak ibu naik bus pun bisa saya kasih diskon. Saya bisa melihat bapak

    ibu anaknya butuh sekolah berapa. Misalnya seperti sekarang kalo anak sekolah

    diswasta SMA, itu kira kira bayar uang sekolah bisa 250 -400 ditambah ongkos

    transport 250 ribu, ditambah uang jajan macam macam bisa total total 800ribu 600-

    800ribu, “belum beli buku”, iya betul. Sedangkan gaji minimum hanya 2,4 juta. Kalo

    bapak ibu punya dua tiga anak mana bisa menyekolahkan anak di SMA atau SMK?

    Makannya di Jakarta itu sangat menyedihkan bagi saya, sekolahnya jelek karena terlalu

    banyak korupsi. Sekolahnya jelek mau amburuk 40 persen anak usia 16 -18 tahun di

    Jakarta itu tidak sekolah. Jadi mau jadi apa kalo tidak sekolah? Lulus SMA, lulus

    Sarjana saja susah mencari kerja. Makannya kami mau menaikkan kartu Jakarta pintar

    supaya si anak ini cukup uang untuk sekolah. tetapi, ada tetapinya tidak bisa ditarik

    semua uangnya. kalo kita kasih setahun 600.000 sebulan, itu kira kira kan dapetnya

    7,2juta ditabungan si anak, klo langsung di ATM di Tarik, beli motor dia. Habis atau

    Gaya bahasa..., Berthier Pandu Juwandono, FIKOM UMN, 2016

  • 130

    diminta bapak emaknya habis makannya kartu ATM kami kami kunci. Uangnya itu

    hanya bisa, saya harap bank DKI mendengarkan ide saya jangan salah ini. Klo

    menerima 7,2 juta apa yang dia dilakukan, dia bayar uang sekolah pun tidak bisa bayar

    kontan itu. Dia di sekolah harus pake EDC di tab, itu ada EDC alatnya itu. BRI punya

    DKI juga punya, lalu beli bukunya kapan? Beli seragamanya kapan? Beli topi tasnya

    kapan? Kita ada pameran setahun sekali namanya jakarta book fair atau toko yang di

    tunjuk. Dia mau ke gramedia mau ke toko gunung agung ke toko buku manapun dia

    harus bayarnya pake ATM ini bentuknya debit. Lalu uangnya transport bagaimana?

    Mungkin kita akan batasi hanya boleh 100 ribu per minggu untuk dia tarik, lalu kalo

    anak yang bisa hemat gimana? tasnya bukunya dia hemat, maka uang ini menjadi sisa

    dengan bunganya menjadi rejeki anak itu, kita mengajari dia menabung. Jadi bantuan

    seperti ini.

    Bahkan nanti kedepan kalo terjadi bencana kebaran atau banjir di jakarta, tidak

    ada lagi pembagian nasi. Tidak lagi pembagian nasi, pampers, supermie, aqua, semua

    harus di beli. Dibeli dengan apa? Dengan kartu, jadi bantuan uang akan di transfer ke

    dalam kartu orang yang mengalami musibah, kalo tidak coba kita lihat, banjir langsung

    datang PMI masak 1000 bungkus nasi, dateng lagi buddha suci masak 2000 bungkus,

    TNI kasih lagi, Bank kasih lagi, dinas sosial kasih lagi. Kumpul kumpul 8000 bungkus

    nasi katanya laporan yang banjir Cuma 3000 orang. Lalu 5000nya kemana? Tidak ada

    yang tahu, tidak ada yang tahu. Ini korupsi yang paling enak. Atas nama orang miskin,

    makannya di jakarta itu banyak orang miskin di peihara supaya jadi proyek saya bilang.

    Gaya bahasa..., Berthier Pandu Juwandono, FIKOM UMN, 2016

  • 131

    Jadi dia bilang bantuan miskin bantuan miskin apa yang dibantu? Bantuin kamu lebih

    banyak dari pada mis